stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-12
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 12: Linear Programming — Lebih dari Dua Variabel

Program Studi Manajemen • FEB UNDIP

Matematika Bisnis

Pertemuan 12 — Linear Programming:
Lebih dari Dua Variabel

Ketika produk bertambah menjadi tiga atau lebih, grafik tidak cukup — kita butuh metode simpleks dan bantuan spreadsheet.

RPS Minggu 13 • Sub-CPMK 4 • Durasi 2 × 50 Menit

Pertemuan ke-12 tatap muka; Minggu RPS ke-13 karena Minggu 8 = UTS

Tujuan Pembelajaran & Peta Alur

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu memecahkan LP lebih dari dua variabel (Sub-CPMK 4). Secara rinci:

Kemampuan 1
01
Merumuskan model LP tiga variabel dari deskripsi verbal
Kemampuan 2
02
Menjelaskan keterbatasan metode grafis untuk n > 2
Kemampuan 3
03
Menyusun tabel simpleks & melakukan iterasi pivot
Kemampuan 4
04
Menggunakan Excel Solver & menginterpretasikan hasilnya
Blok 1Keterbatasan Grafis Blok 2Tabel Simpleks Blok 3Dua Kasus dari Nol Blok 4Excel Solver

Mengapa 3 Produk, Bukan 2?

UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah — kategori usaha per PP 7/2021) makanan ringan Jawa Tengah biasanya memproduksi lebih dari dua produk sekaligus.

Skenario: CV Rejeki Snack, Semarang

Keripik Singkong

x₁ — Rp 4.000/kg

Kacang Goreng

x₂ — Rp 5.000/kg

Biskuit Kelapa

x₃ — Rp 3.000/kg

Tiga sumber daya terbatas: bahan baku, jam mesin, kapasitas distribusi. Pertanyaan bisnis: berapa unit tiap produk agar laba maksimal?

Metode grafis Pertemuan 11 tidak bisa diterapkan untuk tiga variabel → butuh algoritma baru.
Blok Materi
01
Keterbatasan Grafis
& LP ≥ 3 Variabel

Dari bidang datar ke ruang berdimensi banyak — mengapa grafik tidak cukup

Metode Grafis: Sampai di Mana?

n = 2 Variabel — Bisa Digrafis
x₁x₂DaerahFisibelABC
  • Gambar di bidang 2D — sumbu x₁ dan x₂
  • Daerah fisibel = poligon konveks
  • Solusi optimal = sudut (vertex) terbaik
  • ✓ Praktis secara manual
n ≥ 3 Variabel — Tidak Praktis
Polihedron 3D
  • n=3 → ruang 3D (sulit digambar)
  • n=4 → hiperruang (tidak bisa divisualisasi)
  • ✗ Tidak praktis untuk n ≥ 3
Kunci: Daerah fisibel LP bersifat konveks (seperti bukit tunggal tanpa lembah). Solusi optimal selalu di salah satu vertex (sudut). Metode simpleks bergerak dari sudut ke sudut secara sistematik.

Model LP Tiga Variabel — Struktur Standar

Maks/Min   Z = c₁x₁ + c₂x₂ + c₃x₃

Kendala:
  a₁₁x₁ + a₁₂x₂ + a₁₃x₃ ≤ b₁   (kendala 1)
  a₂₁x₁ + a₂₂x₂ + a₂₃x₃ ≤ b₂   (kendala 2)
  a₃₁x₁ + a₃₂x₂ + a₃₃x₃ ≤ b₃   (kendala 3)
  x₁, x₂, x₃ ≥ 0                   (non-negatif)

xᵢ = Variabel Keputusan

Kuantitas yang dicari (mis. unit produksi)

cᵢ = Koefisien Kontribusi

Laba/biaya per unit variabel di fungsi tujuan

bᵢ = RHS (Right-Hand Side)

Kapasitas/batas sumber daya ke-i

Hitung dari Nol 1 — Formulasi LP: Tiga Produk Snack

ProdukVariabelLaba/kgBhBakuJamMsnDistr.
Keripik singkongx₁Rp 4.000211
Kacang gorengx₂Rp 5.000311
Biskuit kelapax₃Rp 3.000121
Kapasitas/hari120 kg80 jam60 kg

s.t. = subject to (dengan kendala-kendala berikut)

Maks Z = 4x₁ + 5x₂ + 3x₃
(dalam ribuan rupiah)
s.t.  2x₁ + 3x₂ +  x₃ ≤ 120
        x₁ +  x₂ + 2x₃ ≤  80
        x₁ +  x₂ +  x₃ ≤  60
      x₁, x₂, x₃ ≥ 0

Coba Sendiri: Jalankan Iterasi Simpleks Langkah demi Langkah

Klik maju melalui tabel simpleks CV Rejeki Snack — pilih kolom pivot, baris pivot, lalu amati tabel ter-update otomatis tiap iterasi.

Blok Materi
02
Metode Simpleks
— Konsep & Tabel Awal

Variabel slack (sisa kapasitas), tabel standar, dan cara membaca setiap kolom

Simpleks: Berjalan dari Sudut ke Sudut

A(Z=0)BCDE(Z*)Jalur simpleks: A → C → E
1
Mulai dari titik sudut yang mudah: titik asal (0,0,0) — selalu fisibel selama RHS ≥ 0
2
Pindah ke sudut tetangga yang meningkatkan Z — pilih yang paling menguntungkan
3
Berhenti saat tidak ada tetangga lebih baik → solusi optimal ditemukan
Tidak perlu cek semua 2ⁿ kemungkinan sudut — biasanya konvergen dalam beberapa iterasi (satu siklus pivot).

Variabel Slack — Mengubah ≤ Menjadi =

Untuk setiap kendala ≤, tambahkan satu variabel slack sᵢ ≥ 0.

Bentuk Asli (Pertidaksamaan)

2x₁ + 3x₂ + x₃ ≤ 120
x₁ +  x₂ + 2x₃ ≤  80
x₁ +  x₂ +  x₃ ≤  60

Bentuk Standar (Persamaan + Slack)

2x₁ + 3x₂ + x₃ + s₁ = 120
x₁ +  x₂ + 2x₃ + s₂ =  80
x₁ +  x₂ +  x₃ + s₃ =  60

s₁ = sisa bahan baku

s₁ > 0 → ada bahan baku menganggur

s₁ = 0 → bahan baku habis (binding)

s₂ = sisa jam mesin

Koefisien di fungsi tujuan = 0

(sisa kapasitas tidak menghasilkan laba)

s₃ = sisa distribusi

Z = 4x₁+5x₂+3x₃+0s₁+0s₂+0s₃

Fungsi tujuan tidak berubah

Tabel Simpleks Awal (Initial Simplex Tableau)

BV = basic variable (variabel basis: yang "aktif" di solusi saat ini, nilainya = RHS).

BVx₁x₂x₃s₁s₂s₃RHS
s₁231100120
s₂11201080
s₃11100160
Z−4−5−30000
Solusi awal: x₁=x₂=x₃=0, s₁=120, s₂=80, s₃=60, Z=0. Semua kapasitas masih penuh — belum produksi apa pun.
Baris Z: koef dinegasikan. Koef −5 di kolom x₂ berarti setiap unit x₂ yang masuk basis menaikkan Z sebesar 5 (rb rupiah). Kolom paling negatif = paling menguntungkan.

Langkah 1 Simpleks: Pilih Kolom Pivot (Entering Variable)

Aturan Maksimasi: Pilih kolom dengan koefisien baris Z paling negatif → variabel tersebut = entering variable.
KolomKoef Baris ZKeterangan
x₁−4
x₂−5▲ PALING NEGATIF
x₃−3

x₂ terpilih sebagai entering variable. Kolom x₂ = kolom pivot.

Kondisi Berhenti (Optimal):
Jika semua koef baris Z ≥ 0 → solusi sudah optimal, berhenti!

Intuisi: koef −5 artinya memasukkan 1 unit x₂ ke basis menaikkan Z sebesar Rp 5.000 — paling besar di antara semua opsi. Karena itu x₂ dipilih pertama.

Langkah 2 Simpleks: Min-Ratio Test — Pilih Baris Pivot (Leaving Variable)

Hitung rasio RHS ÷ koef kolom pivot (hanya untuk koef > 0). Pilih baris dengan rasio minimum positif.

BVKoef x₂ (kolom pivot)RHSRasio RHS ÷ Koef
s₁3120120 ÷ 3 = 40 ▲ minimum
s₂18080 ÷ 1 = 80
s₃16060 ÷ 1 = 60
Hasil: Rasio minimum = 40 (baris s₁)
s₁ adalah leaving variable; baris s₁ = baris pivot.
Elemen pivot = 3 (perpotongan baris s₁ & kolom x₂).
Penting: Koefisien ≤ 0 di kolom pivot diabaikan dalam min-ratio test. Mengambil lebih dari rasio minimum → slack negatif → melanggar fisibilitas.

Langkah 3 Simpleks: Operasi Baris — Menjadikan Pivot = 1

Elemen pivot = 3 (baris s₁, kolom x₂). Tujuan: kolom pivot berbentuk vektor identitas.

LANGKAH A: Bagi Baris Pivot dengan Elemen Pivot (3)

SelNilai LamaOperasiNilai Baru
x₁22 ÷ 32/3
x₂33 ÷ 31 ← elemen pivot
x₃11 ÷ 31/3
s₁11 ÷ 31/3
s₂00 ÷ 30
s₃00 ÷ 30
RHS120120 ÷ 340

LANGKAH B: Update Baris Lain (contoh baris s₂)

Baris s₂ baru =
Baris s₂ lama − 1 × baris pivot baru
Aturan Tanda Kritis:
Sel s₁ baris s₂: 0 − 1×(1/3) = −1/3
Jika koef pivot negatif: −1 × (−1/3) = +1/3
Minus dikali minus = plus!
Setelah pivot: x₂ masuk basis, s₁ keluar. Kolom x₂ berbentuk [1,0,0,0]ᴝ.
Blok Materi
03
Dua Studi Kasus
Simpleks dari Nol

Keripik-Kacang-Biskuit (maksimasi, 3 iterasi) & Distribusi FMCG (minimasi)

Hitung dari Nol 2 — Simpleks Iterasi 1: Entering x₂, Leaving s₁

TABEL AWAL

BVx₁x₂x₃s₁s₂s₃RHS
s₁231100120
s₂11201080
s₃11100160
Z−4−5−30000

Kolom pivot: x₂ (koef −5). Elemen pivot: 3.
Min-ratio: 120/3=40▼, 80/1=80, 60/1=60 → leaving=s₁

TABEL SETELAH ITERASI 1

BVx₁x₂x₃s₁s₂s₃RHS
x₂2/311/31/30040
s₂1/305/3−1/31040
s₃1/302/3−1/30120
Z−2/30−4/35/300200
Z = 200 (Rp 200.000). Baris Z masih ada −2/3 dan −4/3 → belum optimal, lanjut iterasi 2.

HDN-2 (lanjutan): Iterasi 2 (Entering x₃) → Iterasi 3 → Optimal

ITERASI 2: Entering x₃, Leaving s₂ (elemen pivot = 5/3)

Min-ratio (kolom x₃): 40/(1/3)=120, 40/(5/3)=24▼, 20/(2/3)=30 → leaving=s₂

BVx₁x₂x₃s₁s₂s₃RHS
x₂3/5102/5−1/5032
x₃1/501−1/53/5024
s₃1/500−1/5−2/514
Z−2/50021/154/50232
Z=232, tapi kolom x₁ = −2/5 (negatif) → belum optimal, lanjut iterasi 3.

ITERASI 3: Entering x₁, Leaving s₃ (elemen pivot = 1/5)

Min-ratio: 32/(3/5)=53,3; 24/(1/5)=120; 4/(1/5)=20▼ → leaving=s₃

BVx₁x₂x₃s₁s₂s₃RHS
x₂01011−320
x₃00101−120
x₁100−1−2520
Z000102240
Semua baris Z ≥ 0 → OPTIMAL
x₁=20 kg, x₂=20 kg, x₃=20 kg
Z = Rp 240.000/hari

Studi Kasus 3 — Formulasi Minimasi: Distribusi FMCG Jawa Tengah

PT Sinar Distribusi — Alokasi Truk Harian

Distributor FMCG (Fast-Moving Consumer Goods — produk konsumen perputaran cepat: mi instan, minyak, snack) perlu mengalokasikan truk ke tiga wilayah:

RuteVariabelBiaya/Truk
Semarangx₁Rp 2 juta
Solox₂Rp 3 juta
Kudusx₃Rp 1 juta
Min Z = 2x₁ + 3x₂ + x₃
s.t. x₁ + x₂ + x₃ ≤ 10  (armada)
      x₁ ≥ 3              (Semarang min)
      x₂ ≥ 2              (Solo min)
      x₃ ≥ 1              (Kudus min)
      x₁, x₂, x₃ ≥ 0
Kendala ≥ → tambahkan variabel surplus (eᵢ). Teknik penanganan (metode dua fase/Big-M) di luar cakupan — kita selesaikan via Solver.

Studi Kasus 3 (lanjutan): Solusi Minimasi via Penalaran Langsung & Solver

Karena semua koef biaya positif dan semua kendala adalah batas bawah, minimum tercapai tepat di batas bawah:

KendalaSisi KiriRHSStatus
Armada: x₁+x₂+x₃3+2+1=610✓ 6 ≤ 10
Semarang: x₁3≥3✓ Binding
Solo: x₂2≥2✓ Binding
Kudus: x₃1≥1✓ Binding
x₁=3, x₂=2, x₃=1
Z = 2(3)+3(2)+1(1) = 6+6+1 = Rp 13 juta/hari
Verifikasi Solver: konfirmasi Rp 13 juta ✓
Kapan deduksi langsung bisa vs kapan pakai Solver?

Bisa deduksi: semua koef fungsi tujuan bertanda sama & hanya ada batas bawah → minimum jelas di titik batas minimum.

Harus pakai Solver: ada dua kendala batas-atas yang saling bersaing, koefisien beragam tanda, atau >3 variabel → intuisi gagal.

Selalu verifikasi dengan Solver meski terasa intuitif — membangun kebiasaan yang benar.

Interpretasi Tabel Akhir Simpleks

Dari tabel akhir HDN-2 (iterasi 3, optimal: Z=240):

BVRHSInterpretasi Bisnis
x₂20Produksi kacang = 20 kg/hari
x₃20Produksi biskuit = 20 kg/hari
x₁20Produksi keripik = 20 kg/hari
Z240Laba optimal = Rp 240.000/hari

Semua slack = 0: ketiga kendala binding (bahan baku, jam mesin, distribusi habis seluruhnya).

SHADOW PRICE (Harga Bayangan) dari Baris Z Akhir

Sumber DayaKoef Z AkhirMakna
s₁ (bahan baku)1+1 kg → Z naik Rp 1.000
s₂ (jam mesin)0+1 jam → Z tidak naik
s₃ (distribusi)2+1 kg → Z naik Rp 2.000
Shadow price (harga bayangan) = nilai marginal dari menambah satu unit sumber daya binding. Dibahas lebih lanjut di Slide 24a.
Blok Materi
04
Excel Solver
& Aplikasi Nyata

Otomasi simpleks dengan spreadsheet — dari formula ke keputusan bisnis

Setup Excel Solver untuk LP Tiga Variabel

1
Sel keputusan: B2:D2 → x₁, x₂, x₃ (isi awal = 0)
2
Sel tujuan: E2 → =4*B2 + 5*C2 + 3*D2 (laba Z)
3
Sel kendala:
F2=2*B2+3*C2+D2 ≤ 120
G2=B2+C2+2*D2 ≤ 80
H2=B2+C2+D2 ≤ 60
4
Data → Solver; Set Objective: E2, Max; By Changing: B2:D2
5
Add Constraints: F2≤120, G2≤80, H2≤60, B2:D2≥0
6
Pilih Simplex LP → klik Solve → centang "Sensitivity" sebelum OK
Mockup Lembar Solver (HDN-2)
SelLabelFormula / Nilai
B2:D2x₁,x₂,x₃0 (awal) → 20,20,20
E2Fungsi Tujuan Z=4*B2+5*C2+3*D2
F2Bahan Baku=2*B2+3*C2+D2
G2Jam Mesin=B2+C2+2*D2
H2Distribusi=B2+C2+D2
Hasil Solver: x₁=20, x₂=20, x₃=20
Z = 240 ✓ (cocok hasil manual 3 iterasi)

Aplikasi Nyata: Alokasi Armada PERUM Damri Semarang

PERUM Damri — 3 Rute dari Semarang

PERUM Damri (Perusahaan Umum Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia — BUMN angkutan darat) cabang Semarang mengoperasikan:

RuteVar.Laba/ritMin rit
Semarang–Ungaranx₁Rp 500 rb4
Semarang–Demakx₂Rp 600 rb3
Semarang–Kendalx₃Rp 400 rb2

Total armada tersedia: ≤20 bus. Rit = satu perjalanan pulang-pergi.

Maks Z = 500x₁ + 600x₂ + 400x₃
s.t. x₁+x₂+x₃ ≤ 20; x₁≥4; x₂≥3; x₃≥2
Solusi logis: Setelah min. 4+3+2=9, sisa 11 rit ke x₂ (Rp 600rb, tertinggi).
x₁=4, x₂=14, x₃=2
Z = 500(4)+600(14)+400(2) = 2.000+8.400+800 = Rp 11.200 ribu/hari
Deduksi ini berhasil karena ada satu rute dominan & satu jenis kapasitas. Begitu muncul batas ganda → pakai Solver.

Shadow Price — Nilai Marginal Kapasitas

Shadow price (harga bayangan): koefisien baris Z kolom slack di tabel akhir = nilai marginal dari menambah 1 unit sumber daya binding.

Sumber DayaSlackShadow PriceBinding?Interpretasi
Bahan baku (s₁)0Rp 1.000/kgYa+1 kg bahan baku → laba +Rp 1.000
Jam mesin (s₂)0Rp 0/jamYa*+1 jam mesin → laba tidak naik
Distribusi (s₃)0Rp 2.000/kgYa+1 kg distribusi → laba +Rp 2.000
Contoh keputusan: Sewa 5 kg kapasitas distribusi tambahan seharga Rp 1.500/kg.
Tambah laba: 5 × Rp 2.000 = Rp 10.000  |  Biaya: 5 × Rp 1.500 = Rp 7.500  →  Net gain Rp 2.500. Layak.
Jika harga sewa ≥ Rp 2.000/kg (di atas shadow price) → tidak layak.

Allowable Range — Batas Validitas Shadow Price

Allowable range (rentang yang diizinkan): interval perubahan RHS di mana shadow price masih berlaku (basis optimal tidak berubah).

Sumber DayaRHS SekarangAllow. DecreaseAllow. IncreaseRentang Valid
Bahan baku (b₁)1202020100 — 140 kg
Distribusi (b₃)604≈6,6756 — 66,67 kg

*Dihitung dari matriks basis optimal (Lampiran A materi). Untuk angka eksak: ambil dari kolom "Allowable Increase/Decrease" di Sensitivity Report Excel Solver.

b₁Z100120140SP=Rp1.000SP berubahdi luar range
Jangan ekstrapolasi shadow price di luar allowable range — seperti menggunakan harga marginal yang sudah kedaluwarsa.

Cheat Sheet — Lima Langkah Metode Simpleks

LangkahTindakanKondisi Berhenti
0 SetupTambahkan slack sᵢ ke tiap kendala ≤; tulis tabel awal; BV awal = {s₁,...,sᵕ}
1 Kolom PivotKoef baris Z paling negatif → entering variableSemua baris Z ≥ 0 → OPTIMAL
2 Min-RatioRHS ÷ koef kolom pivot (hanya koef > 0) → baris pivot; leaving variableSemua koef ≤ 0 → TAK TERBATAS
3 Operasi BarisBaris pivot ÷ elemen pivot; baris lain: baris − k × baris pivot baru
4 Update BVGanti leaving dengan entering di kolom BV
5 UlangKembali ke Langkah 1
Catatan praktis: Gunakan Excel Solver (pilih "Simplex LP") untuk masalah >3 variabel. Prosedur manual hanya untuk belajar & memahami mekanisme dasar.

Pertemuan 12 — Recap & Tugas Minggu Depan

✓ Apa yang Sudah Kita Capai
  • Formulasi LP tiga variabel dari narasi bisnis (CV Rejeki Snack)
  • Batasan metode grafis untuk n > 2 variabel
  • Tabel simpleks: variabel slack, kolom pivot, min-ratio test, operasi baris
  • HDN-2 lengkap 3 iterasi: x₁=x₂=x₃=20, Z=Rp 240.000
  • Studi kasus minimasi FMCG: x₁=3, x₂=2, x₃=1, Z=Rp 13 juta
  • Excel Solver setup & Sensitivity Report
  • Shadow price & allowable range
📌 Tugas & Persiapan
  • Kerjakan Soal 1 & Soal 3 dari Lampiran B materi — manual dulu, bukan Solver
  • Baca Haeussler, Paul & Wood (2018) Ch. 7 (sisa bagian)
  • Eksplorasi: cari satu UMKM di sekitar Anda, formulasikan LP-nya, selesaikan dengan Solver
"Setiap LP yang kita selesaikan adalah keputusan yang lebih baik dari intuisi semata."

Referensi

  • Haeussler, E. F., Paul, R. S., & Wood, R. J. (2018). Introductory Mathematical Analysis for Business, Economics, and the Life and Social Sciences (14th ed.). Pearson. Ch. 7.
  • Dumairy. (1985). Matematika Terapan untuk Bisnis dan Ekonomi. Yogyakarta: BPFE. Bab 8.
  • Hillier, F. S., & Lieberman, G. J. Introduction to Operations Research (edisi terbaru). McGraw-Hill.
  • Winston, W. L. Operations Research: Applications and Algorithms (4th ed.). Thomson.
  • Microsoft Excel Solver Help Documentation (built-in, via Data → Solver → Help).
Konteks bisnis: CV Rejeki Snack (UMKM snack Jawa Tengah), PERUM Damri Semarang, PT Sinar Distribusi FMCG — semua bersifat ilustratif.