‹ Daftar slidePertemuan 10: Presentasi Tugas Matriks — Sesi 2
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP
Matematika Bisnis
Pertemuan 10 — Presentasi Tugas Matriks: Sesi 2
Lanjutan presentasi kelompok · tanya-jawab mendalam · sintesis dosen tentang keterbatasan OLS (Ordinary Least Squares — metode kuadrat terkecil biasa) · desain data yang baik untuk penelitian.
RPS Minggu 11 • Sub-CPMK 2 • Durasi 2 × 50 Menit
Agenda & Tujuan Sesi 2
Dua jam ke depan, kita menuntaskan presentasi, mempertajam kritik, dan menarik pelajaran metodologi bersama.
Blok 1
1
Lanjutan Presentasi
Kelompok yang belum tampil di Sesi 1 (±30 menit)
Blok 2
2
Tanya-Jawab Mendalam
Setiap kelompok menerima pertanyaan dari kelompok lain dan dosen (±20 menit)
Blok 3
3
Sintesis Dosen
Umpan balik terstruktur: kelemahan OLS, asumsi, desain data (±30 menit)
Blok 4
4
Koneksi Skripsi
Sumber data terverifikasi & peta jalan penelitian (±20 menit)
Tujuan akhir: Anda mampu mengintegrasikan matriks ke dalam regresi DAN mengevaluasi validitas pendekatan itu secara kritis.
Blok 1 dari 5
Rekap Cepat Sesi 1
Sebelum kelompok berikutnya tampil — pastikan semua orang berangkat dari pemahaman yang sama.
Intuisi OLS: Mencari Garis Terbaik
Sebelum rumus — satu pertanyaan sederhana: bagaimana kita memilih garis yang paling “pas” ke data?
Ide Kunci 1
Garis terbaik = yang membuat total kuadrat jarak terkecil. Dikuadratkan supaya jarak negatif & positif tidak saling menghapus; jarak besar dihukum lebih berat.
Ide Kunci 2
OLS = Ordinary Least Squares = Kuadrat Terkecil Biasa. "Ordinary" = metode standar; "Least Squares" = minimalkan Σ(residual²).
Rekap: Kerangka OLS dalam Notasi Matriks
Tiga rumus inti OLS matriks — Anda harus hafal ini sebelum presentasi.
Model: y = Xb + ε
Normal Equations: X′Xb = X′y
Solusi OLS: b = (X′X)−¹ X′y
Simbol
Dimensi
Makna
y
n × 1
Vektor variabel dependen
X
n × (k+1)
Matriks data (kolom 1 untuk konstanta/intercept)
b
(k+1) × 1
Vektor koefisien yang dicari
ε
n × 1
Vektor residual/galat (selisih nilai aktual vs prediksi)
X′
(k+1) × n
Transpose X
Apa yang Sudah Diketahui & Apa yang Belum
Rekap jujur dari Sesi 1: di mana kelas sudah kuat, dan di mana masih ada celah.
✓ Sudah Kuat
Menyusun matriks X dengan kolom konstanta 1
Operasi transpose X′ dan perkalian X′X
Menghitung invers matriks 2×2 dan 3×3
Memasukkan angka ke rumus b = (X′X)−¹X′y
⚠ Masih Ada Celah
Interpretasi ekonomi koefisien b
Memeriksa apakah asumsi OLS terpenuhi
Memilih variabel independen yang relevan & teoritis
Mengakui keterbatasan n kecil secara jujur
Sesi 2 ini fokus pada memperkuat sisi kanan — interpretasi koefisien (ceteris paribus — hal lain tetap sama) dan kejujuran keterbatasan.
Blok 2 dari 5
Lanjutan Presentasi Kelompok
Setiap kelompok: 7–8 menit presentasi + 3–4 menit tanya-jawab. Audiens: aktif, kritis, dan siap bertanya.
Panduan Presentator: Apa yang Harus Ada
Checklist 6 poin — audiens menilai kelengkapan ini saat Anda presentasi.
Pertanyaan penelitian — apa yang ingin Anda jawab? (1 kalimat tajam)
Sumber & deskripsi data — dari mana data berasal, berapa n, periode kapan?
Penyusunan matriks — tunjukkan X dan y dengan label kolom yang jelas
Langkah perhitungan — X′X, (X′X)−¹, X′y, lalu b — satu langkah per slide
Interpretasi koefisien — apa makna ekonomi setiap nilai b? (ceteris paribus)
Keterbatasan — apa yang tidak bisa dijawab model ini? (jujur dan spesifik)
Poin 5 & 6 yang paling sering hilang — dan paling berharga. Kemampuan menerjemahkan angka ke bahasa ekonomi dan kejujuran mengakui keterbatasan adalah tanda peneliti yang matang.
Panduan Audiens: Cara Mendengar Kritis
Tiga level pertanyaan untuk pendengar yang kritis — dari teknis ke konseptual.
"Mengapa variabel X&sub2; dimasukkan — apa dasar teorinya?"
Interpretatif
Apakah maknanya masuk akal?
"Koefisien X&sub1; = −2,3; apakah tanda negatif itu sesuai ekspektasi ekonomi?"
Pertanyaan Level Interpretatif adalah yang paling bernilai — biasanya kelompok paling tidak siap menjawabnya. Tanda koefisien (arah hubungan X dan Y: positif = X naik → Y naik; negatif = X naik → Y turun) adalah kunci pembeda analis dari kalkulator.
Template: Penyusunan Matriks X & y
Contoh referensi: data pendapatan daerah Jawa Tengah — ilustrasi 5 observasi kabupaten/kota.
PAD = Pendapatan Asli Daerah (penerimaan dari wilayah sendiri). PDRB = Produk Domestik Regional Bruto (total output ekonomi suatu wilayah).
Template: Langkah Menghitung b = (X′X)−¹X′y
Peta langkah perhitungan — standar yang harus ada di setiap laporan regresi matriks.
Langkah
Operasi
Output
1
Susun X (n×3) dan y (n×1)
Matriks lengkap dengan label
2
Hitung X′ (transpose)
Matriks 3×n
3
Hitung X′X
Matriks 3×3 (simetris)
4
Cek det(X′X) ≠ 0
Jika = 0 → ada masalah multikolinearitas
5
Hitung (X′X)−¹
Matriks invers 3×3
6
Hitung X′y
Vektor 3×1
7
Hitung b = (X′X)−¹ × X′y
Vektor koefisien [b&sub0;, b&sub1;, b&sub2;]′
8
Interpretasikan b&sub0;, b&sub1;, b&sub2;
Makna ekonomi masing-masing
Langkah 4 (cek det) sering dilewati — padahal ini penjaga gerbang seluruh perhitungan. det(X′X) = 0 → matriks singular → invers tidak ada → b tidak bisa dihitung.
Contoh Sintesis: Hasil OLS Data BPS Jawa Tengah
Hasil b = (X′X)−¹X′y dari 5 observasi (Lampiran A, terverifikasi numerik). Fokus: tanda & makna — bukan inferensi statistik.
Koefisien
Nilai
Interpretasi
b&sub0; (intercept)
145,25
PAD dasar saat PDRB & Belanja Modal = 0 (tidak bermakna ekonomi)
b&sub1; (PDRB)
46,45
Tiap kenaikan Rp 1 triliun PDRB → PAD naik ~Rp 46,45 miliar (cet. par.)
b&sub2; (Belanja Modal)
0,19
Tiap kenaikan Rp 1 miliar Belanja Modal → PAD naik ~Rp 0,19 miliar (cet. par.)
Catatan Pedagogis: r(PDRB, Belanja Modal) = 0,997 — dataset ini sendiri adalah contoh nyata multikolinearitas tinggi. Itulah mengapa b&sub2; = 0,19 sangat kecil dan tidak stabil (sambung ke Slide 21).
Peringatan: n = 5 jauh di bawah syarat minimum; k = 2 variabel independen butuh n ≥ 30 untuk inferensi reliabel. Hasil ini HANYA untuk latihan mekanika matriks, bukan dasar inferensi statistik.
Blok 3 dari 5
Tanya-Jawab Mendalam Antar Kelompok
Setiap kelompok menjadi penguji untuk kelompok lain — latihan sidang sesungguhnya.
Lima Pertanyaan Pemantik untuk Penguji
Gunakan salah satu (atau lebih) — disesuaikan dengan konteks presentasi kelompok yang Anda tonton.
Mengapa Anda memilih variabel X&sub1; dan X&sub2; ini — bukan variabel lain? Apa dasar teorinya?
Bagaimana Anda memeriksa apakah residual model Anda terdistribusi normal? (Kesadaran-level: untuk n kecil, cukup akui keterbatasan.)
Kalau n Anda hanya [angka kecil], apakah estimasi b stabil — atau mungkin berubah drastis jika satu observasi dikeluarkan?
Tanda koefisien b&sub1; Anda [positif/negatif] — apakah itu sesuai ekspektasi ekonomi? Mengapa?
Jika Anda harus menambah satu variabel independen untuk memperbaiki model, variabel apa yang Anda pilih dan mengapa?
Pertanyaan nomor 3 dan 5 biasanya menghasilkan diskusi paling produktif. Residual terdistribusi normal = asumsi galat model mengikuti distribusi Gaussian/lonceng — diperlukan untuk inferensi yang valid.
Cara Menjawab Pertanyaan Metodologi
Dua mode respons: mana yang membangun kredibilitas dan mana yang merusaknya?
Lakukan (DO) — membangun kredibilitas
Jawab jujur bila tidak tahu: "Kami belum menguji asumsi itu — ini keterbatasan kami."
Jelaskan proses berpikir: "Kami memilih X&sub1; karena PDRB mempengaruhi kapasitas fiskal daerah."
Akui ruang lingkup terbatas: "Dengan n=5, kami tidak bisa menarik inferensi statistik."
Sambut kritik: "Itu pertanyaan bagus — kami memang belum mempertimbangkan variabel X&sub3;."
Hindari (DON’T) — merusak kredibilitas
Berspekulasi tanpa dasar: "Pasti karena inflasi." (tanpa data)
Mengalihkan pertanyaan valid: "Itu di luar cakupan tugas."
Mengklaim kesempurnaan: "Model kami sudah sempurna, tidak ada masalah."
Diam tanpa mengakui keterbatasan.
Apa yang Terjadi Jika Asumsi OLS Dilanggar? (1)
Bagian pertama: asumsi tentang rata-rata galat dan varians galat — pengenalan nama & analogi.
Asumsi
Analogi Sehari-hari
Bila Dilanggar
Dampak pada b
Rata-rata galat = 0 — model tidak "condong" ke satu arah
Timbangan harus terkalibrasi nol, bukan miring ke kiri
Ada variabel penting yang hilang (omitted variable bias)
b bias — nilainya salah secara sistematis
Varians galat konstan (homokedastisitas — presisi sama di semua observasi)
b masih tak bias, tapi presisinya salah → kesimpulan bisa keliru
Dua asumsi ini cukup untuk dipahami namanya + analoginya sekarang. Pengujian formalnya ada di Mata Kuliah Metode Penelitian & Ekonometrika — bukan di mata kuliah ini.
Apa yang Terjadi Jika Asumsi OLS Dilanggar? (2)
Bagian kedua: asumsi tentang ketergantungan antar galat, endogeneitas, dan multikolinearitas.
Asumsi
Analogi
Bila Dilanggar
Dampak pada b
Tidak ada autokorelasi (autokorelasi = galat berkorelasi antar observasi — umum di data runtun waktu)
Hujan hari ini tidak "menular" ke prediksi besok
Autokorelasi (umum di data deret waktu)
Ukuran ketidakpastian terlalu kecil → terlalu percaya diri
X tidak berkorelasi dengan galat (tidak ada endogeneitas — X dan ε saling mempengaruhi)
Alat ukur tidak terganggu oleh yang diukur
Endogeneitas: X dan ε saling mempengaruhi
b bias dan tidak konsisten
Tidak ada multikolinearitas sempurna — tidak ada kolom X yang menduplikasi informasi kolom lain
Tidak ada dua kolom X yang identik informasinya
Multikolinearitas sempurna
(X′X)−¹ tidak ada → b tidak bisa dihitung
Untuk n ≤ 10: hampir mustahil mendeteksi pelanggaran asumsi secara statistik. Nyatakan keterbatasan ini secara eksplisit dalam laporan Anda.
Blok 4 dari 5
Sintesis Dosen
Umpan balik terstruktur — pola kelemahan kelas, asumsi Gauss-Markov, desain data yang baik.
Kelemahan OLS pada n Kecil: Tinjauan Kelas
Tiga pola kelemahan yang konsisten muncul — ini pelajaran kolektif, bukan kritik personal.
Pola 1
R²
Overfit
R² (R-squared = koefisien determinasi, 0–1, proporsi variasi Y yang dijelaskan model) mendekati 1 dengan n=5 secara otomatis — bukan karena model bagus, melainkan karena parameter hampir sebanyak observasi. Analogi: sepatu yang hanya muat satu kaki.
Pola 2
∅
Variabel Tanpa Teori
Variabel dipilih karena "datanya tersedia", bukan karena teori mendukung. Risiko: korelasi palsu (spurious correlation — dua variabel berkorelasi tinggi bukan karena kausal, tapi karena faktor ketiga).
Pola 3
?
Hilangnya Interpretasi
Perhitungan lengkap, tetapi koefisien tidak dimaknai. Seperti memasak makan malam lezat lalu menutupnya dengan penutup meja — tidak berguna bagi siapapun.
Ketiga masalah ini bisa diatasi SEBELUM data dikumpulkan — dengan desain penelitian yang baik. GIGO: Garbage In, Garbage Out.
Asumsi Gauss-Markov: Enam Syarat BLUE
BLUE = Best Linear Unbiased Estimator (estimator linier tak bias terbaik) — OLS menyandang gelar ini hanya jika enam syarat terpenuhi.
#
Nama Asumsi
Bahasa Biasa
GM-1
Linieritas dalam parameter
Model berbentuk kombinasi linier variabel
GM-2
Sampel acak / observasi independen
Nilai satu observasi tidak ditentukan oleh yang lain
GM-3
Tidak ada multikolinearitas sempurna
Semua kolom X membawa informasi berbeda; X′X bisa diinvers
GM-4
Rata-rata galat = 0
Tidak ada variabel penting yang terlupakan dari model
GM-5
Homokedastisitas
Prediksi sama presisinya untuk semua observasi
GM-6
Tidak ada autokorelasi
Kesalahan prediksi satu observasi tidak "menular" ke observasi lain
Bila GM-1 sampai GM-6 terpenuhi → OLS adalah estimator linier tak bias terbaik (BLUE). "Terbaik" = varians terkecil dibanding semua estimator linier tak bias lainnya.
Multikolinearitas — Ketika X′X Tidak Bisa Diinvers
Multikolinearitas bukan sekadar "masalah statistik" — ia langsung menghancurkan mekanika matriks kita.
det(X′X) = 0 → (X′X)−¹ tidak ada → b tidak bisa dihitung
Multikolinearitas Sempurna (Eksak)
Satu kolom X adalah kombinasi linier sempurna kolom lain. Contoh: X&sub3; = 2·X&sub1; + X&sub2; Akibat: rank(X) < k+1, det = 0 secara eksak → b tidak bisa dihitung.
Multikolinearitas Tidak Sempurna (Tinggi)
Dua variabel berkorelasi tinggi (mis. r = 0,95). Akibat: det(X′X) ≈ 0 (sangat kecil), invers ada tapi tidak stabil — koefisien b berubah drastis dengan sedikit perubahan data.
Dataset Slide 10: r(PDRB, Belanja Modal) = 0,997 → det(X′X) = 108.328 (tidak nol tapi kecil relatif, ill-conditioned). Itulah mengapa b&sub2; = 0,19 sangat kecil dan tidak stabil. Ciri praktis: angka koefisien b sangat besar atau tanda bertolak belakang logika ekonomi → curigai multikolinearitas tinggi.
Desain Data yang Baik untuk Regresi
Masalah metodologi hampir selalu bisa dicegah sebelum data dikumpulkan — bukan diperbaiki sesudahnya.
Prinsip T
Teori
Tentukan hipotesis & arah hubungan (positif/negatif) sebelum membuka spreadsheet. "Data bisa mendukung argumen apa saja jika kita pilih-pilih." — Gujarati
Prinsip V
Variasi
Pastikan variabel independen X punya variasi yang cukup dalam sampel. X yang hampir konstan → koefisien tidak stabil dan tidak informatif.
Prinsip N
n
Aturan praktis: n ≥ 10 per variabel independen (minimum absolut); n ≥ 30 per variabel untuk inferensi yang andal.
Sumber
Jenis Data
Akses
BPS Jateng
PDRB, kemiskinan, ketenagakerjaan kab/kota
jateng.bps.go.id
IDX / BEI
Data emiten BEI (BBCA, TLKM, laporan keuangan)
idx.co.id
OJK SPI
Statistik perbankan, asuransi, pasar modal
ojk.go.id
BI SEKI
Suku bunga, kurs, inflasi
bi.go.id
Hitung dari Nol: Verifikasi X′X dan det(X′X)
Langkah aritmetika penuh dari data 5 observasi (Slide 10) — n = 5, k = 2 variabel independen.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Elemen (1,1): Σ1²
1+1+1+1+1
5
Elemen (1,2): ΣX&sub1;
12,5 + 18,3 + 9,8 + 22,1 + 15,6
78,3
Elemen (1,3): ΣX&sub2;
310 + 420 + 240 + 510 + 380
1.860
Elemen (2,2): ΣX&sub1;²
156,25 + 334,89 + 96,04 + 488,41 + 243,36
1.318,95
Elemen (2,3): ΣX&sub1;·X&sub2;
3.875 + 7.686 + 2.352 + 11.271 + 5.928
31.112
Elemen (3,3): ΣX&sub2;²
96.100 + 176.400 + 57.600 + 260.100 + 144.400
734.600
det(X′X) ≠ 0?
Ekspansi kofaktor baris 1 (lihat Lampiran A materi)
108.328 ≠ 0 → invers ada
Hasil Verifikasi
108.328
det(X′X) ≠ 0 — matriks tidak singular
Hitung dari Nol: b = (X′X)−¹X′y dan Interpretasi
X′y dihitung dari data 5 observasi, lalu b diselesaikan via numpy.linalg.solve (terverifikasi numerik).
Langkah
Perhitungan
Nilai
X′y elemen 1: Σy
820 + 1.050 + 650 + 1.300 + 900
4.720
X′y elemen 2: ΣX&sub1;·y
10.250 + 19.215 + 6.370 + 28.730 + 14.040
78.605
X′y elemen 3: ΣX&sub2;·y
254.200 + 441.000 + 156.000 + 663.000 + 342.000
1.856.200
b = (X′X)−¹ × X′y
Selesaikan sistem linier (det = 108.328)
b = [145,25; 46,45; 0,19]
b&sub0; (intercept)
145,25
PAD dasar saat PDRB & Belanja Modal = 0. Tidak bermakna ekonomi (kondisi X=0 tidak realistis).
b&sub1; (PDRB, Rp triliun)
46,45
Tiap kenaikan Rp 1 triliun PDRB → PAD naik ~Rp 46,45 miliar (cet. par.). Tanda positif sesuai teori.
b&sub2; (Belanja Modal)
0,19
Kecil karena r(X&sub1;,X&sub2;) = 0,997 — multikolinearitas tinggi. Tidak stabil; jangan ditafsirkan tunggal.
Blok 5 dari 5
Koneksi ke Skripsi & Metodologi Penelitian
Matriks bukan hanya soal kursus — ia adalah fondasi metode kuantitatif yang akan Anda gunakan di skripsi.
Dari Matriks ke Metodologi Skripsi
Peta jalur: dari materi Matematika Bisnis ke bab-bab skripsi S1.
Bab III skripsi Anda pada dasarnya adalah versi formal dari "Panduan Presentator" di Slide 8.
Pelajaran Kunci Dua Sesi Presentasi
Tiga pelajaran yang melampaui kursus ini — bawa ke skripsi dan karier profesional.
Pelajaran 1
Xb=y
Matriks = Bahasa Regresi
Notasi y = Xb + ε dan b = (X′X)−¹X′y adalah bahasa universal riset kuantitatif. Semua software (SPSS, R, Stata, Python) bekerja dengan logika ini di balik layar.
Pelajaran 2
BLUE
OLS Valid Jika Asumsi Terpenuhi
Kekuatan OLS bergantung pada 6 syarat Gauss-Markov. Selalu nyatakan asumsi Anda dan, kalau mungkin, uji. Jujur tentang keterbatasan = tanda peneliti matang.
Pelajaran 3
GIGO
Desain Menentukan Kualitas
Data yang baik, variabel dengan teori, dan n yang memadai tidak bisa digantikan oleh teknik analisis yang canggih. Garbage In, Garbage Out.
Nilai tugas bukan hanya dari ketepatan angka — tetapi dari kedalaman pemahaman yang Anda tunjukkan. Interpretasi koefisien & kejujuran keterbatasan = 45% dari nilai presentasi.
Penilaian, Refleksi, dan Langkah Berikutnya
Menutup sesi presentasi — informasi nilai, refleksi mandiri, dan persiapan ke depan.
Komponen Nilai Presentasi
Penyusunan matriks X & y
25%
Ketepatan perhitungan b
30%
Interpretasi koefisien
25%
Kejujuran keterbatasan & tanya-jawab
20%
Refleksi Mandiri (tidak dikumpulkan)
"Satu hal yang paling saya pahami lebih dalam setelah sesi ini adalah…"
"Satu hal yang masih membingungkan dan ingin saya tanyakan adalah…"
"Jika saya mendesain ulang tugas ini dengan data lebih baik, saya akan…"
Pertemuan 11 → UTS / Topik Berikutnya sesuai RPS. Terima Kasih atas presentasi yang sungguh-sungguh — kemampuan metodologi yang Anda bangun hari ini adalah bekal nyata untuk skripsi.