‹ Daftar slidePertemuan 8: Penerapan Matriks dalam Persamaan Regresi OLS
Program Studi Manajemen • FEB • Matematika Bisnis
Matematika Bisnis
Pertemuan 8 — Penerapan Matriks dalam Persamaan Regresi OLS
Bagaimana data penjualan toko dan upah minimum kabupaten berubah menjadi persamaan prediksi lewat operasi matriks — dari X, y, hingga β̂.
RPS MINGGU 9 • SUB-CPMK 2 • DURASI 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu membuat, menghitung, dan menginterpretasikan persamaan regresi menggunakan matriks (Sub-CPMK 2). Secara rinci:
CAPAIAN 1 — FORMASI
SUSUN
Membentuk matriks desain X (dengan kolom-satu untuk intercept) dan vektor y dari data observasi nyata.
Mengartikan β₀ (intercept) dan β₁ (slope) dalam satuan variabel konteks nyata Indonesia.
CAPAIAN 4 — PREDIKSI & FIT
NILAI
Menghitung ŷ = Xβ̂, residual e, SSE, SST, dan R² sebagai ukuran kualitas model.
Mengapa Matriks untuk Regresi?
Bayangkan Anda punya data 100 toko dengan 5 variabel. Rumus statistik klasik memerlukan 5 sistem persamaan terpisah. Matriks menyelesaikannya dalam satu formula.
CARA LAMA (tanpa matriks)
p+1 persamaan
Untuk regresi dengan p variabel → selesaikan sistem p+1 persamaan normal secara manual satu per satu. Untuk p = 5 itu berarti 6 persamaan simultan yang harus diselesaikan bersama.
CARA MATRIKS (OLS)
1 formula
Susun semua data ke dalam X dan y → hitung (X'X)⁻¹X'y → satu langkah, berlaku untuk p variabel berapa pun.
Formula β̂ = (X'X)⁻¹X'y adalah “bahasa universal” regresi. Software statistik (SPSS, R, Python) semuanya menjalankan formula ini di balik layar — kita belajar isi kotak hitam itu.
Bagian 1 dari 4
Dari Data ke Matriks
Cara menyusun tabel data menjadi matriks desain X dan vektor y — fondasi yang menentukan segalanya.
Dua Peran Variabel: Dependen (y) dan Independen (x)
Sebelum menyusun matriks, identifikasi dulu: mana yang ingin diprediksi, mana yang dipakai untuk memprediksi?
VARIABEL DEPENDEN (y)
Terikat / Respons
Yang ingin dijelaskan/diprediksi. Disebut juga variabel terikat. Disusun sebagai vektor kolom n×1.
Contoh: penjualan toko (juta Rp/bulan).
VARIABEL INDEPENDEN (x)
Bebas / Prediktor
Yang dipakai untuk menjelaskan/memprediksi y. Disebut juga variabel bebas. Masuk ke kolom-kolom matriks X.
Contoh: pengeluaran iklan (juta Rp/bulan).
Toko
Iklan x (juta Rp/bln)
Penjualan y (juta Rp/bln)
A
5
120
B
8
150
C
10
180
D
12
200
Menyusun Matriks Desain X dan Vektor y
Dari tabel data 4 toko → matriks X berukuran 4×2 dan vektor y berukuran 4×1.
X (4×2) ┌ 1 5 ┐ │ 1 8 │ │ 1 10 │ └ 1 12 ┘
y (4×1) ┌ 120 ┐ │ 150 │ │ 180 │ └ 200 ┘
Kolom 1: vektor-satu (semua = 1) → untuk intercept β₀ Kolom 2: nilai iklan x → untuk slope β₁ Tiap baris = satu observasi (satu toko)
WAJIB: Kolom pertama X selalu berisi angka 1 semua — jangan diisi nilai x₁. Ini bukan kesalahan ketik; ini struktur yang disengaja untuk menghasilkan β₀ (intercept). Matriks desain (design matrix) inilah yang menjadi fondasi formula OLS.
Ukuran X: n × (p+1) — n baris observasi, satu kolom-satu + p kolom variabel bebas. Untuk kasus ini: 4×2.
Mengapa Kolom Pertama X Harus Semua Angka 1?
Ini muncul secara alami dari cara model regresi ditulis dalam notasi matriks.
Kolom-satu muncul secara alami dari perkalian β₀ × 1. Hilangkan kolom-satu → β₀ tidak bisa diestimasi → model dipaksa lewat titik asal (0,0) — kondisi no-intercept model yang hampir selalu salah secara konteks bisnis.
Transpos X — Langkah Pertama dalam Komputasi OLS
Dari X berukuran n×2, transpos menghasilkan X' berukuran 2×n (baris dan kolom ditukar).
X (4×2) ┌ 1 5 ┐ │ 1 8 │ │ 1 10 │ └ 1 12 ┘
↓ X'
X' (2×4) ┌ 1 1 1 1 ┐ └ 5 8 10 12 ┘
Aturan: baris ke-i dari X menjadi kolom ke-i dari X'. Baris pertama X [1,1,1,1] menjadi baris pertama X'. Baris kedua X [5,8,10,12] menjadi baris kedua X'.
X' bukan tujuan akhir — ia hanya alat antara untuk membentuk X'X dan X'y. Ukurannya selalu 2×n untuk model bivariat (satu variabel bebas).
Bagian 2 dari 4
Mekanika OLS Matriks
Formula β̂ = (X'X)⁻¹X'y dan lima langkah komputasi — dari X'X ke solusi koefisien.
β̂ = (X'X)⁻¹ X'y
Formula OLS Matriks — Satu Ekspresi, Semua Koefisien
β̂ = (X'X)⁻¹ X'y
Simbol
Nama
Ukuran (bivariat)
Peran
X
Matriks desain
n × 2
Berisi kolom-satu + nilai x
y
Vektor dependen
n × 1
Berisi nilai y observasi
X'
Transpos X
2 × n
Alat antara
X'X
Matriks momen
2 × 2
Selalu bujur sangkar
(X'X)⁻¹
Invers momen
2 × 2
Harus ada (det ≠ 0)
X'y
Vektor silang
2 × 1
Alat antara
β̂
Vektor estimasi
2 × 1
Solusi: [β₀, β₁]'
OLS meminimalkan SSE (Sum of Squared Errors — jumlah kuadrat residual) = Σeᵢ² = e'e = (y − Xβ̂)'(y − Xβ̂). Formula β̂ di atas adalah solusi analitisnya.
Lima Langkah OLS Matriks — Urutan Wajib
1
SUSUN X dan y — bentuk matriks desain X (kolom-satu + x) dan vektor y dari data observasi.
2
HITUNG X'X — kalikan X' (transpos) dengan X → matriks 2×2 yang selalu simetris.
3
HITUNG X'y — kalikan X' (transpos) dengan y → vektor 2×1 yang merangkum hubungan x dan y.
R² rendah bukan kegagalan. Justru ini insight: kalau ingin UMK naik signifikan, menaikkan PDRB saja tidak cukup. Banyak faktor penentu lain yang perlu dipertimbangkan pembuat kebijakan.
Bagian 4 dari 4
Interpretasi, Prediksi, Residual, dan Goodness of Fit
Dari β̂ ke makna: cara membaca koefisien, menghitung prediksi ŷ, residual e, SSE, SST, dan menilai kualitas model melalui R².
Menginterpretasikan β₀ (Intercept) dan β₁ (Slope)
β₀ — INTERCEPT
Titik Potong
Nilai y ketika x = 0. Selalu sertakan satuan y. Cek konteks: apakah x = 0 realistis?
Contoh: β₀ = 60,28 → “Penjualan dasar = Rp 60,28 juta/bulan saat iklan = 0.”
β₁ — SLOPE
Kemiringan
Perubahan rata-rata y per 1 kenaikan x. Template: “Setiap kenaikan [x satu satuan], [y] naik/turun rata-rata [β₁ satuan y].”
Contoh: β₁ = 11,68 → “Tambahan Rp 1 juta iklan → penjualan naik rata-rata Rp 11,68 juta.”
β₀ tidak selalu bermakna praktis. Jika x tidak pernah = 0 dalam konteks nyata (mis. PDRB = 0 tidak mungkin), β₀ hanya konstanta matematis — jangan diartikan harfiah.
Nilai Prediksi ŷ = Xβ̂ dan Residual e = y − ŷ
Setelah β̂ diketahui, hitung ŷ untuk tiap observasi, lalu bandingkan dengan y aktual.
Toko
x
y aktual
ŷ = 60,28 + 11,68x
e = y − ŷ
e²
A
5
120
60,28 + 58,40 = 118,68
+1,32
1,74
B
8
150
60,28 + 93,44 = 153,72
−3,72
13,84
C
10
180
60,28 + 116,80 = 177,08
+2,92
8,53
D
12
200
60,28 + 140,16 = 200,44
−0,44
0,19
Σ
—
650
649,92 ≈ 650
≈ 0
24,30
Cek kontrol penting: Σeᵢ ≈ 0 (jumlah residual mendekati nol). Ini jaminan matematis OLS ketika model menyertakan intercept β₀. Jika Σe jauh dari nol, ada kesalahan di perhitungan β̂. Nilai SSE ≈ 24,34 (dari Lampiran A).
Seberapa Baik Garis Kita? — Membangun Ide Variasi (SST)
Sebelum menghitung R², kita perlu memahami: seberapa “tersebar” data y di sekitar nilai rata-ratanya?
ẩ (y-bar) = rata-rata y = 650 ÷ 4 = 162,5
SST (Sum of Squares Total) = Σ(yᵢ − ẩ)² Dikuadratkan agar nilai positif & negatif tidak saling menghapus.
Toko
y
ẩ
(y−ẩ)
(y−ẩ)²
A
120
162,5
−42,5
1.806,25
B
150
162,5
−12,5
156,25
C
180
162,5
+17,5
306,25
D
200
162,5
+37,5
1.406,25
Σ
SST = 3.675
SST = 3.675 adalah “plafon” variasi yang harus dijelaskan. Model regresi yang baik menangkap sebagian besar SST — sisanya adalah SSE (variasi yang tidak bisa dijelaskan).
Dari SSE dan SST ke R² — Berapa Bagian yang Bisa Dijelaskan?
Kita sudah tahu SSE (variasi sisa setelah model) dan SST (variasi total). R² mengukur proporsi yang berhasil ditangkap model.
R² ≈ 0,993: model menjelaskan 99,3% variasi penjualan lewat iklan saja — fit sangat tinggi (data ilustratif).
Bandingkan dengan HDN-2: R² = 0,23 — perbedaan makna yang sangat besar.
Panduan umum R²: ≥0,90 = sangat kuat • 0,70–0,89 = kuat • 0,50–0,69 = sedang • <0,50 = lemah (tapi bisa jadi insight, bukan kegagalan)
Coba Sendiri: Geser Sebaran Data, Lihat R² Berubah
Ubah sebaran titik data di sekitar garis regresi dan amati bagaimana SSE, SST, dan R² bereaksi secara langsung.
Empat Jebakan Umum — Hindari Sebelum Ujian
⚠ JEBAKAN 1
Lupa Kolom-Satu di X
Memasukkan data x langsung di kolom pertama tanpa vektor-satu → β₀ tidak bisa diestimasi → seluruh β̂ salah.
⚠ JEBAKAN 2
Invers Salah Matriks
Mencoba menginvers X (matriks n×2, bukan bujur sangkar) → tidak mungkin. Yang diinvers adalah X'X (matriks 2×2).
⚠ JEBAKAN 3
Urutan Perkalian Terbalik
Menulis X'y × (X'X)⁻¹ bukan (X'X)⁻¹ × X'y → hasil berbeda. Perkalian matriks tidak komutatif: AB ≠ BA.
⚠ JEBAKAN 4
Salah Satuan Interpretasi
Menafsirkan β₁ tanpa menyebut satuan x dan y → interpretasi kosong. Selalu sebut: “per [satuan x]” dan “[satuan y]”.
Cek tiga hal sebelum mengumpulkan: (1) Kolom-satu ada di X? (2) Yang diinvers adalah X'X (bukan X)? (3) Urutan β̂ = (X'X)⁻¹X'y (bukan sebaliknya)?
Peta Konsep — Alur Lengkap OLS Matriks
Seluruh regresi OLS bivariat = 5 langkah komputasi + 3 langkah evaluasi yang semuanya berakar dari satu formula: β̂ = (X'X)⁻¹X'y. Ini fondasi yang dipakai oleh SPSS, R, Python, dan setiap software statistik lainnya.
Latihan Kelas & Persiapan Pertemuan Berikutnya
LATIHAN — HITUNG DARI NOL
3 Toko Kopi
Data: Gerai P (luas 20 m², pendapatan 15 ratus ribu Rp/hari), Q (35 m², 25), R (50 m², 40).
Kerjakan: Susun X dan y → hitung X'X, X'y, det, (X'X)⁻¹ → cari β̂ → interpretasikan β₁ dalam satuan yang benar → prediksi pendapatan toko baru luas 30 m².
Jawaban: Lampiran B materi kuliah.
REFLEKSI KELAS
R² Rendah vs Tinggi
Dari dua contoh hari ini (ritel dan UMK): • R² = 0,993 (HDN-1) → apa artinya? • R² = 0,23 (HDN-2) → apa artinya?
Diskusikan: Kapan R² rendah justru menjadi insight penting bagi pembuat kebijakan — bukan kegagalan model?
Tips mengerjakan di kertas: Gambar X dan y dulu, cek kolom-satu ada, hitung det sebelum lanjut ke invers. Jika det ≈ 0, periksa kembali data. Σe ≈ 0 adalah cek akhir bahwa β̂ Anda benar.