stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-07
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 7: Operasi Matriks & Regresi OLS
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP

Matematika Bisnis

Pertemuan 7 — Operasi Matriks & Regresi OLS

Dari tabel penjualan ke sistem persamaan — matriks (susunan bilangan dalam baris dan kolom berbentuk persegi panjang) adalah bahasa aljabar untuk bisnis berskala besar. Hari ini kita kuasai operasi dasar hingga formulasi regresi OLS (Ordinary Least Squares — metode kuadrat terkecil biasa) dalam notasi matriks.

RPS MINGGU 7 • SUB-CPMK 2 • DURASI 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan dan mengoperasikan matriks serta membentuk regresi OLS dalam notasi matriks (Sub-CPMK 2). Secara rinci:

CAPAIAN 1 — DEFINISI
DIMENSI
Mengidentifikasi dimensi m×n, elemen, jenis matriks, dan transpose secara tepat.
CAPAIAN 2 — OPERASI
OPERASI
Melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian skalar, dan perkalian matriks (termasuk syarat konformabel).
CAPAIAN 3 — DET & INVERS
DET & INV
Menghitung determinan 2×2 & 3×3 dan invers 2×2, serta menerapkan aturan Cramer.
CAPAIAN 4 — OLS
OLS
Menuliskan dan menjelaskan formulasi β̂ = (X’X)⁻¹X’y serta menginterpretasikan koefisien regresi.

Mengapa Matriks Dipakai di Dunia Bisnis?

Dua situasi nyata di mana matriks bukan pilihan, melainkan keharusan:

KASUS 1 — PENJUALAN MULTI-PRODUK
TELKOM
PT Telkom punya 3 layanan (IndiHome, Telkomsel, Telkom Data) di 2 pasar (Jawa, Luar Jawa). Menghitung total pendapatan per pasar per channel serentak → matriks 2×3 × 3×2 = matriks 2×2 total pendapatan.
KASUS 2 — EKONOMETRI OJK
OJK & BEI
OJK (Otoritas Jasa Keuangan) menganalisis pengaruh biaya iklan terhadap penjualan untuk 100 perusahaan tercatat di BEI (Bursa Efek Indonesia) sekaligus. Regresi OLS terhadap n observasi → β̂ = (X’X)⁻¹X’y.
Matriks = cara ringkas & sistematis menangani banyak persamaan/data sekaligus. Tanpa matriks, analisis 100 perusahaan membutuhkan 100 baris rumus terpisah.
Bagian 01 dari 04
Definisi & Anatomi Matriks
Elemen · Baris · Kolom · Dimensi m×n · Jenis matriks · Transpose

Matriks: Susunan Bilangan dalam Baris & Kolom

Matriks A berukuran m×n = susunan m baris dan n kolom bilangan real. Elemen aij = posisi baris ke-i, kolom ke-j.

A =  [a₁₁  a₁₂  ···  a₁n]
     [a₂₁  a₂₂  ···  a₂n]
     [ ·     ·          ·  ]
     [am1  am2  ···  amn]
Konvensi: baris dulu, kolom kedua. A2×3 = 2 baris, 3 kolom.

Contoh konkret: matriks 2×2

3a₁₁1a₁₂2a₂₁4a₂₂A =2×2→ baris 1→ baris 2

Lima Jenis Matriks yang Wajib Dikenal

PERSEGI (SQUARE)
m = n. Contoh: 2×2, 3×3. Paling banyak dipakai dalam operasi determinan & invers.
IDENTITAS (I)
Persegi, diagonal utama = 1, lainnya = 0. Berperan seperti angka 1: A·I = I·A = A.
I = [1 0 / 0 1]
NOL (0)
Semua elemen = 0. Berperan seperti angka 0: A + 0 = A. Identitas penjumlahan.
BARIS / KOLOM
Hanya 1 baris (1×n) = vektor baris (row vector). Hanya 1 kolom (m×1) = vektor kolom (column vector). Dipakai sebagai y dan x dalam OLS.
DIAGONAL
Persegi, elemen di luar diagonal utama = 0. Determinan = produk elemen diagonal. Mudah di-invers.
Dalam OLS nanti: vektor kolom y (n×1) berisi nilai variabel dependen; matriks X (n×k) berisi variabel independen.

Transpose: Putar Baris Jadi Kolom

Transpose matriks A (notasi A’ atau Aᵀ) diperoleh dengan menukar baris dan kolom: elemen (A’)ij = Aji. Jika A berukuran m×n, maka A’ berukuran n×m.

A (2×3)       A’ (3×2)
[1  2  3]  →  [1  4]
[4  5  6]      [2  5]
                 [3  6]
Dalam OLS, X’ (X-prime) adalah transpose matriks data X. Kita SELALU bertemu ini di formula β̂ = (X’X)⁻¹X’y.
Sifat Penting Transpose
  • (A’)’ = A
  • (AB)’ = B’A’ (urutan terbalik!)
  • (A+B)’ = A’ + B’
  • X’X selalu matriks persegi & simetris
Bagian 02 dari 04
Operasi Matriks
Penjumlahan · Pengurangan · Perkalian Skalar · Perkalian Matriks (syarat konformabel)

Penjumlahan & Pengurangan: Syarat Dimensi Sama

Syarat: A + B dan A − B hanya didefinisikan bila A dan B berdimensi sama (m×n). Jumlahkan/kurangkan elemen berposisi sama.

Contoh A + B

[1  2]   [5  6]   [6   8]
[3  4] + [7  8] = [10  12]

Contoh A − B

[1  2]   [5  6]   [−4  −4]
[3  4] − [7  8] = [−4  −4]
Perhatian: Matriks 2×2 TIDAK bisa dijumlah dengan matriks 2×3 — dimensi berbeda! Analoginya: laporan penjualan dua wilayah tidak bisa langsung dijumlahkan dengan laporan lima wilayah.
Aplikasi: laporan penjualan triwulan Q1 (format 3×4 produk×wilayah) + Q2 (format sama) = laporan semester H1 langsung dalam satu operasi.

Perkalian Skalar: Kalikan Bilangan dengan Seluruh Matriks

Skalar (bilangan tunggal, berbeda dari matriks) k dikali matriks A: setiap elemen dikalikan k.

3 × [2  4] = [6   12]
     [1  5]   [3   15]
Sifat Distribusi Skalar
  • k(A+B) = kA + kB
  • (k₁+k₂)A = k₁A + k₂A
APLIKASI: KONVERSI KURS
Harga produk dalam USD (matriks A) dikonversi ke IDR dengan k = kurs Rp 16.000/USD:
16.000 × [1  2] = [16.000  32.000]
            [3  4]   [48.000  64.000]
(dalam Rp)
Tarif PPN 11% efektif (PMK 131/2024) atau PPh 22% juga bisa diterapkan sebagai perkalian skalar ke seluruh matriks harga/biaya.

Perkalian Matriks: Syarat Konformabel

Syarat WAJIB (konformabel): A berukuran m×p dan B berukuran p×n → hasil C = A×B berukuran m×n. Kolom A = Baris B = p.

(m × p) × (p × n) = (m × n)
A×B ≠ B×A — perkalian matriks TIDAK komutatif!

Cara Menghitung Elemen Cij

Cij = ai1·b1j + ai2·b2j + … + aip·bpj

= dot-product (perkalian titik) baris ke-i dari A dengan kolom ke-j dari B → dijumlahkan.

Hasil C[i,j] = satu baris A × satu kolom B.

Hitung dari Nol — Perkalian Matriks A(2×3) × B(3×2)

Konteks: PT Telkom — unit terjual (ribu unit) × harga (Rp ribu/unit) = pendapatan (Rp juta).

A (unit ribu, 2×3)        B (harga Rp rb/unit, 3×2)
     IndiHome Tlkm-sel Tlkm-D  Online Mitra
Jawa  [ 100    50     80 ]  Ind [ 5    4 ]
LJawa [  60    40     30 ]  Tls [ 3    2 ]
                           TkD [ 8    6 ]

Dimensi check: A(2×3) × B(3×2) → C(2×2) ✓

LangkahPerhitunganNilai (Rp juta)
C[1,1] Jawa×Online100×5 + 50×3 + 80×8 = 500+150+6401.290
C[1,2] Jawa×Mitra100×4 + 50×2 + 80×6 = 400+100+480980
C[2,1] LJawa×Online60×5 + 40×3 + 30×8 = 300+120+240660
C[2,2] LJawa×Mitra60×4 + 40×2 + 30×6 = 240+80+180500

Coba Sendiri: Susun Baris × Kolom Perkalian Matriks

Pilih ukuran matriks A dan B, lalu ikuti langkah baris-kali-kolom untuk melihat kapan perkalian bisa dilakukan (conformable) dan kapan tidak.

Membaca Hasil: Matriks C adalah Tabel Pendapatan Lengkap

C =      Online   Mitra
Jawa    [ 1.290    980 ]  (Rp juta)
Luar Jawa [   660    500 ]  (Rp juta)
ElemenInterpretasi
C[1,1] = 1.290Jawa × Online: Rp 1.290 juta
C[1,2] = 980Jawa × Mitra: Rp 980 juta
C[2,1] = 660Luar Jawa × Online: Rp 660 juta
C[2,2] = 500Luar Jawa × Mitra: Rp 500 juta
TOTAL PENDAPATAN
3.430
Rp juta
1.290 + 980 + 660 + 500 = Rp 3.430 juta. Diperoleh dari satu operasi matriks.
Satu operasi matriks menggantikan 4 perhitungan terpisah. Bayangkan jika ada 20 layanan dan 10 wilayah — matriks jauh lebih efisien.
Bagian 03 dari 04
Determinan, Invers & Aturan Cramer
det(A) · Ekspansi Kofaktor 3×3 · Invers matriks · A·A⁻¹ = I · Aturan Cramer

Determinan 2×2: Silang-Kurang

Untuk A = [[a, b],[c, d]]:

det(A) = |A| = a·d − b·c
Makna determinan:
• det ≠ 0 → matriks non-singular (punya invers, solusi unik)
• det = 0 → matriks singular (tidak ada invers)

Contoh: A = [[3,1],[2,4]]

31243×4=121×2=2
det(A) = 3×4 − 1×2 = 12 − 2 = 10 ≠ 0 → non-singular ✓

Determinan 3×3: Ekspansi Kofaktor

det(A) = a₁₁·M₁₁ − a₁₂·M₁₂ + a₁₃·M₁₃   (ekspansi sepanjang baris 1, pola +−+). Minor Mij = det submatriks 2×2 setelah hapus baris i & kolom j.

Contoh A — satu suku nol

A = [[2,1,0],[1,3,1],[0,1,2]]
M₁₁ = det[[3,1],[1,2]] = 6−1 = 5
M₁₂ = det[[1,1],[0,2]] = 2−0 = 2
a₁₃=0 → suku ketiga = 0
det(A) = 2×5 − 1×2 + 0 = 8

Contoh B — tiga suku non-nol (pola penuh)

B = [[1,2,3],[4,0,1],[2,1,2]]
M₁₁ = det[[0,1],[1,2]] = 0−1 = −1
M₁₂ = det[[4,1],[2,2]] = 8−2 = 6
M₁₃ = det[[4,0],[2,1]] = 4−0 = 4
det(B) = +1×(−1) − 2×6 + 3×4 = −1−12+12 = −1
Pola tanda +−+ pada baris 1 adalah kunci. Papan catur: +−+ / −+− / +−+. Contoh B (tiga suku) adalah pola yang muncul di ujian.

Hitung dari Nol — Invers Matriks 2×2 & Verifikasi A·A⁻¹ = I

Konteks: Sistem biaya dua divisi BUMN: 3x₁+x₂=5; 2x₁+4x₂=6. Dalam notasi matriks: A·x = b.

LangkahPerhitunganHasil
1 — Hitung det(A)3×4 − 1×2det = 10
2 — Adjoint: tukar diagonal, negasi off-diagonal[[4,−1],[−2,3]]adj(A)
3 — Invers A⁻¹ = (1/det)·adj(A)(1/10)·[[4,−1],[−2,3]][[0,4 ; −0,1],[−0,2 ; 0,3]]
4 — Verifikasi A·A⁻¹[3,1;2,4]×[[0,4;−0,1],[−0,2;0,3]]I = [[1,0],[0,1]] ✓
5 — Solusi x = A⁻¹·b[[0,4;−0,1],[−0,2;0,3]]×[[5],[6]]x₁ = 1,4; x₂ = 0,8
6 — Verifikasi solusi3(1,4)+1(0,8)=5 ✓; 2(1,4)+4(0,8)=6 ✓✓ Konsisten

Coba Sendiri: Kapan Matriks Kehilangan Inversnya?

Ubah elemen matriks 2×2 dan amati determinan berubah — geser sampai determinan mendekati nol dan lihat apa yang terjadi pada invers.

Aturan Ekuivalensi Matriks & OBE

OBE — Operasi Baris Elementer: tiga operasi yang mempertahankan ekuivalensi baris matriks (solusi sistem tidak berubah).

OBE 1 — TUKAR
Ri ↔ Rj
Tukar posisi dua baris.
Contoh: R₁ ↔ R₂
OBE 2 — KALI SKALAR
c·Ri
Kalikan baris ke-i dengan konstanta c ≠ 0.
Contoh: 2·R₁
OBE 3 — TAMBAH KELIPATAN
Ri + c·Rj → Ri
Ganti Ri dengan nilainya + c kali Rj.
Contoh: R₂ + (−2/3)R₁ → R₂
Contoh: selesaikan [A|b] = [[3,1|5],[2,4|6]] via OBE (matriks augmented)
[3  1 | 5]  → R₂ − (2/3)R₁ →  [3    1   | 5  ]
[2  4 | 6]                       [0   10/3 | 8/3]
→ x₂ = 0,8  → x₁ = (5−0,8)/3 = 1,4 ✓

Aturan Cramer: Solusi Ax = b via Determinan

Untuk sistem Ax = b dengan A persegi non-singular (det ≠ 0):

xi = det(Ai) / det(A)

Ai = matriks A dengan kolom ke-i diganti vektor b.

Cramer cocok untuk 2–3 variabel. Untuk n besar, eliminasi Gauss (OBE) lebih efisien.

Contoh: 3x₁+x₂=5; 2x₁+4x₂=6, det(A)=10

VariabelMatriks Modif.detNilai
x₁A₁=[[5,1],[6,4]]5×4−1×6=141,4
x₂A₂=[[3,5],[2,6]]3×6−5×2=80,8
Sama dengan solusi HDN-2 (metode invers) ✓

Studi Kasus: Biaya Operasi Tiga Segmen PT XYZ (ilustrasi)

Sistem: 2x₁+x₂=5; x₁+3x₂+x₃=10; x₂+2x₃=4. A = [[2,1,0],[1,3,1],[0,1,2]], b=[5,10,4]ᵀ, det(A) = 8

detEkspansi KofaktorNilai
det(A)2(3×2−1×1) − 1(1×2−1×0) + 0 = 2(5)−1(2)8
det(A₁)A₁=[[5,1,0],[10,3,1],[4,1,2]]
5×5 − 1×16 + 0 = 25−16
9
det(A₂)A₂=[[2,5,0],[1,10,1],[0,4,2]]
2×16 − 5×2 + 0 = 32−10
22
det(A₃)A₃=[[2,1,5],[1,3,10],[0,1,4]]
2×2 − 1×4 + 5×1 = 4−4+5
5
DivisiSolusi CramerBiaya (Rp miliar)
Ritel (x₁)9/81,125
Korporat (x₂)22/82,75
Digital (x₃)5/80,625
Total4,5
Verifikasi: 2(1,125)+2,75=5 ✓; 1,125+3(2,75)+0,625=10 ✓; 2,75+2(0,625)=4 ✓
Bagian 04 dari 04
Formulasi OLS dalam Matriks
Regresi sederhana → notasi matriks · β̂ = (X’X)⁻¹X’y · Interpretasi koefisien

OLS: Garis Terbaik yang Meminimumkan Galat

Model regresi sederhana: yi = α + β·xi + εi

y = variabel dependen (dependent variable — yang diprediksi); x = variabel independen (prediktor); ε = galat (error/residual — selisih aktual vs prediksi).

Prinsip OLS: minimumkan JKG (Jumlah Kuadrat Galat / RSS):
∑εi² = ∑(yi − α − β·xi)² → minimum

Jembatan skalar → matriks (n=4 observasi)

y₁ = α + β·x₁ + ε₁
y₂ = α + β·x₂ + ε₂
y₃ = α + β·x₃ + ε₃
y₄ = α + β·x₄ + ε₄

⇒ [y₁;y₂;y₃;y₄] = [1 x₁; 1 x₂; 1 x₃; 1 x₄]·[α;β] + [ε₁;ε₂;ε₃;ε₄]
y = Xβ + ε

Formula OLS dalam Matriks

β̂ = (X’X)⁻¹ · X’y
Komponen Formula
  • X’ = transpose matriks desain X (n×k → k×n)
  • X’X = matriks k×k (Gram matrix — selalu simetris)
  • (X’X)⁻¹ = invers matriks X’X
  • X’y = vektor k×1 (statistik ringkas data)
  • β̂ (beta-hat — estimator OLS) = vektor k×1
Dimensi Bertingkat (n=4, k=2)
X    : 4×2
X’   : 2×4
X’X  : (2×4)×(4×2) = 2×2
X’y  : (2×4)×(4×1) = 2×1
β̂    : (2×2)×(2×1) = 2×1
Setiap langkah = operasi matriks yang sudah kita pelajari hari ini!

Hitung dari Nol — β̂ = (X’X)⁻¹X’y (Ilustrasi Penjualan)

Data ilustratif (bukan data riil): 4 toko, biaya iklan x (Rp juta) vs penjualan y (Rp juta).

Tokox (iklan)y (jual)
1210
2418
3626
4834
LangkahPerhitunganHasil
1 — Bentuk X (4×2)Kolom-1=[1;1;1;1]; Kolom-2=[2;4;6;8]X = [[1,2],[1,4],[1,6],[1,8]]
2 — X’X (2×2)[[n,∑x],[∑x,∑x²]] = [[4,20],[20,120]][[4,20],[20,120]]
3 — det(X’X)4×120 − 20×20 = 480−40080
4 — (X’X)⁻¹(1/80)×[[120,−20],[−20,4]][[1,5;−0,25],[−0,25;0,05]]
5 — X’y (2×1)[∑y;∑xy] = [88;520][[88],[520]]
6 — β̂ = (X’X)⁻¹X’y[[1,5;−0,25],[−0,25;0,05]]×[[88],[520]]α̂=2, β̂₁=4
Interpretasi: ŷ = 2 + 4x. Setiap Rp 1 juta tambahan biaya iklan meningkatkan penjualan Rp 4 juta. Verifikasi: ŷ₁ = 2+4×2 = 10 ✓; ŷ₂ = 2+4×4 = 18 ✓.

OLS Bekerja Baik Hanya Jika Asumsinya Terpenuhi

ASUMSI 1 — LINEARITAS
Hubungan x dan y benar-benar linear. Jika sebenarnya kuadratik atau eksponensial, OLS memberikan estimasi yang bias (estimator bias = rata-rata ekspektasinya ≠ nilai sebenarnya).
ASUMSI 2 — E[ε] = 0
Rata-rata galat = 0. Jika ada variabel penting yang tidak dimasukkan model, galat akan sistematis (bukan acak) → estimasi β akan menyimpang dari nilai sebenarnya.
ASUMSI 3 — HOMOSKEDASTISITAS
Varians galat konstan di semua observasi. Jika bervariasi (heteroskedastisitas), standar error estimator tidak valid → uji t dan uji F tidak bisa dipercaya.
ASUMSI 4 — NO MULTIKOLINEARITAS
(X’X) harus non-singular (det ≠ 0). Jika dua variabel independen berkorelasi sempurna (multikolinearitas sempurna), (X’X)⁻¹ tidak ada → formula OLS gagal total.
Dalam mata kuliah Ekonometrika nanti, Anda akan menguji setiap asumsi ini secara formal (uji Breusch-Pagan, VIF, dll.).

Cheat Sheet — Matriks & Regresi OLS

KonsepRumus / Syarat Kunci
DimensiA: m×n → m baris, n kolom; elemen aij = baris i, kolom j
PenjumlahanA + B: syarat dimensi sama; tambah per elemen
Perkalian SkalarkA: kalikan semua elemen dengan k (bilangan tunggal)
Perkalian MatriksA(m×p) × B(p×n) = C(m×n); Cij = ∑aikbkj; TIDAK komutatif
Transpose(A’)ij = Aji; (AB)’ = B’A’ (urutan terbalik!)
Determinan 2×2det = ad − bc; non-singular jika det ≠ 0
Determinan 3×3Ekspansi kofaktor: a₁₁M₁₁ − a₁₂M₁₂ + a₁₃M₁₃ (pola +−+)
Invers 2×2A⁻¹ = (1/det)·adj(A); hanya jika det ≠ 0; verifikasi A·A⁻¹ = I
OBE / EkuivalensiTukar baris · Kali skalar ≠0 · Tambah kelipatan; [A|b] → eliminasi Gauss
Aturan Cramerxi = det(Ai)/det(A); Ai = A dengan kolom i diganti b
OLSβ̂ = (X’X)⁻¹X’y; model: y = Xβ + ε; syarat: (X’X) non-singular

Selesai! Apa yang Sudah Anda Kuasai Hari Ini?

Capaian Hari Ini ✓
  • Mendefinisikan matriks, elemen, dimensi m×n, dan jenis-jenis matriks
  • Melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian skalar, dan perkalian matriks
  • Menghitung determinan 2×2 dan 3×3 (ekspansi kofaktor)
  • Menentukan invers matriks 2×2 dan memverifikasi A·A⁻¹ = I
  • Memahami aturan ekuivalensi matriks dan tiga OBE
  • Menerapkan Aturan Cramer untuk menyelesaikan sistem persamaan
  • Menuliskan formulasi OLS: β̂ = (X’X)⁻¹X’y
TUGAS MANDIRI
Kerjakan Bank Soal (Lampiran B dalam materi) — minimal 3 soal sebelum Pertemuan 8. Prioritaskan HDN-1, HDN-2, dan HDN-3.
PERTEMUAN 8 — PREVIEW
Deret Aritmetika & Geometri · Aplikasi bunga majemuk, amortisasi pinjaman, dan pertumbuhan investasi.
Matriks bukan tujuan akhir — ia adalah bahasa. Sekarang Anda bisa berbicara dalam bahasa analisis kuantitatif.

📖 Baca juga: Beta Unlevering Relevering — penjelasan mendalam dan contoh numerik.