Dari harga ke permintaan, dari volume ke pendapatan — semua hubungan bisnis adalah fungsi (aturan yang memetakan tiap input ke tepat satu output). Pelajari cara membaca, membangun, dan menggambarnya.
RPS MINGGU 4 • SUB-CPMK 1 • DURASI 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan dan mengaplikasikan fungsi aljabar untuk bisnis dan ekonomi (Sub-CPMK 1). Secara rinci:
CAPAIAN 1 — KONSEP DASAR
FUNGSI
Mendefinisikan fungsi, domain, range, kodomain dan mengidentifikasi apakah suatu relasi adalah fungsi.
CAPAIAN 2 — MEMBANGUN
LINEAR
Menyusun fungsi linear dan kuadratik dari data verbal atau dua titik, dengan langkah derivasi lengkap.
CAPAIAN 3 — MENGGAMBAR
GRAFIK
Menggambar grafik fungsi linear dan kuadratik termasuk titik potong sumbu dan vertex parabola.
CAPAIAN 4 — APLIKASI
BISNIS
Menerapkan fungsi ke TR, TC, profit, permintaan, penawaran, dan tarif progresif konteks Indonesia.
Mengapa Fungsi Penting di Bisnis?
Setiap kali ada hubungan "jika X berubah, maka Y berubah", di sana ada fungsi.
CONTOH 1 — HARGA & PERMINTAAN
Ketika Indomie menaikkan harga Rp 500, berapa unit yang terjual berkurang? → Fungsi permintaan Qd = f(P). (Qd = kuantitas yang diminta / quantity demanded)
CONTOH 2 — PRODUKSI & PENDAPATAN
PT Djarum memproduksi Q batang rokok; berapa total pendapatannya? → Fungsi TR TR = f(Q). (TR = total revenue / total pendapatan)
CONTOH 3 — VOLUME & TAGIHAN PLN
Anda memakai 350 kWh listrik bulan ini; berapa tagihan PLN Anda? → Fungsi tarif berlapis C = f(kWh).
CONTOH 4 — KEPUTUSAN MANAJERIAL
Pada berapa unit produksi profit maksimum? → Optimasi fungsi profit π = TR − TC. (π = simbol profit, dibaca "pi")
Tanpa fungsi, manajer hanya menebak-nebak. Fungsi mengubah deskripsi verbal menjadi persamaan yang bisa dihitung.
Bagian 1 dari 4
Konsep Dasar Fungsi
Definisi formal fungsi • Domain, range, kodomain • Notasi f(x) • Evaluasi • Uji garis vertikal
DefinisiDomainNotasiUji Vertikal
Fungsi: Aturan yang Memetakan Input ke Output
Fungsi adalah aturan yang memetakan setiap elemen dari himpunan input (domain) ke tepat satu elemen di himpunan output (range).
FUNGSI ✓
Tiap x punya tepat satu y. Misal: setiap harga P menghasilkan satu kuantitas permintaan Qd. Satu ayam punya satu pemilik.
BUKAN FUNGSI ✗
Satu x punya lebih dari satu y. Misal: satu mesin menghasilkan dua tingkat output berbeda pada saat yang sama — mustahil secara fisika.
Kunci: satu input → tepat satu output. Input berbeda boleh menghasilkan output sama, tapi satu input tidak boleh menghasilkan dua output berbeda.
Domain, Range, dan Kodomain
DOMAIN
Semua nilai input yang diizinkan. Dalam ekonomi: Q ≥ 0 dan P ≥ 0 (tidak ada harga atau kuantitas negatif).
RANGE (DAERAH HASIL)
Nilai output yang benar-benar dihasilkan fungsi untuk domain yang diberikan.
KODOMAIN
Semua kemungkinan output — bisa lebih luas dari range. Sering dinyatakan sebagai seluruh bilangan real (ℝ).
Fungsi
Domain (bisnis)
Range
TR = 50Q
Q ≥ 0
TR ≥ 0
TC = 200Q + 5.000
Q ≥ 0
TC ≥ 5.000
Batasan konteks bisnis: domain bukan sekadar syarat matematis, tapi juga syarat ekonomi — kuantitas, harga, dan biaya tidak boleh negatif kecuali secara eksplisit dimodelkan demikian.
Notasi f(x) dan Cara Mengevaluasi Fungsi
f(x) dibaca "f dari x" — bukan f dikali x. Ini notasi standar internasional untuk menyatakan nilai fungsi f ketika inputnya x.
Contoh bisnis: Jika TR(Q) = 50Q (Rp/unit), maka TR(100) = 50 × 100 = Rp 5.000. f(x) ≠ f × x. Notasi f(x) adalah nama output, bukan perkalian.
Uji Garis Vertikal — Cara Cek dari Grafik
Cara cepat memeriksa apakah grafik mewakili fungsi: tarik garis vertikal di sembarang titik. Jika garis memotong grafik lebih dari sekali → bukan fungsi.
FUNGSI ✓ — y = 2x − 1 Garis vertikal memotong tepat sekali.
BUKAN FUNGSI ✗ — x² + y² = 4 Satu x, dua nilai y.
Trik praktis: geser garis tegak lurus sumbu-x dari kiri ke kanan. Kalau ada titik di mana garis memotong grafik lebih dari satu kali — bukan fungsi.
Bagian 2 dari 4
Fungsi Linear dan Grafiknya
Definisi • Slope dan intercept • Membangun dari dua titik • Permintaan & penawaran linear • TR dan TC linear
f(x) = mx + b
Fungsi Linear: f(x) = mx + b
Fungsi linear adalah fungsi berderajat satu. Dua parameter menentukan segalanya: slope m dan intercept b.
f(x) = mx + b
SLOPE (m) — KEMIRINGAN
Perubahan output (Δy) per satuan perubahan input (Δx). m = Δy / Δx Positif = naik, negatif = turun, nol = mendatar.
INTERCEPT (b) — TITIK POTONG Y
Nilai output saat x = 0. Dalam bisnis: TC saat Q = 0 = biaya tetap (FC / fixed cost) awal.
Fungsi
m (slope)
b (intercept)
Interpretasi
TC = 200Q + 5.000
200 (biaya variabel/unit)
5.000 (biaya tetap)
TC naik Rp 200 tiap +1 unit
Qd = 1.800 − 0,2P
−0,2
1.800
Tiap kenaikan P Rp 1.000, Qd turun 200
Aturan tanda slope: fungsi permintaan SELALU m < 0 (hukum permintaan); fungsi penawaran SELALU m > 0 (hukum penawaran).
Membangun Fungsi Linear dari Dua Titik Data
Jika diketahui dua pasang nilai (x₁, y₁) dan (x₂, y₂), kita bisa menentukan fungsi linear yang melewati keduanya. Dua langkah:
LANGKAH 1 — HITUNG SLOPE
m = (y₂ − y₁) / (x₂ − x₁)
Selisih output dibagi selisih input. Urutan harus konsisten.
LANGKAH 2 — HITUNG INTERCEPT
b = y₁ − m × x₁
Substitusi salah satu titik ke y = mx + b, selesaikan b.
Hasil: f(x) = mx + b
Cek verifikasi wajib: setelah fungsi jadi, substitusi KEDUA titik asli. Jika keduanya menghasilkan nilai yang benar, fungsi Anda benar. Jika satu salah, ada kesalahan aritmetika — ulangi dari Langkah 1.
Hitung dari Nol — HDN-1: Fungsi Permintaan dari Dua Titik Data
Data survei pasar: pada P = Rp 5.000, kuantitas diminta Qd = 800 unit; pada P = Rp 3.000, kuantitas diminta Qd = 1.200 unit. Temukan Qd = f(P).
Hasil: Qd = 1.800 − 0,2P. Setiap kenaikan harga Rp 1.000, permintaan turun 200 unit. Berlaku untuk P antara Rp 0 (Qd = 1.800) hingga P = Rp 9.000 (Qd = 0).
Tiga Fungsi Inti Bisnis: TR, TC, dan Profit
Dari fungsi permintaan, kita bisa membangun fungsi pendapatan, biaya, dan profit. Ketiganya jantung analisis bisnis dasar.
TR — TOTAL PENDAPATAN
TR(Q) = P × Q
Jika harga tetap: TR = P₀ × Q (linear). Jika harga fungsi permintaan: TR menjadi kuadratik (dibahas HDN-2).
TC — TOTAL BIAYA
TC(Q) = VC × Q + FC
VC = biaya variabel per unit; FC = biaya tetap (fixed cost). Contoh: TC = 200Q + 9.000.
PROFIT (π)
π(Q) = TR − TC
Profit positif saat TR > TC. Titik impas (break-even) saat TR = TC, profit = 0.
Contoh terpadu — P = Rp 500/unit; VC = Rp 200/unit; FC = Rp 9.000
Angka ilustratif berskala kecil untuk kemudahan perhitungan. TR = 50Q − 0,5Q² (dalam juta Rp; Q = juta batang). Hitung TR pada Q = 20, 50, 100, dan temukan Q yang memaksimalkan TR.
TR maksimum = 1.250 juta Rp terjadi pada Q = 50 juta batang. Di atas Q = 50, penurunan harga lebih besar dari tambahan volume sehingga TR turun. Di Q = 100, TR bahkan nol. Catatan: semua angka ilustratif, tidak merepresentasikan data keuangan aktual PT Djarum.
Titik Impas (Break-Even) — Pertemuan TR dan TC
Titik impas adalah nilai Q di mana TR = TC, sehingga profit = 0. Di sinilah perusahaan mulai menghasilkan keuntungan.
Tarif listrik PLN berlapis • Pendapatan Pertamina • Komposisi fungsi • Ekuilibrium permintaan–penawaran
PLNPertaminaKomposisiEkuilibrium
Tarif Listrik PLN — Fungsi Piecewise (Berlapis)
Tarif listrik PLN berbeda berdasarkan golongan dan konsumsi. Ini adalah fungsi piecewise (berlapis) — aturan berbeda berlaku untuk rentang input yang berbeda.
Catatan: tarif PLN di atas adalah ilustrasi pedagogis. Tarif aktual bergantung golongan daya dan diperbarui Pemerintah. Selalu cek tarif terkini di pln.co.id atau Keputusan Menteri ESDM.
Fungsi Pendapatan Pertamina — Skala Nasional
Pertamina, BUMN (Badan Usaha Milik Negara) migas nasional, menjual berbagai produk BBM (Bahan Bakar Minyak). Hubungan antara volume dan pendapatan adalah fungsi linear dasar.
TR(Q) = P × Q
Ilustrasi: Pertalite Rp 10.000/liter, volume Q = 3 miliar liter/bulan
TR(Q) = 10.000 × 3.000.000.000 = Rp 30 triliun
Analisis "what-if": Jika harga naik ke Rp 12.000 dan volume turun 5% → TRbaru = 12.000 × (0,95 × 3 miliar) = 12.000 × 2,85 miliar = Rp 34,2 triliun > 30 triliun. TR naik meski volume turun, karena kenaikan harga (20%) > penurunan volume (5%).
PERTANYAAN ANALISIS
Jika harga Pertalite naik dari Rp 10.000 menjadi Rp 12.000 dan volume turun 5% akibat efek permintaan, apakah TR naik atau turun?
Gunakan TR = P × Q untuk menjawab secara kuantitatif — jangan tebak dengan intuisi saja.
Fungsi memungkinkan what-if analysis yang terstruktur.
Harga BBM aktual: per regulasi Pemerintah, verifikasi ke ESDM.go.id
Komposisi Fungsi — Rantai Transformasi
Kadang output satu fungsi menjadi input fungsi berikutnya. Inilah komposisi fungsi: f∘g (dibaca "f komposisi g").
(f ∘ g)(x) = f(g(x)) — evaluasi g dulu, hasilnya masukkan ke f
Contoh 1 — Biaya Tenaga Kerja
g(Q) = 5Q (unit → jam kerja; 1 unit = 5 jam) f(j) = 50.000j (upah Rp 50.000/jam) f(g(Q)) = 50.000 × 5Q = 250.000Q → biaya tenaga kerja = Rp 250.000 per unit
Contoh 2 — PPh Badan 22% (UU HPP No. 7/2021)
g(Q) = 300Q − 9.000 (fungsi profit, Slide 13) f(L) = 0,22 × L (PPh Badan 22%) f(g(Q)) = 0,22(300Q − 9.000) = 66Q − 1.980 → pajak terutang sebagai fungsi dari Q
Urutan penting: f∘g ≠ g∘f pada umumnya. Evaluasi selalu dari dalam ke luar: g dulu, baru f.
Permintaan, Penawaran, dan Ekuilibrium Pasar
Pasar menemukan harga ekuilibrium (P*) di mana kuantitas yang diminta sama dengan kuantitas yang ditawarkan: Qd = Qs.
Di atas P* = 4.000: surplus (Qs > Qd) → harga turun. Di bawah P* = 4.000: kekurangan/shortage (Qd > Qs) → harga naik. Pasar mendorong menuju P*.
Cheat Sheet — Empat Tipe Fungsi Bisnis
Tipe
Bentuk Umum
Ciri Grafik
Aplikasi Bisnis
Linear
f(x) = mx + b
Garis lurus; slope konstan
TR (P tetap), TC, permintaan/penawaran
Kuadratik
f(x) = ax² + bx + c
Parabola; ada vertex (maks/min)
TR (harga fleksibel), profit maks, biaya min
Piecewise
Rumus berbeda per rentang
Grafik "tangga" atau patah
Tarif progresif (PLN, PPh), diskon volume
Komposisi
(f∘g)(x) = f(g(x))
Bergantung fungsi penyusun
Rantai produksi, pajak atas profit
Rumus Kunci — Hafal 4 Ini
Slope: m = (y₂ − y₁) / (x₂ − x₁) Vertex kuadratik: x* = −b / (2a) Break-even (linear): QBE = FC / (P − VC) Ekuilibrium: set Qd = Qs → selesaikan P
Semua tipe ini bergantung pada satu fondasi: fungsi = aturan yang memetakan tiap input ke tepat satu output. Pahami fondasi ini, dan Anda bisa bekerja dengan tipe fungsi apa pun.
Latihan & Diskusi Kelas
LATIHAN 1 — MEMBANGUN FUNGSI
Pada harga P = Rp 8.000, terjual 400 unit. Pada P = Rp 6.000, terjual 600 unit.
Bangun fungsi permintaan Qd = f(P). Berapakah Qd saat P = Rp 5.000?
Petunjuk: dua titik → hitung slope → hitung intercept → verifikasi kedua titik.
Kunci: Qd = 1.200 − 0,1P; saat P = 5.000 → Qd = 700 unit.
LATIHAN 2 — FUNGSI KUADRATIK
Fungsi profit suatu UKM (Usaha Kecil dan Menengah) adalah:
π = −2Q² + 80Q − 600 (ribu rupiah)
Berapa unit Q yang memaksimalkan profit? Berapa nilai maksimum profit tersebut?
Petunjuk: gunakan rumus vertex x* = −b/(2a). Gambar parabolanya di kertas.
Kunci: Q* = 20; πmax = 200 ribu Rp.
Kerjakan 8 menit. Tulis setiap langkah — jangan langsung ke hasil. Gambar grafik di kertas untuk Latihan 2. Kita bahas bersama setelahnya.
Persiapan Pertemuan 5
Ringkasan Pertemuan Hari Ini — 3 Poin Utama
Fungsi = aturan input → tepat satu output; domain, range, notasi f(x).
Fungsi linear: slope dan intercept; bangun dari dua titik; TR, TC, break-even.
Fungsi kuadratik: parabola; vertex = kondisi optimal; aplikasi TR dan profit.
TUGAS MANDIRI SEBELUM P5
Kerjakan soal Lampiran B nomor 1, 3, dan 5. Bawa penghitungan tertulis lengkap — bukan hanya jawaban akhir. Kerjakan di kertas, termasuk grafik.
BACA AWAL UNTUK P5
Haeussler, Paul & Wood (2018) Bab 3 §3.1–3.3: pengantar limit dan kontinuitas fungsi — fondasi kalkulus bisnis. (Limit = nilai yang didekati fungsi saat variabelnya mendekati suatu titik.)
Konsep fungsi hari ini adalah prasyarat langsung untuk kalkulus differensial (P5–P7) dan optimasi bisnis. Pastikan Anda nyaman menghitung vertex dan break-even sebelum pertemuan berikutnya.