stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-03
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 3: Sistem Persamaan Linear
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP

Matematika Bisnis

Pertemuan 3 — Sistem Persamaan Linear

Dari dua persamaan, temukan satu titik: harga dan kuantitas yang menyeimbangkan pasar.

RPS MINGGU 3 • SUB-CPMK 3 • DURASI 2 × 50 MENIT

SPL (Sistem Persamaan Linear) = sekumpulan persamaan yang semua variabelnya berpangkat satu, dicari nilai yang memenuhi semua persamaan sekaligus.

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menyelesaikan SPL dua persamaan (Sub-CPMK 3). Secara rinci:

CAPAIAN 1 — SUBSTITUSI
Menyelesaikan SPL 2×2 dengan metode substitusi secara akurat. Qd (quantity demanded) = jumlah yang diminta pembeli; Qs (quantity supplied) = jumlah yang ditawarkan penjual.
CAPAIAN 2 — ELIMINASI
Menyelesaikan SPL 2×2 dengan metode eliminasi dan memilih metode yang paling tepat untuk setiap soal.
CAPAIAN 3 — GEOMETRI
Mengidentifikasi tiga jenis solusi: solusi unik, tak terhingga, atau tidak ada — dan menghubungkannya dengan interpretasi geometris dua garis.
CAPAIAN 4 — KESEIMBANGAN
Menghitung harga P* & kuantitas Q* keseimbangan pasar dari Qd = Qs dan menginterpretasikan hasilnya dalam konteks Indonesia.

Di Mana Harga Cabai Berhenti Naik?

Setiap kali harga cabai di Pasar Johar Semarang melonjak, pedagang dan pembeli akhirnya “bertemu” di satu harga. Matematika membantu kita memprediksi di mana.

SISI PEMBELI — Permintaan
Makin mahal cabai → makin sedikit yang dibeli.

Dinyatakan: Qd = a − bP

P (price) = harga; Qd = quantity demanded
SISI PENJUAL — Penawaran
Makin mahal cabai → makin banyak yang dijual.

Dinyatakan: Qs = c + dP

Qs = quantity supplied
Keseimbangan terjadi saat Qd = Qs — itulah solusi sistem dua persamaan linear. P* = harga keseimbangan; Q* = kuantitas keseimbangan.
Bagian 1 dari 4
Konsep SPL & Interpretasi Geometris

Apa itu sistem persamaan linear, bagaimana membacanya sebagai gambar, dan tiga kemungkinan yang bisa terjadi.

Konsep Grafik Solusi

Sistem Persamaan Linear (SPL) 2×2

Dua persamaan, dua variabel — cari nilai yang memenuhi keduanya sekaligus.

a₁x + b₁y = c₁    … persamaan (1)
a₂x + b₂y = c₂    … persamaan (2)
CONTOH KONKRET
3x + 2y = 12 dan x − y = 1.
Cari x dan y yang membuat KEDUA persamaan benar.

Variabel = simbol seperti x atau y yang nilainya belum diketahui. Koefisien = angka pengali di depan variabel, mis. 3 pada 3x.
KONTEKS BISNIS
Qd = 1.200 − 3P dan Qs = 200 + 2P.
Cari P* dan Q* keseimbangan pasar.

Konstanta = angka tetap di sisi kanan persamaan.
Solusi = pasangan (x, y) yang membuat kedua persamaan bernilai benar secara bersamaan.

Setiap Persamaan Linear = Satu Garis Lurus

Dua persamaan → dua garis. Solusi SPL = titik perpotongan kedua garis.

  • Persamaan (1) → semua titik (x, y) yang memenuhi persamaan 1 membentuk garis lurus L₁
  • Persamaan (2) → semua titik (x, y) yang memenuhi persamaan 2 membentuk garis lurus L₂
  • Solusi (x*, y*) → titik yang terletak di L₁ sekaligus di L₂ = titik perpotongan
Bidang Kartesius = sistem koordinat dengan sumbu horizontal (Q/x) dan vertikal (P/y), dinamai dari René Descartes.
QPL₁L₂(x*, y*)

Tiga Kemungkinan Solusi Sistem Persamaan Linear

KondisiGeometrisSolusi
Dua garis berpotonganGradien (slope) berbedaSatu solusi unik (x*, y*)
Dua garis sejajarGradien sama, intersep bedaTidak ada solusi (∅)
Dua garis berimpitPersis sama, seluruhnya tumpang tindihTak terhingga solusi (∞)
(a) Berpotongan✓ 1 solusi unik(b) Sejajar✗ Tidak ada solusi(c) Berimpit∞ Tak terhingga solusi
Dalam keseimbangan pasar normal: selalu ada satu solusi unik (P* > 0, Q* > 0) — itulah yang kita cari. Gradien = kemiringan garis (slope, m). Intersep = titik potong garis dengan sumbu y saat x = 0. Berimpit = dua garis yang menempati posisi yang sama.
Bagian 2 dari 4
Metode Substitusi

Ungkapkan satu variabel dari satu persamaan, lalu gantikan ke persamaan lainnya.

Isolasi Ganti Selesaikan

Empat Langkah Metode Substitusi

1
ISOLASI: Pilih persamaan yang lebih sederhana; ungkapkan satu variabel (misal: x = …). Isolasi variabel = manipulasi persamaan sehingga satu variabel sendirian di satu sisi.
2
GANTI: Substitusikan ekspresi tersebut ke dalam persamaan yang lain sehingga tersisa satu variabel.
3
SELESAIKAN: Kerjakan persamaan satu variabel untuk menemukan nilainya.
4
BALIK: Masukkan nilai yang ditemukan ke salah satu persamaan awal untuk mencari variabel kedua.
Verifikasi wajib: substitusikan kembali (x*, y*) ke KEDUA persamaan untuk memastikan keduanya terpenuhi. Verifikasi = uji kebenaran dengan memasukkan jawaban kembali ke persamaan asli.

Hitung dari Nol 1 — Keseimbangan Pasar Beras Semarang

Diketahui: Qd = 1.200 − 3P dan Qs = 200 + 2P. Cari P* dan Q* (metode substitusi / syarat Qd = Qs).

LangkahPerhitunganNilai
1 — Syarat keseimbanganQd = Qs1.200 − 3P = 200 + 2P
2 — Pindahkan suku P & konstanta1.200 − 200 = 2P + 3P1.000 = 5P
3 — Selesaikan PP = 1.000 ÷ 5P* = 200
4 — Substitusi ke QdQ = 1.200 − 3(200) = 1.200 − 600Q* = 600
5 — Verifikasi via QsQ = 200 + 2(200) = 200 + 400= 600 ✓
Hasil: P* = 200 (Rp/kg, ilustrasi), Q* = 600 kg per satuan waktu. Catatan: harga riil beras premium Semarang berkisar Rp 13.000–15.000/kg; angka ini model ilustrasi.

Grafik Keseimbangan Pasar Beras — Interpretasi Geometris

Bentuk grafik P–Q diperoleh dengan menulis P sebagai fungsi Q:

  • Permintaan D: dari Qd = 1.200 − 3PP = 400 − Q/3 (turun ke kanan)
  • Penawaran S: dari Qs = 200 + 2PP = (Q − 200)/2 (naik ke kanan)
  • Titik E = (Q* = 600, P* = 200) = perpotongan D dan S
Di kiri E: kelebihan permintaan (excess demand, Qd > Qs) → harga naik. Di kanan E: kelebihan penawaran (excess supply, Qs > Qd) → harga turun.
QP0600200DSE

Coba Sendiri: Geser Kurva Permintaan & Penawaran

Ubah parameter Qd dan Qs, lalu amati bagaimana titik keseimbangan (P*, Q*) bergeser mengikuti sistem persamaan linear.

Sinyal Khusus Metode Substitusi

Dua sinyal yang muncul di tengah substitusi — bukan kesalahan hitung, melainkan informasi dari sistem.

SINYAL: 0 = 0 (identitas)
Contoh: 2x + 4y = 8 dan x + 2y = 4. Saat disubstitusi, persamaan tereduksi menjadi 0 = 0.

Artinya: persamaan 2 adalah kelipatan persamaan 1. Kedua garis berimpittak terhingga solusi (∞).

Identitas = pernyataan yang selalu benar untuk semua nilai variabel.
SINYAL: 0 = k, k ≠ 0 (kontradiksi)
Contoh: x + 2y = 5 dan x + 2y = 8. Tereduksi menjadi 0 = 3.

Artinya: pernyataan tidak mungkin benar. Kedua garis sejajartidak ada solusi (∅).

Kontradiksi = pernyataan yang tidak pernah bisa benar, seperti 0 = 3.
Kalau di tengah substitusi muncul pernyataan yang selalu benar (0 = 0) atau selalu salah (0 = k), BERHENTI dan interpretasikan jenis solusinya.
Bagian 3 dari 4
Metode Eliminasi

Kalikan persamaan hingga satu variabel bisa dihilangkan sekaligus — lebih efisien untuk koefisien tertentu.

Kalikan Tambah/Kurang Selesaikan

Empat Langkah Metode Eliminasi

1
PILIH variabel yang akan dieliminasi — pilih x atau y yang lebih mudah disamakan koefisiennya. Eliminasi = menghilangkan satu variabel dengan menjumlahkan/mengurangkan dua persamaan setelah menyamakan koefisiennya.
2
KALIKAN satu atau kedua persamaan sehingga koefisien variabel terpilih sama besar (boleh beda tanda).
3
TAMBAHKAN atau KURANGKAN kedua persamaan sehingga variabel terpilih lenyap — selesaikan untuk variabel yang tersisa.
4
BALIK — masukkan nilai yang ditemukan ke salah satu persamaan awal untuk mencari variabel lainnya.
Sama seperti substitusi: verifikasi wajib dengan memasukkan (x*, y*) ke KEDUA persamaan asli.

Hitung dari Nol 2 — Batik UMKM Semarang

UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah — UU No. 20/2008) batik Semarang: batik tulis = x lembar, batik cap = y lembar.
Total produksi: x + y = 50  |  Bahan baku kain: 3x + 2y = 120 meter

LangkahPerhitunganNilai
1 — Pilih eliminasi x; kalikan pers.(1) × 33 × (x + y = 50)3x + 3y = 150 … (1′)
2 — Kurangkan pers.(2) dari (1′)(3x + 3y) − (3x + 2y) = 150 − 120y = 30
3 — Substitusi y = 30 ke pers.(1)x + 30 = 50x = 20
4 — Verifikasi pers.(2)3(20) + 2(30) = 60 + 60= 120 ✓
Hasil: Batik tulis x = 20 lembar, batik cap y = 30 lembar.
Bahan baku = input produksi yang menjadi bagian dari produk akhir.

Dua Metode, Satu Jawaban — Perbandingan Langsung

Soal: x + y = 50 dan 3x + 2y = 120

METODE SUBSTITUSI
Dari pers.(1): x = 50 − y
Masukkan ke pers.(2):
3(50 − y) + 2y = 120
150 − 3y + 2y = 120
−y = −30 → y = 30
Maka x = 20
METODE ELIMINASI
Kalikan pers.(1) × 3:
3x + 3y = 150
Kurangkan pers.(2):
(3x + 3y) − (3x + 2y) = 150 − 120
y = 30
Maka x = 20
Dua metode, jawaban identik: x = 20, y = 30. Metode berbeda hanyalah jalan yang berbeda ke tujuan yang sama.

Kapan Gunakan Substitusi? Kapan Eliminasi?

PILIH SUBSTITUSI JIKA:
  • Salah satu persamaan sudah berbentuk x = … atau y = …
  • Koefisien salah satu variabel adalah 1 atau −1
  • Contoh: y = 2x + 5 dan 3x − 2y = 1
PILIH ELIMINASI JIKA:
  • Kedua persamaan berbentuk ax + by = c
  • Koefisien mudah disamakan dengan perkalian sederhana
  • Contoh: 2x + 3y = 7 dan 4x − 3y = 5 (langsung eliminasi y)
Tip: Kalau ragu, gunakan eliminasi — lebih sistematik dan minim kesalahan tanda. Dalam kondisi waktu terbatas (ujian), eliminasi cenderung lebih aman.
Bagian 4 dari 4
Aplikasi Keseimbangan Pasar & Rangkuman

SPL di lapangan: Bulog, minyak goreng subsidi, dan peta konsep lengkap.

Bulog Aplikasi Rangkuman

Bulog & Model Keseimbangan Harga Beras

Perum Bulog (Badan Urusan Logistik) menggunakan model permintaan–penawaran untuk menetapkan kapan dan berapa banyak beras harus digelontorkan ke pasar.

KONDISI NORMAL
Qd = Qs → harga di kisaran HPP (Harga Pembelian Pemerintah — harga referensi pembelian gabah dari petani). Tidak ada intervensi diperlukan.
KONDISI KETIDAKSEIMBANGAN
Harga melonjak (Qs < Qd) → Bulog lepas stok cadangan → menggeser kurva Qs ke kanan → keseimbangan baru P*↓.

OPM (Operasi Pasar Murni) = pelepasan stok pangan Bulog ke pasar untuk menekan harga.
OPM Bulog = intervensi yang menggeser Qs sehingga keseimbangan pasar baru muncul pada harga lebih rendah. Contoh: Qs baru = 400 + 2P (setelah +200 ton) → P* turun dari 200 ke 160, Q* naik dari 600 ke 720.

Keseimbangan Pasar Minyak Goreng — Contoh Singkat

Ilustrasi: Qd = 800 − 2P dan Qs = 100 + 3P (unit: ton, P: Rp ribu/liter)

LangkahPerhitunganNilai
Syarat keseimbangan Qd = Qs800 − 2P = 100 + 3P5P = 700
Selesaikan PP = 700 ÷ 5P* = 140
Hitung Q*Q = 800 − 2(140) = 800 − 280Q* = 520
Verifikasi via Qs100 + 3(140) = 100 + 420= 520 ✓
P* = Rp 140 ribu/liter, Q* = 520 ton (ilustrasi). Jika pemerintah patok price ceiling (harga maksimum) di Rp 100 ribu → Qd = 600, Qs = 400 → kelangkaan 200 ton (shortage).

Model Linear: Berguna tapi Perlu Kehati-hatian

Model SPL mengasumsikan hubungan linear sempurna antara harga dan kuantitas. Di dunia nyata, hubungan ini jarang persis linear.
BATASAN MODEL
  • Persamaan linear hanya valid di rentang harga tertentu (mis. Qd = 1.200 − 3P tidak berlaku untuk P < 0 atau P > 400)
  • Faktor non-harga (pendapatan, selera, iklim) dianggap tetap (ceteris paribus = hal-hal lain dianggap sama)
KAPAN MODEL TETAP BERGUNA
  • Aproksimasi (pendekatan) jangka pendek di sekitar titik keseimbangan
  • Perencanaan skenario sederhana (mis. simulasi subsidi)
  • Analisis kebijakan pertama (first-pass analysis) sebelum model lebih kompleks

Keseimbangan Pasar — Gambaran Lengkap

  • Kurva D (permintaan): P = 400 − Q/3 (turun ke kanan)
  • Kurva S (penawaran): P = (Q − 200)/2 (naik ke kanan)
  • Titik E = (Q* = 600, P* = 200): satu-satunya titik tanpa tekanan perubahan harga
  • Kiri E: kelebihan permintaan → P naik ↑. Kanan E: kelebihan penawaran → P turun ↓
Titik E adalah satu-satunya titik di mana tidak ada tekanan perubahan harga — pasar dalam keseimbangan.
QPDSE(600,200)600200P naik ↑P turun ↓

Latihan Kelas — Kerjakan Bersama (10 menit)

SOAL A — Pasar Gula Semarang
Qd = 900 − 2P dan Qs = 150 + 3P.

Cari P* dan Q*.
Gunakan: metode substitusi (Qd = Qs).

Sertakan langkah lengkap dan verifikasi akhir.
SOAL B — Produksi Kerajinan
Pengrajin buat dua produk: tas (a) dan dompet (b).
a + b = 80 (unit total)
5a + 3b = 280 (jam kerja)

Cari a dan b.
Gunakan: metode eliminasi.
Kerjakan di buku tulis. Sertakan langkah lengkap dan verifikasi akhir. Jawaban dibahas setelah diskusi.

Rangkuman — Cheat Sheet Sistem Persamaan Linear

AspekPoin Kunci
Definisi SPL 2×22 persamaan, 2 variabel; cari (x*, y*) yang memenuhi keduanya
Metode substitusiIsolasi variabel → ganti ke pers. lain → selesaikan → balik
Metode eliminasiSamakan koefisien → tambah/kurang → selesaikan → balik
Pilih substitusiSalah satu pers. sudah berbentuk y = … atau koefisien = 1
Pilih eliminasiKedua pers. bentuk ax + by = c; koefisien mudah disamakan
Jenis solusiBerpotongan → 1 unik; sejajar → ∅; berimpit → ∞
Keseimbangan pasarSet Qd = Qs → selesaikan untuk P* → hitung Q* → verifikasi
Verifikasi WAJIBMasukkan (x*, y*) ke KEDUA persamaan asli — harus terpenuhi

Peta Konsep — Sistem Persamaan Linear

SPL 2×2Sistem Persamaan LinearKONSEP& Geometri2 pers., 2 variabel3 jenis solusi (unik/∅/∞)METODEPenyelesaianSubstitusi (isolasi → ganti)Eliminasi (samakan → hapus)APLIKASI BISNISKonteks IndonesiaKeseimbangan pasar(Qd = Qs → P*, Q*)Alokasi produksi UMKM(batik tulis vs cap)

Pertemuan 3 Selesai — Persiapan Pertemuan 4

REVIEW MANDIRI SEBELUM P4
  • Kerjakan ulang HDN-1 (pasar beras: P* = 200, Q* = 600) dan HDN-2 (batik: x = 20, y = 30) tanpa melihat catatan
  • Gambar grafik Q–P untuk HDN-1 dan beri label sumbu, garis D & S, serta titik E
  • Kerjakan minimal 3 soal dari bank soal (halaman materi)
PREVIEW PERTEMUAN 4
  • Topik: Fungsi Nonlinear (Kuadrat & Pangkat)
  • Prasyarat dari P3: kemampuan memanipulasi variabel & menyelesaikan persamaan
  • Baca opsional: Haeussler et al. (2018, 14th ed.), Ch. 4
Pertanyaan? Kirim ke email dosen sebelum P4 atau diskusikan di forum kelas. — Referensi: Haeussler, Paul, & Wood (2018, 14th ed.), Ch. 3; Dumairy (1985), Bab 3; Chiang & Wainwright (2005), Ch. 3.