stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-14
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 14: Studi Kasus Terintegrasi: Strategi Manajemen Teknologi Perusahaan Riil
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP

Manajemen Teknologi

Pertemuan 14 — Studi Kasus Terintegrasi: Strategi Manajemen Teknologi Perusahaan Riil

Menyatukan 13 pertemuan menjadi satu lensa analisis, lewat perjalanan satu perusahaan teknologi Indonesia yang paling banyak dibicarakan satu dekade terakhir.

RPS MINGGU 15 • 2×50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Kerangka & Profil Perusahaan Kasus
Menyusun ulang peta 13 topik menjadi satu lensa analisis, lalu berkenalan dengan perusahaan yang akan kita bedah sepanjang sesi.

Tujuan & Format Pertemuan Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menerapkan seluruh konsep manajemen teknologi satu semester pada satu studi kasus perusahaan riil secara terintegrasi.

Format
3
babak sesi
Kerangka & profil perusahaan → perjalanan teknologi (kurva-S sampai R&D) → risiko, ekosistem & sintesis akhir.
Keluaran
13→1
topik menjadi satu analisis
Kemampuan memetakan satu perusahaan riil ke seluruh kerangka RPS — bekal langsung untuk presentasi kelompok UAS.

Kerangka Analisis Terintegrasi

Tiga belas topik semester ini sebenarnya menjawab satu pertanyaan besar dari sudut berbeda: bagaimana perusahaan mengelola teknologi sebagai sumber keunggulan bersaing?

STRATEGITEKNOLOGIArah (P1–P4)Peran, siklus hidup, inovasi, roadmapSumber Daya (P5–P7)Make-or-buy, R&D, kekayaan intelektualEksekusi (P8–P10)Adopsi, transformasi digital, proyekKonteks & Risiko (P11–P13)Ekosistem, model bisnis, risiko teknologi

Perusahaan Kasus: GoTo Group

Hasil merger Gojek (ride-hailing, 2010) dan Tokopedia (marketplace, 2009) pada Mei 2021 — salah satu konsolidasi teknologi terbesar dalam sejarah bisnis Indonesia.

Lini Bisnis
3
segmen inti
On-demand (transportasi & pesan-antar), e-commerce (Tokopedia), financial technology (GoPay/GoTo Financial).
Skala Ekosistem
~2,5 juta
mitra pengemudi & UMKM terhubung (~orde besar, estimasi publik)
Salah satu ekosistem digital terluas di Asia Tenggara sebelum efisiensi 2022–2023.
Status IDX
GOTO
tercatat sejak April 2022
IPO terbesar dalam sejarah Bursa Efek Indonesia saat itu — menjadikan laporannya sumber data publik yang bisa Anda telusuri sendiri.
Bagian 2 dari 3
Perjalanan Teknologi GoTo
Dari kurva-S ride-hailing sampai keputusan make-or-buy — menerapkan topik pertemuan 2 sampai 6.

Siklus Hidup Teknologi: Dari Ride-Hailing ke Super App

Ride-hailing berbasis aplikasi mengikuti kurva-S klasik — dan Gojek menetapkan dominasi desain untuk pasar Indonesia sebelum kompetitor global masuk.

2010–2014: Rintisan2015–2018: Pertumbuhan cepat2019–kini: Matang (super app)AdopsiWaktu

Inovasi Radikal vs Inkremental dalam Perjalanan GoTo

Satu lompatan radikal di awal, diikuti ratusan penyempurnaan inkremental yang menjaga keunggulan bersaing.

Inovasi Radikal
  • Ride-hailing berbasis aplikasi (2010) — mengubah total cara masyarakat memesan transportasi
  • Marketplace daring Tokopedia (2009) — menghapus kebutuhan toko fisik bagi UMKM untuk menjangkau pasar nasional
  • GoPay sebagai dompet digital (2016) — mengubah kebiasaan bayar tunai
Inovasi Inkremental
  • Penyempurnaan algoritma pencocokan pengemudi-penumpang setiap tahun
  • Penambahan fitur pembayaran cicilan/PayLater di Tokopedia
  • Iterasi tampilan aplikasi & sistem rating untuk keamanan

Technology Roadmap: Menyelaraskan Lini Bisnis dengan Strategi

Roadmap GoTo bergeser dari ekspansi agresif (2015–2021) ke efisiensi & profitabilitas (2022–kini) — mengikuti perubahan prioritas strategi.

PeriodePrioritas StrategiKonsekuensi Roadmap Teknologi
2015–2021Pertumbuhan pengguna & pangsa pasarInvestasi besar R&D fitur baru, subsidi, ekspansi layanan
2022–2023Efisiensi & jalur profitabilitasKonsolidasi platform teknologi, penghentian layanan tumpang tindih
2024–kiniFokus segmen inti & margin sehatIntegrasi lebih dalam antar-lini bisnis, kolaborasi dengan TikTok Shop

Make-or-Buy: Akuisisi Mayoritas Tokopedia oleh TikTok

Desember 2023: TikTok mengambil ~75,01% saham PT Tokopedia melalui kombinasi bisnis TikTok Shop Indonesia — sebuah keputusan kolaborasi strategis, bukan penjualan penuh.

Dari sudut pandang GoTo, ini adalah keputusan make-or-buy terbalik: alih-alih membangun sendiri kapabilitas live-shopping (belanja langsung via siaran video) yang sudah dikuasai TikTok, GoTo memilih berkolaborasi — menerima investasi & integrasi teknologi TikTok Shop ke Tokopedia, sambil tetap memegang minoritas saham strategis dan hak kendali tertentu.

Hitung dari Nol: NPV Bangun Sendiri vs Lisensi Teknologi

Ilustrasi keputusan make-or-buy: bandingkan Net Present Value (nilai kini bersih) membangun sendiri teknologi pembayaran vs melisensinya, diskonto 10%/tahun selama 3 tahun.

LangkahPerhitunganNilai
1. Investasi awal — Bangun Sendiridiberikan (estimasi kasus)Rp 50 miliar
2. PV arus kas bersih Tahun 1 (bangun, Rp25 M/tahun)Rp 25 M ÷ 1,10Rp 22,73 miliar
3. PV arus kas bersih Tahun 2 (bangun)Rp 25 M ÷ 1,10²Rp 20,66 miliar
4. PV arus kas bersih Tahun 3 (bangun)Rp 25 M ÷ 1,10³Rp 18,78 miliar
5. NPV Opsi Bangun Sendiri(22,73+20,66+18,78) − 50Rp 12,17 miliar
6. Investasi awal — Lisensidiberikan (estimasi kasus)Rp 15 miliar
7. Total PV arus kas bersih Tahun 1–3 (lisensi, Rp15 M/tahun neto royalti)13,64+12,40+11,27Rp 37,31 miliar
8. NPV Opsi Lisensi37,31 − 15Rp 22,31 miliar
Keputusan
Lisensi
Rp 22,31 M > Rp 12,17 M
NPV opsi lisensi lebih tinggi karena investasi awal jauh lebih rendah, meski arus kas bersih tahunannya lebih kecil — pola umum saat teknologi belum menjadi keunggulan bersaing inti. Angka ilustratif untuk melatih metode, bukan data riil GoTo.

Coba Sendiri: Kalkulator NPV & IRR

Ubah investasi awal dan arus kas untuk skenario make-or-buy Anda sendiri, bandingkan NPV dan IRR-nya.

Manajemen R&D & Portofolio Inovasi

GoTo mengelola portofolio inovasinya lintas tiga lini bisnis dengan pendekatan berbeda risiko untuk tiap kategori proyek.

Proyek Inti
  • Penyempurnaan algoritma rute & pencocokan
  • Risiko rendah, prioritas tertinggi anggaran R&D
Proyek Perluasan
  • Fitur baru: PayLater, asuransi mikro dalam aplikasi
  • Risiko menengah, anggaran bertahap sesuai adopsi
Proyek Eksploratif
  • Uji coba kendaraan listrik & logistik berbasis AI
  • Risiko tinggi, anggaran kecil terukur, sering dihentikan cepat
Bagian 3 dari 3
Risiko, Ekosistem & Sintesis
Menutup analisis dengan kekayaan intelektual, adopsi, manajemen proyek, risiko, dan merangkai seluruhnya menjadi pelajaran akhir semester.

Perlindungan Kekayaan Intelektual sebagai Strategi Bisnis

Paten & merek dagang bukan sekadar formalitas hukum — keduanya melindungi posisi kompetitif GoTo di pasar yang mudah ditiru.

Paten (Algoritma & Proses)
  • Algoritma pencocokan & penentuan tarif dinamis sulit dipatenkan penuh (banyak yurisdiksi membatasi paten software murni)
  • Perlindungan efektif sering lewat kerahasiaan dagang (trade secret), bukan hanya paten
Merek Dagang
  • Merek "Gojek", "Tokopedia", "GoPay" didaftarkan & dipertahankan aktif terhadap peniruan
  • Nilai merek jadi aset tak berwujud besar — alasan integrasi tetap memakai nama-nama ini pasca-merger

Difusi Inovasi: Adopsi GoPay di Kalangan UMKM

Model difusi inovasi Rogers menjelaskan mengapa adopsi dompet digital oleh UMKM berjalan bertahap, bukan seketika.

Kategori AdopterPerilaku terhadap GoPay/QRIS
Inovator & Pengguna AwalUMKM perkotaan yang sudah familiar transaksi digital, adopsi cepat sejak fitur tersedia
Mayoritas Awal & AkhirAdopsi setelah melihat tetangga usaha berhasil & setelah insentif/promosi cashback
Laggard (lamban mengadopsi)Pedagang pasar tradisional/lansia — resisten karena kekhawatiran biaya admin & keterampilan digital
Resistensi umum: kekhawatiran biaya merchant discount rate (MDR), keandalan sinyal internet di lokasi usaha, dan ketidakpercayaan terhadap pencairan dana non-tunai.

Manajemen Proyek Teknologi: Integrasi Pasca-Merger

Menyatukan sistem teknologi Gojek dan Tokopedia (2021–2022) adalah proyek pengembangan dengan tantangan khas: dua tumpukan teknologi berbeda, satu tenggat integrasi.

Tantangan Teknis
2→1
tumpukan teknologi disatukan
Sistem pembayaran, basis data pengguna, & infrastruktur cloud Gojek dan Tokopedia dibangun terpisah selama bertahun-tahun sebelum merger.
Tantangan Organisasi
2→1
budaya & tim rekayasa disatukan
Dua tim insinyur dengan konvensi kerja & kakas (tools) berbeda harus berkolaborasi dalam satu roadmap bersama.

Manajemen Risiko Teknologi: Ketergantungan Vendor & Keusangan

Ekosistem GoTo bergantung pada penyedia layanan cloud pihak ketiga — risiko yang harus dikelola aktif, bukan diabaikan.

Ketergantungan Vendor
  • Infrastruktur cloud dari penyedia global (mis. AWS/GCP/Azure — ilustratif pola industri)
  • Gangguan layanan vendor = gangguan langsung ke jutaan pengguna aplikasi
Keusangan Teknologi
  • Algoritma AI pesaing yang lebih efisien bisa membuat sistem lama tertinggal
  • Perlu siklus pembaruan berkelanjutan, bukan sekali investasi lalu diam

Hitung dari Nol: Biaya Peralihan (Switching Cost) Vendor Cloud

Skenario: GoTo mempertimbangkan pindah vendor cloud untuk mengurangi risiko ketergantungan — berapa lama investasi ini balik modal?

LangkahPerhitunganNilai
1. Biaya migrasi data ke vendor barudiberikan (estimasi kasus)Rp 8 miliar
2. Biaya pelatihan ulang tim rekayasadiberikan (estimasi kasus)Rp 2 miliar
3. Estimasi kerugian downtime selama migrasidiberikan (estimasi kasus)Rp 3 miliar
4. Total biaya peralihan (switching cost)8 + 2 + 3Rp 13 miliar
5. Penghematan biaya operasional/tahun (vendor baru)diberikan (estimasi kasus)Rp 5 miliar/tahun
6. Periode balik modal (payback period)13 ÷ 52,6 tahun
Kesimpulan
2,6 th
payback period
Berada di dalam ambang toleransi risiko umum perusahaan teknologi (~3 tahun) — secara finansial layak dipertimbangkan, meski risiko organisasional tetap perlu dinilai terpisah. Angka ilustratif untuk melatih metode.

Sintesis: Ekosistem, Model Bisnis & Pelajaran Lintas Topik

Merangkai kembali seluruh 13 topik semester lewat satu perjalanan GoTo — inilah pola yang bisa Anda terapkan pada perusahaan pilihan kelompok Anda.

Kelompok TopikPelajaran dari Kasus GoTo
Arah (P1–P4)Teknologi jadi inti strategi bisnis; roadmap harus ikut bergeser saat prioritas berubah
Sumber Daya (P5–P7)Make-or-buy tak selalu hitam-putih; IP dilindungi lewat kombinasi merek & kerahasiaan dagang
Eksekusi (P8–P10)Adopsi butuh strategi per-segmen; integrasi teknologi pasca-merger = tantangan teknis & organisasi sekaligus
Konteks & Risiko (P11–P13)Ekosistem & kolaborasi (TikTok) bisa jadi solusi risiko; ketergantungan vendor perlu dikelola aktif

Latihan Kelompok & Persiapan Presentasi UAS

Kerja kelompok (15 menit): terapkan kerangka hari ini pada satu perusahaan teknologi pilihan kelompok Anda sendiri.

Instruksi: Pilih satu perusahaan (boleh selain GoTo — mis. Traveloka, Ruangguru, Bank Jago, atau UMKM digital lokal). Susun draf singkat menjawab empat kelompok topik: arah, sumber daya, eksekusi, konteks & risiko. Setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas satu kelompok topik.
Rubrik Presentasi UAS
Kedalaman analisis per topik (40%) • keterkaitan antar-topik (30%) • akurasi data/sumber (20%) • kualitas penyampaian (10%)
Format & Batas Waktu
Presentasi kelompok 12–15 menit + tanya-jawab; kumpulkan slide & daftar sumber H-2 sebelum jadwal UAS.

📖 Baca juga: Npv Vs Irr — penjelasan mendalam dan contoh numerik.