‹ Daftar slidePertemuan 3: Penempatan Pekerja (Placement)
Program Studi Manajemen • FEB
Manajemen Sumber Daya Manusia II
Pertemuan 3 — Penempatan Pekerja (Placement)
Dari kandidat yang menerima tawaran kerja sampai ia benar-benar duduk di kursi jabatannya: bagaimana perusahaan memutuskan “siapa di posisi apa”.
RPS minggu 3 · 2x50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan konsep dan proses penempatan pekerja secara operasional-administratif. Secara rinci:
MEMAHAMI
P
Prinsip Penempatan
Menjelaskan prinsip “the right man on the right place” dan jenis-jenis penempatan (promosi, transfer, demosi).
MENGHITUNG
%
Efektivitas Penempatan
Menghitung skor kecocokan person-job fit dan tingkat keberhasilan penempatan karyawan baru.
Anda juga akan mampu mengidentifikasi kesalahan penempatan yang umum terjadi di perusahaan Indonesia dan cara mencegahnya.
Mengapa Ini Penting?
Kandidat terbaik pun bisa gagal — kalau ditempatkan di posisi yang salah.
Riset menunjukkan bahwa salah satu penyebab utama karyawan baru resign dalam 6 bulan pertama bukan karena kualitas orangnya, melainkan ketidaksesuaian antara orang dan pekerjaan (person-job mismatch).
Bayangkan seorang lulusan Akuntansi UNDIP yang sangat teliti dan menyukai kerja rutin, ditempatkan sebagai tenaga sales lapangan di sebuah perusahaan asuransi — kemampuannya bagus, tapi karakternya tidak cocok dengan tuntutan pekerjaan yang serba dinamis dan menargetkan orang baru setiap hari.
Penempatan yang tepat adalah jembatan antara hasil rekrutmen & seleksi yang sudah bagus, dengan kinerja nyata karyawan di lapangan.
Penempatan: Definisi & Posisinya dalam Alur MSDM
Penempatan (placement) adalah proses menugaskan atau menugaskan-ulang seorang pekerja — baru maupun lama — ke posisi, jabatan, atau unit kerja tertentu sesuai kualifikasi dan kebutuhan organisasi.
Penempatan mencakup karyawan baru (setelah seleksi) maupun karyawan lama (lewat promosi, transfer, atau demosi).
Bagian 1 dari 3
Prinsip & Jenis Penempatan
Dasar pemikiran di balik keputusan “siapa cocok di posisi apa”.
Prinsip Dasar: The Right Man on the Right Place
Inti penempatan: mencocokkan kualifikasi & karakter orang dengan tuntutan pekerjaan.
Sisi Orang (Person)
Keterampilan & pengetahuan teknis
Pengalaman kerja relevan
Kepribadian & gaya kerja
Preferensi & aspirasi karier
Sisi Pekerjaan (Job)
Spesifikasi jabatan (job specification)
Beban & tekanan kerja
Lokasi & jam kerja
Jalur karier ke depan
Penempatan optimal = titik temu Person & Job
Tiga Jenis Penempatan Karyawan
PROMOSI
↑
Naik jabatan
Contoh: BRI mengangkat seorang account officer berprestasi menjadi kepala unit. Tanggung jawab & kompensasi naik.
TRANSFER
↔
Pindah posisi/lokasi
Contoh: Indofood memindahkan staf produksi dari pabrik Semarang ke pabrik Surabaya. Level & gaji relatif setara.
DEMOSI
↓
Turun jabatan
Contoh: seorang supervisor yang kinerjanya menurun tajam dikembalikan ke posisi staf. Tanggung jawab & kompensasi turun.
Ketiganya berlaku untuk karyawan lama — berbeda dari penempatan karyawan baru yang baru saja melewati seleksi.
Faktor yang Dipertimbangkan dalam Penempatan
Keputusan penempatan yang baik menyeimbangkan empat faktor ini — bukan hanya kualifikasi kandidat saja.
Hitung dari Nol: Skor Kecocokan Person-Job Fit
Kasus: PT Sinar Abadi menilai kandidat untuk posisi Staf Analis Keuangan memakai skor berbobot (0–100) pada tiga kriteria.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Skor keterampilan teknis (bobot 40%)
80 × 0,40
32
2. Skor pengalaman kerja (bobot 30%)
70 × 0,30
21
3. Skor kesesuaian budaya (bobot 30%)
90 × 0,30
27
4. Total skor kecocokan
32 + 21 + 27
80
5. Keputusan (ambang batas layak ≥ 75)
80 ≥ 75
Layak ditempatkan
SKOR KECOCOKAN
80
dari skala 0–100, di atas ambang 75
Coba Sendiri: Uji Bobot Kriteria Person-Job Fit
Geser skor tiap kriteria dan bobotnya, lalu amati apakah kandidat tetap lolos ambang batas layak.
Bagian 2 dari 3
Proses Penempatan Karyawan Baru
Dari penerimaan tawaran kerja sampai masa percobaan berakhir.
Alur Penempatan Karyawan Baru
Setelah kontrak ditandatangani, HR menetapkan unit & jabatan pasti berdasarkan hasil pencocokan yang sudah dibahas di Bagian 1, lalu menyerahkannya secara resmi ke atasan langsung.
Masa Percobaan (Probation) & Evaluasi Awal
Apa itu Masa Percobaan?
Periode awal kerja (umumnya ~3 bulan di Indonesia) untuk menguji kesesuaian karyawan baru dengan pekerjaannya sebelum status tetap ditetapkan.
Apa yang Dievaluasi?
Pencapaian target kerja awal
Kesesuaian perilaku & sikap kerja
Kecocokan dengan tim & atasan
Sesuai UU Ketenagakerjaan, masa percobaan hanya berlaku untuk perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) — bukan untuk PKWT (kontrak).
Penempatan vs Orientasi: Jangan Tertukar
Dua kasus berikut menunjukkan perbedaan cakupan antara penempatan dan orientasi (topik minggu depan).
Kasus A — Ini Penempatan
HR menentukan Rani cocok ditempatkan di unit Kredit Mikro cabang Solo
Jabatan & unit kerja resmi ditetapkan dalam surat penugasan
Rani diserahterimakan kepada Kepala Cabang Solo
Kasus B — Ini Orientasi
Rani mengikuti pengenalan budaya & nilai perusahaan hari pertama
Rani diperkenalkan ke sistem kerja & rekan tim Kredit Mikro
Rani mendapat pelatihan singkat produk kredit mikro
Kasus: PT Maju Bersama menempatkan 25 karyawan baru tahun lalu. Setelah evaluasi masa percobaan 3 bulan, berikut hasilnya.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Total karyawan baru ditempatkan
Data diberikan
25 orang
2. Dinyatakan berhasil (kinerja sesuai target)
Data diberikan
20 orang
3. Dinyatakan gagal (dipindah/keluar)
Data diberikan
5 orang
4. Tingkat keberhasilan penempatan
20 ÷ 25 × 100
80%
5. Tingkat kegagalan penempatan
5 ÷ 25 × 100
20%
TINGKAT KEBERHASILAN
80%
20 dari 25 penempatan berhasil
Bagian 3 dari 3
Praktik Penempatan Internal & Isu Lapangan
Kebijakan rotasi, mutasi, dan kesalahan penempatan yang sering terjadi di Indonesia.
Kebijakan Rotasi & Mutasi di Indonesia
Kebijakan
Tujuan Utama
Contoh Praktik
Rotasi jabatan (job rotation)
Perluas wawasan & cegah kejenuhan
BUMN memindah staf antar-divisi tiap 2–3 tahun
Mutasi antar-cabang
Pemerataan tenaga kerja & kebutuhan operasional
Bank pindahkan teller antar-cabang kota
Mutasi karena permintaan
Akomodasi kondisi pribadi karyawan
Pindah kerja mengikuti pasangan yang dinas
Suksesi kepemimpinan
Siapkan pengganti posisi kunci
Program talent pool calon manajer cabang
Kesalahan Penempatan yang Umum Terjadi
Kesalahan umum: menempatkan berdasarkan kedekatan personal (nepotisme) atau senioritas semata, bukan kecocokan person-job fit yang objektif.
Dampak: turnover meningkat, produktivitas unit turun, dan karyawan lain merasa proses penempatan tidak adil.
Pencegahan praktis: gunakan data objektif (skor person-job fit, riwayat kinerja) dan libatkan atasan langsung dalam keputusan penempatan — bukan keputusan sepihak HR pusat.
Latihan Kelas: Diskusi Kasus
Kasus: Sebuah perusahaan ritel di Semarang menerima 10 management trainee baru. Tersedia 3 posisi di divisi Keuangan, 4 posisi di divisi Operasional Toko, dan 3 posisi di divisi Pemasaran. HR hanya punya data hasil tes kemampuan & wawancara masing-masing kandidat.
Diskusikan dalam kelompok (10 menit):
Faktor apa saja yang perlu dilihat HR sebelum menetapkan penempatan tiap trainee?
Bagaimana cara menghitung skor person-job fit untuk memutuskan penempatan yang objektif?
Apa risiko kalau HR menempatkan trainee hanya berdasarkan nilai tes tertinggi tanpa mempertimbangkan preferensi mereka?
Rangkuman: Peta Proses Penempatan Pekerja
Tahap
Fokus
Metrik Kunci
Prinsip & jenis penempatan
Right man on the right place; promosi/transfer/demosi
Skor person-job fit
Proses penempatan karyawan baru
Penetapan unit, serah terima, masa percobaan
Tingkat keberhasilan penempatan
Praktik internal & isu lapangan
Rotasi, mutasi, suksesi, pencegahan nepotisme
Turnover & kepuasan karyawan
Ingat: penempatan menjawab “di mana” seseorang bekerja — keputusan ini menentukan apakah hasil rekrutmen & seleksi yang bagus benar-benar berbuah kinerja.
Penutup: Tugas & Minggu Depan
Minggu Depan
Program Orientasi Karyawan — apa yang terjadi setelah penempatan ditetapkan, dan bagaimana karyawan baru diadaptasikan ke budaya & sistem kerja perusahaan.
TUGAS INDIVIDU
✎
Sebelum pertemuan 4
Wawancara singkat 1 orang yang pernah pindah kerja/jabatan (promosi/transfer). Identifikasi faktor apa yang mendasari penempatan barunya.