stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-02
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 2: Penawaran Kerja terhadap Calon Pekerja & Seleksi
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP

Manajemen Sumber Daya Manusia II

Pertemuan 2 — Penawaran Kerja terhadap Calon Pekerja & Seleksi

Dari daftar pelamar hasil rekrutmen minggu lalu, bagaimana perusahaan memilih kandidat terbaik dan mengubah pilihan itu menjadi surat penawaran kerja yang sah dan menarik?

RPS MINGGU 2 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Proses Seleksi Kandidat
Tahapan, metode, dan alat ukur yang dipakai perusahaan menyaring pelamar menjadi kandidat terbaik.

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan proses seleksi kandidat dan menyusun penawaran kerja yang sesuai praktik & ketentuan ketenagakerjaan. Secara rinci:

CAPAIAN 1
TAHAPAN
Menguraikan tahapan & metode seleksi — administrasi, tes tertulis, wawancara, hingga tes psikologi.
CAPAIAN 2
UKUR
Menjelaskan konsep validitas & reliabilitas alat seleksi agar keputusan tidak asal tebak.
CAPAIAN 3
HITUNG
Menghitung yield ratio tiap tahap seleksi dan total kompensasi dalam surat penawaran kerja.
CAPAIAN 4
SUSUN
Menyusun komponen surat penawaran kerja yang jelas dan menghindari kesalahan umum perekrut pemula.

Mengapa Salah Pilih Kandidat Itu Mahal?

Sebuah UMKM garmen di Semarang merekrut supervisor produksi tanpa tes yang memadai — hanya wawancara singkat 15 menit. Tiga bulan kemudian, karyawan itu resign dan target produksi berantakan.

BIAYA 1
REKRUT ULANG
Iklan lowongan, waktu HR menyaring ulang, dan proses wawancara diulang dari nol.
BIAYA 2
PRODUKTIVITAS
Target produksi molor selama posisi kosong dan masa adaptasi pengganti.
BIAYA 3
MORAL TIM
Rekan kerja kehilangan kepercayaan pada proses rekrutmen perusahaan.
Studi Society for Human Resource Management memperkirakan biaya bad hire bisa mencapai beberapa kali gaji bulanan posisi tersebut — jauh lebih mahal daripada berinvestasi waktu di proses seleksi yang tepat.

Tahapan Umum Proses Seleksi

Seleksi berjalan seperti corong (funnel) — jumlah kandidat menyusut di tiap tahap, sampai tersisa yang paling layak menerima penawaran kerja.

SeleksiAdministrasi(1)Tes Tertulis /Kemampuan(2)Wawancara(HR & User)(3)Tes Psikologi /Assessment(4)PenawaranKerja(5)
Tidak semua posisi melalui kelima tahap ini — posisi teknis-junior mungkin cukup tes tertulis & wawancara; posisi manajerial biasanya menambah assessment center.

Metode Seleksi 1: Administrasi & Tes Tertulis

SELEKSI ADMINISTRASI
SARINGAN AWAL
Memeriksa CV, ijazah, dan surat lamaran terhadap syarat minimum lowongan — sering dibantu Applicant Tracking System (ATS, sistem pelacak pelamar berbasis kata kunci).
TES TERTULIS
UKUR KEMAMPUAN
Tes pengetahuan teknis (mis. akuntansi dasar untuk pelamar staf keuangan) atau tes potensi akademik/logika umum.
Bank seperti BBCA umumnya memakai tes tertulis kemampuan numerik & logika sebagai saringan awal manajemen trainee, sebelum ratusan pelamar masuk ke tahap wawancara yang lebih mahal waktu.

Metode Seleksi 2: Wawancara

TERSTRUKTUR
PERTANYAAN BAKU
Semua kandidat ditanya pertanyaan sama dengan kriteria penilaian sama — lebih adil & mudah dibandingkan.
TIDAK TERSTRUKTUR
MENGALIR BEBAS
Pertanyaan berkembang sesuai jawaban kandidat — fleksibel tapi rawan bias penilai.
BERBASIS PERILAKU
STAR METHOD
Kandidat menceritakan Situation-Task-Action-Result dari pengalaman nyata untuk memprediksi perilaku di masa depan.
Riset menunjukkan wawancara terstruktur jauh lebih akurat memprediksi kinerja dibanding wawancara mengalir bebas — karena mengurangi bias personal pewawancara (mis. kesan pertama/halo effect).

Metode Seleksi 3: Tes Psikologi & Assessment Center

TES PSIKOLOGI
KEPRIBADIAN
Mengukur kepribadian, minat, dan kestabilan emosi — biasanya dilakukan psikolog bersertifikat (mis. tes MBTI, Big Five, atau grafologi/tes menggambar).
ASSESSMENT CENTER
SIMULASI KERJA
Kandidat mengerjakan simulasi tugas nyata (studi kasus, presentasi, diskusi kelompok/leaderless group discussion) untuk posisi manajerial.
Perusahaan seperti Astra International memakai assessment center multi-hari untuk program management trainee — kombinasi tes psikologi, studi kasus, dan wawancara panel demi menilai kandidat dari banyak sudut.

Validitas & Reliabilitas Alat Seleksi

Sebelum memakai tes atau wawancara sebagai dasar keputusan, HR perlu memastikan alat tersebut benar-benar bisa dipercaya.

VALIDITAS
TEPAT SASARAN
Apakah alat seleksi benar-benar mengukur apa yang ingin diukur? Misal, tes mengetik cepat valid untuk posisi admin data-entry, tapi tidak valid untuk posisi sales lapangan.
RELIABILITAS
KONSISTEN
Apakah hasil alat seleksi konsisten bila diulang? Tes yang skornya melompat drastis tanpa alasan jelas antar-percobaan berarti tidak reliabel.
Alat seleksi bisa reliabel tapi tidak valid (konsisten mengukur hal yang salah), tapi tidak bisa valid tanpa reliabel — reliabilitas adalah syarat minimum sebelum bicara validitas.

Hitung dari Nol: Yield Ratio Corong Seleksi

Ilustrasi lowongan Staf Analis Keuangan di sebuah perusahaan sekuritas — berapa persen pelamar awal yang akhirnya menerima penawaran kerja?

LANGKAH PERHITUNGAN YIELD RATIO
LangkahPerhitunganNilai
Pelamar masuk200 orang
Lolos seleksi administrasi200 × 50%100 orang
Lolos tes tertulis100 × 40%40 orang
Lolos wawancara40 × 40%16 orang
Menerima penawaran kerja16 × 50%8 orang
Yield ratio keseluruhan8 ÷ 200 × 100%4%
YIELD RATIO STAF ANALIS KEUANGAN
4%
dari 200 pelamar awal, hanya 8 yang akhirnya menerima penawaran kerja

Coba Sendiri: Rancang Corong Seleksi Anda

Ubah persentase lolos di tiap tahap seleksi dan lihat berapa pelamar awal yang harus dijaring agar posisi terisi.

Bagian 2 dari 3
Menyusun Penawaran Kerja
Komponen, perhitungan kompensasi, dan seni negosiasi surat penawaran kerja.

Komponen Surat Penawaran Kerja (Job Offer Letter)

Surat penawaran kerja bukan sekadar formalitas — ia adalah dasar ekspektasi kedua belah pihak sebelum perjanjian kerja resmi ditandatangani.

KomponenIsi
Jabatan & unit kerjaPosisi resmi, departemen, dan atasan langsung
KompensasiGaji pokok, tunjangan tetap/tidak tetap, potensi bonus
Status hubungan kerjaPKWT (kontrak, jangka waktu tertentu) atau PKWTT (tetap, tanpa jangka waktu)
Masa percobaanUmumnya maksimal 3 bulan (khusus PKWTT)
Tanggal mulai kerja & batas konfirmasiKapan kandidat harus melapor & batas waktu menerima/menolak
Syarat & kelengkapan dokumenIjazah asli, SKCK, hasil medical check-up, dsb.

Hitung dari Nol: Total Kompensasi Bulanan Penawaran

Ilustrasi penawaran kerja posisi Staf Analis Keuangan — berapa take-home pay (gaji bersih diterima) bulanan kandidat?

LANGKAH PERHITUNGAN TAKE-HOME PAY
LangkahPerhitunganNilai
Gaji pokokRp 8.000.000
Tunjangan jabatanRp 1.000.000
Tunjangan transportRp 500.000
Total kompensasi bruto8.000.000+1.000.000+500.000Rp 9.500.000
Estimasi PPh21 (≈5%, ilustratif)9.500.000 × 5%Rp 475.000
Take-home pay bulanan9.500.000 − 475.000Rp 9.025.000
TAKE-HOME PAY BULANAN
Rp 9,03 jt
dari total kompensasi bruto Rp 9,5 juta, setelah estimasi PPh21 ≈5%

Negosiasi Penawaran Kerja: Dua Langkah Umum

Kandidat kompeten sering punya lebih dari satu tawaran — negosiasi adalah proses wajar sebelum penawaran final disepakati.

TahapApa yang Terjadi
1Penawaran awal (verbal/lisan)HR menyampaikan indikasi gaji & tunjangan secara lisan/email untuk menjajaki kesediaan kandidat sebelum surat resmi diterbitkan.
2Kandidat mengajukan counter-offerKandidat meminta penyesuaian — misal gaji pokok lebih tinggi atau opsi kerja hibrida — berdasar tawaran kompetitor atau riset pasar gaji.
HR yang baik menyiapkan batas atas & batas bawah (rentang gaji) sebelum negosiasi dimulai, agar tidak terjebak menaikkan penawaran di luar struktur gaji perusahaan.

Studi Kasus: Penawaran Kerja Start-up vs Korporasi

Dua penawaran kerja untuk posisi serupa bisa sangat berbeda strukturnya — penting bagi kandidat (dan HR) memahami konteksnya.

START-UP (mis. sejenis Tokopedia awal)
GAJI + EQUITY
Gaji pokok relatif lebih rendah, tapi ditambah opsi saham (stock option) — potensi besar jika perusahaan tumbuh, tapi berisiko jika gagal.
KORPORASI (mis. bank/BUMN)
STABIL + BENEFIT
Gaji pokok lebih pasti, tunjangan lengkap (kesehatan, pensiun), jenjang karier terstruktur, tapi kenaikan lebih lambat.
Tidak ada yang "lebih baik" secara mutlak — HR perlu menjelaskan trade-off ini secara jujur kepada kandidat agar ekspektasi selaras sejak awal.

Kesalahan Umum dalam Seleksi & Penawaran Kerja

BIAS PENILAI
HALO EFFECT
Menilai kandidat hanya dari satu kesan kuat (mis. lulusan kampus tertentu) tanpa menguji kompetensi menyeluruh.
JANJI LISAN BERLEBIHAN
OVER-PROMISE
HR menjanjikan hal yang tidak tertulis di surat resmi (mis. "pasti naik jabatan tahun depan") — berisiko sengketa.
TIDAK ADA BATAS WAKTU
OFFER MENGGANTUNG
Penawaran tanpa batas waktu konfirmasi jelas — posisi tergantung, kandidat lain hilang kesempatan.
STRUKTUR GAJI TIDAK KONSISTEN
GAP INTERNAL
Menaikkan penawaran demi satu kandidat tanpa memperhatikan struktur gaji karyawan lama sejenis.
Bagian 3 dari 3
Dari Offer ke Penempatan
Sisi legal awal penawaran kerja, latihan praktik, dan jembatan ke pertemuan orientasi.

Legalitas Awal: dari Offer Menuju Perjanjian Kerja

Surat penawaran kerja belum sama dengan perjanjian kerja — tapi isinya mengikat secara moral & jadi acuan penyusunan perjanjian kerja resmi.

AspekPenjelasan
Sifat surat penawaranPernyataan niat & kesepakatan awal — belum menimbulkan kewajiban kerja penuh seperti perjanjian kerja
PKWT vs PKWTTWajib disebut sejak tahap offer, karena menentukan hak pesangon & masa kerja
Acuan regulasiUU Ketenagakerjaan & UU Cipta Kerja — mengatur batas masa percobaan, upah minimum, jam kerja
Langkah berikutnyaSetelah offer diterima, disusun perjanjian kerja tertulis yang ditandatangani sebelum hari pertama masuk
Topik PKWT/PKWTT, hak normatif, dan kepatuhan ketenagakerjaan akan kita bahas lebih rinci di pertemuan-pertemuan hubungan industrial pada paruh kedua semester ini.

Latihan: Susun Surat Penawaran Kerja

Kerjakan berkelompok (3–4 orang), 15 menit. Kasus: perusahaan retail e-commerce merekrut Staf Customer Service yang baru lolos seluruh tahap seleksi. Susun poin-poin berikut:

LANGKAH 1
KOMPONEN
Tentukan jabatan, status PKWT/PKWTT, dan masa percobaan untuk posisi ini.
LANGKAH 2
KOMPENSASI
Tentukan gaji pokok & dua tunjangan, lalu hitung total kompensasi bruto bulanan.
LANGKAH 3
CEK JEBAKAN
Periksa draf kelompok lain — adakah janji lisan berlebihan atau batas waktu konfirmasi yang hilang?
Dua kelompok akan diminta mempresentasikan draf singkat surat penawarannya di depan kelas.

Ringkasan & Sambungan ke Pertemuan Berikutnya

Poin KunciRingkasan
Proses seleksiCorong bertahap: administrasi → tes tertulis → wawancara → tes psikologi/assessment → penawaran
Validitas & reliabilitasAlat seleksi harus tepat sasaran (valid) & konsisten (reliabel) sebelum jadi dasar keputusan
Yield ratioMembantu HR merencanakan jumlah pelamar awal yang perlu dijaring
Penawaran kerjaEnam komponen inti + perhitungan kompensasi yang jujur & jelas batas waktunya
Pertemuan berikutnya (Pertemuan 3): setelah kandidat menerima penawaran & resmi bergabung, bagaimana perusahaan menjalankan program orientasi karyawan baru agar cepat produktif?