‹ Daftar slidePertemuan 1: Menyusun Rencana Pencarian Sumber Calon Pekerja (Rekrutmen)
Program Studi Manajemen • FEB
Manajemen Sumber Daya Manusia II
Pertemuan 1 — Menyusun Rencana Pencarian Sumber Calon Pekerja (Rekrutmen)
Dari perencanaan SDM menuju keputusan sumber pencarian calon pekerja: konsep, sumber internal-eksternal, dan cara menghitung kebutuhan serta biaya rekrutmen.
RPS MINGGU 1 • 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menyusun rencana pencarian sumber calon pekerja sesuai kebutuhan organisasi. Secara rinci, Anda mampu:
KOGNITIF
1–2
Menjelaskan & membedakan
Menjelaskan posisi rekrutmen dalam siklus SDM, membedakan rekrutmen vs seleksi, serta sumber internal vs eksternal.
TERAPAN
3–4
Menghitung & menyusun
Menghitung proyeksi kebutuhan tenaga kerja dan biaya rekrutmen (cost per hire), lalu menyusun rencana rekrutmen sederhana untuk kasus riil.
Mengapa Rencana Rekrutmen Penting?
Rekrutmen yang tidak direncanakan menimbulkan biaya tersembunyi yang besar bagi organisasi.
Kasus nyata: sebuah startup e-commerce di Indonesia pernah merekrut puluhan customer service dalam waktu singkat tanpa proyeksi volume transaksi yang matang. Hasilnya, separuh pegawai baru menganggur di bulan pertama karena volume order ternyata jauh di bawah estimasi — biaya rekrutmen, pelatihan, dan gaji terlanjur keluar.
TANPA RENCANA
↓
Rekrutmen tergesa-gesa, kualifikasi tidak jelas, biaya membengkak, karyawan baru cepat keluar (turnover tinggi).
DENGAN RENCANA
↑
Jumlah, kualifikasi, waktu, dan anggaran jelas sejak awal — proses lebih cepat, tepat sasaran, dan hemat biaya.
Posisi Topik dalam Alur Semester
MSDM II mengikuti alur siklus pegawai: dari rekrutmen (hari ini) hingga hubungan industrial di paruh kedua semester.
Prasyarat matkul ini adalah MSDM I — hari ini kita mulai dari sisi operasional yang belum dibahas di semester lalu: bagaimana rekrutmen benar-benar dijalankan di lapangan.
Bagian 1 dari 3
Dasar Perencanaan Rekrutmen
Memahami definisi, posisi dalam siklus SDM, dan komponen yang harus disusun sebelum mencari calon pekerja.
Rekrutmen vs Seleksi: Dua Tahap Berbeda
Rekrutmen adalah proses mencari dan menarik sebanyak mungkin calon pekerja yang memenuhi syarat. Seleksi adalah proses memilih dari kumpulan calon tersebut siapa yang paling tepat diterima.
REKRUTMEN (SOURCING)
Menarik sebanyak mungkin pelamar
Fokus: kuantitas & kualitas kandidat
Output: pool/kumpulan pelamar
SELEKSI (SCREENING)
Memilih kandidat terbaik dari pool
Fokus: kecocokan (fit) dengan jabatan
Output: satu kandidat diterima
Fokus pertemuan hari ini hanya sampai rekrutmen — seleksi dan penawaran kerja dibahas pertemuan berikutnya.
Dari Mana Kebutuhan Rekrutmen Muncul?
Permintaan rekrutmen jarang muncul tiba-tiba — biasanya mengalir dari proses perencanaan SDM.
Pemicu permintaan rekrutmen umumnya: pegawai resign/pensiun, promosi yang mengosongkan jabatan lama, ekspansi bisnis (cabang baru, lini produk baru), atau perubahan volume kerja musiman.
Fondasi Rekrutmen: Analisis Jabatan
Sebelum mencari calon pekerja, HR harus tahu persis jabatan apa yang mau diisi. Ini dijawab lewat analisis jabatan (job analysis).
JOB DESCRIPTION
Deskripsi Jabatan
Uraian tugas, tanggung jawab, dan wewenang dari suatu jabatan. Contoh: kasir bertugas melayani transaksi, mengelola kas, dan melaporkan penjualan harian.
JOB SPECIFICATION
Spesifikasi Jabatan
Syarat kualifikasi minimal pemegang jabatan: pendidikan, pengalaman, keterampilan. Contoh: kasir minimal lulusan SMA, teliti, dan mampu mengoperasikan mesin kasir/POS.
Keduanya menjadi bahan baku untuk menulis iklan lowongan yang tepat sasaran — bukan asal tulis "dibutuhkan segera".
Komponen Rencana Rekrutmen
Rencana rekrutmen yang matang harus menjawab lima pertanyaan berikut:
1. JUMLAH
Berapa orang yang dibutuhkan? (dihitung dari beban kerja)
2. KUALIFIKASI
Kriteria apa yang wajib dipenuhi? (dari job specification)
3. WAKTU
Kapan pegawai baru harus mulai bekerja?
4. ANGGARAN
Berapa biaya yang dianggarkan untuk seluruh proses rekrutmen?
5. SUMBER
Dari mana calon pekerja akan dicari — internal atau eksternal?
Bagian 2 dari 3
Sumber Pencarian Calon Pekerja
Mengenal pilihan sumber internal dan eksternal, metode dan saluran yang lazim dipakai perusahaan di Indonesia.
Sumber Internal vs Eksternal
Dua kategori besar sumber pencarian calon pekerja, masing-masing punya kelebihan dan keterbatasan.
SUMBER INTERNAL
Kelebihan: lebih cepat, biaya rendah, pegawai sudah paham budaya perusahaan
Keterbatasan: pilihan kandidat terbatas, minim ide/perspektif baru
SUMBER EKSTERNAL
Kelebihan: pilihan kandidat lebih luas, membawa ide & keahlian baru
Keterbatasan: biaya & waktu lebih besar, butuh adaptasi budaya kerja
Praktik umum: perusahaan mengisi jabatan manajerial lewat internal (promosi), sementara posisi entry-level/operasional lewat eksternal.
Metode & Saluran Sumber Eksternal Digital
Di Indonesia, saluran rekrutmen eksternal kini didominasi platform digital, tanpa meninggalkan cara konvensional.
LinkedIn — efektif untuk posisi profesional/manajerial, cek rekam jejak kandidat.
KAMPUS & JOB FAIR
Kerja sama career center kampus — sumber utama fresh graduate/entry-level.
Metode lain: referral (rekomendasi pegawai internal), agensi/headhunter untuk posisi senior/langka, dan walk-in untuk posisi operasional di daerah.
Employer Branding sebagai Strategi Sourcing
Employer branding adalah citra perusahaan sebagai tempat bekerja yang menarik — memudahkan proses rekrutmen sebelum lowongan dibuka.
Employer branding kuat → kandidat berkualitas melamar duluan → biaya & waktu rekrutmen turun
CONTOH PRAKTIK
Konten budaya kerja di Instagram/LinkedIn perusahaan, testimoni pegawai, program magang bersertifikat, ranking "tempat kerja terbaik".
DAMPAK KE RENCANA REKRUTMEN
Perusahaan dengan employer branding kuat (mis. Unilever Indonesia, BCA) menerima lebih banyak lamaran berkualitas per lowongan tanpa biaya iklan besar.
Bagian 3 dari 3
Menghitung & Merancang Rencana Rekrutmen
Menghitung dari nol proyeksi kebutuhan tenaga kerja dan biaya rekrutmen, lalu menyusun timeline pelaksanaannya.
Hitung dari Nol: Proyeksi Kebutuhan Tenaga Kerja
Kasus: Toko retail "Maju Jaya" memproyeksikan 6.000 transaksi bulan depan. Berapa kasir yang harus tersedia?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Proyeksi volume transaksi bulan depan
data historis & tren penjualan
6.000 transaksi
2. Kapasitas kerja per kasir per bulan
25 hari kerja × 20 transaksi/hari
500 transaksi
3. Total kebutuhan kasir
6.000 ÷ 500
12 kasir
4. Kasir yang sudah tersedia saat ini
data pegawai aktif
8 kasir
5. Kekurangan kasir (perlu direkrut)
12 − 8
4 kasir
HASIL
4 kasir
perlu direkrut bulan ini
Hitung dari Nol: Cost per Hire
Departemen HR "Maju Jaya" mengeluarkan biaya untuk merekrut 4 kasir (hasil slide sebelumnya). Berapa biaya per orang yang direkrut?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Biaya iklan lowongan
data pengeluaran
Rp 3.000.000
2. Biaya jasa agensi/headhunter
data pengeluaran
Rp 5.000.000
3. Biaya psikotes & tes seleksi
data pengeluaran
Rp 2.000.000
4. Honor tim wawancara
data pengeluaran
Rp 2.000.000
5. Total biaya rekrutmen
3jt + 5jt + 2jt + 2jt
Rp 12.000.000
6. Cost per Hire
Rp 12.000.000 ÷ 4
Rp 3.000.000
COST PER HIRE
Rp 3 juta
per kasir yang berhasil direkrut
Coba Sendiri: Simulasikan Cost per Hire Anda
Geser komponen biaya rekrutmen dan jumlah orang yang direkrut, lalu amati bagaimana cost per hire berubah.
Timeline Pelaksanaan Rekrutmen
Rencana rekrutmen juga harus punya batas waktu yang realistis di tiap tahapnya.
Semakin jelas jabatan (job description & specification), semakin pendek waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan pelamar yang relevan.
Tantangan Rekrutmen di Perusahaan Indonesia
Beberapa kendala yang lazim dihadapi praktisi HR di lapangan:
Kesenjangan kualifikasi: pelamar melimpah tetapi jarang yang sesuai spesifikasi jabatan (mis. lulusan tanpa keterampilan digital untuk posisi berbasis teknologi).
Ekspektasi gaji tidak sesuai: kandidat potensial menolak tawaran karena gaji di bawah harapan pasar.
Persaingan antar-perusahaan: kandidat berkualitas direbut beberapa perusahaan sekaligus, terutama posisi digital/teknologi.
Solusi umum: perkuat employer branding, perluas sumber (referral, kampus), dan percepat proses seleksi agar tidak kehilangan kandidat baik.
Latihan Kelas: Susun Rencana Rekrutmen
KASUS
Klinik kecantikan "Cantika Skin Care" cabang baru membutuhkan tambahan 3 terapis dan proyeksi biaya rekrutmen total Rp 9.000.000. Klinik akan buka dalam 4 minggu.
Hitung cost per hire untuk kasus ini.
Tentukan sumber (internal/eksternal) yang paling tepat — beri alasan.
Susun timeline singkat 4 minggu agar terapis siap sebelum klinik buka.
Diskusikan berkelompok (3–4 orang), waktu 10 menit, lalu satu kelompok mempresentasikan hasilnya secara singkat.
Rangkuman & Persiapan Pertemuan Berikutnya
RANGKUMAN HARI INI
Rekrutmen ≠ seleksi — rekrutmen menarik pool pelamar
Rencana rekrutmen: jumlah, kualifikasi, waktu, anggaran, sumber
Sumber internal (cepat, murah) vs eksternal (luas, mahal)
Kebutuhan tenaga kerja & cost per hire dihitung dari data riil
TUGAS & PERTEMUAN BERIKUTNYA
Baca materi Seleksi & Penawaran Kerja (Pertemuan 2). Tugas: kumpulkan 1 contoh iklan lowongan nyata (job portal apa saja), identifikasi job description & job specification di dalamnya.