‹ Daftar slidePertemuan 6: Orientasi Program dan Keputusan Penempatan
Prodi Manajemen · FEB UNDIP
Manajemen Sumber Daya Manusia I
Pertemuan 6: Orientasi Program dan Keputusan Penempatan
Dari kandidat terpilih menjadi karyawan yang siap bekerja — merancang program orientasi dan mengambil keputusan penempatan yang tepat.
6RPS minggu 6 · 2×50 menit
Bagian 1 dari 4
Mengapa Orientasi Penting?
Dari "reality shock" hari pertama sampai biaya nyata karyawan yang keluar terlalu cepat.
Apa Itu Orientasi Karyawan?
Orientasi (onboarding) adalah proses terstruktur memperkenalkan karyawan baru pada pekerjaan, rekan kerja, kebijakan, dan budaya organisasi sejak hari pertama bekerja.
Bukan Sekadar Sambutan
Bukan hanya seremoni "welcoming" sehari
Proses berkelanjutan — bisa 1 minggu sampai 3 bulan
Menjawab: "Apa yang harus saya lakukan, dan kepada siapa saya bertanya?"
Tiga Kebutuhan Karyawan Baru
Informasi — tugas, prosedur, sistem kerja
Hubungan — rekan, atasan, mentor
Kepastian — ekspektasi kinerja jelas
Fenomena "Reality Shock"
Reality shock terjadi ketika ekspektasi karyawan baru saat proses rekrutmen tidak sesuai dengan kenyataan pekerjaan sehari-hari.
Contoh nyata: pelamar dijanjikan "jenjang karier cepat" saat wawancara di sebuah startup e-commerce, tetapi kenyataannya bekerja lembur tanpa mentor yang jelas — inilah pemicu utama pengunduran diri dalam 90 hari pertama.
GEJALA
Kecewa
Motivasi turun drastis, mulai mencari lowongan lain sejak minggu ke-2.
PENANGKAL
Orientasi
Ekspektasi realistis sejak rekrutmen + pendampingan terstruktur di awal kerja.
Hitung dari Nol: Biaya Kehilangan Karyawan Baru
PT Nusantara Retail merekrut 1 staf toko dengan gaji Rp 4.500.000/bulan. Karyawan ini mengundurkan diri di bulan ke-2 karena orientasi buruk. Berapa taksiran kerugian perusahaan?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Biaya rekrutmen & seleksi awal (iklan, tes, wawancara)
Estimasi tetap
Rp 2.000.000
2. Gaji dibayar selama bekerja (2 bulan)
Rp 4.500.000 × 2
Rp 9.000.000
3. Biaya pelatihan awal & waktu mentor (setara 10 hari kerja mentor)
Rp 300.000 × 10
Rp 3.000.000
4. Produktivitas hilang (posisi kosong 1 bulan sebelum pengganti siap)
Rp 4.500.000 × 1
Rp 4.500.000
5. Total kerugian
2.000.000 + 9.000.000 + 3.000.000 + 4.500.000
Rp 18.500.000
KERUGIAN PER 1 KARYAWAN KELUAR DINI
Rp 18,5 juta
~4,1× gaji bulanan — bukan sekadar "cari orang baru lagi"
Manfaat Program Orientasi yang Baik
BAGI KARYAWAN
Percaya Diri
Cepat paham tugas, cepat merasa "diterima" oleh tim.
BAGI TIM
Kolaborasi
Rekan kerja tahu peran karyawan baru, komunikasi lebih lancar.
BAGI PERUSAHAAN
Retensi
Menurunkan turnover dini & mempercepat titik impas produktivitas.
Karyawan yang mengikuti orientasi terstruktur umumnya mencapai kinerja penuh (full productivity) lebih cepat dibanding yang dibiarkan belajar sendiri.
Bagian 2 dari 4
Merancang Program Orientasi
Tiga level materi, siapa yang bertanggung jawab, dan tahapan waktu yang realistis.
Tiga Level Materi Orientasi
Level
Fokus Materi
Contoh
1. Organisasi
Gambaran besar perusahaan
Sejarah, visi-misi, struktur organisasi, produk/jasa
2. Departemen/Unit
Fungsi tim tempat bekerja
Alur kerja tim, SOP unit, target kinerja tim
3. Individu
Tugas spesifik jabatan
Uraian tugas, sistem/alat kerja, atasan & mentor langsung
Analogi: Level 1 seperti peta kota, Level 2 seperti peta gedung kantor, Level 3 seperti peta meja kerja Anda sendiri — makin ke bawah, makin spesifik dan personal.
Siapa Bertanggung Jawab atas Orientasi?
Departemen SDM
Orientasi umum perusahaan (kebijakan, benefit, K3)
Administrasi: kontrak, ID card, akun sistem
Menjadwalkan seluruh rangkaian program
Atasan Langsung & Mentor (buddy)
Orientasi teknis pekerjaan sehari-hari
Buddy: rekan kerja pendamping informal, tempat bertanya hal kecil
Umpan balik kinerja awal (30/60/90 hari)
Timeline Orientasi: Kerangka 30-60-90 Hari
Titik 90 hari sering menjadi batas akhir masa percobaan (probation) — momen formal keputusan: lanjut sebagai karyawan tetap atau tidak.
Latihan: Rancang Hari Pertama
Instruksi kerja kelompok (15 menit): Anda adalah staf SDM di sebuah coffee shop lokal skala menengah (mis. Kopi Kenangan cabang baru) yang baru merekrut 3 barista. Susun jadwal orientasi hari pertama (jam 08.00–16.00) mencakup: (1) siapa yang menyambut, (2) 3 materi wajib disampaikan, (3) 1 aktivitas membangun hubungan dengan tim.
FOKUS 1
Struktur
Urutan waktu yang logis, tidak menumpuk info di jam pertama.
FOKUS 2
Manusiawi
Ada momen non-formal — makan siang bersama, obrolan santai.
Bagian 3 dari 4
Keputusan Penempatan
Menentukan posisi yang tepat: penempatan awal, promosi, transfer, hingga demosi.
Apa Itu Keputusan Penempatan?
Penempatan (placement) adalah proses menugaskan atau menugaskan-kembali karyawan pada posisi/jabatan tertentu berdasarkan kecocokan antara kualifikasi orang dan tuntutan pekerjaan.
Kecocokan = Kemampuan & Minat Karyawan ↔ Tuntutan & Konteks Jabatan
Prinsip "person-job fit": bukan sekadar "ada kursi kosong, isi saja" — tapi mencocokkan kompetensi dan preferensi karyawan dengan kebutuhan riil jabatan.
Empat Jenis Keputusan Penempatan
Jenis
Definisi Singkat
Contoh
Penempatan awal
Penugasan pertama karyawan baru
Fresh graduate ditempatkan di divisi Finance
Promosi
Naik ke jabatan lebih tinggi, tanggung jawab & gaji naik
Staf → Supervisor
Transfer
Pindah posisi setara, level & gaji relatif sama
Cabang Semarang → Cabang Solo
Demosi
Turun jabatan — biasanya karena kinerja atau restrukturisasi
Manajer → Staf senior (kasus khusus)
Walkthrough: Promosi atau Transfer?
Kasus: Rina, staf pemasaran PT Sinar Abadi di Semarang selama 4 tahun, kinerja sangat baik. Ada 2 lowongan: Supervisor Pemasaran (Semarang, butuh kepemimpinan tim) dan Staf Pemasaran Senior (cabang Jakarta, butuh spesialisasi digital marketing).
Langkah
Analisis
Hasil Sementara
1. Cek rekam kinerja
4 tahun konsisten baik → layak dipertimbangkan naik/pindah
Kandidat kuat
2. Cek minat & kompetensi
Rina lebih suka strategi digital daripada memimpin tim
Condong ke Staf Senior
3. Cek kesiapan kepemimpinan
Belum pernah memimpin tim sebelumnya
Risiko di posisi Supervisor
4. Keputusan person-job fit
Kecocokan kompetensi & minat > sekadar status "naik jabatan"
Transfer ke Staf Senior Jakarta
Pelajaran: promosi tidak selalu pilihan "terbaik" — transfer ke posisi yang lebih sesuai kompetensi bisa lebih tepat daripada promosi yang memaksakan peran baru.
Faktor yang Dipertimbangkan dalam Penempatan
Faktor dari Sisi Karyawan
Kompetensi & keahlian teknis
Minat & preferensi karier
Riwayat & evaluasi kinerja
Kondisi personal (mis. lokasi keluarga)
Faktor dari Sisi Organisasi
Kebutuhan mendesak unit/cabang tertentu
Struktur & jenjang karier yang tersedia
Rencana suksesi jangka panjang
Keadilan internal (transparansi proses)
Bagian 4 dari 4
Masa Percobaan & Evaluasi Awal
Menutup siklus: dari orientasi dan penempatan menuju keputusan akhir status kerja.
Masa Percobaan (Probation)
Masa percobaan adalah periode awal kerja (di Indonesia maksimal 3 bulan menurut UU Ketenagakerjaan) untuk menilai kecocokan karyawan sebelum status diangkat tetap.
SELAMA PROBATION
Dievaluasi
Kehadiran, kualitas kerja, sikap kerja, kecocokan budaya tim.
AKHIR PROBATION
2 Opsi
Diangkat karyawan tetap, atau hubungan kerja diakhiri sesuai ketentuan.
Orientasi dan penempatan yang tepat sejak awal → memperbesar peluang karyawan "lulus" masa percobaan dengan baik.
Rangkuman Pertemuan 6
Konsep
Inti
Orientasi
Proses berkelanjutan memperkenalkan info, hubungan, & kepastian pada karyawan baru
Reality shock
Kekecewaan akibat ekspektasi vs kenyataan kerja tak sesuai — pemicu turnover dini
3 level materi
Organisasi → Departemen → Individu (makin spesifik)
Penempatan (placement)
Mencocokkan orang & jabatan berdasar person-job fit
4 jenis penempatan
Awal, promosi, transfer, demosi
Masa percobaan
Maks. 3 bulan (UU Ketenagakerjaan) → keputusan status kerja
Sebelum Pertemuan Berikutnya
Minggu Depan
Topik: Penilaian Kinerja Karyawan
Melanjutkan siklus SDM setelah orientasi & penempatan
Bagaimana kinerja karyawan diukur secara adil & terstruktur
TUGAS SEBELUM PERTEMUAN 7
Baca & Refleksi
Wawancara singkat 1 orang bekerja: bagaimana pengalaman orientasi hari pertamanya? Bawa catatan ke kelas.