Dari kekosongan jabatan sampai kandidat yang menandatangani offer letter: bagaimana perusahaan menarik dan memilih orang yang tepat.
RPS MINGGU 5 • 2×50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan proses rekrutmen dan seleksi SDM secara menyeluruh. Secara rinci:
MEMAHAMI
R
Rekrutmen
Menjelaskan sumber internal & eksternal, kelebihan-kekurangannya, dan kapan tiap sumber dipakai.
MEMAHAMI
S
Seleksi
Menjelaskan tahapan seleksi berurutan dan alat ukur (tes, wawancara, referensi) di tiap tahap.
Anda juga akan mampu menghitung rasio seleksi dan mengevaluasi efektivitas biaya proses rekrutmen sebuah perusahaan.
Mengapa Ini Penting?
Kesalahan rekrutmen bukan sekadar merugikan — biayanya nyata dan besar.
Studi SHRM (Society for Human Resource Management) memperkirakan biaya satu kesalahan perekrutan (bad hire) bisa mencapai ~30% dari gaji tahunan karyawan tersebut — mencakup biaya pelatihan, produktivitas hilang, dan biaya rekrutmen ulang.
Bayangkan Tokopedia merekrut seorang data analyst dengan gaji Rp120 juta/tahun, lalu keluar dalam 3 bulan karena tidak cocok — perusahaan tidak hanya kehilangan gaji yang sudah dibayar, tapi juga waktu tim HR, waktu onboarding, dan kesempatan (opportunity cost) proyek yang tertunda.
Rekrutmen dan seleksi yang baik adalah investasi pencegahan — jauh lebih murah daripada memperbaiki kesalahan setelah orang yang salah sudah bekerja.
Rekrutmen vs Seleksi: Dua Hal Berbeda
Rekrutmen (Recruitment)
Proses mencari dan menarik sebanyak mungkin calon pelamar yang memenuhi kualifikasi, untuk mengisi lowongan jabatan.
Arahnya: menambah jumlah kandidat
Hasil: kumpulan pelamar (applicant pool)
Seleksi (Selection)
Proses menyaring dan memilih kandidat terbaik dari kumpulan pelamar yang sudah terkumpul.
Arahnya: mengurangi/menyaring jumlah kandidat
Hasil: satu orang yang diterima kerja
Rekrutmen = corong masuk → Seleksi = penyaring bertingkat
Bagian 1 dari 3
Proses & Sumber Rekrutmen
Dari mana perusahaan mencari kandidat, dan bagaimana tahapannya berjalan.
Tahapan Proses Rekrutmen
Rekrutmen berjalan dalam alur yang runtut, dipicu oleh kebutuhan nyata di lapangan.
PPK (Permintaan Pengisian Karyawan) adalah dokumen resmi dari manajer lini yang meminta divisi SDM mengisi posisi kosong, biasanya berisi kualifikasi minimum dan target waktu pengisian.
Sumber Rekrutmen: Internal vs Eksternal
SUMBER INTERNAL
↑
Promosi & rotasi karyawan
Contoh: BCA mempromosikan teller berprestasi menjadi supervisor cabang. Lebih cepat, biaya rendah, motivasi karyawan naik — tapi kandidat & ide baru terbatas.
SUMBER EKSTERNAL
→
Pasar tenaga kerja luar
Contoh: Astra membuka lowongan management trainee untuk fresh graduate se-Indonesia. Ide & keahlian baru masuk — tapi biaya & waktu onboarding lebih besar.
Sebagian besar perusahaan memakai kombinasi: posisi manajerial sering diisi internal (menjaga budaya & loyalitas), posisi teknis baru/skala besar diisi eksternal (mendatangkan keahlian segar).
Saluran Rekrutmen yang Umum Dipakai
Saluran
Cocok Untuk
Contoh di Indonesia
Job portal online
Volume besar, semua level
JobStreet, LinkedIn, Glints
Kampus (campus hiring)
Fresh graduate, trainee
Job fair UNDIP, Unilever Future Leaders
Referral karyawan
Posisi butuh kepercayaan tinggi
Bonus referral di startup teknologi
Agen/headhunter
Posisi eksekutif, langka
Direktur keuangan, C-level
Media sosial & website perusahaan
Membangun employer branding
Karier.Gojek, Karier.Tokopedia
Hitung dari Nol: Rasio Hasil Rekrutmen (Yield Ratio)
Bagaimana perusahaan menyaring kandidat lewat serangkaian alat ukur.
Tahapan Seleksi Berurutan (Selection Funnel)
Corong ini menyempit di setiap tahap — jumlah kandidat berkurang, tapi biaya per kandidat naik karena tahap lanjut lebih intensif waktu & SDM.
Jenis Alat Ukur dalam Seleksi
TES KEMAMPUAN
IQ
Cognitive ability test
Mengukur kemampuan berpikir logis & numerik. Prediktor kinerja yang cukup kuat untuk banyak jenis pekerjaan.
TES KEPRIBADIAN
P
Psikotes/personality
Mengukur sifat kerja: teliti, tahan tekanan, mudah bekerja tim. Contoh: tes Big Five, Papikostick.
WAWANCARA
W
Interview terstruktur
Wawancara terstruktur (pertanyaan sama untuk semua kandidat) terbukti lebih adil & prediktif dibanding wawancara bebas.
Validitas & Reliabilitas Alat Seleksi
Validitas
Sejauh mana alat tes benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur, dan hasilnya memprediksi kinerja kerja nyata.
Contoh: tes mengetik untuk posisi admin data-entry — valid karena langsung relevan dengan tugas.
Reliabilitas
Sejauh mana alat tes menghasilkan skor yang konsisten jika diulang pada orang & kondisi yang sama.
Contoh: timbangan badan yang setiap ditimbang ulang hasilnya sama — itu reliabel.
Alat seleksi yang baik harus valid DAN reliabel — reliabel saja tidak cukup jika tidak relevan dengan pekerjaan (misalnya tes menyanyi untuk posisi akuntan: reliabel tapi tidak valid).
Hitung dari Nol: Biaya per Karyawan Terekrut (Cost per Hire)
Kasus: Divisi HR PT Nusantara Jaya merekrut 5 karyawan baru dalam satu periode.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Biaya iklan lowongan
Data diberikan
Rp 8.000.000
2. Biaya tes & psikolog
Data diberikan
Rp 12.000.000
3. Biaya wawancara & administrasi
Data diberikan
Rp 5.000.000
4. Total biaya rekrutmen
8jt + 12jt + 5jt
Rp 25.000.000
5. Cost per hire
Rp 25.000.000 ÷ 5 orang
Rp 5.000.000
COST PER HIRE
Rp 5 jt
per karyawan yang diterima
Coba Sendiri: Hitung Cost per Hire Divisi Anda
Ubah komponen biaya iklan, tes, dan wawancara serta jumlah karyawan diterima, lalu amati bagaimana cost per hire berubah.
Isu Kritis: Bias dalam Seleksi
Seleksi yang tidak hati-hati bisa jatuh pada diskriminasi — melanggar hukum & merugikan kualitas rekrutmen.
Contoh bias umum: menolak kandidat hanya karena usia, jenis kelamin, suku, atau penampilan fisik yang tidak relevan dengan tugas pekerjaan.
Di Indonesia, UU Ketenagakerjaan (UU No. 13/2003) melarang diskriminasi dalam kesempatan kerja atas dasar suku, agama, ras, jenis kelamin, dan kondisi fisik.
Solusi praktis: gunakan kriteria seleksi berbasis kompetensi pekerjaan (job-related), bukan preferensi personal pewawancara, dan pakai wawancara terstruktur untuk mengurangi bias subjektif.
Bagian 3 dari 3
Keputusan Akhir & Evaluasi
Menutup proses: dari offering letter sampai mengukur efektivitas keseluruhan.
Keputusan Akhir: Dari Kandidat Terpilih ke Karyawan
Langkah Penutup Seleksi
Rapat pembanding kandidat (biasanya HR + user)
Cek referensi ke atasan sebelumnya
Negosiasi gaji & benefit
Penerbitan offering letter
Setelah Diterima
Tanda tangan kontrak kerja
Masuk masa onboarding/orientasi
Sering ada masa percobaan (probation) ~3 bulan
Orientasi & penempatan karyawan baru akan menjadi topik pertemuan berikutnya — rekrutmen & seleksi bukan akhir, melainkan awal perjalanan karyawan di perusahaan.
Latihan Kelas: Diskusi Kasus
Kasus: Sebuah startup fintech di Jakarta membuka lowongan Customer Service Officer. Dalam satu minggu, mereka menerima 300 pelamar via job portal online. Tim HR hanya punya waktu 3 hari untuk menyaring sebelum wawancara dimulai.
Diskusikan dalam kelompok (10 menit):
Tahapan seleksi mana yang paling efisien untuk menyaring 300 pelamar dengan cepat?
Alat ukur apa yang paling cocok untuk posisi customer service (bukan posisi teknis)?
Bagaimana startup ini bisa menekan cost per hire tanpa mengorbankan kualitas seleksi?
Rangkuman: Peta Proses Rekrutmen & Seleksi
Tahap
Fokus
Metrik Kunci
Rekrutmen
Menarik kandidat sebanyak & sebaik mungkin
Yield ratio
Seleksi administrasi
Menyaring berkas & kualifikasi dasar
% lolos administrasi
Tes & wawancara
Mengukur kemampuan, kepribadian, kecocokan
Validitas & reliabilitas alat tes
Keputusan akhir
Offering letter & kontrak kerja
Cost per hire
Ingat: rekrutmen "menambah" kandidat, seleksi "menyaring" kandidat — dan keduanya harus dijalankan tanpa bias yang melanggar prinsip kesetaraan kerja.
Penutup: Tugas & Minggu Depan
Minggu Depan
Orientasi & Penempatan Karyawan — apa yang terjadi setelah offering letter ditandatangani, dan bagaimana karyawan baru diintegrasikan ke perusahaan.
TUGAS INDIVIDU
✎
Sebelum pertemuan 6
Cari 1 lowongan kerja nyata (JobStreet/LinkedIn) dan identifikasi: sumbernya internal/eksternal? Tahapan seleksi apa yang disebutkan?