stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-04
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 4: Perencanaan dan Peramalan Kebutuhan SDM
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP

Manajemen Sumber Daya Manusia I

Pertemuan 4 — Perencanaan dan Peramalan Kebutuhan SDM

Bagaimana organisasi memastikan jumlah & jenis karyawan yang tepat, di posisi yang tepat, pada waktu yang tepat — sebelum masuk ke rekrutmen dan seleksi di pertemuan berikutnya.

RPS minggu 4 · 2x50 menit
Bagian 1 dari 3
Konsep Dasar Perencanaan SDM
Mengapa perencanaan SDM harus terhubung langsung dengan strategi bisnis, dan bagaimana prosesnya berjalan secara sistematis.

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu merancang perencanaan dan peramalan kebutuhan SDM secara sistematis (Sub-CPMK Minggu 4). Secara rinci:

Pemahaman Konsep
  • Menjelaskan definisi & proses perencanaan SDM serta kaitannya dengan strategi bisnis
  • Mengidentifikasi faktor internal & eksternal yang memengaruhi permintaan SDM
Kemampuan Praktis
  • Menghitung peramalan kebutuhan SDM dengan teknik ratio analysis dan work-load analysis
  • Menganalisis kesenjangan (gap) permintaan-penawaran SDM dan menyusun rencana aksi
Pertemuan ini adalah fondasi untuk pertemuan 5 (Rekrutmen & Seleksi) — hasil peramalan kebutuhan SDM di sini menjadi input langsung proses rekrutmen berikutnya.

Definisi Perencanaan SDM (HR Planning)

Perencanaan SDM = proses sistematis memastikan organisasi punya jumlah & jenis karyawan yang tepat, di posisi yang tepat, pada waktu yang tepat, untuk mencapai tujuan strategis.

Proses ini menjembatani strategic planning (rencana bisnis jangka panjang) dengan realitas kebutuhan tenaga kerja di lapangan.

Fokus Permintaan (Demand)

Meramalkan berapa banyak dan jenis apa karyawan yang dibutuhkan organisasi ke depan, berdasarkan rencana bisnis — misal target ekspansi gerai atau produksi.

Fokus Penawaran (Supply)

Meramalkan ketersediaan karyawan — dari dalam organisasi (promosi/mutasi) maupun dari luar (pasar tenaga kerja).

Mengapa Perencanaan SDM Penting bagi Bisnis?

Hindari Kekurangan
Tanpa perencanaan, gerai baru bisa buka tanpa kasir yang cukup — pelanggan kecewa, penjualan hilang.
Hindari Kelebihan
Kelebihan karyawan membebani biaya gaji tanpa produktivitas sepadan — menekan margin laba perusahaan.
Mendukung Strategi
Rencana ekspansi, digitalisasi, atau efisiensi hanya berhasil kalau tersedia SDM dengan kompetensi yang sesuai.

Perencanaan SDM yang buruk adalah salah satu alasan utama rencana bisnis gagal dieksekusi — bukan karena idenya salah, tapi orangnya tidak siap.

Proses Perencanaan SDM: Empat Langkah Utama

Alur Proses Perencanaan SDM
1. Analisis Tujuan StrategisRencana bisnis & target organisasi2. Peramalan PermintaanBerapa & jenis SDM dibutuhkan3. Peramalan PenawaranKetersediaan internal & eksternal4. Analisis Gap & Rencana AksiRekrutmen, pelatihan, atau efisiensi
Bagian 2 & 3 pertemuan ini fokus pada langkah 2 (Peramalan Permintaan), sementara langkah 3 & 4 kita bahas ringkas sebagai penutup.

Faktor yang Memengaruhi Permintaan SDM

Faktor Internal
  • Rencana ekspansi/kontraksi bisnis (buka/tutup cabang, lini produk baru)
  • Perubahan teknologi & otomasi (mis. kasir digital menggantikan sebagian kasir manual)
  • Turnover karyawan (resign, pensiun, promosi ke jabatan lain)
Faktor Eksternal
  • Kondisi ekonomi makro & permintaan pasar terhadap produk/jasa
  • Regulasi ketenagakerjaan (UU Cipta Kerja, upah minimum, jam kerja)
  • Persaingan industri & ketersediaan tenaga kerja terampil di pasar
Faktor eksternal sering di luar kendali perusahaan — karena itu peramalan SDM harus rutin ditinjau ulang, bukan dibuat sekali lalu dilupakan.
Bagian 2 dari 3
Teknik Peramalan Kebutuhan SDM
Dari penilaian ahli yang kualitatif sampai perhitungan rasio dan beban kerja yang bisa Anda hitung sendiri dari data perusahaan.

Teknik Peramalan Kualitatif

Mengandalkan penilaian dan pengalaman manajer/ahli — cocok saat data historis terbatas atau situasi bisnis sangat baru.

Managerial Judgment

Manajer lini/departemen memberi estimasi kebutuhan SDM berdasarkan pengalaman langsung di lapangan — cepat, tapi rawan bias subjektif.

Teknik Delphi

Sekumpulan ahli/manajer senior mengisi kuesioner estimasi secara anonim & berulang sampai tercapai konsensus — mengurangi bias dari dominasi suara tertentu.

Teknik kualitatif sering dipakai untuk posisi strategis/manajerial yang sulit dihitung murni dengan angka, mis. berapa banyak manager trainee yang dibutuhkan lima tahun ke depan.

Teknik Peramalan Kuantitatif

Mengandalkan data historis & rumus matematis — lebih presisi & bisa diverifikasi, cocok untuk posisi operasional bervolume besar.

Trend & Ratio Analysis

Menghitung rasio produktivitas historis (mis. penjualan per karyawan), lalu diproyeksikan ke target bisnis masa depan.

Work-Load Analysis

Menghitung total jam kerja/beban kerja yang dibutuhkan dari target output, dibagi kapasitas kerja efektif per karyawan.

Dua slide berikutnya adalah praktik "Hitung dari Nol" untuk masing-masing teknik ini — siapkan kalkulator Anda.

Hitung dari Nol #1: Ratio Analysis (Toko Retail)

Toko retail tahun ini membukukan penjualan Rp 20.000.000.000 dengan 40 karyawan penjualan. Tahun depan penjualan diproyeksikan naik 25%. Berapa tambahan karyawan yang dibutuhkan?

LangkahPerhitunganNilai
1. Penjualan tahun ini (diketahui)DiketahuiRp 20.000.000.000
2. Karyawan penjualan saat ini (diketahui)Diketahui40 orang
3. Rasio produktivitas per karyawanRp20 miliar ÷ 40Rp 500.000.000/orang
4. Proyeksi penjualan tahun depan (naik 25%)Rp20 miliar × 1,25Rp 25.000.000.000
5. Kebutuhan karyawan tahun depanRp25 miliar ÷ Rp500 juta50 orang
6. Tambahan karyawan yang harus direkrut50 − 4010 orang
Tambahan Rekrutmen
10 orang
Dengan asumsi rasio produktivitas tetap

Hitung dari Nol #2: Work-Load Analysis (Pabrik Garmen)

Pabrik garmen memproyeksikan produksi 12.000 pcs/bulan, standar waktu 0,5 jam/pcs, jam kerja efektif 8 jam × 20 hari/bulan per karyawan, dengan 30 karyawan saat ini.

LangkahPerhitunganNilai
1. Proyeksi produksi bulan depan (diketahui)Diketahui12.000 pcs
2. Standar waktu produksi per pcs (diketahui)Diketahui0,5 jam/pcs
3. Total jam kerja dibutuhkan12.000 × 0,56.000 jam
4. Jam kerja efektif per karyawan/bulan8 jam × 20 hari160 jam
5. Kebutuhan jumlah karyawan6.000 ÷ 160 = 37,5 → bulatkan ke atas38 orang
6. Kekurangan karyawan yang harus direkrut38 − 308 orang
Kekurangan Tenaga Kerja
8 orang
Dibulatkan ke atas agar target produksi tercapai

Coba Sendiri: Analisis Beban Kerja & Kebutuhan FTE

Susun daftar tugas beserta volume & waktu per unitnya, lalu lihat berapa full-time equivalent (FTE) yang benar-benar dibutuhkan.

Peramalan Penawaran Internal

Setelah tahu kebutuhan, langkah berikutnya: dari mana karyawan itu bisa dipenuhi dari dalam organisasi?

Replacement Chart

Bagan yang memetakan setiap jabatan kunci beserta kandidat pengganti yang siap dipromosikan jika posisi tersebut kosong.

Succession Planning

Proses jangka panjang menyiapkan & mengembangkan karyawan potensial untuk mengisi posisi kepemimpinan di masa depan.

Sumber data penawaran internal: skills inventory (basis data kompetensi karyawan), riwayat kinerja, & rencana promosi/mutasi yang sudah berjalan.

Peramalan Penawaran Eksternal

Jika kebutuhan tidak bisa dipenuhi dari internal, organisasi harus membaca kondisi pasar tenaga kerja di luar.

Kondisi Ekonomi
Tingkat pengangguran & pertumbuhan ekonomi memengaruhi mudah-tidaknya mencari kandidat.
Demografi & Pendidikan
Ketersediaan lulusan sesuai kompetensi (mis. lulusan teknik informatika untuk posisi digital).
Persaingan Perekrut
Perusahaan lain di industri sejenis juga memperebutkan talenta yang sama.

Data acuan: BPS merilis Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) & Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) — berguna memetakan ketersediaan tenaga kerja per wilayah & sektor.

Bagian 3 dari 3
Menyeimbangkan Permintaan & Penawaran
Ketika kebutuhan (demand) dan ketersediaan (supply) tidak sama besar, organisasi harus punya strategi untuk mengatasi kesenjangannya.

Analisis Kesenjangan (Gap) SDM

Bandingkan hasil peramalan permintaan (langkah 2) dengan penawaran (langkah 3) — selisihnya menentukan strategi yang diambil.

KondisiArtiContoh Kasus
Shortage (kekurangan)Permintaan > PenawaranPabrik garmen butuh 38, tersedia 30 → kurang 8 orang
Surplus (kelebihan)Permintaan < PenawaranOtomasi kasir mengurangi kebutuhan, tapi karyawan tetap banyak
Balance (seimbang)Permintaan ≈ PenawaranKondisi ideal — jarang bertahan lama karena bisnis terus berubah
Kondisi shortage dan surplus membutuhkan strategi yang sangat berbeda — jangan disamaratakan.

Coba Sendiri: Proyeksi Gap Rekrutmen Multi-Tahun

Atur pertumbuhan bisnis & tingkat turnover beberapa tahun ke depan, lalu lihat bagaimana kesenjangan permintaan-penawaran SDM berkembang dari tahun ke tahun.

Strategi Mengatasi Shortage & Surplus

Jika Shortage (Kekurangan)
  • Rekrutmen eksternal (permanen/kontrak)
  • Lembur (overtime) sebagai solusi jangka pendek
  • Alih daya (outsourcing) untuk fungsi non-inti
  • Promosi/mutasi internal dipercepat
Jika Surplus (Kelebihan)
  • Pembekuan rekrutmen (hiring freeze)
  • Pelatihan ulang/reposisi (reskilling) ke unit lain
  • Pensiun dini (early retirement) sukarela
  • PHK — opsi terakhir setelah opsi lain dipertimbangkan
Prinsip etis: perusahaan yang bertanggung jawab mencoba opsi reskilling & mutasi sebelum PHK — sesuai semangat UU Ketenagakerjaan.

Studi Kasus: Perencanaan SDM di PT Astra International

Bagaimana Astra Menerapkan HR Planning
  • Program Management Trainee tahunan — bentuk succession planning untuk posisi manajerial masa depan
  • Peramalan kebutuhan disesuaikan dengan rencana ekspansi lini bisnis (otomotif, alat berat, agribisnis, teknologi finansial)
  • Skills inventory internal dipakai untuk isi posisi baru lewat mutasi lintas anak perusahaan sebelum rekrut eksternal
Pelajaran kunci: perencanaan SDM yang matang membuat perusahaan besar bisa tumbuh multi-lini bisnis tanpa kehabisan talenta manajerial di tengah jalan.

Latihan Kelompok: Rancang Peramalan SDM

Instruksi: Bentuk kelompok 4–5 orang. Pilih salah satu skenario bisnis (kafe yang berencana buka 3 cabang baru, atau startup logistik yang proyeksi pengiriman naik 40%). Kerjakan dalam 15 menit:
Langkah 1–2
  • Tentukan asumsi rasio produktivitas/beban kerja Anda sendiri
  • Hitung kebutuhan SDM tahun depan dengan salah satu teknik kuantitatif
Langkah 3–4
  • Identifikasi apakah kondisinya shortage atau surplus
  • Usulkan 2 strategi konkret untuk mengatasi kesenjangan tersebut

Setiap kelompok presentasi hasil hitungan & strategi secara singkat (2 menit/kelompok).

Ringkasan & Pratinjau Pertemuan 5

Yang Sudah Kita Pelajari
  • Perencanaan SDM = proses sistematis 4 langkah, terhubung ke strategi bisnis
  • Teknik kuantitatif (ratio analysis, work-load analysis) untuk peramalan permintaan
  • Analisis gap menentukan strategi: rekrutmen, reskilling, atau efisiensi
Pertemuan 5: Rekrutmen & Seleksi
  • Hasil peramalan hari ini → input jumlah & jenis posisi yang direkrut
  • Sumber rekrutmen internal vs. eksternal, metode seleksi
Tugas persiapan: baca ulang hasil hitungan Anda di latihan kelompok tadi — akan dipakai sebagai dasar kasus rekrutmen pertemuan depan.