Fondasi dari seluruh fungsi SDM: memahami secara sistematis apa yang dikerjakan, bagaimana cara mengerjakannya, dan siapa yang layak mengerjakannya.
RPS MINGGU 3 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Konsep Dasar Analisis Pekerjaan
Mendefinisikan analisis pekerjaan secara tepat, memahami mengapa ia disebut "jantung" dari seluruh fungsi manajemen SDM.
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu melaksanakan analisis pekerjaan dan menyusun dokumen hasilnya (Sub-CPMK Minggu 3). Secara rinci:
Pemahaman Konsep
Menjelaskan definisi & fungsi analisis pekerjaan sebagai fondasi SDM
Membedakan deskripsi pekerjaan (job description) dan spesifikasi pekerjaan (job specification)
Keterampilan Praktis
Memilih metode pengumpulan data yang sesuai konteks organisasi
Menghitung waktu standar kerja & kebutuhan tenaga kerja (beban kerja)
Pustaka acuan minggu ini: Dessler, Human Resource Management, Bab 4; Mondy & Martocchio, Human Resource Management, Bab 4.
Apa Itu Analisis Pekerjaan?
Analisis pekerjaan (job analysis) = proses sistematis mengumpulkan & menganalisis informasi tentang isi, konteks, dan persyaratan suatu pekerjaan.
Hasilnya berupa dua dokumen turunan: deskripsi pekerjaan (apa yang dikerjakan) dan spesifikasi pekerjaan (siapa yang layak mengerjakan).
Fokus: Isi Pekerjaan
Tugas apa saja yang dikerjakan, dengan alat/metode apa, dan seberapa sering. Contoh: teller BRI menghitung uang tunai, memvalidasi setoran, melayani ~80 nasabah/hari.
Fokus: Konteks & Persyaratan
Lingkungan kerja (kantor cabang, jam operasional), risiko, serta pengetahuan/keterampilan minimum yang dibutuhkan (mis. lulusan D3 akuntansi).
Mengapa Analisis Pekerjaan Disebut "Jantung" Fungsi SDM
Hampir seluruh fungsi SDM lain bergantung pada data yang dihasilkan analisis pekerjaan — kalau fondasinya keliru, seluruh bangunan di atasnya ikut goyah.
Deskripsi Pekerjaan vs. Spesifikasi Pekerjaan
Dua dokumen turunan analisis pekerjaan yang sering tertukar — padahal menjawab pertanyaan yang berbeda.
Aspek
Deskripsi Pekerjaan (Job Description)
Spesifikasi Pekerjaan (Job Specification)
Pertanyaan yang dijawab
Apa yang dikerjakan & bagaimana?
Siapa yang layak mengerjakan?
Isi utama
Judul jabatan, ringkasan, daftar tugas, tanggung jawab
Pendidikan, pengalaman, keterampilan, sertifikasi
Contoh penggunaan
Uraian tugas resmi di SK jabatan
Syarat minimum di iklan lowongan kerja
Keduanya biasanya digabung dalam satu dokumen bernama uraian jabatan (job posting/position description) yang dipakai HRD sehari-hari.
Istilah Kunci: Elemen, Tugas, Posisi, Jabatan
Hierarki istilah dari unit terkecil sampai terbesar — sering dipakai bergantian secara keliru dalam percakapan sehari-hari.
Contoh: di sebuah minimarket dengan 5 kasir, ada 5 posisi tapi hanya 1 jabatan — yaitu "Kasir".
Bagian 2 dari 3
Metode Pengumpulan Data Analisis Pekerjaan
Data tentang pekerjaan tidak muncul begitu saja — ada beberapa teknik pengumpulan, masing-masing punya kelebihan dan keterbatasan.
Metode Wawancara (Interview)
Analis bertanya langsung ke pemegang jabatan dan/atau atasannya — metode paling fleksibel dan paling umum dipakai.
Kelebihan
Bisa menggali informasi yang tidak tertulis di manual
Karyawan bisa menjelaskan alasan di balik suatu tugas
Cocok untuk pekerjaan kompleks/manajerial
Keterbatasan
Memakan waktu bila jumlah jabatan banyak
Rawan bias — karyawan cenderung membesar-besarkan tugas demi gaji lebih tinggi
Praktik terbaik: wawancarai pemegang jabatan DAN atasan langsung, lalu bandingkan hasilnya untuk menyaring bias.
Metode Kuesioner (Questionnaire)
Karyawan mengisi formulir terstruktur berisi daftar tugas — efisien untuk menjangkau banyak jabatan sekaligus.
Kuesioner Terbuka
Karyawan menulis bebas tugas & tanggung jawabnya sendiri. Fleksibel, tapi sulit dibandingkan antar-jabatan.
PAQ (Position Analysis Questionnaire)
Kuesioner terstruktur berisi ~194 elemen kerja standar (mis. pengambilan keputusan, penggunaan alat) yang diberi skor — mudah dibandingkan secara statistik antar-jabatan.
Cocok untuk organisasi besar dengan ratusan jabatan (mis. Pertamina, Telkom) yang butuh data cepat & terstandardisasi.
Metode Observasi & Catatan Harian (Diary/Log)
Analis mengamati langsung, atau karyawan mencatat sendiri aktivitasnya secara berkala.
Observasi Langsung
Analis mengamati & mencatat aktivitas pemegang jabatan secara langsung di tempat kerja. Cocok untuk pekerjaan fisik/berulang, mis. operator produksi di pabrik garmen.
Catatan Harian (Diary/Log)
Karyawan mencatat sendiri aktivitas & waktu yang dihabiskan tiap jam/hari. Cocok untuk pekerjaan yang bervariasi tiap hari, mis. manajer proyek.
Observasi kurang cocok untuk pekerjaan mental/kognitif (mis. analis keuangan) karena aktivitas berpikir tidak terlihat dari luar.
Memilih Metode: Perbandingan Ringkas
Tidak ada metode yang sempurna — dalam praktik, analis SDM biasanya menggabungkan lebih dari satu metode (triangulasi).
Metode
Kecepatan
Kedalaman Informasi
Cocok Untuk
Wawancara
Lambat
Tinggi
Jabatan manajerial/kompleks
Kuesioner/PAQ
Cepat
Sedang
Banyak jabatan sekaligus
Observasi
Sedang
Tinggi (fisik)
Pekerjaan manual/berulang
Diary/Log
Lambat
Tinggi
Pekerjaan variatif harian
Triangulasi: kombinasi ≥2 metode meningkatkan validitas hasil analisis pekerjaan.
Hitung dari Nol: Waktu Standar Kerja (Time Study)
Analis mengukur waktu pengepakan produk di gudang e-commerce — berapa waktu standar per unit?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Waktu pengamatan rata-rata (observed time)
Hasil pengukuran langsung di lapangan
12 menit/unit
2. Waktu normal (normal time) — sesuaikan dengan rating factor 110% (pekerja lebih cepat dari rata-rata)
12 × 110%
13,2 menit
3. Kelonggaran (allowance) 15% — untuk lelah, kebutuhan pribadi, hambatan tak terhindar
13,2 × 15%
1,98 menit
4. Waktu standar (standard time)
13,2 + 1,98
15,18 menit
Waktu Standar per Unit
15,18
menit/unit — dasar penetapan target produksi harian
Hitung dari Nol: Analisis Beban Kerja (Workload Analysis)
Sebuah call center menerima 50.000 panggilan/tahun — berapa jumlah petugas customer service yang dibutuhkan?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Volume panggilan per tahun
Data historis operasional
50.000 panggilan
2. Total waktu penanganan (rata-rata 6 menit/panggilan)
50.000 × 6 menit
300.000 menit
3. Konversi ke jam kerja
300.000 ÷ 60
5.000 jam
4. Kebutuhan pegawai penuh waktu (FTE — Full-Time Equivalent), dengan ~1.500 jam efektif/pegawai/tahun
5.000 ÷ 1.500
3,33 → 4 orang
Kebutuhan Tenaga Kerja
4
petugas customer service (dibulatkan ke atas)
Bagian 3 dari 3
Menyusun Dokumen Hasil Analisis Pekerjaan
Data yang sudah dikumpulkan harus dituangkan ke dalam dua dokumen formal yang bisa dipakai fungsi SDM lain — deskripsi & spesifikasi pekerjaan.
Komponen Deskripsi Pekerjaan (Job Description)
Dokumen standar biasanya memuat lima komponen berikut, disusun dari umum ke spesifik.
1–2
Identifikasi jabatan: nama jabatan, departemen, kode jabatan, tanggal disusun
Ringkasan pekerjaan: 2–3 kalimat inti fungsi jabatan
3–5
Tugas & tanggung jawab: daftar tugas utama, biasanya diurutkan dari yang paling sering dilakukan
Hubungan pelaporan: melapor ke siapa, membawahi siapa
Kondisi kerja: jam kerja, lingkungan, risiko fisik
Sering diringkas dengan kerangka KSAO: Knowledge, Skills, Abilities, Other characteristics.
Komponen
Arti
Contoh (Staf Pajak Perusahaan)
K — Knowledge
Pengetahuan teoritis
Memahami PPh Badan & PPN efektif
S — Skills
Keterampilan praktis terlatih
Mahir Excel & software pajak (e-Faktur)
A — Abilities
Kapasitas bawaan/umum
Ketelitian angka, kemampuan analisis
O — Other
Syarat lain: pendidikan, sertifikasi, pengalaman
S1 Akuntansi, brevet pajak A/B, min. 2 tahun pengalaman
Studi Kasus: Menyusun Deskripsi Pekerjaan Kasir Minimarket
Menerapkan kerangka yang sudah dipelajari pada jabatan yang sangat familiar bagi Anda sehari-hari.
Langkah 1–2: Kumpulkan Data
Observasi langsung selama 2 jam shift pagi
Wawancara singkat dengan 3 kasir & 1 kepala toko
Langkah 3–4: Susun Dokumen
Ringkasan: "Melayani transaksi pembayaran pelanggan secara akurat & ramah"
Spesifikasi: min. SMA/sederajat, jujur, mampu operasikan mesin kasir
Hasil akhir: satu dokumen "Uraian Jabatan Kasir" siap dipakai bagian rekrutmen untuk menulis iklan lowongan.
Tren Kontemporer: Analisis Pekerjaan yang Dinamis
Di era kerja yang cepat berubah, pendekatan analisis pekerjaan tradisional (statis, kaku) mulai bergeser.
Pendekatan Tradisional
Dokumen deskripsi pekerjaan dibuat sekali, jarang direvisi, berfokus pada tugas tetap — cocok untuk pekerjaan yang stabil seperti operator produksi.
Pendekatan Berbasis Kompetensi
Berfokus pada kompetensi (pengetahuan-keterampilan-perilaku yang bisa dipindah antar-peran) — cocok untuk peran yang cepat berubah seperti digital marketing specialist.
Banyak perusahaan rintisan & teknologi Indonesia (mis. Gojek, Bukalapak) memakai role profile berbasis kompetensi yang di-review tiap 6–12 bulan, bukan deskripsi kaku bertahun-tahun.
Latihan Mandiri: Praktik Analisis Pekerjaan
Kerjakan sebelum pertemuan berikutnya (Rekrutmen & Seleksi) — hasil analisis ini akan dipakai sebagai bahan diskusi.
Instruksi
Pilih satu jabatan yang Anda kenal dekat (mis. pekerjaan paruh waktu, pekerjaan orang tua, atau magang)
Kumpulkan data dengan ≥2 metode (wawancara singkat + observasi/kuesioner sederhana)
Susun deskripsi pekerjaan (identifikasi, ringkasan, 5 tugas utama) dan spesifikasi pekerjaan (kerangka KSAO)
Hitung estimasi waktu standar untuk salah satu tugas utama (pakai rumus time study slide 13)
Kumpulkan dalam bentuk 1 halaman A4, dibawa saat pertemuan berikutnya untuk didiskusikan berkelompok.