stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-03
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 3: Analisis Pekerjaan
Program Studi Manajemen • FEB

Manajemen Sumber Daya Manusia I

Pertemuan 3 — Analisis Pekerjaan

Fondasi dari seluruh fungsi SDM: memahami secara sistematis apa yang dikerjakan, bagaimana cara mengerjakannya, dan siapa yang layak mengerjakannya.

RPS MINGGU 3 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Konsep Dasar Analisis Pekerjaan
Mendefinisikan analisis pekerjaan secara tepat, memahami mengapa ia disebut "jantung" dari seluruh fungsi manajemen SDM.

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu melaksanakan analisis pekerjaan dan menyusun dokumen hasilnya (Sub-CPMK Minggu 3). Secara rinci:

Pemahaman Konsep
  • Menjelaskan definisi & fungsi analisis pekerjaan sebagai fondasi SDM
  • Membedakan deskripsi pekerjaan (job description) dan spesifikasi pekerjaan (job specification)
Keterampilan Praktis
  • Memilih metode pengumpulan data yang sesuai konteks organisasi
  • Menghitung waktu standar kerja & kebutuhan tenaga kerja (beban kerja)
Pustaka acuan minggu ini: Dessler, Human Resource Management, Bab 4; Mondy & Martocchio, Human Resource Management, Bab 4.

Apa Itu Analisis Pekerjaan?

Analisis pekerjaan (job analysis) = proses sistematis mengumpulkan & menganalisis informasi tentang isi, konteks, dan persyaratan suatu pekerjaan.

Hasilnya berupa dua dokumen turunan: deskripsi pekerjaan (apa yang dikerjakan) dan spesifikasi pekerjaan (siapa yang layak mengerjakan).

Fokus: Isi Pekerjaan

Tugas apa saja yang dikerjakan, dengan alat/metode apa, dan seberapa sering. Contoh: teller BRI menghitung uang tunai, memvalidasi setoran, melayani ~80 nasabah/hari.

Fokus: Konteks & Persyaratan

Lingkungan kerja (kantor cabang, jam operasional), risiko, serta pengetahuan/keterampilan minimum yang dibutuhkan (mis. lulusan D3 akuntansi).

Mengapa Analisis Pekerjaan Disebut "Jantung" Fungsi SDM

Hampir seluruh fungsi SDM lain bergantung pada data yang dihasilkan analisis pekerjaan — kalau fondasinya keliru, seluruh bangunan di atasnya ikut goyah.

Analisis PekerjaanRekrutmen & SeleksiKriteria kandidatPenilaian KinerjaStandar tugasKompensasiBobot & nilai jabatanPelatihanKesenjangan skill

Deskripsi Pekerjaan vs. Spesifikasi Pekerjaan

Dua dokumen turunan analisis pekerjaan yang sering tertukar — padahal menjawab pertanyaan yang berbeda.

AspekDeskripsi Pekerjaan (Job Description)Spesifikasi Pekerjaan (Job Specification)
Pertanyaan yang dijawabApa yang dikerjakan & bagaimana?Siapa yang layak mengerjakan?
Isi utamaJudul jabatan, ringkasan, daftar tugas, tanggung jawabPendidikan, pengalaman, keterampilan, sertifikasi
Contoh penggunaanUraian tugas resmi di SK jabatanSyarat minimum di iklan lowongan kerja
Keduanya biasanya digabung dalam satu dokumen bernama uraian jabatan (job posting/position description) yang dipakai HRD sehari-hari.

Istilah Kunci: Elemen, Tugas, Posisi, Jabatan

Hierarki istilah dari unit terkecil sampai terbesar — sering dipakai bergantian secara keliru dalam percakapan sehari-hari.

ElemenGerak terkecilTugas (task)Aktivitas berbedaPosisiKumpulan tugas 1 orangJabatan (job)Kumpulan posisi serupa
Contoh: di sebuah minimarket dengan 5 kasir, ada 5 posisi tapi hanya 1 jabatan — yaitu "Kasir".
Bagian 2 dari 3
Metode Pengumpulan Data Analisis Pekerjaan
Data tentang pekerjaan tidak muncul begitu saja — ada beberapa teknik pengumpulan, masing-masing punya kelebihan dan keterbatasan.

Metode Wawancara (Interview)

Analis bertanya langsung ke pemegang jabatan dan/atau atasannya — metode paling fleksibel dan paling umum dipakai.

Kelebihan
  • Bisa menggali informasi yang tidak tertulis di manual
  • Karyawan bisa menjelaskan alasan di balik suatu tugas
  • Cocok untuk pekerjaan kompleks/manajerial
Keterbatasan
  • Memakan waktu bila jumlah jabatan banyak
  • Rawan bias — karyawan cenderung membesar-besarkan tugas demi gaji lebih tinggi
Praktik terbaik: wawancarai pemegang jabatan DAN atasan langsung, lalu bandingkan hasilnya untuk menyaring bias.

Metode Kuesioner (Questionnaire)

Karyawan mengisi formulir terstruktur berisi daftar tugas — efisien untuk menjangkau banyak jabatan sekaligus.

Kuesioner Terbuka
Karyawan menulis bebas tugas & tanggung jawabnya sendiri. Fleksibel, tapi sulit dibandingkan antar-jabatan.
PAQ (Position Analysis Questionnaire)
Kuesioner terstruktur berisi ~194 elemen kerja standar (mis. pengambilan keputusan, penggunaan alat) yang diberi skor — mudah dibandingkan secara statistik antar-jabatan.
Cocok untuk organisasi besar dengan ratusan jabatan (mis. Pertamina, Telkom) yang butuh data cepat & terstandardisasi.

Metode Observasi & Catatan Harian (Diary/Log)

Analis mengamati langsung, atau karyawan mencatat sendiri aktivitasnya secara berkala.

Observasi Langsung

Analis mengamati & mencatat aktivitas pemegang jabatan secara langsung di tempat kerja. Cocok untuk pekerjaan fisik/berulang, mis. operator produksi di pabrik garmen.

Catatan Harian (Diary/Log)

Karyawan mencatat sendiri aktivitas & waktu yang dihabiskan tiap jam/hari. Cocok untuk pekerjaan yang bervariasi tiap hari, mis. manajer proyek.

Observasi kurang cocok untuk pekerjaan mental/kognitif (mis. analis keuangan) karena aktivitas berpikir tidak terlihat dari luar.

Memilih Metode: Perbandingan Ringkas

Tidak ada metode yang sempurna — dalam praktik, analis SDM biasanya menggabungkan lebih dari satu metode (triangulasi).

MetodeKecepatanKedalaman InformasiCocok Untuk
WawancaraLambatTinggiJabatan manajerial/kompleks
Kuesioner/PAQCepatSedangBanyak jabatan sekaligus
ObservasiSedangTinggi (fisik)Pekerjaan manual/berulang
Diary/LogLambatTinggiPekerjaan variatif harian
Triangulasi: kombinasi ≥2 metode meningkatkan validitas hasil analisis pekerjaan.

Hitung dari Nol: Waktu Standar Kerja (Time Study)

Analis mengukur waktu pengepakan produk di gudang e-commerce — berapa waktu standar per unit?

LangkahPerhitunganNilai
1. Waktu pengamatan rata-rata (observed time)Hasil pengukuran langsung di lapangan12 menit/unit
2. Waktu normal (normal time) — sesuaikan dengan rating factor 110% (pekerja lebih cepat dari rata-rata)12 × 110%13,2 menit
3. Kelonggaran (allowance) 15% — untuk lelah, kebutuhan pribadi, hambatan tak terhindar13,2 × 15%1,98 menit
4. Waktu standar (standard time)13,2 + 1,9815,18 menit
Waktu Standar per Unit
15,18
menit/unit — dasar penetapan target produksi harian

Hitung dari Nol: Analisis Beban Kerja (Workload Analysis)

Sebuah call center menerima 50.000 panggilan/tahun — berapa jumlah petugas customer service yang dibutuhkan?

LangkahPerhitunganNilai
1. Volume panggilan per tahunData historis operasional50.000 panggilan
2. Total waktu penanganan (rata-rata 6 menit/panggilan)50.000 × 6 menit300.000 menit
3. Konversi ke jam kerja300.000 ÷ 605.000 jam
4. Kebutuhan pegawai penuh waktu (FTEFull-Time Equivalent), dengan ~1.500 jam efektif/pegawai/tahun5.000 ÷ 1.5003,33 → 4 orang
Kebutuhan Tenaga Kerja
4
petugas customer service (dibulatkan ke atas)
Bagian 3 dari 3
Menyusun Dokumen Hasil Analisis Pekerjaan
Data yang sudah dikumpulkan harus dituangkan ke dalam dua dokumen formal yang bisa dipakai fungsi SDM lain — deskripsi & spesifikasi pekerjaan.

Komponen Deskripsi Pekerjaan (Job Description)

Dokumen standar biasanya memuat lima komponen berikut, disusun dari umum ke spesifik.

1–2
  • Identifikasi jabatan: nama jabatan, departemen, kode jabatan, tanggal disusun
  • Ringkasan pekerjaan: 2–3 kalimat inti fungsi jabatan
3–5
  • Tugas & tanggung jawab: daftar tugas utama, biasanya diurutkan dari yang paling sering dilakukan
  • Hubungan pelaporan: melapor ke siapa, membawahi siapa
  • Kondisi kerja: jam kerja, lingkungan, risiko fisik

Komponen Spesifikasi Pekerjaan (Job Specification)

Sering diringkas dengan kerangka KSAO: Knowledge, Skills, Abilities, Other characteristics.

KomponenArtiContoh (Staf Pajak Perusahaan)
K — KnowledgePengetahuan teoritisMemahami PPh Badan & PPN efektif
S — SkillsKeterampilan praktis terlatihMahir Excel & software pajak (e-Faktur)
A — AbilitiesKapasitas bawaan/umumKetelitian angka, kemampuan analisis
O — OtherSyarat lain: pendidikan, sertifikasi, pengalamanS1 Akuntansi, brevet pajak A/B, min. 2 tahun pengalaman

Studi Kasus: Menyusun Deskripsi Pekerjaan Kasir Minimarket

Menerapkan kerangka yang sudah dipelajari pada jabatan yang sangat familiar bagi Anda sehari-hari.

Langkah 1–2: Kumpulkan Data
  • Observasi langsung selama 2 jam shift pagi
  • Wawancara singkat dengan 3 kasir & 1 kepala toko
Langkah 3–4: Susun Dokumen
  • Ringkasan: "Melayani transaksi pembayaran pelanggan secara akurat & ramah"
  • Spesifikasi: min. SMA/sederajat, jujur, mampu operasikan mesin kasir
Hasil akhir: satu dokumen "Uraian Jabatan Kasir" siap dipakai bagian rekrutmen untuk menulis iklan lowongan.

Tren Kontemporer: Analisis Pekerjaan yang Dinamis

Di era kerja yang cepat berubah, pendekatan analisis pekerjaan tradisional (statis, kaku) mulai bergeser.

Pendekatan Tradisional

Dokumen deskripsi pekerjaan dibuat sekali, jarang direvisi, berfokus pada tugas tetap — cocok untuk pekerjaan yang stabil seperti operator produksi.

Pendekatan Berbasis Kompetensi

Berfokus pada kompetensi (pengetahuan-keterampilan-perilaku yang bisa dipindah antar-peran) — cocok untuk peran yang cepat berubah seperti digital marketing specialist.

Banyak perusahaan rintisan & teknologi Indonesia (mis. Gojek, Bukalapak) memakai role profile berbasis kompetensi yang di-review tiap 6–12 bulan, bukan deskripsi kaku bertahun-tahun.

Latihan Mandiri: Praktik Analisis Pekerjaan

Kerjakan sebelum pertemuan berikutnya (Rekrutmen & Seleksi) — hasil analisis ini akan dipakai sebagai bahan diskusi.

Instruksi
  • Pilih satu jabatan yang Anda kenal dekat (mis. pekerjaan paruh waktu, pekerjaan orang tua, atau magang)
  • Kumpulkan data dengan ≥2 metode (wawancara singkat + observasi/kuesioner sederhana)
  • Susun deskripsi pekerjaan (identifikasi, ringkasan, 5 tugas utama) dan spesifikasi pekerjaan (kerangka KSAO)
  • Hitung estimasi waktu standar untuk salah satu tugas utama (pakai rumus time study slide 13)
Kumpulkan dalam bentuk 1 halaman A4, dibawa saat pertemuan berikutnya untuk didiskusikan berkelompok.