stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-11
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 11: Merger & Akuisisi

Manajemen Stratejik · Pertemuan 11

Merger & Akuisisi

Strategi pertumbuhan eksternal: mengapa perusahaan bergabung, bagaimana prosesnya, dan mengapa sebagian besar gagal.

Merger, Akuisisi, & Takeover — Apa Bedanya?

KonsepDefinisiEntitas Setelah TransaksiContoh
MergerDua perusahaan setara bersepakat bergabung menjadi satu entitas baruEntitas baru (keduanya lebur)Gojek + Tokopedia → GoTo (2021)
AkuisisiSatu perusahaan membeli & mengendalikan perusahaan lain; keduanya bisa tetap adaAcquirer tetap eksis, target bisa tetap atau dileburDisney akuisisi Pixar (2006)
TakeoverPengambilalihan kontrol — bisa friendly (disetujui) atau hostile (melawan kehendak manajemen)Acquirer mengendalikan targetHostile takeover Cadbury oleh Kraft (2010)
Catatan: Dalam praktik, istilah "M&A" digunakan secara luas untuk mencakup semua bentuk penggabungan usaha, termasuk konsolidasi dan pembelian aset.

M&A dalam Angka: Skala Global

Nilai Transaksi Global (2023)
$3,2T
USD (Triliun)
Pasar M&A global tetap masif meski turun dari puncak $5,9 triliun di 2021 akibat kenaikan suku bunga.
Tingkat Kegagalan M&A
70–90%
gagal menciptakan nilai
Sebagian besar penelitian (McKinsey, Harvard) menunjukkan mayoritas M&A menghancurkan nilai pemegang saham acquirer.
Premi Akuisisi Rata-Rata
20–40%
di atas harga pasar
Acquirer biasanya membayar premi signifikan atas harga saham target — ini adalah "biaya" untuk mendapatkan kontrol.
Paradoks M&A: Meski statistik menunjukkan kegagalan yang tinggi, volume transaksi M&A terus besar — mengapa CEO tetap mengejar strategi ini?
Bagian 1
Jenis-Jenis
Merger & Akuisisi
Klasifikasi berdasarkan hubungan industri antara acquirer dan target — menentukan logika strategis dan potensi sinergi.

Tiga Jenis Utama M&A

① Horizontal

Perusahaan dalam industri & rantai nilai yang sama bergabung.

  • Tujuan: market power, skala ekonomi, eliminasi pesaing
  • Risiko regulasi antimonopoli tinggi
  • Contoh: merger maskapai (merger Lion Air Group)
Sinergi terbesar dari efisiensi biaya operasional
② Vertikal

Perusahaan dalam rantai nilai berbeda namun industri sama bergabung.

  • Forward: ke arah distribusi/pelanggan
  • Backward: ke arah pemasok/bahan baku
  • Contoh: Amazon akuisisi Whole Foods (retail ke groceries)
Sinergi dari kontrol rantai pasokan
③ Konglomerat

Perusahaan dari industri yang tidak berkaitan bergabung.

  • Tujuan: diversifikasi risiko, alokasi modal internal
  • Sinergi operasional paling kecil
  • Contoh: BRI akuisisi Pegadaian & PNM (2021)
Sinergi dari diversifikasi portofolio bisnis

Mengapa Perusahaan Melakukan M&A? — Motif Strategis

🔗 Sinergi (Synergy)
  • Sinergi operasional: efisiensi biaya, skala ekonomi, eliminasi duplikasi
  • Sinergi finansial: biaya modal lebih rendah, kapasitas utang lebih besar
  • Sinergi pendapatan: cross-selling, akses pasar baru
2 + 2 = 5 (nilai gabungan > nilai terpisah)
🏛️ Market Power
  • Mengurangi persaingan dengan mengakuisisi rival
  • Meningkatkan bargaining power terhadap supplier & buyer
  • Membangun entry barrier bagi pendatang baru
🧩 Resource Acquisition
  • Mendapatkan aset strategis: teknologi, paten, talent, brand
  • Lebih cepat & murah daripada membangun sendiri (build vs. buy)
  • Contoh: Facebook beli Instagram ($1M) daripada membangun fitur serupa
💰 Manfaat Pajak & Finansial
  • Tax shield dari kerugian fiskal (tax loss carryforward)
  • Optimasi struktur modal konsolidasi
  • Undervalued asset: membeli aset di bawah nilai pasar
  • Diversifikasi risiko untuk pemegang saham

Studi Kasus: Disney — Maestro Akuisisi Strategis

TargetTahunNilaiLogika Strategis
Pixar2006$7,4MTeknologi animasi CGI & kreativitas; menyelamatkan divisi animasi Disney
Marvel2009$4,24M5.000+ karakter superhero; waralaba franchise tak terbatas (MCU)
LucasFilm2012$4,05MStar Wars & Indiana Jones; konten evergreen untuk generasi baru
Hasil: Nilai Disney melonjak dari ~$30M (2005) menjadi puncak ~$350M (2021). Ketiga akuisisi menghasilkan pendapatan ratusan miliar dolar.
🎯 Kunci Keberhasilan Disney
  • Otonomi kreatif: Pixar & Marvel tetap beroperasi independen — tidak diintegrasikan paksa
  • Brand architecture: identitas masing-masing target dipertahankan
  • Synergy exploitation: theme park, merchandise, streaming (Disney+)
  • Cultural fit: semua target sejalan dengan misi "storytelling"
  • Visionary leadership: Bob Iger punya blueprint jelas sebelum akuisisi
"Kita tidak membeli perusahaan, kita membeli cerita dan karakter yang bisa menemani anak-anak selama generasi." — Bob Iger
Bagian 2
Proses M&A:
Dari Strategi hingga Closing
M&A bukan kejadian sesaat — ini proses panjang yang bisa memakan waktu 6 bulan hingga 2 tahun, melibatkan tim hukum, keuangan, dan operasional.

Enam Tahapan Proses M&A

1 Strategi & Screening
  • Definisikan tujuan strategis & kriteria target ideal
  • Identifikasi dan long-list kandidat potensial
  • Analisis awal fit strategis dan finansial
2 Due Diligence
  • Investigasi menyeluruh: finansial, legal, operasional, SDM
  • Identifikasi risiko tersembunyi (hidden liabilities)
  • Verifikasi klaim manajemen target
  • Biasanya 60–120 hari, sangat intensif
3 Valuasi & Penawaran
  • Hitung nilai intrinsik target (DCF, multiples)
  • Tentukan batas maksimum harga yang mau dibayar (walk-away price)
  • Negosiasi harga dan struktur transaksi
4 Negosiasi & LOI
  • Letter of Intent (LOI): pernyataan niat non-binding
  • Negosiasi term sheet: harga, earn-out, representasi & warranties
  • Pilih struktur: asset deal vs. share deal
5 Persetujuan Regulasi
  • Notifikasi KPPU (Indonesia) untuk M&A skala besar
  • Persetujuan OJK untuk sektor keuangan
  • Persetujuan pemegang saham kedua belah pihak
6 Closing & Integrasi
  • Penandatanganan SPA (Sale & Purchase Agreement) final
  • Transfer kepemilikan & pembayaran
  • Kickoff integrasi pasca-merger (PMI)

Metode Valuasi Target Akuisisi

📊 Discounted Cash Flow (DCF)

Nilai perusahaan = nilai sekarang dari arus kas bebas masa depan yang diproyeksikan.

V = Σ [FCFt / (1 + WACC)ᵗ] + Terminal Value
  • Kelebihan: berbasis fundamental, fleksibel
  • Kelemahan: sangat sensitif terhadap asumsi (WACC, growth rate)
  • Small change in WACC → big change in valuation
  • Cocok untuk perusahaan dengan arus kas stabil & dapat diprediksi
📐 Market Comparables (Multiples)

Bandingkan target dengan perusahaan sejenis yang sudah punya nilai pasar.

MultipleRumusKegunaan
EV/EBITDAEnterprise Value ÷ EBITDAPaling umum di M&A
P/E RatioHarga Saham ÷ EPSPerbandingan profitabilitas
EV/RevenueEnterprise Value ÷ RevenueUntuk startup/high-growth
P/BVHarga Saham ÷ Book ValuePerbankan & asuransi
  • Kelebihan: refleksi kondisi pasar nyata
  • Kelemahan: bergantung pada ketersediaan comparable yang benar-benar sejenis

Coba Sendiri: Hitung Valuasi DCF Target Akuisisi

Geser asumsi WACC dan pertumbuhan arus kas, lalu amati betapa sensitifnya nilai perusahaan hasil DCF terhadap perubahan kecil asumsi tersebut.

Coba Sendiri: Uji Akresi/Dilusi EPS dari Sinergi M&A

Atur nilai sinergi dan harga penawaran akuisisi, lalu amati apakah transaksi tersebut bersifat akresif atau dilutif terhadap EPS pengakuisisi.

Studi Kasus: Meta — Akuisisi untuk Eliminasi Ancaman

TargetTahunNilaiMotif Utama
Instagram2012$1 miliarDominasi photo sharing; eliminasi kompetitor mobile yang tumbuh cepat
WhatsApp2014$19 miliarDominasi messaging global; 450 juta pengguna aktif saat akuisisi
Kontroversi: FTC AS menuduh Facebook secara sistematis mengakuisisi rival untuk mempertahankan monopoli — kasus antimonopoli masih bergulir (2024). Kedua akuisisi kini dianggap "killer acquisition."
💡 Pelajaran Strategis
  • Buy vs. Build: Facebook memilih membeli daripada membangun — lebih cepat dan lebih pasti
  • Valuasi non-konvensional: WhatsApp hanya punya 55 karyawan saat dibeli $19M — valuasi berbasis potential, bukan profit
  • Network effect: nilai platform bertambah eksponensial seiring pengguna
  • Risiko regulasi: dominasi pasar melalui M&A memicu pengawasan ketat regulator antitrust
Nilai Instagram Saat Ini (estimasi 2023)
$100M+
Dibeli $1M → kini bernilai 100x lipat
Bagian 3
Tantangan Integrasi
Pasca-Merger
Nilai M&A tidak tercipta saat penandatanganan kontrak — melainkan saat integrasi berhasil dieksekusi. Inilah fase tersulit dan tersering gagal.

Integrasi Budaya — Tantangan Paling Sulit

"Culture eats strategy for breakfast" — Peter Drucker.
Perbedaan budaya organisasi adalah penyebab kegagalan PMI nomor satu.
⚠️ Sumber Culture Clash
  • Gaya kepemimpinan: hierarkis vs. flat/agile
  • Orientasi risiko: konservatif vs. inovatif/startup
  • Proses kerja: formal vs. informal
  • Bahasa & komunikasi: jargon, norma rapat, cara pengambilan keputusan
  • Kompensasi & benefit: perbedaan paket remunerasi menciptakan kecemburuan
  • National culture: M&A lintas negara menambah lapisan kompleksitas
📋 Strategi Integrasi Budaya
  • Cultural assessment sebelum deal selesai (bukan sesudah)
  • Integration Management Office (IMO) dengan mandate jelas
  • Komunikasi terbuka & transparan kepada semua karyawan
  • Quick wins: tunjukkan manfaat nyata dalam 100 hari pertama
  • Retensi talent kunci: retention bonus, peran baru yang menarik
  • Hindari "conqueror mentality" — acquirer tidak selalu lebih baik
Data: Rata-rata 25–50% eksekutif senior perusahaan target hengkang dalam 2 tahun pertama setelah akuisisi — padahal merekalah yang membawa value.

Studi Kasus: Merger Gojek & Tokopedia → GoTo (2021)

🔍 Latar Belakang Merger
  • Gojek: super-app transportasi & layanan lokal, kuat di off-line economy
  • Tokopedia: e-commerce terbesar Indonesia, kuat di digital commerce
  • Keduanya menghadapi tekanan dari Shopee (Sea Group) yang dibekali modal besar dari Tencent
  • Merger memungkinkan IPO gabungan & valuasi lebih besar ($18 miliar)
📈 Logika Strategis
  • Ekosistem terintegrasi: pesan → bayar → kirim → terima dalam satu platform
  • Leverage data: data perilaku konsumen lintas layanan
  • Cost efficiency: konsolidasi tim teknologi & infrastruktur
  • GoTo Financial: ambisi menjadi super-app finansial
⚠️ Tantangan yang Dihadapi
  • Integrasi dua sistem teknologi yang sangat berbeda
  • Ego & budaya dua perusahaan yang sama-sama besar
  • PHK massal pasca-IPO (efisiensi biaya) memukul moral karyawan
  • Tekanan investor publik untuk profitabilitas cepat
  • Harga saham GoTo turun drastis pasca-IPO (2022–2023)
Refleksi: GoTo adalah kasus M&A yang masih "dalam proses" — terlalu dini untuk menilai keberhasilan jangka panjang. Ini bukti bahwa integrasi membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Mengapa Sebagian Besar M&A Gagal Menciptakan Nilai?

🧠 Overconfidence (Hubris)
CEO
Bias
CEO terlalu yakin bahwa mereka bisa mengelola integrasi — menaikkan penawaran melebihi nilai rasional. Disebut "winner's curse."
💸 Overpayment
Premi
Terlalu Tinggi
Premi akuisisi terlalu besar sehingga sinergi yang dijanjikan tidak cukup untuk menutup biaya tambahan yang dibayarkan.
⚙️ Poor Integration
PMI
Gagal
Eksekusi integrasi buruk: sistem IT tidak kompatibel, talent kunci hengkang, budget PMI tidak memadai.
🔍 Penyebab Lain Kegagalan
  • Due diligence tidak cukup mendalam (hidden liabilities)
  • Culture clash yang tidak diprediksi & tidak ditangani
  • Sinergi yang terlalu optimistis saat proyeksi
  • Perubahan kondisi pasar setelah deal selesai
  • Regulasi antimonopoli yang memaksa divestasi
Fakta Penelitian McKinsey (2023):
Hanya 33% M&A menghasilkan return di atas biaya modal dalam 3 tahun pertama. Namun, perusahaan yang melakukan M&A secara programatik (kecil, sering, disiplin) lebih berhasil daripada yang melakukan "big bang" deal satu kali.
Bagian 4
Alternatif M&A
& Regulasi di Indonesia
Sebelum memutuskan M&A, perusahaan harus mempertimbangkan alternatif yang lebih murah dan kurang berisiko — serta memahami kerangka regulasi yang berlaku.

Alternatif Strategi Pertumbuhan Eksternal

M&A bukan satu-satunya cara tumbuh secara eksternal. Pilih instrumen yang tepat sesuai tujuan, anggaran, dan toleransi risiko.

🤝 Strategic Alliance

Kerjasama formal tanpa kepemilikan saham — fleksibel & mudah diakhiri.

  • Berbagi sumber daya & risiko
  • Akses pasar baru tanpa investasi besar
  • Contoh: Garuda Indonesia + SkyTeam alliance
  • Risiko: partner bisa jadi kompetitor
🏭 Joint Venture (JV)

Entitas baru dibentuk bersama dua pihak yang masing-masing menyumbang modal & keahlian.

  • Kepemilikan bersama, tanggung jawab bersama
  • Cocok untuk pasar baru/regulasi lokal
  • Contoh: JV Toyota-Astra untuk pasar Indonesia
  • Risiko: konflik tata kelola antar partner
📄 Licensing & Franchise

Menjual hak penggunaan IP, teknologi, atau merek kepada pihak lain.

  • Modal rendah, risiko rendah
  • Ekspansi cepat tanpa kepemilikan aset
  • Contoh: franchise KFC, McDonald's di Indonesia
  • Risiko: kontrol kualitas terbatas
KriteriaM&AJoint VentureStrategic Alliance
KontrolPenuhDibagiMinimal
InvestasiSangat TinggiMenengahRendah
RisikoTinggiMenengahRendah
Potensi SinergiTinggiMenengahTerbatas
Waktu EksekusiLama (6–24 bln)MenengahCepat

Regulasi M&A di Indonesia

⚖️ Kerangka Regulasi Utama
  • UU No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas — mengatur merger, konsolidasi, dan akuisisi secara umum
  • PP No. 57/2010 tentang Penggabungan/Peleburan Badan Usaha — kewajiban notifikasi ke KPPU
  • UU No. 5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli — dasar hukum pengawasan KPPU
  • Peraturan OJK — untuk M&A di sektor keuangan (bank, asuransi, sekuritas)
  • UU Penanaman Modal — pembatasan kepemilikan asing di sektor tertentu (Daftar Negatif Investasi)
🏛️ Peran KPPU
  • Komisi Pengawas Persaingan Usaha — otoritas antimonopoli Indonesia
  • Wajib notifikasi: transaksi di atas ambang batas aset/penjualan tertentu
  • Evaluasi dampak terhadap persaingan pasar (market concentration)
  • KPPU bisa menyetujui, menyetujui bersyarat, atau menolak M&A
  • Contoh: KPPU mengawasi merger telekomunikasi (Indosat-Tri, 2022)
Kasus Indosat Ooredoo + Hutchison Tri Indonesia (2022): Merger horizontal dua operator telekomunikasi. KPPU menyetujui bersyarat — Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) harus memenuhi komitmen kualitas layanan.

Studi Kasus: BRI & Holding Ultra Mikro (2021)

🏦 Latar Belakang Transaksi
  • BRI mengakuisisi saham mayoritas Pegadaian (dari PT PPA) dan PNM (dari Kementerian BUMN) — membentuk Holding Ultra Mikro
  • Nilai transaksi: ~Rp 25,6 triliun untuk Pegadaian + PNM
  • Tujuan: melayani 33 juta+ nasabah ultra mikro yang belum terlayani perbankan formal
  • Direalisasikan September 2021; BRI sebagai induk holding
🎯 Logika Strategis
  • Sinergi: layanan terintegrasi (tabungan, kredit, gadai, investasi) dalam satu ekosistem
  • Data nasabah gabungan untuk credit scoring yang lebih akurat
  • Efisiensi distribusi: kantor Pegadaian & BRI Unit saling melengkapi
  • Mendukung inklusi keuangan nasional (target pemerintah)
Nasabah Ultra Mikro yang Dilayani
33 Jt+
nasabah gabungan BRI-Pegadaian-PNM
Merupakan segmen terbesar yang selama ini underserved oleh perbankan konvensional — potensial besar untuk inklusi keuangan.
Pelajaran: Holding Ultra Mikro adalah contoh M&A yang diinisiasi pemerintah dengan tujuan ganda: efisiensi BUMN dan misi sosial inklusi keuangan. Tidak semua M&A murni didorong motif profit — ada M&A dengan mandat kebijakan publik.

Ringkasan & Implikasi Manajerial

📚 Poin Kunci Pertemuan Ini
  • M&A adalah strategi pertumbuhan eksternal dengan potensi nilai besar — tetapi juga risiko tinggi
  • Jenis M&A (horizontal, vertikal, konglomerat) menentukan logika sinergi yang diharapkan
  • Motif strategis yang valid: sinergi, market power, resource acquisition — bukan ego CEO
  • Due diligence & valuasi yang cermat adalah fondasi deal yang baik
  • Post-merger integration (PMI), terutama aspek budaya, adalah penentu sukses atau gagal
  • 70–90% M&A gagal menciptakan nilai — disiplin & kehati-hatian sangat penting
🧭 Kerangka Keputusan M&A
  • Apakah ada fit strategis yang jelas? M&A harus mendukung strategi korporat, bukan menggantikannya
  • Berapa harga yang rasional? Jangan terjebak "winner's curse" — siapkan walk-away price
  • Apakah integrasi bisa dilakukan? Realistically assess kemampuan internal untuk mengintegrasikan
  • Adakah alternatif yang lebih baik? Pertimbangkan alliance atau JV sebelum akuisisi penuh
Final Thought: M&A yang sukses adalah yang dimulai dengan strategi yang jelas, dieksekusi dengan disiplin proses, dan diikuti dengan integrasi yang sabar. Disney membuktikannya — GoTo sedang membuktikannya.

📖 Baca juga: Dcf Valuation — penjelasan mendalam dan contoh numerik.