‹ Daftar slidePertemuan 10: Strategi Internasional & Globalisasi
Strategi Internasional & Globalisasi
Pertemuan 10 — Manajemen Stratejik
Mengapa, bagaimana, dan ke mana perusahaan merambah pasar global — dari teori hingga praktik nyata
Mengapa Perusahaan Go-International?
Pasar
1
Saturasi Domestik
Pertumbuhan pasar lokal melandai; ekspansi luar negeri membuka volume penjualan baru.
Biaya
2
Efisiensi Skala
Produksi massal lintas pasar menurunkan biaya per unit & memaksimalkan utilisasi kapasitas.
Sumber Daya
3
Akses Faktor Produksi
Teknologi, bahan baku, tenaga kerja terampil, atau modal di negara lain lebih kompetitif.
Diversifikasi Risiko Penyebaran operasi ke berbagai geografi melindungi perusahaan dari guncangan ekonomi di satu negara.
Keunggulan Lokasi Cluster industri (Silicon Valley, Shenzhen) menawarkan ekosistem inovasi yang sulit direplikasi di negara asal.
Mode of Entry: Spektrum Komitmen & Kontrol
Mode Entry
Komitmen Sumber Daya
Kontrol
Risiko
Contoh
Ekspor
Rendah
Rendah
Rendah
UKM Indonesia ekspor furnitur ke Eropa
Lisensi
Sangat Rendah
Sangat Rendah
Rendah–Sedang
Microsoft lisensi Windows ke OEM global
Franchising
Rendah
Sedang
Sedang
McDonald's, KFC masuk Indonesia via franchise
Joint Venture
Sedang–Tinggi
Bersama
Sedang
Tesla + CATL untuk baterai; Gojek × Tokopedia
Wholly-Owned Subsidiary
Sangat Tinggi
Penuh
Tinggi
Apple Store di seluruh dunia; Amazon India
Coba Sendiri: Geser Posisi di Spektrum Mode Entry
Geser sepanjang spektrum komitmen sumber daya dan lihat bagaimana kontrol serta risiko berubah dari ekspor hingga wholly-owned subsidiary.
Bagian 2
Integration–Responsiveness Framework
Bartlett & Ghoshal: Bagaimana perusahaan menyeimbangkan efisiensi global dengan adaptasi lokal?
Empat Tipologi Bartlett & Ghoshal
🌐 Strategi Global
Integrasi Tinggi | Responsivitas Rendah
Produk & strategi seragam di seluruh dunia
Efisiensi biaya menjadi prioritas
Keputusan terpusat di kantor pusat
Contoh: Intel, Boeing
🏘️ Strategi Multinasional
Integrasi Rendah | Responsivitas Tinggi
Subsidiaries beroperasi semi-otonom
Adaptasi kuat terhadap pasar lokal
Desentralisasi tinggi
Contoh: Unilever (produk berbeda tiap negara)
📦 Strategi Internasional
Integrasi Rendah | Responsivitas Rendah
Transfer teknologi/produk dari HQ ke subsidiaries
Sedikit adaptasi lokal
Cocok untuk pasar dengan kebutuhan serupa HQ
Contoh: Harley-Davidson di fase awal ekspansi
🔁 Strategi Transnasional
Integrasi Tinggi | Responsivitas Tinggi
Efisiensi global + adaptasi lokal secara bersamaan
Pembelajaran organisasi antar unit
Paling kompleks, namun paling kompetitif
Contoh: Apple, Nestlé, P&G
Studi Kasus: Apple — Transnasional Sejati
🔗 Global Supply Chain (Integrasi)
Desain di Cupertino, AS — satu platform global
Manufaktur di China (Foxconn/Pegatron) untuk efisiensi biaya
Komponen dari 43 negara: layar Korea, chip Taiwan
Logistik JIT menekan inventory cost
📍 Local Customization (Responsivitas)
Dual-SIM iPhone untuk pasar India & China
Apple Pay disesuaikan dengan sistem pembayaran lokal (Alipay partnership)
App Store mengikuti regulasi konten tiap negara
Keyboard & fitur Siri dalam 40+ bahasa
Insight: Apple membuktikan bahwa standarisasi platform (iOS/chip Apple Silicon) dan kustomisasi fitur lokal dapat berjalan beriringan — inilah esensi strategi transnasional.
OLI Framework — Teori Dunning tentang FDI
Perusahaan melakukan Foreign Direct Investment (FDI) jika memiliki tiga keunggulan secara bersamaan:
O — Ownership
O
Keunggulan Kepemilikan
Aset unik yang dimiliki perusahaan: merek, teknologi, paten, kapabilitas manajerial. Contoh: brand premium Apple, AI Google.
L — Location
L
Keunggulan Lokasi
Daya tarik negara tujuan: biaya produksi rendah, pasar besar, SDA, infrastruktur, regulasi kondusif. Contoh: China untuk manufaktur, India untuk IT.
I — Internalization
I
Keunggulan Internalisasi
Lebih menguntungkan menggunakan aset sendiri (FDI) daripada menjual/lisensi ke pihak lain, untuk proteksi IP dan kontrol kualitas.
Contoh Tesla: O = teknologi EV + software OTA; L = pasar EV China terbesar di dunia + subsidi pemerintah; I = kontrol penuh Gigafactory Shanghai daripada lisensi ke SAIC.
Bagian 3
Diamond Model Porter
Mengapa negara tertentu lebih kompetitif dalam industri tertentu? Porter menjawab dengan empat penentu keunggulan nasional.
Diamond Model Porter: Keunggulan Nasional
💎 Faktor Kondisi
Sumber daya manusia terampil, modal, infrastruktur
Sumber daya alam yang melimpah
Investasi R&D dan sistem pendidikan
Indonesia: SDA nikel untuk baterai EV, tenaga kerja muda berlimpah
📊 Kondisi Permintaan
Konsumen domestik yang demanding mendorong inovasi
Ukuran pasar domestik yang besar
Konsumen early adopter teknologi
China: konsumen EV & smartphone mendorong inovasi BYD, Xiaomi
🏭 Industri Terkait & Pendukung
Ekosistem supplier lokal yang kompetitif
Cluster industri meningkatkan spillover pengetahuan
Korupsi & kepastian hukum masih menjadi kekhawatiran
Infrastruktur antar pulau belum merata
Kualitas SDM di luar Jawa masih perlu peningkatan
CAGE Framework — Mengukur Jarak Antar Negara
Pankaj Ghemawat: "Jarak" antara dua negara bukan hanya soal geografi, tetapi mencakup 4 dimensi yang mempengaruhi daya tarik ekspansi.
Dimensi
Faktor Utama
Contoh: Indonesia → Vietnam
Implikasi Strategis
C — Cultural
Bahasa, agama, nilai, etnis
Bahasa berbeda; Islam dominan (ID) vs. Buddha/tanpa agama (VN)
Perlu adaptasi konten, pemasaran, & HR practices
A — Administrative
Regulasi, kolonial ties, mata uang, blok perdagangan
Keduanya anggota ASEAN — FTA memudahkan ekspor
ASEAN membership mengurangi hambatan administratif
G — Geographic
Jarak fisik, akses laut, iklim, ukuran
Jarak Jakarta–Ho Chi Minh ±1.800 km; iklim tropis serupa
Logistik relatif efisien; iklim serupa memudahkan adaptasi produk
E — Economic
GDP, pendapatan per kapita, infrastruktur, biaya faktor
GDP per kapita VN ($4.100) vs. ID ($4.900) — relatif setara
Segmen pasar yang mirip; strategi harga dapat diadaptasi
Coba Sendiri: Bandingkan Jarak Budaya Hofstede Dua Negara
Pilih dua negara dan geser keenam dimensi Hofstede untuk melihat seberapa besar jarak budaya yang harus dijembatani strategi internasionalisasi.
Sintesis: Memilih Strategi Internasional yang Tepat
🔍 Pertanyaan Diagnostik
Apakah produk kami memiliki keunggulan kepemilikan (O) yang unik & defensible?
Apakah negara tujuan menawarkan keunggulan lokasi (L) yang signifikan?
Seberapa besar perbedaan budaya & regulasi? (CAGE distance)
Apa tingkat kontrol yang dibutuhkan untuk melindungi IP?
Berapa toleransi risiko dan horison investasi kami?
📋 Panduan Mode Entry
Risiko tinggi, IP sensitif: Wholly-owned subsidiary
Regulasi memaksa mitra lokal: Joint Venture
Brand kuat, modal terbatas: Franchising
Eksplorasi awal pasar: Ekspor / Agen lokal
Teknologi/Brand kuat, risiko rendah: Lisensi
Prinsip Utama
No One-Size-Fits-All
Tidak ada strategi internasional yang universal. Keputusan terbaik lahir dari analisis mendalam: OLI + CAGE + I-R Framework + Diamond Model, disesuaikan dengan konteks industri dan sumber daya perusahaan.
Perusahaan sukses global adalah yang mampu belajar dari pasar internasional dan mengintegrasikan pengetahuan itu kembali ke seluruh organisasi — inilah esensi perusahaan transnasional.
Ringkasan: 6 Takeaway Kunci
Takeaway 1
Mengapa
Go-International
Pasar jenuh, efisiensi skala, akses sumber daya, diversifikasi risiko — empat alasan utama ekspansi global.
Takeaway 2
OLI
Dunning Framework
FDI terjadi saat perusahaan memiliki Ownership + Location + Internalization advantage secara bersamaan.
Takeaway 3
I-R
Bartlett & Ghoshal
Empat tipologi: Global, Multinational, International, Transnasional — masing-masing cocok untuk konteks berbeda.
Takeaway 4
Entry
Mode Keputusan
Spektrum dari ekspor hingga wholly-owned subsidiary — pilih berdasarkan komitmen, kontrol, dan toleransi risiko.
Takeaway 5
CAGE
Jarak Antar Negara
Cultural, Administrative, Geographic, Economic distance menentukan tingkat kesulitan & biaya ekspansi ke pasar baru.
Takeaway 6
Lokal
≠ Lemah
Kasus Netflix & Gojek: konten/layanan lokal yang autentik justru menjadi keunggulan kompetitif global paling kuat.
Pertemuan Berikutnya: Manajemen Perubahan & Inovasi Strategis — bagaimana organisasi berevolusi merespons disruption global?