stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-08
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 8: Blue Ocean Strategy

Manajemen Stratejik · Pertemuan 8

Blue Ocean Strategy

Menciptakan ruang pasar yang bebas persaingan — bukan bersaing di lautan merah, melainkan menjadikan persaingan tidak relevan.

Agenda Pertemuan

Sesi Pertama
  • Red Ocean vs Blue Ocean
  • Konsep Value Innovation
  • Four Actions Framework (ERRC)
  • Strategy Canvas
Sesi Kedua
  • Six Paths Framework
  • Non-Customers: Tiga Tier
  • Tipologi Blue Ocean Moves
  • Kritik & Hubungan dengan Disruptive Innovation
Studi Kasus: Netflix, Gojek, Apple iPhone, Airbnb, dan Tokopedia — bagaimana mereka masing-masing menciptakan blue ocean di industrinya.

Red Ocean vs Blue Ocean

Dimensi🔴 Red Ocean🔵 Blue Ocean
Ruang pasarIndustri yang sudah adaRuang pasar baru yang belum diperebutkan
Orientasi persainganMengalahkan kompetitorMenjadikan persaingan tidak relevan
PermintaanMemanfaatkan permintaan yang adaMenciptakan dan menangkap permintaan baru
Trade-off nilai-biayaNilai tinggi = biaya tinggiNilai tinggi sekaligus biaya rendah
StrategiDiferensiasi atau kepemimpinan biayaDiferensiasi sekaligus kepemimpinan biaya

Metafora "laut merah" menggambarkan perang harga yang mengorbankan laba seluruh industri — seperti hiu yang saling memangsa hingga lautan berdarah.

Konsep Inti
Value Innovation:
Jantung Blue Ocean Strategy
Bukan sekadar inovasi teknologi, bukan sekadar diferensiasi — melainkan lompatan nilai yang membuka pasar baru bagi pembeli maupun perusahaan secara bersamaan.

Value Innovation: Konsep & Logika

Definisi: Value Innovation terjadi ketika perusahaan menyelaraskan inovasi dengan utilitas (manfaat bagi pembeli), harga, dan posisi biaya secara simultan.
Kunci: Bukan memilih antara nilai atau biaya — melainkan mengejar keduanya secara bersamaan dengan menantang asumsi-asumsi industri yang ada.

Berbeda dengan inovasi berbasis teknologi murni (seperti R&D lab), value innovation berfokus pada pengalaman dan kegunaan nyata bagi pelanggan.

Formula
V = U + P + C
Nilai = Utilitas + Harga + Biaya
  • Utilitas (U): Manfaat luar biasa bagi pembeli
  • Harga (P): Terjangkau oleh massa target
  • Biaya (C): Struktur biaya yang memungkinkan profit
Contoh: Cirque du Soleil
  • Menghapus binatang & bintang sirkus mahal
  • Menambahkan tema naratif & artistik kelas tinggi
  • Menarik penonton teater, bukan hanya keluarga
  • Harga tiket lebih tinggi, biaya lebih rendah

Four Actions Framework (ERRC)

Alat untuk merekonstruksi elemen nilai industri demi menciptakan kurva nilai baru.

Eliminate — Hapus
Faktor-faktor apa yang selama ini dianggap "wajib" oleh industri namun sebenarnya tidak bernilai bagi pembeli? Hapus untuk memangkas biaya.
Reduce — Kurangi
Faktor-faktor apa yang terlalu berlebihan dibandingkan standar industri sehingga hanya menambah biaya tanpa nilai proporsional? Kurangi di bawah standar industri.
Raise — Tingkatkan
Faktor-faktor apa yang harus ditingkatkan jauh di atas standar industri untuk memberikan nilai yang benar-benar dirasakan pembeli?
Create — Ciptakan
Faktor-faktor baru apa yang belum pernah ditawarkan industri namun justru menjadi sumber nilai utama bagi pembeli? Ciptakan kategori baru.

ERRC: Netflix vs Blockbuster

Netflix menciptakan blue ocean dengan mendefinisikan ulang cara orang menikmati hiburan — menghancurkan model bisnis Blockbuster.

Aksi ERRCApa yang dilakukan NetflixDampak
HapusToko fisik, denda keterlambatan, stok terbatasBiaya operasional turun drastis
KurangiPilihan film blockbuster baru (awalnya)Fokus pada katalog luas, bukan rilis terbaru
TingkatkanKenyamanan, ketersediaan 24/7, personalisasi rekomendasiPengalaman pengguna jauh lebih baik
CiptakanStreaming on-demand, konten orisinal (Netflix Originals)Pasar baru: penonton yang tidak pernah ke toko video
Hasil: Blockbuster bangkrut pada 2010. Netflix kini melayani 260+ juta pelanggan di lebih dari 190 negara (2024).
Alat Visualisasi
Strategy Canvas &
Six Paths Framework
Melihat di mana industri berkompetisi hari ini — dan membayangkan di mana peluang blue ocean tersembunyi untuk masa depan.

Strategy Canvas: Visualisasi Persaingan

Strategy Canvas adalah diagram dua dimensi yang memetakan faktor-faktor kompetisi industri (sumbu X) versus tingkat penawaran (sumbu Y) untuk setiap pemain.

Cara Membaca Strategy Canvas
  • Sumbu X: Faktor-faktor yang diperebutkan industri (harga, kecepatan, fitur, dll.)
  • Sumbu Y: Tingkat investasi/penawaran pada setiap faktor (rendah → tinggi)
  • Kurva nilai: Garis yang menghubungkan posisi perusahaan di semua faktor
  • Perusahaan dengan kurva nilai mirip = persaingan red ocean
  • Kurva nilai yang berbeda secara dramatis = potensi blue ocean
Contoh: Industri Penerbangan (Southwest vs Full-Service)
  • Southwest menghapus: Lounge, makan di pesawat, pilihan kelas, hub-and-spoke
  • Southwest meningkatkan: Kecepatan check-in, frekuensi penerbangan, harga terjangkau
  • Southwest menciptakan: Layanan point-to-point yang menyaingi perjalanan darat
  • Hasil: Kurva nilai Southwest sangat berbeda dari maskapai lain
Prinsip: Kurva nilai blue ocean harus fokus, divergen, dan memiliki "tagline" yang meyakinkan — bukan sekadar lebih baik di semua hal.

Coba Sendiri: Bangun Strategy Canvas & ERRC Southwest Airlines

Atur item Eliminate/Reduce/Raise/Create dan lihat bagaimana kurva nilai Southwest terbentuk berbeda dari maskapai full-service.

Six Paths Framework: Menemukan Blue Ocean

Enam jalur sistematis untuk merekonstruksi batas-batas industri dan menemukan ruang pasar baru.

Jalur 1
🏭
Industri Alternatif
Lihat ke industri lain yang memenuhi kebutuhan serupa. Contoh: Gojek melihat ojek + travel + delivery sebagai alternatif.
Jalur 2
🎯
Grup Strategis
Lintas kelompok strategis dalam industri yang sama. Mengapa pelanggan pindah antar grup? Apa yang mereka cari?
Jalur 3
👥
Rantai Pembeli
Siapa sebenarnya "pembeli"? Pengguna, influencer, atau pengambil keputusan? Airbnb menyasar tamu sekaligus tuan rumah.
Jalur 4
Produk/Layanan Pelengkap
Apa yang terjadi sebelum, selama, dan setelah penggunaan produk? Tokopedia menambahkan fitur bayar tagihan, pinjaman, dll.
Jalur 5
🎭
Daya Tarik Fungsional vs Emosional
Industri yang terlalu fungsional: tambahkan emosi. Terlalu emosional: tambahkan fungsi. Apple mengubah ponsel dari alat menjadi identitas.
Jalur 6
Dimensi Waktu
Tren apa yang tengah berlangsung yang akan mengubah industri? Bagaimana strategi merespons atau mendahului tren tersebut?

Studi Kasus: Gojek — Menciptakan Pasar Baru

Gojek tidak sekadar "mengdigitalisasi ojek" — mereka menciptakan ekosistem platform yang sebelumnya tidak pernah ada.

Blue Ocean Moves Gojek
  • Hapus: Ketidakpastian tarif, negosiasi di tepi jalan, ketidakamanan perjalanan
  • Kurangi: Waktu tunggu, biaya overhead operator transportasi tradisional
  • Tingkatkan: Kepercayaan (rating driver), transparansi harga, kemudahan akses
  • Ciptakan: Super-app: GoFood, GoPay, GoSend, GoMart — ekosistem yang melebihi transportasi
Angka Kunci Gojek
55+
Layanan dalam satu platform
Dari transportasi ke pembayaran digital, pesan makan, logistik, dan layanan keuangan — Gojek menciptakan pasar baru di setiap kategori yang dimasukinya.
Six Paths yang digunakan: Jalur 1 (industri alternatif: taksi, kurir, warung), Jalur 4 (layanan pelengkap), dan Jalur 6 (tren penetrasi smartphone di Indonesia).
Sumber Pertumbuhan
Menjangkau Non-Customers:
Tiga Tier Peluang
Kebanyakan perusahaan terfokus pada pelanggan yang sudah ada. Blue Ocean Strategy justru melihat ke luar — pada mereka yang belum atau tidak pernah menjadi pelanggan industri.

Tiga Tier Non-Customers

Tier 1 — "Soon-to-be"
Segera Pergi
Pengguna yang saat ini menggunakan penawaran industri seminimal mungkin dan selalu mencari alternatif lebih baik. Mereka masih ada, tapi sudah di ambang meninggalkan industri.
Tier 2 — "Refusing"
Menolak Masuk
Orang yang secara sadar memilih untuk tidak menggunakan penawaran industri karena dianggap tidak relevan atau tidak terjangkau. Mereka adalah pasar laten yang besar.
Tier 3 — "Unexplored"
Belum Pernah Dijangkau
Orang yang belum pernah dianggap sebagai calon pelanggan oleh siapapun di industri. Mereka bahkan tidak tahu produk industri ini ada atau relevan untuk mereka.
Contoh Tokopedia: Tier 1 = pembeli yang frustrasi dengan toko online rumit; Tier 2 = pedagang UMKM yang tidak yakin bisa berjualan online; Tier 3 = masyarakat pedesaan yang belum tahu e-commerce. Tokopedia menjangkau ketiganya dengan antarmuka sederhana, onboarding mudah, dan ekspansi ke kota kecil.

Studi Kasus: Apple iPhone — Rekonfigurasi Industri

Pada 2007, industri ponsel dikuasai Nokia, Motorola, dan BlackBerry yang bersaing di fitur fisik: antena, keyboard, ketahanan baterai.

ERRC Apple iPhone
  • Hapus: Keyboard fisik, stylus, kompleksitas menu operator
  • Kurangi: Kemampuan telepon tradisional (kualitas sinyal awal)
  • Tingkatkan: Layar sentuh multitouch, desain estetika, UX intuitif
  • Ciptakan: App Store — ekosistem aplikasi pihak ketiga yang mengubah ponsel menjadi platform
Tiga Non-Customer yang Ditangkap
🎯
  • Tier 1: Pengguna PDA yang frustrasi dengan kerumitan
  • Tier 2: Orang yang tidak tertarik dengan "smartphone" rumit
  • Tier 3: Orang yang tidak menganggap diri mereka "tech person"
Six Paths: Jalur 5 — mengubah ponsel dari alat fungsional menjadi pernyataan identitas dan gaya hidup. iPhone bukan hanya telepon, ia adalah siapa Anda.

Studi Kasus: Airbnb — Blue Ocean di Hospitality

Kondisi Industri Sebelum Airbnb (2008)
  • Hotel bersaing pada: lokasi, bintang, fasilitas, harga
  • Semua pemain bermain di ruang yang sama
  • Non-customer Tier 2: pelancong yang tidak mampu hotel, lebih suka pengalaman lokal
  • Non-customer Tier 3: pemilik rumah yang tidak tahu bisa menyewakan kamar kosong
Blue Ocean Moves Airbnb
  • Hapus: Biaya operasional properti, resepsionis, infrastruktur hotel
  • Ciptakan: Platform trust (review dua arah), pengalaman "tinggal seperti warga lokal"
  • Tingkatkan: Keunikan akomodasi, keterjangkauan, fleksibilitas lokasi
Pertumbuhan Airbnb
8M+
Listing aktif di 220+ negara (2024)
Airbnb tidak memiliki satu properti pun, namun menjadi pemain akomodasi terbesar di dunia — melampaui jaringan hotel terbesar dalam jumlah unit tersedia.
Pelajaran: Blue ocean Airbnb mengubah aset yang diam (kamar kosong) menjadi produk ekonomi. Ini adalah rekonfigurasi industri, bukan sekadar inovasi teknologi.
Perspektif Kritis
Tipologi Blue Ocean Moves,
Kritik, & Disruptive Innovation
Blue Ocean Strategy bukan tanpa kelemahan. Memahami kritiknya justru membuat kita menggunakannya dengan lebih bijak dan kontekstual.

Tipologi Blue Ocean Moves

Kim & Mauborgne (2017) memperkenalkan konsep Blue Ocean Shift dengan tipologi gerakan strategis yang lebih operasional.

Berdasarkan Asal Blue Ocean
  • Industri baru: Menciptakan industri yang benar-benar baru (contoh: Uber, Airbnb)
  • Ekspansi dari yang ada: Mendefinisikan ulang batas industri yang sudah ada (contoh: iTunes mengubah industri musik)
  • Rekonfigurasi: Mengubah cara kerja fundamental industri tanpa menciptakan yang baru (contoh: Amazon mengubah ritel)
Berdasarkan Skala Inovasi Nilai
  • Pioneer: Value innovation radikal — kurva nilai benar-benar baru, menangkap non-customers dalam jumlah besar
  • Migrator: Value improvement signifikan — lebih baik dari kompetitor tetapi belum sepenuhnya blue ocean
  • Settler: Me-too — ikut-ikutan industri, tidak ada inovasi nilai yang berarti
Portofolio strategi ideal: campuran Pioneer (untuk pertumbuhan jangka panjang), Migrator (untuk memperkuat posisi saat ini), dan Settler (untuk arus kas stabil). Terlalu banyak Settler = bahaya red ocean.

Kritik terhadap Blue Ocean Strategy

Kritik Metodologis
  • Survivorship bias: Hanya sukses yang dianalisis; blue ocean yang gagal tidak masuk studi
  • Definisi tidak presisi: "Blue ocean" dan "red ocean" sulit diukur secara objektif
  • Kausalitas vs korelasi: Apakah blue ocean menyebabkan sukses, atau perusahaan sukses yang kemudian bisa "menciptakan" blue ocean?
  • Sample size: Kim & Mauborgne menganalisis 150 gerakan stratejik dalam 30 industri — terlalu sempit untuk generalisasi global
Kritik Praktis
  • Mudah diucapkan, sulit dilakukan: Tidak ada panduan eksplisit tentang bagaimana organisasi berubah secara internal
  • Blue ocean menjadi red ocean: Setelah sukses, pesaing masuk dan menciptakan red ocean baru (Gojek vs Grab)
  • Mengabaikan eksekusi: Fokus terlalu pada formulasi, kurang pada implementasi
  • Tidak cocok untuk semua industri: Industri dengan regulasi ketat (farmasi, energi) sulit menerapkan blue ocean secara murni

Blue Ocean vs Disruptive Innovation

Dua kerangka yang sering disalahpahami sebagai sinonim — padahal memiliki perbedaan mendasar.

DimensiBlue Ocean StrategyDisruptive Innovation (Christensen)
Fokus utamaMenciptakan pasar baru dengan value innovationMendisrupsi pemain dominan dari segmen bawah atau niche
Titik masukNon-customers (pasar yang belum ada)Over-served customers atau non-customers di bawah pasar
TeknologiTeknologi bukan prasyarat utamaTeknologi yang "cukup baik" (good enough) adalah kunci
KompetitorPersaingan tidak relevan (dihindari)Kompetitor yang ada menjadi target disrupsi
ContohCirque du Soleil, Gojek, AirbnbNetflix (awal), Tokopedia (UMKM), smartphone entry-level
Poin kunci: Kedua kerangka ini komplementer. Beberapa perusahaan (Netflix, Gojek) memenuhi kriteria keduanya tergantung fase dan sudut pandang analisis yang digunakan.

Ringkasan & Key Takeaways

Prinsip 1
🌊
Ciptakan, Jangan Bersaing
Alihkan fokus dari mengalahkan kompetitor menjadi menciptakan ruang pasar baru yang membuat persaingan tidak relevan.
Prinsip 2
Value Innovation
Kejar nilai tinggi sekaligus biaya rendah — bukan trade-off. ERRC Grid dan Strategy Canvas adalah alat operasionalnya.
Prinsip 3
👁️
Lihat ke Luar Industri
Six Paths Framework membantu melihat batas-batas baru. Non-customers (Tier 1, 2, 3) adalah sumber pertumbuhan terbesar yang sering diabaikan.
Untuk Praktisi: Blue Ocean bukan tentang keberuntungan atau jenius kreatif — ini adalah proses sistematis yang bisa dipelajari dan diterapkan dengan alat-alat yang telah kita bahas hari ini.
Ingat: Setiap blue ocean akhirnya menjadi red ocean. Keunggulan kompetitif sejati bukan pada satu blue ocean, tetapi pada kemampuan organisasi untuk terus menciptakan blue ocean baru (dynamic capabilities).