Menciptakan ruang pasar yang bebas persaingan — bukan bersaing di lautan merah, melainkan menjadikan persaingan tidak relevan.
Agenda Pertemuan
Sesi Pertama
Red Ocean vs Blue Ocean
Konsep Value Innovation
Four Actions Framework (ERRC)
Strategy Canvas
Sesi Kedua
Six Paths Framework
Non-Customers: Tiga Tier
Tipologi Blue Ocean Moves
Kritik & Hubungan dengan Disruptive Innovation
Studi Kasus: Netflix, Gojek, Apple iPhone, Airbnb, dan Tokopedia — bagaimana mereka masing-masing menciptakan blue ocean di industrinya.
Red Ocean vs Blue Ocean
Dimensi
🔴 Red Ocean
🔵 Blue Ocean
Ruang pasar
Industri yang sudah ada
Ruang pasar baru yang belum diperebutkan
Orientasi persaingan
Mengalahkan kompetitor
Menjadikan persaingan tidak relevan
Permintaan
Memanfaatkan permintaan yang ada
Menciptakan dan menangkap permintaan baru
Trade-off nilai-biaya
Nilai tinggi = biaya tinggi
Nilai tinggi sekaligus biaya rendah
Strategi
Diferensiasi atau kepemimpinan biaya
Diferensiasi sekaligus kepemimpinan biaya
Metafora "laut merah" menggambarkan perang harga yang mengorbankan laba seluruh industri — seperti hiu yang saling memangsa hingga lautan berdarah.
Konsep Inti
Value Innovation: Jantung Blue Ocean Strategy
Bukan sekadar inovasi teknologi, bukan sekadar diferensiasi — melainkan lompatan nilai yang membuka pasar baru bagi pembeli maupun perusahaan secara bersamaan.
Value Innovation: Konsep & Logika
Definisi: Value Innovation terjadi ketika perusahaan menyelaraskan inovasi dengan utilitas (manfaat bagi pembeli), harga, dan posisi biaya secara simultan.
Kunci: Bukan memilih antara nilai atau biaya — melainkan mengejar keduanya secara bersamaan dengan menantang asumsi-asumsi industri yang ada.
Berbeda dengan inovasi berbasis teknologi murni (seperti R&D lab), value innovation berfokus pada pengalaman dan kegunaan nyata bagi pelanggan.
Formula
V = U + P + C
Nilai = Utilitas + Harga + Biaya
Utilitas (U): Manfaat luar biasa bagi pembeli
Harga (P): Terjangkau oleh massa target
Biaya (C): Struktur biaya yang memungkinkan profit
Contoh: Cirque du Soleil
Menghapus binatang & bintang sirkus mahal
Menambahkan tema naratif & artistik kelas tinggi
Menarik penonton teater, bukan hanya keluarga
Harga tiket lebih tinggi, biaya lebih rendah
Four Actions Framework (ERRC)
Alat untuk merekonstruksi elemen nilai industri demi menciptakan kurva nilai baru.
Eliminate — Hapus
✕
Faktor-faktor apa yang selama ini dianggap "wajib" oleh industri namun sebenarnya tidak bernilai bagi pembeli? Hapus untuk memangkas biaya.
Reduce — Kurangi
↓
Faktor-faktor apa yang terlalu berlebihan dibandingkan standar industri sehingga hanya menambah biaya tanpa nilai proporsional? Kurangi di bawah standar industri.
Raise — Tingkatkan
↑
Faktor-faktor apa yang harus ditingkatkan jauh di atas standar industri untuk memberikan nilai yang benar-benar dirasakan pembeli?
Create — Ciptakan
★
Faktor-faktor baru apa yang belum pernah ditawarkan industri namun justru menjadi sumber nilai utama bagi pembeli? Ciptakan kategori baru.
ERRC: Netflix vs Blockbuster
Netflix menciptakan blue ocean dengan mendefinisikan ulang cara orang menikmati hiburan — menghancurkan model bisnis Blockbuster.
Pasar baru: penonton yang tidak pernah ke toko video
Hasil: Blockbuster bangkrut pada 2010. Netflix kini melayani 260+ juta pelanggan di lebih dari 190 negara (2024).
Alat Visualisasi
Strategy Canvas & Six Paths Framework
Melihat di mana industri berkompetisi hari ini — dan membayangkan di mana peluang blue ocean tersembunyi untuk masa depan.
Strategy Canvas: Visualisasi Persaingan
Strategy Canvas adalah diagram dua dimensi yang memetakan faktor-faktor kompetisi industri (sumbu X) versus tingkat penawaran (sumbu Y) untuk setiap pemain.
Cara Membaca Strategy Canvas
Sumbu X: Faktor-faktor yang diperebutkan industri (harga, kecepatan, fitur, dll.)
Sumbu Y: Tingkat investasi/penawaran pada setiap faktor (rendah → tinggi)
Kurva nilai: Garis yang menghubungkan posisi perusahaan di semua faktor
Perusahaan dengan kurva nilai mirip = persaingan red ocean
Kurva nilai yang berbeda secara dramatis = potensi blue ocean
Contoh: Industri Penerbangan (Southwest vs Full-Service)
Southwest menghapus: Lounge, makan di pesawat, pilihan kelas, hub-and-spoke
Southwest meningkatkan: Kecepatan check-in, frekuensi penerbangan, harga terjangkau
Southwest menciptakan: Layanan point-to-point yang menyaingi perjalanan darat
Hasil: Kurva nilai Southwest sangat berbeda dari maskapai lain
Prinsip: Kurva nilai blue ocean harus fokus, divergen, dan memiliki "tagline" yang meyakinkan — bukan sekadar lebih baik di semua hal.
Dari transportasi ke pembayaran digital, pesan makan, logistik, dan layanan keuangan — Gojek menciptakan pasar baru di setiap kategori yang dimasukinya.
Six Paths yang digunakan: Jalur 1 (industri alternatif: taksi, kurir, warung), Jalur 4 (layanan pelengkap), dan Jalur 6 (tren penetrasi smartphone di Indonesia).
Sumber Pertumbuhan
Menjangkau Non-Customers: Tiga Tier Peluang
Kebanyakan perusahaan terfokus pada pelanggan yang sudah ada. Blue Ocean Strategy justru melihat ke luar — pada mereka yang belum atau tidak pernah menjadi pelanggan industri.
Tiga Tier Non-Customers
Tier 1 — "Soon-to-be"
①
Segera Pergi
Pengguna yang saat ini menggunakan penawaran industri seminimal mungkin dan selalu mencari alternatif lebih baik. Mereka masih ada, tapi sudah di ambang meninggalkan industri.
Tier 2 — "Refusing"
②
Menolak Masuk
Orang yang secara sadar memilih untuk tidak menggunakan penawaran industri karena dianggap tidak relevan atau tidak terjangkau. Mereka adalah pasar laten yang besar.
Tier 3 — "Unexplored"
③
Belum Pernah Dijangkau
Orang yang belum pernah dianggap sebagai calon pelanggan oleh siapapun di industri. Mereka bahkan tidak tahu produk industri ini ada atau relevan untuk mereka.
Contoh Tokopedia: Tier 1 = pembeli yang frustrasi dengan toko online rumit; Tier 2 = pedagang UMKM yang tidak yakin bisa berjualan online; Tier 3 = masyarakat pedesaan yang belum tahu e-commerce. Tokopedia menjangkau ketiganya dengan antarmuka sederhana, onboarding mudah, dan ekspansi ke kota kecil.
Studi Kasus: Apple iPhone — Rekonfigurasi Industri
Pada 2007, industri ponsel dikuasai Nokia, Motorola, dan BlackBerry yang bersaing di fitur fisik: antena, keyboard, ketahanan baterai.
ERRC Apple iPhone
Hapus: Keyboard fisik, stylus, kompleksitas menu operator
Kurangi: Kemampuan telepon tradisional (kualitas sinyal awal)
Ciptakan: App Store — ekosistem aplikasi pihak ketiga yang mengubah ponsel menjadi platform
Tiga Non-Customer yang Ditangkap
🎯
Tier 1: Pengguna PDA yang frustrasi dengan kerumitan
Tier 2: Orang yang tidak tertarik dengan "smartphone" rumit
Tier 3: Orang yang tidak menganggap diri mereka "tech person"
Six Paths: Jalur 5 — mengubah ponsel dari alat fungsional menjadi pernyataan identitas dan gaya hidup. iPhone bukan hanya telepon, ia adalah siapa Anda.
Studi Kasus: Airbnb — Blue Ocean di Hospitality
Kondisi Industri Sebelum Airbnb (2008)
Hotel bersaing pada: lokasi, bintang, fasilitas, harga
Semua pemain bermain di ruang yang sama
Non-customer Tier 2: pelancong yang tidak mampu hotel, lebih suka pengalaman lokal
Non-customer Tier 3: pemilik rumah yang tidak tahu bisa menyewakan kamar kosong
Blue Ocean Moves Airbnb
Hapus: Biaya operasional properti, resepsionis, infrastruktur hotel
Ciptakan: Platform trust (review dua arah), pengalaman "tinggal seperti warga lokal"
Tingkatkan: Keunikan akomodasi, keterjangkauan, fleksibilitas lokasi
Pertumbuhan Airbnb
8M+
Listing aktif di 220+ negara (2024)
Airbnb tidak memiliki satu properti pun, namun menjadi pemain akomodasi terbesar di dunia — melampaui jaringan hotel terbesar dalam jumlah unit tersedia.
Pelajaran: Blue ocean Airbnb mengubah aset yang diam (kamar kosong) menjadi produk ekonomi. Ini adalah rekonfigurasi industri, bukan sekadar inovasi teknologi.
Perspektif Kritis
Tipologi Blue Ocean Moves, Kritik, & Disruptive Innovation
Blue Ocean Strategy bukan tanpa kelemahan. Memahami kritiknya justru membuat kita menggunakannya dengan lebih bijak dan kontekstual.
Tipologi Blue Ocean Moves
Kim & Mauborgne (2017) memperkenalkan konsep Blue Ocean Shift dengan tipologi gerakan strategis yang lebih operasional.
Berdasarkan Asal Blue Ocean
Industri baru: Menciptakan industri yang benar-benar baru (contoh: Uber, Airbnb)
Ekspansi dari yang ada: Mendefinisikan ulang batas industri yang sudah ada (contoh: iTunes mengubah industri musik)
Rekonfigurasi: Mengubah cara kerja fundamental industri tanpa menciptakan yang baru (contoh: Amazon mengubah ritel)
Berdasarkan Skala Inovasi Nilai
Pioneer: Value innovation radikal — kurva nilai benar-benar baru, menangkap non-customers dalam jumlah besar
Migrator: Value improvement signifikan — lebih baik dari kompetitor tetapi belum sepenuhnya blue ocean
Settler: Me-too — ikut-ikutan industri, tidak ada inovasi nilai yang berarti
Portofolio strategi ideal: campuran Pioneer (untuk pertumbuhan jangka panjang), Migrator (untuk memperkuat posisi saat ini), dan Settler (untuk arus kas stabil). Terlalu banyak Settler = bahaya red ocean.
Kritik terhadap Blue Ocean Strategy
Kritik Metodologis
Survivorship bias: Hanya sukses yang dianalisis; blue ocean yang gagal tidak masuk studi
Definisi tidak presisi: "Blue ocean" dan "red ocean" sulit diukur secara objektif
Kausalitas vs korelasi: Apakah blue ocean menyebabkan sukses, atau perusahaan sukses yang kemudian bisa "menciptakan" blue ocean?
Sample size: Kim & Mauborgne menganalisis 150 gerakan stratejik dalam 30 industri — terlalu sempit untuk generalisasi global
Kritik Praktis
Mudah diucapkan, sulit dilakukan: Tidak ada panduan eksplisit tentang bagaimana organisasi berubah secara internal
Blue ocean menjadi red ocean: Setelah sukses, pesaing masuk dan menciptakan red ocean baru (Gojek vs Grab)
Mengabaikan eksekusi: Fokus terlalu pada formulasi, kurang pada implementasi
Tidak cocok untuk semua industri: Industri dengan regulasi ketat (farmasi, energi) sulit menerapkan blue ocean secara murni
Blue Ocean vs Disruptive Innovation
Dua kerangka yang sering disalahpahami sebagai sinonim — padahal memiliki perbedaan mendasar.
Dimensi
Blue Ocean Strategy
Disruptive Innovation (Christensen)
Fokus utama
Menciptakan pasar baru dengan value innovation
Mendisrupsi pemain dominan dari segmen bawah atau niche
Titik masuk
Non-customers (pasar yang belum ada)
Over-served customers atau non-customers di bawah pasar
Teknologi
Teknologi bukan prasyarat utama
Teknologi yang "cukup baik" (good enough) adalah kunci
Poin kunci: Kedua kerangka ini komplementer. Beberapa perusahaan (Netflix, Gojek) memenuhi kriteria keduanya tergantung fase dan sudut pandang analisis yang digunakan.
Ringkasan & Key Takeaways
Prinsip 1
🌊
Ciptakan, Jangan Bersaing
Alihkan fokus dari mengalahkan kompetitor menjadi menciptakan ruang pasar baru yang membuat persaingan tidak relevan.
Prinsip 2
⚡
Value Innovation
Kejar nilai tinggi sekaligus biaya rendah — bukan trade-off. ERRC Grid dan Strategy Canvas adalah alat operasionalnya.
Prinsip 3
👁️
Lihat ke Luar Industri
Six Paths Framework membantu melihat batas-batas baru. Non-customers (Tier 1, 2, 3) adalah sumber pertumbuhan terbesar yang sering diabaikan.
Untuk Praktisi: Blue Ocean bukan tentang keberuntungan atau jenius kreatif — ini adalah proses sistematis yang bisa dipelajari dan diterapkan dengan alat-alat yang telah kita bahas hari ini.
Ingat: Setiap blue ocean akhirnya menjadi red ocean. Keunggulan kompetitif sejati bukan pada satu blue ocean, tetapi pada kemampuan organisasi untuk terus menciptakan blue ocean baru (dynamic capabilities).