stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-14
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 14: TOPSIS & Refleksi Integrasi Mata Kuliah

Program Studi Manajemen • FEB UNDIP

Manajemen Sains

Pertemuan 14 — TOPSIS & Refleksi Integrasi Mata Kuliah

Teknik pengambilan keputusan multi-kriteria terbaik secara sistematis — dan satu peta besar yang menghubungkan seluruh topik satu semester.

RPS Minggu 15 • Sub-CPMK 8 & 9 • Durasi 2 × 50 Menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu: (Sub-CPMK 8 & 9)

Capaian 1 — Konsep TOPSIS
01
Menjelaskan logika ideal positif (A+), ideal negatif (A−), dan closeness index (C* — indeks kedekatan; nilai 0–1 yang menentukan ranking TOPSIS).
Capaian 2 — Hitung TOPSIS
02
Melaksanakan 7 langkah TOPSIS untuk decision matrix 4×5 secara lengkap tanpa kesalahan aritmetika.
Capaian 3 — AHP vs TOPSIS
03
Membandingkan AHP (Analytic Hierarchy Process — metode MCDM yang pakai perbandingan berpasangan) dan TOPSIS dari dimensi skala, konsistensi, dan output.
Capaian 4 — Integrasi
04
Menggambarkan peta koneksi semua topik Manajemen Sains dari LP hingga MCDM (Multi-Criteria Decision Making — pengambilan keputusan multi-kriteria).

Beli Smartphone Baru — Pilih yang Mana?

Anda punya Rp 5 juta, ingin beli HP untuk mendukung usaha. Ada 4 pilihan. Kriteria: harga, baterai, kamera, storage, kecepatan. Mana terbaik?

ModelHarga (juta)Baterai (mAh)Kamera (MP)
HP-A3,04.00012
HP-B5,05.00048
HP-C4,54.50032
HP-D3,53.50020
Masalahnya: HP-A termurah tapi kamera terburuk. HP-B baterai terbaik tapi termahal. HP-D terjangkau tapi baterai lemah. Tidak ada yang sempurna di semua kriteria → butuh metode sistematis.

Decision matrix (matriks keputusan — tabel yang memetakan m alternatif × n kriteria beserta nilainya) adalah langkah pertama TOPSIS.

Inilah yang diselesaikan TOPSIS — secara matematis, bukan tebak-tebakan.

Blok 1 dari 4
01TOPSIS — Konsep & Logika
Ideal positif, ideal negatif, dan closeness index

TOPSIS — Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution

Sejarah

Dikembangkan oleh Hwang & Yoon (1981) dalam Multiple Attribute Decision Making. Metode MCDM yang paling banyak dipakai di dunia industri dan akademik selama lebih dari 40 tahun.

MCDM = Multi-Criteria Decision Making — pengambilan keputusan dengan banyak kriteria sekaligus.

Filosofi Inti
  • Definisikan solusi ideal positif (A+) = alternatif hipotetis terbaik di semua kriteria.
  • Definisikan solusi ideal negatif (A−) = alternatif hipotetis terburuk di semua kriteria.
  • Pilih alternatif yang paling dekat ke A+ dan paling jauh dari A−.
Kunci: TOPSIS tidak hanya memilih yang paling dekat ke sempurna — ia juga mempertimbangkan seberapa jauh dari yang terburuk. Kombinasi keduanya menghasilkan ranking yang lebih seimbang.

Dua Titik Acuan: A+ dan A−

AlternatifHarga (Rp juta)Kualitas (skor)
HP-A3,080
HP-B5,090
HP-C4,070

A+ (ideal positif): Harga = 3,0 (min) • Kualitas = 90 (max)

A− (ideal negatif): Harga = 5,0 (max) • Kualitas = 70 (min)

A+ dan A− adalah hipotetis (tidak nyata ada — hanya acuan perhitungan) — belum tentu ada satu alternatif yang memiliki semua nilai A+.
Harga (kiri = murah)Kualitas (atas = tinggi)HP-A (3,0 | 80)HP-B (5,0 | 90)HP-C (4,0 | 70)A+ ★A−

Kriteria benefit (↑ lebih baik) & cost (↓ lebih baik) menentukan cara memilih A+/A−.

Closeness Index C* — Jantung TOPSIS

Bayangkan timbangan: satu sisi menyimpan jarak ke yang TERBAIK (S⁺), satu sisi menyimpan jarak ke yang TERBURUK (S⁻). C* adalah porsi “dekat ke yang terburuk” dibanding total jarak — makin besar porsi itu, makin bagus alternatifnya.

C*ᵢ = S⁻ᵢ / (S⁺ᵢ + S⁻ᵢ)

S⁺ᵢ = jarak alternatif i ke A+  •  S⁻ᵢ = jarak alternatif i ke A−

A−A+Alt iS⁻ᵢS⁺ᵢ
C* → 1
Alternatif sangat dekat ke A+ dan sangat jauh dari A− → pilihan terbaik.
C* → 0
Alternatif sangat jauh dari A+ dan sangat dekat ke A− → pilihan terburuk.
Ranking: urutkan C* dari terbesar ke terkecil. Alternatif dengan C* terbesar = Peringkat 1.
Blok 2 dari 4
02Tujuh Langkah TOPSIS
Decision matrix → normalisasi → bobot → A+/A− → jarak → C* → ranking
1 Matrix
2 Norm.
3 Bobot
4 A+/A−
5 S+/S−
6 C*
7 Rank

Langkah 1 & 2: Decision Matrix → Normalisasi

Langkah 1 — Decision Matrix
Susun tabel m alternatif (baris) × n kriteria (kolom) dengan nilai xᵢⱼ = nilai alternatif i pada kriteria j.
Langkah 2 — Normalisasi Euclidean
rᵢⱼ = xᵢⱼ / √(Σᵢ xᵢⱼ²)
  • Indeks i = baris (alternatif); j = kolom (kriteria).
  • Σᵢ = jumlahkan ke bawah satu kolom (semua alternatif pada kriteria yang sama).
  • Setelah normalisasi: jumlah kuadrat semua nilai dalam satu kolom = 1 (norma vektor = 1).
Jangan campurkan normalisasi Euclidean ini dengan normalisasi min-max! Rumusnya berbeda. TOPSIS pakai akar jumlah kuadrat, bukan rentang (max−min).
Mengapa normalisasi? Tiap kriteria punya satuan berbeda (harga dalam jutaan Rp, baterai dalam mAh, kamera dalam MP). Tanpa normalisasi, kriteria dengan angka besar mendominasi secara tidak adil. Setelah normalisasi Euclidean, semua kolom berada pada skala yang setara.

Langkah 3: Weighted Normalized Matrix

vᵢⱼ = wⱼ × rᵢⱼ
Definisi & Syarat

wⱼ = bobot kriteria ke-j (ditetapkan oleh pengambil keputusan)

Syarat wajib: Σⱼ wⱼ = 1 (total bobot = 100%)

vᵢⱼ = nilai ternormalisasi berbobot

Contoh bobot: w = [0,25; 0,20; 0,25; 0,15; 0,15] → total = 1,00 ✓

LangkahNilai rᵢⱼwⱼvᵢⱼ
T, C10,5390,250,135
S, C10,4310,250,108
L, C10,6470,250,162
B, C10,3230,250,081
Bobot mencerminkan prioritas pengambil keputusan. Bisa ditetapkan langsung atau diturunkan dari AHP.

Langkah 4: Ideal Positif A+ dan Negatif A−

Aturan Penentuan A+ dan A−
Jenis Kriteriav⁺ⱼ (A+)v⁻ⱼ (A−)
Benefit (↑ lebih baik)maxmin
Cost (↓ lebih baik)minmax

Benefit criterion: semakin besar nilai semakin baik, mis. kualitas, baterai, fitur.
Cost criterion: semakin kecil nilai semakin baik, mis. harga, waktu tunggu, komisi.

⚠ Sumber kesalahan terbanyak! Membalik A+ dan A− untuk kriteria cost adalah kesalahan paling fatal dalam TOPSIS. Simpan tabel aturan ini di depan Anda saat mengerjakan soal.
Ilustrasi Cepat

Kriteria “Komisi%” (cost): A+ = nilai terendah (komisi terkecil = terbaik untuk UMKM)

Kriteria “Fitur Promosi” (benefit): A+ = nilai tertinggi (fitur terlengkap = terbaik)

Langkah 5 & 6: Separation Measures & Closeness C*

Langkah 5 — Jarak Euclidean n-dimensi

S⁺ᵢ = √[ Σⱼ (vᵢⱼ − v⁺ⱼ)² ]
S⁻ᵢ = √[ Σⱼ (vᵢⱼ − v⁻ⱼ)² ]

Seperti teorema Pythagoras di banyak dimensi (sebanyak jumlah kriteria n).

Langkah 6 — Relative Closeness C*

C*ᵢ = S⁻ᵢ / (S⁺ᵢ + S⁻ᵢ)

C*ᵢ ∈ [0, 1]  •  Semakin besar C*ᵢ, semakin baik peringkatnya.

Langkah 7 — Ranking: Urutkan semua C*ᵢ dari besar ke kecil. Alternatif dengan C*ᵢ tertinggi = Peringkat 1.

Hitung dari Nol — Platform E-Commerce UMKM (Bagian I)

Alternatif: Tokopedia (T), Shopee (S), Lazada (L), Bukalapak (B) • 5 kriteria.

Pengingat: cost = makin kecil makin baik (↓); benefit = makin besar makin baik (↑). Label ini menentukan cara menentukan A+ dan A− di Langkah 4.

Langkah 1 — Decision Matrix xᵢⱼ

AltrC1 Komisi% (cost,w=0,25)C2 Fitur (benefit,w=0,20)C3 UI (benefit,w=0,25)C4 Jangkauan (benefit,w=0,15)C5 Iklan (cost,w=0,15)
T58796
S498107
L67675
B36764

Langkah 2 — Penyebut Normalisasi √(Σx²) per kolom

LangkahPerhitunganNilai
C1: Σx²25+16+36+986
C1: √86penyebut C19,274
C2: Σx²64+81+49+36230
C2: √230penyebut C215,166
C3: √198√(49+64+36+49)14,071
C4: √266√(81+100+49+36)16,310
C5: √126√(36+49+25+16)11,225

Hitung dari Nol — Bobot, A+, A−, C*, Ranking (Bagian II)

Matriks Ternormalisasi rᵢⱼ

AltrC1C2C3C4C5
T0,5390,5280,4980,5520,534
S0,4310,5940,5690,6130,624
L0,6470,4620,4270,4290,445
B0,3230,3960,4980,3680,356

A+: [0,0809; 0,1187; 0,1422; 0,0920; 0,0534]
A−: [0,1617; 0,0791; 0,1066; 0,0552; 0,0935]

S⁺, S⁻, C*, Ranking — Terverifikasi Lampiran A

LangkahPerhitunganNilai
S⁺ Shopee√[(0,0269)²+(0,0401)²]0,0483
S⁻ Shopee√[(0,0539)²+...+(0,0368)²]0,0842
C* Shopee0,0842/(0,0483+0,0842)0,635
C* Bukalapak0,0920/(0,0569+0,0920)0,618
C* Tokopedia0,0517/(0,0648+0,0517)0,444
C* Lazada0,0312/(0,0971+0,0312)0,243
Keputusan: Shopee (Rank 1, C*=0,635) → Bukalapak (2) → Tokopedia (3) → Lazada (4)

Coba Sendiri: Jalankan TOPSIS Langkah demi Langkah

Ubah nilai decision matrix atau bobot kriteria, lalu amati normalisasi, titik ideal A+/A−, closeness C*, dan ranking berubah otomatis di setiap langkah.

Blok 3 dari 4
03AHP vs TOPSIS & Studi Kasus Indonesia
Kapan masing-masing dipakai? Aplikasi digital banking Indonesia.
Ingat dari Pertemuan 13: AHP membandingkan kriteria sepasang-sepasang (mana lebih penting — harga atau kualitas?) lalu mengubah jawaban itu menjadi angka bobot. CR (Consistency Ratio) mengukur apakah jawaban kita konsisten — tidak saling bertentangan satu sama lain.

AHP vs TOPSIS — Tiga Dimensi Perbandingan

DimensiAHPTOPSIS
Cara menentukan bobotPerbandingan berpasangan (pairwise), dihitung dari eigenvector (cara matematis meringkas semua perbandingan menjadi satu set bobot)Bobot ditetapkan langsung oleh pengambil keputusan
Uji konsistensiWajib (CR ≤ 0,10; CR = Consistency Ratio)Tidak diperlukan (bobot sudah ditetapkan)
Output utamaBobot prioritas tiap kriteria; ranking alternatif memerlukan pairwise tambahanRanking alternatif (menggunakan bobot yang sudah tersedia)
KekuatanMenurunkan bobot sistematis dari preferensi intuitifTransparan, cepat, mudah diperluas ke banyak alternatif (scalable)
KelemahanRumit jika banyak kriteria/alternatif; rentan inconsistencyTidak membantu jika bobot belum diketahui
Kombinasi idealAHP menentukan bobot → TOPSIS melakukan ranking

Studi Kasus: UMKM Memilih Platform Digital Banking

Manajer UMKM Semarang memilih rekening bisnis digital. 4 platform (diawasi OJK), 5 kriteria.

Decision Matrix (nilai ilustrasi 1–10)

PlatformAdmin (cost,0,20)Limit (ben,0,25)QRIS (ben,0,20)Keandalan (ben,0,20)Akses (ben,0,15)
BCA mobile59899
BRImo48988
Livin' Mandiri69888
BSI Mobile37778

QRIS = Quick Response Code Indonesian Standard — standar kode QR nasional untuk pembayaran, dikelola Bank Indonesia.

Hasil TOPSIS — Ranking

1 BRImo C*=0,637
2 BSI Mobile C*=0,578
3 BCA mobile C*=0,513
4 Livin' Mandiri C*=0,340
Data ilustrasi pedagogis — bukan data resmi bank. Dalam kasus nyata, gunakan data aktual dari laporan OJK atau survei pengguna.

Panduan Praktis: Pilih Metode MCDM yang Tepat

Pakai AHP bila…
  • Bobot kriteria belum diketahui
  • Pengambil keputusan lebih dari 1 orang (perlu konsensus)
  • Jumlah kriteria relatif sedikit (≤7)
  • Perlu memvalidasi konsistensi logika penilaian
  • Contoh: menetapkan prioritas program kerja baru perusahaan
Pakai TOPSIS bila…
  • Bobot sudah tersedia (dari AHP atau ditetapkan langsung)
  • Jumlah alternatif banyak (TOPSIS sangat scalable — dapat diterapkan meski skala membesar)
  • Butuh hasil cepat dan proses transparan
  • Data bersifat kuantitatif dan terukur
  • Contoh: vendor selection, pemilihan lokasi, evaluasi karyawan
Kombinasi terbaik: AHP untuk bobot wⱼ → TOPSIS untuk ranking final
Blok 4 dari 4
04Refleksi Integrasi Mata Kuliah
Satu peta besar — 14 pertemuan, satu ekosistem alat kuantitatif.
LPPeramalanEOQ/AntrPERTSimulasiMCDM

Semua Topik Terhubung — Ekosistem Manajemen Sains

SIKLUS MANAJEMEN SAINSRENCANAKANLP • TransportasiPenugasanPROYEKSIKANMoving AverageRegresi • DekomposisiATUREOQ • Safety StockAntrean M/M/1JADWALKANPERT • CPMJalur KritisSIMULASIKANMonte CarloKetidakpastianPILIHAHP • TOPSISMCDM
Dalam proyek nyata, Anda biasanya menggunakan beberapa alat ini secara berurutan — itulah integrasi. EOQ = Economic Order Quantity; PERT = Program Evaluation and Review Technique.

Studi Kasus Integrasi: PT Ritel Nusantara Ekspansi ke 4 Kota

Catatan pedagogis: Ini studi kasus integrasi naratif — angka C*, jalur kritis, dan bobot AHP disajikan sebagai hasil jadi untuk menunjukkan alur integrasi antar alat, bukan melatih aritmetika dari-nol.
1
Proyeksikan
Peramalan demand 4 kota
2
Rencanakan
LP alokasi Rp 40 M
3
Atur
EOQ stok awal & reorder point
4
Jadwalkan
PERT → jalur kritis 14 minggu
5
Pilih
AHP bobot → TOPSIS ranking
AHP-TOPSIS — Langkah 5

Bobot AHP: Profit Potensial (0,30) • Risiko (0,25) • Infrastruktur (0,25) • Iklim Regulasi (0,20)

TOPSIS Ranking: Semarang (C*=0,71) → Surabaya (0,65) → Yogyakarta (0,58) → Solo (0,42)

Rekomendasi: Semarang Prioritas Pertama

Satu keputusan bisnis → 5 alat Manajemen Sains → satu proses terintegrasi.
Reorder point = level stok di mana pesanan baru harus segera dilakukan; jalur kritis = urutan aktivitas yang tidak boleh terlambat.

Cheat Sheet — 8 Kelompok Alat Manajemen Sains

BlokAlatPertanyaan yang Dijawab
RencanakanLP, Integer Programming, Transportasi, Penugasan"Bagaimana alokasikan sumber daya terbatas agar optimal?"
ProyeksikanMoving Average, Regresi, Dekomposisi"Berapa permintaan/penjualan masa depan?"
Atur — StokEOQ, Safety Stock, Reorder Point"Berapa dan kapan pesan ulang stok?"
Atur — AntreanModel M/M/1, M/M/s"Berapa kasir/server yang dibutuhkan?"
JadwalkanPERT, CPM"Kapan proyek selesai? Apa jalur kritisnya?"
SimulasikanMonte Carlo (Simulasi Monte Carlo — metode komputasional pakai angka acak)"Apa yang terjadi jika banyak variabel tidak pasti?"
Pilih (MCDM)AHP, TOPSIS"Mana alternatif terbaik dengan banyak kriteria?"

Integer Programming = pemrograman bilangan bulat; M/M/1 = model antrean satu server dengan kedatangan dan layanan berdistribusi Poisson/eksponensial.

Di Mana Anda Akan Memakai Ini di Karir?

Manajemen Operasi & Rantai Pasok
  • LP & Transportasi untuk optimasi logistik
  • EOQ untuk manajemen inventaris FMCG (Fast Moving Consumer Goods) dan manufaktur
  • Peramalan untuk demand planning (perencanaan permintaan) di Unilever, Indofood, Wings
Konsultasi & Analitik
  • TOPSIS/AHP untuk vendor selection, due diligence
  • Simulasi Monte Carlo untuk analisis risiko proyek KPBU, BUMN
  • PERT untuk manajemen proyek konsultansi
Perbankan & Keuangan
  • Antrean untuk desain layanan teller/CS (BCA, BRI, BSI)
  • Simulasi untuk stress testing portofolio
  • MCDM untuk credit scoring multi-kriteria, seleksi nasabah prioritas

Banyak perusahaan besar Indonesia — Pertamina, Telkom TLKM, BCA BBCA, Astra — memiliki divisi Operations Research atau Business Analytics.

7 Langkah TOPSIS — Referensi Cepat

LangkahNamaRumus / Tindakan
1Decision MatrixSusun tabel m alternatif × n kriteria (xᵢⱼ)
2Normalisasirᵢⱼ = xᵢⱼ / √(Σᵢ xᵢⱼ²)
3Bobotvᵢⱼ = wⱼ × rᵢⱼ  ;  Σwⱼ = 1
4Ideal A+/A−Benefit: A+=max, A−=min  ;  Cost: A+=min, A−=max
5SeparationS⁺ᵢ=√Σ(vᵢⱼ−v⁺ⱼ)²  ;  S⁻ᵢ=√Σ(vᵢⱼ−v⁻ⱼ)²
6ClosenessC*ᵢ = S⁻ᵢ / (S⁺ᵢ + S⁻ᵢ)  ;  C*∈[0,1]
7RankingUrutkan C*ᵢ dari besar ke kecil; C* terbesar = Rank 1
AHP → bobot wⱼ → TOPSIS → ranking final

Diskusi & Latihan — 15 Menit Terakhir

Latihan Cepat — Vendor Selection
LangkahPerhitunganNilai
C1: √Σx²√(100²+120²+90²)180,278
C2: √Σx²√(80²+90²+70²)139,284
C3: √Σx²√(5²+3²+6²)8,367

Vendor A/B/C • Harga (cost,w=0,40) • Kualitas (benefit,w=0,35) • Waktu (cost,w=0,25). Hitung S⁺, S⁻, C* tiap vendor. Ranking akhir: B (C*=0,607) → A (C*=0,463) → C (C*=0,393). Jawaban lengkap di Lampiran B.

Diskusi Kelas — 3 Pertanyaan
  1. "Dalam bisnis keluarga atau UMKM yang Anda kenal, keputusan apa yang bisa diselesaikan dengan TOPSIS? Sebutkan alternatif dan kriterianya!"
  2. "Jika bobot Harga dinaikkan dari 0,40 menjadi 0,60, apakah ranking berubah? Mengapa?"
  3. "Apa keterbatasan TOPSIS yang perlu disadari seorang manajer?"

Selamat! Anda Telah Menyelesaikan Manajemen Sains

Yang Sudah Anda Capai
  • 8 kelompok alat kuantitatif dari LP hingga TOPSIS
  • Minimal 2 studi kasus Indonesia per topik (BEI/OJK, UMKM, BUMN)
  • Kemampuan mengintegrasikan alat dalam satu masalah bisnis
  • Fondasi untuk analitik lanjutan (Python PuLP, R, Excel Solver)
Langkah Berikutnya
  • Pelajari Excel Solver / Python PuLP untuk LP skala besar
  • Pelajari R atau Python untuk peramalan & simulasi
  • Lihat penerapan di magang/kerja: tanya divisi ops/analitik
  • Pertimbangkan skripsi dengan topik MCDM, OR, atau Supply Chain
Manajemen Sains bukan hafalan rumus — ini cara berpikir terstruktur dalam ketidakpastian.
Gunakan sepanjang karir Anda.