stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-11
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 11: Teori Antrean (Queuing Theory)
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP

Manajemen Sains

Pertemuan 11 — Teori Antrean (Queuing Theory)

Mengapa loket BPJS selalu ramai? Berapa agen call center yang perlu direkrut? Jawabannya ada di matematika antrean — dan hari ini kita kuasai dari nol.

RPS MINGGU 12 • SUB-CPMK 7 • DURASI 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda mampu (Sub-CPMK 7):

CAPAIAN 1
λ μ ρ
Mengidentifikasi laju kedatangan (λ), laju layanan (μ), dan utilisasi (ρ) dari deskripsi masalah nyata, dengan nilai benar dan satuan tepat.
CAPAIAN 2
M/M/1
Menghitung L, Lq, W, Wq, P₀ dengan model M/M/1, memeriksa syarat stabilitas ρ < 1, tanpa kesalahan aritmetika.
CAPAIAN 3
M/M/c
Menerapkan Erlang C untuk model M/M/c dan menentukan jumlah server minimum untuk mencapai target Wq tertentu.
CAPAIAN 4
TC(c)
Menganalisis trade-off biaya server vs biaya menunggu untuk keputusan kapasitas operasional berbasis SLA.

Dua latihan hitung-dari-nol hari ini — siapkan kalkulator.

Mengapa Antrean Itu Mahal?

Antrean bukan sekadar ketidaknyamanan — ia punya nilai ekonomi nyata.

Biaya Menunggu (terlalu sedikit server)
  • Produktivitas pelanggan hilang
  • Abandonment rate meningkat — pelanggan pergi sebelum dilayani
  • Kepuasan & loyalitas turun; risiko churn jangka panjang
  • Survei BPJS 2023: 34% peserta sebut waktu tunggu sebagai keluhan utama di FKTP
Biaya Berlebih (terlalu banyak server)
  • Gaji petugas saat idle (menganggur) — membayar kapasitas yang tidak terpakai
  • Ruang fisik & infrastruktur terbuang
  • Investasi pelatihan tidak ter-amortisasi
  • Perbankan Indonesia: nasabah meninggalkan antrean setelah rata-rata 8–12 menit menunggu
Pertanyaan kelas: Mana yang lebih mahal — terlalu sedikit server, atau terlalu banyak? Teori Antrean memberi kita titik manis (optimal point) antara kedua ekstrem ini.
BAGIAN 1
Anatomi Sistem Antrean
& Notasi Kendall
Komponen, asumsi, dan cara membaca "bahasa" sistem antrean

Komponen Sistem Antrean

Setiap sistem antrean terdiri dari empat komponen utama:

PopulasiSumberλ (lajukedatangan)AntreanDisiplin: FCFS(First-Come, First-Served)μ (lajulayanan)Server 1Server 2 … cKeluar

1 Populasi Sumber (calling population)

Kumpulan entitas yang berpotensi datang — peserta BPJS, penelepon call center, kendaraan di gerbang tol Semarang.

2 Proses Kedatangan

Diukur dengan λ (lambda) — laju kedatangan; satuan: pelanggan/jam. Dalam model M, mengikuti distribusi Poisson.

3 Antrean (queue)

Tempat menunggu; aturan urutan paling umum: FCFS — siapa datang pertama, dilayani pertama.

4 Mekanisme Layanan

Diukur dengan μ (mu) — laju layanan per server; c = jumlah server. Dalam model M, waktu layanan ~ Eksponensial.

Notasi Kendall: A/B/c/K/N/D

Notasi Kendall merangkum sistem antrean dalam 6 karakter: A/B/c/K/N/D

PosisiSimbolArtinyaContoh Nilai
ADistribusi kedatanganM (Markov/Poisson), G (General), D (Deterministik)M
BDistribusi waktu layananM (Eksponensial), G (General), D (Deterministik)M, G
cJumlah serverBilangan bulat ≥ 11, 2, 5
KKapasitas sistem∞ (tak terbatas, default)
NUkuran populasi∞ (default)
DDisiplin antreanFCFS (default), LCFS, SIROFCFS
M/M/1 = 1 server, Poisson, Eksponensial — model hari ini
M/M/5 = 5 agen call center paralel berbagi satu antrean
M/G/1 = layanan tidak harus Eksponensial (kasir bervariasi)

Distribusi Kedatangan & Layanan

Model M/M/* bergantung pada dua distribusi probabilitas kunci:

Poisson — Kedatangan (λ)
P(k dalam t) = (λt)⊃k; · e−λt / k!
  • Rata-rata = λt; waktu antar-kedatangan ~ Eksponensial(λ)
  • Cocok: telepon masuk, kendaraan di gerbang tol Krapyak, pasien Puskesmas
  • e ≈ 2,718 (bilangan Euler); k! = faktorial — rumus tak perlu dihafal, yang penting intuisinya
Eksponensial — Waktu Layanan (μ)
P(S > t) = e−μt
  • Rata-rata waktu layanan = 1/μ; sifat tanpa memori (memoryless)
  • Cocok: petugas loket tunggal, kasir ATM, agen call center
  • Semakin besar t, semakin kecil peluang masih menunggu
Syarat stabilitas sistem: λ < c × μ  |  Laju kedatangan harus lebih kecil dari total kapasitas layanan — jika tidak, antrean tumbuh tanpa batas.

Parameter Dasar: λ, μ, ρ

Tiga parameter mendefinisikan beban sistem:

λ  = laju kedatangan (pelanggan / jam)
μ  = laju layanan (pelanggan / jam per server)
ρ  = λ / (c × μ)   [traffic intensity / utilisasi server]

Untuk M/M/1 (c = 1): ρ = λ/μ

ρArti UtilisasiKondisi Antrean
0,50Server sibuk 50% waktuAntrean pendek; nyaman
0,80Server sibuk 80% waktuAntrean mulai terasa
0,95Server hampir penuhAntrean bisa sangat panjang
≥ 1,00TIDAK STABILAntrean tumbuh tak terbatas
SYARAT STABILITAS: ρ < 1 WAJIB dipenuhi sebelum menggunakan rumus M/M/1 atau M/M/c. Ini langkah pertama yang tidak boleh dilewati.
BAGIAN 2
Model M/M/1: Satu Server
Lima ukuran kinerja dan cara membacanya untuk keputusan manajerial

Lima Rumus M/M/1

Dengan syarat ρ = λ/μ < 1 (satu server, c = 1):

P₀  = 1 − ρ                             [probabilitas sistem kosong]
Pₙ  = ρn (1−ρ)                     [probabilitas tepat n pelanggan]
L   = ρ / (1−ρ)                      [rata-rata dalam sistem (antre + dilayani)]
Lq  = ρ² / (1−ρ)                    [rata-rata dalam antrean]
W   = 1 / (μ−λ)                      [rata-rata waktu dalam sistem]
Wq  = λ / [μ(μ−λ)]               [rata-rata waktu menunggu]
Little's Law (berlaku universal):  L = λ × W  |  Lq = λ × Wq  — menghubungkan ukuran jumlah dengan ukuran waktu.

Hitung dari Nol 1 — Loket BPJS Puskesmas (M/M/1)

Setup: 1 loket BPJS Puskesmas Semarang Barat. Peserta datang rata-rata 10 orang/jam (λ = 10). Petugas melayani rata-rata 12 orang/jam (μ = 12).

LangkahPerhitunganNilai
1. Cek stabilitasρ = λ/μ = 10/12ρ = 0,833 (< 1 ✓ stabil)
2. P₀1 − ρ = 1 − 0,833P₀ = 0,167 (server kosong 16,7% waktu)
3. Lρ/(1−ρ) = 0,833/0,167L = 5,0 orang dalam sistem
4. Lqρ²/(1−ρ) = 0,694/0,167Lq = 4,167 orang dalam antrean
5. W1/(μ−λ) = 1/(12−10) = 1/2W = 0,5 jam = 30 menit
6. Wqλ/[μ(μ−λ)] = 10/[12×2] = 10/24Wq = 0,417 jam ≈ 25 menit
Verifikasi Little's Law: L = λ × W = 10 × 0,5 = 5,0 ✓   |   Lq = λ × Wq = 10 × 0,417 = 4,17 ✓

Coba Sendiri: Dekatkan ρ ke 1 dan Amati Wq Meledak

Ubah laju kedatangan λ atau laju layanan μ, lalu amati bagaimana rho, L, Lq, W, dan Wq berubah — terutama saat rho mendekati 1.

Distribusi Probabilitas Status Sistem (Pₙ)

Berapa probabilitas bahwa ada tepat n pelanggan dalam sistem?

Pₙ = ρn × (1−ρ) = ρn × P₀
nPₙ = (0,833)n × 0,167Interpretasi
00,167Sistem kosong: 16,7% waktu
10,139Tepat 1 orang: 13,9% waktu
20,116Tepat 2 orang: 11,6% waktu
30,097Tepat 3 orang: 9,7% waktu
50,067Tepat 5 orang: 6,7% waktu
100,025Tepat 10 orang: 2,5% waktu
P(n ≥ 5) = ρ5 = (0,833)5 ≈ 0,40 → 40% waktu ada 5 orang atau lebih di sistem!   (deret geometri: jumlah ekor = ρk)

Interpretasi & Rekomendasi: Wq = 25 Menit

Dari hasil HDN-1, apa keputusan manajerial yang tepat?

UkuranNilaiSinyal Manajerial
ρ = 0,833Utilisasi 83%Sangat tinggi; rentan overload saat peak hour
Wq ≈ 25 menitWaktu tungguJauh melampaui standar BPJS (target ≤ 15 menit)
Lq ≈ 4,2 orangPanjang antreanRata-rata selalu ada 4+ orang menunggu
P₀ = 16,7%Server idle 1 dari 6 menitMasalah bukan server malas — kapasitas memang kurang
Jangka Pendek
  • Terapkan pra-registrasi via aplikasi Mobile JKN untuk meratakan kedatangan (turunkan λ efektif)
  • Jadwalkan jam kunjungan (appointment system) untuk menghindari penumpukan pagi hari
Jangka Panjang
  • Buka loket ke-2 (model M/M/2) → Wq turun drastis
  • ρ per server turun, kapasitas total naik ke 24 orang/jam — jauh lebih bertenaga
BAGIAN 3
Model M/M/c: Banyak Server Paralel
Erlang C — menentukan jumlah server optimal untuk target SLA

Dari Satu ke Banyak Server: Intuisi M/M/c

Model M/M/c: c server paralel berbagi satu antrean tunggal.

AntreanServer 1Server 2Server cKeluar
Keunggulan Satu Antrean + c Server
  • Tidak ada ketimpangan "memilih antrean salah"
  • Variabilitas terdistribusi merata ke semua server
  • Total kapasitas layanan = c × μ
  • Utilisasi per server: ρ = λ / (c × μ)
Bank Central Asia (BCA) menggunakan satu sistem antrean nomor (Q-Matic) untuk semua teller — ini penerapan M/M/c nyata yang diregulasi OJK.

Erlang C: Rumus P₀ dan C(c, λ/μ)

Erlang C = probabilitas bahwa pelanggan harus menunggu (semua server sibuk).

LANGKAH 1 — Hitung P₀ (probabilitas sistem kosong)
                      1
P₀ = ──────────────────────────────────────────────────────
     c−1 (λ/μ)n       (λ/μ)c         1
      Σ ───────   +  ─────── × ──────
     n=0   n!              c!         (1−ρ)
LANGKAH 2 — Hitung Erlang C = C(c, λ/μ)
                 P₀ × (λ/μ)c
C(c, λ/μ) = ─────────────────
                   c! × (1−ρ)
Interpretasi: C(c, λ/μ) = P(pelanggan harus menunggu). Untuk c=1: C(1, λ/μ) = ρ (kembali ke M/M/1 ✓). Gunakan spreadsheet untuk c ≥ 3 agar terhindar kesalahan aritmetika.

Rumus Lq, Wq, L, W untuk M/M/c

Setelah C(c, λ/μ) dihitung, ukuran kinerja diperoleh secara berurutan:

Lq  = C(c, λ/μ) × ρ / (1−ρ)        [rata-rata dalam antrean]
Wq  = Lq / λ                              [rata-rata waktu menunggu]
W   = Wq + 1/μ                            [total waktu dalam sistem]
L   = λ × W    (Little's Law)          [total dalam sistem]
Catatan penting:
• Rata-rata waktu layanan per pelanggan = 1/μ (konstan, tidak bergantung c)
• W = Wq + waktu dilayani; selisihnya selalu 1/μ
• Untuk c=1: C(1,λ/μ) = ρ → Lq = ρ²/(1−ρ) — sama persis dengan M/M/1 ✓
• Semakin besar c, C(c,λ/μ) makin kecil → Lq dan Wq makin kecil

Hitung dari Nol 2 — Call Center Telkomsel: Berapa Agen? (M/M/c)

Setup: λ = 60 panggilan/jam; μ = 15 panggilan/jam/agen; λ/μ = 4,0. Target SLA: Wq ≤ 2 menit.

Tahap 1 — Coba c = 4:
CekNilaiKesimpulan
ρ = 60/(4×15)ρ = 1,000TIDAK STABIL — c = 4 gugur!
Tahap 2 — Coba c = 5:
LangkahPerhitunganNilai
ρ = 60/(5×15)60/750,800 (stabil ✓)
Σ suku n=0..41 + 4 + 8 + 10,667 + 10,667= 34,333
Suku-c (n=5)(4⁵/5!) × 1/(1−0,8) = 8,533×5= 42,667
P₀ = 1/(34,333+42,667)1/77,000≈ 0,0130
Erlang C C(5,4)0,0130 × (4⁵/5!) / 0,2≈ 0,5547
Lq = C × ρ/(1−ρ)0,5547 × 4,0≈ 2,219 orang
Wq = Lq/λ2,219/60 jam≈ 2,22 menit > 2 mnt ❌
Hasil c=5: Wq = 2,22 menit — SLA belum terpenuhi.   c = 6 → Wq ≈ 0,57 menit ✓ (lihat slide berikut)

Mengapa c = 5 Tidak Cukup? Analisis Margin

Perbandingan kinerja sistem untuk c = 4 sampai c = 7 (λ = 60, μ = 15):

cρC(c, λ/μ)LqWq (menit)Status SLA (≤ 2 mnt)
41,000❌ TIDAK STABIL
50,8000,55472,2192,22❌ Belum terpenuhi
60,6670,28470,5690,57✅ Terpenuhi
70,5710,13510,1800,18✅ Berlebihan (biaya naik)
Tiga pengamatan kunci:
1. c minimum untuk stabil = 5 (karena λ/μ = 4; butuh c > 4).
2. c minimum untuk SLA Wq ≤ 2 mnt = 6.
3. Dari c=6 ke c=7: Wq turun 0,57 → 0,18 mnt — diminishing returns sudah terasa; setiap agen tambahan memberikan manfaat yang semakin kecil.

Service Level Agreement (SLA) & Target Wq

SLA = komitmen formal tentang tingkat layanan yang dijamin kepada pelanggan.

IndustriSLA Antrean UmumDasar
BPJS Kesehatan (FKTP)≤ 15 menit waktu tungguPanduan BPJS 2022
Perbankan (teller)≤ 10 menitStandar OJK & SOP bank
Call center telekomunikasi≤ 20 detik (80% panggilan)Regulasi BRTI / SLA industri
Gerbang tol (non-e-toll)≤ 4 detik per transaksiStandar Jasa Marga
Rata-rata vs Persentil: Wq dari M/M/c adalah rata-rata. SLA call center "80% panggilan dijawab dalam 20 detik" adalah berbasis persentil — lebih ketat, karena ada pelanggan yang bisa menunggu jauh di atas rata-rata. Untuk analisis SLA berbasis persentil, diperlukan distribusi Erlang atau simulasi Monte Carlo.
Pertanyaan praktis sebelum merancang kapasitas: "SLA kita berbasis rata-rata atau persentil?" — jawabannya menentukan konservatisme model yang Anda bangun.

Model M/G/1 — Layanan Tidak Eksponensial

Jika waktu layanan tidak Eksponensial, gunakan M/G/1 (distribusi General).

Formula Pollaczek–Khinchine (P-K):
Lq = ρ² (1 + Cv²) / [2(1−ρ)]
Cv = σ/E[S] = koefisien variasi waktu layanan (σ = standar deviasi; E[S] = rata-rata)
Cv = 0
½ M/M/1
Layanan deterministik — semua pelanggan persis sama lama. Lq = ½ dari M/M/1 — "free lunch"!
Cv = 1
=M/M/1
Distribusi Eksponensial — rumus kembali ke M/M/1 persis ✓
Cv > 1
> M/M/1
Layanan sangat bervariasi — Lq lebih besar. Contoh: agen call center dengan kompleksitas bervariasi.
BAGIAN 4
Analisis Manajerial
SLA, bottleneck, queue abandonment, trade-off biaya, dan strategi perbaikan

Studi Kasus: Bottleneck di Gerbang Tol Semarang

Gerbang Tol Krapyak, Semarang (Jasa Marga) — ilustrasi berdasarkan karakteristik umum gerbang tol Jawa Tengah.

ParameterE-toll (normal)Gardu manual
λ (puncak)720 kend/jam720 kend/jam
μ per gardu900 kend/jam (~4 dtk)60 kend/jam (~1 mnt)
c aktif4 gardu4 gardu
ρ0,200 ✓ stabil3,000 ❌ kolaps!
Jika e-toll bermasalah → manual: c=4 menghasilkan ρ = 3,0 → antrean mengular tanpa batas. Butuh c ≥ 13 gardu manual agar sistem stabil (ρ < 1)!
Pelajaran: μ e-toll = 15× μ manual. Gangguan minor (1 mesin error, 1 kendaraan tanpa saldo) dapat memicu antrean eksponensial. Redundansi dan rencana kontingensi adalah wajib.

Queue Abandonment — Pelanggan yang Pergi

Queue abandonment terjadi ketika pelanggan tidak sabar dan pergi sebelum dilayani.

Dua Jenis Abandonment
  • Balking — pelanggan melihat antrean panjang saat datang → memutuskan tidak bergabung
  • Reneging — pelanggan sudah bergabung antrean → tidak sabar → pergi sebelum dilayani
Dampak Bisnis
  • Pendapatan hilang langsung (transaksi tidak terjadi)
  • Churn jangka panjang — pelanggan tidak kembali
  • Bias pengukuran: Wq "terlihat" lebih pendek karena yang tidak sabar sudah pergi lebih dulu!
  • Call center: abandonment rate ~5–15% saat peak hour (ilustrasi industri telekomunikasi Indonesia)
Perhatian: Model M/M/1 dan M/M/c standar tidak memodelkan abandonment. Untuk sistem dengan abandonment, diperlukan model M/M/c+K (kapasitas terbatas) atau simulasi. ARPU (Average Revenue Per User) dipakai untuk mengestimasi nilai yang hilang per panggilan yang ditinggalkan.

Trade-off: Biaya Server vs Biaya Menunggu

Tujuan optimasi: minimumkan Total Cost = biaya server + biaya menunggu.

TC(c) = c × Cs + Lq × Cw
Cs = biaya per server/jam (gaji, listrik, fasilitas)  |  Cw = biaya menunggu per pelanggan/jam (nilai waktu, risiko churn)
cLqBiaya Server (c × Rp 50.000)Biaya Menunggu (Lq × Rp 100.000)TC/jam
52,219Rp 250.000Rp 221.900Rp 471.900
60,569Rp 300.000Rp 56.900Rp 356.900 ✅ minimum
70,180Rp 350.000Rp 18.000Rp 368.000
Optimal: c = 6 (TC minimum = Rp 356.900/jam). Dari c=5 ke c=6: biaya server naik Rp 50.000 tapi biaya menunggu turun Rp 165.000 — net saving Rp 115.000/jam. Dari c=6 ke c=7: penghematan hanya Rp 38.900 tapi biaya server naik Rp 50.000 — tidak efisien.

Enam Cara Memperbaiki Sistem Antrean

Menambah server bukan satu-satunya solusi. Enam strategi perbaikan:

STRATEGI 1
+c
Tambah server — paling langsung; meningkatkan kapasitas total c×μ; biaya naik linear.
STRATEGI 2
Naikkan μ — percepat layanan via SOP, teknologi, pelatihan; mengurangi Wq tanpa staf baru.
STRATEGI 3
−λ
Kurangi λ efektif — appointment system (Mobile JKN), peak-spreading, self-service (ATM, e-toll).
STRATEGI 4
−Cv
Turunkan variasi — standardisasi proses (skrip, SOP). M/G/1: Cv rendah → Lq lebih kecil meski μ sama.
STRATEGI 5
Q Virtual
Antrean virtual — Q-Matic BCA, Mobile JKN; pelanggan tidak perlu berdiri secara fisik.
STRATEGI 6
Prioritas
Priority queuing — jalur Nasabah Prioritas (BCA/BNI), antrean Ibu Hamil/Difabel; Wq efektif segmen kritis turun.
Solusi terbaik sering kombinasi: teknologi self-service (↓λ) + pelatihan staf (↑μ) + sistem antrean virtual (↓rasa menunggu).

Peta Konsep & Penutup

Cheat Sheet Teori Antrean — yang harus Anda ingat keluar dari kelas hari ini:

KonsepInti
Notasi KendallA/B/c — M=Poisson/Eksponensial, c=jumlah server; M/M/1 dan M/M/c hari ini
Syarat stabilitasρ = λ/(c×μ) < 1 — WAJIB cek pertama
M/M/1 kunciLq = ρ²/(1−ρ)  |  Wq = λ/[μ(μ−λ)]  |  P₀ = 1−ρ
M/M/c kunciHitung P₀ → Erlang C C(c,λ/μ) → Lq = C×ρ/(1−ρ) → Wq = Lq/λ
Little's LawL = λW  |  Lq = λWq — berlaku universal, dipakai untuk verifikasi
SLAWq dibandingkan target; persentil lebih ketat dari rata-rata
Trade-off optimalTC(c) = c×Cs + Lq×Cw, cari minimum — c=6 optimal untuk kasus Telkomsel
PerbaikanTambah c | naikkan μ | turunkan λ | kurangi Cv | antrean virtual | prioritas
Pertemuan berikutnya (RPS Minggu 13): Simulasi Monte Carlo — ketika model analitik tidak cukup.  |  Tugas: Latihan soal B1–B3 di bahan ajar sebelum Minggu 13.