‹ Daftar slidePertemuan 10: Manajemen Proyek: PERT & CPM
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP
Manajemen Sains
Pertemuan 10 — Manajemen Proyek: PERT & CPM
Bagaimana Anda merencanakan, menjadwalkan, dan mengendalikan proyek kompleks agar selesai tepat waktu dan sesuai anggaran?
RPS Minggu 11 • Sub-CPMK6 • Durasi 2 × 50 Menit
Tujuan Pembelajaran Pertemuan 10
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan dan menerapkan PERT & CPM (Sub-CPMK6). Secara rinci:
Capaian 1 — Jaringan
Menggambar network diagram AON (Activity-on-Node) dan AOA (Activity-on-Arc) dengan benar untuk proyek multi-aktivitas.
Capaian 2 — CPM
Menghitung ES, EF, LS, LF, Float dan mengidentifikasi jalur kritis secara deterministik (satu durasi pasti).
Capaian 3 — PERT
Menghitung te, σ², dan probabilitas penyelesaian proyek pada waktu target menggunakan z-score dan tabel normal.
Capaian 4 — EVM
Menginterpretasikan SV, CV, SPI, CPI dalam Earned Value Management dan menyusun rekomendasi tindakan korektif.
Mengapa Proyek Besar Sering Terlambat?
Data global dan Indonesia menunjukkan bahwa keterlambatan proyek bukan pengecualian — melainkan kebiasaan. PERT & CPM hadir untuk mengubah itu.
Fakta Global
Riset megaproyek global (Flyvbjerg, How Big Things Get Done, 2023; McKinsey Global Institute, 2017) melaporkan bahwa proporsi besar megaproyek infrastruktur melebihi anggaran dan jadwal. Megaproyek di atas $1 miliar secara konsisten menunjukkan overrun biaya rata-rata puluhan persen.
Fakta Indonesia
BPK melaporkan dalam IHPS (Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester) berbagai proyek infrastruktur nasional mengalami keterlambatan penyelesaian. Jalan Tol Trans-Jawa sempat mengalami molor jadwal di beberapa seksi akibat koordinasi pembebasan lahan.
PERT/CPM tidak menghilangkan ketidakpastian — tetapi membuat Anda tahu persis di mana keterlambatan akan berdampak paling besar.
Bagian 1 dari 4
Konsep Dasar & Jaringan Proyek
Apa itu proyek? Bagaimana aktivitas dihubungkan? AOA vs AON.
AktivitasPrecedenceJaringan
Proyek: Definisi & Karakteristik
Sebuah proyek adalah sekumpulan aktivitas yang saling berkaitan, memiliki titik awal dan titik akhir yang jelas, bertujuan mencapai hasil tertentu.
Karakter 1 — Unik
Setiap proyek berbeda dari rutinitas; bukan pekerjaan berulang sehari-hari. Contoh: pembangunan gedung baru vs. perawatan gedung yang sudah jadi.
Karakter 2 — Berbatas Waktu
Ada tanggal mulai dan tanggal selesai yang jelas. Tanpa batas waktu yang ditetapkan, itu bukan proyek — itu operasi rutin berkelanjutan.
Karakter 3 — Sumber Daya Terbatas
Manusia, mesin, material, dan anggaran terbatas harus dialokasikan secara optimal di seluruh aktivitas yang berjalan paralel.
PERT & CPM membantu manajer menjawab: Aktivitas mana yang paling kritis? Kapan paling cepat proyek selesai? Seberapa besar risiko keterlambatan?
Dua Cara Menggambar Jaringan Proyek
AOA — Activity-on-Arc (Klasik)
Aktivitas = panah (arc)
Node = kejadian (event)
Perlu dummy activity (fiktif, durasi nol)
Konvensi buku teks klasik
AON — Activity-on-Node (Modern — Kita Pakai)
Aktivitas = node (kotak)
Panah = ketergantungan
Tidak perlu dummy activity
MS Project, Primavera — standar industri
Kita fokus pada AON karena lebih intuitif dan digunakan oleh semua software manajemen proyek modern.
Membaca Tabel Aktivitas Proyek
Setiap proyek diawali dengan membuat daftar aktivitas beserta pendahulunya (predecessor). Dari tabel inilah jaringan digambar.
Akt.
Deskripsi
Pendahulu
Durasi
A
Desain
—
3 hr
B
Pengadaan
A
4 hr
C
Konstruksi Fondasi
A
6 hr
D
Pemasangan
B, C
5 hr
E
Pengujian
D
2 hr
B dan C berjalan paralel
A harus selesai sebelum B dan C bisa mulai. B dan C bisa berjalan paralel. D baru bisa mulai setelah keduanya selesai.
Bagian 2 dari 4
CPM — Metode Jalur Kritis
Forward pass, backward pass, float, dan jalur kritis — semua dengan durasi deterministik (satu angka pasti).
Forward PassBackward PassJalur Kritis
Forward Pass — Waktu Paling Awal
Forward pass menghitung kapan paling cepat setiap aktivitas dapat dimulai (ES — Early Start) dan selesai (EF — Early Finish).
EF = ES + Durasi ESaktivitas i = max(EF semua pendahulunya)
Aturan kunci: (1) Aktivitas pertama (tanpa pendahulu): ES = 0 · (2) Aktivitas berikutnya: ES = EF terbesar dari semua pendahulunya · (3) EF = ES + Durasi
Akt.
Pendahulu
Durasi
ES
EF
A
—
3
0
3
B
A
4
3
7
C
A
6
3
9
D
B, C
5
max(7, 9) = 9
14
Backward Pass — Waktu Paling Akhir & Float
Backward pass menghitung kapan paling lambat setiap aktivitas boleh selesai (LF — Late Finish) dan dimulai (LS — Late Start) tanpa menunda proyek.
LS = LF − Durasi LFi = min(LS semua penggantinya)
Float = LS − ES = LF − EF Jalur Kritis: semua aktivitas Float = 0
Ubah durasi salah satu aktivitas proyek, lalu amati ES/EF/LS/LF dan float terhitung ulang otomatis — dan periksa apakah jalur kritis berpindah.
Jalur Kritis — Apa Artinya bagi Manajer?
Jalur Kritis = A → C → E → F → G → H (Float = 0). Durasi minimum proyek = 27 minggu.
Manajerial 1 — Fokus Pengawasan
Alokasikan pengawasan terbesar di jalur kritis. Keterlambatan 1 minggu di F = proyek terlambat 1 minggu — tanpa pengecualian.
Manajerial 2 — Crashing
Crashing = mempercepat aktivitas kritis dengan tambahan sumber daya. Mempercepat B atau D tidak memendekkan proyek karena keduanya non-kritis.
Manajerial 3 — Float = Buffer
B dan D punya Float 2 minggu. Sumber daya bisa dipinjam sementara dari sana untuk mempercepat aktivitas kritis yang terancam terlambat.
Manajerial 4 — Jalur Kritis Berubah
Setelah crashing, jalur lain bisa menjadi kritis baru. Monitor ulang analisis setiap kali ada perubahan besar pada jadwal atau sumber daya.
Studi Kasus — Tol Semarang–Demak (KPBU)
Tol Semarang–Demak sepanjang ~27 km adalah proyek KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha) pertama yang juga berfungsi sebagai tanggul laut. Investasi ~Rp 15,3 triliun.
Identifikasi bottleneck: pembebasan lahan sering jadi jalur kritis
Desain teknis bisa paralel → Float tersedia sebagai buffer
PERT untuk ketidakpastian pembebasan lahan (distribusi 3-titik)
EVM memantau progres vs anggaran setiap bulan
Pembebasan lahan di Indonesia adalah sumber terbesar ketidakpastian jadwal — PERT, bukan CPM deterministik, lebih realistis untuk aktivitas ini.
Bagian 3 dari 4
PERT — Estimasi Probabilistik
Tiga titik estimasi, nilai ekspektasi, variansi, dan probabilitas penyelesaian proyek menggunakan tabel z-normal.
Optimis (a)Paling Mungkin (m)Pesimis (b)
PERT — Waktu Ekspektasi (te)
Untuk setiap aktivitas, minta tiga estimasi dari ahli. Lalu hitung waktu ekspektasi tertimbang.
a — Waktu Optimis
Durasi bila segalanya berjalan sempurna. Persentil ke-1 dari kemungkinan durasi.
m — Paling Mungkin
Durasi yang paling realistis berdasarkan pengalaman. Ini adalah modus distribusi Beta.
b — Waktu Pesimis
Durasi bila banyak masalah terjadi. Persentil ke-99 dari kemungkinan durasi.
te = (a + 4m + b) / 6
Intuisi: m diberi bobot 4× — distribusi PERT menyerupai distribusi Beta yang unimodal (puncak tunggal). te ≠ m karena skenario pesimis "menarik" ekspektasi ke kanan.
Penjumlahan σ² sah karena diasumsikan aktivitas independen (Central Limit Theorem).
⚠ PERT klasik mengasumsikan jalur kritis tetap. Bila ada jalur near-critical (durasi hampir sama), probabilitas penyelesaian bisa under-estimate. Praktisi modern menggunakan simulasi Monte Carlo.
PERT — Z-Score & Probabilitas Penyelesaian
Setelah menghitung σproyek, kita bisa menjawab: berapa persen kemungkinan proyek selesai sebelum waktu target T?
z = (T − te proyek) / σproyek P(selesai ≤ T) = P(Z ≤ z) [baca dari tabel z-normal]
z
P(Z ≤ z)
Interpretasi
−1,00
0,1587
Target sangat ambisius
0,00
0,5000
Target = rata-rata
0,50
0,6915
69% kemungkinan
1,00
0,8413
84% kemungkinan
1,28
0,9000
90% kemungkinan
1,65
0,9505
95% kemungkinan
2,00
0,9772
~98% kemungkinan
z < 0 → target lebih pendek dari rata-rata → P < 50%. z > 0 → target lebih panjang → P > 50%.
Ingat nilai kunci: z=1,28 → 90% • z=1,65 → 95%
Coba Sendiri: Hitung Probabilitas Selesai Tepat Waktu
Geser target waktu T atau variansi proyek, lalu amati z-score dan luas area kurva normal berubah — dan berapa peluang proyek selesai sebelum T.
📋 Hitung dari Nol 2 — PERT: Peluncuran Produk Baru
Perusahaan FMCG Indonesia hendak meluncurkan produk baru. Hitung te dan σ² setiap aktivitas, identifikasi jalur kritis, lalu hitung P(proyek selesai ≤ 20 minggu).
Akt.
Pendahulu
a
m
b
te = (a+4m+b)/6
σ² = [(b−a)/6]²
A
—
2
4
6
(2+16+6)/6 = 4,0
[(6−2)/6]² = 0,444
B
—
3
5
9
(3+20+9)/6 = 5,333
[(9−3)/6]² = 1,000
C
A
1
3
5
(1+12+5)/6 = 3,0
[(5−1)/6]² = 0,444
D
B
2
4
12
(2+16+12)/6 = 5,0
[(12−2)/6]² = 2,778
E
C, D
3
4
5
(3+16+5)/6 = 4,0
[(5−3)/6]² = 0,111
F
E
1
2
3
(1+8+3)/6 = 2,0
[(3−1)/6]² = 0,111
Jalur kritis: jalankan CPM dengan te sebagai durasi. Jawaban lengkap di Slide 20.
📋 HDN-2: Jalur Kritis, Variansi Proyek & Probabilitas
Forward pass dengan te:
Akt.
ES
te
EF
Float
Kritis?
A
0
4,0
4,0
3,333
Tidak
B
0
5,333
5,333
0
Ya
C
4,0
3,0
7,0
3,333
Tidak
D
5,333
5,0
10,333
0
Ya
E
10,333
4,0
14,333
0
Ya
F
14,333
2,0
16,333
0
Ya
Jalur Kritis: B → D → E → F te proyek = 5,333 + 5,0 + 4,0 + 2,0 = 16,333 minggu
CPI < 0,8 & SPI < 0,8 = ALARM MERAH — intervensi manajemen segera dibutuhkan.
Resource Leveling — Meratakan Beban Sumber Daya
Jadwal CPM optimal secara waktu, tetapi bisa menyebabkan lonjakan kebutuhan sumber daya di periode tertentu — tidak efisien dan tidak realistis.
Tanpa Leveling — Masalah
Minggu 3: 8 tukang dibutuhkan sekaligus
Minggu 6: hanya 2 tukang dibutuhkan
Rekrut–pecat–rekrut = tidak realistis
Dengan Leveling — Solusi
Geser aktivitas non-kritis dalam batas Float
Distribusikan: 4–5 tukang per minggu stabil
Durasi proyek tidak bertambah
Resource leveling menggunakan Float aktivitas non-kritis sebagai ruang manuver. Aktivitas kritis TIDAK boleh digeser.
MS Project — Implementasi Digital PERT/CPM
Microsoft Project adalah software manajemen proyek paling umum digunakan di Indonesia dan dunia untuk menerapkan konsep PERT/CPM dalam skala nyata.
Fitur Utama yang Relevan
Gantt Chart otomatis dari tabel aktivitas + durasi + predecessor
Network Diagram (AON) dihasilkan otomatis
Critical Path highlighting — jalur kritis berwarna merah otomatis
Resource management — leveling otomatis
Baseline & tracking — bandingkan rencana vs aktual (basis EVM)
Export ke Excel untuk analisis lanjutan
Konsep PERT/CPM yang Anda pelajari hari ini adalah fondasi intelektual; MS Project adalah eksekusinya. Tanpa paham konsepnya, Anda hanya operator — bukan manajer.
Studi Kasus — MRT Jakarta Fase 2: Monitoring dengan EVM
MRT Jakarta Fase 2 (Bundaran HI → Kota) — proyek strategis nasional dengan investasi ~Rp 22,5 triliun dan target selesai 2027.
Skenario Monitoring Ilustratif (bulan ke-24 dari 48)
Metrik
Nilai
PV (target 50% selesai)
Rp 11,25 T
EV (aktual 44% selesai)
Rp 9,90 T
AC (biaya aktual)
Rp 10,50 T
SV = 9,90 − 11,25
−Rp 1,35 T (terlambat)
CV = 9,90 − 10,50
−Rp 0,60 T (over budget)
SPI = 9,90 / 11,25
0,88
CPI = 9,90 / 10,50
0,94
Rekomendasi Manajerial
SPI 0,88: percepat aktivitas kritis (crashing) di segmen paling tertinggal
CPI 0,94: audit pengadaan material — indikasi harga material melebihi estimasi
Revisi jadwal dan komunikasikan ke pemangku kepentingan (Kemenhub, DKI)
Terapkan kontrak berbasis milestone payment untuk insentif kontraktor
⚠ Angka MRT Fase 2 di slide ini adalah skenario ilustratif untuk pedagogis. Angka aktual dapat berbeda — verifikasi di laporan PT MRT Jakarta.
Cheat Sheet — Semua Rumus PERT/CPM & EVM
Konsep
Rumus / Aturan
Catatan
Forward pass ES
ESi = max(EF pendahulunya)
ES pertama = 0
Forward pass EF
EF = ES + Durasi
—
Backward pass LF
LFi = min(LS penggantinya)
LF terakhir = EF proyek
Backward pass LS
LS = LF − Durasi
—
Float / Slack
LS − ES = LF − EF
Float = 0 → kritis
Jalur Kritis
Semua aktivitas Float = 0
Jalur terpanjang (te)
PERT te
(a + 4m + b) / 6
Rata-rata tertimbang
PERT σ² aktivitas
[(b − a) / 6]²
Variansi satu aktivitas
σ² proyek
Σ σ² jalur kritis
Asumsi aktivitas independen
Z-score proyek
(T − te proyek) / σproyek
P dari tabel z-normal
EVM: SV
EV − PV
+ = lebih cepat jadwal
EVM: CV
EV − AC
+ = di bawah anggaran
EVM: SPI
EV / PV
< 1 = terlambat
EVM: CPI
EV / AC
< 1 = over budget
Persiapan Mandiri & Latihan
Latihan Mandiri Sebelum Minggu Depan
Kerjakan HDN-1 (CPM 8 aktivitas) dan HDN-2 (PERT 6 aktivitas) secara mandiri di kertas, baru cocokkan dengan lampiran.
Baca Anderson, Sweeney & Williams Ch. 9 — terutama bagian crashing (time-cost tradeoff).
Coba input proyek kecil (5 aktivitas) di MS Project atau buat sendiri dengan Excel.
Pertanyaan Refleksi
Mengapa kita perlu backward pass jika forward pass sudah memberikan durasi proyek?
Bagaimana PERT berbeda dari CPM ketika ada aktivitas dengan ketidakpastian tinggi?
Jika CPI proyek Anda 0,75 di bulan ke-6, apa tindakan pertama yang Anda rekomendasikan?
Pertemuan 11 → Topik lanjutan dalam silabus MK Manajemen Sains