‹ Daftar slidePertemuan 7: Teori Permainan & Strategi Kompetitif
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP
Manajemen Sains
Pertemuan 7 — Teori Permainan & Strategi Kompetitif
Ketika keputusan Anda bergantung pada apa yang dilakukan pesaing — dan sebaliknya — Anda sedang bermain dalam sebuah permainan strategis (game theory: cabang matematika & ekonomi yang menganalisis pengambilan keputusan antarpihak yang saling bergantung). Hari ini kita pelajari cara menganalisis dan memenangkannya.
RPS MINGGU 7SUB-CPMK5DURASI 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan Teori Permainan & Strategi Kompetitif (Sub-CPMK5). Secara rinci:
CAPAIAN 1 — FONDASI
MATRIX
Menyusun payoff matrix 2×2 dari skenario kompetisi dan mendefinisikan pemain (players), strategi (strategies), dan payoff.
CAPAIAN 2 — EQUILIBRIUM
NASH
Mengidentifikasi dominant strategy dan Nash Equilibrium (keseimbangan Nash) pada payoff matrix yang diberikan.
CAPAIAN 3 — MIXED STRATEGY
PROB
Menghitung proporsi mixed strategy (strategi campuran) dan expected payoff menggunakan indifference condition.
CAPAIAN 4 — APLIKASI
BISNIS
Menjelaskan Prisoner's Dilemma, Pareto Optimality, dan aplikasi ke pasar oligopoli Indonesia (TLKM/ISAT, Indomaret/Alfamart).
Indomaret vs Alfamart: Siapa yang Turunkan Harga Duluan?
Bayangkan dua minimarket berdampingan. Jika Indomaret turunkan harga, Alfamart kehilangan pelanggan — maka Alfamart juga terpaksa turunkan. Akhirnya keduanya untung lebih kecil. Tapi jika keduanya bertahan di harga tinggi, profit lebih besar. Masalahnya: siapa yang berani?
Ini bukan soal negosiasi. Ini soal strategi (strategy: rencana lengkap seorang pemain yang menetapkan tindakannya untuk setiap situasi yang mungkin terjadi) di bawah ketidakpastian tentang tindakan pihak lain — inilah arena Teori Permainan.
Pertanyaan Strategis 1
Jika Anda manajer Indomaret, haruskah Anda turunkan harga lebih dulu — atau tunggu langkah Alfamart?
Pertanyaan Strategis 2
Apakah ada harga yang "stabil" — tidak ada pihak yang mau mengubahnya secara sepihak? Itulah yang disebut equilibrium (keseimbangan).
Bagian 1 dari 4
Fondasi: Elemen Permainan & Payoff Matrix
Tiga elemen wajib suatu permainan — pemain, strategi, payoff — dan cara menyusunnya dalam tabel yang bisa dianalisis.
PemainStrategiPayoff
Setiap Permainan Strategis Terdiri dari Tiga Elemen
ELEMEN 1 — PEMAIN (Players)
SIAPA
Pihak-pihak yang mengambil keputusan. Bisa individu, perusahaan, atau negara. Contoh: Telkomsel (TLKM di BEI) dan Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT di BEI) dalam persaingan tarif data.
ELEMEN 2 — STRATEGI (Strategies)
APA
Pilihan-pilihan tindakan yang tersedia. Contoh: "Turunkan tarif data" vs "Pertahankan tarif data". Himpunan semua pilihan = strategy set.
ELEMEN 3 — PAYOFF
HASIL
Hasil (outcome) yang diterima setiap pemain untuk setiap kombinasi strategi. Bisa berupa: laba (Rp), pangsa pasar (%), atau utilitas. Dirangkum dalam payoff matrix.
Permainan = himpunan pemain + himpunan strategi tiap pemain + fungsi payoff. Pemain → memilih → Strategi → menghasilkan → Payoff.
Zero-Sum vs Non-Zero-Sum: Dua Dunia yang Berbeda
Dimensi
Zero-Sum
Non-Zero-Sum
Definisi
Apa yang dimenangkan satu pihak = apa yang hilang pihak lain
Jumlah total payoff bisa berubah tergantung pilihan
Jumlah payoff
Selalu konstan (misal: 0 atau 100)
Bervariasi
Contoh
Catur, poker, kompetisi tender tunggal
Persaingan harga, iklan, negosiasi kerja sama
Implikasi
Kepentingan sepenuhnya bertentangan
Ada ruang untuk kerja sama yang saling menguntungkan
Di pertemuan ini
Dasar analisis pure strategy
Prisoner's Dilemma, aplikasi bisnis
Persaingan bisnis nyata hampir selalu non-zero-sum — ada kemungkinan kedua pihak memperoleh lebih banyak, atau sama-sama lebih sedikit.
Cara Menyusun Payoff Matrix 2×2
Matrix ini meringkas semua kemungkinan hasil dalam satu tabel. Baris = strategi Pemain Baris. Kolom = strategi Pemain Kolom. Sel = pasangan payoff (Pemain Baris, Pemain Kolom).
B: Strategi 1
B: Strategi 2
A: Strategi 1
(a11, b11)
(a12, b12)
A: Strategi 2
(a21, b21)
(a22, b22)
Aturan baca: Angka pertama dalam setiap sel = payoff Pemain Baris (Firma A). Angka kedua = payoff Pemain Kolom (Firma B). Konvensi: SELALU sebut siapa pemain baris dan siapa pemain kolom sebelum membaca matrix.
Payoff Matrix 2×n dan Pure Strategy
Tidak selalu 2×2. Jika satu pemain punya n pilihan, matrixnya jadi 2×n (atau m×n). Pure strategy (strategi murni) = pemain memilih SATU strategi dengan probabilitas 100%.
B: Rendah
B: Menengah
B: Tinggi
A: Rendah
(5, 5)
(8, 2)
(3, 6)
A: Tinggi
(2, 7)
(6, 4)
(9, 1)
Pure strategy: memilih satu baris (atau kolom) secara pasti. Lawan: mixed strategy (strategi campuran) = memilih secara probabilistik (dibahas di Bagian 3). Untuk matrix besar, pertama eliminasi strategi yang didominasi (iterated elimination) untuk menyederhanakan analisis.
Bagian 2 dari 4
Equilibrium: Dominant Strategy & Nash Equilibrium
Bagaimana menemukan strategi terbaik — ketika pilihannya jelas (dominasi) dan ketika tidak ada yang jelas (Nash).
DominasiKeseimbangan
Dominant Strategy: Kapan Satu Pilihan Selalu Lebih Baik?
DOMINASI KETAT (Strictly Dominant)
SELALU
Strategi A mendominasi ketat strategi B jika payoff A selalu lebih besar dari payoff B, untuk setiap strategi yang mungkin dipilih lawan. → Pemain rasional PASTI memilih strategi ini.
DOMINASI LEMAH (Weakly Dominant)
TIDAK KALAH
Strategi A mendominasi lemah strategi B jika payoff A tidak pernah lebih kecil dari payoff B (ada yang sama, tidak pernah lebih buruk). → Pemain rasional cenderung memilih, tapi tidak absolut.
Langkah pertama analisis: cari dominant strategy untuk tiap pemain. Jika keduanya punya dominant strategy → equilibrium mudah ditemukan! Strategi yang didominasi (dominated strategy) = strategi yang tidak pernah menjadi pilihan terbaik → eliminasi dari analisis.
Skenario: Firma A dan Firma B (duopoli: pasar dengan hanya dua penjual utama yang saling bergantung) masing-masing memilih Harga Tinggi atau Harga Rendah. Payoff = laba (miliar Rp):
B: Harga Tinggi
B: Harga Rendah
A: Harga Tinggi
(8, 8)
(2, 12)
A: Harga Rendah
(12, 2)
(4, 4) ← NE
Langkah
Perhitungan
Nilai
1 — Dom. strategy A
Jika B = Tinggi: 12 > 8 | Jika B = Rendah: 4 > 2
A pilih Rendah (selalu)
2 — Dom. strategy B
Jika A = Tinggi: 12 > 8 | Jika A = Rendah: 4 > 2
B pilih Rendah (selalu)
3 — Nash Equilibrium
Kedua dominant strategy bertemu di sel (Rendah, Rendah)
NE = (4, 4)
4 — Pareto Optimal
Sel (Tinggi, Tinggi): total = 8+8 = 16 > NE total = 8
Pareto = (8, 8)
Nash Equilibrium — Definisi & Cara Mengidentifikasi
Nash Equilibrium (NE): Kombinasi strategi (s*A, s*B) di mana setiap pemain memilih strategi terbaik mengingat strategi pemain lain. Tidak ada satu pemain pun yang dapat meningkatkan payoffnya dengan mengubah strateginya secara sepihak (unilateral deviation), jika pemain lain tetap pada strateginya.
Cara identifikasi NE — Metode Lingkaran-Kotak:
Untuk setiap kolom: lingkari angka terbesar (payoff terbaik Pemain Baris di kolom itu).
Untuk setiap baris: kotak-i angka terbesar (payoff terbaik Pemain Kolom di baris itu).
Sel yang memiliki kedua tanda (lingkaran DAN kotak) = Nash Equilibrium.
NE bisa lebih dari satu dalam satu permainan. NE tidak selalu unik, tidak selalu Pareto optimal, tidak selalu "adil".
Coba Sendiri: Cari Dominant Strategy & Nash Equilibrium
Ubah angka payoff matrix 2×2, lalu amati apakah masih ada dominant strategy dan di sel mana Nash Equilibrium terbentuk memakai metode lingkaran-kotak.
Pareto Optimal vs Nash Equilibrium — Dua Standar Berbeda
PARETO OPTIMAL
EFISIENSI
Hasil di mana tidak mungkin membuat satu pihak lebih baik tanpa membuat pihak lain lebih buruk. Mengukur efisiensi kolektif. Contoh HDN-1: (8, 8) — total = 16 miliar Rp.
NASH EQUILIBRIUM
STABILITAS
Kondisi di mana tidak ada yang mau menyimpang sepihak. Mengukur stabilitas individual, bukan efisiensi. Contoh HDN-1: (4, 4) — meski buruk untuk keduanya, tidak ada yang mau bergerak duluan.
⚠️ NE ≠ Pareto Optimal! Kedua hal ini mengukur konsep berbeda. Banyak NE justru Pareto inferior (masih ada cara untuk membuat semua pihak lebih baik secara bersamaan) — itulah akar masalah sosial dalam kompetisi. NE adalah prediksi perilaku; Pareto Optimal adalah tolok ukur kesejahteraan.
Prisoner's Dilemma — Paradoks Persaingan
Dua tersangka ditahan secara terpisah. Masing-masing bisa Diam (tidak mengaku) atau Berkhianat (lapor polisi tentang rekan). Angka = tahun penjara (negatif = hukuman).
B: Diam
B: Berkhianat
A: Diam
(-1, -1) ← Pareto Optimal
(-9, 0)
A: Berkhianat
(0, -9)
(-6, -6) ← NE
Dominant strategy keduanya: Berkhianat (lebih ringan apa pun pilihan lawan)
Nash Equilibrium: (-6, -6) — keduanya 6 tahun penjara
Pareto Optimal: (-1, -1) — hanya 1 tahun, tapi tidak stabil
Analogi bisnis Indonesia: Indomaret dan Alfamart bisa sama-sama untung lebih besar jika sama-sama pertahankan harga tinggi. Tapi keduanya punya insentif untuk menyimpang — sehingga berakhir dalam perang harga (price war) yang merugikan keduanya. Regulator: KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha).
Price of Anarchy (PoA) — Biaya dari Kepentingan Sendiri
🔖 PENGAYAAN — di luar Sub-CPMK inti (tidak diujikan dalam Sub-CPMK5)
Kesejahteraan sosial = jumlah total payoff semua pemain. Contoh: Firma A = 8, Firma B = 8 → kesejahteraan sosial = 8 + 8 = 16.
Price of Anarchy (PoA) = Kesejahteraan Sosial Optimal (Pareto) ÷ Kesejahteraan Sosial di NE Terburuk
Langkah
Perhitungan
Nilai
Kesejahteraan Optimal (Pareto)
8 + 8 (dari HDN-1, sel Harga Tinggi–Harga Tinggi)
16 miliar Rp
Kesejahteraan di NE (4, 4)
4 + 4 (dari HDN-1, sel Nash Equilibrium)
8 miliar Rp
PoA
16 ÷ 8
PoA = 2,0
Efisiensi sosial
1 ÷ PoA = 1 ÷ 2
Hanya 50%!
PoA > 1 berarti ada "biaya" dari persaingan bebas tanpa koordinasi. Semakin besar PoA, semakin besar alasan untuk intervensi regulasi oleh KPPU/Komdigi.
Bagian 3 dari 4
Ekstensi: Mixed Strategy & Expected Payoff
Ketika tidak ada pure strategy equilibrium — cara menghitung proporsi optimal agar lawan tidak bisa mengeksploitasi Anda.
ProbabilitasIndifferenceExpected Payoff
Kapan Mixed Strategy Diperlukan?
Mixed strategy (strategi campuran) dibutuhkan ketika tidak ada Nash Equilibrium dalam pure strategy — yaitu ketika setiap pilihan Anda bisa "dibalas" oleh lawan dengan pilihan yang mengalahkannya.
Metode lingkaran-kotak: tidak ada sel yang mendapat lingkaran DAN kotak → tidak ada NE pure strategy. Siklus: Petugas selalu periksa → Produsen jujur → Petugas tidak perlu periksa → Produsen curang → Petugas harus periksa lagi. Tak berujung! Solusi: probabilitas campuran.
Menghitung Mixed Strategy — Prinsip Indifference
Dalam mixed strategy equilibrium, setiap pemain memilih proporsi (p, 1−p) sedemikian sehingga lawan bersikap indifferent — lawan tidak mendapat keuntungan dari memilih salah satu strategi secara pasti.
Expected Payoff = Σ(probabilitas × payoff) untuk tiap kemungkinan hasil Indifference Condition: Atur p sehingga E[Payoff Kolom | Strategi 1] = E[Payoff Kolom | Strategi 2]
Catatan notasi: E[X | Y] dibaca "nilai rata-rata X jika terjadi kondisi Y." Contoh: E[Payoff Kolom | Strategi 1] = expected payoff Pemain Kolom jika dia memilih Strategi 1. Garis tegak "|" = "diberikan kondisi".
Kunci paradoks: Anda tidak memilih proporsi untuk memaksimumkan payoff Anda sendiri langsung. Anda memilih proporsi yang membuat lawan indifferent — hanya dengan demikian equilibrium tercapai.
HDN-2 — Mixed Strategy: Iklan vs Tidak Iklan (Hitung dari Nol)
Skenario: Dua perusahaan FMCG (Fast-Moving Consumer Goods, produk konsumer cepat terjual, contoh: UNVR/Indofood INDF di BEI) bersaing. Payoff = kenaikan pangsa pasar (poin %):
B: Iklan (q)
B: Tidak Iklan (1−q)
A: Iklan (p)
(1, 3)
(4, 1)
A: Tidak Iklan (1−p)
(3, 2)
(2, 4)
Langkah
Perhitungan
Nilai
Hitung p* (agar B indifferent)
3p + 2(1−p) = p + 4(1−p) ⇒ p + 2 = −3p + 4 ⇒ 4p = 2
Ubah payoff matrix 2×2 tanpa NE pure strategy, lalu amati bagaimana proporsi p* dan q* dihitung otomatis dari kondisi indifference lawan.
Expected Utility — Mengapa Pemain Rasional Memaksimumkan Ekspektasi?
(Ingat dari Pertemuan 2–3: utilitas mengukur kepuasan atau nilai subjektif dari suatu hasil — bukan sekadar nilai uang.) Teori permainan mengasumsikan setiap pemain adalah agen rasional yang memaksimumkan expected utility / EU (ekspektasi utilitas):
EU = Σi pi • u(xi) (pi = probabilitas hasil ke-i; u(xi) = utilitas dari hasil xi)
Utilitas ≠ uang: Rp 10 juta pertama lebih "berharga" psikologis dibanding Rp 10 juta ke-100 (utilitas marginal menurun).
Dalam analisis game theory standar: asumsi risk-neutral (netral-risiko) → EU = EMV (expected monetary value).
Asumsi risk-neutral (EU = EMV) dipakai sepanjang materi ini untuk kesederhanaan. Slide berikut membahas apa yang berubah jika asumsi ini dilonggarkan.
Tiga Tipe Sikap Risiko — Apa yang Berubah jika Pemain Tidak Risk-Neutral?
Jika asumsi risk-neutral dilonggarkan, bentuk fungsi utilitas u(x) menentukan bagaimana pemain menilai ketidakpastian:
RISK-NEUTRAL
u(x) = x
Linear. Memaksimumkan nilai ekspektasi uang langsung. EU = EMV. Asumsi yang digunakan di pertemuan ini.
RISK-AVERSE (Menghindari Risiko)
u(x) cekung
Contoh: u(x) = √x. Menghindari risiko, bersedia membayar premi asuransi. Contoh: manajer BUMN menolak proyek NPV positif karena variabilitasnya tinggi.
RISK-LOVING (Mencari Risiko)
u(x) cembung
Mencari risiko, menerima expected value lebih rendah demi peluang hasil besar. Contoh: investor spekulatif di pasar modal BEI.
🔖 PENGAYAAN. Dalam game theory bisnis standar, pakai risk-neutral (EU = EMV). Tipe lain relevan untuk asuransi, fintech, dan analisis portofolio.
Bagian 4 dari 4
Aplikasi & Rangkuman
Game theory di pasar oligopoli Indonesia: telekomunikasi, ritel modern, tender infrastruktur — dan rangkuman enam konsep kunci.
OligopoliCournotBertrandTender
Telkomsel vs Indosat Ooredoo: Persaingan Tarif Data
Pasar telekomunikasi Indonesia: Telkomsel (anak perusahaan Telkom, TLKM di BEI) dan Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT di BEI). Keputusan tarif data keduanya saling bergantung.
Indosat: Tarif Kompetitif
Indosat: Tarif Premium
Telkomsel: Tarif Kompetitif
(45%, 30%)
(55%, 20%)
Telkomsel: Tarif Premium
(35%, 40%)
(50%, 25%)
Catatan akurasi: Angka pangsa pasar adalah ilustrasi — data aktual harus diverifikasi dari laporan resmi Kementerian Kominfo/Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital sejak 2024) atau laporan keuangan TLKM/ISAT di idx.co.id. Pola kompetisi strategisnya valid secara konseptual. Analisis simultan (Nash) diasumsikan — jika satu pihak bergerak lebih dulu, berlaku model Stackelberg.
Cournot vs Bertrand — Dua Model Persaingan Oligopoli
Dimensi
Model Cournot
Model Bertrand
Variabel persaingan
Kuantitas produksi
Harga
Pemain memilih
Berapa banyak memproduksi
Berapa harga yang dipasang
Asumsi utama
Produk identik, kompetisi kuantitas
Produk identik, kompetisi harga
Equilibrium
Kuantitas > monopoli, Harga < monopoli
Harga = biaya marginal (= persaingan sempurna!)
Paradoks
Cournot memberikan profit oligopoli
Bertrand: duopoli → profit mendekati nol
Relevansi Indonesia
Industri semen (Semen Indonesia vs Semen Baturaja)
Ritel modern (Indomaret vs Alfamart)
Paradoks Bertrand: hanya dua perusahaan sudah cukup untuk menghasilkan harga kompetitif (= biaya marginal). Inilah mengapa kompetisi harga sering berakhir sebagai perang yang merugikan — dan kedua pihak punya insentif untuk tidak memulainya.
Tender Proyek Infrastruktur — BUMN vs Swasta
Dalam tender konstruksi proyek infrastruktur (jalan tol, pelabuhan, PLTS), sering terjadi persaingan antara BUMN (Badan Usaha Milik Negara, contoh: Hutama Karya, Waskita Karya/WSKT) dan kontraktor swasta. Keduanya harus memutuskan tingkat penawaran (bid) tanpa mengetahui penawaran lawan.
Swasta: Bid Rendah
Swasta: Bid Tinggi
BUMN: Bid Rendah
Rp 0, Rp 0 — kalah margin
BUMN menang, margin tipis
BUMN: Bid Tinggi
Swasta menang, margin baik
Negosiasi / gagal tender
Tabel di atas bersifat kualitatif (deskripsi, bukan pasangan angka). Tender adalah sealed-bid game (lelang tertutup) dengan private information: setiap peserta mengetahui biaya sendiri tapi tidak biaya lawan — sehingga tidak ada payoff matrix simetris standar yang bisa diisi. Analisis formalnya menggunakan auction theory, di luar cakupan Sub-CPMK5. Kerangka pengadaan Indonesia: Perpres No. 16 Tahun 2018 jo. Perpres No. 12 Tahun 2021 (LKPP: Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah).
Cheat Sheet — Enam Konsep Kunci Game Theory
#
Konsep
Definisi Singkat
Cara Identifikasi
1
Payoff Matrix
Tabel semua kemungkinan hasil permainan
Baris = Pemain A, Kolom = Pemain B, sel = (payoff A, payoff B)
2
Dominant Strategy
Strategi selalu terbaik apa pun pilihan lawan
Bandingkan tiap baris/kolom — cari yang selalu lebih besar
3
Nash Equilibrium
Tidak ada pemain mau menyimpang sepihak
Metode lingkaran-kotak — sel dengan keduanya = NE
4
Pareto Optimal
Tidak bisa membuat satu pihak lebih baik tanpa merugikan lain
Cek semua sel — ada sel jumlah payoff lebih tinggi?
5
Prisoner's Dilemma
NE lebih buruk dari Pareto Optimal — kerja sama terhambat
NE ≠ Pareto Optimal; dominant strategy = "mengkhianati"
6
Mixed Strategy
Pilih secara probabilistik agar lawan indifferent
Hitung p* dari indifference condition lawan
Apa yang Sudah Anda Pelajari & Persiapan Pertemuan Berikutnya
Baca: Anderson, Sweeney & Williams (2018), Bab berikutnya sesuai RPS
Latihan: Kerjakan Soal 1–3 di Lampiran B sebelum kelas
Refleksi: Identifikasi satu situasi kompetitif nyata yang bisa dimodelkan sebagai game theory — siap dipresentasikan 2 menit di awal pertemuan berikutnya
Game theory bukan hanya teori — ini adalah kacamata baru untuk melihat dunia kompetitif. Pakailah sesering mungkin.