stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-05
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 5: Model Transportasi & Penugasan 📥 Excel
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP

Manajemen Sains

Pertemuan 5 — Model Transportasi & Penugasan

Dari gudang ke pelanggan dengan biaya minimum — dua model klasik Operations Research (Riset Operasi) yang dipakai setiap hari di Bulog, JNE, hingga BPK RI.

RPS MINGGU 5 • SUB-CPMK4 • DURASI 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda mampu (Sub-CPMK4):

CAPAIAN 1
1
Menyusun tabel transportasi (supply, demand, cost matrix) & membedakan balanced vs unbalanced
CAPAIAN 2
2
Menerapkan NWC dan VAM untuk solusi awal, lalu mengoptimalkan dengan MODI Method
CAPAIAN 3
3
Menerapkan Hungarian Method langkah demi langkah untuk masalah penugasan 4×4
CAPAIAN 4
4
Mengenali kasus khusus: masalah maksimasi dan matriks tidak seimbang (unbalanced)

Distribusi Efisien = Keunggulan Bisnis

Seberapa besar dampak keuangan dari keputusan distribusi?

Bulog — Distribusi Beras
  • 3 gudang regional, 4 provinsi tujuan
  • Biaya angkut Rp 50–200 per kg
  • Total distribusi ~1.200 ton/hari
  • Selisih metode buruk vs optimal: Rp ratusan juta per hari
BPK RI — Penugasan Auditor
  • 4 tim auditor, 4 satker (satuan kerja) berbeda
  • Penugasan salah → audit mundur berminggu-minggu
  • Risiko keterlambatan LKPP (Laporan Keuangan Pemerintah Pusat)
  • Berdampak pada pengesahan APBN tahun berikutnya
Model transportasi & penugasan = LP dengan struktur khusus yang dapat diselesaikan tanpa solver komputer.
Blok 1 dari 4
Struktur Masalah Transportasi
Supply · Demand · Cost Matrix · Balanced vs Unbalanced · NWC · VAM

Komponen Masalah Transportasi

Masalah transportasi memiliki enam komponen utama:

KomponenSimbolArti
Sumber (supply)i = 1, 2, …, mPabrik/gudang/produsen yang memiliki stok
Tujuan (demand)j = 1, 2, …, nGudang/toko/konsumen yang membutuhkan pasokan
Biaya pengirimancijBiaya per unit mengirim dari sumber i ke tujuan j
Kapasitas sumbersiTotal unit yang bisa dikirim dari sumber i
Kebutuhan tujuandjTotal unit yang dibutuhkan di tujuan j
Variabel keputusanxijJumlah unit yang dikirim dari i ke j (nilai yang dicari)
Minimumkan Z = ∑∑ cij · xij

Constraint: ∑j xij ≤ si (tiap sumber)  |  ∑i xij ≥ dj (tiap tujuan)  |  xij ≥ 0

Balanced vs Unbalanced — Syarat & Solusi Dummy

Langkah pertama sebelum menghitung: cek apakah masalah seimbang (balanced).

KondisiSyaratTindakan
Balanced∑ si = ∑ djLangsung selesaikan
Excess supply∑ si > ∑ djTambah dummy destination dengan demand = selisih; biaya dummy = 0
Excess demand∑ si < ∑ djTambah dummy source dengan supply = selisih; biaya dummy = 0
Dummy = baris/kolom fiktif biaya-nol yang ditambahkan agar masalah menjadi balanced. Unit yang "dialokasikan ke dummy" berarti tidak jadi dikirim (idle capacity atau unmet demand).

Alur Penyelesaian Masalah Transportasi

Tiga tahap berurutan — jangan dilewati:

TAHAP 1FormulasiBuat tabel supply/demand/costCek balanced; dummy jika perluTAHAP 2Solusi AwalNWC (cepat) atau VAM (lebih baik)Hasilkan m+n−1 sel terisiTAHAP 3Optimasi (MODI)Hitung u, v, w; cek w≥0Iterasi loop jika ada w<0
Aturan wajib: tepat (m+n−1) sel terisi. Lebih → error; kurang → degenerasi (solusi degenerasi — jumlah sel terisi kurang dari m+n−1, MODI tidak bisa berjalan).

North-West Corner Method (NWC) — Cara Tercepat

NWC: isi sel mulai pojok kiri-atas, gerak ke kanan atau ke bawah.

Algoritma NWC — 4 Langkah
  • 1 Mulai di sel kiri-atas (north-west corner — pojok barat-laut)
  • 2 Alokasikan: xij = min(supplyi, demandj)
  • 3 Kurangi supply baris dan demand kolom
  • 4 Supply habis → turun ke baris berikutnya; demand habis → geser kanan. Ulangi.
Tabel 3×4 — arah pengisian NWCSTARTFINISHF1F2F3W1W2W3W4
NWC mengabaikan biaya sepenuhnya — hanya memperhatikan posisi. Karenanya sering menghasilkan solusi awal yang mahal.

Hitung dari Nol 1 — NWC: 3 Pabrik × 4 Gudang

Data: Supply F1=300, F2=400, F3=500 (total 1.200) | Demand W1=250, W2=350, W3=400, W4=200 (total 1.200) → Balanced ✓

LangkahPerhitunganAlokasi
1 — F1→W1min(300, 250) = 250; F1 sisa 50; W1 habis → geser kanan250
2 — F1→W2min(50, 350) = 50; F1 habis → turun ke F2; W2 sisa 30050
3 — F2→W2min(400, 300) = 300; F2 sisa 100; W2 habis → geser kanan300
4 — F2→W3min(100, 400) = 100; F2 habis → turun ke F3; W3 sisa 300100
5 — F3→W3min(500, 300) = 300; F3 sisa 200; W3 habis → geser kanan300
6 — F3→W4min(200, 200) = 200; selesai200
Total Biaya NWC: 250×2 + 50×3 + 300×2 + 100×5 + 300×3 + 200×2
= 500 + 150 + 600 + 500 + 900 + 400 = Rp 3.050  |  6 sel = m+n−1 = 3+4−1 = 6 ✓  |  Solusi awal — belum optimal

Vogel's Approximation Method (VAM) — Ide Penalty

VAM: pilih alokasi yang menghindari "hukuman" (penalty) terbesar jika tidak memilih sel biaya terendah.

Ide Inti VAM
  • Untuk setiap baris & kolom, hitung penalty = biaya terkecil ke-2 − biaya terkecil ke-1
  • Penalty tinggi = "mahal kalau tidak pilih sel biaya minimum di sini"
  • Pilih baris/kolom dengan penalty tertinggi → alokasikan ke sel biaya terendah
  • Hapus baris/kolom terpenuhi → hitung ulang penalty → ulangi
VAM vs NWC
  • NWC: abaikan biaya, isi urutan posisi
  • VAM: pertimbangkan biaya relatif → solusi awal jauh lebih baik
  • VAM historis: hanya 5–10% di atas optimal
  • NWC historis: bisa 30–40% di atas optimal
  • VAM seringkali langsung menghasilkan solusi optimal

Hitung dari Nol 2 — VAM: Alokasi Berdasarkan Penalty

Data sama dengan HDN-1. Cost matrix: F1=[2,3,1,4], F2=[3,2,5,2], F3=[4,1,3,2]

IterPenalty TertinggiPerhitunganAlokasiNilai
1Kolom W3: penalty = 3−1 = 2min cost W3 = F1→W3 (c=1); min(300,400) = 300F1→W3300
2W3 sisa 100: penalty W3 = 2min cost W3 (tersisa) = F3→W3 (c=3); min(500,100) = 100F3→W3100
3Kolom W2: penalty = 2min cost W2 = F3→W2 (c=1); min(400,350) = 350F3→W2350
4Baris F3: penalty = 2min cost F3 sisa = F3→W4 (c=2); min(50,200) = 50F3→W450
5Baris F2: penalty = 1F2→W4 (c=2) < F2→W1 (c=3); min(400,150) = 150F2→W4150
6SisaF2→W1 = 250 (sisa supply F2 dan demand W1)F2→W1250
Total Biaya VAM:
300×1 + 250×3 + 150×2 + 350×1 + 100×3 + 50×2
= 300 + 750 + 300 + 350 + 300 + 100 = Rp 2.100
Perbandingan:
NWC: Rp 3.050
VAM: Rp 2.100 → lebih hemat 31%
Sudah optimal! MODI akan mengkonfirmasi.

Coba Sendiri: Alokasikan Sendiri via NWC atau VAM

Jalankan alokasi bertahap pada matriks supply-demand memakai NWC atau VAM, lalu bandingkan total biaya masing-masing metode terhadap kasus 3 pabrik x 4 gudang yang baru kita kerjakan.

Blok 2 dari 4
Optimasi dengan MODI Method
u + v = c · Opportunity Cost · Loop · Pivot

MODI Method — Prinsip & Rumus

MODI (Modified Distribution Method) — verifikasi apakah solusi saat ini sudah optimal.

ui + vj = cij  (sel terisi; set u1=0)
wij = cij − ui − vj  (sel kosong)
Optimal jika: semua wij ≥ 0
Jika ada wij < 0: masukkan sel itu ke basis via loop
Interpretasi wij
  • wij ≥ 0: jalur (i,j) tidak menghemat; jangan dipakai
  • wij < 0: setiap unit yang dialihkan ke (i,j) menghemat |wij| per unit
  • ui = harga bayangan baris i (dual variable)
  • vj = harga bayangan kolom j
  • θ (theta) = jumlah unit yang dialihkan = min nilai di sel yang dikurangi dalam loop

Cara Membentuk Loop MODI dari Nol

Loop MODI = rantai sel tertutup yang memungkinkan alokasi digeser tanpa melanggar constraint.

4 Aturan Loop (wajib)
  • 1 Mulai dari sel kosong wij < 0 — beri tanda (+)
  • 2 Gerak hanya horizontal atau vertikal, berbelok hanya di sel terisi
  • 3 Tanda bergantian: + → − → + → − dst. (kembali ke awal)
  • 4 Loop harus tertutup — kembali ke titik awal
Proses Perbaikan (jika ada w < 0)
  • θ = min nilai di sel bertanda (−)
  • Sel (+): tambahkan θ
  • Sel (−): kurangi θ (satu sel menjadi 0 → keluar basis)
  • Sel kandidat (+): masuk basis
  • Hitung ulang u, v, w — ulangi sampai semua w ≥ 0
Dalam contoh utama pertemuan ini, VAM standar langsung menghasilkan solusi optimal sehingga tidak ada wij < 0 dan loop tidak diperlukan. Prosedur loop di atas berlaku umum ketika ada sel negatif.

Hitung dari Nol 3 — MODI: Verifikasi Solusi VAM

Solusi VAM: F1→W3=300; F2→W1=250; F2→W4=150; F3→W2=350; F3→W3=100; F3→W4=50. Set u1=0.

PersamaanPerhitunganNilai
u1+v3=1F1→W3; u1=0v3=1
u3+v3=3F3→W3; v3=1u3=2
u3+v2=1F3→W2; u3=2v2=−1
u3+v4=2F3→W4; u3=2v4=0
u2+v4=2F2→W4; v4=0u2=2
u2+v1=3F2→W1; u2=2v1=1
u = [0, 2, 2]  |  v = [1, −1, 1, 0]
Sel KosongPerhitungan w = c−u−vStatus
F1→W12 − 0 − 1 = +1✓ OK
F1→W23 − 0 − (−1) = +4✓ OK
F1→W44 − 0 − 0 = +4✓ OK
F2→W22 − 2 − (−1) = +1✓ OK
F2→W35 − 2 − 1 = +2✓ OK
F3→W14 − 2 − 1 = +1✓ OK
Semua wij ≥ 0 → Solusi VAM sudah optimal!

Interpretasi Solusi: Biaya Minimum & Opportunity Cost

Setelah solusi optimal ditemukan, apa yang bisa kita simpulkan?

RuteAlokasiBiaya/unitTotalInterpretasi
F1 → W33001300F1 kirim semua ke W3 — jalur paling murah untuk F1
F2 → W12503750F2 penuhi semua kebutuhan W1
F2 → W41502300F2 kirim sisa ke W4
F3 → W23501350F3 penuhi semua kebutuhan W2 — jalur paling murah F3
F3 → W31003300F3 bantu penuhi sisa W3
F3 → W4502100F3 bantu penuhi sisa W4
TOTAL1.2002.100Biaya minimum ✓
Solusi Optimal Terverifikasi — semua wij ≥ 0. Penghematan vs NWC: 3.050 − 2.100 = 950 unit (31%).

Studi Kasus 1 — Distribusi Beras Bulog Jawa–Sumatra

Bulog mendistribusikan beras dari 3 gudang regional ke 4 kabupaten/kota. Biaya angkut (Rp ribu/ton) — ilustrasi edukatif:

Pekalongan (250 ton)Tegal (350 ton)Demak (400 ton)Batang (200 ton)Supply
Semarang200300100400300
Surabaya300200500200400
Medan400100300200500
Solusi Optimal:
Total biaya minimum = Rp 210.000 ribu (= Rp 210 juta)
vs NWC (Rp 305 juta):
Penghematan Rp 95 juta per distribusi
12× per tahun = ∼Rp 1,14 miliar/tahun
Blok 3 dari 4
Masalah Penugasan & Hungarian Method
n×n matrix · Row reduction · Column reduction · Zero coverage · Optimal assignment

Struktur Masalah Penugasan

Penugasan adalah kasus khusus transportasi: supplyi = demandj = 1 untuk semua i, j.

AspekTransportasiPenugasan
Sumberm pabrik/gudangn karyawan/mesin
Tujuann gudang/kotan tugas/pekerjaan
Kapasitassi (variasi)1 (tepat satu)
Matriksm×n (persegi panjang)n×n (selalu persegi)
AlokasiParsial bolehSatu-ke-satu eksklusif (one-to-one)

Matriks penugasan 4×4 (jam):

T1T2T3T4
K19278
K26437
K35818
K47694

cij = waktu penyelesaian tugas j oleh karyawan i, dalam jam

Hungarian Method — Tahapan Utama

Hungarian Method (Metode Hungaria) — dikembangkan Harold Kuhn (1955), algoritma tepat untuk masalah penugasan.

LANGKAH 1Row ReductionKurangi tiap barisdengan nilai min barisLANGKAH 2Column ReductionKurangi tiap kolomdengan nilai min kolomLANGKAH 3Zero CoverageTutup semua nol; hitunggaris minimum. Jika =n→ OPTIMALLANGKAH 4AugmentasiJika garis < n: carimin tidak tertutup;kurangi/tambah; ulangi
Setelah row + column reduction, cari n nol independen (tidak ada di baris/kolom yang sama). Jika ketemu langsung → OPTIMAL tanpa augmentasi.

Langkah 1–2: Row & Column Reduction

Terapkan pada matriks 4×4:

Matriks Awal

T1T2T3T4Min
K192782
K264373
K358181
K476944

Setelah Row Reduction

T1T2T3T4Col min
K17056
K23104
K34707
K43250
Col min3000

Setelah Column Reduction

T1T2T3T4
K14056
K20104
K31707
K40250

Nol: K1T2, K2T1, K2T3, K3T3, K4T1, K4T4

Hitung dari Nol 4 — Hungarian Method 4×4

Lanjutan Slide 20. Matriks tereduksi → cari 4 nol independen.

Langkah GreedyPerhitunganNilai
K1: hanya 1 nol di T2Tugaskan K1→T2; coret baris K1, kolom T2K1→T2 ✓
K3: setelah T2 coret, hanya T3Tugaskan K3→T3; coret baris K3, kolom T3K3→T3 ✓
K2: setelah T3 coret, hanya T1Tugaskan K2→T1; coret baris K2, kolom T1K2→T1 ✓
K4: setelah T1 coret, hanya T4Tugaskan K4→T4K4→T4 ✓
4 nol independen ditemukan → Solusi Optimal ✓ (Teorema König: min garis = n = 4)

Penugasan Optimal (dari matriks asli):

KaryawanTugasBiaya (jam)
K1T22
K2T16
K3T31
K4T44
Total13 jam ✓

Alternatif: K1→T1, K2→T2, K3→T3, K4→T4 = 9+4+1+4 = 18 jam (+5)

Blok 4 dari 4
Kasus Khusus & Studi Kasus Indonesia
Maksimasi · Tidak Seimbang · BPK RI · Rangkuman

Kasus Khusus: Maksimasi & Penugasan Tidak Seimbang

Dua situasi yang sering muncul di soal ujian dan praktik nyata:

A. Masalah Maksimasi (profit/produktivitas)
  • Ubah ke minimasi: c'ij = M − cij (M = nilai terbesar dalam matriks)
  • Alternatif: c'ij = −cij → minimasi → balik tanda hasil
  • Contoh: [10, 8, 12, 7] → M=12 → [2, 4, 0, 5] → minimasi
  • Wajib: konversi SEBELUM row & column reduction
B. Penugasan Tidak Seimbang (unbalanced)
  • Lebih banyak karyawan dari tugas (nK > nT): tambah tugas dummy biaya 0
  • Lebih banyak tugas dari karyawan (nT > nK): tambah karyawan dummy biaya 0
  • Karyawan yang "ditugaskan ke dummy" = idle (tidak mendapat tugas periode ini)
  • Prinsip: persegikan matriks dulu, baru jalankan Hungarian

Studi Kasus 2 — Penugasan Tim Audit BPK RI ke Satker

BPK RI (Badan Pemeriksa Keuangan) perlu menugaskan 4 tim auditor ke 4 satker (satuan kerja). Minimumkan total waktu penyelesaian.

Matriks waktu penyelesaian (minggu) — ilustrasi edukatif:

KemenkeuKemenkesKominfoBNPB
Tim A9278
Tim B6437
Tim C5818
Tim D7694

Matriks identik dengan HDN-4 — untuk efisiensi waktu kuliah. Angka = ilustrasi, bukan data BPK aktual.

Hasil Hungarian Method (dari HDN-4):

TimSatkerWaktu (mgg)
Tim AKemenkes2
Tim BKemenkeu6
Tim CKominfo1
Tim DBNPB4
Total13 minggu ✓
Penugasan sembarang: bisa mencapai 25–30 minggu. Penghematan waktu hingga 17 minggu.

Peta Konsep: Transportasi vs Penugasan

Dua model, satu keluarga LP — perbedaan dan persamaannya:

DimensiTransportasiPenugasan
TujuanMin total biaya pengirimanMin total biaya/waktu penugasan
Matriksm×n (persegi panjang)n×n (selalu persegi)
AlokasiFraksional boleh (xij bebas)Biner: 0 atau 1 (satu-ke-satu)
Solusi awalNWC atau VAMTidak diperlukan
OptimasiMODI MethodHungarian Method
Sel terisiTepat m+n−1 selTepat n sel
Kasus khususDummy row/col jika unbalancedDummy row/col + konversi maksimasi
Contoh IndonesiaDistribusi beras BulogPenugasan auditor BPK RI
Keduanya adalah LP khusus dengan struktur integer otomatis — tidak perlu solver integer programming (unimodularitas total).

Persiapan Pertemuan 6

Pertemuan 5 selesai. Yang perlu Anda ingat dan siapkan:

Kunci Pertemuan Ini
  • Transportasi: NWC (awal) → VAM (lebih baik) → MODI (optimal); tepat m+n−1 sel
  • Contoh kita: NWC=3.050 → VAM standar=2.100 (optimal, dikonfirmasi MODI)
  • Penugasan: row reduction → column reduction → cari n nol independen
  • Contoh kita: Hungarian 4×4 → total 13 jam optimal
  • Kasus khusus: dummy (unbalanced) · M−cij (maksimasi)
Persiapan Pertemuan 6
  • Baca materi Pertemuan 6: Analisis Keputusan dalam Ketidakpastian (payoff table, maximax/maximin, EV/EVPI)
  • Kerjakan minimal 2 soal latihan Lampiran B — model hanya dikuasai dengan latihan
  • Refleksi: di bisnis atau karier Anda nanti, di mana mungkin Anda menghadapi masalah transportasi atau penugasan?
  • Bawa catatan metode — pertemuan berikutnya langsung masuk soal
Manajemen Sains • FEB UNDIP

Terima Kasih

Pertemuan 5 — Model Transportasi & Penugasan

NWC → 3.050
Solusi awal cepat
VAM+MODI → 2.100
Optimal (hemat 31%)
Hungarian → 13 jam
Penugasan optimal