Sebelum membentuk tableau, pastikan LP Anda sudah dalam bentuk standar (tiga syarat):
Syarat
Kondisi Asli
Bentuk Standar
1. Fungsi tujuan
Maksimasi (atau minimasi)
Tetap sama
2. Semua kendala
≤ (lebih kecil sama dengan)
Diubah ke = dengan menambah slack variable
3. Semua variabel
Harus tidak negatif
X₁, X₂ ≥ 0 tetap berlaku
Kelak di kuliah lanjut: kendala ≥ pakai surplus variable + artificial variable; kendala = langsung pakai artificial variable. Hari ini fokus ke kasus ≤ dulu. Bentuk standar (standard form) adalah representasi LP di mana semua kendala berbentuk persamaan dan semua variabel non-negatif.
Slack Variable — Mengubah ≤ Menjadi =
Menambahkan Slack Variable pada Setiap Kendala ≤
Kendala Asli (Pertidaksamaan)
2X₁ + 4X₂ ≤ 100 (jam kerja)
3X₁ + 2X₂ ≤ 90 (material)
Setelah Ditambah S₁, S₂
2X₁ + 4X₂ + S₁ = 100
→ S₁ = sisa jam kerja
3X₁ + 2X₂ + S₂ = 90
→ S₂ = sisa material
S₁ dan S₂ ≥ 0. Bila S₁ = 0: kendala jam binding (terpakai penuh). Bila S₁ > 0: masih ada sisa kapasitas. Slack variable (S) adalah variabel non-negatif yang merepresentasikan sisa kapasitas tidak terpakai.
Basic Feasible Solution — Titik Sudut dalam Algebra
Solusi Dasar (Basic Solution)
Dari n variabel total (keputusan + slack), pilih m variabel sebagai basic variables (= tidak nol). Sisa = non-basic variables (= 0).
Di sini: 4 variabel total (X₁, X₂, S₁, S₂), 2 kendala (m=2) → 2 basic + 2 non-basic.
BFS Awal — Titik Asal (0,0)
BFS Awal: tetapkan X₁=0, X₂=0 (non-basic); maka S₁=100, S₂=90 (basic).
Ini adalah titik asal (0,0) di grafis — belum ada produksi, semua kapasitas belum terpakai.
Simpleks = bergerak dari satu BFS ke BFS tetangga yang lebih baik, hingga tidak ada yang lebih baik lagi. Basic variable adalah variabel bernilai tidak-nol saat ini ("masuk basis"); non-basic variable bernilai nol ("di luar basis").
Bagian 2 — Membangun Simplex Tableau
Konstruksi Tableau Awal
Baris kendala • Baris Z • Pembacaan BFS awal
HDN-1 — Step A: Kasus Dua Produk, Formulasi & Tableau Awal
Data Produksi
P1 (X₁)
P2 (X₂)
Kapasitas
Jam kerja/unit
2
4
100 jam
Material (kg)/unit
3
2
90 kg
Profit (Rp ribu)/unit
30
40
—
Formulasi LP & Bentuk Standar
Maks Z = 30X₁ + 40X₂
2X₁ + 4X₂ ≤ 100
3X₁ + 2X₂ ≤ 90
X₁, X₂ ≥ 0
Bentuk standar (+ S₁, S₂):
2X₁ + 4X₂ + S₁ = 100
3X₁ + 2X₂ + S₂ = 90
Z − 30X₁ − 40X₂ = 0
X₁ = jumlah unit P1; X₂ = jumlah unit P2. RHS (right-hand side) = nilai kapasitas. BFS awal: X₁=0, X₂=0 → S₁=100, S₂=90, Z=0.
Anatomi Simplex Tableau
Tableau Awal — Dibaca dari Kanan ke Kiri
Basis
X₁
X₂
S₁
S₂
RHS
S₁
2
4
1
0
100
S₂
3
2
0
1
90
Z
−30
−40
0
0
0
Kolom Basis: variabel yang saat ini basic (S₁=100, S₂=90).
Kolom RHS: nilai variabel basic saat ini; Z=0 = belum ada profit.
Baris Z: koefisien negatif → variabel masih bisa menaikkan Z.
−40 paling negatif → X₂ adalah kandidat entering variable pertama. Kolom pivot (pivot column) = kolom X₂.
Baris Z & Koefisien Negatif — Membaca Sinyal Optimal
Ada Koefisien Negatif di Baris Z
Solusi belum optimal. Variabel dengan koefisien paling negatif = kandidat entering variable (meningkatkan Z lebih cepat).
→ LANJUT ITERASI
Semua Koefisien ≥ 0 di Baris Z
Solusi sudah optimal. Tidak ada variabel non-basic yang bisa menaikkan Z lagi.
→ BACA SOLUSI
Kondisi optimalitas (maksimasi): tidak ada koefisien negatif di baris Z. Dari tableau awal: −40 dan −30 → belum optimal → iterasi diperlukan.
Bagian 3 — Iterasi Pivot
Langkah demi Langkah Menuju Optimal
Entering variable • Leaving variable (minimum ratio test) • Operasi baris • Iterasi
Aturan 1 — Pilih Entering Variable (Kolom Pivot)
Entering variable = variabel non-basic dengan koefisien PALING NEGATIF di baris Z j* = argmin { c̄ⱼ : c̄ⱼ < 0 } (c̄ⱼ = reduced cost Xⱼ di baris Z)
Kondisi
Tindakan
c̄ⱼ < 0 untuk beberapa j
Pilih j dengan c̄ⱼ paling negatif → entering variable
Semua c̄ⱼ ≥ 0
Solusi sudah optimal → BERHENTI
Intuisi: koefisien paling negatif → variabel yang paling cepat meningkatkan Z per unit yang ditambahkan. Reduced cost (c̄ⱼ) mengukur seberapa besar Z meningkat per unit Xⱼ; negatif berarti menguntungkan untuk dimasukkan.
Dari tableau awal: c̄_X₁=−30, c̄_X₂=−40 → entering variable = X₂
Aturan 2 — Pilih Leaving Variable (Minimum Ratio Test)
Minimum Ratio Test: rasio_i = RHS_i ÷ a_ij* (hanya baris dengan a_ij* > 0) Leaving variable = baris dengan rasio minimum (terkecil, tidak negatif)
Penerapan pada HDN-1 (entering = X₂, kolom pivot = X₂):
Baris
Variabel Basic
Koefisien X₂
RHS
Rasio
1
S₁
4
100
100÷4 = 25 ← minimum
2
S₂
2
90
90÷2 = 45
Elemen pivot (pivot element) = koefisien di perpotongan baris pivot (baris 1) dan kolom pivot (X₂) = 4. Leaving variable = S₁ (rasio paling kecil). Abaikan baris dengan koefisien ≤ 0 di kolom pivot.
Pilih kolom pivot (entering variable) dan baris pivot (leaving variable via ratio test), lalu jalankan operasi baris dan amati tableau berubah hingga optimal.
Membaca Solusi dari Tableau Final
Langkah 1 — Variabel Basic
Basis
Lihat kolom "Basis". Variabel di sana bernilai RHS-nya: X₂=15, X₁=20.
Langkah 2 — Variabel Non-Basic
= 0
Variabel tidak ada di kolom Basis bernilai nol: S₁=0, S₂=0 → kedua kendala binding.
Langkah 3 — Nilai Z
1200
Rp ribu
Baca RHS baris Z = nilai Z optimal. Profit maksimum = Rp 1.200 ribu.
Slack nol (S₁=S₂=0) → kapasitas jam kerja & material terpakai habis. Binding constraint (kendala aktif) = sumber daya yang bernilai tinggi untuk diperluas.
Studi Kasus Indonesia — PT Pertamina Lubricants
Kilang Cilacap memproduksi dua pelumas andalan. Manajer produksi harus menentukan bauran optimal (product mix).
Data Produksi (per 1.000 liter)
Fastron (F)
Prima XP (P)
Kapasitas
Jam mesin
3
2
120 jam
Base oil (ton)
2
4
100 ton
Margin (Rp juta)
45
35
—
Maks Z = 45F + 35P 3F + 2P ≤ 120; 2F + 4P ≤ 100 F, P ≥ 0
Berapa ribu liter Fastron & Prima XP per shift untuk memaksimalkan margin?
Tambah 10 jam lembur (biaya Rp 60 juta) — worthwhile?
Margin Fastron turun dari 45 → 35 — bauran produksi berubah?
Pertanyaan 2 & 3 dijawab oleh Analisis Sensitivitas — Bagian 4.
Bagian 4 — Analisis Sensitivitas
"Kalau Kondisi Berubah, Apakah Solusi Kita Masih Berlaku?"
Shadow price • Allowable range koefisien tujuan • Interpretasi manajerial
Mengapa Sensitivitas? Dunia Nyata Tidak Pasti
What-If 1 — Profit Berubah
Margin Fastron turun dari Rp 45 jt → Rp 35 jt. Apakah bauran produksi optimal berubah?
→ Allowable Range Koefisien Tujuan
What-If 2 — Kapasitas Ditambah
Tawaran lembur: tambah 10 jam kapasitas mesin. Berapa tambahan margin yang didapat?
→ Shadow Price × ΔCapacity
What-If 3 — Kapasitas Berkurang
Pasokan base oil bulan ini berkurang dari 100 ton → 80 ton. Seberapa turun margin?
→ Shadow Price × ΔCapacity
Prinsip Utama
Perubahan dalam allowable range → basis tidak berubah, hitung Z baru langsung. Di luar range → re-solve (jalankan ulang LP).
Excel Solver → Sensitivity Report → langsung dapat semua angka.
Shadow Price — Nilai Marginal Sumber Daya
Shadow Price (yᵢ) = ΔZ ÷ ΔRHSᵢ (parameter lain tetap) Sumber: koefisien S_i di baris Z pada tableau final
Shadow Price > 0
Kendala binding — terpakai penuh. Menambah kapasitas akan meningkatkan Z. Layak diinvestasikan bila biaya penambahan < shadow price.
Shadow Price = 0
Kendala non-binding — ada slack. Menambah kapasitas tidak mengubah Z; sumber daya berlebih, bukan bottleneck.
Shadow price BUKAN harga pasar. Ia adalah nilai internal satu unit kapasitas ekstra, diukur dalam satuan fungsi tujuan (misal: Rp ribu profit per jam ekstra). Istilah lain di Excel Solver: Dual Value.
HDN-2 — Membaca Shadow Price dari Tableau Final
Tableau final HDN-1 (ulang dari Slide 16):
Basis
X₁
X₂
S₁
S₂
RHS
X₂
0
1
⅜
−¼
15
X₁
1
0
−¼
½
20
Z
0
0
7,5
5
1200
Langkah
Tindakan
Nilai
1
Lihat baris Z, kolom S₁
7,5
2
Lihat baris Z, kolom S₂
5
3
Interpretasi S₁ (jam kerja): tiap 1 jam ekstra → Z naik Rp 7.500
Worthwhile bila biaya < 7.500
4
Interpretasi S₂ (material): tiap 1 kg ekstra → Z naik Rp 5.000
Worthwhile bila biaya < 5.000
Kedua kendala binding (S₁=S₂=0) → keduanya bernilai untuk diperluas. Verifikasi: 7,5×100 + 5×90 = 750 + 450 = 1200 ✓
Coba Sendiri: Baca Shadow Price & Allowable Range
Ubah RHS salah satu kendala dalam batas allowable range-nya, lalu amati bagaimana Z bergerak linear sesuai shadow price — dan apa yang terjadi begitu RHS melewati batas itu.
Allowable Range Koefisien Fungsi Tujuan
Seberapa jauh profit per unit boleh berubah tanpa mengubah basis (= bauran produksi optimal)?
Allowable Decrease (AD) = min { c̄_k ÷ ȳ_kj } untuk ȳ_kj > 0 Allowable Increase (AI) = min { c̄_k ÷ |ȳ_kj| } untuk ȳ_kj < 0 ȳ_kj = koefisien non-basic k pada baris Xⱼ di tableau final
Penerapan untuk X₂ (c₂=40, baris X₂ di tableau final: [0, 1, ⅜, −¼ | 15]):
Kerjakan Soal B-1 s.d. B-3 di Lampiran B (latihan mandiri)
Bawa laptop saat Pertemuan 5 — langsung pakai Excel Solver
Tugas: Kerjakan soal di Lampiran B dan kirim via EMAS UNDIP (elearning2.undip.ac.id) sebelum Pertemuan 5. EMAS = E-Learning Management Adaptive System UNDIP.