stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-04
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 4: Metode Simpleks & Analisis Sensitivitas

Program Studi Manajemen • FEB UNDIP

Manajemen Sains

Pertemuan 4 — Metode Simpleks & Analisis Sensitivitas

Dari dua variabel di grafik ke ribuan variabel di komputer — dan cara membaca nilai setiap sumber daya secara presisi.

RPS Minggu 4 • Sub-CPMK 3 • Durasi 2 × 50 Menit

Tujuan Pembelajaran & Peta Alur

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan dan menerapkan Metode Simpleks & Analisis Sensitivitas (Sub-CPMK 3):

Capaian 1 — Tableau
1
Mengonstruksi simplex tableau awal dari formulasi LP menggunakan slack variables dan BFS (Basic Feasible Solution — Solusi Dasar Layak) awal.
Capaian 2 — Pivot
2
Melaksanakan iterasi pivot: memilih entering variable, minimum ratio test, dan operasi baris hingga optimal.
Capaian 3 — Solusi
3
Membaca nilai optimal variabel keputusan dan Z dari tableau final dengan benar.
Capaian 4 — Sensitivitas
4
Menginterpretasikan shadow price & allowable range untuk rekomendasi manajerial "what-if".
1Bentuk Standar 2Tableau Awal 3Iterasi Pivot 4Sensitivitas

Motivasi: Mengapa Simpleks?

Grafis: hanya untuk 2 variabel. Simpleks: untuk 1.000 variabel.

Metode Grafis (Pertemuan 3)
  • ✅ Intuitif & visual
  • ✅ Cocok untuk belajar konsep
  • ❌ Hanya 2 variabel keputusan
  • ❌ Tidak bisa diprogram komputer
Metode Simpleks (Hari Ini)
  • ✅ Berlaku untuk n variabel
  • ✅ Dapat diprogram (Excel Solver, Python, R)
  • ✅ Dasar semua LP solver modern
  • ⚠️ Lebih abstrak — butuh latihan
"PT Pertamina mengelola campuran ratusan komponen dalam sistem blending pelumas. Tidak ada grafik yang bisa menangani itu. Simpleks bisa."
Bagian 1 — Dari Grafis ke Algebra
Bentuk Standar & Representasi Aljabar
Slack variable • Persamaan kesetaraan • Basic Feasible Solution

Ingat Kembali: Bentuk Standar LP

Sebelum membentuk tableau, pastikan LP Anda sudah dalam bentuk standar (tiga syarat):

SyaratKondisi AsliBentuk Standar
1. Fungsi tujuanMaksimasi (atau minimasi)Tetap sama
2. Semua kendala≤ (lebih kecil sama dengan)Diubah ke = dengan menambah slack variable
3. Semua variabelHarus tidak negatifX₁, X₂ ≥ 0 tetap berlaku
Kelak di kuliah lanjut: kendala ≥ pakai surplus variable + artificial variable; kendala = langsung pakai artificial variable. Hari ini fokus ke kasus ≤ dulu. Bentuk standar (standard form) adalah representasi LP di mana semua kendala berbentuk persamaan dan semua variabel non-negatif.

Slack Variable — Mengubah ≤ Menjadi =

Menambahkan Slack Variable pada Setiap Kendala ≤

Kendala Asli (Pertidaksamaan)

2X₁ + 4X₂ ≤ 100  (jam kerja)

3X₁ + 2X₂ ≤ 90   (material)

Setelah Ditambah S₁, S₂

2X₁ + 4X₂ + S₁ = 100

→ S₁ = sisa jam kerja

3X₁ + 2X₂ + S₂ = 90

→ S₂ = sisa material

S₁ dan S₂ ≥ 0. Bila S₁ = 0: kendala jam binding (terpakai penuh). Bila S₁ > 0: masih ada sisa kapasitas. Slack variable (S) adalah variabel non-negatif yang merepresentasikan sisa kapasitas tidak terpakai.

Basic Feasible Solution — Titik Sudut dalam Algebra

Solusi Dasar (Basic Solution)

Dari n variabel total (keputusan + slack), pilih m variabel sebagai basic variables (= tidak nol). Sisa = non-basic variables (= 0).

Di sini: 4 variabel total (X₁, X₂, S₁, S₂), 2 kendala (m=2) → 2 basic + 2 non-basic.

BFS Awal — Titik Asal (0,0)

BFS Awal: tetapkan X₁=0, X₂=0 (non-basic); maka S₁=100, S₂=90 (basic).

Ini adalah titik asal (0,0) di grafis — belum ada produksi, semua kapasitas belum terpakai.

Simpleks = bergerak dari satu BFS ke BFS tetangga yang lebih baik, hingga tidak ada yang lebih baik lagi. Basic variable adalah variabel bernilai tidak-nol saat ini ("masuk basis"); non-basic variable bernilai nol ("di luar basis").
Bagian 2 — Membangun Simplex Tableau
Konstruksi Tableau Awal
Baris kendala • Baris Z • Pembacaan BFS awal

HDN-1 — Step A: Kasus Dua Produk, Formulasi & Tableau Awal

Data Produksi
P1 (X₁)P2 (X₂)Kapasitas
Jam kerja/unit24100 jam
Material (kg)/unit3290 kg
Profit (Rp ribu)/unit3040
Formulasi LP & Bentuk Standar

Maks Z = 30X₁ + 40X₂

2X₁ + 4X₂ ≤ 100

3X₁ + 2X₂ ≤ 90

X₁, X₂ ≥ 0


Bentuk standar (+ S₁, S₂):

2X₁ + 4X₂ + S₁ = 100

3X₁ + 2X₂ + S₂ = 90

Z − 30X₁ − 40X₂ = 0

X₁ = jumlah unit P1; X₂ = jumlah unit P2. RHS (right-hand side) = nilai kapasitas. BFS awal: X₁=0, X₂=0 → S₁=100, S₂=90, Z=0.

Anatomi Simplex Tableau

Tableau Awal — Dibaca dari Kanan ke Kiri

BasisX₁X₂S₁S₂RHS
S₁2410100
S₂320190
Z−30−40000

Kolom Basis: variabel yang saat ini basic (S₁=100, S₂=90).

Kolom RHS: nilai variabel basic saat ini; Z=0 = belum ada profit.

Baris Z: koefisien negatif → variabel masih bisa menaikkan Z.

−40 paling negatif → X₂ adalah kandidat entering variable pertama. Kolom pivot (pivot column) = kolom X₂.

Baris Z & Koefisien Negatif — Membaca Sinyal Optimal

Ada Koefisien Negatif di Baris Z

Solusi belum optimal. Variabel dengan koefisien paling negatif = kandidat entering variable (meningkatkan Z lebih cepat).

→ LANJUT ITERASI

Semua Koefisien ≥ 0 di Baris Z

Solusi sudah optimal. Tidak ada variabel non-basic yang bisa menaikkan Z lagi.

→ BACA SOLUSI

Kondisi optimalitas (maksimasi): tidak ada koefisien negatif di baris Z. Dari tableau awal: −40 dan −30 → belum optimal → iterasi diperlukan.
Bagian 3 — Iterasi Pivot
Langkah demi Langkah Menuju Optimal
Entering variable • Leaving variable (minimum ratio test) • Operasi baris • Iterasi

Aturan 1 — Pilih Entering Variable (Kolom Pivot)

Entering variable = variabel non-basic dengan koefisien PALING NEGATIF di baris Z
j* = argmin { c̄ⱼ : c̄ⱼ < 0 }   (c̄ⱼ = reduced cost Xⱼ di baris Z)
KondisiTindakan
c̄ⱼ < 0 untuk beberapa jPilih j dengan c̄ⱼ paling negatif → entering variable
Semua c̄ⱼ ≥ 0Solusi sudah optimal → BERHENTI
Intuisi: koefisien paling negatif → variabel yang paling cepat meningkatkan Z per unit yang ditambahkan. Reduced cost (c̄ⱼ) mengukur seberapa besar Z meningkat per unit Xⱼ; negatif berarti menguntungkan untuk dimasukkan.

Dari tableau awal: c̄_X₁=−30, c̄_X₂=−40entering variable = X₂

Aturan 2 — Pilih Leaving Variable (Minimum Ratio Test)

Minimum Ratio Test: rasio_i = RHS_i ÷ a_ij*  (hanya baris dengan a_ij* > 0)
Leaving variable = baris dengan rasio minimum (terkecil, tidak negatif)

Penerapan pada HDN-1 (entering = X₂, kolom pivot = X₂):

BarisVariabel BasicKoefisien X₂RHSRasio
1S₁4100100÷4 = 25 ← minimum
2S₂29090÷2 = 45
Elemen pivot (pivot element) = koefisien di perpotongan baris pivot (baris 1) dan kolom pivot (X₂) = 4. Leaving variable = S₁ (rasio paling kecil). Abaikan baris dengan koefisien ≤ 0 di kolom pivot.

HDN-1 — Step B: Iterasi 1, Pivot & Tableau Baru

X₂ masuk, S₁ keluar. Elemen pivot = 4 (baris 1, kolom X₂).

LangkahPerhitunganNilai
Baris 1 baruBaris 1 lama ÷ 4[½, 1, ¼, 0 | 25]
Baris 2 baruBaris 2 lama − 2 × Baris 1 baru[2, 0, −½, 1 | 40]
Baris Z baruBaris Z lama + 40 × Baris 1 baru[−10, 0, 10, 0 | 1000]

Tableau setelah Iterasi 1:

BasisX₁X₂S₁S₂RHS
X₂½1¼025
S₂20−½140
Z−1001001000
Baris Z: X₁ = −10 (masih negatif) → belum optimal → lanjut Iterasi 2.

HDN-1 — Step C: Iterasi 2, Solusi Optimal Ditemukan

Entering = X₁ (koef −10). Ratio test: Baris 1: 25÷½=50; Baris 2: 40÷2=20 ← min. Leaving = S₂. Pivot = 2.

LangkahPerhitunganNilai
Baris 2 baruBaris 2 lama ÷ 2[1, 0, −¼, ½ | 20]
Baris 1 baruBaris 1 lama − ½ × Baris 2 baru[0, 1, ⅜, −¼ | 15]
Baris Z baruBaris Z lama + 10 × Baris 2 baru[0, 0, 7,5, 5 | 1200]

Tableau Final (Optimal):

BasisX₁X₂S₁S₂RHS
X₂01−¼15
X₁10−¼½20
Z007,551200
Semua baris Z ≥ 0 (0, 0, 7,5, 5) → OPTIMAL!  |  X₁=20, X₂=15, Z=Rp 1.200 ribu

Coba Sendiri: Jalankan Iterasi Simpleks Langkah demi Langkah

Pilih kolom pivot (entering variable) dan baris pivot (leaving variable via ratio test), lalu jalankan operasi baris dan amati tableau berubah hingga optimal.

Membaca Solusi dari Tableau Final

Langkah 1 — Variabel Basic
Basis
Lihat kolom "Basis". Variabel di sana bernilai RHS-nya: X₂=15, X₁=20.
Langkah 2 — Variabel Non-Basic
= 0
Variabel tidak ada di kolom Basis bernilai nol: S₁=0, S₂=0 → kedua kendala binding.
Langkah 3 — Nilai Z
1200
Rp ribu
Baca RHS baris Z = nilai Z optimal. Profit maksimum = Rp 1.200 ribu.
Slack nol (S₁=S₂=0) → kapasitas jam kerja & material terpakai habis. Binding constraint (kendala aktif) = sumber daya yang bernilai tinggi untuk diperluas.

Studi Kasus Indonesia — PT Pertamina Lubricants

Kilang Cilacap memproduksi dua pelumas andalan. Manajer produksi harus menentukan bauran optimal (product mix).

Data Produksi (per 1.000 liter)
Fastron (F)Prima XP (P)Kapasitas
Jam mesin32120 jam
Base oil (ton)24100 ton
Margin (Rp juta)4535

Maks Z = 45F + 35P
3F + 2P ≤ 120;  2F + 4P ≤ 100
F, P ≥ 0

Pertanyaan Manajerial (Dijawab Analisis Sensitivitas)
  • Berapa ribu liter Fastron & Prima XP per shift untuk memaksimalkan margin?
  • Tambah 10 jam lembur (biaya Rp 60 juta) — worthwhile?
  • Margin Fastron turun dari 45 → 35 — bauran produksi berubah?
Pertanyaan 2 & 3 dijawab oleh Analisis Sensitivitas — Bagian 4.
Bagian 4 — Analisis Sensitivitas
"Kalau Kondisi Berubah,
Apakah Solusi Kita Masih Berlaku?"
Shadow price • Allowable range koefisien tujuan • Interpretasi manajerial

Mengapa Sensitivitas? Dunia Nyata Tidak Pasti

What-If 1 — Profit Berubah

Margin Fastron turun dari Rp 45 jt → Rp 35 jt. Apakah bauran produksi optimal berubah?

→ Allowable Range Koefisien Tujuan

What-If 2 — Kapasitas Ditambah

Tawaran lembur: tambah 10 jam kapasitas mesin. Berapa tambahan margin yang didapat?

→ Shadow Price × ΔCapacity

What-If 3 — Kapasitas Berkurang

Pasokan base oil bulan ini berkurang dari 100 ton → 80 ton. Seberapa turun margin?

→ Shadow Price × ΔCapacity

Prinsip Utama

Perubahan dalam allowable range → basis tidak berubah, hitung Z baru langsung. Di luar range → re-solve (jalankan ulang LP).

Excel Solver → Sensitivity Report → langsung dapat semua angka.

Shadow Price — Nilai Marginal Sumber Daya

Shadow Price (yᵢ) = ΔZ ÷ ΔRHSᵢ  (parameter lain tetap)
Sumber: koefisien S_i di baris Z pada tableau final
Shadow Price > 0

Kendala binding — terpakai penuh. Menambah kapasitas akan meningkatkan Z. Layak diinvestasikan bila biaya penambahan < shadow price.

Shadow Price = 0

Kendala non-binding — ada slack. Menambah kapasitas tidak mengubah Z; sumber daya berlebih, bukan bottleneck.

Shadow price BUKAN harga pasar. Ia adalah nilai internal satu unit kapasitas ekstra, diukur dalam satuan fungsi tujuan (misal: Rp ribu profit per jam ekstra). Istilah lain di Excel Solver: Dual Value.

HDN-2 — Membaca Shadow Price dari Tableau Final

Tableau final HDN-1 (ulang dari Slide 16):

BasisX₁X₂S₁S₂RHS
X₂01−¼15
X₁10−¼½20
Z007,551200
LangkahTindakanNilai
1Lihat baris Z, kolom S₁7,5
2Lihat baris Z, kolom S₂5
3Interpretasi S₁ (jam kerja): tiap 1 jam ekstra → Z naik Rp 7.500Worthwhile bila biaya < 7.500
4Interpretasi S₂ (material): tiap 1 kg ekstra → Z naik Rp 5.000Worthwhile bila biaya < 5.000
Kedua kendala binding (S₁=S₂=0) → keduanya bernilai untuk diperluas. Verifikasi: 7,5×100 + 5×90 = 750 + 450 = 1200

Coba Sendiri: Baca Shadow Price & Allowable Range

Ubah RHS salah satu kendala dalam batas allowable range-nya, lalu amati bagaimana Z bergerak linear sesuai shadow price — dan apa yang terjadi begitu RHS melewati batas itu.

Allowable Range Koefisien Fungsi Tujuan

Seberapa jauh profit per unit boleh berubah tanpa mengubah basis (= bauran produksi optimal)?

Allowable Decrease (AD) = min { c̄_k ÷ ȳ_kj } untuk ȳ_kj > 0
Allowable Increase (AI) = min { c̄_k ÷ |ȳ_kj| } untuk ȳ_kj < 0
ȳ_kj = koefisien non-basic k pada baris Xⱼ di tableau final

Penerapan untuk X₂ (c₂=40, baris X₂ di tableau final: [0, 1, ⅜, −¼ | 15]):

Allowable Decrease c₂

AD = c̄_S₁ ÷ (3/8) = 7,5 ÷ 0,375 = 20
→ c₂ ≥ 40−20 = 20

Allowable Increase c₂

AI = c̄_S₂ ÷ (1/4) = 5 ÷ 0,25 = 20
→ c₂ ≤ 40+20 = 60

Allowable range c₂ = [20, 60]. Selama c₂ ∈ [20, 60], basis optimal tidak berubah (X₁=20, X₂=15 tetap). Jika c₂ keluar dari range → re-solve.

HDN-2 Lanjut — Profit P2 Naik ke 55: Apakah Solusi Berubah?

LangkahPerhitunganNilai
1. Koefisien c₂ saat inic₂ = 40
2. Allowable Decrease c₂c̄_S₁ ÷ (3/8) = 7,5 ÷ 0,375AD = 20
3. Batas bawah c₂40 − 20c₂ ≥ 20
4. Allowable Increase c₂c̄_S₂ ÷ (1/4) = 5 ÷ 0,25AI = 20
5. Batas atas c₂40 + 20c₂ ≤ 60
6. c₂ baru = 55, apakah ∈ [20, 60]?20 ≤ 55 ≤ 60 → YABasis tidak berubah
7. Z baru30(20) + 55(15) = 600 + 825Z = 1.425 (ribu Rp)
Keputusan: Solusi bauran TIDAK BERUBAH (tetap X₁=20, X₂=15). Namun Z meningkat dari Rp 1.200 ribu menjadi Rp 1.425 ribu.

Rangkuman — Alur Simpleks & Kunci Sensitivitas

Formulasi LPMaks Z, kendalaTambah Slack (S)≤ → = persamaanTableau AwalBFS: X=0, S=RHSCek Baris ZAda negatif?Pivot (Entering+ Ratio Test)Baca SolusiBasis=RHS; Z=RHS_Z
InformasiDari ManaArti Manajerial
Shadow price SᵢBaris Z, kolom Sᵢ, tableau finalNilai Rp per unit kapasitas ekstra
Allowable range cⱼ[cⱼ−AD, cⱼ+AI]Kisaran profit/biaya aman tanpa re-solve
Allowable range RHSExcel Solver Sensitivity ReportKisaran kapasitas aman tanpa re-solve

Pertemuan 4 — Selesai

Yang Sudah Anda Kuasai Hari Ini
  • Slack variable & bentuk standar LP
  • Simplex tableau awal & BFS (Basic Feasible Solution)
  • Iterasi pivot: entering, minimum ratio test, operasi baris
  • Membaca solusi dari tableau final
  • Shadow price & allowable range koefisien tujuan
Persiapan Pertemuan 5 (LP dengan Excel Solver)
  • Baca Winston & Albright Bab 4–5 (contoh soal & latihan)
  • Install Excel Solver: File → Options → Add-ins → Solver Add-in
  • Kerjakan Soal B-1 s.d. B-3 di Lampiran B (latihan mandiri)
  • Bawa laptop saat Pertemuan 5 — langsung pakai Excel Solver
Tugas: Kerjakan soal di Lampiran B dan kirim via EMAS UNDIP (elearning2.undip.ac.id) sebelum Pertemuan 5. EMAS = E-Learning Management Adaptive System UNDIP.

📖 Baca juga: Sensitivity Scenario Analysis — penjelasan mendalam dan contoh numerik.