stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-03
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 3: Metode Grafis untuk Solusi LP
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP

Manajemen Sains

Pertemuan 3 — Metode Grafis untuk Solusi LP

Mengubah model matematika LP (Linear Programming — pemrograman linear) menjadi gambar, membaca feasible region (daerah layak), dan menemukan solusi optimal di sudut-sudut poligon.

RPS MINGGU 3 • SUB-CPMK3 • DURASI 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu memecahkan LP dua-variabel dengan metode grafis (Sub-CPMK3). Secara rinci:

CAPAIAN 1 — GAMBAR
PLOT
Menggambar garis kendala dan mengarsir daerah feasible pada sumbu X1–X2.
CAPAIAN 2 — CORNER POINTS
HITUNG
Menghitung koordinat semua corner points (titik sudut) via substitusi simultan.
CAPAIAN 3 — OPTIMAL
PILIH
Mengevaluasi Z di tiap corner point dan mengidentifikasi solusi optimal.
CAPAIAN 4 — ANALISIS
ANALISIS
Membedakan binding vs non-binding dan mengenali kasus khusus LP.

Dari Persamaan ke Gambar — Mengapa Grafis?

PENDEKATAN COBA-COBA
Uji ribuan titik (X1, X2) satu per satu, hitung Z di tiap titik, bandingkan. Tidak efisien, rawan melewati titik optimal.
METODE GRAFIS
Gambar batas kendala, arsir daerah feasible, lalu cukup periksa 4–6 corner points. Dijamin menemukan optimal (jika ada).
Secara matematis terbukti: solusi optimal LP selalu berada di corner point. Kita tidak perlu memeriksa titik-titik di dalamnya — cukup sudut-sudutnya.
Coba-cobaMetode Grafis
Titik yang diperiksaRibuan4–6 (corner)
Jaminan optimalTidakYa
Diagram visualTidakYa
Bagian 1 dari 4
Fondasi Metode Grafis

Lima langkah terstruktur dari model LP hingga solusi optimal — plus cara menggambar garis kendala dan mengarsir daerah feasible.

Gambar Arsir Hitung

Lima Langkah Metode Grafis LP

  1. 1
    Gambar sumbu koordinat X1 (horisontal) dan X2 (vertikal). Tentukan skala berdasarkan nilai RHS (right-hand side — sisi kanan kendala, yaitu nilai batas kapasitas) terbesar.
  2. 2
    Plot garis batas setiap kendala dengan mengubah pertidaksamaan (≤ atau ≥) menjadi persamaan (=), lalu cari dua titik potong sumbu.
  3. 3
    Arsir daerah feasible — daerah yang memenuhi SEMUA kendala secara bersamaan (termasuk non-negativitas X1 ≥ 0, X2 ≥ 0).
  4. 4
    Identifikasi corner points — semua titik sudut poligon feasible (perpotongan garis-garis batas). Hitung koordinatnya via substitusi simultan (menyelesaikan dua persamaan linear sekaligus).
  5. 5
    Evaluasi Z di setiap corner point. Pilih yang memberikan Z maksimum (atau minimum) — itulah solusi optimal.
Makin banyak kendala, makin banyak titik sudut yang mungkin. Untuk 2 kendala utama + 2 non-negativitas, umumnya terbentuk maksimal 4 corner points. Tidak semua perpotongan garis adalah corner point — hanya yang memenuhi semua kendala yang dihitung.

Cara Menggambar Garis Batas Kendala

Ubah pertidaksamaan menjadi persamaan, lalu cari dua titik pada garis (biasanya titik potong sumbu X1 dan X2).

Contoh: Kendala 4X1 + 2X2 ≤ 240 → ubah jadi 4X1 + 2X2 = 240

LangkahPerhitunganNilai
Potong sumbu X2 (set X1 = 0)4(0) + 2X2 = 240 → 2X2 = 240X2 = 120 → (0, 120)
Potong sumbu X1 (set X2 = 0)4X1 + 2(0) = 240 → 4X1 = 240X1 = 60 → (60, 0)
Hubungkan dua titikTarik garis lurus dari (0, 120) ke (60, 0)Garis kendala tergambar
X1X2060120(0, 120)(60, 0)Feasible (≤)
Untuk kendala , daerah feasible ada di sisi kiri-bawah garis. Verifikasi cepat: substitusikan titik asal (0, 0) — kalau hasilnya benar (0 ≤ 240 √), asal masuk daerah feasible.

Daerah Feasible — Irisan Semua Kendala

Setelah semua garis tergambar, daerah feasible adalah daerah yang sekaligus memenuhi SEMUA kendala (termasuk X1 ≥ 0 dan X2 ≥ 0).

X1X2K1K2OABCDaerah Feasible
Penting: Kalau suatu titik memenuhi K1 tetapi tidak memenuhi K2, titik itu bukan bagian dari daerah feasible. Semua kendala harus dipenuhi secara bersamaan.
Trik cepat: periksa apakah titik asal (0,0) masuk daerah feasible (non-negativitas X1 ≥ 0, X2 ≥ 0 — batas kiri dan bawah = sumbu koordinat). Kalau ya, daerah feasible ada di sisi yang sama dengan asal untuk tiap kendala ≤.

Corner Points — Kandidat Solusi Optimal

Teorema Titik Ekstrem: Jika solusi optimal LP ada, maka solusi itu terletak di setidaknya satu corner point dari daerah feasible.

TIGA JENIS CORNER POINT
  • Titik asal (0, 0)
  • Titik potong garis kendala dengan sumbu X1 atau X2
  • Titik potong dua garis kendala di dalam daerah feasible
CARA HITUNG KOORDINAT
  • Perpotongan dua sumbu → langsung (0, 0)
  • Garis ∩ sumbu → substitusi 0
  • Garis ∩ Garis → substitusi simultan (sistem 2 persamaan)
Untuk LP dengan 2 kendala utama + 2 non-negativitas → maksimal 4 corner points. Hanya perlu hitung Z di 4 titik itu. Dengan 3+ kendala, gunakan prosedur enumerasi + uji feasibility (Slide 15b).

Langkah 5 — Evaluasi Z di Tiap Corner Point

Substitusikan koordinat (X1, X2) setiap corner point ke fungsi tujuan Z, lalu bandingkan hasilnya.

Fungsi tujuan umum: Z = c1·X1 + c2·X2

Corner PointX1X2Z = c⊂1;X1 + c⊂2;X2Status
A
B
C… (terbesar)★ OPTIMAL
D
Titik yang memberikan Z terbesar (maksimasi) atau Z terkecil (minimasi) adalah solusi optimal. Laporkan nilai X1, X2, dan Z — ketiganya adalah jawaban lengkap masalah LP.

Coba Sendiri: Geser Garis Iso-Profit di Daerah Layak

Ubah koefisien fungsi tujuan atau kendala, lalu amati bagaimana daerah layak berubah bentuk dan garis iso-profit bergeser untuk menemukan corner point optimal.

Bagian 2 dari 4
Hitung dari Nol: Pabrik Mebel

Mengambil model LP mebel dari Pertemuan 2 dan menyelesaikannya step-by-step dengan metode grafis — dari menggambar garis hingga solusi optimal.

Fungsi tujuan: Maks Z = 600X1 + 400X2   (X1 = kursi, X2 = meja)
Lanjutan P2 — formulasi sudah diketahui.

HDN-1 (a) — Mebel: Model & Garis Kendala

Model LP Mebel (Pengingat P2)

Maks Z = 600X1 + 400X2

K1 (Bahan kayu): 2X1 + 4X2 ≤ 160

K2 (Tenaga kerja): 3X1 + 2X2 ≤ 120

X1, X2 ≥ 0

KendalaX1=0 → X2X2=0 → X1
K1: 2X1+4X2=160(0, 40)(80, 0)
K2: 3X1+2X2=120(0, 60)(40, 0)
X1X2(0,40) K1(80,0)(0,60) K2(40,0)040806040

HDN-1 (b) — Mebel: Daerah Feasible & Corner Points

Empat corner points daerah feasible:

TitikX1X2Keterangan
O00Asal
A040K1 ∩ sumbu X2
B2030K1 ∩ K2 (hitung)
C400K2 ∩ sumbu X1
Hitung Titik B = K1 ∩ K2
K1 (÷2): X1 + 2X2 = 80 … (i)
K2: 3X1 + 2X2 = 120 … (ii)
(ii) − (i): 2X1 = 40 → X1 = 20
Ke (i): 20 + 2X2 = 80 → X2 = 30
Verifikasi: K1: 2(20)+4(30)=160 √   K2: 3(20)+2(30)=120 √
X1X2O(0,0)A(0,40)B(20,30)★C(40,0)K1K2

HDN-1 (c) — Mebel: Evaluasi Z & Solusi Optimal

Fungsi tujuan: Z = 600X1 + 400X2 (Rp ribu)

TitikX1X2Langkah: 600×X1 + 400×X2Z (Rp ribu)
O (0, 0)00600(0) + 400(0)0
A (0, 40)040600(0) + 400(40)16.000
B (20, 30)2030600(20) + 400(30) = 12.000 + 12.00024.000 ★
C (40, 0)400600(40) + 400(0)24.000 ★
Dua titik optimal! B (20, 30) dan C (40, 0) keduanya memberikan Z = Rp 24.000 ribu = Rp 24 juta. Ini disebut Multiple Optimal Solutions (solusi optimal ganda). Penjelasan grafis lengkap ada di Slide 23 (Bagian 4). Pelajaran kunci: selalu hitung Z di SEMUA corner point sebelum memutuskan.
Interpretasi: Perusahaan dapat memproduksi 20 kursi + 30 meja, ATAU 40 kursi + 0 meja — keduanya menghasilkan pendapatan Rp 24 juta.

Kendala Binding vs Non-Binding di Titik Optimal

Di titik optimal, ada kendala yang ketat (binding) dan yang longgar (non-binding). Keduanya punya makna manajerial berbeda.

BINDING (AKTIF) — Slack = 0
Kendala yang dipenuhi persis di titik optimal. Kapasitas habis terpakai. Inilah yang benar-benar membatasi peningkatan Z — kalau ingin Z naik, kapasitas ini harus ditambah.
NON-BINDING — Slack > 0
Kendala yang tidak mengikat di titik optimal. Masih ada sisa kapasitas (slack — sisa kapasitas). Menambah kapasitas ini tidak otomatis meningkatkan Z.

Analisis titik B (20, 30) — kasus mebel:

KendalaPemakaianKapasitasSlackStatus
K1 (kayu): 2X1+4X22(20)+4(30) = 1601600Binding
K2 (TK): 3X1+2X23(20)+2(30) = 1201200Binding
Di titik B, kedua kendala binding — kayu dan tenaga kerja habis persis. Untuk meningkatkan Z lebih lanjut, perusahaan harus menambah KEDUA sumber daya itu.

Latihan Kelas — Kerjakan Bersama (5 menit)

Pabrik tas kulit kecil memproduksi tas jinjing (X1) dan dompet (X2). Maks Z = 5X1 + 4X2 (Rp ribu/unit).

Kendala:
K1 (waktu produksi): 2X1 + X2 ≤ 10
K2 (bahan kulit): X1 + 2X2 ≤ 8
X1, X2 ≥ 0

(a) Hitung intercepts K1 & K2. (b) Tentukan corner points. (c) Hitung Z di tiap corner point. (d) Identifikasi solusi optimal.
Jawaban (reveal setelah 5 menit)
Intercepts K1: (0,10) & (5,0)  |  K2: (0,4) & (8,0)
Titik B = K1∩K2: eliminasi → X2=2, X1=4 → B(4,2)
TitikZ = 5X1+4X2
O(0,0)0
A(0,4)16
B(4,2)28★ OPTIMAL
C(5,0)25
Solusi: 4 tas jinjing + 2 dompet → Z = Rp 28 ribu. K1 & K2 keduanya binding.

Corner Points dengan 3+ Kendala — Prosedur Enumerasi & Uji Feasibility

Dengan 3+ kendala, tidak semua perpotongan garis menjadi corner point feasible. Gunakan tiga langkah ini:

  1. 1
    Daftarkan SEMUA pasangan perpotongan (Ki × Kj), tiap garis × sumbu X1, tiap garis × sumbu X2.
  2. 2
    Uji feasibility setiap kandidat — substitusikan ke SEMUA kendala; buang yang melanggar satu kendala pun.
  3. 3
    Hanya titik yang lolos semua kendala (termasuk X1 ≥ 0, X2 ≥ 0) yang dihitung Z-nya.

Pratinjau: uji kandidat kasus sepatu Cibaduyut (3 kendala)

KandidatK1 ≤80?K2 ≤30?K3 ≤60?Feasible?
(0, 20) — A80 ≤ 80 √20 ≤ 30 √60 ≤ 60 √Ya
(0, 30) — K2∩sumbu X2120 > 80 ✗30 ≤ 30 √90 > 60 ✗Tidak
(15, 15) — K2∩K390 > 80 ✗30 ≤ 30 √60 ≤ 60 √Tidak
(20, 10) — B80 ≤ 80 √30 ≤ 30 √50 ≤ 60 √Ya
Bagian 3 dari 4
Hitung dari Nol: Sepatu Cibaduyut

Kasus baru dengan tiga kendala: pabrik sepatu kulit di Cibaduyut, Bandung — dua produk (sandal & sepatu formal), kendala mesin jahit, bahan kulit, dan kapasitas pengering.

Kasus Baru 3 Kendala Cibaduyut, Bandung

HDN-2 (a) — Sepatu Cibaduyut: Formulasi Model

Pabrik sepatu kulit kecil di Cibaduyut, Bandung. Dua produk: sandal (X1) dan sepatu formal (X2). Tiga sumber daya terbatas:

Sumber DayaPer Sandal (X1)Per Sepatu Formal (X2)Kapasitas/Hari
Mesin jahit (jam)2480
Bahan kulit (dm²)3390
Kapasitas pengering (jam)1360
Margin kontribusi (Rp ribu)5080
Maks Z = 50X1 + 80X2   (Rp ribu/hari)
K1 (mesin jahit): 2X1 + 4X2 ≤ 80
K2 (kulit, ÷3): X1 + X2 ≤ 30
K3 (pengering): X1 + 3X2 ≤ 60
X1, X2 ≥ 0

HDN-2 (b) — Sepatu: Grafik, Feasible Region & Corner Points

KendalaX1=0 → X2X2=0 → X1
K1: 2X1+4X2=80(0, 20)(40, 0)
K2: X1+X2=30(0, 30)(30, 0)
K3: X1+3X2=60(0, 20)(60, 0)
TitikX1X2Keterangan
O00Asal
A020K1 & K3 di sumbu X2
B2010K1 ∩ K2
C300K2 ∩ sumbu X1
K1 & K3 keduanya melalui (0,20) — kasus khusus! (0,30) & (15,15) tidak feasible: K1: 4(30)=120>80 & 2(15)+4(15)=90>80.
X1X2OA(0,20)B(20,10)★C(30,0)K1K2K3

HDN-2 (c) — Sepatu: Evaluasi Z & Solusi Optimal

Fungsi tujuan: Z = 50X1 + 80X2 (Rp ribu/hari)

TitikX1X2Langkah: 50×X1 + 80×X2Z (Rp ribu)
O (0, 0)0050(0) + 80(0)0
A (0, 20)02050(0) + 80(20)1.600
B (20, 10)201050(20) + 80(10) = 1.000 + 8001.800 ★
C (30, 0)30050(30) + 80(0)1.500
Solusi optimal: titik B → X1 = 20 sandal, X2 = 10 sepatu formal, Z = Rp 1.800 ribu/hari (Rp 1,8 juta/hari).

Verifikasi binding: K1 = 2(20)+4(10) = 80 (binding √)   K2 = 20+10 = 30 (binding √)   K3 = 20+3(10) = 50 ≤ 60 (non-binding, slack = 10 jam)

Bagian 4 dari 4
Kasus Khusus & Verifikasi Excel

Tiga situasi LP yang tidak biasa (unbounded, infeasible, multiple optimal) dan cara verifikasi menggunakan Excel Solver.

Tak Terbatas Tak Feasible Ganda

Kasus Khusus 1 — Solusi Tidak Terbatas (Unbounded)

Definisi: Fungsi tujuan Z bisa ditingkatkan (untuk maksimasi) atau diturunkan (untuk minimasi) tanpa batas karena daerah feasible terbuka ke arah peningkatan Z.
Penyebab umum & respons
  • Kendala kapasitas lupa dituliskan
  • Model minimasi dengan feasible region terbuka ke bawah
  • Respons: periksa kendala yang terlewat, konsultasikan data operasional, tambahkan kendala yang hilang
X1X2Z → ∞Feasible terbukaCek: ada kendala yang terlewat?
Unbounded BUKAN berarti optimal tidak ada karena tidak dicari — Z bisa terus naik tanpa batas. Dalam praktik bisnis selalu ada batas fisik — model unbounded hampir pasti menandakan formulasi yang tidak lengkap.

Kasus Khusus 2 — Tidak Feasible (Infeasible)

Definisi: Tidak ada titik (X1, X2) yang memenuhi SEMUA kendala secara bersamaan. Daerah feasible kosong.
Penyebab & solusi
  • Kendala saling bertentangan, mis. X1+X2 ≤ 10 sekaligus X1+X2 ≥ 20
  • Target produksi terlalu ambisius vs kapasitas tersedia
  • Solusi: identifikasi pasang kendala yang berkontradiksi, negosiasi dengan manajemen — relaksasi kendala atau revisi target
X1X2K1 ≤K2 ≥Celah =Irisan = ∅
Infeasible BUKAN kegagalan solver — ini sinyal bahwa kendala-kendala model saling bertentangan. Analoginya: memesan kopi yang harus sekaligus panas dan dingin — permintaannya kontradiksi.

Kasus Khusus 3 — Banyak Solusi Optimal (Multiple Optimal)

Definisi: Dua atau lebih titik berbeda memberikan nilai Z yang sama dan optimal. Jika terjadi di dua corner points bersebelahan, seluruh segmen antara keduanya juga optimal.
Mengapa terjadi?

Garis isoprofit (garis iso-laba — menghubungkan semua titik dengan nilai Z sama) sejajar dengan salah satu sisi poligon feasible.

Contoh mebel (HDN-1): kemiringan fungsi tujuan −600/400 = −1,5 = kemiringan K2 −3/2 = −1,5 → isoprofit sejajar segmen BC → B & C keduanya Z = 24.000 Rp ribu.

X1X2Semua titikBC optimalIsoprofitB(20,30)C(40,0)
Multiple optimal menguntungkan — memberi fleksibilitas memilih kombinasi produksi sesuai pertimbangan non-finansial (kebijakan ketenagakerjaan, preferensi pelanggan).

Mengapa Hanya Corner Points? — Teorema Titik Ekstrem

Teorema ini adalah landasan matematis yang membenarkan seluruh prosedur metode grafis (dan metode Simpleks).

Pernyataan (disederhanakan)
Jika masalah LP memiliki solusi optimal, maka setidaknya satu solusi optimal berada di corner point dari daerah feasible. Jika solusi optimal unik, maka solusi itu hanya ada di corner point.
INTUISI GEOMETRI
Fungsi tujuan linear → isoprofit lines adalah garis-garis lurus sejajar. Mendorong garis lurus itu ke luar dari poligon convex (cembung — sifat daerah feasible LP yang menjamin Teorema ini), titik kontak terakhirnya pasti di sudut (vertex) atau pada sisi (multiple optimal).
IMPLIKASI PRAKTIS
Untuk LP dengan n corner points, Anda hanya perlu n evaluasi Z — tidak perlu cek tak terhingga titik di dalam daerah feasible. Ini keunggulan besar LP dibanding optimasi non-linear.

Verifikasi dengan Excel Solver

Excel Solver (add-in gratis bawaan Microsoft Excel) dapat menyelesaikan LP dengan cepat — digunakan untuk verifikasi hasil metode grafis dan untuk LP lebih dari 2 variabel.

  1. 1
    Buat tabel di Excel: sel X1, X2, sel fungsi tujuan (=600*X1+400*X2), sel tiap kendala.
  2. 2
    Aktifkan Solver: File → Options → Add-Ins → Solver Add-in → Go → centang → OK.
  3. 3
    Buka Solver: Data → Solver. Set Objective = sel Z. To: Max. By Changing: sel X1 & X2.
  4. 4
    Tambahkan kendala: Add → sel kendala ≤ nilai RHS. Centang Non-Negative.
  5. 5
    Solving Method: pilih Simplex LP. Klik Solve. Baca hasil & Sensitivity Report.
Layout Excel (Kasus Mebel)
X1 (kursi) 0 
X2 (meja) 0 
Z ==600*X1+400*X2
K1 (kayu)=2*X1+4*X2
K2 (TK)=3*X1+2*X2
Solver akan mengkonfirmasi: X1=20 atau 40, X2=30 atau 0, Z = 24.000 (multiple optimal). Sensitivity Report akan dibahas di Pertemuan 5.

Rangkuman — Peta Konsep Metode Grafis LP

Metode Grafis LP2 variabel keputusan5 Langkah1 Gambar sumbu2 Plot garis kendala3 Arsir feasible region4 Corner points   5 Evaluasi ZCorner PointsAsal (0,0)Intercept sumbu (set X=0)Perpotongan K∩K (subst.)Uji feasibility bila 3+ kendalaInterpretasiBinding: slack = 0Non-binding: slack > 0Kasus KhususUnbounded: feasible terbukaInfeasible: irisan = ∅Multiple optimal: isoprofit // sisiVerifikasiExcel Solver (Simplex LP)Sensitivity Report → P5P4: Metode Simpleks (3+ var)
Batas metode grafis: hanya 2 variabel. Untuk 3+ variabel → Metode Simpleks (P4). Tapi logikanya sama: cari corner point terbaik.

Persiapan Pertemuan 4 — Metode Simpleks

YANG SUDAH ANDA KUASAI (P3)
  • Menggambar garis kendala LP
  • Mengarsir daerah feasible
  • Menghitung corner points via substitusi simultan
  • Mengidentifikasi solusi optimal
  • Binding vs non-binding (slack)
  • Tiga kasus khusus LP
YANG AKAN DIPELAJARI (P4 — SIMPLEKS)
  • Algoritma iterasi berbasis tabel Simpleks
  • Variabel slack dan variabel artifisial
  • Pivot operations
  • LP dengan 3+ variabel
  • Basis feasible solutions
Tugas sebelum P4: Buka Excel, aktifkan Solver, setup kasus mebel dan sepatu, verifikasi hasilnya sama dengan yang kita hitung tangan hari ini. Kerjakan juga soal Lampiran B (nomor 1–3) untuk memastikan penguasaan metode grafis.
Variabel slack: variabel tambahan yang mengubah pertidaksamaan jadi persamaan — dibahas detail P4. Basis feasible solution: versi aljabar dari corner point — dibahas P4.

Rekap Aritmetika — Dua Kasus HDN Penuh

HDN-1 Mebel: Z = 600X1 + 400X2

Titik600·X1400·X2Z (Rp ribu)
O (0,0)000
A (0,40)016.00016.000
B (20,30)12.00012.00024.000 ★
C (40,0)24.000024.000 ★

Multiple optimal: B & C keduanya Z = Rp 24 juta

HDN-2 Sepatu: Z = 50X1 + 80X2

Titik50·X180·X2Z (Rp ribu)
O (0,0)000
A (0,20)01.6001.600
B (20,10)1.0008001.800 ★
C (30,0)1.50001.500

Solusi unik: B(20,10) → Z = Rp 1,8 juta/hari

Rangkuman angka kunci dari Lampiran A:   Mebel: titik B(20,30) & C(40,0) Z=24.000;   Sepatu: titik B(20,10) Z=1.800, slack K3=10 jam.

📖 Baca juga: Dcf Valuation — penjelasan mendalam dan contoh numerik.