‹ Daftar slidePertemuan 2: Pemrograman Linier (LP) — Konsep & Formulasi
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP
Manajemen Sains
Pertemuan 2 — Pemrograman Linier: Konsep & Formulasi
Bagaimana cara memaksimalkan profit atau meminimalkan biaya ketika sumber daya terbatas? Jawabannya: modelkan masalahnya secara matematis, lalu selesaikan secara sistematis.
RPS MINGGU 2 • SUB-CPMK 1 • DURASI 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan LP — konsep & formulasi (Sub-CPMK 1). Secara rinci:
CAPAIAN 1 — ASUMSI
ASUMSI
Menyebutkan dan menjelaskan empat asumsi LP (linearitas, divisibilitas, kepastian, non-negativitas) beserta implikasi manajerialnya.
CAPAIAN 2 — KOMPONEN
KOMPONEN
Mengidentifikasi variabel keputusan, fungsi tujuan, dan kendala dari narasi masalah bisnis nyata.
CAPAIAN 3 — FORMULASI
FORMULASI
Menuliskan model LP lengkap dalam notasi matematis standar untuk dua kasus berbeda.
CAPAIAN 4 — INTERPRETASI
INTERPRETASI
Menginterpretasikan solusi optimal LP secara manajerial dan berkenalan dengan Excel Solver.
Masalah Klasik: Pabrik Mebel Jepara
Bayangkan Anda Manajer Produksi di Jepara. Sebuah pabrik mebel ekspor (Jawa Tengah) memproduksi dua produk: Meja (X₁) dan Kursi (X₂).
Meja (X₁)
Kursi (X₂)
Kapasitas/minggu
Profit
Rp 600 rb/unit
Rp 400 rb/unit
—
Jam kerja
4 jam/unit
3 jam/unit
240 jam
Kayu
3 unit/unit meja
2 unit/unit kursi
180 unit
Pertanyaan: Berapa meja dan kursi yang harus diproduksi tiap minggu agar profit total maksimal? Hari ini kita belajar cara menyusun pertanyaan itu menjadi model matematis yang bisa dipecahkan.
Bagian 1 dari 4
Apa & Mengapa LP?
Definisi, posisi LP dalam lanskap Manajemen Sains, dan tiga pertanyaan diagnostik sebelum kita memilih LP sebagai alat.
DefinisiKonteks
Pemrograman Linier (LP) — Definisi
LP (Linear Programming / Pemrograman Linier) adalah teknik optimasi matematis untuk memaksimalkan atau meminimalkan sebuah fungsi tujuan linear dengan memilih nilai variabel keputusan, tunduk pada sekumpulan kendala linear.
KATA KUNCI 1
LINEAR
Fungsi tujuan & kendala berbentuk garis lurus — tidak ada pangkat, akar, atau perkalian antarvariabel.
KATA KUNCI 2
PROGRAM
"Programming" = merencanakan (bukan coding). Dikembangkan George Dantzig (1947) untuk logistik militer.
KATA KUNCI 3
OPTIMASI
Bukan sekadar "cukup baik" — mencari nilai terbaik secara matematis (maksimum atau minimum absolut).
Posisi LP dalam Manajemen Sains: LP → Integer LP → Nonlinear Programming → Jaringan → Simulasi (makin kompleks ke kanan)
Tiga Pertanyaan Sebelum Memilih LP
Sebelum menulis model, tanya dulu tiga hal ini secara berurutan:
Q1 — ADA KEPUTUSAN?
?✔
Apakah ada variabel yang bisa kita kendalikan (berapa unit diproduksi, berapa dana dialokasikan)? Kalau tidak ada, tidak perlu LP.
Q2 — ADA TUJUAN?
★✔
Apakah ada satu ukuran yang ingin dimaksimalkan atau diminimalkan (profit, biaya, waktu)? LP hanya punya satu fungsi tujuan.
Q3 — ADA KENDALA?
⛔✔
Apakah ada batasan sumber daya atau syarat yang harus dipenuhi? Tanpa kendala, jawabannya trivial.
Kalau ketiga jawaban "ya", LP adalah kandidat kuat. Lanjut ke cek asumsi linear di Bagian 2.
Bagian 2 dari 4
Empat Asumsi & Komponen Model LP
Dua slide asumsi (4 butir) — lalu tiga slide komponen: variabel keputusan, fungsi tujuan, kendala.
AsumsiKomponen
Asumsi 1 & 2: Linearitas + Divisibilitas
ASUMSI 1 — LINEARITAS (Proportionality)
LINEAR
Kontribusi tiap variabel terhadap fungsi tujuan dan kendala proporsional dengan nilainya. Kalau 1 meja butuh 4 jam, maka 10 meja butuh tepat 40 jam. Tidak ada diskon volume, tidak ada skala ekonomis, tidak ada fungsi lengkung.
Contoh pelanggaran: "Profit per unit naik saat produksi > 100 unit (diskon bahan baku)" → tidak linear, LP tidak cocok.
ASUMSI 2 — DIVISIBILITAS (Divisibility)
PECAHAN
Variabel keputusan boleh bernilai pecahan — tidak harus bilangan bulat. Kalau optimal menghasilkan 7,5 meja → model menerima itu. Kalau realitas menuntut bilangan bulat → gunakan Integer Programming (IP).
Contoh pelanggaran: "Tidak mungkin produksi setengah pesawat" → butuh Integer LP.
Asumsi 3 & 4: Kepastian + Non-Negativitas
ASUMSI 3 — KEPASTIAN (Certainty)
PASTI
Semua parameter model diketahui pasti dan tidak berubah selama periode perencanaan. Profit per unit, jam kerja per unit, kapasitas tersedia — semua angka deterministik, bukan rentang atau distribusi probabilitas.
Catatan praktis: Kalau parameter tidak pasti → LP tetap berguna sebagai analisis skenario (ubah parameter → lihat perubahan optimal) atau gunakan Stochastic Programming.
ASUMSI 4 — NON-NEGATIVITAS
≥ 0
Variabel keputusan tidak boleh negatif: X₁ ≥ 0, X₂ ≥ 0. Tidak ada "produksi negatif" atau "alokasi negatif" — secara fisik tidak masuk akal.
Kenapa ditulis eksplisit? Karena perlu dimasukkan sebagai kendala tambahan di model — solver tidak tahu batasan ini kecuali kita tuliskan.
Tiga Pilar Model LP
PILAR 1 — VARIABEL KEPUTUSAN
X₁, X₂
Apa yang kita putuskan? Simbol mewakili besaran yang nilainya akan ditentukan model. Contoh: X₁ = jumlah meja, X₂ = jumlah kursi (unit/minggu)
PILAR 2 — FUNGSI TUJUAN (Z)
Maks Z
Apa yang ingin dicapai? Fungsi linear dari variabel keputusan. Maksimasi (profit, pendapatan) atau minimasi (biaya, waktu). Contoh: Maks Z = 600X₁ + 400X₂
PILAR 3 — KENDALA
≤ / ≥ / =
Apa batasannya? Pertidaksamaan atau persamaan linear: (a) kendala sumber daya, (b) syarat pasar, (c) non-negativitas. Contoh: 4X₁ + 3X₂ ≤ 240
Urutan kerja: (1) definisikan variabel → (2) tulis fungsi tujuan → (3) tulis semua kendala. Jangan dibalik — variabel keputusan yang ambigu membuat fungsi tujuan dan kendala tidak bisa ditulis.
Variabel Keputusan — Mendefinisikan dengan Tepat
Variabel keputusan harus didefinisikan seeksplisit mungkin: satuan, periode waktu, dan konteks.
✗ BURUK
Misalkan X₁ = meja.
Tidak jelas satuannya. Tidak jelas periode waktunya. Model tidak bisa dihitung.
✓ BAIK
Misalkan X₁ = jumlah unit meja yang diproduksi per minggu. X₂ = jumlah unit kursi yang diproduksi per minggu.
Ada satuan (unit), ada periode (minggu), ada konteks (diproduksi).
Jebakan: Jangan mendefinisikan variabel sebagai sesuatu yang tidak bisa dikendalikan (harga pasar, permintaan, kebijakan pemerintah). Variabel keputusan = yang bisa kita pilih dan ubah.
Fungsi Tujuan — Linear & Satu
Fungsi tujuan mengekspresikan nilai yang ingin dioptimalkan sebagai kombinasi linear variabel keputusan.
Maks Z = c₁X₁ + c₂X₂ + … + cₙXₙ
Min Z = c₁X₁ + c₂X₂ + … + cₙXₙ
Konteks
Tipe Tujuan
Contoh
Produksi / Penjualan
Maks profit
Maks Z = 600X₁ + 400X₂
Pengadaan / Biaya
Min biaya
Min Z = 5.000X₁ + 3.000X₂
Transportasi
Min jarak/biaya
Min Z = cᵢ⬅ Xᵢ⬅ + …
Portofolio
Maks return
Maks Z = r₁X₁ + r₂X₂ + …
LP hanya punya satu fungsi tujuan. Kalau ada dua tujuan (maks profit DAN maks kualitas) → multi-criteria decision making, bukan LP standar.
Kendala — Batas yang Membentuk Wilayah Layak
Setiap kendala membatasi nilai variabel keputusan. Kendala LP selalu berupa pertidaksamaan atau persamaan linear.
Tipe
Simbol
Arti
Contoh
Kapasitas sumber daya
≤
Tidak boleh melebihi
Jam kerja ≤ 240
Syarat minimum produksi
≥
Tidak boleh kurang dari
Pesanan min ≥ 50 unit
Keseimbangan / persamaan
=
Tepat sama
Total alokasi = 100%
Non-negativitas
≥ 0
Tidak boleh negatif
X₁, X₂ ≥ 0
Wilayah layak (feasible region) = semua titik (X₁, X₂) yang memenuhi semua kendala secara bersamaan. Solusi optimal berada di dalam (atau di batas) wilayah ini.
Bagian 3 dari 4
Formulasi LP dari Nol
Dua "Hitung dari Nol" penuh: (1) Mebel Jepara — produksi dua produk, (2) Alokasi Anggaran Pemasaran digital vs cetak.
MebelPemasaran
Hitung dari Nol — HDN-1: Formulasi Mebel Jepara
Pabrik mebel Jepara: Meja (X₁, profit Rp 600 rb/unit, 4 jam + 3 kayu) dan Kursi (X₂, profit Rp 400 rb/unit, 3 jam + 2 kayu). Kapasitas: 240 jam & 180 unit kayu per minggu.
Koefisien teknis — sumber daya i per unit variabel j
bᵢ
Sisi kanan (RHS) — kapasitas sumber daya ke-i
Catatan terminologi: Bentuk kendala ≤ di atas = canonical/general form. Untuk algoritma Simplex, kendala ≤ dikonversi menjadi persamaan (=) dengan menambah slack variable — itulah standard form (Hillier-Lieberman Ch. 4, Taha Ch. 3). Konversi ini dibahas di P3/P4.
Membaca Model LP Seperti Seorang Manajer
Tiap baris model LP punya makna bisnis yang harus bisa dijelaskan kepada manajemen.
Ekspresi Matematis
Makna Manajerial
Maks Z = 600.000X₁ + 400.000X₂
"Maksimalkan total profit mingguan pabrik dari penjualan meja dan kursi."
4X₁ + 3X₂ ≤ 240
"Total jam kerja yang dipakai tidak boleh melebihi kapasitas 240 jam/minggu."
3X₁ + 2X₂ ≤ 180
"Total bahan kayu yang terpakai tidak boleh melebihi stok 180 unit/minggu."
X₁, X₂ ≥ 0
"Tidak mungkin memproduksi dalam jumlah negatif — keduanya minimal nol."
Kemampuan menerjemahkan model ke bahasa bisnis adalah keahlian yang membedakan analis yang hanya "hitung" dari yang bisa memberi rekomendasi bermakna kepada klien atau atasan.
Hitung dari Nol — HDN-2: Alokasi Anggaran Pemasaran
Perusahaan FMCG (Fast-Moving Consumer Goods — barang konsumsi berputar cepat) mengalokasikan anggaran Rp 100 juta/bulan antara iklan digital (X₁) dan media cetak (X₂). Jangkauan: digital 5.000 orang/juta Rp, cetak 3.000 orang/juta Rp. Syarat: digital ≥ Rp 20 juta; cetak ≥ Rp 10 juta. Tujuan: maksimalkan total jangkauan.
Perusahaan rokok besar (seperti Sampoerna atau Gudang Garam) memproduksi dua kategori: Sigaret Kretek Tangan (SKT, X₁) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM, X₂). Tiap kategori punya margin dan kebutuhan sumber daya berbeda.
Catatan: Angka margin & kapasitas bersifat ilustratif untuk tujuan pembelajaran. Angka aktual perusahaan bersifat rahasia.
Menginterpretasikan Solusi LP secara Manajerial
Setelah model diselesaikan (metode grafis atau solver), dua output utama yang harus Anda baca:
OUTPUT 1
Z*
Nilai Optimal
Angka terbaik fungsi tujuan yang bisa dicapai — ditemukan di titik pojok terbaik wilayah layak (P3). Ini adalah target kinerja yang realistis dengan sumber daya saat ini.
OUTPUT 2
X₁*, X₂*
Solusi Optimal
Kombinasi variabel keputusan yang menghasilkan Z* tertinggi. Memberitahu Anda apa yang harus dilakukan — produksi berapa unit masing-masing produk.
Solusi LP selalu harus dikembalikan ke konteks bisnis. Angka tanpa cerita = data; data + cerita = rekomendasi yang berguna. Di P3: sumber daya mana yang menjadi hambatan (binding constraint)? Di P4: shadow price & analisis sensitivitas.
Excel Solver — Komputasi LP Tanpa Coding
Excel Solver adalah add-in (fitur tambahan) bawaan Excel yang bisa menyelesaikan LP tanpa perlu menulis kode apapun.
5Klik Solve → baca Z* di B4, X₁* di B2, X₂* di C2.
Praktikum: Anda akan mencoba Solver langsung untuk kasus mebel Jepara di kelas atau lab komputer. File template disediakan di LMS (Learning Management System — platform e-learning kampus).
Peta Konsep — Alur Lengkap Formulasi LP
Tiap langkah di atas punya jebakan tersendiri — tapi kalau urutan ini diikuti, formulasi LP selalu bisa diselesaikan. Model lengkap siap ke Metode Grafis (P3) atau Excel Solver / Simplex (P3–P4) → Interpretasi Manajerial + Analisis Sensitivitas (P4).
Persiapan Pertemuan 3
SETELAH PERTEMUAN INI
Pastikan Anda bisa mendefinisikan LP dan empat asumsinya tanpa membuka catatan.
Latih formulasi dua kasus berbeda dari soal di buku Winston & Albright Ch. 3.
Aktifkan Excel Solver di komputer Anda (File → Options → Add-ins) sebelum Pertemuan 3.
PERTEMUAN 3 — APA YANG DATANG
Metode Grafis untuk LP dua variabel.
Menggambar garis kendala dan menemukan wilayah layak.
Menemukan titik optimal menggunakan garis iso-profit.
Pra-baca: Winston & Albright (2015), Ch. 3.5–3.6.
Quiz singkat (5 menit) akan membuka Pertemuan 3 — topik: mendefinisikan variabel keputusan dan menulis fungsi tujuan dari satu narasi masalah. Latih sekarang!