stdsquare²
Kelas
stdsquare / Kelas / Manajemen Risiko / Tambahan Kuantitatif 1: Statistik …
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
Materi Tambahan • Kuantitatif T1
{COURSE} • FEB UNDIP

{COURSE}

Tambahan T1 — Statistik untuk Risiko: dari Standar Deviasi ke Portofolio

Dua divisi dengan laba rata-rata sama persis — mana yang lebih berisiko? Kita bangun jawabannya dari nol: rata-rata, deviasi, varians, standar deviasi, CV, kovarians, korelasi, lalu merakit portofolio — setiap angka dihitung tangan, setiap rumus dijelaskan kenapa bentuknya begitu.

PERMINTAAN DOSEN • TAMBAHAN 1/3 • {LABELSEM} • DURASI 100 MENIT

Skenario: PT Semesta Logistik dan Pertanyaan Dewan

PT Semesta Logistik beroperasi di dua lini. Divisi A — Katering Migas: kontrak jangka panjang dengan perusahaan tambang, pesanan nyaris pasti datang. Divisi B — F&B Retail: gerai makanan di area wisata, ramai saat liburan, sepi saat hujan panjang. Lima kuartal terakhir:

KuartalDivisi A (Rp M)Divisi B (Rp M)
Q11320
Q21012
Q37−10 (rugi!)
Q498
Q51120
Dewan komisaris bertanya satu hal: “Kalau kita harus menjual salah satu divisi — yang mana yang lebih berisiko dipertahankan?” Jawab dengan angka, bukan perasaan.
Kasus ini fiksi tapi wujudnya nyata: perusahaan logistik Indonesia sungguhan punya lini kontrak B2B yang stabil dan lini ritel yang mengikuti musim liburan. Angkanya saya buat bulat agar hitungan manual fokus ke proses, bukan perkalian desimal.
Blok 1 · Ukuran Pusat dan Sebaran

Rata-rata Bisa Menipu

Kalau dua hal punya pusat yang sama, apa yang membedakan nasibnya? Sebaran. Di blok ini kita bangun alat ukurnya satu per satu.

Langkah 1 — Rata-rata: Satu Angka untuk Mewakili Lima

x̄ = (x₁ + x₂ + … + xₙ) / n = Σxᵢ / n
Divisi A — Katering Migas
Rp10 M
13 + 10 + 7 + 9 + 11 = 50, lalu 50 dibagi 5 = 10. Titik keseimbangan lima kuartal.
Divisi B — F&B Retail
Rp10 M
20 + 12 − 10 + 8 + 20 = 50, dibagi 5 = 10. Angkanya liar, jumlahnya sama.
Definisi buku: rata-rata = pusat gravitasi data, nilai yang kalau semua data diganti dengannya, jumlah total tetap. Padanan lokal: seperti “rata-rata penghasilan ojek daring Rp5 juta/bulan” — terdengar aman, sampai Anda tahu separuh pengemudi dapat Rp2 juta dan sedikit yang dapat Rp15 juta.
Kenapa rata-rata menipu untuk risiko: siapa pun yang hanya membaca laporan “laba rata-rata Rp10 M” akan menyimpulkan kedua divisi setara — padahal Q3 divisi B mencatat rugi dan kas perusahaan nyaris kering. Informasi yang hilang itu bernama sebaran, dan blok ini sisanya mengukurnya.

Langkah 2 — Deviasi: Mengukur Jarak Tiap Kuartal dari Pusat

Pertanyaan alami setelah tahu pusat: seberapa jauh tiap kuartal menyimpang dari pusat itu? Itu deviasi — selisih tiap data terhadap rata-rata, dipertahankan tandanya.

Q1Q2Q3Q4Q5
A laba13107911
A deviasi+30−3−1+1
B laba2012−10820
B deviasi+10+2−20−2+10
Coba jumlahkan deviasi A: +3 + 0 − 3 − 1 + 1 = nol. Selalu nol, untuk data apa pun — itu sifat matematis rata-rata sebagai titik keseimbangan, seperti dua anak bisa-bangkit yang membuat jungkat-jungkit rata di tengah. Kesimpulan yang menyakitkan: deviasi mentah tidak bisa langsung dirata-rata, karena saling makan. Kita butuh cara menghapus tanda tanpa membuang ukuran.

Langkah 3 — Kuadratkan, Rata-ratakan, Lalu Akarkan: σ

σ² = Σ(dᵢ)² / n      σ = √σ²
Divisi A — empat langkah
  • Kuadrat deviasi: 9, 0, 9, 1, 1
  • Jumlah = 20 → rata-rata = 20/5 = 4,0 (ini σ², “varians”)
  • Akar: σ = √4 = Rp2,0 M
  • Satuan kembali ke miliar rupiah — siap dibaca manajer
Divisi B — empat langkah
  • Kuadrat deviasi: 100, 4, 400, 4, 100
  • Jumlah = 608 → σ² = 608/5 = 121,6
  • σ = √121,6 ≈ Rp11,03 M
  • Perhatikan Q3: −20 → 400 — satu kuartal buruk menguasai hitungan
Kenapa kuadrat, bukan nilai mutlak? Kedua bisa hapus tanda. Kuadrat menang karena (1) menghukum penyimpangan besar secara tidak proporsional — menyimpang dua kali lebih jauh dihukum empat kali lebih berat, dan bagi risiko itu adil: satu kehabisan kas bisa mematikan perusahaan; (2) kuadrat bersifat mulus sehingga bisa diturunkan — kelak di optimasi portofolio, itu penentu. Kenapa akar di akhir? Varians bersatuan miliar-kuadrat yang tak bisa dibaca siapa pun; akar mengembalikannya ke miliar.
Jawaban dewan: dengan σ 2,0 vs 11,03 — divisi B berayun 5,5× lebih liar dari A. Pertanyaan pembuka terjawab dengan angka yang bisa dipertanggungjawabkan.

Membaca σ dengan Mata Manajer — dan CV

Apa kata σ = 2 vs 11?
  • Divisi A: laba “biasanya” jatuh di 10 ± 2 = Rp8–12 M — direktur keuangan bisa tidur nyenyak
  • Divisi B: 10 ± 11 = bisa rugi Rp1 M, bisa untung Rp21 M — kas harus siap menambal bulan-bulan negatif
  • σ besar bukan otomatis buruk bagi spekulan — tapi bagi perusahaan yang gajinya bulanan, ayunan ke bawah mematikan
CV = σ / rata-rata — risiko per rupiah harapan
  • A: 2/10 = 0,20 — setiap Rp1 harapan laba diguncang 20 sen
  • B: 11,03/10 = 1,10 — diguncang Rp1,10 per Rp1 harapan
  • Contoh pemakaiannya: σ Rp2 M pada bisnis Rp10 M = guncangan serius; pada bisnis Rp1 T = noise. CV yang membedakan keduanya secara adil.
Kapan pakai yang mana: bandingkan hal yang seukuran (dua divisi Semesta) → σ cukup. Bandingkan hal beda skala (divisi kecil vs anak perusahaan raksasa, saham vs obligasi) → CV. Di dunia return saham harian, rata-rata nyaris nol sehingga CV meledak tak stabil — itulah kenapa literatur pasar modal bicara σ, bukan CV.

Pekerjaan Rumah: Sheet L1 — Mesin Statistik Milik Anda

Yang dikerjakan hari ini
  • Unduh workbook + data di halaman matkul ini (folder mr-kuantitatif)
  • Sheet L1: salin laba kedua divisi → buat kolom deviasi → kolom kuadrat → σ — semua dengan rumus Anda sendiri, baris demi baris
  • Baru setelah cocok: verifikasi dengan =AVERAGE, =VAR.P, =STDEV.P
  • Dataset kedua di sheet yang sama: return harian BBCA & BBRI, 119 hari — bahan blok 4 dan sesi T2–T3
Angka pembanding resmi
  • Semesta: σA = 2,00 · σB = 11,03 · CV 0,20 vs 1,10
  • BBCA: μ = −0,0009% · σ = 2,4752% per hari
  • BBRI: σ ≈ 2,21% per hari
  • Kolom Anda wajib mendarat di angka-angka ini — kalau tidak, ada baris yang keliru, periksa lagi sebelum lanjut
Kenapa manual dulu padahal ada =STDEV.P? Karena rumus jadi itu kotak hitam: ia mengeluarkan angka tanpa Anda tahu isinya. Setelah kolom manual Anda cocok dengan rumus jadi, kotak itu berhenti menjadi hitam — Anda tahu persis apa yang dihitungnya. Prinsip yang sama kita pakai sampai sesi VaR nanti.

Coba Sendiri: Merasakan Sebaran Lewat Slider

Atur dua sampel dengan rata-rata sama tapi lebar berbeda — perhatikan σ yang berubah sementara mean diam di tempat. Itu persis kisah dua divisi Semesta.

Blok 2 · Kovarians

Saat A Jatuh, Apa yang Terjadi pada B?

Sebaran satu variabel sudah kita ukur. Sekarang pertanyaan yang menentukan nasib portofolio: apakah dua divisi berayun bersama, atau saling menopang?

Intuisi Kovarians: Perkalian Deviasi yang Berpasangan

Ambil deviasi A dan deviasi B di kuartal yang sama, kalikan, lalu lihat pola tandanya. Empat kemungkinan arah, dua di antaranya penting:

Q1Q2Q3Q4Q5
deviasi A+30−3−1+1
deviasi B+10+2−20−2+10
hasil kali+300+60+2+10
Cara membaca: Q1 — keduanya di atas rata-rata (+×+ = plus). Q3 — keduanya di bawah rata-rata, dikali dua negatif jadi juga plus. Gerak searah selalu menghasilkan plus, apa pun arahnya. Yang menghasilkan minus hanyalah gerak berlawanan: A di atas saat B di bawah, atau sebaliknya. Jadi rata-rata hasil kali ini adalah detektor kebersamaan arah.
Perhatikan Q3 = +60: kuartal terburuk divisi B (rugi 10) terjadi persis saat kuartal terburuk divisi A (laba 7). Keduanya sama-sama terpukul musim ekonomi yang sama — dan angka 60 itu adalah alarm yang akan kita dengar sampai akhir sesi.

Menghitung Kovarians: Angkanya 20,4 — dan Masalahnya

Cov(A,B) = Σ (dAᵢ × dBᵢ) / n = 102 / 5 = 20,4
Cara baca angka ini
  • Positif → divisi cenderung bergerak searah (konsisten dengan lima hasil kali positif)
  • Besar kecilnya relatif terhadap apa? Belum ada pembanding — di sinilah masalahnya
Dua kelemahan yang memaksa kita ke korelasi
  • Satuannya aneh: miliar kali miliar = miliar kuadrat. Coba laporkan “kovarians kami 20,4 miliar kuadrat” ke dewan — ruangan akan bungung
  • Terpasung skala: gandakan semua angka laba sepuluh kali, cerita risikonya tak berubah, tapi cov meledak jadi 2.040. Angka yang berubah padahal dunia tidak
  • Kita butuh versi yang dikunci di skala tetap −1 sampai +1
Padanan lokal: cov seperti menimbur berat badan dalam satuan “kilogram kali tinggi” — secara teknis benar, praktis membingungkan. Solusinya selalu sama: normalisasi.

Korelasi: Kovarians yang Dibagi Pasangan σ

ρ = Cov(A,B) / (σA × σB) = 20,4 / (2,0 × 11,03) = 20,4 / 22,05 = 0,925
PT Semesta Logistik
ρ = 0,925
Nyaris +1: dua divisi bergerak hampir selalu searah — keduanya digerakkan satu mesin ekonomi yang sama.
Kenapa pembagi pasangan σ tepat sasaran
  • Satuan miliar² di pembilang dicabut oleh miliar×miliar di penyebut — hasilnya angka murni
  • Skala tak lagi berpengaruh: gandakan laba, cov dan σ ikut membesar, rasionya tetap
  • Kuncinya di rentang [−1; +1]: +1 searah sempurna, 0 tak berhubungan secara linear, −1 berlawanan sempurna
  • Angka yang bisa dibandingkan antara dua saham, dua divisi, dua cabang — apa pun skala masing-masing
Terjemahan untuk dewan: ρ = 0,925 berarti saat A terpukul, hampir selalu B ikut terpukul. Dua divisi ini bukan dua sepeda motor — mereka dua roda dari motor yang sama. Simpan angka ini; di Blok 4 ia menentukan berapa nyaris nol manfaat diversifikasi kita.

Coba Sendiri: Melihat ρ Sebagai Bentuk Awan Titik

Geser ρ dari +1 turun ke 0 lalu ke −1 — awan titik berubah dari lereng bukit, menjadi kabut acak, menjadi lereng lembah. Tiga lanskap itu adalah tiga dunia portofolio yang berbeda.

Korelasi di Pasar Nyata: BBCA dan BBRI, ρ = 0,72

Dua saham bank, 6 bulan terakhir
ρ = 0,72
118 pasangan return harian BBCA & BBRI, 9 Mar–7 Sep 2026 — dataset kelas. Dihitung dengan logika yang sama persis: deviasi berpasangan, dikali, dirata-rata, dinormalisasi.
Kenapa dua bank berjalan beriringan
  • Penggerknya satu paket: suku bunga BI, kesehatan kredit (NPL), siklus ekonomi, sentimen sektor
  • Saat BI menaikkan bunga, BBCA dan BBRI sama-sama dihukum pasar — tidak peduli bedanya merek
  • Konsekuensi praktis: membeli dua saham bank = membeli satu risiko dua kemasan
Pelajaran untuk calon manajer: diversifikasi yang berhasil menuntut aset yang tidak mengikuti penggerk yang sama — saham bank ditambah, misalnya, saham consumer staples atau obligasi, bukan saham bank kedua. Inilah alasan dana indeks menyebar lintas sektor, dan alasan portofolio “semua saham blue chip bank” tetap rapuh saat sektor keuangan dipukul.
Blok 3 · Portofolio Dua Aset

Merasakit Dua Divisi Menjadi Satu

Rata-rata portofolio mudah. Risikonya tidak: σ portofolio tidak bisa dirata-rata, dan alasan kenapa adalah kovarians yang baru saja kita hitung.

Mean Portofolio: Bagian Mudahnya — dan Jebakan di Belakangnya

E[Rᵢρ] = w₁·E[A] + w₂·E[B]     0,5×10 + 0,5×10 = Rp10 M
Mean memang cukup dirata-rata
  • Bobot w = porsi modal; 50:50 berarti setengah di masing-masing
  • Kedua divisi ber-mean 10 → gabungan ber-mean 10, berapa pun bobotnya
  • Sampai di sini laporan keuangan masih tersenyum
Sekarang bagian yang menjerat
  • σA = 2,00 dan σB = 11,03 — apakah σ gabungan = 0,5×2 + 0,5×11,03 = 6,52?
  • Voting kelas dulu: ya atau tidak
  • Mayoritas kelas (dan tidak sedikit praktisi) menjawab ya
  • Jawaban benarnya menunggu satu slide — dan bedanya menentukan nasib modal perusahaan
Kenapa mean boleh dirata-rata tapi σ tidak? Karena deviasi tiap aset bisa saling meniadakan di dalam satu periode — itulah yang tidak bisa ditangkap rata-rata biasa. Petunjuknya sudah ada di Blok 2: hidup atau matinya penghematan ada di tanda dan besarnya produk deviasi berpasangan.

Rumus σ Portofolio — Suku Ketiga adalah Kovarians yang Menyamar

σ²ᵢρ = w₁²σ²A + w₂²σ²B + 2·w₁·w₂·Cov(A,B)
Bedah tiga suku
  • Suku 1 & 2: risiko masing-masing aset, masing-masing dikali kuadrat bobotnya — bagian yang sudah kita kuasai
  • Suku 3 = interaksi: 2w₁w₂·ρ·σA·σB — dan karena ρσAσB = Cov, suku ini benar-benar kovarians Blok 2 yang kembali tampil
  • ρ = +1 → suku interaksi maksimal → σ portofolio = rata-rata σ (tidak ada penghematan sama sekali)
  • ρ < +1 → interaksi menyusut → σ portofolio < rata-rata σ — penghematan muncul dari mana suku ini menyusut
Tiga skenario Semesta 50:50
Jika ρ =σ portofolioVonis
+1 searah sempurna6,52= rata-rata naif; diversifikasi kosong
0 tak berhubungan5,60hemat 14% cuma-cuma
−1 berlawanan4,51hemat 31% — khayalan manajer

Jawaban voting tadi (6,52) ternyata adalah kasus terburuk, bukan jawaban umum.

Hitung Penuh: Portofolio 50:50 Semesta, Suku demi Suku

Substitusi pelan-pelan
  • w₁²σ²A = 0,25 × 4,0 = 1,0
  • w₂²σ²B = 0,25 × 121,6 = 30,4
  • 2w₁w₂·Cov = 0,5 × 20,4 = 10,2 — satu suku interaksi seberat 10,2!
  • σ²ᵢρ = 1,0 + 30,4 + 10,2 = 41,6 → σᵢρ = √41,6 ≈ Rp6,45 M
Vonis untuk dewan direksi
  • Rata-rata naif 6,52 vs aktual 6,45 — penghematan cuma 0,07 M (≈1%)
  • Kenapa secuprit? Karena ρ = 0,925 membuat suku interaksi bengkak (10,2 dari total 41,6)
  • Diversifikasi palsu: membeli dua divisi konjungtural = membeli satu risiko dengan dua kemasan
  • Obatnya bukan menambah divisi sejenis — tapi mencari lini yang penggerknya beda
Latihan kelas 5 menit: ulangi dengan bobot 70% A : 30% B. (0,49×4,0) + (0,09×121,6) + (2×0,7×0,3×20,4) = ? Lebih aman atau lebih berbahaya dari 50:50? Petunjuk: A adalah divisi yang tenang — dan bobot adalah kemudi yang selalu ada di tangan Anda.

Coba Sendiri: Replikasi Semesta di Laboratorium Portofolio

Setel σA = 2, σB = 11, ρ = 0,93 — konfirmasi σ portofolio ≈ 6,45. Lalu geser ρ turun perlahan dan lihat kurva kombinasi risk-return melengkung menjauh ke kiri.

Frontier Efisien: Peta Semua Kemungkinan Bobot Sekaligus

Dari satu titik ke seluruh peta
  • 50:50 hanyalah SATU titik. 60:40, 70:30, 80:20 … masing-masing satu titik lagi — dengan mean dan σ sendiri
  • Himpunan seluruh titik membentuk kurva: itulah frontier
  • Sisi kiri-atas kurva = efisien: untuk return segitu, tak ada kombinasi yang lebih rendah risikonya
  • Di lembah kurva ada titik khusus: bobot varians minimum (MVP) — titik paling kiri dari semua
Apa gunanya buat manajer
  • “Jangan taruh telur di satu keranjang” akhirnya punya peta: keranjang = titik di kurva
  • ρ makin rendah → kurva makin melengkung ke kiri → hadiah diversifikasi makin gemuk
  • ρ = +1 → kurva jadi garis lurus — tak ada lengkungan, tak ada gratis makan siang
  • Pekerjaan manajer investasi: memilih titik di frontier sesuai selera risiko klien — dan memindahkan kurva itu sendiri ke kiri lewat pemilihan aset
Sebut namanya sekali untuk kejujuran sejarah: Harry Markowitz, 1952, Nobel 1990 — “teori portofolio”. Rumus yang Anda hitung manual tadi adalah mesin di baliknya; matematika N aset hanya generalisasi dari dua aset kita.

Jelajah Frontier dengan Aset Ketiga

Tambahkan aset ketiga yang berkorelasi moderat — amati seluruh frontier bergeser ke kiri. Itu nilai pasar sebuah aset baru: bukan return-nya saja, tapi seberapa jauh ia memindahkan peta.

Dari Laba Kuartalan ke Return Saham: Rumus yang Sama Tak Berubah

Yang berubah cuma kertasnya
  • Semesta: satuan miliar laba per kuartal, n = 5 — dunia perusahaan riil
  • Pasar: persen return per hari, n = 119 — dunia portofolio saham
  • Mean, σ, Cov, ρ, σ portofolio: rumus persis sama, disalin begitu saja — statistik tak peduli datanya laba katering atau harga saham
Portofolio 50:50 BBCA + BBRI (angka nyata)
  • σBBCA = 2,475% · σBBRI = 2,213% · ρ = 0,7177
  • σ²ᵢ = 0,25(6,13) + 0,25(4,90) + 0,5(0,7177)(2,475)(2,213)
  • = 1,53 + 1,22 + 1,96 = 4,71 → σᵢρ ≈ 2,12% per hari
  • Rata-rata naif 2,34% → diversifikasi menghemat ±9% risiko — meski ρ 0,72 belum ideal
Simpan angka 2,12% baik-baik. Dua pertemuan lagi ia menjadi input langsung VaR portofolio: batas kerugian harian yang dilaporkan ke direksi. Mesin yang Anda rakit hari ini adalah setengah dari mesin VaR.

Keluarga Besar: Dari 2 Aset ke N Aset

Kenapa berhenti di 2?
  • 2 aset: 1 korelasi yang diawasi · 3 aset: 3 · 4 aset: 6 · 20 aset: 190 pasangan
  • Jumlah pasangan tumbuh kuadratik — tabel tak lagi cukup, lahir matriks varians-kovarians
  • Rumus σ portofolio menjadi bentuk matriks w′Σw — dihitung Excel (=MMULT), Python, atau R
  • Intuisinya tidak berubah: penghematan tetap tinggal di pasangan-ρ-rendah
Yang cukup dibawa pulang hari ini
  • Menambah aset berkorelasi rendah → σ portofolio turun berarti
  • Menambah aset sejenis (ρ tinggi) → penghematan sepele — pemborosan biaya transaksi
  • Matriks penuh, optimasi kuadratik, Black-Litterman — wilayah matkul manajemen investasi / MM; pintunya sudah terbuka
Dari 5 laba kuartal ke matriks 190 pasangan — jaraknya cuma pengulangan logika yang sama. Yang membedakan analis dan manajer bukan kemampuan menghitung 190 angka, tapi tahu pasangan mana yang layak diawasi.

Rangkuman T1 — Enam Rumus, Empat Angka

Enam rumus — urutan ceritanya
  • x̄ = Σxᵢ/n — pusat; titik di mana deviasi berimbang ke nol
  • σ² = Σdᵢ²/n — kuadrat menghapus tanda, menghukum outlier
  • σ = √σ² — kembali ke satuan asli
  • CV = σ/x̄ — risiko per rupiah harapan, adil antar skala
  • Cov = Σ(dA×dB)/n — detektor arah bersama
  • ρ = Cov/(σAσB) — versi ternormalisasi [−1;+1]; masuk ke suku interaksi σ²ᵢρ
Empat angka hafalan Semesta
  • Mean sama = 10 · σA = 2,00 · σB = 11,03
  • Cov = 20,4 · ρ = 0,925
  • σ portofolio 50:50 = 6,45 (naif 6,52)
  • BBCA×BBRI: ρ = 0,72 → σᵢρ = 2,12% per hari
Satu kalimat untuk seluruh sesi: sebaran mengukur risiko, korelasi menentukan apakah risiko bisa saling meniadakan, portofolio adalah tempat keduanya dirapatkan menjadi satu angka.

Latihan Penutup — Uji Nalar, Bukan Sekadar Uji Hitung

Soal 1 — jalur penuh, data mini
  • Lini X: laba 8, 12, 10 (Rp M) — Lini Y: 4, 16, 10
  • Hitung: mean, σ, Cov, ρ — lalu σ portofolio 50:50
  • Bandingkan dengan rata-rata σ naif; berapa persen penghematan?
  • Jawaban singkat tersedia di catatan dosen — kerjakan dulu, cek kemudian
Soal 2 — kasus manajerial sungguhan
  • Manajer investasi berkata: “Kami sudah diversifikasi — 60% saham bank A, 40% saham bank B.”
  • Dengan ρ antarsaham bank ≈ 0,7, setujukah Anda dengan kalimat itu?
  • Tuliskan bukti angka apa yang Anda minta darinya — dan angka berapa yang membuat klaim itu gugur
PR sebelum T2: selesaikan sheet L1 (Semesta + BBCA/BBRI) — kolom manual, verifikasi formula. Pre-read 10 menit: /statistik/04-variabilitas/ dan /statistik/korelasi/. Pertemuan depan dimulai dengan pertanyaan: “return −3% dalam sehari — bencana atau kebisingan?” — dan jawabannya butuh peluang.