Tambahan T3 — VaR: Mengubah Statistik Menjadi Batas Kerugian
“Dengan keyakinan 95%, berapa batas kerugian harian kami?” — pertanyaan yang menunggu jawaban sejak sesi pertama. Tiga metode VaR, backtest atas angka kita sendiri, Expected Shortfall, dan VaR portofolio dua saham nyata — semua dirakit dari perangkat yang sudah di tangan Anda.
Kasus Semesta: ρ = 0,925 — diversifikasi tipis karena penggerknya satu
Dari T2 — bahasa peluang
Persentil ke-5 BBCA = −4,11% — dihitung dari data, dua kali
z(95%) = 1,645 · z(99%) = 2,326 — hafalan baru Anda
Model normal: jujur di tengah, optimis di ekor — janji uji menunggu hari ini
Yang belum ada: SATU angka yang bisa ditulis di memo direksi — “batas kerugian harian kami sedemikian, dengan keyakinan sekian”. Angka itu punya nama, sejarah, dan cara mengujinya. Hari ini semuanya.
Blok 1 · Definisi
VaR Bukan Satu Angka — Tiga
Nilai paparan, tingkat keyakinan, horizon. Buang satu, kalimatnya salah dan bisa mahal.
Anatomi VaR: Tiga Komponen yang Tak Boleh Dipisah
Definisi kerja
VaR = kerugian yang tidak dilampaui pada tingkat keyakinan tertentu, dalam horizon tertentu, atas nilai paparan tertentu
(1) Nilai: kelas kita Rp100 jt di BBCA — bank sungguhan: triliunan
(2) Keyakinan: kelas 95% — bank regulator sering 99%
(3) Horizon: kelas 1 hari — modal regulasi 10 hari
Kalimat lengkap yang benar
Rp4,1 jt
“Dengan keyakinan 95%, kerugian harian portofolio Rp100 jt tidak melebihi Rp4,1 juta.” — tiga komponen lengkap: nilai, keyakinan, horizon. Kalimat tanpa salah satu komponen adalah kalimat cacat — dan di dunia nyata, kalimat cacat bisa berarti modal kurang.
Latihan lisan 60 detik: saya ucapkan “VaR kami 4 miliar” — apa yang hilang? (Jawab: keyakinan berapa, horizon berapa, atas nilai berapa.) Ulangi dengan “VaR harian kami 4 miliar” — masih dua komponen hilang. Kepekaan ini murah hari ini, mahal sekali di meja direksi nanti.
Miskonsepsi Termahal: VaR Bukan Plafon Kerugian
Apa kata VaR vs apa yang orang dengar
VaR bilang: “95% hari, kerugian ≤ VaR” — sisi terang
Orang dengar: “kerugian tidak akan lebih dari VaR” — salah
5% hari lain: kerugian BOLEH dan AKAN melampui — dan bisa jauh
Bukti data kelas: 6 dari 119 hari menembus −4,11%; terburuk −6,45% = 1,57× VaR
Analogi tanggul — dan sejarahnya
VaR = tinggi tanggul yang menahan 19 dari 20 badai
Bukan tanggul untuk badai seratus tahun — itu urusan stress test
Sejarah industri: menjelang krisis 2008, banyak lembaga membaca VaR sebagai plafon — modal terlalu tipis, sisanya sejarah
Sejak itu laporan resmi selalu menyandingkan VaR dengan ES dan stress test
Blok 2 · Metode 1 — Historis
Data Dulu, Model Belakangan
Metode paling jujur: ambil persentil langsung dari sejarah. Tanpa asumsi bentuk apa pun.
VaR Historis = Persentil ke-5 — yang Sudah Anda Hitung
VaRhist(95%) = PERCENTILE.INC(return; 0,05) = −4,11% → Rp4,11 jt
Tiga langkah — dan tidak ada langkah keempat
1. Urutkan 119 return dari terburuk ke terbaik
2. Ambil posisi 5% dari bawah → −4,11%
3. Kalikan nilai portofolio: 4,11% × Rp100 jt = Rp4,11 jt
Nol asumsi bentuk distribusi — data bicara sendiri persis apa adanya
Momen penamaan
−4,11%
Angka ini muncul di T1 (histogram), dihitung di T2 (persentil), dan kini resmi bernama VaR historis. Anda telah menghitungnya dua kali sebelum tahu namanya — cara terbaik belajar: konsep dulu, nama belakangan.
Kekuatan dan Titik Buta Metode Historis
Kenapa industri memakainya
Jujur: fat tail data otomatis ikut terbawa — tidak ada kurva yang mendikte
Sederhana: satu formula Excel, mudah diaudit ulang
Cocok saat sejarah panjang dan era pasar tak berganti-ganti drastis
Titik butanya — jendela
VaR historis adalah budak jendelanya: ganti jendela, ganti jawaban
Eksperimen kelas (PR T2): σ 119 hari = 2,48% vs 60 hari terakhir = 2,15% — VaR ikut turun padahal dunia tak tentu lebih aman
Saat pasar berganti rezim (krisis), sejarah tenang menjadi pembicara yang salah
Konsekuensi praktis yang dipegang seumur hidup: setiap angka VaR yang Anda baca di laporan mana pun — tanyakan dulu “dihitung dari jendela kapan sampai kapan?” Laporan VaR tanpa jendela data adalah laporan yang belum selesai ditulis.
Blok 3 · Metode 2 — Parametrik
Ketika Data Tak Cukup, Pakai Model
Sudahkan dua angka μ dan σ, kurva normal menyediakan seluruh sisanya — cepat dan rapat, tapi mewarisi semua kelemahan asumsi normal.
VaR Parametrik = −(μ + z·σ): Perakitan dari Bahan Lama
95%: −(−0,0009 + 1,645×2,4752) = −4,073% → Rp4,07 jt
99%: −(−0,0009 + 2,326×2,4752) = −5,759% → Rp5,76 jt
Perhatikan lompatan: keyakinan +4 poin, VaR +41% — kepastian itu mahal
Jejak asal setiap bahan
μ, σ — dari T1, sheet L1 kolom Anda sendiri
z — dari T2, dua hafalan baru
Tidak ada satu pun bahan baru hari ini — parametrik murni perakitan
Nama lain di buku: analitik, variance-covariance — tiga nama, satu rumus
Duel: Historis vs Parametrik pada Data yang Sama
Historis
Parametrik
Angka BBCA 95%
−4,110%
−4,073%
Asumsi bentuk
nol — data bicara
normal penuh
Data dibutuhkan
banyak (ratusan)
cukup μ dan σ
Ekor tebal
otomatis terbawa
diremehkan (bukti T2)
Ekstrapolasi 99%+
lemah — data ekor tipis
selalu bisa (dan itu godaan)
Di jendela tenang keduanya nyaris berpelukan (selisih 0,04%). Saat pasar bergolak, ekor menebal: historis naik lebih dulu, parametrik tertinggal — selisih yang melebar adalah alarm fat tail, gratis dari dua metode yang sama-sama Anda kuasai.
Praktik sehat: hitung keduanya, laporkan keduanya. Satu metode tunggal bukan ketegasan — itu tunawisma informasi.
Coba Sendiri: Mesin VaR Empat Langkah
Setel μ = 0, σ = 2,48, V = Rp100 jt — replikasi −4,07%. Lalu geser keyakinan 95 → 99 dan lihat angka melonjak. Terakhir: coba σ = 4% — rasakan dampak volatilitas pada VaR.
Tiga Metode Berdampingan — dan Monte Carlo Membuka Diri
Panel historis, parametrik, dan Monte Carlo pada data sama. Geser keyakinan; perhatikan ketiganya berdekatan di pasar tenang — dan Monte Carlo bergoyang sedikit tiap kali dijalankan ulang.
Monte Carlo: Pabrik Skenario Besar-Besaran
Empat langkah — dan langkah keempatnya Anda sudah punya
1. Pilih model dunia: return ~ Normal(μ, σ) — atau ekor lebih tebal bila mau
2. Bangkitkan 10.000 return acak dari model itu
3. Terapkan tiap return ke portofolio → 10.000 skenario P&L
4. Ambil persentil ke-5 dari 10.000 hasil itu — persis langkah historis, hanya sumber datanya pabrik acak, bukan arsip
Kapan layak dibayar mahal
Portofolio non-linear (opsi): parametrik pincang, MC jalan terus
Mau menguji ribuan what-if sekaligus (suku bunga naik + kurs jatuh bersamaan)
Harganya: komputasi — dan hasil mewarisi asumsi model (garbage in, garbage out)
Kelas ini: pahami konsep + demo — komputasi penuh menyusul di matkul MM
Goyangan antar-run yang Anda lihat di widget tadi kini punya nama: galat sampling. Solusinya klasik — perbanyak run, atau percepat mesin. Ini juga cara paling jujur memahami kata “simulasi”: bukan mistis, sekadar melempar dadu sepuluh ribu kali dengan disiplin.
Demo Monte Carlo: Permintaan yang Diacak
Naskah permintaan harian → ratusan skenario → distribusi hasil. Awan yang tadinya abstrak jadi kurva yang bisa diambil persentilnya.
Blok 4 · Portofolio & Uji Kejujuran
Dua Saham, Satu Batas — lalu Diuji
Rangkai ρ dari T1 dengan VaR hari ini; hindari jebakan klasik penjumlahan; lalu dudukkan semuanya di hadapan pengadilan backtest.
VaR Portofolio: Sigma Gabungan Masuk ke Rumus
VaRᵢρ(95%) = 1,645 × σᵢρ × V dengan σᵢρ = 2,12% (BBCA+BBRI 50:50, T1)
Hitungan dan hadiah diversifikasi
VaRᵢρ = 1,645 × 2,12% = 3,49% → Rp3,49 jt per Rp100 jt
Itu konservatif berlebihan: modal dikunci jauh melebihi kebutuhan
Regulator pernah mewajibkan penjumlahan VaR (pra-1996) — mahal dan lambat diperbaiki
Backtest: Mengadili Angka Sendiri di Depan Data
Uji
Hasil
Target 95%
Hari dengan return < VaRhist (−4,11%)
6/119 = 5,0%
≈5%
Hari dengan return < VaRparam (−4,07%)
7/119 = 5,9%
≈5%
Aktual < −2σ vs teori
3,4% vs 2,3%
—
Vonis jendela ini: kedua VaR LULUS — frekuensi pelanggaran tepat di level desain. Parametrik sedikit lebih longgar (5,9%) karena ekornya lebih tipis — konsisten dengan temuan T2.
Latihan nalar: jika pelanggaran 12/119 (10%) — tersangka siapa? (a) model salah, (b) jendela tak representatif, (c) dunia memang berganti rezim. Backtest tak memilih; ia menunjuk; ia menunjuk untuk diselidiki — persis kerja manajer risiko.
6. Kalimat direktur: isi titik-titik dengan angka hasil sendiri
Checklist pengoreksian diri
VaR hist −4,110% · param −4,073% · ES −5,467%
Backtest 6/119 = 5,04% · VaR portofolio 3,49%
VaR mingguan portofolio = 3,49×√5 = 7,81%
Semua harus cocok. Kalau tak cocok: periksa kolom — jangan buru-buru salahkan data
Di akhir sheet L3 tulis kalimat direktur versi Anda, lengkap tiga komponen, backtest, dan ES. Ini lebih dari PR — ini portofolio kompetensi Anda: dari lima laba kuartal sampai laporan risiko yang layak dibaca dewan.
Membaca dan Menggugat Laporan VaR di Dunia Nyata
Empat wajib-cantum dalam laporan VaR
Metode (hist/param/MC) — dan kenapa metode itu dipilih
Tingkat keyakinan + horizon
Jendela data (periode observasi)
Hasil backtest terakhir + ES pendamping
Empat pertanyaan penggugat
“Jendelanya kapan sampai kapan?” — tenang atau bergolak?
“Apa kata backtest-nya?” — berapa pelanggaran aktual
“Berapa ES-nya?” — kedalaman bila batas jebol
“Berapa ρ antar posisi — dan VaR portofolio kalau ρ naik 0,2?”
Angka VaR tanpa jendela, tanpa backtest, tanpa ES = dekorasi, bukan informasi risiko. Kalimat ini berlaku untuk laporan bank, laporan broker, dan slide konsultan — tak terkecuali slide mahasiswa Anda sendiri.
Peta Jujur: Empat Lubang VaR dan Peralatannya
Empat lubang yang kini Anda tahu
(1) Kuantil, bukan plafon — zona gelap terbuka di 5% waktu
(2) Tawanan jendela data — sejarah tenang membisu soal krisis
(3) Parametrik mewarisi asumsi normal — ekor diremehkan
c. ES dilaporkan −6,7% — jelaskan maknanya dalam satu kalimat untuk direktur non-teknis
Kalimat direktur — asesmen akhir trilogy
“Dengan keyakinan 95%, kerugian harian portofolio Rp100 jt tidak melebihi Rp____, dihitung dari ____ hari data BBCA (metode ____); ____ hari menembusnya, terburuk Rp____, dan rata-rata hari terburuk Rp____.”
Enam titik — semua terisi dari sheet L3 Anda sendiri. Bukan dari slide, bukan dari teman sebangku.
Bonus diskusi 5 menit: direktur menolak “Rp4,1 juta” dan bertanya “jadi saya harus siapkan berapa?” — jawab memakai ES dan buffer, jelaskan bedanya batas alarm vs modal siaga. Diskusikan: angka mana yang Anda tik untuk memo mana.
Jembatan ke RPS & Bacaan Lanjutan
Setiap blok menemukan rumahnya di RPS
P7 risiko operasional → kerangka frekuensi(λ)×severity dari T2
P8 risiko pemasaran → E[X] & CV kampanye dari T1
Risiko kredit → binomial jumlah default + Bayes skor dari T2
MM risiko pasar → MC penuh, GARCH, matriks N-aset dari T1–T3
Seri ini fondasi, bukan pulau — pertemuan reguler memakai alat yang sama
Workbook L1–L3 + data BBCA/BBRI — kini milik Anda; pakai untuk kasus lain, ganti datanya, ulangi jalurnya
Penutup: tiga sesi lalu Anda diberi lima angka laba dan satu pertanyaan dewan. Hari ini Anda bisa menjawabnya dengan batas kerugian terkalibrasi, mengujinya, dan menjelaskan keterbatasannya. Sisanya adalah latihan — dan kasus berikutnya.