stdsquare²
Kelas
stdsquare / Kelas / Manajemen Risiko Bisnis / Tambahan Kuantitatif 2: Peluang untuk …
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
Materi Tambahan • Kuantitatif T2
{COURSE} • FEB UNDIP

{COURSE}

Tambahan T2 — Peluang untuk Risiko: dari Dadu ke Distribusi

Berapa peluang tiga dari lima minggu bursa berakhir rugi? Berapa peluang sistem gagal empat kali sebulan? Kita bangun jawabannya dari lantai dasar: aturan peluang, seni menghitung cara (kombinasi & permutasi), lalu dua mesin diskrit — binomial dan Poisson — dan ditutup peluang kontinu tempat VaR tinggal.

PERMINTAAN DOSEN • TAMBAHAN 2/3 • {LABELSEM} • DURASI 100 MENIT

Tiga Pertanyaan yang Mengunci Sesi Ini

Pertanyaan dari tiga meja berbeda
  • Meja trader: “rugi itu biasa — tapi tiga dari lima minggu rugi berturut, itu masih biasa?”
  • Meja IT: “sistem rata-rata gagal dua kali sebulan — peluangnya bulan depan empat kali?”
  • Meja direksi: “saham turun 3% hari ini — panik atau tidur nyenyak?”
  • Tiga meja, satu disiplin: peluang
Peta 100 menit
  • 1Aturan dasar: komplemen, “atau”, “dan”, bersyarat
  • 2Menghitung cara: permutasi & kombinasi
  • 3Dua mesin diskrit: binomial & Poisson
  • 4Kontinu: dari luas ke kurva normal, z, persentil — pintu masuk VaR T3
Blok 1 · Peluang Dasar

Mengukur Keyakinan tentang Masa Depan

Peluang bukan trik angka — ia cara jujur mengatakan “saya tidak yakin, dan ini seberapa tidak yakin saya”.

Dua Wajah Peluang — dan Kenapa Risiko Hidup di Wajah Kedua

Wajah 1: teoretis (simetri)
  • Dadu enam sisi: P(6) = 1/6 — kita tahu peluangnya sebelum melempar, dari simetri benda
  • Roulette, undian, lotre — dunia kasino penuh simetri sempurna
  • Masalahnya: dunia risiko hampir tak punya dadu
Wajah 2: empiris (frekuensi)
  • 38 dari 238 hari bursa terakhir berakhir rugi → P(rugi) ≈ 38/238 ≈ 0,16
  • Peluang diperkirakan dari sejarah — inilah wajah yang dipakai manajemen risiko
  • Konsekuensinya penting: estimasi ikut berubah kalau sejarahnya berubah — peluang risiko bukan konstanta alam
Konvensi membaca angka peluang: 0 = mustahil, 1 = pasti, 0,16 = “kira-kira 1 dari 6 kali”. Dan satu disiplin bicara: peluang selalu melekat pada konteks — “0,16” saja belum berarti apa-apa; “0,16 peluang hari bursa rugi” baru bermakna.

Komplemen: Trik Paling Hemat dalam Peluang

P(tidak A) = 1 − P(A)     P(minimal satu) = 1 − P(nol)
Kenapa trik ini muncul terus
  • “Minimal satu hari rugi minggu ini” mencakup 1, 2, 3, 4, atau 5 hari rugi — lima kasus, lima perhitungan
  • Kebalikannya hanya satu kasus: nol hari rugi
  • Hitung yang tunggal, baru 1 − itu — pintu belakang yang selalu lebih murah
Contoh dengan angka kelas
  • P(hari rugi) = 0,16 per hari, hari-hari diasumsikan bebas
  • P(5 hari semua untung) = 0,84³ = 0,6723... eh, 0,845 = 0,4182
  • P(minimal 1 rugi dalam 5 hari) = 1 − 0,4182 = 0,58 — mayoritas!
  • Bagi trader, “minggu bersih tanpa rugi” justru kejadian yang jarang

Aturan “Atau” dan “Dan” — Dua Kata, Dua Rumus

P(A atau B) = P(A) + P(B) − P(A dan B)      P(A dan B) = P(A) × P(B) jika bebas
“Atau” — waspadai irisan
  • P(terkena risiko pasar) = 0,20 · P(terkena risiko kredit) = 0,15 · terkena keduanya = 0,05
  • Pasar atau kredit = 0,20 + 0,15 − 0,05 = 0,30 — bukan 0,35
  • Yang dihapus di sini adalah perusahaan yang dihitung dua kali karena masuk dua daftar sekaligus
  • Di laporan risiko agregat, kelalaian mengurangi irisan membuat total risiko organisasi tampak lebih besar dari kenyataan
“Dan” — dan asumsi besar di baliknya
  • Dua hari rugi berurutan (p = 0,16, diasumsikan bebas): 0,16 × 0,16 = 0,026
  • Asumsi “bebas” itu ringan di dadu, berat di pasar
  • Realita: hari-hari volatil cenderung bergerombol (volatility clustering) — peluang dua hari buruk berurutan nyata lebih besar dari 2,6%
  • Kita pakai asumsi bebas sebagai titik awal, lalu uji — bukan sebagai dogma

Peluang Bersyarat — dan Jendela Bayes

P(B|A) = P(A dan B) / P(A)   ←  “peluang B setelah tahu A terjadi”
Contoh dari meja kredit
  • Populasi debitur: 5% bermasalah (gagal bayar)
  • 60% yang bermasalah menunjukkan sinyal telat bayar di awal
  • 8% yang sehat pun sempat telat (lupa, gajian mundur)
  • Pertanyaan petugas: debitur ini telat — peluang dia bermasalah?
Bayes: memperbarui keyakinan setelah bukti
  • P Bermasalah | telat = (0,60×0,05) / (0,60×0,05 + 0,08×0,95)
  • = 0,030 / 0,106 = 0,283
  • Keyakinan awal 5% → setelah sinyal telat → 28,3% — naik 5,7×
  • Inilah logika di balik skor kredit dan fraud scoring industri
  • Dalam seri ini cukup kenal — jalur kita ke VaR lewat distribusi, bukan pembaharuan keyakinan
Blok 2 · Menghitung Cara

“Dalam Berapa Cara…”

Sebelum menghitung peluang kejadian, harus tahu berapa banyak cara kejadian itu menyusun diri. Permutasi peduli urutan; kombinasi tidak.

Prinsip Perkalian: Fondasi di Bawah Segalanya

Contoh: rute sebuah klaim asuransi
  • Formulir bisa masuk lewat 3 jenis kanal
  • Tiap kanal punya 2 jalur verifikasi
  • Tiap jalur berakhir di 2 keputusan: bayar atau tolak
  • Total jalur hidup sebuah klaim: 3 × 2 × 2 = 12 cara
  • Satu jalur di antaranya: “digital → verifikasi otomatis → bayar”
Prinsip umumnya
  • Proses bertahap: tahap-1 m cara × tahap-2 n cara → total m×n
  • Kata kunci “dan” (lalu, kemudian, setelah itu) = perkalian
  • Diagram pohon adalah gambar dari prinsip ini — cabang demi cabang
  • Dari prinsip sederhana inilah permutasi dan kombinasi diturunkan
Di tim risiko operasional sungguhan, 12 jalur klaim ini berarti 12 titik kematian yang masing-masing harus dipasang kontrol — menghitung cara = memetakan tempat risiko bisa lahir.

Permutasi: Saat Urutan Menjadi Nasib

P(n,r) = n! / (n−r)!     contoh: P(5,2) = 5!/3! = 5×4 = 20
Contoh: memilih vendor utama & cadangan
  • 5 vendor masuk shortlist; 2 akan dipilih — satu utama, satu cadangan
  • Slot utama: 5 pilihan; setelah terisi, slot cadangan tinggal 4
  • Total: 5 × 4 = 20 susunan berbeda
  • (Vendor A utama, B cadangan) ≠ (B utama, A cadangan) — kontrak dan harga beda
Mengapa dibagi (n−r)! — dan kenapa urutan kadang peduli
  • 5! menghitung susunan 5 slot; kita hanya butuh 2 slot awal
  • 3 slot sisa yang tak terpakai dibuang lewat pembagian 3! — pembersihan redundant
  • Urutan peduli saat: peringkat, antrian eksekusi, urutan tampil, rantai pasok berurut
  • n! tumbuh brutal: 10! = 3,6 juta; 20! ≈ 2,4 kuadriliun — makanya industry pakai logaritma dan simulasi, bukan enumerasi

Kombinasi: Saat yang Penting Hanya Anggota, Bukan Kursi

C(n,r) = n! / [r!(n−r)!]     contoh: C(5,2) = 5!/(2!×3!) = 10
Permutasi → kombinasi: buang urutan internal
  • P(5,2) = 20 susunan; tapi {A,B} terhitung dua kali: (A,B) dan (B,A)
  • Setiap pasangan terhitung 2! = 2 kali → 20/2 = 10 pasangan unik
  • Kombinasi = permutasi dibagi redundansi urutan di dalam kelompok terpilih
Mengapa ini bintang sesi
  • “2 dari 5 hari rugi” — peduli jumlah, bukan hari ke berapa: (Senin,Rabu) rugi = (Rabu,Senin) rugi
  • Jumlah pola 2-hari-rugi = C(5,2) = 10
  • Beberapa slide lagi: 10 ini dikalikan peluang per pola → binomial lahir

Latihan 3 Menit: Memilih Rumus adalah Setengah Jawaban

Dua soal kembar, satu beda kata
  • (a) Tim audit 3 orang dari 6 kandidat — berapa susunan tim yang mungkin?
  • (b) Pemenang 1, 2, 3 lomba internal dari 6 finalis — berapa susunan pemenang?
  • Sebelum menghitung: mana kombinasi, mana permutasi? Kenapa?
Jawaban — dan tes kepekaan urutan
  • (a) Tim {Andi,Budi,Cika} = {Budi,Cika,Andi} — urutan tak peduli → C(6,3) = 20
  • (b) Juara-1 Andi ≠ Juara-1 Budi — urutan peduli → P(6,3) = 120
  • 120/20 = 6 = 3! — persis redundansi urutan internal
Di audit model risiko, salah pilih kombinasi/permutasi = peluang melipat/terbagi faktorial — kesalahan yang diklasifikasikan temuan MAJOR karena diametral mengubah hasil. Uji cepat setiap soal: tukar dua objek terpilih — hasilnya berubah makna? Ya → permutasi; tidak → kombinasi.
Blok 3 · Distribusi Diskrit

Dua Mesin Peluang Risiko

Binomial menghitung keberhasilan dalam n percobaan; Poisson menghitung kejadian per satuan waktu. Keduanya bermuara pada pertanyaan manajerial yang sama: seberapa sering hal buruk terjadi?

Binomial: Empat Syarat — dan Kehancurannya

Empat syarat B(n, p)
  • 1Jumlah percobaan tetap: n
  • 2Hasil biner: rugi/untung, gagal/lulus, default/tidak
  • 3p konstan di tiap percobaan
  • 4Percobaan saling bebas
Meja trader: 5 hari, p(rugi) = 0,2
  • Pertanyaan: peluang tepat 2 hari rugi dari 5?
  • Bahan yang sudah di tangan: C(5,2) = 10 pola — kombinasi blok 2
  • Dan: peluang satu pola = 0,2² × 0,8³ — aturan “dan” blok 1
  • Sisa: kalikan keduanya — itulah seluruh isi slide berikut
Syarat adalah kontrak. n=5 hari pasar dengan p tetap 0,2 adalah penyederhanaan — kenyataannya p bergerak bersama volatilitas. Model binomial tetap berguna sebagai perkiraan kerja; yang tidak boleh adalah memakainya sambil lupa kontraknya.

Merakit P(X=2) = 0,2048: Tiga Bahan, Satu Rumus

P(X=k) = C(n,k) · pᵗ · (1−p)n−k
Rakit pelan-pelan (n=5, p=0,2, k=2)
  • Cara: C(5,2) = 10 pola dua-hari-rugi (Senin&Rabu, Selasa&Kamis, …)
  • Peluang tiap pola: 0,2²×0,8³ = 0,04×0,512 = 0,02048 — sama untuk semua pola!
  • Total: 10 × 0,02048 = P(X=2) = 0,2048
  • Sekali jalan, selesai — tanpa menghitung 10 pola satu per satu
Mean dan σ bawaan pabrik
  • E[X] = np = 5×0,2 = 1 hari rugi per minggu
  • σ = √(np(1−p)) = √0,8 ≈ 0,89
  • 2 hari rugi berada pada (2−1)/0,89 ≈ 1,1σ dari mean — masih wilayah wajar
  • Kesimpulan untuk meja trader: 2 dari 5 rugi = kebisingan normal, bukan alarm

Coba Sendiri: Laboratorium Binomial

Setel n = 5, p = 0,2 — konfirmasi batang k=2 tingginya 0,205 dan E[X] = 1. Lalu naikkan n ke 30 dan amati bentuk distribusi mulai menyerupai lonceng yang kemarin kita bahas.

Poisson: Ketika Pertanyaannya “Berapa Kali per Bulan?”

P(X=k) = e−λ · λᵗ/k!     λ = laju rata-rata kejadian per satuan waktu
Meja IT: kegagalan sistem
  • Rekam jejak: rata-rata λ = 2 kegagalan per bulan
  • P(nol gagal) = e⁻² = 0,135 — bulan mulus itu jarang!
  • P(tepat 1) = 0,135×2 = 0,271
  • P(tepat 2) = 0,135×2²/2 = 0,271
  • P(≥3) = 1 − (0,135+0,271+0,271) = 0,323 — satu dari tiga bulan!
Sifat khas Poisson
  • Satu parameter saja: λ — dan menakjubkannya E[X] = σ² = λ
  • Kejadian langka, acak, tak bermemori satu sama lain
  • Cocok untuk: klaim asuransi, kedatangan nasabah, upaya fraud, bug produksi
  • P(≥3) = 0,323 inilah angka yang menjual anggaran redundansi ke direksi

Binomial atau Poisson? Tabel Keputusan + Jembatan

BinomialPoisson
Pertanyaan“berapa dari n percobaan?”“berapa per satuan waktu/ruang?”
Parametern dan pλ saja
Batas atasada: maksimal ntak ada: 0, 1, 2, …
Contoh risikohari rugi dari 5; default dari 10 debiturklaim per bulan; serangan siber per minggu
Jembatann besar + p kecil → Binomial ≈ Poisson dengan λ = np
Contoh jembatan: 200 transaksi, p fraud = 0,01 → Binomial(200; 0,01) ≈ Poisson(λ=2). Kedua rumus memberi hasil nyaris sama — pilih yang datanya tersedia.
Kenapa praktisi suka Poisson: data operasional hampir selalu tersimpan sebagai “rata-rata per bulan” — itu persis λ. Poisson sering bukan pilihan, tapi takdir data.

Frekuensi × Severity: Kerangka Basel untuk Risiko Operasional

Model LDA (Loss Distribution Approach)
  • Risiko operasional = dua pertanyaan: seberapa sering (frekuensi) × seberapa dalam (severity)
  • Frekuensi kejadian → Poisson (klaim, error, fraud) — bahan sesi ini
Kredit & pasar pakai apa?
  • Portofolio 100 debitur, p default 3% → binomial(100; 0,03): P(≥5 default) = pertanyaan modal kredit klasik
  • Hari rugi dalam sebulan (20 hari) → binomial(20; p)
  • Distribusi diskrit bukan materi ujian semata — ia bahasa resmi industri risiko
Preview: pertemuan reguler P7 (risiko operasional) memakai kerangka frekuensi×severity ini secara penuh — hari ini Anda membangun setengahnya (frekuensi); severity menyusul di P7.

Jeda Praktik: Menumpuk Acak Menjadi Distribusi

Permintaan harian yang acak disimulasikan ratusan kali — perhatikan totalnya membentuk distribusi yang stabil dan teratur. Kekacauan kecil menumpuk jadi pola besar.

Blok 4 · Peluang Kontinu

Dari Tinggi Batang ke Luas Daerah

Return saham bisa bernilai berapa saja: −2,37%, +0,411%, … Tak ada batang untuk tiap nilai — yang tersisa konsep luas.

Kontinu: Peluang Titik Nol, Peluang Interval Berarti

Lompatan konsep terbesar sesi
  • Diskrit: P(2 klaim) = 0,27 — tinggi batang; sah karena klaim dihitung 0, 1, 2, …
  • Return saham: −2,37%, −2,36%, … tak terhitung nilai antara — kontinu
  • P(return = persis −3,000000%) = 0 — titik tak berluas, seperti peluang garis lurus tepat menancap di satu titik
  • Yang bermakna: P(−4% < return < −2%) = luas di bawah kurva pada interval itu
Dua warga lain kota kontinu (kenalan singkat)
  • Uniform(a;b): kurva datar — semua nilai sama mungkinnya; model “tak tahu apa-apa”, mis. waktu kedatangan nasabah antar jadwal teller
  • Eksponensial: waktu antar kejadian Poisson; sifat memoryless — mesin yang sudah 3 jam tanpa gagal tak “mengingat” umurnya, peluang gagal jam berikut tetap
  • P(antar-kegagalan < 1 jam | λ=2/jam) = 1−e⁻² ≈ 0,865

Normal: Kurva yang Ditentukan Dua Angka

Normal(μ, σ) — bentuk lonceng simetris; cukup tahu pusat dan lebarnya, seluruh kurva (dan semua luasnya) ikut ketemu
Aturan 68–95–99,7
  • μ±1σ ≈ 68% data · μ±2σ ≈ 95% · μ±3σ ≈ 99,7%
  • Uji ke data kelas: return BBCA dalam μ±2σ (−4,95%..+4,95%): 112/119 = 94% — model lumayan jujur di tengah
  • Dua z wajib hafal seumur hidup risiko: z(95%) = 1,645 · z(99%) = 2,326
Peta, bukan wilayah
  • Normal = model: peta dua parameter atas data yang sesungguhnya tak terbatas kerinciannya
  • Keuntungan: luas ekor dihitung dari rumus — tanpa menunggu ratusan observasi
  • Bahayanya: kalau wilayah (data nyata) tak berbentuk lonceng, peta berbohong — khususnya di ekor, tempat risiko tinggal
  • Karena itu slide kejujuran menunggu dua slide lagi

Coba Sendiri: Menggeser μ dan σ secara Live

Atur μ ≈ 0 dan σ ≈ 2,5 meniru BBCA — lalu baca luas ekor kiri untuk nilai −3%. Bandingkan dengan hitungan histogram T1 yang menunjukkan ≈ 10% hari di bawah −3%.

z dan Persentil: Dua Arah Navigasi Kurva yang Sama

z = (x − μ)/σ    ←  dari nilai ke peluang      persentil    ←  dari peluang ke nilai
z: semua kurva normal jadi satu bahasa
  • BBCA: z(−3%) = (−3 − 0)/2,4752 = −1,21 — “1,2σ di bawah pusat”
  • Konversi ke peluang: =NORM.S.DIST(−1,21; TRUE) ≈ 0,113
  • Nilai z bisa membandingkan hal serba beda: nilai ujian, return saham, ketebalan produk — semua jadi “berapa sigma”
Persentil: mesin pencari nilai
  • Diberi peluang 5% → cari nilai yang membatasi 5% terburuk — persentil ke-5
  • BBCA: =PERCENTILE.INC(return; 0,05) = −4,11%
  • Perhatikan: dihitung dari data, bukan dari kurva — itu "historis"
  • Dua pertemuan lagi, angka −4,11% ini diberi nama resmi: VaR historis

Kejujuran Model: Ekor Data vs Ekor Normal

AmbangTeori normalAktual BBCA (119 hari)
< −1σ (−2,48%)15,9%12,6%
< −2σ (−4,95%)2,3%3,4% (4 dari 119)
< −3σ (−7,43%)0,13%0%
Vonis: di tengah kurva, normal bekerja baik (bahkan sedikit konservatif). Di ekor bawah, data nyata lebih tebal dari klaim model — 3,4% vs 2,3% pada −2σ. Fat tail ringan.
Konteks sejarah: 17 Maret 2020, BBCA −7,9% dalam sehari — peristiwa yang menurut normal hampir mustahil, terjadi. Dan jendela data kita (6 bulan tenang) tak memuatnya. Jendela data adalah asumsi terselubung — tema besar T3.

Penutup Blok: Papan Galton — Kenapa Lonceng Muncul di Mana-mana

Bola demi bola melewati deretan pin; tiap pantulan acak kiri-kanan. Hasilnya menumpuk membentuk lonceng. Kekacauan kecil yang dijumlahkan menjadi keteraturan.

Rangkuman & Latihan Penutup

Perangkat yang kini Anda pegang
  • Komplemen — pintu belakang “minimal satu”
  • “Atau” kurangi irisan; “dan” = kali (jika bebas)
  • C(n,r) tak peduli urutan; P(n,r) peduli — uji: tukar dua objek, berubah makna?
  • Binomial C(n,k)pᵗqn−k — jumlah dari n percobaan; E=np
  • Poisson e⁻λλᵗ/k! — laju per waktu; E=σ²=λ
  • Kontinu: peluang = luas; z dua arah navigasi; P5 BBCA = −4,11% (kenali wajahnya — VaR menunggu)
Latihan 10 menit
  • 1a. p(rugi)=0,2, 5 hari: P(tepat 2)?  1b. P(minimal 1)?
  • 2a. λ=2 gagal/bulan: P(nol)?  2b. P(≥3)?
  • 2c. SLA menuntut “maks 1 gagal/bulan” — seberapa realistis? (P(≤1) = ?)
  • Jawaban: 1a 0,2048 · 1b 0,672 · 2a 0,135 · 2b 0,323 · 2c 0,406 → SLA gagal ~6 dari 10 bulan
PR sebelum T3: sheet L2 — tabel binomial p=0,2, Poisson λ=2, kolom z & persentil BBCA. Pre-read: /statistik/15-probabilitas-dasar/, /statistik/17-distribusi-binomial/, /statistik/18-distribusi-poisson/. Pertemuan depan: seluruh perangkat tiga sesi dirakit menjadi satu angka untuk direksi — VaR.