Tambahan T2 — Peluang untuk Risiko: dari Dadu ke Distribusi
Berapa peluang tiga dari lima minggu bursa berakhir rugi? Berapa peluang sistem gagal empat kali sebulan? Kita bangun jawabannya dari lantai dasar: aturan peluang, seni menghitung cara (kombinasi & permutasi), lalu dua mesin diskrit — binomial dan Poisson — dan ditutup peluang kontinu tempat VaR tinggal.
4Kontinu: dari luas ke kurva normal, z, persentil — pintu masuk VaR T3
Blok 1 · Peluang Dasar
Mengukur Keyakinan tentang Masa Depan
Peluang bukan trik angka — ia cara jujur mengatakan “saya tidak yakin, dan ini seberapa tidak yakin saya”.
Dua Wajah Peluang — dan Kenapa Risiko Hidup di Wajah Kedua
Wajah 1: teoretis (simetri)
Dadu enam sisi: P(6) = 1/6 — kita tahu peluangnya sebelum melempar, dari simetri benda
Roulette, undian, lotre — dunia kasino penuh simetri sempurna
Masalahnya: dunia risiko hampir tak punya dadu
Wajah 2: empiris (frekuensi)
38 dari 238 hari bursa terakhir berakhir rugi → P(rugi) ≈ 38/238 ≈ 0,16
Peluang diperkirakan dari sejarah — inilah wajah yang dipakai manajemen risiko
Konsekuensinya penting: estimasi ikut berubah kalau sejarahnya berubah — peluang risiko bukan konstanta alam
Konvensi membaca angka peluang: 0 = mustahil, 1 = pasti, 0,16 = “kira-kira 1 dari 6 kali”. Dan satu disiplin bicara: peluang selalu melekat pada konteks — “0,16” saja belum berarti apa-apa; “0,16 peluang hari bursa rugi” baru bermakna.
Pasar atau kredit = 0,20 + 0,15 − 0,05 = 0,30 — bukan 0,35
Yang dihapus di sini adalah perusahaan yang dihitung dua kali karena masuk dua daftar sekaligus
Di laporan risiko agregat, kelalaian mengurangi irisan membuat total risiko organisasi tampak lebih besar dari kenyataan
“Dan” — dan asumsi besar di baliknya
Dua hari rugi berurutan (p = 0,16, diasumsikan bebas): 0,16 × 0,16 = 0,026
Asumsi “bebas” itu ringan di dadu, berat di pasar
Realita: hari-hari volatil cenderung bergerombol (volatility clustering) — peluang dua hari buruk berurutan nyata lebih besar dari 2,6%
Kita pakai asumsi bebas sebagai titik awal, lalu uji — bukan sebagai dogma
Peluang Bersyarat — dan Jendela Bayes
P(B|A) = P(A dan B) / P(A) ← “peluang B setelah tahu A terjadi”
Contoh dari meja kredit
Populasi debitur: 5% bermasalah (gagal bayar)
60% yang bermasalah menunjukkan sinyal telat bayar di awal
8% yang sehat pun sempat telat (lupa, gajian mundur)
Pertanyaan petugas: debitur ini telat — peluang dia bermasalah?
Bayes: memperbarui keyakinan setelah bukti
P Bermasalah | telat = (0,60×0,05) / (0,60×0,05 + 0,08×0,95)
= 0,030 / 0,106 = 0,283
Keyakinan awal 5% → setelah sinyal telat → 28,3% — naik 5,7×
Inilah logika di balik skor kredit dan fraud scoring industri
Dalam seri ini cukup kenal — jalur kita ke VaR lewat distribusi, bukan pembaharuan keyakinan
Blok 2 · Menghitung Cara
“Dalam Berapa Cara…”
Sebelum menghitung peluang kejadian, harus tahu berapa banyak cara kejadian itu menyusun diri. Permutasi peduli urutan; kombinasi tidak.
Prinsip Perkalian: Fondasi di Bawah Segalanya
Contoh: rute sebuah klaim asuransi
Formulir bisa masuk lewat 3 jenis kanal
Tiap kanal punya 2 jalur verifikasi
Tiap jalur berakhir di 2 keputusan: bayar atau tolak
Total jalur hidup sebuah klaim: 3 × 2 × 2 = 12 cara
Satu jalur di antaranya: “digital → verifikasi otomatis → bayar”
Prinsip umumnya
Proses bertahap: tahap-1 m cara × tahap-2 n cara → total m×n
Kata kunci “dan” (lalu, kemudian, setelah itu) = perkalian
Diagram pohon adalah gambar dari prinsip ini — cabang demi cabang
Dari prinsip sederhana inilah permutasi dan kombinasi diturunkan
Di tim risiko operasional sungguhan, 12 jalur klaim ini berarti 12 titik kematian yang masing-masing harus dipasang kontrol — menghitung cara = memetakan tempat risiko bisa lahir.
Di audit model risiko, salah pilih kombinasi/permutasi = peluang melipat/terbagi faktorial — kesalahan yang diklasifikasikan temuan MAJOR karena diametral mengubah hasil. Uji cepat setiap soal: tukar dua objek terpilih — hasilnya berubah makna? Ya → permutasi; tidak → kombinasi.
Blok 3 · Distribusi Diskrit
Dua Mesin Peluang Risiko
Binomial menghitung keberhasilan dalam n percobaan; Poisson menghitung kejadian per satuan waktu. Keduanya bermuara pada pertanyaan manajerial yang sama: seberapa sering hal buruk terjadi?
Bahan yang sudah di tangan: C(5,2) = 10 pola — kombinasi blok 2
Dan: peluang satu pola = 0,2² × 0,8³ — aturan “dan” blok 1
Sisa: kalikan keduanya — itulah seluruh isi slide berikut
Syarat adalah kontrak. n=5 hari pasar dengan p tetap 0,2 adalah penyederhanaan — kenyataannya p bergerak bersama volatilitas. Model binomial tetap berguna sebagai perkiraan kerja; yang tidak boleh adalah memakainya sambil lupa kontraknya.
Merakit P(X=2) = 0,2048: Tiga Bahan, Satu Rumus
P(X=k) = C(n,k) · pᵗ · (1−p)n−k
Rakit pelan-pelan (n=5, p=0,2, k=2)
Cara: C(5,2) = 10 pola dua-hari-rugi (Senin&Rabu, Selasa&Kamis, …)
Peluang tiap pola: 0,2²×0,8³ = 0,04×0,512 = 0,02048 — sama untuk semua pola!
Total: 10 × 0,02048 = P(X=2) = 0,2048
Sekali jalan, selesai — tanpa menghitung 10 pola satu per satu
Mean dan σ bawaan pabrik
E[X] = np = 5×0,2 = 1 hari rugi per minggu
σ = √(np(1−p)) = √0,8 ≈ 0,89
2 hari rugi berada pada (2−1)/0,89 ≈ 1,1σ dari mean — masih wilayah wajar
Kesimpulan untuk meja trader: 2 dari 5 rugi = kebisingan normal, bukan alarm
Coba Sendiri: Laboratorium Binomial
Setel n = 5, p = 0,2 — konfirmasi batang k=2 tingginya 0,205 dan E[X] = 1. Lalu naikkan n ke 30 dan amati bentuk distribusi mulai menyerupai lonceng yang kemarin kita bahas.
Poisson: Ketika Pertanyaannya “Berapa Kali per Bulan?”
P(X=k) = e−λ · λᵗ/k! λ = laju rata-rata kejadian per satuan waktu
Meja IT: kegagalan sistem
Rekam jejak: rata-rata λ = 2 kegagalan per bulan
P(nol gagal) = e⁻² = 0,135 — bulan mulus itu jarang!
P(tepat 1) = 0,135×2 = 0,271
P(tepat 2) = 0,135×2²/2 = 0,271
P(≥3) = 1 − (0,135+0,271+0,271) = 0,323 — satu dari tiga bulan!
Sifat khas Poisson
Satu parameter saja: λ — dan menakjubkannya E[X] = σ² = λ
Kejadian langka, acak, tak bermemori satu sama lain
Cocok untuk: klaim asuransi, kedatangan nasabah, upaya fraud, bug produksi
P(≥3) = 0,323 inilah angka yang menjual anggaran redundansi ke direksi
Binomial atau Poisson? Tabel Keputusan + Jembatan
Binomial
Poisson
Pertanyaan
“berapa dari n percobaan?”
“berapa per satuan waktu/ruang?”
Parameter
n dan p
λ saja
Batas atas
ada: maksimal n
tak ada: 0, 1, 2, …
Contoh risiko
hari rugi dari 5; default dari 10 debitur
klaim per bulan; serangan siber per minggu
Jembatan
n besar + p kecil → Binomial ≈ Poisson dengan λ = np
Contoh jembatan: 200 transaksi, p fraud = 0,01 → Binomial(200; 0,01) ≈ Poisson(λ=2). Kedua rumus memberi hasil nyaris sama — pilih yang datanya tersedia.
Kenapa praktisi suka Poisson: data operasional hampir selalu tersimpan sebagai “rata-rata per bulan” — itu persis λ. Poisson sering bukan pilihan, tapi takdir data.
Frekuensi × Severity: Kerangka Basel untuk Risiko Operasional
Model LDA (Loss Distribution Approach)
Risiko operasional = dua pertanyaan: seberapa sering (frekuensi) × seberapa dalam (severity)
Frekuensi kejadian → Poisson (klaim, error, fraud) — bahan sesi ini
Kredit & pasar pakai apa?
Portofolio 100 debitur, p default 3% → binomial(100; 0,03): P(≥5 default) = pertanyaan modal kredit klasik
Hari rugi dalam sebulan (20 hari) → binomial(20; p)
Distribusi diskrit bukan materi ujian semata — ia bahasa resmi industri risiko
Preview: pertemuan reguler P7 (risiko operasional) memakai kerangka frekuensi×severity ini secara penuh — hari ini Anda membangun setengahnya (frekuensi); severity menyusul di P7.
Jeda Praktik: Menumpuk Acak Menjadi Distribusi
Permintaan harian yang acak disimulasikan ratusan kali — perhatikan totalnya membentuk distribusi yang stabil dan teratur. Kekacauan kecil menumpuk jadi pola besar.
Blok 4 · Peluang Kontinu
Dari Tinggi Batang ke Luas Daerah
Return saham bisa bernilai berapa saja: −2,37%, +0,411%, … Tak ada batang untuk tiap nilai — yang tersisa konsep luas.
Kontinu: Peluang Titik Nol, Peluang Interval Berarti
Lompatan konsep terbesar sesi
Diskrit: P(2 klaim) = 0,27 — tinggi batang; sah karena klaim dihitung 0, 1, 2, …
Return saham: −2,37%, −2,36%, … tak terhitung nilai antara — kontinu
P(return = persis −3,000000%) = 0 — titik tak berluas, seperti peluang garis lurus tepat menancap di satu titik
Yang bermakna: P(−4% < return < −2%) = luas di bawah kurva pada interval itu
Dua warga lain kota kontinu (kenalan singkat)
Uniform(a;b): kurva datar — semua nilai sama mungkinnya; model “tak tahu apa-apa”, mis. waktu kedatangan nasabah antar jadwal teller
Eksponensial: waktu antar kejadian Poisson; sifat memoryless — mesin yang sudah 3 jam tanpa gagal tak “mengingat” umurnya, peluang gagal jam berikut tetap
P(antar-kegagalan < 1 jam | λ=2/jam) = 1−e⁻² ≈ 0,865
Normal: Kurva yang Ditentukan Dua Angka
Normal(μ, σ) — bentuk lonceng simetris; cukup tahu pusat dan lebarnya, seluruh kurva (dan semua luasnya) ikut ketemu
Uji ke data kelas: return BBCA dalam μ±2σ (−4,95%..+4,95%): 112/119 = 94% — model lumayan jujur di tengah
Dua z wajib hafal seumur hidup risiko: z(95%) = 1,645 · z(99%) = 2,326
Peta, bukan wilayah
Normal = model: peta dua parameter atas data yang sesungguhnya tak terbatas kerinciannya
Keuntungan: luas ekor dihitung dari rumus — tanpa menunggu ratusan observasi
Bahayanya: kalau wilayah (data nyata) tak berbentuk lonceng, peta berbohong — khususnya di ekor, tempat risiko tinggal
Karena itu slide kejujuran menunggu dua slide lagi
Coba Sendiri: Menggeser μ dan σ secara Live
Atur μ ≈ 0 dan σ ≈ 2,5 meniru BBCA — lalu baca luas ekor kiri untuk nilai −3%. Bandingkan dengan hitungan histogram T1 yang menunjukkan ≈ 10% hari di bawah −3%.
z dan Persentil: Dua Arah Navigasi Kurva yang Sama
z = (x − μ)/σ ← dari nilai ke peluang persentil ← dari peluang ke nilai
z: semua kurva normal jadi satu bahasa
BBCA: z(−3%) = (−3 − 0)/2,4752 = −1,21 — “1,2σ di bawah pusat”
Konversi ke peluang: =NORM.S.DIST(−1,21; TRUE) ≈ 0,113
Nilai z bisa membandingkan hal serba beda: nilai ujian, return saham, ketebalan produk — semua jadi “berapa sigma”
Persentil: mesin pencari nilai
Diberi peluang 5% → cari nilai yang membatasi 5% terburuk — persentil ke-5
BBCA: =PERCENTILE.INC(return; 0,05) = −4,11%
Perhatikan: dihitung dari data, bukan dari kurva — itu "historis"
Dua pertemuan lagi, angka −4,11% ini diberi nama resmi: VaR historis
Kejujuran Model: Ekor Data vs Ekor Normal
Ambang
Teori normal
Aktual BBCA (119 hari)
< −1σ (−2,48%)
15,9%
12,6%
< −2σ (−4,95%)
2,3%
3,4% (4 dari 119)
< −3σ (−7,43%)
0,13%
0%
Vonis: di tengah kurva, normal bekerja baik (bahkan sedikit konservatif). Di ekor bawah, data nyata lebih tebal dari klaim model — 3,4% vs 2,3% pada −2σ. Fat tail ringan.
Konteks sejarah: 17 Maret 2020, BBCA −7,9% dalam sehari — peristiwa yang menurut normal hampir mustahil, terjadi. Dan jendela data kita (6 bulan tenang) tak memuatnya. Jendela data adalah asumsi terselubung — tema besar T3.
Penutup Blok: Papan Galton — Kenapa Lonceng Muncul di Mana-mana
Bola demi bola melewati deretan pin; tiap pantulan acak kiri-kanan. Hasilnya menumpuk membentuk lonceng. Kekacauan kecil yang dijumlahkan menjadi keteraturan.
Rangkuman & Latihan Penutup
Perangkat yang kini Anda pegang
Komplemen — pintu belakang “minimal satu”
“Atau” kurangi irisan; “dan” = kali (jika bebas)
C(n,r) tak peduli urutan; P(n,r) peduli — uji: tukar dua objek, berubah makna?
Binomial C(n,k)pᵗqn−k — jumlah dari n percobaan; E=np
Poisson e⁻λλᵗ/k! — laju per waktu; E=σ²=λ
Kontinu: peluang = luas; z dua arah navigasi; P5 BBCA = −4,11% (kenali wajahnya — VaR menunggu)
Jawaban: 1a 0,2048 · 1b 0,672 · 2a 0,135 · 2b 0,323 · 2c 0,406 → SLA gagal ~6 dari 10 bulan
PR sebelum T3: sheet L2 — tabel binomial p=0,2, Poisson λ=2, kolom z & persentil BBCA. Pre-read: /statistik/15-probabilitas-dasar/, /statistik/17-distribusi-binomial/, /statistik/18-distribusi-poisson/. Pertemuan depan: seluruh perangkat tiga sesi dirakit menjadi satu angka untuk direksi — VaR.