stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-14
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 14: Penyusunan Risk Register (Bagian 2) & Presentasi
Program Studi Bisnis Digital • FEB

Manajemen Risiko

Pertemuan 14 — Penyusunan Risk Register (Bagian 2) & Presentasi

Menyelesaikan risk register lengkap — skor, prioritas, strategi penanganan, pemilik risiko — lalu mengemasnya menjadi presentasi yang meyakinkan manajemen.

RPS MINGGU 15 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Melengkapi & Memprioritaskan
Risk Register
Dari daftar risiko mentah menuju skor, level, dan urutan prioritas yang bisa ditindaklanjuti.

Recap: Komponen Wajib Risk Register

Dari Pertemuan 13, risk register adalah dokumen tunggal yang merangkum seluruh proses manajemen risiko — identifikasi, analisis, evaluasi — dalam satu tabel yang bisa dibaca siapa saja.

Sudah diisi (Pertemuan 13)
  • ID risiko & kategori (operasional, pasar, kredit, lingkungan, dst)
  • Deskripsi peristiwa risiko & penyebabnya
  • Likelihood (skala 1–5) dan impact (skala 1–5) dari expert judgement
Akan dilengkapi hari ini
  • Skor risiko & level (rendah – ekstrem)
  • Prioritas penanganan (ranking)
  • Strategi 4T, risk owner, KRI, & timeline

Memetakan Risiko ke Heat Map

Setiap risiko diplot pada matriks likelihood × impact (5×5) untuk melihat sebaran risiko organisasi secara visual sebelum dihitung skornya.

Impact ↑Likelihood →EkstremTinggiSedangRendah1234512345

Hitung dari Nol: Skor & Prioritas Risiko

Kasus: toko online fesyen mengidentifikasi risiko "keterlambatan pembayaran ke supplier akibat gangguan arus kas" — salah satu dari 12 risiko dalam register mereka.

LangkahPerhitunganNilai
1. Skor likelihood (1–5, expert judgement: terjadi 3 dari 5 tahun terakhir)Likelihood4
2. Skor impact (1–5, potensi kerugian > Rp 500 juta)Impact5
3. Skor risiko inheren = Likelihood × Impact4 × 520
4. Level risiko (band: 1–4 Rendah, 5–9 Sedang, 10–15 Tinggi, 16–25 Ekstrem)20 ∈ [16,25]Ekstrem
5. Prioritas (ranking dari 12 risiko yang teridentifikasi)Skor tertinggi dari 12 risikoPrioritas #1
HASIL
20 / EKSTREM
Prioritas #1 dari 12 risiko

Strategi Penanganan: 4T

Recap Pertemuan 12 — setiap risiko diberi satu strategi utama berdasarkan posisinya di heat map.

StrategiKapan dipakaiContoh
Avoid (hindari)Risiko ekstrem, manfaat tak sebandingTidak masuk pasar mata uang volatil tanpa lindung nilai
Reduce (kurangi)Risiko tinggi tapi aktivitas perlu jalan terusSOP ganda & pelatihan kasir untuk kurangi risiko fraud
Transfer (alihkan)Risiko besar, bisa dipindahkan ke pihak ketigaAsuransi kebakaran gudang, lindung nilai (hedging) valas
Retain (tahan)Risiko kecil, biaya mitigasi lebih mahal dari dampaknyaSelisih kembalian kasir harian yang kecil
Kolom strategi pada risk register harus diisi untuk setiap risiko — bukan hanya yang berskor tinggi.

Risk Owner, Timeline, & KRI

Strategi tanpa penanggung jawab hanya jadi wacana. Tiga kolom terakhir membuat risk register bisa ditindaklanjuti dan dipantau.

RISK OWNER
Siapa?
Individu/divisi yang bertanggung jawab, mis. Kepala Keuangan untuk risiko arus kas, Manajer Gudang untuk risiko kebakaran.
TIMELINE
Kapan?
Tenggat implementasi mitigasi, mis. "asuransi aktif Q3" atau "SOP baru berlaku 30 hari".
KRI
Sinyal Dini
Key Risk Indicator — metrik yang dipantau rutin sebagai alarm, mis. rasio kas terhadap utang jangka pendek.

Hitung dari Nol: Risiko Residual Setelah Mitigasi

Kasus: gudang UMKM senilai Rp 1 miliar menghadapi risiko kebakaran; strategi transfer via asuransi dipilih.

LangkahPerhitunganNilai
1. Skor risiko inheren (sebelum mitigasi): Likelihood 3 × Impact 53 × 515
2. Premi asuransi kebakaran (~1,5% dari nilai aset/tahun)1,5% × Rp 1.000.000.000Rp 15.000.000
3. Transfer menurunkan impact (5→2); likelihood tak berubah (asuransi tak cegah kejadian) → skor residual3 × 26
4. Level risiko residual (band 5–9 = Sedang)6 ∈ [5,9]Sedang
5. Persentase reduksi risiko = (skor awal − skor residual) ÷ skor awal(15−6) ÷ 15 × 10060%
HASIL
-60%
Skor turun dari 15 (Tinggi) ke 6 (Sedang)

Coba Sendiri: Susun Skor Risiko Inheren dan Residual di Risk Register

Isi skor probabilitas dan dampak sebelum serta sesudah mitigasi, lalu amati bagaimana level risiko inheren turun menjadi risiko residual.

Bagian 2 dari 3
Menyusun Dokumen Final
& Studi Kasus
Merangkai seluruh kolom menjadi satu template risk register yang siap dipakai, lalu mempraktikkannya pada kasus nyata.

Template Risk Register Lengkap

Satu baris = satu risiko. Semua kolom dari Pertemuan 13 & 14 digabung dalam satu tabel kerja.

Contoh Satu Baris — Toko Online Fesyen
KolomIsi
ID / KategoriR-07 / Operasional – Keuangan
DeskripsiKeterlambatan bayar supplier akibat gangguan arus kas
L × I → Skor / Level4 × 5 = 20 / Ekstrem
Prioritas#1 dari 12 risiko
Strategi (4T)Reduce — jalur kredit cadangan + termin fleksibel
Owner / TimelineKepala Keuangan / aktif Q3
KRIRasio kas terhadap kewajiban jangka pendek < 1,2x

Studi Kasus: UMKM Fesyen Daring (Tahap 1)

"Griya Batik Semarang" berjualan di Tokopedia & Shopee, omzet ~Rp 80 juta/bulan. Kita susun risk register-nya dari nol.

Langkah 1 — Identifikasi: tim mendata 3 risiko utama: (a) akun marketplace di-suspend, (b) kompetitor menjiplak desain motif batik, (c) bahan baku kain naik harga mendadak.
Langkah 2 — Skor: risiko (a) L=2, I=5 → skor 10 (Tinggi); (b) L=4, I=3 → skor 12 (Tinggi); (c) L=4, I=2 → skor 8 (Sedang).
Langkah 3 — Prioritas: dari 3 risiko, urutan penanganan adalah (b) skor 12 → (a) skor 10 → (c) skor 8.

Studi Kasus: UMKM Fesyen Daring (Tahap 2)

Melanjutkan Griya Batik Semarang — menetapkan strategi, pemilik, dan sinyal pemantauan untuk tiap risiko.

Risiko (skor)StrategiOwnerKRI
Desain dijiplak (12)Reduce — daftarkan hak cipta motifPemilik usahaJumlah laporan penjiplakan/bulan
Akun di-suspend (10)Reduce — patuhi SOP platform + akun cadanganAdmin tokoSkor kepatuhan akun (rating platform)
Harga bahan naik (8)Retain — buffer harga jual 5%Bagian produksiIndeks harga kain bulanan

Quality Check: Risk Register Anda Sudah Lengkap?

Sebelum dipresentasikan, cek risk register kelompok Anda dengan checklist berikut.

Kelengkapan Data
  • Setiap risiko punya ID, kategori, deskripsi jelas
  • Skor L×I dihitung, bukan ditebak
  • Level risiko konsisten dengan band scoring kelas
  • Prioritas terurut dari skor tertinggi
Kelengkapan Tindak Lanjut
  • Strategi 4T terisi untuk semua risiko
  • Owner adalah nama/jabatan spesifik, bukan "manajemen"
  • Timeline punya tenggat konkret
  • KRI adalah metrik terukur, bukan opini
Bagian 3 dari 3
Presentasi Risiko
ke Manajemen
Dokumen yang baik tidak berguna kalau tidak bisa dikomunikasikan dalam waktu singkat kepada pengambil keputusan.

Prinsip Presentasi Risiko ke Direksi

Direksi tidak butuh detail teknis penuh — mereka butuh dasar mengambil keputusan dengan cepat.

RISK APPETITE
Bandingkan
Tunjukkan risiko mana yang melebihi selera risiko (risk appetite) organisasi yang sudah disepakati.
VISUAL DULU
Heat Map
Mulai dengan gambar (heat map), baru masuk ke angka & tabel detail bila ditanya.
AKSI, BUKAN DATA
Rekomendasi
Tiap risiko top-3 harus diakhiri dengan rekomendasi tindakan, bukan sekadar deskripsi masalah.

Struktur Presentasi Risk Register

Urutan standar yang dipakai divisi manajemen risiko korporasi saat lapor ke komite risiko/direksi.

1. ExecutiveSummary2. Heat MapKeseluruhan3. Top-3Risiko Detail4. Strategi &Timeline5. Next Steps& Ask
Total waktu ideal: 10–12 menit + sesi tanya jawab. Slide 1–2 memuat ≤30 detik ringkasan yang harus "nempel" di kepala pendengar.

Latihan: Presentasi Kelompok

Instruksi tugas akhir mata kuliah — dikerjakan & dipresentasikan dalam kelompok yang sama sejak Pertemuan 5.

Yang dikumpulkan
  • Risk register lengkap (min. 10 risiko) organisasi/UMKM pilihan kelompok
  • Heat map visual seluruh risiko
  • Slide presentasi mengikuti struktur 5-bagian (Slide 16)
Format presentasi
  • 10–12 menit per kelompok + 5 menit tanya jawab
  • Semua anggota wajib berbicara
  • Dinilai memakai checklist Slide 13 + kejelasan komunikasi
Batas pengumpulan file risk register: H-1 sebelum sesi presentasi minggu depan (dikoordinasikan dosen pengampu).

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Pelajaran dari praktik nyata — hindari jebakan ini di risk register maupun presentasi kelompok Anda.

Skor tanpa dasar. Memberi angka likelihood/impact tanpa argumen (data historis, expert judgement) — mudah dipatahkan saat tanya jawab.
Strategi generik. Menulis "mitigasi lebih lanjut" tanpa strategi 4T yang spesifik dan owner yang jelas.
Presentasi = baca ulang tabel. Membacakan seluruh 12 baris risk register kata per kata — direksi kehilangan fokus dalam 2 menit.
Tanpa rekomendasi. Berhenti di "ini masalahnya" tanpa menjawab "lalu apa yang harus dilakukan?"

Rangkuman: Perjalanan Satu Semester

Risk register adalah muara dari seluruh proses Enterprise Risk Management yang kita pelajari sejak Pertemuan 1.

TahapPertemuanOutput ke Risk Register
Konteks & IdentifikasiP2–P5Daftar risiko, kategori, deskripsi
AnalisisP6–P11Likelihood, impact, skor per kategori risiko
Evaluasi & PerlakuanP12Level risiko, strategi 4T
Penyusunan & PresentasiP13–P14Owner, timeline, KRI, dokumen & presentasi final

Penutup: Menuju Ujian Akhir Semester

Yang perlu disiapkan
  • Finalisasi risk register & presentasi kelompok (Slide 17)
  • Review seluruh materi P1–P14 untuk UAS
  • Fokus revisi: penghitungan skor risiko & strategi 4T (paling sering keliru)
UAS
Minggu 16
Mencakup teori & studi kasus perhitungan dari seluruh materi semester.