‹ Daftar slidePertemuan 13: Penyusunan Risk Register (Bagian 1)
FEB UNDIP · Bisnis Digital
Manajemen Risiko
Pertemuan 13: Penyusunan Risk Register (Bagian 1)
Mengintegrasikan hasil identifikasi, analisis, dan evaluasi risiko dari minggu-minggu sebelumnya menjadi satu dokumen kerja: risk register.
RPS minggu 14 · 2x50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
TUJUAN 1
Definisi
Menjelaskan apa itu risk register dan mengapa dokumen ini menjadi "jantung" seluruh siklus manajemen risiko organisasi.
TUJUAN 2
Struktur
Mengidentifikasi kolom-kolom wajib risk register dan fungsi masing-masing kolom dalam mendukung keputusan manajemen.
TUJUAN 3
Integrasi
Menggabungkan hasil identifikasi (P4–P5), analisis (P6–P10), dan evaluasi/perlakuan (P11–P12) ke dalam satu baris data risiko.
TUJUAN 4
Praktik
Mulai menyusun draf risk register untuk studi kasus organisasi pilihan kelompok, sebagai bekal Bagian 2 minggu depan.
Bagian 1 dari 4
Apa dan Mengapa Risk Register?
Mengenal dokumen kerja utama manajemen risiko sebelum masuk ke struktur teknisnya.
Apa Itu Risk Register?
Risk register (daftar risiko) adalah dokumen terstruktur yang mencatat seluruh risiko teridentifikasi suatu organisasi beserta analisis, prioritas, dan strategi penanganannya — diperbarui secara berkala, bukan dibuat sekali lalu disimpan.
Risk register BUKAN sekadar daftar "hal buruk yang mungkin terjadi". Ia adalah alat kerja hidup (living document) yang menjadi rujukan direksi, auditor, dan regulator seperti OJK untuk menilai kesehatan tata kelola risiko organisasi.
FUNGSI UTAMA
Memusatkan seluruh informasi risiko dalam satu sumber kebenaran (single source of truth)
Mendukung keputusan alokasi sumber daya mitigasi
Bukti kepatuhan tata kelola (governance) bagi auditor internal/eksternal
Informasi risiko terpencar di email, rapat, memori individu
DENGAN REGISTER
Terpusat
Satu dokumen, satu versi kebenaran, mudah diaudit
DAMPAK NYATA
Akuntabel
Jelas siapa risk owner & tenggat tindak lanjut
Kasus nyata: kegagalan sejumlah lembaga keuangan global (mis. kasus Enron 2001) sering ditelusuri ke akar masalah yang sama — risiko sudah diketahui oleh sebagian pihak, tetapi tidak pernah tercatat dan dieskalasi secara formal ke level pengambil keputusan tertinggi.
Posisi Risk Register dalam Proses Manajemen Risiko
Risk register adalah titik kumpul dari seluruh tahap yang sudah Anda pelajari sejak pertemuan 2 — bukan tahap yang berdiri sendiri.
Bagian 2 dari 4
Struktur & Kolom Wajib
Membedah kolom demi kolom yang membentuk sebuah risk register standar.
Sepuluh Kolom Wajib Risk Register
No
Kolom
Fungsi Singkat
1
ID Risiko
Kode unik untuk pelacakan (mis. OPS-01)
2
Kategori
Operasional / SDM / Pasar / Kredit / Lingkungan, dsb.
3
Deskripsi Risiko
Uraian peristiwa risiko secara jelas & spesifik
4
Penyebab
Akar masalah (root cause) risiko tersebut
5
Dampak
Konsekuensi bila risiko terjadi (finansial/reputasi)
6
Probabilitas & Dampak
Skor kuantitatif dari tahap analisis (P6–P10)
7
Level Risiko
Probabilitas × Dampak — menentukan prioritas
8
Strategi Perlakuan
Avoid / Reduce / Transfer / Retain (dari P12)
9
Risk Owner
Individu/unit yang bertanggung jawab memantau
10
Status & Tenggat
Terbuka/Selesai/Termonitor, batas waktu tindak lanjut
Menghitung Level Risiko (Risk Score)
Kolom paling menentukan prioritas adalah Level Risiko, dihitung dari hasil skor Probabilitas dan Dampak yang sudah Anda tentukan di tahap analisis risiko.
Risk Score = Probabilitas × Dampak
SKALA PROBABILITAS (1–5)
1 = Sangat Jarang (<10% per tahun)
3 = Cukup Sering (30–50% per tahun)
5 = Hampir Pasti (>80% per tahun)
SKALA DAMPAK (1–5)
1 = Sangat Ringan (kerugian minimal)
3 = Sedang (ganggu operasional)
5 = Sangat Berat (ancam kelangsungan usaha)
Hitung dari Nol: Skor Risiko Gangguan Server E-Commerce
Kasus: sebuah platform e-commerce lokal (skala Bukalapak) menilai risiko "server down saat flash sale".
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Tentukan Probabilitas
Kejadian tercatat 2x dalam 10x flash sale → 2/10
P = 2 (Jarang)
2. Tentukan Dampak
Estimasi kerugian omzet ~Rp 800 juta per insiden, kategori berat
D = 4 (Berat)
3. Hitung Risk Score
P × D = 2 × 4
Skor = 8
4. Tentukan Level Risiko
Skor 8 berada di rentang 6–12 pada matriks 5×5
Level = TINGGI
HASIL AKHIR
Skor 8 — Tinggi
Risiko ini masuk prioritas mitigasi utama pada risk register
Hitung dari Nol: Skor Risiko Keterlambatan Bahan Baku UMKM
Kasus: UMKM konveksi di Semarang menilai risiko "keterlambatan pasokan kain dari pemasok".
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Tentukan Probabilitas
Terlambat 6 dari 12 bulan terakhir → 6/12 = 50%
P = 3 (Cukup Sering)
2. Tentukan Dampak
Rata-rata penundaan produksi 3 hari, kerugian ~Rp 15 juta/kejadian
D = 2 (Ringan–Sedang)
3. Hitung Risk Score
P × D = 3 × 2
Skor = 6
4. Tentukan Level Risiko
Skor 6 berada di batas bawah rentang 6–12
Level = SEDANG–TINGGI
HASIL AKHIR
Skor 6 — Sedang
Perlu dipantau rutin, belum jadi prioritas tertinggi dibanding skor 8 di kasus sebelumnya
Memvisualisasikan Skor: Matriks Risiko 5×5
Risk register sering dilengkapi heat map visual agar direksi cepat menangkap prioritas tanpa membaca seluruh tabel.
Bagian 3 dari 4
Menyusun Strategi Perlakuan & Risk Owner
Menghubungkan kembali keputusan avoid/reduce/transfer/retain dari pertemuan lalu ke dalam register.
Menautkan Strategi Perlakuan ke Register
Kolom "Strategi Perlakuan" mengambil langsung dari empat opsi yang sudah Anda pelajari di pertemuan 12.
AVOID (HINDARI)
Stop
Menghentikan aktivitas sumber risiko. Contoh: menutup lini produk yang margin-nya terus tergerus.
REDUCE (KURANGI)
Mitigasi
Menurunkan probabilitas/dampak. Contoh: menambah server cadangan untuk kurangi risiko downtime.
TRANSFER (ALIHKAN)
Asuransi
Memindahkan beban finansial ke pihak ketiga. Contoh: polis asuransi gangguan usaha (business interruption).
RETAIN (TERIMA)
Cadangan Dana
Menanggung sendiri risiko kecil dengan menyisihkan dana cadangan (self-insurance).
Mengapa Risk Owner Sama Pentingnya dengan Skor?
Risk register tanpa risk owner yang jelas hanya jadi daftar keinginan (wish list) — skor setinggi apa pun tidak akan berujung pada tindakan nyata bila tidak ada nama dan tenggat waktu.
CIRI RISK OWNER YANG BAIK
Punya kewenangan mengambil tindakan/anggaran
Posisinya relevan dengan sumber risiko (bukan sekadar "IT" untuk semua risiko digital)
Risiko fluktuasi kurs ekspor → Kepala Divisi Keuangan/Treasury
Bagian 4 dari 4
Praktik: Menyusun Draf Risk Register
Saatnya menerapkan seluruh konsep pada studi kasus kelompok Anda.
Alat Bantu: Simulator Skor & Prioritas Risiko
Geser nilai probabilitas dan dampak untuk melihat bagaimana skor dan level risiko berubah secara langsung — gunakan untuk menguji risiko pada studi kasus kelompok Anda.
Latihan Kelompok: Draf Risk Register (30 menit)
Bekerja dalam kelompok yang sama seperti tugas identifikasi risiko sebelumnya. Gunakan organisasi/studi kasus yang sama yang sudah kelompok Anda pilih sejak pertemuan 4–5.
INSTRUKSI
Pilih minimal 3 risiko yang sudah kelompok identifikasi & analisis sebelumnya
Isi seluruh 10 kolom risk register untuk tiap risiko (gunakan template tabel di slide 8)
Hitung risk score dengan rumus P × D, tentukan levelnya dari matriks 5×5
Tentukan strategi perlakuan (avoid/reduce/transfer/retain) & risk owner spesifik dengan nama jabatan
Simpan draf — akan dilanjutkan & dipresentasikan di Pertemuan 14 (Bagian 2)
Rangkuman Pertemuan 13
Konsep
Poin Kunci
Risk register
Dokumen hidup, satu sumber kebenaran seluruh informasi risiko organisasi
10 kolom wajib
ID s.d. status/tenggat — mengintegrasikan identifikasi, analisis, evaluasi
Risk score
Probabilitas × Dampak (skala 1–5), dipetakan ke matriks 5×5
Strategi perlakuan
Avoid / Reduce / Transfer / Retain, bisa dikombinasikan
Risk owner
Nama & jabatan spesifik — kunci akuntabilitas tindak lanjut
Risk register yang baik = angka yang akurat + strategi yang tepat + pemilik yang jelas. Hilangkan satu saja, dokumen kehilangan gunanya.
Penutup & Persiapan Pertemuan 14
MINGGU DEPAN (P14, RPS MINGGU 15)
Menyelesaikan risk register kelompok secara lengkap
Menyusun ringkasan eksekutif (executive summary) untuk direksi
Presentasi risk register lengkap tiap kelompok di depan kelas
TUGAS SEBELUM P14
Lengkapi Draf
Selesaikan minimal 5 baris risiko dengan seluruh 10 kolom terisi, siapkan slide presentasi maksimal 8 halaman.