‹ Daftar slidePertemuan 12: Evaluasi dan Perlakuan Risiko (Asuransi & Reasuransi)
Program Studi Bisnis Digital · FEB UNDIP · Manajemen Risiko
Evaluasi dan Perlakuan Risiko (Asuransi & Reasuransi)
Pertemuan 12 · Dari Analisis Risiko ke Keputusan Mitigasi
Setelah risiko teridentifikasi dan dianalisis, saatnya memutuskan: dihindari, dikurangi, dipindahkan, atau diterima — dan bagaimana asuransi & reasuransi berperan sebagai instrumen transfer risiko.
RPS minggu 13 · 2x50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu mengevaluasi tingkat risiko dan memutuskan perlakuan yang tepat, termasuk memahami peran asuransi dan reasuransi:
01 · Evaluasi
Menilai tingkat risiko menggunakan peta risiko (risk matrix) dan membandingkannya dengan kriteria/selera risiko organisasi.
02 · Perlakuan
Memutuskan strategi perlakuan risiko: avoid, reduce, transfer, atau retain — sesuai posisi risiko di peta risiko.
03 · Pencegahan & Pengendalian
Merumuskan alternatif tindakan pencegahan (sebelum kejadian) dan pengendalian (saat/sesudah kejadian).
04 · Asuransi & Reasuransi
Menjelaskan konsep, prinsip, dan mekanisme asuransi serta reasuransi sebagai instrumen transfer risiko bisnis.
Bagian 1 dari 3
Evaluasi Risiko: Dari Analisis ke Keputusan
Angka hasil analisis risiko (minggu-minggu sebelumnya) baru bermakna kalau dibandingkan dengan kriteria yang jelas — di sinilah evaluasi risiko berperan.
Kriteria RisikoPeta RisikoRisk Appetite
Evaluasi Risiko: Membandingkan dengan Kriteria
Evaluasi risiko adalah tahap membandingkan skor risiko (hasil analisis) dengan kriteria risiko yang telah ditetapkan organisasi, untuk memutuskan prioritas penanganan.
Tiga input utama kriteria risiko
Regulasi & standar industri — misalnya batas eksposur kredit yang diatur OJK untuk bank.
Risk appetite (selera risiko) manajemen puncak & dewan komisaris.
Dampak terhadap tujuan strategis — apakah risiko mengancam target pertumbuhan atau reputasi merek.
Peta Risiko (Risk Matrix): Alat Bantu Evaluasi
Peta risiko memplot Probabilitas (1–5) dan Dampak (1–5) setiap risiko dalam satu grid; skor = P × D menentukan level risiko dan urutan prioritas penanganan.
Skor 1–4 Rendah · 5–9 Sedang · 10–15 Tinggi · 16–25 Ekstrem
Hitung dari Nol — HDN-1: Skor Risiko & Level
Sebuah platform e-commerce menilai risiko kebocoran data pelanggan. Berdasarkan data historis industri, insiden serupa terjadi pada 4 dari 5 tahun terakhir (probabilitas tinggi), dan estimasi kerugian mencakup denda serta hilangnya kepercayaan pelanggan (dampak besar). Berapa skor risikonya?
Dua istilah kunci dalam menetapkan kriteria risiko — sering tertukar, padahal berbeda cakupan.
Risk Appetite (Selera Risiko)
Jumlah & jenis risiko yang bersedia diambil organisasi demi mencapai tujuan strategis.
Ditetapkan oleh dewan komisaris/direksi, bersifat luas & kualitatif.
Contoh: bank konservatif seperti BBCA punya selera risiko kredit lebih rendah dibanding fintech lending baru.
Risk Tolerance (Toleransi Risiko)
Batas variasi maksimum yang diizinkan di sekitar target/appetite — lebih spesifik & terukur.
Diturunkan menjadi angka operasional, misalnya batas skor risiko maksimal 12 untuk unit bisnis tertentu.
Contoh: toleransi rasio kredit macet (NPL) maksimal 5% sebelum tindakan korektif dipicu.
Bagian 2 dari 3
Empat Strategi Perlakuan Risiko (4T)
Setelah risiko dievaluasi dan diberi prioritas, manajemen harus memutuskan salah satu dari empat jalan: hindari, kurangi, pindahkan, atau terima.
AvoidReduceTransferRetain
Avoid & Reduce: Menghindari dan Mengurangi
Avoid (Menghindari)
Menghentikan/tidak memulai aktivitas yang memicu risiko — biasanya untuk risiko level Ekstrem dengan manfaat tak sebanding.
UMKM digital membatalkan rencana ekspansi ke negara dengan risiko politik tinggi.
Perusahaan menolak proyek yang melanggar regulasi lingkungan.
Reduce (Mengurangi)
Menurunkan probabilitas dan/atau dampak risiko lewat kontrol — risiko tetap dijalankan, tapi lebih terkendali.
Tokopedia menambah lapisan verifikasi (2FA) untuk mengurangi risiko peretasan akun.
Gudang UMKM memasang sistem pemadam kebakaran otomatis (sprinkler).
Glosarium: avoid = tindakan menghentikan sumber risiko sepenuhnya; reduce = tindakan menurunkan skor risiko (P dan/atau D) melalui kontrol internal.
Transfer & Retain: Memindahkan dan Menerima
Transfer (Memindahkan)
Memindahkan sebagian/seluruh konsekuensi finansial risiko ke pihak ketiga — risiko tetap ada, tapi bebannya berpindah.
Asuransi gudang terhadap kebakaran (dibahas mendalam di Bagian 3).
Klausul outsourcing logistik memindahkan risiko keterlambatan ke jasa kurir.
Retain (Menerima)
Menerima risiko secara sadar — biasanya untuk risiko level Rendah di mana biaya mitigasi lebih mahal dari potensi kerugiannya.
Perusahaan menyisihkan dana cadangan (self-insurance) untuk kerugian kecil rutin.
UMKM menerima risiko fluktuasi harga bahan baku dalam batas wajar.
Glosarium: transfer = memindahkan beban finansial risiko ke pihak lain (asuransi, kontrak); retain = menanggung sendiri risiko secara sadar dan terencana.
Memilih Strategi: Memetakan Risk Matrix ke 4T
Posisi risiko pada peta risiko (Slide 5) menjadi panduan awal memilih strategi — berikut walkthrough dua kasus.
Kasus
Posisi di Peta Risiko
Strategi Terpilih
Kebocoran data pelanggan (HDN-1)
Skor 16 — Ekstrem
Reduce (kontrol siber) + Transfer (asuransi siber)
Keterlambatan pengiriman kurir pihak ketiga
Skor 8 — Sedang
Reduce (SLA kurir) atau Transfer (klausul kontrak)
Kesalahan input data entry ringan
Skor 2 — Rendah
Retain (biaya kontrol > potensi kerugian)
Ekspansi ke negara berisiko politik tinggi
Skor 20 — Ekstrem
Avoid (manfaat tak sebanding risiko)
Pola umum: skor Ekstrem/Tinggi → Avoid/Reduce/Transfer; skor Rendah → Retain. Tapi konteks bisnis tetap menentukan — bukan aturan kaku.
Pencegahan vs Pengendalian Risiko
Dua alternatif tindakan operasional yang mendukung strategi reduce — berbeda posisi waktu terhadap kejadian risiko.
Contoh: alat pemadam kebakaran, server cadangan (backup), rencana pemulihan bencana (disaster recovery plan).
Konsep Dasar Asuransi: Transfer Risiko & Pooling
Asuransi adalah mekanisme transfer risiko di mana banyak pihak yang menghadapi risiko serupa membayar premi ke satu penanggung (insurer), yang kemudian menanggung kerugian pihak mana pun yang mengalami klaim.
Glosarium: pooling risiko = menggabungkan risiko banyak pihak sehingga kerugian individu yang jarang terjadi ditanggung bersama dari dana premi kolektif — inilah dasar hukum bilangan besar (law of large numbers) dalam asuransi.
Prinsip-Prinsip Dasar Asuransi
Lima prinsip hukum yang menjaga asuransi tetap adil bagi kedua belah pihak — tertanggung (insured) dan penanggung (insurer).
Insurable Interest
Tertanggung harus punya kepentingan finansial nyata atas objek yang diasuransikan — tak bisa mengasuransikan gudang milik orang lain.
Utmost Good Faith
Kedua pihak wajib mengungkap semua fakta material secara jujur — menyembunyikan riwayat klaim bisa membatalkan polis.
Indemnity
Ganti rugi mengembalikan tertanggung ke posisi finansial semula — tidak boleh mengambil untung dari klaim.
Proximate Cause
Klaim dibayar hanya jika penyebab utama kerugian termasuk risiko yang dijamin polis.
Subrogation
Setelah membayar klaim, insurer berhak menuntut pihak ketiga yang menyebabkan kerugian (mis. penyebab kebakaran).
Hitung dari Nol — HDN-2: Premi Asuransi Sederhana
Sebuah UMKM digital mengasuransikan gudang senilai Rp 5 miliar terhadap kebakaran. Data historis industri menunjukkan probabilitas kejadian 0,5% per tahun, dengan potensi kerugian penuh jika terjadi. Perusahaan asuransi menetapkan loading factor (biaya administrasi + margin) sebesar 40% dari expected loss. Berapa premi tahunannya?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Expected Loss (Probabilitas × Nilai Pertanggungan)
0,5% × Rp5.000.000.000
Rp25.000.000
2. Loading (biaya admin + margin insurer)
40% × Rp25.000.000
Rp10.000.000
3. Premi Tahunan
Rp25.000.000 + Rp10.000.000
Rp35.000.000
4. Rate Premi (thd nilai pertanggungan)
Rp35.000.000 ÷ Rp5.000.000.000
0,70%
Premi yang Dibayar UMKM
Rp35 juta / tahun
Setara rate 0,70% dari nilai pertanggungan Rp5 miliar.
Coba Sendiri: Hitung Ulang Premi dengan Probabilitas dan Loading Berbeda
Ubah nilai objek yang diasuransikan, probabilitas kejadian, dan loading factor, lalu amati bagaimana premi tahunan berubah.
Jenis Asuransi untuk Bisnis Digital
Perusahaan memilih kombinasi jenis asuransi sesuai profil risiko utamanya.
Properti
Melindungi aset fisik — gudang, kantor, peralatan — dari kebakaran, banjir, gempa.
Liability (Tanggung Gugat)
Melindungi dari tuntutan hukum pihak ketiga akibat produk cacat atau kelalaian layanan.
Business Interruption
Mengganti hilangnya pendapatan saat operasional terhenti akibat kejadian yang dijamin.
Cyber Insurance
Menanggung biaya pemulihan & denda akibat kebocoran data atau serangan siber — relevan untuk platform digital.
Kredit (Trade Credit)
Melindungi dari risiko gagal bayar pelanggan/mitra bisnis B2B.
Karyawan (Employee Benefit)
Asuransi kesehatan & jiwa karyawan — sebagian wajib mengikuti BPJS Ketenagakerjaan.
Bagian 3 dari 3
Reasuransi: Asuransi untuk Perusahaan Asuransi
Bagaimana perusahaan asuransi sendiri mengelola risiko atas klaim raksasa yang mungkin melampaui kapasitas keuangannya?
Cedent & ReinsurerTreaty & Facultative
Konsep & Fungsi Reasuransi
Reasuransi adalah “asuransi untuk perusahaan asuransi” — perusahaan asuransi (cedent) memindahkan sebagian risikonya ke perusahaan reasuransi (reinsurer) agar eksposurnya tidak melampaui kapasitas modal.
Tiga fungsi utama reasuransi
Kapasitas — memungkinkan cedent menerima polis bernilai besar tanpa melampaui batas modalnya.
Stabilitas — meredam fluktuasi hasil underwriting saat terjadi klaim katastrofik (gempa, banjir besar).
Proteksi solvabilitas — menjaga cedent tetap mampu membayar klaim nasabah meski terjadi bencana besar.
Jenis Reasuransi: Dua Dimensi Klasifikasi
Reasuransi diklasifikasikan berdasarkan cara pengaturan dan cara pembagian risiko.
Dimensi
Jenis A
Jenis B
Cara pengaturan
Treaty — perjanjian otomatis untuk seluruh portofolio polis sejenis
Facultative — dinegosiasikan satu per satu untuk polis tertentu (risiko besar/khusus)
Cara pembagian risiko
Proportional — premi & klaim dibagi sesuai persentase tetap
Non-Proportional — reinsurer hanya menanggung klaim di atas ambang tertentu (excess of loss)
Contoh gabungan: sebuah perusahaan asuransi properti Indonesia memakai treaty proportional untuk seluruh portofolio polis rumah tinggal, tapi memakai facultative non-proportional khusus untuk satu pabrik bernilai sangat besar dengan profil risiko unik.
Latihan Aplikatif: Menentukan Perlakuan Risiko
Kerjakan berkelompok (3–4 orang), waktu 15 menit. Pilih satu perusahaan bisnis digital (marketplace, fintech, atau startup logistik) dan kerjakan langkah berikut:
Instruksi
Identifikasi 2 risiko utama perusahaan pilihan Anda (boleh operasional, siber, pasar, atau kredit).
Beri skor Probabilitas & Dampak (skala 1–5) untuk masing-masing, hitung Skor Risiko dan tentukan Level-nya menggunakan peta risiko Slide 5.
Tentukan strategi perlakuan (Avoid/Reduce/Transfer/Retain) untuk tiap risiko, beserta alasannya.
Untuk risiko yang dipilih Transfer, sebutkan jenis asuransi yang relevan (lihat Slide 16).
Jembatan ke Pertemuan 13: hasil latihan ini — identifikasi, skor, dan strategi — adalah cikal-bakal Risk Register yang akan Anda susun secara lengkap dua pertemuan ke depan.