stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-10
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 10: Analisis Risiko Kredit (Rating, Skoring, RAROC, Term Structure)
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP

Manajemen Risiko

Pertemuan 10 — Analisis Risiko Kredit

Rating, skoring, RAROC, dan term structure — bagaimana bank dan fintech lending memutuskan siapa yang layak dipinjami, dan berapa harga yang pantas untuk risikonya?

RPS MINGGU 11 • 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menganalisis risiko kredit secara kualitatif maupun kuantitatif. Secara rinci:

CAPAIAN 1 — KONSEP
5C
Memahami konsep, sumber risiko kredit, dan melakukan penilaian kualitatif dengan kerangka 5C.
CAPAIAN 2 — RATING & SKORING
Z-SCORE
Menerapkan metode rating perusahaan dan credit scoring (model Altman & model linier) untuk menilai kelayakan debitur.
CAPAIAN 3 — RAROC
RAROC
Menghitung Risk-Adjusted Return on Capital (RAROC) untuk menilai profitabilitas kredit setelah memperhitungkan risiko.
CAPAIAN 4 — STRUKTUR & MATRIKS
MATRIX
Menjelaskan term structure spread kredit dan membaca credit migration matrix (matriks transisi rating).

Ketika Kredit Macet, Siapa yang Menanggung?

KASUS 1 — NPL FINTECH P2P LENDING

Sejumlah platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia pernah mencatat TWP90 (tingkat wanprestasi >90 hari, setara Non-Performing Loan/NPL) di atas 5% pasca-pandemi — jauh melampaui rasio aman perbankan (~2–3%). Ribuan peminjam UMKM gagal bayar karena omzet anjlok.

KASUS 2 — GAGAL BAYAR OBLIGASI KORPORASI

Beberapa emiten BEI pernah gagal membayar kupon/pokok obligasi jatuh tempo (default). Investor yang mengandalkan rating tinggi tanpa mengecek tren keuangan terkini menanggung kerugian karena rating bisa terlambat merefleksikan penurunan kualitas kredit.

Kedua kasus ini punya akar yang sama: penilaian risiko kredit yang tidak memadai di awal, atau tidak diperbarui seiring waktu. Hari ini kita belajar alat-alat yang mencegah kesalahan itu — dari penilaian kualitatif sampai model kuantitatif.
Bagian 1 dari 3
Konsep Dasar & Sumber Risiko Kredit
Apa itu risiko kredit, dari mana asalnya, dan bagaimana menilainya secara kualitatif sebelum masuk ke angka?

Apa itu Risiko Kredit?

Risiko kredit (credit risk) adalah potensi kerugian akibat debitur/mitra transaksi gagal memenuhi kewajiban sesuai perjanjian — baik pokok maupun bunga.

DEFAULT RISK

Risiko debitur gagal bayar total (wanprestasi) — bentuk risiko kredit paling ekstrem.

DOWNGRADE RISK

Risiko peringkat kredit turun meski belum default — nilai obligasi ikut turun.

CREDIT SPREAD RISK

Risiko spread (selisih imbal hasil vs SUN/obligasi bebas risiko) melebar akibat persepsi risiko naik.

Ketiga bentuk ini berbeda tapi saling terkait: penurunan rating (downgrade) biasanya memicu pelebaran spread sebelum default benar-benar terjadi — itulah mengapa analis kredit memantau tren, bukan hanya status saat ini.

Dari Mana Risiko Kredit Berasal?

ADVERSE SELECTION

Pemberi pinjaman punya informasi lebih sedikit daripada peminjam tentang risiko sebenarnya — peminjam berisiko tinggi justru paling agresif mencari kredit (karena tahu kemungkinan sulit membayar).

MORAL HAZARD

Setelah kredit cair, debitur bisa mengambil keputusan lebih berisiko karena tidak sepenuhnya menanggung akibat kegagalan — misalnya dana modal kerja dipakai untuk hal di luar rencana bisnis.

KONSENTRASI
Terlalu banyak kredit ke satu sektor/debitur — risiko menumpuk saat sektor itu goyah (mis. properti, tambang).
COUNTERPARTY
Risiko mitra transaksi derivatif/repo gagal bayar sebelum transaksi selesai.
MAKROEKONOMI
Kenaikan BI Rate, pelemahan rupiah, atau resesi menaikkan risiko gagal bayar di seluruh portofolio sekaligus.

Penilaian Kualitatif: Kerangka 5C

Sebelum masuk ke angka, analis kredit menilai debitur secara kualitatif dengan lima aspek klasik (5C):

CharacterRekam jejak& itikad bayarSLIK OJK,reputasi bisnisCapacityKemampuanbayarArus kas,rasio DSCRCapitalModal sendiriyang ditanamRasio ekuitasvs utangCollateralAgunanpengamanTanah, mesin,piutangConditionKondisiekonomi & sektorBI Rate, siklusindustri
Kelima C ini saling melengkapi — debitur dengan character baik tapi capacity lemah tetap berisiko tinggi. Analis kredit menilai keseluruhan, bukan satu aspek saja.
Bagian 2 dari 3
Rating & Skoring Kredit
Dari penilaian kualitatif ke angka: bagaimana lembaga pemeringkat dan model statistik mengkuantifikasi risiko kredit?

Credit Rating: Opini Lembaga Pemeringkat

Credit rating adalah opini independen lembaga pemeringkat tentang kemampuan & kemauan entitas membayar kewajiban tepat waktu. Di Indonesia: Pefindo (idAAA–idD); global: Moody's, S&P, Fitch.

Skala PefindoSkala S&P/Fitch (global)KategoriArti
idAAA – idAAAAA – AAInvestment gradeRisiko gagal bayar sangat rendah
idA – idBBBA – BBBInvestment gradeKapasitas bayar memadai, sensitif kondisi ekonomi
idBB – idBBB – BSpeculative gradeAda unsur spekulatif, risiko meningkat
idCCC – idDCCC – DSpeculative gradeRisiko tinggi hingga sudah gagal bayar (D = default)
Rating bersifat relatif & berkala (di-review tiap tahun atau saat ada peristiwa material) — bukan jaminan mutlak. Investor obligasi korporasi BEI wajib memeriksa tanggal rating terakhir, bukan hanya labelnya.

Credit Scoring: Model Altman & Model Linier

Credit scoring mengubah data keuangan debitur menjadi satu angka (skor) yang memprediksi probabilitas gagal bayar/kebangkrutan — lebih objektif & cepat dibanding penilaian manual.

MODEL ALTMAN Z-SCORE (MODEL LINIER)

Dikembangkan Edward Altman (1968) — sering disebut juga pendekatan "Zaltman" dalam sejumlah rujukan RPS. Menggabungkan 5 rasio keuangan lewat fungsi diskriminan linier menjadi satu skor Z.

Z = 1,2X₁ + 1,4X₂ + 3,3X₃ + 0,6X₄ + 1,0X₅
5 VARIABEL RASIO
  • X₁ = Modal Kerja / Total Aset
  • X₂ = Laba Ditahan / Total Aset
  • X₃ = EBIT / Total Aset
  • X₄ = Nilai Pasar Ekuitas / Total Liabilitas
  • X₅ = Penjualan / Total Aset
Model linier di sini berarti Z adalah kombinasi linier terbobot dari rasio-rasio keuangan — bobot (1,2; 1,4; 3,3; 0,6; 1,0) diestimasi dari data historis perusahaan bangkrut vs sehat.

Hitung dari Nol (1): Z-Score PT Maju Sejahtera Tbk

Kasus: Perusahaan manufaktur (ilustrasi), Total Aset Rp 500 miliar, Total Liabilitas Rp 250 miliar. Modal Kerja Rp 100 M, Laba Ditahan Rp 150 M, EBIT Rp 60 M, Nilai Pasar Ekuitas Rp 400 M, Penjualan Rp 550 M.

LangkahPerhitunganNilai
1. X₁ (Modal Kerja/Aset)100 / 5000,20
2. X₂ (Laba Ditahan/Aset)150 / 5000,30
3. X₃ (EBIT/Aset)60 / 5000,12
4. X₄ (Nilai Pasar Ekuitas/Liabilitas)400 / 2501,60
5. X₅ (Penjualan/Aset)550 / 5001,10
6. Z-Score1,2(0,20)+1,4(0,30)+3,3(0,12)+0,6(1,60)+1,0(1,10)3,116
Z-SCORE PT MAJU SEJAHTERA
3,116
Z > 2,99 → Zona Aman

Coba Sendiri: Ubah Rasio Keuangan dan Lihat Z-Score Bergeser

Ubah angka modal kerja, laba ditahan, EBIT, nilai pasar ekuitas, dan penjualan, lalu amati bagaimana Z-Score dan zona risikonya berubah.

Interpretasi Zona Z-Score & Latihan Kelas

ZonaRentang ZInterpretasi
Zona AmanZ > 2,99Risiko kebangkrutan rendah
Zona Abu-Abu (Grey Zone)1,81 ≤ Z ≤ 2,99Perlu kajian lanjutan — ketidakpastian
Zona Bahaya (Distress)Z < 1,81Risiko kebangkrutan tinggi
PT Maju Sejahtera Tbk (Z = 3,116) berada di Zona Aman — layak dipertimbangkan untuk kredit/investasi, namun tetap perlu dipantau berkala.
LATIHAN KELAS — 5 MENIT

Sebuah UMKM digital pengguna platform pinjaman fintech memiliki: Modal Kerja/Aset = 0,05; Laba Ditahan/Aset = 0,10; EBIT/Aset = 0,08; Nilai Pasar Ekuitas/Liabilitas = 0,40; Penjualan/Aset = 1,50. Hitung Z-Score-nya dan tentukan zonanya bersama teman sebangku.

Bagian 3 dari 3
RAROC, Term Structure & Credit Matrix
Setelah tahu risikonya, bagaimana bank memutuskan apakah kredit itu menguntungkan — dan bagaimana risiko berubah sepanjang waktu?

RAROC: Menilai Untung-Rugi Kredit Setelah Risiko

RAROC (Risk-Adjusted Return on Capital) mengukur imbal hasil kredit setelah dikurangi kerugian yang diharapkan (Expected Loss), dibagi modal risiko (Economic Capital) yang harus dicadangkan bank.

RAROC = (Pendapatan − Biaya − Expected Loss) / Economic Capital
KOMPONEN EXPECTED LOSS (EL)
  • PD (Probability of Default) — probabilitas gagal bayar
  • LGD (Loss Given Default) — persentase kerugian jika gagal bayar (setelah agunan)
  • EAD (Exposure at Default) — total eksposur saat gagal bayar
EL = PD × LGD × EAD
ECONOMIC CAPITAL

Modal yang dicadangkan bank untuk menyerap kerugian tak terduga (di luar EL), biasanya dihitung sebagai persentase dari EAD berdasarkan model risiko internal bank — makin berisiko debitur, makin besar modal yang harus disisihkan.

Hitung dari Nol (2): RAROC Kredit Korporasi Bank X

Kasus: Bank X memberi kredit modal kerja Rp 10 miliar ke perusahaan distribusi digital. Bunga 12%/tahun, biaya dana 6%, biaya operasional 1%. PD = 2%, LGD = 45%, EAD = Rp 10 miliar. Economic Capital = 8% × EAD.

LangkahPerhitunganNilai
1. Pendapatan bunga12% × Rp 10 MRp 1.200 jt
2. Net interest income1.200 jt − (6% × 10 M = 600 jt)Rp 600 jt
3. Laba sebelum EL600 jt − (1% × 10 M = 100 jt)Rp 500 jt
4. Expected Loss (EL)PD×LGD×EAD = 0,02×0,45×10.000 jtRp 90 jt
5. Laba disesuaikan risiko500 jt − 90 jtRp 410 jt
6. Economic Capital8% × Rp 10.000 jtRp 800 jt
7. RAROC410 jt / 800 jt51,25%

Coba Sendiri: Ubah PD, LGD, EAD dan Lihat RAROC Berubah

Ubah probability of default, loss given default, dan exposure at default, lalu amati bagaimana expected loss dan RAROC berubah mengikuti.

Interpretasi RAROC: Layak atau Tidak?

RAROC KREDIT BANK X
51,25%
vs hurdle rate ~15% (biaya modal bank)
KondisiKeputusan
RAROC > Hurdle Rate (biaya modal)Value-creating — kredit layak disalurkan, menciptakan nilai bagi bank
RAROC ≈ Hurdle RateMarjinal — perlu negosiasi ulang suku bunga/kolateral
RAROC < Hurdle RateValue-destroying — kredit merugikan meski bunga terlihat tinggi
RAROC 51,25% jauh melampaui hurdle rate ~15% — kredit ini menciptakan nilai bagi Bank X. RAROC memungkinkan bank membandingkan kredit dengan tingkat risiko & bunga berbeda-beda secara setara.

Term Structure of Credit Risk

Term structure risiko kredit menunjukkan bagaimana credit spread (premi risiko di atas SUN/obligasi bebas risiko) berubah seiring jangka waktu (tenor) dan kategori rating.

Tenor (tahun)Spread (bps)13510idAAAidBBBidBB
Pola umum (ilustratif, ~): (1) makin rendah rating → spread makin lebar di semua tenor; (2) makin panjang tenor → spread makin melebar, dan pelebarannya lebih tajam untuk rating rendah — ketidakpastian jangka panjang lebih besar bagi debitur berisiko.

Credit Migration Matrix: Rating Bisa Berubah

Credit migration matrix (matriks transisi rating) menunjukkan probabilitas rating debitur berpindah ke rating lain dalam periode tertentu (biasanya 1 tahun) — berbasis data historis lembaga pemeringkat.

Rating Awal ↓ / Akhir →AAAAAABBBDefault
AAA90,8%8,3%0,7%0,1%0,0%
AA1,0%90,1%7,8%0,9%0,0%
A0,1%2,3%91,4%5,3%0,1%
BBB0,0%0,3%5,8%87,9%0,3%
Baca baris AAA: dalam 1 tahun, ~90,8% tetap AAA, namun ada probabilitas kecil turun ke AA/A/BBB — bahkan rating tertinggi tidak pernah 100% stabil. Semakin rendah rating awal, semakin besar probabilitas downgrade atau default.

Tugas Sebelum Pertemuan Berikutnya

TUGAS INDIVIDU
  • Pilih 1 perusahaan terbuka di BEI dari sektor pilihan Anda
  • Ambil laporan keuangan terbaru (idx.co.id), hitung Z-Score-nya
  • Tentukan zonanya & bandingkan dengan rating Pefindo terkini jika tersedia
PERSIAPAN RISK REGISTER (P13–14)
  • Catat hasil analisis risiko kredit hari ini sebagai satu baris di risk register kelompok
  • Isi kolom: sumber risiko, indikator (5C/Z-Score/RAROC), tingkat risiko, usulan mitigasi
  • Bawa draf ke Pertemuan 13 untuk diintegrasikan dengan risiko lain
Tugas individu dikumpulkan sebelum Pertemuan 11 (format PDF, maksimal 2 halaman). Risk register kelompok mulai disusun bertahap — jangan menunggu sampai Pertemuan 13.

Peta Besar Analisis Risiko Kredit

AlatFungsiOutput
5CPenilaian kualitatif awalProfil karakter & kapasitas debitur
Credit RatingOpini independen lembaga pemeringkatSkala idAAA–idD
Credit Scoring (Z-Score)Model kuantitatif prediksi kebangkrutanSkor Z & zona (aman/abu-abu/bahaya)
RAROCUji profitabilitas kredit setelah risiko% return vs hurdle rate
Term Structure & Migration MatrixPerspektif waktu & portofolioSpread per tenor; probabilitas transisi rating
Kelima alat ini tidak berdiri sendiri — analis kredit profesional menggabungkan semuanya: 5C untuk skrining awal, rating/scoring untuk kuantifikasi, RAROC untuk keputusan bisnis, dan term structure/matrix untuk memantau portofolio dari waktu ke waktu.

Pertemuan berikutnya (P11): Analisis Risiko Lingkungan — regulasi, polusi, dan sustainability.