stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-09
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 9: Analisis Risiko Pasar (Market Risk)
Program Studi Bisnis Digital • FEB

Manajemen Risiko

Pertemuan 9 — Analisis Risiko Pasar (Market Risk)

Sumber-sumber risiko pasar — suku bunga, nilai tukar, dan harga komoditas — serta teknik mengukurnya lewat duration dan Value at Risk (VaR).

RPS MINGGU 10 • 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Sesuai Sub-CPMK minggu ke-10, setelah pertemuan ini Anda diharapkan mampu menjelaskan sumber-sumber risiko pasar serta teknik mengukurnya.

MEMAHAMI
  • Definisi risiko pasar dan bedanya dari risiko kredit/operasional
  • Tiga sumber utama: suku bunga, nilai tukar, harga komoditas
  • Tiga jenis exposure nilai tukar (transaksi, translasi, ekonomi)
MENGHITUNG
  • Sensitivitas harga obligasi terhadap suku bunga lewat duration
  • Value at Risk (VaR) harian portofolio saham
  • Menilai instrumen mitigasi (hedging) yang tepat untuk kasus nyata
Bagian 1 dari 3
Anatomi Risiko Pasar
Mengenali tiga sumber utama risiko pasar dan bagaimana masing-masing menyentuh perusahaan di Indonesia.

Apa itu Risiko Pasar?

Risiko pasar (market risk) adalah potensi kerugian akibat pergerakan variabel pasar — harga, suku bunga, atau kurs — yang mengubah nilai aset, liabilitas, atau posisi keuangan perusahaan. Berbeda dari risiko operasional, sumbernya berasal dari luar perusahaan dan sulit dikendalikan secara langsung.

SUKU BUNGA
1
Perubahan suku bunga acuan BI7DRR memengaruhi harga obligasi dan biaya kredit.
NILAI TUKAR
2
Fluktuasi rupiah terhadap dolar AS memengaruhi importir, eksportir, dan utang valas.
HARGA KOMODITAS
3
Naik-turun harga bahan baku (kopi, CPO, BBM) memengaruhi biaya produksi dan margin.

Sumber #1 — Risiko Suku Bunga

Risiko suku bunga (interest rate risk) adalah potensi kerugian akibat perubahan tingkat suku bunga pasar yang memengaruhi nilai instrumen berbunga tetap maupun biaya pendanaan. Pergerakan diukur dalam basis poin (bps) — 1 bps = 0,01%.

SIAPA YANG TERDAMPAK
  • Bank — mismatch jatuh tempo aset (kredit jangka panjang) vs. liabilitas (deposito jangka pendek)
  • Pemegang obligasi — harga obligasi turun saat yield (imbal hasil) naik
  • Debitur KPR bunga mengambang — cicilan naik saat suku bunga acuan naik
PEMICU DI INDONESIA
  • Kenaikan BI7DRR (suku bunga acuan Bank Indonesia)
  • Kenaikan suku bunga The Fed (AS) yang mendorong BI menyesuaikan
  • Inflasi domestik di atas target BI ~2,5% ± 1%

Sumber #2 — Risiko Nilai Tukar

Risiko nilai tukar (foreign exchange/FX risk) adalah potensi kerugian akibat perubahan kurs mata uang. Exposure (paparan) muncul dalam tiga bentuk berikut.

Jenis ExposurePenjelasanContoh Indonesia
TransaksiArus kas kontraktual dalam valas yang belum jatuh tempoImportir bahan baku bayar USD 3 bulan lagi
TranslasiKonversi laporan keuangan anak usaha luar negeri ke rupiahPerusahaan Indonesia dengan anak usaha di Vietnam
EkonomiPerubahan daya saing jangka panjang akibat kursEksportir CPO kalah bersaing saat rupiah menguat

Sumber #3 — Risiko Harga Komoditas

Risiko harga komoditas adalah potensi kerugian akibat fluktuasi harga bahan baku atau produk primer di pasar global maupun domestik — biasanya di luar kendali perusahaan individu.

UMKM KOPI
Harga biji kopi arabika fluktuatif mengikuti bursa komoditas global — margin UMKM kopi lokal ikut tertekan.
INDUSTRI MAKANAN
🌾
Harga CPO dan gula naik memengaruhi biaya produksi mi instan, roti, dan minyak goreng.
LOGISTIK & OJEK ONLINE
Kenaikan harga BBM bersubsidi/non-subsidi menekan margin mitra pengemudi Gojek dan Grab.
Bagian 2 dari 3
Mengukur Risiko Pasar
Dari konsep ke angka: duration untuk obligasi, Value at Risk untuk portofolio saham.

Duration: Sensitivitas Harga Obligasi

Duration mengukur rata-rata tertimbang waktu penerimaan arus kas obligasi (dalam tahun) — semakin panjang duration, semakin sensitif harga obligasi terhadap perubahan suku bunga.

Modified Duration = Macaulay Duration ÷ (1 + YTM)
%ΔHarga ≈ −Modified Duration × ΔYield
Tanda minus menunjukkan hubungan terbalik: suku bunga (yield) naik → harga obligasi turun, dan sebaliknya. Yield to Maturity (YTM) = tingkat imbal hasil obligasi jika dipegang sampai jatuh tempo.

Hitung dari Nol #1 — Dampak Kenaikan Suku Bunga

Obligasi korporasi nilai nominal Rp 1.000.000 (harga saat ini at par/sama dengan nominal), Macaulay Duration 4,5 tahun, YTM 8%. BI menaikkan suku bunga acuan +1% (100 bps). Berapa harga obligasi baru?

LangkahPerhitunganNilai
1. Macaulay Duration (diberikan)4,5 tahun
2. Modified Duration4,5 ÷ (1 + 0,08)≈ 4,17
3. %ΔHarga−4,17 × 1%≈ −4,17%
4. ΔHarga (rupiah)−4,17% × Rp 1.000.000−Rp 41.700
5. Harga baruRp 1.000.000 − Rp 41.700Rp 958.300
HARGA OBLIGASI BARU
Rp 958.300
turun ≈ 4,17% akibat kenaikan suku bunga 100 bps

Coba Sendiri: Geser Suku Bunga dan Lihat Harga Obligasi Bergerak

Ubah Macaulay duration, YTM, dan perubahan suku bunga, lalu amati bagaimana harga obligasi baru dihitung secara langsung.

Value at Risk (VaR): Ukur Kerugian Maksimum

Value at Risk (VaR) adalah estimasi kerugian maksimum sebuah portofolio dalam periode tertentu, pada tingkat keyakinan (confidence level) tertentu. Metode varians-kovarians (parametrik) sudah disinggung di Pertemuan 6 — di sini kita fokuskan penerapannya pada risiko pasar.

VaR = Nilai Portofolio × Z × σ
Z = nilai kritis distribusi normal standar untuk tingkat keyakinan: 90% → 1,28 · 95% → 1,645 · 99% → 2,33. σ (sigma) = volatilitas (standar deviasi) return harian portofolio.

Hitung dari Nol #2 — VaR Harian Portofolio Saham

Portofolio saham BBCA senilai Rp 500.000.000, volatilitas (σ) return harian 1,8%. Hitung VaR harian pada tingkat keyakinan 95%.

LangkahPerhitunganNilai
1. Nilai portofolio & σ (diberikan)Rp 500.000.000 · 1,8%
2. Z-score 95% (tabel normal standar)1,645
3. Z × σ1,645 × 1,8%2,961%
4. VaR harian2,961% × Rp 500.000.000Rp 14.805.000
VaR HARIAN (95%)
Rp 14,8 juta
95% yakin kerugian harian portofolio tidak melebihi Rp 14.805.000

Sensitivitas: Skenario Kenaikan Suku Bunga

Memakai Modified Duration 4,17 dari kasus obligasi tadi, berikut dampak beberapa skenario kenaikan suku bunga terhadap harga obligasi Rp 1.000.000.

ΔYield%ΔHarga (−4,17 × ΔYield)Harga Baru
+0,5% (50 bps)≈ −2,09%≈ Rp 979.150
+1,0% (100 bps)≈ −4,17%Rp 958.300
+1,5% (150 bps)≈ −6,26%≈ Rp 937.450
Semakin besar kenaikan suku bunga, semakin besar penurunan harga — hubungan ini hampir linear untuk perubahan kecil, tapi melengkung (konveksitas) untuk perubahan besar.
Bagian 3 dari 3
Mitigasi & Studi Kasus Indonesia
Dari pengukuran ke tindakan: instrumen hedging dan pelajaran dari krisis nyata.

Instrumen Mitigasi Risiko Pasar (Hedging)

Hedging = strategi mengurangi exposure risiko pasar memakai instrumen keuangan atau strategi operasional.

INSTRUMEN DERIVATIF
  • Forward — kontrak kunci kurs/harga di masa depan, disepakati bilateral, tidak diperdagangkan di bursa
  • Futures — mirip forward, tapi terstandardisasi & diperdagangkan di bursa
  • Opsi (option) — hak (bukan kewajiban) beli/jual di harga tertentu, ada premi
  • Swap — pertukaran arus kas (mis. bunga tetap ↔ mengambang)
STRATEGI OPERASIONAL
  • Natural hedging — mencocokkan mata uang pendapatan dengan mata uang beban (mis. pendapatan rute internasional USD vs. utang USD)
  • Diversifikasi pemasok/pasar untuk kurangi ketergantungan satu komoditas
  • Kontrak harga tetap jangka panjang dengan pemasok bahan baku

Studi Kasus — Exposure FX Maskapai Penerbangan

Bagaimana maskapai seperti Garuda Indonesia terpapar risiko nilai tukar dari sisi utang leasing pesawat?

RUNTUTAN KASUS
  • Maskapai menyewa (leasing) pesawat dari lessor asing — kewajiban pembayaran dalam USD.
  • Sebagian besar pendapatan tiket domestik diterima dalam rupiah — terjadi mismatch mata uang.
  • Ketika rupiah melemah terhadap USD, beban leasing dalam rupiah membengkak meski nominal USD-nya tetap sama — ini exposure transaksi.
  • Mitigasi: natural hedging lewat pendapatan rute internasional berdenominasi USD, atau kontrak forward membeli USD di kurs terkunci.

Coba Sendiri: Simulasikan Eksposur FX dan Pilih Instrumen Hedging

Ubah nilai eksposur mata uang asing dan skenario pergerakan kurs, lalu bandingkan hasil sebelum dan sesudah hedging dengan instrumen berbeda.

Studi Kasus — Taper Tantrum & Respons BI

Bagaimana gejolak global tahun 2013 memicu risiko pasar besar-besaran di Indonesia, dan bagaimana Bank Indonesia merespons?

RUNTUTAN KASUS
  • Mei 2013, bank sentral AS (The Fed) memberi sinyal akan mengurangi stimulus moneter (tapering).
  • Investor asing menarik dana dari pasar negara berkembang termasuk Indonesia — modal keluar dari SBN dan saham secara masif.
  • Rupiah melemah tajam, dari ≈ Rp9.700 ke ≈ Rp12.000-an per USD dalam hitungan bulan — market risk sistemik.
  • Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan (saat itu BI Rate, cikal-bakal BI7DRR) agresif dari ≈ 5,75% ke ≈ 7,5% sepanjang 2013 untuk meredam pelarian modal & menstabilkan rupiah.

Latihan & Diskusi Kelas

Sebuah importir Indonesia punya utang USD 200.000 jatuh tempo 3 bulan lagi. Kurs saat ini Rp 15.500/USD. Analis memperkirakan rupiah bisa melemah ke Rp 16.000/USD atau menguat ke Rp 15.000/USD.
PERTANYAAN 1
Berapa potensi kerugian (jika melemah) dan potensi keuntungan (jika menguat) dalam rupiah?
Petunjuk: 200.000 × selisih kurs.
PERTANYAAN 2
Instrumen mana yang paling tepat untuk hedging: forward, opsi, atau natural hedging? Jelaskan alasan Anda dan trade-off-nya.

Rangkuman: Cheat Sheet Risiko Pasar

SumberAlat UkurContoh Mitigasi
Suku bungaModified Duration × ΔYieldSwap bunga tetap ↔ mengambang
Nilai tukarExposure transaksi/translasi/ekonomiForward, opsi, natural hedging
Harga komoditasVolatilitas historis, VaRKontrak harga tetap, diversifikasi pemasok
VaR = Portofolio × Z × σ  |  %ΔHarga ≈ −MD × ΔYield

Penutup & Persiapan Minggu Depan

MINGGU DEPAN (P10 · RPS Minggu 11)
  • Analisis Risiko Kredit
  • Rating & skoring kredit (model Zaltman & linier)
  • RAROC, term structure, dan credit matrix
TUGAS SEBELUM PERTEMUAN 10
📝
Baca kasus kredit UMKM (dibagikan via portal kuliah) dan siapkan draf identifikasi 3 sumber risiko kredit dari kasus tersebut untuk didiskusikan di awal sesi.