stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-02
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 2: Proses Manajemen Risiko
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP

Manajemen Risiko

Pertemuan 2 — Proses Manajemen Risiko

Konteks risiko, proses identifikasi risiko secara mendetail, dan menguraikan skenario peristiwa risiko yang mungkin terjadi dalam organisasi.

RPS MINGGU 2 • 2×50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan konteks risiko, proses identifikasi risiko, dan mengurai skenario peristiwa risiko dalam organisasi. Secara rinci:

CAPAIAN 1
PROSES
Menjelaskan alur proses manajemen risiko secara utuh, dari penetapan konteks sampai monitoring.
CAPAIAN 2
KONTEKS
Menjelaskan mengapa konteks internal dan eksternal harus ditetapkan sebelum risiko diidentifikasi.
CAPAIAN 3
IDENTIFIKASI
Menguraikan langkah identifikasi risiko secara mendetail dengan sumber dan kategori risiko.
CAPAIAN 4
SKENARIO
Mengurai skenario peristiwa risiko — bagaimana satu risiko bisa terjadi dan berdampak berantai.
Bagian 1 dari 4
Mengapa Butuh Proses yang Terstruktur?
Dari intuisi ke kerangka kerja yang bisa diaudit dan diulang.

Kasus: Gudang Terbakar, Lalu Apa?

Sebuah UMKM konveksi di Semarang kehilangan seluruh stok kain karena kebakaran gudang. Pemiliknya baru sadar: tidak ada asuransi, tidak ada data cadangan pemasok, tidak ada rencana darurat.

TANPA PROSES
REAKTIF
Risiko baru disadari setelah kejadian — sudah terlambat untuk mencegah kerugian.
DENGAN PROSES
PROAKTIF
Risiko kebakaran gudang sudah teridentifikasi & dimitigasi sejak awal (asuransi, pemasok cadangan).
SELISIH
RP 800 JT
Estimasi kerugian yang bisa dihindari bila risiko sudah diidentifikasi & dialihkan ke asuransi.
Proses manajemen risiko yang terstruktur mengubah organisasi dari reaktif (memadamkan kebakaran) menjadi proaktif (mencegah kebakaran terjadi).

Apa Itu Proses Manajemen Risiko?

Rangkaian aktivitas sistematis dan berulang untuk menetapkan konteks, mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan memperlakukan risiko — lalu memantaunya terus-menerus.

Kerangka paling dipakai di dunia adalah ISO 31000 (standar internasional manajemen risiko). Intinya: risiko tidak dikelola sekali lalu selesai, melainkan sebuah siklus yang terus berputar seiring organisasi berubah.

Pertemuan hari ini fokus pada dua tahap awal siklus tersebut: penetapan konteks dan identifikasi risiko — fondasi bagi seluruh tahap berikutnya.

Siklus Proses Manajemen Risiko (ISO 31000)

Lima tahap inti yang berputar terus-menerus, diapit oleh komunikasi/konsultasi dan pemantauan/tinjauan.

1. KonteksInternal & eksternal2. IdentifikasiTemukan risiko3. AnalisisUkur peluang & dampak4. EvaluasiPrioritaskan5. PerlakuanTindak lanjutKOMUNIKASI & KONSULTASI (berjalan sepanjang proses)PEMANTAUAN & TINJAUAN (berjalan sepanjang proses)
Hari ini kita fokus pada tahap 1 (Konteks) dan 2 (Identifikasi) — kotak paling kiri.

Coba Sendiri: Jelajahi Tahapan Siklus ISO 31000

Klik tiap tahap siklus untuk melihat penjelasan singkat apa yang dikerjakan di tahap itu dan bagaimana ia terhubung ke tahap berikutnya.

Konteks Risiko: Mengapa Ditetapkan Lebih Dulu?

Konteks risiko adalah batasan dan latar (lingkungan, tujuan, pemangku kepentingan) yang menentukan risiko mana yang relevan untuk diidentifikasi.

Analogi

Bayangkan Anda hendak memetakan bahaya di sebuah hutan. Sebelum berjalan, Anda perlu tahu dulu: hutan mana (batas area), musim apa (kondisi), dan siapa yang akan lewat (pendaki, warga, atau truk kayu).

Tanpa Konteks

Tim akan mengidentifikasi risiko terlalu luas (buang waktu) atau terlalu sempit (ada risiko besar terlewat). Contoh: startup fintech identifikasi risiko IT tanpa sadar mereka juga terpapar risiko regulasi OJK.

Dua Dimensi Konteks: Internal dan Eksternal

Konteks Internal
  • Struktur organisasi & tata kelola
  • Tujuan & strategi bisnis
  • Budaya kerja & kapabilitas SDM
  • Sumber daya (modal, sistem, aset)
  • Kebijakan & prosedur internal
Konteks Eksternal
  • Regulasi (OJK, Bank Indonesia, pajak)
  • Kondisi ekonomi makro & kurs
  • Persaingan & perilaku konsumen
  • Teknologi & disrupsi digital
  • Sosial-politik & bencana alam
Contoh: e-commerce seperti Tokopedia punya konteks internal (kapasitas server, budaya kerja) dan eksternal (persaingan Shopee, regulasi PMSE) yang keduanya menentukan risiko mana yang relevan.
Bagian 2 dari 4
Identifikasi Risiko Secara Mendetail
Menemukan risiko sebelum risiko itu menemukan Anda.

Apa Itu Identifikasi Risiko?

Proses menemukan, mengenali, dan mendeskripsikan risiko — sumbernya, peristiwanya, penyebabnya, dan potensi konsekuensinya — sebelum risiko itu terjadi.

Tujuan tahap ini bukan mengukur besar-kecilnya risiko (itu tahap analisis, minggu depan), melainkan membuat daftar selengkap mungkin — risiko yang tidak masuk daftar tidak akan pernah dikelola.

Dari Mana Risiko Bersumber?

Mengingatkan kembali kategori risiko dari Pertemuan 1 — sekarang kita pakai sebagai peta pencarian saat identifikasi.

INTERNAL
OPERASIONAL
Proses, SDM, sistem IT, kesalahan prosedur. Contoh: gangguan server aplikasi Gojek.
FINANSIAL
PASAR & KREDIT
Kurs, suku bunga, gagal bayar debitur. Contoh: kredit macet nasabah bank.
EKSTERNAL
STRATEGIS & HUKUM
Regulasi baru, bencana alam, reputasi. Contoh: sanksi OJK atas pelanggaran data.

Teknik Dasar Identifikasi Risiko

Berbasis Dokumen
  • Checklist — daftar risiko umum industri sejenis
  • Telaah data historis — insiden, klaim, komplain masa lalu
  • Analisis laporan keuangan — pos-pos rawan
Berbasis Diskusi & Observasi
  • Brainstorming tim lintas-divisi
  • Wawancara pemangku kepentingan kunci
  • Observasi lapangan proses kerja langsung
Teknik lanjut — analisis skenario, metode Delphi, dan penyusunan risk register — akan kita perdalam di Pertemuan 4 & 5.

Hitung dari Nol: Skor Kelengkapan Identifikasi Risiko

Tim manajemen risiko sebuah UMKM fesyen online mengecek 25 potensi risiko dari checklist industri e-commerce. Setelah brainstorming, mereka berhasil mengidentifikasi 18 risiko.

LangkahPerhitunganNilai
1. Risiko dari checklist industriBasis pembanding25 risiko
2. Risiko berhasil teridentifikasiHasil brainstorming tim18 risiko
3. Skor kelengkapan18 ÷ 25 × 10072%
4. Risiko yang masih terlewat25 − 187 risiko
SKOR KELENGKAPAN
72%
Masih ada 7 risiko (28%) yang berpotensi terlewat

Apa Itu Skenario Peristiwa Risiko?

Skenario peristiwa risiko adalah narasi rinci: bagaimana sebuah risiko bisa benar-benar terjadi, dari penyebab awal sampai dampak akhir — bukan sekadar nama risiko dalam satu baris.

PENYEBAB → PERISTIWA → DAMPAK LANGSUNG → DAMPAK BERANTAI
Mengurai skenario memaksa Anda berpikir kausal (sebab-akibat), bukan sekadar mendaftar kata seperti "risiko kebakaran" atau "risiko fraud".

Walkthrough: Skenario "Server E-Commerce Down"

Menguraikan Rantai Peristiwa
1. Penyebab — Lonjakan trafik saat kampanye harbolnas (hari belanja online nasional) melebihi kapasitas server.
2. Peristiwa — Server platform e-commerce down selama 3 jam.
3. Dampak langsung — Transaksi gagal, penjual kehilangan omzet puncak musim belanja.
4. Dampak berantai — Keluhan viral di media sosial → reputasi turun → sebagian pengguna pindah ke kompetitor.

Walkthrough: Skenario "Gangguan Rantai Pasok"

Menguraikan Rantai Peristiwa
1. Penyebab — Satu-satunya pemasok bahan baku tekstil mengalami gagal produksi.
2. Peristiwa — Pengiriman bahan baku ke pabrik konveksi tertunda 6 minggu.
3. Dampak langsung — Produksi berhenti, pesanan ke retailer tidak terpenuhi tepat waktu.
4. Dampak berantai — Retailer membatalkan kontrak → denda keterlambatan → arus kas perusahaan tertekan.
Akar masalah sebenarnya: ketergantungan pada satu pemasok tunggal (konsep single point of failure) — akan sering muncul lagi di analisis risiko operasional (Pertemuan 7).

Coba Sendiri: Susun Rantai Penyebab-Peristiwa-Dampak dengan Bowtie

Klik tiap simpul diagram bowtie untuk melihat bagaimana satu penyebab bisa memicu peristiwa inti lalu bercabang menjadi beberapa dampak berantai.

Hitung dari Nol: Bobot Prioritas Skenario (Pendahuluan)

Sebelum masuk metode analisis formal (Pertemuan 6), tim bisa membuat bobot prioritas awal berdasarkan jumlah tahap dampak berantai yang teridentifikasi dalam skenario.

LangkahPerhitunganNilai
1. Skenario server down: dampak berantaiHitung tahap dampak (langsung + berantai)2 tahap
2. Skenario rantai pasok: dampak berantaiHitung tahap dampak (langsung + berantai)3 tahap
3. Bobot prioritas awal (skala 1–3)Rantai pasok memiliki tahap dampak lebih banyakRantai pasok > Server down
4. Selisih tahap dampak3 − 21 tahap
Ini bukan pengukuran probabilitas & dampak formal (itu memakai VaR/Monte Carlo di Pertemuan 6) — hanya alat bantu sortir awal sebelum data kuantitatif tersedia.
Bagian 3 dari 4
Menyusun Daftar Awal Risiko
Dari temuan lepas menjadi struktur yang siap dianalisis.

Kerangka Daftar Risiko Awal (Cikal Bakal Risk Register)

Output identifikasi risiko dirapikan menjadi tabel terstruktur — belum lengkap seperti risk register final, tapi sudah punya kolom inti.

KodeKategoriDeskripsi RisikoSumber
R-01OperasionalServer down saat kampanye belanja puncakObservasi & data historis
R-02StrategisKetergantungan satu pemasok bahan bakuWawancara tim produksi
R-03Hukum/KepatuhanPerubahan regulasi perlindungan data OJKTelaah regulasi
Kolom peluang, dampak, dan skor risiko baru diisi di tahap analisis (Pertemuan 6) — hari ini cukup deskripsi, kategori, dan sumbernya saja.

Kesalahan Umum saat Identifikasi Risiko

Kesalahan
  • Melewatkan penetapan konteks, langsung "loncat" ke daftar risiko
  • Hanya melibatkan satu divisi (bias perspektif)
  • Menulis risiko terlalu umum ("risiko keuangan")
  • Mencampur risiko dengan penyebab atau dampaknya
Perbaikan
  • Selalu tetapkan konteks internal & eksternal dulu
  • Libatkan lintas divisi (brainstorming & wawancara)
  • Rumuskan risiko spesifik & terukur
  • Pisahkan jelas: penyebab → peristiwa → dampak

Latihan Kelas: Uraikan Skenario Anda Sendiri

Kerjakan berkelompok (3–4 orang), waktu 15 menit.

Instruksi
  • Pilih satu organisasi yang Anda kenal (kampus, warung, startup, dsb.)
  • Tetapkan 1 konteks internal dan 1 konteks eksternal singkat
  • Identifikasi 3 risiko dari kategori berbeda (operasional/finansial/strategis/hukum)
  • Uraikan 1 skenario lengkap: penyebab → peristiwa → dampak langsung → dampak berantai
Perwakilan 2 kelompok akan mempresentasikan hasilnya secara singkat di akhir sesi.

Diskusi: Mengapa Konteks Sering Dilewatkan?

Dalam praktik, banyak organisasi (termasuk UMKM dan bahkan korporasi besar) langsung melompat ke identifikasi risiko tanpa menetapkan konteks dengan jelas.

PERTANYAAN 1
MENGAPA?
Apa tekanan waktu/biaya yang membuat organisasi tergoda melewati tahap konteks?
PERTANYAAN 2
AKIBATNYA?
Apa risiko yang paling mungkin terlewat kalau konteks eksternal diabaikan?

Rangkuman: Cheat Sheet Proses Manajemen Risiko

KonsepInti
Proses manajemen risikoSiklus sistematis: konteks → identifikasi → analisis → evaluasi → perlakuan
Konteks risikoBatasan & latar (internal + eksternal) yang ditetapkan SEBELUM identifikasi
Identifikasi risikoMenemukan & mendeskripsikan risiko selengkap mungkin — bukan mengukurnya
Skenario peristiwa risikoPenyebab → peristiwa → dampak langsung → dampak berantai
Fondasi hari ini akan langsung dipakai minggu depan saat menetapkan konteks secara formal (Pertemuan 3).
Bagian 4 dari 4
Menuju Pertemuan Berikutnya
Konteks risiko akan kita tetapkan secara formal dan mendetail.

Preview Pertemuan 3 & Tugas

Minggu Depan: Penetapan Konteks Risiko
  • Menetapkan konteks internal & eksternal secara formal
  • Teknik analisis lingkungan (PESTEL, analisis pemangku kepentingan)
  • Membuat prediksi konteks risiko organisasi
TUGAS SEBELUM PERTEMUAN 3
1 HALAMAN
Tulis konteks internal & eksternal organisasi pilihan Anda (boleh yang sama dengan latihan kelas hari ini).