stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-01
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 1: Gambaran Umum Risiko dan Konsep Enterprise Risk Management
Prodi Bisnis Digital · FEB UNDIP

Manajemen Risiko

Gambaran Umum Risiko dan Konsep Enterprise Risk Management

Mengapa organisasi modern — dari UMKM digital sampai bank besar — tidak bisa lagi mengelola risiko secara serpihan (silo), dan bagaimana ERM menyatukannya.

RPS minggu 1 · 2x50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

MEMAHAMI
Risiko
Mendeskripsikan konsep risiko dan unsur-unsurnya (ketidakpastian, eksposur, dampak) secara presisi — bukan sekadar "hal buruk yang mungkin terjadi".
MENGENALI
Kategori
Mengelompokkan risiko berdasarkan sumbernya: murni vs spekulatif, finansial vs non-finansial, dan contoh nyata tiap kategori.
MENJELASKAN
ERM
Menjelaskan konsep Enterprise Risk Management sebagai pendekatan terintegrasi, beda dari manajemen risiko tradisional yang terkotak-kotak.
MENGAITKAN
Praktik
Mengaitkan konsep ERM dengan penerapannya di organisasi riil Indonesia — BUMN, perbankan, dan bisnis digital.
Bagian 1 dari 3
Apa Itu Risiko?
Membedah definisi, unsur-unsur, dan mengapa risiko berbeda dari sekadar "kesialan"

Definisi Risiko

Secara akademik, risiko adalah kemungkinan terjadinya penyimpangan hasil aktual dari hasil yang diharapkan, akibat adanya ketidakpastian (uncertainty).

Risiko = f (Ketidakpastian, Eksposur)
Ketidakpastian (Uncertainty)

Kondisi di mana hasil di masa depan tidak dapat diprediksi dengan pasti — meski probabilitasnya bisa diestimasi (beda dengan ketidaktahuan total).

Beda dengan "Bahaya"

Peril = penyebab kerugian (mis. kebakaran). Hazard = kondisi yang memperbesar peluang peril terjadi (mis. instalasi listrik tua).

Tiga Unsur Pembentuk Risiko

UNSUR 1
Probabilitas
Peluang suatu peristiwa merugikan terjadi, biasanya dinyatakan dalam persentase atau skala kualitatif (rendah–tinggi).
UNSUR 2
Dampak
Besaran kerugian (severity) bila peristiwa itu benar terjadi — bisa finansial, reputasi, atau operasional.
UNSUR 3
Eksposur
Exposure: sejauh mana aset/aktivitas organisasi "terpapar" pada sumber risiko tersebut.
Ketiga unsur ini nanti menjadi dasar rumus Expected Loss yang akan kita hitung di slide "Hitung dari Nol" nanti — probabilitas dikalikan dampak.

Risiko vs Ketidakpastian Murni

Ekonom Frank Knight (1921) membedakan dua kondisi yang sering tertukar dalam percakapan sehari-hari:

RISIKO (Risk)Probabilitas hasil DAPAT diestimasi(data historis, statistik, aktuaria)Contoh: probabilitas klaim asuransiKETIDAKPASTIAN MURNIProbabilitas TIDAK dapat diestimasi(tidak ada data historis relevan)Contoh: disrupsi teknologi radikal
Bagian 2 dari 3
Kategori Risiko Berdasarkan Sumber
Dari risiko murni sampai risiko strategis — mengenali "peta" risiko organisasi

Risiko Murni vs Risiko Spekulatif

RISIKO MURNI
Pure Risk
Hanya berpotensi rugi atau impas — tidak ada peluang untung. Contoh: kebakaran, pencurian, kecelakaan kerja. Umumnya dapat diasuransikan.
RISIKO SPEKULATIF
Speculative Risk
Berpotensi untung ATAU rugi. Contoh: investasi saham, ekspansi bisnis ke pasar baru, keputusan pricing produk digital.
Perusahaan asuransi umumnya hanya menanggung risiko murni — inilah kenapa Anda tidak bisa membeli "asuransi rugi investasi saham".

Risiko Finansial vs Non-Finansial

Risiko Finansial
  • Risiko pasar — fluktuasi suku bunga, nilai tukar, harga komoditas
  • Risiko kredit — gagal bayar debitur/counterparty
  • Risiko likuiditas — kesulitan memenuhi kewajiban jangka pendek
Risiko Non-Finansial
  • Risiko operasional — kegagalan proses, sistem, atau manusia (mis. server down)
  • Risiko strategis — kesalahan arah bisnis, disrupsi model bisnis kompetitor
  • Risiko reputasi & kepatuhan (compliance) — pelanggaran regulasi, skandal publik

Hitung dari Nol: Expected Loss

Kasus: toko fesyen daring "Kirana Store" (UMKM, jual via Shopee & Instagram) menghadapi risiko kebocoran data pelanggan. Berdasarkan data historis industri e-commerce sejenis, mari hitung Expected Loss-nya.

LangkahPerhitunganNilai
1. Tentukan probabilitas kejadian (P)Data historis: 15% UMKM sejenis mengalami kebocoran data/tahunP = 15%
2. Tentukan estimasi dampak (I)Ganti rugi + biaya pemulihan reputasi diestimasiI = Rp 50.000.000
3. Hitung Expected Loss (EL = P × I)15% × Rp 50.000.000EL = Rp 7.500.000
4. Bandingkan dengan ambang risk appetite Rp 5.000.000Rp 7.500.000 > Rp 5.000.000Risiko signifikan
EXPECTED LOSS TAHUNAN
Rp 7,5 juta
Melebihi risk appetite → perlu mitigasi (mis. enkripsi data, asuransi siber)

Coba Sendiri: Geser Probabilitas dan Dampak, Lihat Expected Loss Berubah

Geser slider probabilitas kejadian dan estimasi dampak rupiah, amati bagaimana angka Expected Loss (EL = P × I) berubah seketika.

Risiko Nyata: Belajar dari Kasus Indonesia

Garuda Indonesia (2018)

Manipulasi pengakuan pendapatan dari kerja sama dengan Mahata menimbulkan risiko reputasi & kepatuhan — sanksi OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Jiwasraya (2019–2020)

Kegagalan mengelola risiko investasi (pasar) dan likuiditas pada produk asuransi berbalut investasi (saving plan) memicu gagal bayar polis nasabah.

Pola umum: kerugian besar jarang berasal dari SATU sumber risiko — biasanya kombinasi risiko finansial + non-finansial (tata kelola lemah) yang saling memperbesar dampak.
Bagian 3 dari 3
Enterprise Risk Management (ERM)
Dari silo ke integrasi — bagaimana organisasi modern mengelola risiko secara menyeluruh

Apa Itu Enterprise Risk Management?

Enterprise Risk Management (ERM) adalah pendekatan manajemen risiko yang terintegrasi di seluruh organisasi — bukan per-divisi terpisah (silo) — untuk mendukung pencapaian strategi dan tujuan organisasi.

MANAJEMEN RISIKO TRADISIONALKeuanganOperasiKepatuhanSilo terpisah, tidak saling koordinasiERMDireksi &StrategiTerintegrasi, dipantau dari puncak organisasi

Komponen ERM — Kerangka COSO

Kerangka COSO ERM (Committee of Sponsoring Organizations) merumuskan lima komponen utama yang saling terhubung:

1
Governance & Budaya
Tone dari puncak; budaya sadar-risiko di seluruh lini organisasi.
2
Strategi & Penetapan Tujuan
Risiko dipertimbangkan sejak perumusan strategi, bukan setelahnya.
3
Kinerja
Identifikasi, penilaian, dan prioritas risiko terhadap kinerja organisasi.
4
Reviu & Revisi
Evaluasi berkala apakah pengelolaan risiko masih relevan dengan kondisi terkini.
5
Informasi, Komunikasi & Pelaporan
Arus informasi risiko lancar ke seluruh organisasi dan pemangku kepentingan.

Mengapa Organisasi Butuh ERM?

Tanpa ERM (Silo)
  • Risiko lintas-divisi tidak terdeteksi sampai terlambat
  • Keputusan strategis diambil tanpa mempertimbangkan risiko
  • Respons krisis bersifat reaktif dan tergesa-gesa
Dengan ERM Terintegrasi
  • Direksi punya satu peta risiko menyeluruh (risk register)
  • Alokasi modal & sumber daya lebih efisien (risiko terukur)
  • Kepercayaan investor & regulator meningkat (governance kuat)

Hitung dari Nol: Skor Matriks Risiko

Kasus: seller e-commerce "Batik Nara" di Shopee menilai risiko keterlambatan pengiriman memakai skala Likert 1–5 (metode kualitatif expert judgement, umum dipakai tahap awal ERM).

LangkahPerhitunganNilai
1. Nilai probabilitas (skala 1–5)Terlambat 3 dari 10 pengiriman terakhir → kategori "Sering"P = 4
2. Nilai dampak (skala 1–5)Rating toko turun + komplain pembeli → kategori "Sedang"D = 3
3. Hitung skor risiko (Skor = P × D)4 × 3Skor = 12
4. Tentukan level dari rentang skorSkor 12 berada di rentang 10–15Level = Tinggi
LEVEL RISIKO
Tinggi
Skor 1–4 Rendah · 5–9 Sedang · 10–15 Tinggi · 16–25 Ekstrem (~ ilustrasi rentang umum matriks 5×5)

Siapa yang Menjalankan ERM?

TINGKAT DIREKSI
CRO
Chief Risk Officer — eksekutif yang bertanggung jawab memantau seluruh risiko organisasi dan melapor langsung ke Direktur Utama/Komite Risiko Dewan Komisaris.
LINI PERTAHANAN
3 Lini
Three Lines of Defense: (1) unit operasional, (2) fungsi manajemen risiko & kepatuhan, (3) audit internal — saling independen.
Di sektor perbankan Indonesia, keberadaan fungsi manajemen risiko & Komite Pemantau Risiko diwajibkan regulator (OJK) sebagai bagian tata kelola.

ERM dalam Praktik di Indonesia

Perbankan

POJK mewajibkan bank menerapkan manajemen risiko terintegrasi mencakup 8 jenis risiko (kredit, pasar, likuiditas, operasional, hukum, reputasi, stratejik, kepatuhan).

BUMN

Kementerian BUMN mendorong penerapan manajemen risiko sebagai bagian tata kelola (governance, risk, compliance / GRC) sejak reformasi pasca-kasus Jiwasraya & Asabri.

Bisnis Digital & Startup

Fokus pada risiko operasional (downtime sistem), risiko siber, dan risiko reputasi (ulasan/rating pengguna) — sering tanpa fungsi risiko formal di tahap awal.

UMKM Digital

ERM sering informal, tapi prinsip dasarnya tetap berlaku: identifikasi risiko utama (mis. platform tunggal, arus kas) dan mitigasi sederhana.

Latihan Diskusi Kelompok (15 menit)

Instruksi: Bentuk kelompok 3-4 orang. Pilih SATU model bisnis digital (mis. aplikasi ojek online, marketplace, fintech P2P lending, atau media sosial lokal).

Identifikasi minimal 3 risiko yang mungkin dihadapi, klasifikasikan masing-masing ke kategori (murni/spekulatif, finansial/non-finansial), lalu tentukan siapa yang idealnya bertanggung jawab (CRO/lini mana) untuk memantaunya.

LANGKAH 1
Identifikasi
Tulis 3 risiko konkret dari model bisnis pilihan Anda.
LANGKAH 2
Klasifikasi
Tentukan kategori tiap risiko sesuai kerangka hari ini.
LANGKAH 3
Tanggung Jawab
Siapa/lini mana yang idealnya memantau risiko ini?

Rangkuman & Pertemuan Berikutnya

KonsepPoin Kunci
RisikoPenyimpangan hasil aktual dari harapan akibat ketidakpastian; tersusun dari probabilitas × dampak × eksposur
KategoriMurni vs spekulatif; finansial (pasar/kredit/likuiditas) vs non-finansial (operasional/strategis/reputasi)
ERMPendekatan terintegrasi (kerangka COSO 5 komponen), dijalankan CRO + Three Lines of Defense
Minggu Depan (Pertemuan 2)

Proses Manajemen Risiko: konteks risiko, identifikasi risiko secara mendetail, dan skenario peristiwa risiko organisasi.

TUGAS PERSIAPAN
Baca RPS P2-P3
Bawa 1 contoh organisasi (bebas) untuk latihan identifikasi risiko