stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-14
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 14: Penyusunan Risk Register: Implementasi, Presentasi & Review
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP

Manajemen Resiko Bisnis

Pertemuan 14 — Penyusunan Risk Register: Implementasi, Presentasi & Review

Pertemuan terakhir: semua yang dipelajari semester ini — identifikasi, penilaian, perlakuan risiko — kini dirangkai menjadi satu dokumen kerja yang sesungguhnya dipakai perusahaan.

RPS MINGGU 15 • SUB-CPMK 12 • DURASI 2 × 50 MENIT

Tujuan & Peta Pertemuan Terakhir

Setelah pertemuan ini, Anda mampu menyusun, memvalidasi, dan mempresentasikan risk register komprehensif (Sub-CPMK 12).

CAPAIAN 1 — SUSUN
SUSUN
Mengisi risk register multi-kategori (≥10 risiko, 12 kolom lengkap) untuk kasus perusahaan nyata.
CAPAIAN 2 — VALIDASI
VALIDASI
Mengevaluasi kelengkapan & konsistensi risk register dengan checklist review 5 dimensi.
CAPAIAN 3 — DASHBOARD
DASHBOARD
Menyusun risk dashboard 1 halaman (top-5 risiko, heat map, rekomendasi) untuk manajemen.
CAPAIAN 4 — SIKLUS
SIKLUS
Menjelaskan siklus review triwulanan/semesteran dan integrasi dengan strategi perusahaan.

Risk Register = Dokumen Hidup, Bukan Arsip

Kesalahan fatal: menyusun risk register sekali, lalu menyimpannya di laci dan tidak pernah dibuka lagi.
Dokumen Mati
  • Dibuat untuk kebutuhan audit
  • Diarsipkan → usang
  • Tidak relevan saat krisis datang
  • Tidak pernah dibuka lagi
Dokumen Hidup
  • Dibuat → dipakai → di-review
  • Diperbarui setiap kuartal
  • Diintegrasikan ke keputusan direksi
  • Siklus berlanjut terus-menerus

Nilai risk register diukur dari frekuensi penggunaan, bukan ketebalan dokumennya.

Bagian 1 dari 4
Sintesis: Elemen Risk Register Komprehensif
Sebelum menyusun, kita pastikan semua kolom dan kategori dipahami dengan benar — 12 kolom wajib, 6 kategori risiko.
Kolom Kategori Level

Anatomi Risk Register — Kolom 1–6: Identifikasi & Inherent Risk

Bagian pertama register: siapa risikonya dan seberapa besar sebelum ada kontrol?

#KolomKeterangan Singkat
1ID RisikoKode unik (mis. OPS-01, SDM-02)
2KategoriOperasional / SDM / Pemasaran / Pasar / Kredit / Lingkungan
3Deskripsi RisikoPernyataan risiko format Cause → Event → Effect
4Likelihood InherentSkor 1–5 sebelum kontrol apa pun diterapkan
5Impact InherentSkor 1–5 sebelum kontrol apa pun diterapkan
6Level InherentLikelihood × Impact (risiko “mentah” sebelum kontrol)
Kolom 1–6 = gambaran risiko “mentah” — foto risiko tanpa filter, sebelum kontrol apa pun ada. Inherent risk: tingkat risiko sebelum ada kontrol/mitigasi.

Anatomi Risk Register — Kolom 7–12 + KRI/Deadline: Kontrol, Residual & Tindakan

Bagian kedua register: apa kontrol yang ada, berapa risiko yang tersisa, dan siapa yang bertanggung jawab?

#KolomKeterangan Singkat
7Kontrol yang AdaDaftar kontrol berjalan saat ini
8Likelihood ResidualSkor 1–5 setelah kontrol diterapkan
9Impact ResidualSkor 1–5 setelah kontrol diterapkan
10Level ResidualLikelihood × Impact (residual) — bandingkan dengan Risk Appetite
11PerlakuanMitigate / Transfer / Avoid / Accept
12Risk OwnerNama/jabatan penanggung jawab
+KRIKey Risk IndicatorMetrik peringatan dini — dipantau rutin
+DeadlineTarget TanggalBatas waktu implementasi tindakan
Kolom 7–12 + KRI/Deadline = tindakan nyata: siapa melakukan apa, kapan, dan bagaimana memantaunya. Residual risk (risiko yang tersisa setelah kontrol) inilah yang dibandingkan dengan risk appetite.

Enam Kategori Risiko dalam Satu Register Komprehensif

OPS — OPERASIONAL
OPS
Gangguan proses internal: kegagalan sistem IT, kecelakaan kerja, fraud internal, rantai pasok terganggu.
SDM — SUMBER DAYA MANUSIA
SDM
Turnover tinggi, kekurangan talenta kunci, pelecehan, ketidakpatuhan SOP.
MKT — PEMASARAN
MKT
Hilang pangsa pasar, reputasi merek, perubahan preferensi konsumen, kegagalan peluncuran produk.
FIN — PASAR / KEUANGAN
FIN
Fluktuasi harga komoditas, nilai tukar IDR/USD, suku bunga, risiko likuiditas.
CRD — KREDIT
CRD
Gagal bayar pelanggan/mitra, konsentrasi kredit, penurunan kualitas piutang.
ENV — LINGKUNGAN
ENV
Regulasi lingkungan, bencana alam, risiko ESG (Environmental, Social, Governance), perubahan iklim.

Inherent vs Residual Risk — Mengapa Keduanya Penting?

Inherent Risk (Sebelum Kontrol)
  • Risiko "mentah" perusahaan
  • Likelihood × Impact (inherent)
  • Kondisi jika semua kontrol dicabut
  • Mengungkap eksposur fundamental
Residual Risk (Setelah Kontrol)
  • Risiko yang tersisa setelah mitigasi
  • Likelihood × Impact (residual)
  • Dibandingkan dengan Risk Appetite
  • Dasar keputusan perlakuan lanjutan
INHERENT RISKSebelum kontrolKONTROLSOP, asuransi, pelatihan=RESIDUAL RISKSetelah kontrol
Tujuan: Residual Risk ≤ Risk Appetite. Jika melebihi → perlakuan tambahan wajib. Risk appetite (selera risiko) = tingkat risiko maksimum yang bersedia ditanggung perusahaan dalam mengejar tujuan strategisnya.

KRI — Key Risk Indicator: Sistem Peringatan Dini

KRI adalah metrik yang dipantau secara rutin untuk mendeteksi apakah suatu risiko sedang meningkat — sebelum kerugian terjadi.

KPI vs KRI
  • KPI (Key Performance Indicator): mengukur hasil yang sudah terjadi — lagging indicator.
  • KRI (Key Risk Indicator): mengukur sinyal sebelum kerugian terjadi — leading indicator.
  • KPI = kaca spion. KRI = kaca depan.
Contoh KRI PT Maju Bersama
  • OPS: % downtime mesin/bulan — threshold: >2% = alert
  • SDM: turnover operator/kuartal — threshold: >8% = waspada
  • Kredit: rasio piutang macet — threshold: >5% = waspada
  • Pasar: volatilitas IDR/USD 30 hari — threshold: >5% = alert
KRI = Indikator yang Bergerak SEBELUM Risiko Menjadi Kerugian

Coba Sendiri: Susun Satu Entri Risk Register Lengkap

Isi skor inherent risk, terapkan efektivitas kontrol, lalu amati bagaimana residual risk terbentuk dan kapan KRI memicu peringatan.

Bagian 2 dari 4
Hitung dari Nol: Risk Register Mini PT Maju Bersama
Kita isi 10 entri risiko komprehensif lintas 6 kategori — kolom lengkap, dari-nol, untuk perusahaan yang telah digunakan sepanjang semester.
10 Risiko 12 Kolom 6 Kategori

HDN-1 Langkah 1–3: Risk Register PT Maju Bersama (Baris 1–5)

Rendah (1–6) — dalam Risk Appetite
Sedang (7–14) — perlu perlakuan
Tinggi (15–25) — eskalasi segera
Contoh sebelum tabel: OPS-01 → L(inh)=2, I(inh)=5 → Level = 2 × 5 = 10 (Sedang). Setelah kontrol: L(res)=2, I(res)=3 → Level residual = 2 × 3 = 6 (Rendah — dalam Risk Appetite ≤6). ✓
IDKat.RisikoL​(inh)I​(inh)Lv-InhKontrol AdaL​(res)I​(res)Lv-ResPerlakuanOwner
OPS-01OpsKebakaran gudang bahan baku → produksi berhenti2510Sprinkler, APAR, asuransi kebakaran236Mitigate + TransferManajer Pabrik
OPS-02OpsKegagalan mesin jahit utama → keterlambatan order ekspor3412PM* bulanan, 2 mesin cadangan236MitigateManajer Produksi
SDM-01SDMTurnover operator jahit tinggi → kapasitas produksi turun4312Program retensi, bonus339MitigateManajer HRD
SDM-02SDMKecelakaan kerja operator → korban + reputasi3412APD wajib, pelatihan K3236MitigateManajer K3
MKT-01MKTProduk retur massal karena cacat → hilang kepercayaan buyer248QC di 3 titik produksi144MitigateManajer QA

*PM = Preventive Maintenance. APD = Alat Pelindung Diri. K3 = Keselamatan dan Kesehatan Kerja. QC = Quality Control.

HDN-1 Langkah 4–6: Risk Register PT Maju Bersama (Baris 6–10) + KRI

IDKat.RisikoL​(inh)I​(inh)Lv-InhKontrol AdaL​(res)I​(res)Lv-ResPerlakuanOwner
FIN-01PasarDepresiasi IDR/USD >10% → biaya bahan baku impor naik3412Forward contract 50% eksposur236Mitigate + TransferCFO
CRD-01KreditPembeli ritel gagal bayar >60 hari → piutang macet339Batas kredit, laporan umur piutang236MitigateManajer Keuangan
CRD-02KreditPemasok bahan baku utama bangkrut → supply terhenti2510Dua pemasok alternatif terdaftar236MitigateManajer Pengadaan
ENV-01Lingk.Regulasi AMDAL diperketat → biaya compliance naik339Tim legal memonitor peraturan236Accept + MitigateManajer Legal
ENV-02Lingk.Banjir area pabrik (Semarang) → operasi terhenti2510Polis asuransi bencana, SOP evakuasi236Transfer + MitigateManajer Pabrik
KRI untuk 3 Risiko Prioritas (Lv-Inh ≥ 12)
  • SDM-01: % turnover operator/kuartal — threshold: >8% = waspada, >12% = kritis
  • FIN-01: kurs IDR/USD vs kurs forward — threshold: selisih >5% = alert
  • OPS-02: % order terlambat/bulan — threshold: >3% = waspada

Studi Kasus: BBRI — Risk Register Bank & Laporan OJK

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk adalah salah satu bank dengan praktik manajemen risiko terdokumentasi terbaik di Indonesia.

Risk Appetite Statement BBRI (Lap. Tahunan 2023)
  • Kredit: NPL (rasio kredit macet) bruto ≤ 3%
  • Pasar: kerugian maks. fluktuasi suku bunga — dibatasi % tier-1 capital (internal)
  • Operasional: target kerugian operasional < ambang batas internal
  • Likuiditas: LCR ≥ 100% setiap saat
Kewajiban SEOJK No. 14/SEOJK.03/2017
  • Self-assessment TKS (Tingkat Kesehatan Bank) — profil 8 jenis risiko
  • Frekuensi: SEMESTERAN (posisi akhir Juni & Desember)
  • Disampaikan oleh Direksi, diketahui Dewan Komisaris
  • Mencakup: kredit, pasar, likuiditas, operasional, hukum, stratejik, kepatuhan, reputasi
Perhatian: SEOJK 14/2017 → pelaporan TKS SEMESTERAN, bukan triwulanan. Monitoring KRI internal bisa lebih sering (harian/bulanan), tetapi pelaporan formal ke OJK adalah semesteran.

KRI Nyata: Apa yang Dipantau Perusahaan Indonesia?

IndustriKategori RisikoKRIThreshold Waspada
Perbankan (BBRI, BMRI)KreditNPL bruto>3%
PerbankanLikuiditasLCR<120%
Manufaktur (ASII)Operasional% downtime lini produksi>2%/bulan
ManufakturSDMTingkat turnover>8%/kuartal
Ritel (MAPI, HERO)PemasaranSame-store sales growth<0% selama 2 kuartal
Migas (Pertamina)LingkunganJumlah insiden tumpahan>0 per kuartal
Semua sektorPasarKurs IDR/USD (volatilitas 30h)>5%
Tabel ini mencakup emiten BEI nyata. Same-store sales growth = pertumbuhan penjualan pada gerai yang sama — mengukur pertumbuhan organik tanpa pengaruh pembukaan gerai baru. KRI harus bisa diukur dengan data yang tersedia.
Bagian 3 dari 4
Review, Update & Maintenance Risk Register
Risk register yang baik bukan yang paling tebal — melainkan yang paling sering diperbarui dan benar-benar mencerminkan kondisi risiko terkini.
Triwulanan Semesteran Tahunan

Tiga Ritme Review Risk Register

SiklusFrekuensiFokus ReviewSiapa yang Terlibat
TriwulananSetiap 3 bulanUpdate status KRI; monitoring residual risk; eskalasi risiko baruRisk Owner + Manajer Risiko
SemesteranSetiap 6 bulanEvaluasi efektivitas kontrol; revisi perlakuan; tambah/hapus risikoDireksi + Komite Risiko
TahunanSetiap 12 bulanPembaruan komprehensif: re-assessment seluruh risiko; alignment strategi; ubah risk appetiteDewan Komisaris + Direksi + Semua Risk Owner
Ad hoc review (tinjauan tidak terjadwal): risiko BARU atau PERUBAHAN SIGNIFIKAN → review segera, tidak perlu tunggu siklus rutin. Contoh trigger: pandemi, regulasi baru OJK/BI, akuisisi bisnis baru, bencana alam.

Checklist Validasi Risk Register — 5 Dimensi

1. Kelengkapan
  • Semua 12 kolom terisi?
  • Semua 6 kategori risiko terwakili?
  • KRI ada untuk risiko prioritas?
  • Semua risk owner teridentifikasi?
2. Konsistensi
  • Skala penilaian sama di seluruh register?
  • Residual level selalu ≤ inherent level?
  • Perlakuan sesuai level residual?
  • Level Tinggi tidak boleh “Accept”
3. Relevansi
  • Risiko mencerminkan kondisi bisnis saat ini?
  • Ada risiko strategis dari perubahan terbaru?
  • Tidak ada risiko usang yang belum dihapus?
4. Akuntabilitas
  • Risk owner sudah menyetujui entrinya?
  • Ada deadline realistis untuk setiap tindakan?
  • Satu nama spesifik (bukan "Dept X")?
5. Keterbacaan
  • Deskripsi risiko pakai format Cause → Event → Effect?
  • Ringkasan eksekutif tersedia untuk manajemen senior?

Risk Owner — Bukan Manajer Risiko, Bukan Direksi

Risk owner adalah manajer lini operasional yang paling dekat dengan sumber risiko — bukan tim risiko yang mengkoordinir, bukan direksi yang mengawasi.

Contoh Risk Owner PT Maju Bersama
  • OPS-01 (kebakaran): Manajer Pabrik
  • SDM-01 (turnover): Manajer HRD
  • FIN-01 (kurs): CFO
  • ENV-02 (banjir): Manajer Pabrik
Tanggung Jawab Risk Owner
  • Memverifikasi penilaian risiko di unitnya
  • Mengimplementasikan rencana mitigasi
  • Memantau KRI secara berkala
  • Melaporkan perubahan kondisi risiko
  • Bertanggung jawab atas residual risk unitnya
Manajer Risiko = koordinator & fasilitator. Risk Owner = penanggung jawab operasional. Keduanya berbeda, keduanya wajib ada. Tetapkan SATU nama spesifik, bukan "Departemen X".

Integrasi Risk Register dengan Strategi Perusahaan

Risk register yang tidak terhubung ke keputusan strategis hanyalah dokumen compliance — bukan alat manajemen.

RENCANA STRATEGISTujuan PerusahaanRISK REGISTERProfil Risiko TerkiniKEPUTUSAN STRATEGISEkspansi? → tinjau CRD + MKTInvestasi mesin? → tinjau OPS + FIN
ISO 31000 Prinsip 2: Manajemen risiko adalah bagian integral dari pengambilan keputusan organisasi — bukan fungsi terpisah. Risk-informed decision making: setiap keputusan strategis mempertimbangkan profil risiko yang ada.
Bagian 4 dari 4
Presentasi Kepada Manajemen & Dewan Komisaris
Dari risk register setebal 50 halaman ke risk dashboard satu halaman yang bisa dibaca CEO dalam tiga menit.
Dashboard Eksekutif Strategi

HDN-2 Langkah 1: Tetapkan Aturan Status — Sebelum Membuat Tabel

Tujuan: Ringkasan eksekutif untuk Direksi PT Maju Bersama, Q2 2025. Risk Appetite: residual level maksimum = 6.

KondisiSimbolLabel
Residual ≤ 6 (Rendah) DAN semua KRI amanTerkontrol
Residual 7–14 (Sedang) ATAU ada KRI lewat thresholdPerlu Perhatian
Residual ≥ 15 (Tinggi)Kritis
Contoh SDM-01: Residual = 9 (band 7–14 = Sedang ✓) & KRI turnover Q2 = 9,5% > threshold 8% ✓ → dua kondisi ‘Perlu Perhatian’ terpenuhi → Status = ⚠ Perlu Perhatian
Risk Dashboard — PT Maju Bersama | Q2 2025 — Top-5 Risiko Prioritas
#IDRisikoLv-InhLv-ResStatusTindak Lanjut
1OPS-02Kegagalan mesin jahit utama126✓ TerkontrolPM dijadwalkan ulang Agt
2SDM-01Turnover operator tinggi129⚠ Perlu PerhatianReview paket retensi Sep
3SDM-02Kecelakaan kerja operator126✓ TerkontrolAudit K3 Juli
4FIN-01Depresiasi IDR/USD126✓ TerkontrolPerpanjang forward Okt
5OPS-01Kebakaran gudang106✓ TerkontrolUji APAR Agustus

HDN-2 Langkah 2: KRI Alert & Rekomendasi Manajemen

KRI Alert Q2 2025:
SDM-01: Turnover Q2 = 9,5%
Threshold waspada: >8% → ⚠ WASPADA
(belum kritis: <12% — bukan "kritis" dulu)
Mini Heat Map (Likelihood vs Impact)Impact →LikelihoodOPS-02SDM-01SDM-02FIN-01OPS-01532234
Rekomendasi kepada Direksi
  • SDM-01 (PRIORITAS): Eskalasi ke Direktur SDM; tinjau paket retensi; survei kepuasan karyawan Q3.
  • OPS-02: PM bulan Agustus dikonfirmasi jadwalnya; tidak perlu eskalasi.
  • Semua risiko lain: Status Terkontrol — lanjutkan monitoring rutin triwulanan.

Studi Kasus: PT Pertamina — Pelaporan GRC ke Dewan Komisaris

PT Pertamina (Persero) — BUMN energi terbesar Indonesia — menjalankan sistem GRC yang menjadi acuan korporasi Indonesia.

Struktur GRC Pertamina (Annual Report 2022)
  • Komite Risiko di bawah Dewan Komisaris
  • CRO (Chief Risk Officer) setingkat Senior VP
  • Risk register diperbarui triwulanan oleh seluruh anak perusahaan
  • Pelaporan ke Dewan Komisaris: 4x per tahun + laporan khusus jika risiko kritis
Kategori Risiko Utama Pertamina
  • Harga minyak dunia (pasar)
  • Risiko geopolitik pasokan (operasional/strategis)
  • Kecelakaan operasional ladang & kilang (HSE)
  • Transisi energi: aset fosil vs target EBT (strategis/lingkungan)
  • Kepatuhan regulasi SKK Migas & OJK
Pertamina membuktikan bahwa risk register bukan hanya urusan manajer risiko — ia adalah dokumen yang dibahas di tingkat Dewan Komisaris empat kali setahun. CRO = Chief Risk Officer. HSE = Health, Safety, and Environment. EBT = Energi Baru Terbarukan.

Dari Register ke Keputusan: Tiga Pertanyaan Kunci

Setiap keputusan strategis besar seharusnya dimulai dengan tiga pertanyaan ini:

Pertanyaan 1
RISIKO APA?
Risiko baru apa yang muncul dari keputusan ini, dan apakah kita siap mengelolanya? → Buka risk register kategori relevan.
Pertanyaan 2
RISK APPETITE?
Apakah total residual risk setelah keputusan ini masih dalam risk appetite yang ditetapkan? → Bandingkan dengan risk appetite statement.
Pertanyaan 3
SIAPA OWNER?
Siapa yang akan bertanggung jawab memantau dan mengelola risiko baru ini? → Tetapkan risk owner sebelum keputusan dieksekusi.
Contoh nyata: "Ekspansi PT Maju Bersama ke Vietnam" → risiko baru: CRD-03 (kredit distributor asing, owner: Direktur Komersial), MKT-02 (regulasi impor Vietnam, owner: Manajer Legal). Risk aggregation (penggabungan eksposur risiko seluruh unit) wajib dilakukan sebelum keputusan disetujui.

Format SEOJK 14/2017: Penilaian Tingkat Kesehatan Bank (Semesteran)

Bagi mahasiswa yang berminat karir di perbankan — ini kerangka regulasi wajib yang harus dipahami.

⚠ Koreksi umum: SEOJK 14/2017 bukan laporan triwulanan. Penilaian TKS (termasuk profil risiko) dilakukan SEMESTERAN — posisi akhir Juni & akhir Desember — sesuai SEOJK 14/2017 dan POJK 4/POJK.03/2016.
BagianIsi Self-Assessment TKS
1. Profil RisikoPenilaian 8 jenis risiko: kredit, pasar, likuiditas, operasional, hukum, stratejik, kepatuhan, reputasi
2. Komposit RisikoPeringkat komposit 1 (sangat rendah) – 5 (sangat tinggi)
3. TrendMeningkat / Stabil / Menurun
4. Kualitas Penerapan MRPenilaian kecukupan sistem pengendalian risiko
5. Rencana TindakRencana perbaikan bila profil risiko memburuk
Peringkat komposit (penilaian keseluruhan tingkat risiko bank berdasarkan agregasi 8 jenis risiko) OJK: Low — Low-to-Moderate — Moderate — Moderate-to-High — High. Metode: RBBR (Risk-Based Bank Rating).

Sintesis Semester: Dari Identifikasi ke Register ke Keputusan

P1–3
Fondasi: Risiko = ketidakpastian × dampak. Prinsip manajemen risiko (ISO 31000).
P4–6
Identifikasi: Teknik brainstorming, SWOT, bow-tie. Kategorisasi 6 jenis risiko.
P7–9
Penilaian: Likelihood × Impact → Level. Heat map / Matriks risiko.
P10–11
Perlakuan: Mitigate • Transfer • Avoid • Accept.
P12–13
Komponen Register: KRI • Risk Owner • Risk Appetite.
P14
Implementasi & Komunikasi (Kita ada di sini): Risk Register Komprehensif → Risk Dashboard → Siklus Review → Strategi.

Latihan Kelas — Susun Risk Dashboard Mini

Instruksi (Kerja Kelompok, 15 Menit)
  • 1. Pilih perusahaan Indonesia yang Anda ketahui (UMKM, startup, atau emiten BEI).
  • 2. Identifikasi minimal 5 risiko dari minimal 3 kategori berbeda.
  • 3. Nilai likelihood dan impact (inherent) masing-masing dengan skala 1–5.
  • 4. Tentukan 1 KRI untuk risiko dengan level tertinggi.
  • 5. Susun risk dashboard mini: tabel top-3 risiko + 1 rekomendasi tindak lanjut.
Template Dashboard Mini (Isi di Sini)
#IDRisikoLv-InhLv-ResStatus
1     
2     
3     

Rekomendasi tindak lanjut: _______________

Presentasi: 3 menit per kelompok.

Penilaian oleh kelas: Apakah risikonya relevan? Apakah penilaiannya konsisten (residual ≤ inherent)? Apakah KRI-nya terukur?

Penutup — Selamat Menyelesaikan Semester Ini

"Manajemen risiko bukan ilmu untuk orang yang takut gagal. Ia adalah ilmu untuk orang yang berani mengambil risiko — secara sadar, terstruktur, dan bertanggung jawab."

Untuk Karir Anda
KARIR
  • Perusahaan mana pun → risk register & risk awareness dibutuhkan
  • Perbankan & keuangan → tambah POJK & SEOJK
  • BUMN & korporasi besar → GRC & komite risiko
  • Wirausaha → risk register sederhana untuk UMKM
Langkah Selanjutnya
MAJU
  • Manajemen Keuangan II → biaya modal & struktur modal
  • Audit Internal → pengendalian internal & COSO
  • Magang/KKN → terapkan risk register di organisasi nyata
  • Sertifikasi → CRMA, CRMP (sertifikat manajemen risiko profesional)
ISO 31000 bisa diunduh gratis di iso.org — baca Klausul 6 untuk proses lengkap manajemen risiko. Terima Kasih atas kehadiran dan partisipasi Anda selama 14 pertemuan. Selamat menempuh ujian akhir.

Hitung dari Nol: Verifikasi Aritmetika 10 Baris Risk Register

Skala: Likelihood 1–5, Impact 1–5, Level = L × I. Residual selalu ≤ Inherent (logika kontrol).

IDL(inh)I(inh)L×I = Lv-InhL(res)I(res)L×I = Lv-ResCek
OPS-012510236
OPS-023412236
SDM-014312339
SDM-023412236
MKT-01248144
FIN-013412236
CRD-01339236
CRD-022510236
ENV-01339236
ENV-022510236
Semua 10 baris: aritmetika benar, residual selalu ≤ inherent. ✓ Top-5 inherent: OPS-02, SDM-01, SDM-02, FIN-01 (level 12) + OPS-01 (level 10).

Hitung dari Nol: Cara Memilih Top-5 & Menghitung Status Dashboard

LangkahPerhitungan / LogikaNilai / Hasil
1 — Urutkan berdasarkan Lv-Inh tertinggiOPS-02, SDM-01, SDM-02, FIN-01: masing-masing L(inh)×I(inh)3×4=12; 4×3=12; 3×4=12; 3×4=12 → Level 12
2 — Slot ke-5: tiebreaker level 10OPS-01: 2×5=10 | CRD-02: 2×5=10 | ENV-02: 2×5=10OPS-01 dipilih (risiko operasional utama)
3 — Hitung Lv-Res SDM-01L(res)=3, I(res)=3 → 3 × 3 =9 (Sedang, melebihi RA=6)
4 — Cek KRI SDM-01 Q2Turnover Q2 = 9,5% vs threshold waspada 8%9,5% > 8% → WASPADA ⚠
5 — Tetapkan Status SDM-01Residual 9 (Sedang) DAN KRI lewat threshold → dua kondisi ⚠Perlu Perhatian
6 — Status 4 risiko lainResidual = 6 (≤RA) DAN KRI semua amanTerkontrol ✓
Risk Appetite PT Maju Bersama = residual level maksimum 6. Hanya SDM-01 (residual=9) yang melebihi → satu-satunya yang perlu eskalasi di Q2 2025.