stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-13
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 13: Penyusunan Risk Register: Konsep, Struktur & Desain
Program Studi Manajemen  •  FEB UNDIP

Manajemen Resiko Bisnis

Pertemuan 13 — Penyusunan Risk Register:
Konsep, Struktur & Desain

Dari identifikasi ke perlakuan: satu dokumen yang menyatukan seluruh proses manajemen risiko.

RPS Minggu 14  •  Sub-CPMK 12  •  Durasi 2 × 50 Menit
ID Risiko Kategori Level

Tujuan Pembelajaran Pertemuan 13

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menyusun risk register (Sub-CPMK 12). Secara rinci:

Capaian 1 — Konsep
C1
Menjelaskan definisi dan fungsi risk register sebagai dokumen manajemen risiko terpusat.
Capaian 2 — Desain
C2
Merancang template risk register dengan 17 kolom minimum-praktis untuk satu organisasi.
Capaian 3 — Kalkulasi
C3
Membedakan dan menghitung inherent, residual, dan target risk menggunakan matriks 5×5.
Capaian 4 — Pengisian
C4
Mengisi minimal 3 entri risiko lengkap termasuk semua kolom dan kalkulasi matriks.

Tanpa Register, Risiko Jatuh ke Celah

Kasus ilustrasi: Bank X (nama disamarkan) mengalami kerugian Rp 230 miliar akibat fraud karyawan cabang — risiko yang sudah diidentifikasi dua tahun sebelumnya oleh audit internal, tetapi tidak pernah tercatat secara formal.

MASALAH

Tidak ada risk owner (pemilik risiko — individu yang bertanggung jawab memantau risiko tertentu) yang ditetapkan → tidak ada yang bertanggung jawab memantau → kontrol tidak diterapkan → fraud terjadi.

SOLUSI

Risk register yang baik menetapkan: siapa pemilik risiko, kontrol apa yang ada, kapan ditinjau, dan apa status saat ini — semua tertulis, semua bisa diaudit.

Diskusi kelas: Menurut Anda, siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas risiko fraud di cabang: Direktur Utama, Kepala Cabang, atau Divisi Kepatuhan?
Blok 1 dari 4
Apa & Mengapa
Risk Register
Definisi dan fungsi  ·  Risk register sebagai living document  ·  Siapa pengguna risk register

Definisi & Fungsi Risk Register

"Risk register adalah dokumen atau repositori terstruktur yang merekam semua risiko yang telah diidentifikasi beserta informasi analisis, kontrol yang ada, rencana perlakuan, pemilik risiko, dan status pemantauannya." — ISO 31000:2018 & BPKP

Enam Fungsi Utama:

1 — Inventarisasi
Katalog tunggal semua risiko organisasi — satu sumber kebenaran.
2 — Akuntabilitas
Menetapkan risk owner yang bertanggung jawab secara formal.
3 — Prioritasi
Memisahkan risiko kritis (Extreme/High) dari risiko minor (Low).
4 — Komunikasi
Bahasa bersama antar divisi dan manajemen — tidak ada versi ganda.
5 — Pemantauan
Melacak status kontrol dan perlakuan dari waktu ke waktu.
6 — Kepatuhan
Memenuhi persyaratan regulator: OJK, BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan), Kemenkeu.

Risk Register sebagai Living Document

Risk register bukan foto sekali jepret — ia adalah rekaman video yang terus berjalan (living document = dokumen hidup yang selalu diperbarui mengikuti kondisi terkini).

1 · IdentifikasiRisiko baru ditemukan,ditambah ke register2 · AnalisisRisk score dihitung/ diperbarui3 · PerlakuanKontrol diterapkan,residual dihitung ulang4 · PemantauanStatus diperbarui,risiko usang diarsipkan
Frekuensi review: minimal tahunan (BPKP/Kemenkeu)  ·  triwulanan untuk risiko High–Extreme  ·  segera saat kejadian risiko atau perubahan konteks signifikan.

Siapa Menggunakan Risk Register?

Risk register bukan milik satu divisi — ia adalah instrumen lintas fungsi.

PenggunaPeran dalam Risk RegisterContoh Aksi
Direksi / BODTerima laporan agregat; setujui risk appetite (selera risiko — jumlah risiko yang bersedia diterima)Review dashboard risiko triwulanan
CRO / Divisi RisikoKelola, perbarui, konsolidasi register (CRO = Chief Risk Officer)Update risk score bulanan
Risk Owner (Ka. Divisi)Isi & perbarui risiko di unit masing-masingLapor status kontrol setiap bulan
Internal AuditGunakan register sebagai peta prioritas auditPilih risiko High untuk diaudit
Regulator (OJK/BPKP)Periksa kelengkapan & kualitas registerPemeriksaan tahunan
Blok 2 dari 4
Anatomi:
17 Kolom Risk Register
Kelompok 1–5: Identitas  ·  Kelompok 6–10: Inherent  ·  Kelompok 11–15: Kontrol & Residual  ·  Kelompok 16–17: Aksi & Status

Kelompok A — Identitas Risiko (Kolom 1–5)

#Nama KolomIsi & Panduan Pengisian
1ID RisikoKode unik alphanumerik, mis. KRD-001 (risiko kredit pertama). Format: [KATEGORI]-[NOMOR URUT]
2Deskripsi RisikoPola wajib: "Risiko bahwa [peristiwa] terjadi [kapan/di mana] sehingga mengakibatkan [dampak]."
3Risk OwnerNama jabatan (bukan nama orang) yang bertanggung jawab. Mis: Kepala Divisi Kredit.
4Tanggal IdentifikasiTanggal risiko pertama kali dicatat. Format: DD/MM/YYYY.
5Kategori RisikoKredit / Pasar / Operasional / Likuiditas / Hukum / Reputasi / Strategis — pilih satu.
Contoh deskripsi BURUK: "Risiko NPL" (terlalu umum).  |  BAIK: "Risiko bahwa debitur UMKM tidak mampu membayar cicilan saat perlambatan ekonomi sehingga NPL (Non-Performing Loan — kredit macet >90 hari) melampaui threshold 5% dan memicu persyaratan modal tambahan OJK."

Kelompok B — Analisis Inherent (Kolom 6–10)

Inherent risk = tingkat risiko sebelum kontrol apa pun diterapkan. Bayangkan kondisi tanpa pelindung sama sekali.

#Nama KolomIsi & Panduan
6Penyebab (Cause)Faktor pemicu risiko — spesifik: mis. "server berusia 9 tahun, patch terakhir 2022, utilisasi 85%."
7Dampak (Consequence)Akibat jika risiko terjadi: kerugian finansial Rp X miliar, reputasi rusak, sanksi regulator.
8Kemungkinan Inherent (Li)Skala 1–5: 1=Sangat Jarang · 2=Jarang · 3=Sedang · 4=Sering · 5=Hampir Pasti. L=4 (Sering) ≈ 1–2× per tahun.
9Dampak Inherent (Ii)Skala 1–5: 1=Tidak Signifikan · 2=Minor · 3=Moderat · 4=Mayor · 5=Katastrofik. I=4 (Mayor) = kerugian >1% total aset.
10Risk Level Inherent= Li × Ii  ·  Rentang 1–25  ·  Low 1–5 Med 6–12 High 13–19 Extreme 20–25

Kelompok C — Kontrol & Analisis Residual (Kolom 11–15)

Residual risk = tingkat risiko setelah kontrol yang ada diterapkan. Ini kondisi risiko hari ini.

#Nama KolomIsi & Panduan
11Existing ControlsKontrol yang sudah berjalan hari ini — bukan yang direncanakan atau idealnya ada.
12Efektivitas KontrolMemadai / Perlu Perbaikan / Tidak Memadai. Penilaian jujur atas kinerja kontrol di lapangan.
13Kemungkinan Residual (Lr)Skala 1–5 setelah kontrol. Tidak Memadai = 0 penurunan (Lr = Li). Memadai = turun 1–2 tingkat.
14Dampak Residual (Ir)Skala 1–5 setelah kontrol. Ir ≤ Ii (kontrol mengurangi dampak).
15Risk Level Residual= Lr × Ir. Bandingkan dengan inherent: seberapa besar kontrol mengurangi risiko?
Heuristik jembatan: Memadai → turun 1–2 tingkat (L atau I)  ·  Perlu Perbaikan → turun 0–1 tingkat  ·  Tidak Memadai → 0 tingkat penurunan (Lr=Li, Ir=Ii). Penyimpangan dari rentang wajib disertai justifikasi tertulis di kolom 12.

Kelompok D — Perlakuan & Status (Kolom 16–17)

Kolom terakhir menjawab: apa yang akan kita lakukan selanjutnya? dan sudah sampai mana?

#Nama KolomIsi & Panduan
16Perlakuan Direkomendasikan + Target TanggalTindakan SMART: apa tindakannya, siapa PIC (Person In Charge — penanggung jawab)-nya, kapan deadline-nya. Mis: "Implementasi sistem skoring kredit baru — PIC: Divisi IT — Target: 31 Des 2025."
17StatusBelum Dimulai / Dalam Proses / Selesai / Ditunda / Dibatalkan.
Kolom 16–17 adalah engine pemantauan: tanpa target tanggal dan status, perlakuan tidak pernah benar-benar dikerjakan. Target risk = tingkat risiko yang ingin dicapai setelah perlakuan tambahan diterapkan — bagian dari risk appetite organisasi.

HDN-1: Template Risk Register Perbankan — 3 Entri

Kasus: Bank Maju Sejahtera (BMS), bank umum beraset Rp 15 triliun, Semarang. Tiga risiko utama tim manajemen risiko 2025.

KolomKRD-001 — Kredit UMKMOPS-001 — Core BankingPSR-001 — Pasar/Suku Bunga
Risk OwnerKa. Divisi KreditKa. Divisi TIKa. Divisi Treasury
KategoriKreditOperasionalPasar
Li / Ii4 / 43 / 53 / 4
Score Inherent16 — High15 — High12 — Medium
Existing ControlsSkoring kredit, limit UMKMSLA maintenance, backup tapeALMA, hedging derivatif
EfektivitasPerlu PerbaikanTidak MemadaiMemadai
Lr / Ir2 / 33 / 52 / 3
Score Residual6 — Medium15 — High6 — Medium
StatusDalam ProsesDalam ProsesBelum Dimulai
OPS-001: kontrol Tidak Memadai (tidak ada hot standby; backup tape butuh 12+ jam restore) → Lr=Li=3, Ir=Ii=5 → residual tetap 15 (High). Kontrol yang tidak berfungsi tidak mengurangi risiko.
Blok 3 dari 4
Inherent vs Residual
vs Target Risk
Tiga level risiko  ·  Matriks 5×5 & kalkulasi risk score  ·  Perbandingan step-by-step  ·  Kapan residual dapat diterima?

Tiga Level Risiko dalam Risk Register

INHERENT RISK — Kondisi Sebelum Kontrol Apa Pun
Risiko bawaan alami organisasi. "Kondisi worst-case tanpa pelindung." Ini adalah titik awal penilaian — seberapa parah risiko jika tidak ada kontrol sama sekali.
RESIDUAL RISK — Kondisi Setelah Existing Controls
Risiko yang tersisa setelah kontrol yang sudah ada diterapkan. "Kondisi risiko hari ini." Ini adalah realita yang sesungguhnya dihadapi organisasi saat ini.
TARGET RISK — Kondisi yang Diinginkan
Tingkat risiko yang ingin dicapai setelah perlakuan tambahan. Ditetapkan berdasarkan risk appetite. "Di mana kita ingin berada setelah investasi mitigasi."
Urutan logis: Inherent → [terapkan kontrol] → Residual → [terapkan perlakuan] → Target. Jika Residual ≤ Target: acceptable. Jika Residual > Target: perlu tindakan tambahan.

Risk Score = Likelihood × Impact (Matriks 5×5)

Risk Score = L × I  ·  L ∈ {1,2,3,4,5}  ·  I ∈ {1,2,3,4,5}  ·  Score ∈ {1…25}
Risk ScoreLevelZonaImplikasi (panduan awal)
1–5LowHijauPantau rutin; dokumentasikan
6–12MediumKuningPerlakuan dalam 6–12 bulan; tetapkan PIC
13–19HighOranyePerlakuan segera; lapor ke manajemen senior
20–25ExtremeMerahEskalasi ke direksi; hentikan/batasi aktivitas terkait
Matriks 5×5 = tabel 5 baris × 5 kolom di mana baris = skala dampak, kolom = skala kemungkinan, isi sel = L×I. Implikasi di tabel ini adalah panduan awal berbasis zona. Keputusan akhir apakah residual risk DITERIMA selalu dibandingkan terhadap Target Risk (Slide 18), bukan hanya dari warnanya.

HDN-2: Menghitung Inherent vs Residual Risk

Kasus: Risiko operasional kegagalan autentikasi mobile banking sebuah bank digital besar (ilustrasi).

LangkahPerhitunganInherentResidual
1Likelihood (L)4 (Sering)2 (Jarang)
2Impact (I)4 (Mayor)3 (Moderat)
3Risk Score = L × I4 × 4 = 162 × 3 = 6
4LevelHigh (13–19)Medium (6–12)
5Kontrol yang adaEnkripsi data; OTP (One-Time Password — kode sekali pakai); pemantauan 24/7
6Perubahan score16 → 6 (turun 10 poin = −62,5%)
7Target risk (ditetapkan direksi)Score ≤ 4 (Low)
8Perlu perlakuan tambahan?Ya — Residual (6) > Target (4)
Perlakuan direkomendasikan: Autentikasi biometrik (sidik jari/face ID) + penetration testing (uji penetrasi oleh tim keamanan profesional) tahunan. Target: Q2 2026.

Kapan Residual Risk Dapat Diterima?

Residual Risk DITERIMA jika: Residual Score ≤ Target Risk Score
Residual Risk DITOLAK jika: Residual Score > Target Risk Score → perlu perlakuan tambahan
KonsepDefinisi
Risk AppetiteJumlah risiko yang secara umum bersedia diterima organisasi dalam mengejar tujuannya — ditetapkan direksi. Mis: "Tidak ada risiko Extreme yang diterima."
Risk ToleranceBatas fleksibilitas di sekitar risk appetite — seberapa jauh boleh menyimpang. Mis: "High risiko operasional ditoleransi maksimal 3 bulan sebelum harus dimitigasi."
Risk CriteriaStandar yang dipakai untuk menilai signifikansi risiko, termasuk definisi skala L dan I yang disepakati sebelum pengisian register.

Studi Kasus: Risk Register PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI)

BBRI = bank beraset terbesar di Indonesia (~Rp 1.900 triliun per 2023), fokus kredit UMKM. Annual Report 2023 BBRI mencantumkan risk register dalam seksi GRC.

KategoriRisiko Utama (ilustratif)LevelPerlakuan
KreditPeningkatan NPL segmen mikro saat suku bunga naikHighPengetatan limit kredit + restrukturisasi aktif
OperasionalGangguan layanan digital BRImoHighRedundansi server + SLA pemulihan < 4 jam
PasarRepricing aset-liabilitas akibat kenaikan BI RateMediumALMA + hedging obligasi
KepatuhanKetidaksesuaian dengan regulasi OJK baruMediumProgram sosialisasi + audit kepatuhan triwulanan
Angka dan level bersifat ilustratif untuk pembelajaran. Untuk angka resmi, unduh Annual Report BBRI di idx.co.id. ALMA = Asset Liability Management — manajemen aset dan liabilitas. BRImo = aplikasi mobile banking PT Bank Rakyat Indonesia.
Blok 4 dari 4
Integrasi &
Praktik Indonesia
Integrasi tahapan MR ke register  ·  Standar BPKP & Kemenkeu  ·  Risk register di Annual Report IDX  ·  Lima kesalahan umum

Risk Register = Rekaman Seluruh Proses Manajemen Risiko

1 · IdentifikasiKolom 1–72 · AnalisisKolom 8–103 · EvaluasiVs Risk Criteria4 · PerlakuanKolom 11–155 · PemantauanKolom 16–17
Tahap Proses MRKolom Risk Register yang Diisi
1. Identifikasi Risiko (P3–4)Kolom 1–7: ID, Deskripsi, Owner, Tanggal, Kategori, Cause, Consequence
2. Analisis Risiko (P5–6)Kolom 8–10: Li, Ii, Risk Level Inherent
3. Evaluasi Risiko (P7)Bandingkan Risk Level vs Risk Criteria → prioritas tindakan
4. Perlakuan Risiko (P8–9)Kolom 11–15: Existing Controls, Efektivitas, Lr, Ir, Residual Level
5. Pemantauan & Review (P10–12)Kolom 16–17: Perlakuan, Target Tanggal, Status

Regulasi Risk Register di Indonesia: BPKP & Kemenkeu

AspekBPKP (BUMN & Instansi Pemerintah)Kementerian Keuangan
Dasar hukumPP 60/2008 (SPIP); Peraturan Kepala BPKPPMK tentang Manajemen Risiko di Lingkungan Kemenkeu
Frekuensi updateMinimal tahunan; triwulanan untuk risiko High+Minimal tahunan; semester untuk risiko High
Format wajibTemplate standar BPKP (bpkp.go.id)Template Kemenkeu (intranet satuan kerja)
PelaporanKepala unit kerja → InspektoratKepala satker → Inspektorat Jenderal
KonsekuensiTemuan pemeriksaan; rekomendasi perbaikanRekomendasi perbaikan; implikasi penilaian SAKIP
SPIP = Sistem Pengendalian Intern Pemerintah — kerangka pengendalian internal yang diwajibkan PP 60/2008 bagi seluruh instansi pemerintah dan BUMN.  ·  SAKIP = Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah — penilaian kinerja yang mempengaruhi anggaran unit kerja.

Risk Register di Laporan Tahunan Emiten BEI

Seluruh perusahaan publik (emiten) yang terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia) diwajibkan mengungkapkan manajemen risiko dalam Annual Report — umumnya di seksi GRC (Governance, Risk & Compliance).

EmitenSeksi di Annual ReportIsi yang Biasanya Ada
BBRI, BBCA, BMRI"Manajemen Risiko" / "Risk Management"Profil risiko, inherent & residual risk, kontrol utama
TLKM, ASII"GRC" / "Tata Kelola"Risk register tingkat korporat, strategi mitigasi
GOTO, BUKA"Risk Factors" + "Enterprise Risk"Daftar risiko utama, impact, kemungkinan, kontrol
Tips praktis: Unduh Annual Report dari idx.co.id → cari kata kunci "risk register", "risiko", "inherent", "residual" → bandingkan dengan 17 kolom yang kita pelajari. Emiten = perusahaan yang menerbitkan efek (saham/obligasi) kepada publik dan terdaftar di bursa efek.

Lima Kesalahan yang Harus Anda Hindari

1 — Deskripsi terlalu umum
"Risiko kredit" tanpa subjek, peristiwa, dampak. Perbaiki: gunakan format "Risiko bahwa [peristiwa] terjadi [konteks] sehingga [dampak]."
2 — Risk owner = divisi, bukan jabatan
"Divisi Kredit" tidak dapat dimintai pertanggungjawaban; "Kepala Divisi Kredit" dapat.
3 — Existing controls diisi dengan kontrol yang direncanakan
Hanya kontrol yang sudah berjalan hari ini yang masuk kolom 11 — bukan rencana masa depan.
4 — Risk register tidak diperbarui
Dokumen setahun lalu yang tidak pernah diupdate lebih berbahaya dari tidak punya register — menciptakan rasa aman palsu.
5 — Skala L dan I tidak dikalibrasi (diselaraskan) sebelumnya
Penilaian antar divisi tidak bisa dibandingkan kalau definisi "Sering" (L=4) berbeda-beda. Wajib workshop kalibrasi risiko sebelum pengisian register.

Cheat Sheet: 17 Kolom + 3 Level Risiko

KelompokKolom
A — Identitas1-ID · 2-Deskripsi · 3-Owner · 4-Tanggal · 5-Kategori
B — Inherent6-Cause · 7-Consequence · 8-Li · 9-Ii · 10-Scorei
C — Residual11-Controls · 12-Efektivitas · 13-Lr · 14-Ir · 15-Scorer
D — Aksi16-Perlakuan+Deadline · 17-Status
ScoreLevelZona
1–5LowHijau
6–12MediumKuning
13–19HighOranye
20–25ExtremeMerah
Tiga level: Inherent (tanpa kontrol) → Residual (setelah kontrol ada) → Target (setelah perlakuan tambahan). Residual ≤ Target = acceptable. Residual > Target = perlu aksi.

Persiapan & Tugas

Tugas Individu — Deadline H+7
Unduh Annual Report satu emiten perbankan BEI (BBRI, BMRI, BBCA, atau BNGA). Buka seksi manajemen risiko / GRC. Identifikasi minimal 3 risiko yang diungkapkan, rekonstruksi ke template risk register 17 kolom. Bandingkan kualitas pengungkapan dengan standar ISO 31000 — mana kolom yang kurang?
Persiapan Pertemuan 14 — Ujian Akhir
Review materi P1–P13. Fokus: (1) inherent vs residual risk, (2) pengisian template risk register lengkap, (3) integrasi tahapan MR ke dalam register. Kerjakan Lampiran B (Bank Soal) secara mandiri.
"Risk register adalah bukti bahwa manajemen risiko Anda serius — bukan sekadar rapat dan memo, tetapi komitmen tertulis yang bisa diaudit, dilacak, dan dipertanggungjawabkan."