stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-09
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 9: Analisis Risiko Pasar
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP

Manajemen Resiko Bisnis

Pertemuan 9 — Analisis Risiko Pasar

Suku bunga naik, nilai tukar melemah, harga saham jatuh — bagaimana mengukur, menguji, dan melindungi perusahaan dari guncangan pasar?

RPS MINGGU 10 • SUB-CPMK 8 • DURASI 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menganalisis risiko pasar (Sub-CPMK 8). Secara rinci:

CAPAIAN 1 — IDENTIFIKASI
4 SUMBER
Mengidentifikasi empat sumber risiko pasar dan sub-jenisnya dari kasus perusahaan Indonesia.
CAPAIAN 2 — DURATION
MD
Menghitung Modified Duration (MD) dan estimasi perubahan harga obligasi dari nol.
CAPAIAN 3 — KURS
KURS
Mengukur transaction exposure — paparan nilai tukar atas transaksi yang sudah terjadi tapi belum diselesaikan — dan kerugian potensial dua skenario.
CAPAIAN 4 — LINDUNG NILAI
HEDGE
Menjelaskan prinsip stress testing dan instrumen hedging (lindung nilai) yang sesuai per jenis risiko.

Ketika Pasar Bergerak, Perusahaan Rugi — atau Untung

KASUS 1 — BI RATE 2022–2023
BI menaikkan suku bunga sebanyak 225 bps (basis points — satuan 0,01%; 225 bps = 2,25%) dalam satu tahun, dari 3,50% (Agustus 2022) ke 5,75% (Januari 2023); puncak 6,00% Oktober 2023. Emiten dengan utang floating (berbunga mengambang) melihat beban bunga tahunan naik jutaan rupiah per Rp 1 M utang. WIKA dan WSKT melaporkan lonjakan beban keuangan.
KASUS 2 — RUPIAH & SAWIT 2023
Rupiah melemah dari ~Rp 14.800 ke ~Rp 15.800 per USD di semester I/2023. Eksportir CPO (Crude Palm Oil — minyak kelapa sawit mentah) seperti AALI (PT Astra Agro Lestari, BEI) dan SSMS memperoleh pendapatan lebih tinggi dalam rupiah — namun tanpa strategi nilai tukar yang jelas, keuntungan ini tidak terkelola dengan baik.
Pesan kunci: risiko pasar bukan ancaman abstrak — ia mengubah laporan laba-rugi setiap kuartal, langsung berdampak pada profitabilitas perusahaan.
Bagian 1 dari 5
Peta Risiko Pasar
Dari mana saja risiko pasar datang? Kita petakan empat sumber utama sebelum mengukur satu per satu.
Suku Bunga Nilai Tukar Harga Saham Harga Komoditas

Empat Sumber Risiko Pasar

OJK (SEOJK 12/2022) mengklasifikasikan risiko pasar dalam empat dimensi:

1 — RISIKO SUKU BUNGA
SB
Kerugian akibat perubahan suku bunga yang memengaruhi nilai aset/liabilitas berbunga. Sub-jenis: repricing risk dan yield curve risk.
2 — RISIKO NILAI TUKAR
FX
Kerugian akibat fluktuasi kurs mata uang asing. Sub-jenis: transaction, translation, dan economic exposure.
3 — RISIKO HARGA SAHAM
β
Kerugian akibat penurunan harga saham yang dipegang sebagai investasi atau portofolio. Diukur dengan Beta (β).
4 — RISIKO HARGA KOMODITAS
CPO
Kerugian akibat fluktuasi harga komoditas (minyak, CPO, batu bara, emas) yang memengaruhi biaya produksi atau pendapatan.
Satu perusahaan bisa terpapar lebih dari satu sumber risiko secara bersamaan.

Risiko Suku Bunga: Dua Sub-Jenis Utama

REPRICING RISK — RISIKO PERUBAHAN HARGA ULANG

Terjadi karena aset dan liabilitas perusahaan memiliki jangka waktu penetapan bunga yang berbeda.

  • Contoh: bank punya deposito 3 bulan (liabilitas) tapi kredit 5 tahun (aset)
  • Ketika suku bunga naik, biaya dana naik cepat sementara pendapatan bunga aset belum bergerak
  • Selisih keuntungan (net interest margin) menyempit drastis
YIELD CURVE RISK — RISIKO KURVA IMBAL HASIL

Terjadi ketika bentuk kurva imbal hasil (yield curve) berubah tidak sejajar.

  • Yield curve = grafik hubungan jangka waktu vs suku bunga obligasi penerbit yang sama
  • Flattening (penggepengkan kurva): suku bunga jangka pendek naik lebih cepat dari jangka panjang
  • Mengubah nilai relatif aset-liabilitas dengan durasi berbeda secara tak terduga
Implikasi praktis: kenaikan BI Rate Februari 2023 → deposito 1 bulan ikut naik dalam 30 hari, tetapi KPR (Kredit Pemilikan Rumah) 30 tahun yang sudah dikunci di bunga tetap tidak bergerak.

Risiko Nilai Tukar: Tiga Dimensi Paparan

TRANSACTION EXPOSURE
Transaksi
Risiko atas transaksi yang sudah terjadi dalam mata uang asing tapi belum diselesaikan. Contoh: PT X memiliki utang USD 100.000 jatuh tempo 3 bulan — jika rupiah melemah, utang dalam rupiah membengkak.
TRANSLATION EXPOSURE
Translasi
Risiko atas konversi laporan keuangan anak perusahaan luar negeri ke mata uang pelaporan induk. Ini risiko akuntansi, bukan kas langsung.
ECONOMIC EXPOSURE
Ekonomi
Risiko atas nilai perusahaan jangka panjang akibat perubahan kurs yang memengaruhi daya saing, harga jual, dan biaya secara struktural.
Untuk ujian: transaction exposure = paling terukur karena ada kontrak spesifik; economic exposure = paling luas tapi paling sulit diukur.

Risiko Harga Saham & Risiko Harga Komoditas

RISIKO HARGA SAHAM
  • Memengaruhi perusahaan yang memegang saham sebagai investasi (contoh: perusahaan asuransi jiwa)
  • Ukuran utama: Beta (β) — sensitivitas imbal hasil saham terhadap imbal hasil pasar (IHSG — Indeks Harga Saham Gabungan)
  • Contoh: β = 1,2 berarti jika IHSG turun 10%, saham cenderung turun 12%
  • Saham BBCA (BEI), TLKM (BEI) memiliki beta berbeda mencerminkan sensitivitas terhadap pasar
RISIKO HARGA KOMODITAS
  • Memengaruhi perusahaan yang menggunakan atau menjual komoditas sebagai input/output utama
  • Contoh Indonesia: produsen semen (batu bara sebagai energi), PERTAMINA (minyak mentah), AALI/SSMS (CPO)
  • Tidak ada ukuran tunggal seperti duration atau beta — bergantung pada struktur kontrak dan pasar komoditas spesifik
Dua risiko ini sering bergerak bersama saat krisis (market contagion — penularan pasar), sehingga diversifikasi pun tidak cukup melindungi.
Bagian 2 dari 5
Risiko Suku Bunga & Duration
Dari konsep ke angka: bagaimana menghitung Modified Duration dan memperkirakan dampak perubahan suku bunga terhadap harga obligasi.
Hukum Emas: harga obligasi bergerak berlawanan arah dengan suku bunga — saat suku bunga naik, harga obligasi turun.

Duration & Modified Duration: Dua Rumus Kunci

Intuisi: Duration = titik keseimbangan waktu arus kas obligasi — seperti pusat gravitasi timbangan: semakin besar kupon yang diterima awal, semakin pendek durasinya.

MACAULAY DURATION (D)
D = Σ [ t × PV(CF₁) ] / Harga Obligasi  =  Σ [ t × CF₅ / (1+y)ᵗ ] / P₀
MODIFIED DURATION (MD)
MD = D / (1 + y)
ESTIMASI PERUBAHAN HARGA
ΔP / P ≈ −MD × Δy
Tanda minus (−): perubahan harga berlawanan arah dengan perubahan yield — inilah hukum harga obligasi. Δy = perubahan YTM (yield to maturity — imbal hasil sampai jatuh tempo).

HDN-1 — Hitung Modified Duration dari Nol

Soal: Obligasi PT Semen Nusantara (ilustrasi): nilai nominal Rp 1.000.000, kupon 8%/tahun tahunan, jatuh tempo 3 tahun, YTM = 9%.

LangkahPerhitunganNilai
1. Arus kas tiap tahunKupon = 8% × Rp 1.000.000CF₁ = CF₂ = Rp 80.000; CF₃ = Rp 1.080.000
2a. PV₁80.000 / (1,09)¹Rp 73.394
2b. PV₂80.000 / (1,09)²Rp 67.334
2c. PV₃1.080.000 / (1,09)³Rp 833.960
3. Harga obligasi (P₀)PV₁ + PV₂ + PV₃Rp 974.688
4. Bobot w₁, w₂, w₃73.394/974.688; 67.334/974.688; 833.960/974.6880,07531; 0,06908; 0,85561
5. Macaulay Duration (D)1×0,07531 + 2×0,06908 + 3×0,855612,7803 tahun
6. Modified Duration (MD)D / (1 + 0,09) = 2,7803 / 1,092,5508
7. Dampak ΔYield +1%ΔP/P ≈ −2,5508 × 0,01−2,55%
8. Estimasi harga baru974.688 × (1 − 0,0255)~Rp 949.825
Jika YTM naik 1% (dari 9% ke 10%), harga obligasi turun ~Rp 24.862 (−2,55%). Estimasi vs harga eksak (Rp 950.263): selisih hanya Rp 438 — aproksimasi linear cukup akurat untuk perubahan kecil.

Apa Artinya Modified Duration = 2,55?

INTERPRETASI LANGSUNG
  • MD = 2,55 berarti: harga obligasi berubah ≈ 2,55% untuk setiap perubahan yield 1%
  • Naik yield 1% → harga turun 2,55%
  • Turun yield 1% → harga naik 2,55%
  • Portofolio Rp 100 M: kehilangan ≈ Rp 2,55 M jika BI Rate naik 1%
ATURAN PRAKTIS
  • Obligasi kupon rendah → duration lebih panjang → lebih sensitif
  • Obligasi jangka pendek → duration lebih pendek → lebih terlindungi
  • Zero-coupon bond: Duration = Jatuh Tempo (paling sensitif)
Sifat ObligasiDurationSensitivitas
Kupon tinggi, jangka pendekRendahRendah
Kupon rendah, jangka panjangTinggiTinggi
Zero-coupon bond= Jatuh tempoTertinggi

Coba Sendiri: Geser Yield, Amati Perubahan Harga Obligasi

Geser perubahan yield dan amati bagaimana modified duration memprediksi persentase perubahan harga obligasi.

Studi Kasus: Suku Bunga Mengambang & Kenaikan BI Rate

Bank Indonesia menaikkan BI Rate dari 3,50% (Agustus 2022) ke 5,75% (Januari 2023) — total kenaikan 225 bps; puncak 6,00% pada Oktober 2023.

DAMPAK: PERUSAHAAN KONSTRUKSI BUMN (ilustrasi)
  • Utang obligasi berbunga mengambang (floating): Rp 10 T
  • Bunga awal: BI Rate + 2% = 5,50% p.a. → Beban bunga: Rp 550 M/tahun
  • Setelah BI Rate +225 bps: 7,75% p.a. → Beban bunga: Rp 775 M/tahun
  • Kenaikan beban bunga: Rp 225 M/tahun — tanpa perubahan bisnis apa pun
  • Referensi: WIKA dan WSKT melaporkan kenaikan beban keuangan signifikan (IDX, 2023)
STRATEGI MITIGASI
  • Negosiasi konversi ke bunga tetap (fixed rate) sebelum siklus kenaikan dimulai
  • Gunakan interest rate swap (kontrak pertukaran aliran bunga): bayar bunga tetap, terima bunga mengambang
  • Manajemen maturity profile: percepat pelunasan utang floating, terbitkan obligasi fixed rate
Bagian 3 dari 5
Risiko Nilai Tukar
Dari tiga dimensi paparan ke perhitungan konkret: berapa ruginya jika rupiah melemah?
Rupiah melemah (kurs USD/IDR naik) = buruk untuk importir dan debitur mata uang asing, baik untuk eksportir. Periksa arah ini dulu sebelum menghitung.

Tiga Exposure Nilai Tukar: Perbandingan Cepat

DimensiTransaction ExposureTranslation ExposureEconomic Exposure
Apa yang terdampak?Transaksi spesifik yang sudah terjadiLaporan keuangan konsolidasiNilai perusahaan jangka panjang
Jangka waktuPendek (hari–bulan)Per periode pelaporanPanjang (tahun)
Dampak kas?Ya, langsungTidak langsung (akuntansi)Ya, via pendapatan & biaya
Mudah diukur?Ya (ada jumlah pasti)SedangSulit
Tip ujian (dari Yale — Shiller): Tanyakan “apakah ada kontrak spesifik yang membuat perusahaan wajib menerima/membayar mata uang asing?” Kalau ada → transaction. Kalau dampaknya ke seluruh model bisnis → economic.

Mengukur Transaction Exposure: Rumus Dasar

NILAI KEWAJIBAN/PIUTANG DALAM RUPIAH
Nilai (IDR) = Jumlah (FCY) × Kurs (IDR/FCY)
KERUGIAN/KEUNTUNGAN KURS
ΔNilai = Jumlah (FCY) × [Kurs_Baru − Kurs_Lama]
UNTUK UTANG (importir/debitur)
  • Kurs naik (rupiah melemah) → ΔNilai positif → kerugian kurs
  • Kurs turun (rupiah menguat) → ΔNilai negatif → keuntungan kurs
UNTUK PIUTANG (eksportir)
  • Kurs naik (rupiah melemah) → piutang USD dalam IDR naik → keuntungan kurs
  • Kurs turun (rupiah menguat) → piutang USD dalam IDR turun → kerugian kurs
FCY = foreign currency (mata uang asing); IDR = rupiah Indonesia.

HDN-2 — Hitung Transaction Exposure dari Nol

Soal: PT Maju Bersama (ilustrasi) memiliki utang USD 100.000 jatuh tempo 3 bulan. Kurs saat ini: Rp 15.500/USD.

LangkahPerhitunganHasil
A. Nilai utang sekarangUSD 100.000 × Rp 15.500Rp 1.550.000.000
B. Skenario 1: kurs Rp 16.500USD 100.000 × Rp 16.500Rp 1.650.000.000
   Kerugian skenario 1Rp 1.650 jt − Rp 1.550 jtRp 100.000.000
C. Skenario 2: kurs Rp 17.000USD 100.000 × Rp 17.000Rp 1.700.000.000
   Kerugian skenario 2Rp 1.700 jt − Rp 1.550 jtRp 150.000.000
SkenarioKurs (IDR/USD)Nilai Utang (IDR)Kerugian Kurs
Baseline15.500Rp 1.550.000.000
Skenario 116.500Rp 1.650.000.000Rp 100.000.000
Skenario 217.000Rp 1.700.000.000Rp 150.000.000
Rupiah melemah Rp 1.000 per dolar = kerugian Rp 100 juta — tanpa kesalahan bisnis apa pun.

Studi Kasus: Eksportir CPO & Fluktuasi USD

Indonesia adalah produsen CPO (Crude Palm Oil) terbesar dunia. AALI (PT Astra Agro Lestari, BEI) dan SSMS menjual CPO di pasar internasional dalam denominasi USD.

SAAT RUPIAH MELEMAH — WINDFALL
  • Pendapatan ekspor dalam USD tidak berubah (misal USD 50 juta/kuartal)
  • Kurs melemah dari Rp 14.800 ke Rp 15.800/USD
  • Pendapatan dalam IDR naik: USD 50 juta × Rp 1.000 = Rp 50 miliar
  • Margin laba bertambah tanpa menambah volume produksi (windfall — keuntungan tidak terduga dari faktor eksternal)
RISIKO SEBALIKNYA — RUPIAH MENGUAT
  • Jika kurs kembali ke Rp 14.000/USD
  • Pendapatan IDR turun drastis
  • Biaya produksi (pupuk, upah) tetap dalam IDR
  • Margin tertekan — bahkan tanpa perubahan operasional
  • Strategi: natural hedge — ambil utang USD agar ada penyeimbang alami
Ironi risiko pasar: saat rupiah melemah, eksportir untung; saat menguat, rugi — dan tidak ada yang mengontrol kurs pasar.
Bagian 4 dari 5
Risiko Saham, Komoditas & Stress Testing
Beta untuk risiko ekuitas, komoditas di sektor riil, dan cara menguji ketahanan perusahaan dengan skenario ekstrem.
Stress testing (pengujian ketahanan — simulasi dampak skenario ekstrem terhadap posisi keuangan perusahaan) diwajibkan OJK untuk perbankan Indonesia.

Beta (β): Ukuran Risiko Sistematis Saham

Intuisi: Beta = seberapa besar saham ikut bergerak ketika IHSG bergerak 1%. Beta 1,5 berarti jika IHSG naik 1%, saham cenderung naik 1,5% — dan sebaliknya saat pasar turun.

Beta (β)InterpretasiContoh Saham BEI
β < 0Bergerak berlawanan pasar(jarang — produk defensif ekstrem)
β = 0Tidak berkorelasi dengan pasarAset bebas risiko (SUN)
0 < β < 1Kurang sensitif dari pasarSaham defensif: UNVR, MYOR
β = 1Bergerak seiring pasarSaham “rata-rata pasar”
β > 1Lebih sensitif dari pasarSaham siklikal: BBRI, ASII, GOTO
Risiko sistematis = risiko yang tidak bisa dihilangkan dengan diversifikasi karena bergerak bersama seluruh pasar. Saham dengan β tinggi lebih berisiko saat pasar turun, tapi juga lebih menguntungkan saat pasar naik. Lihat Slide berikut untuk cara menghitung β dari data return.

HDN-3 (Bagian 1/2) — Rata-Rata Return & Tabel Deviasi

Intuisi: Beta = seberapa serempak saham bergerak dengan pasar, dibanding seberapa liar pasar sendiri bergerak. Kita perlu kovarians (ukuran keserempakan) dan varians (ukuran keliar-an pasar) — kedua-duanya dibangun dari deviasi tiap periode.

Data: return mingguan saham PT XYZ (ilustrasi) dan IHSG selama 4 periode.  |  Notasi Σ = jumlahkan semua baris; (n−1) = koreksi sampel kecil.

PeriodeRm − R̄mRi − R̄iProduk silang (Rm−R̄m)(Ri−R̄i)Kuadrat (Rm−R̄m)²
Rata-rata (→)R̄m = (2,0 − 1,5 + 1,0 − 0,5) / 4 = 0,25%    R̄i = (3,2 − 2,0 + 1,8 − 0,6) / 4 = 0,60%
12,0 − 0,25 = +1,753,2 − 0,60 = +2,601,75 × 2,60 = 4,5501,75² = 3,063
2−1,5 − 0,25 = −1,75−2,0 − 0,60 = −2,60(−1,75)×(−2,60) = 4,550(−1,75)² = 3,063
31,0 − 0,25 = +0,751,8 − 0,60 = +1,200,75 × 1,20 = 0,9000,75² = 0,563
4−0,5 − 0,25 = −0,75−0,6 − 0,60 = −1,20(−0,75)×(−1,20) = 0,900(−0,75)² = 0,563
Σ  10,9007,252
Tiap baris adalah langkah manual — pastikan Anda bisa menghitung satu baris sendiri sebelum lanjut ke Slide berikut.

HDN-3 (Bagian 2/2) — Kovarians, Varians, dan Beta

Dari Slide sebelumnya: Σ[(Rm−R̄m)(Ri−R̄i)] = 10,900    Σ(Rm−R̄m)² = 7,252

LangkahPerhitunganHasil
3. Kovarians(Ri, Rm)10,900 / (n−1) = 10,900 / 33,633
4. Varians(Rm)7,252 / (n−1) = 7,252 / 32,417
5. Beta (β)β = Kovarians / Varians = 3,633 / 2,417≈ 1,50
β ≈ 1,50 — saham XYZ bergerak 1,5× lebih besar dari IHSG. Jika IHSG turun 10%, saham ini diperkirakan turun ∼15%.
LOGIKA INTUISI
  • Kovarians besar + varians pasar kecil → saham bergerak jauh > pasar → β tinggi
  • Pasar sendiri sudah liar (varians besar) + saham hanya ikut → β mendekati 1
TIP EXCEL
  • =SLOPE(range_Ri, range_Rm) menghasilkan beta yang sama persis
  • Fungsi SLOPE secara internal menghitung Cov/Var seperti langkah di atas
  • Praktik: gunakan 60 observasi bulanan untuk stabilitas statistik

Coba Sendiri: Amati Titik Sebar Return Saham vs Pasar

Ubah pola pergerakan titik return saham terhadap IHSG pada scatter plot, lalu amati bagaimana kemiringan garis regresi (beta) berubah.

Risiko Harga Komoditas: Dampak Nyata di Sektor Riil

SIAPA YANG TERPAPAR?
  • Produsen komoditas (AALI, SSMS, ADRO, PTBA): terpapar risiko harga jual turun
  • Pengguna komoditas (SMGR — semen pakai batu bara; INDF — produk pangan pakai CPO): terpapar risiko harga beli naik
  • Bank yang membiayai sektor komoditas: terpapar secara tidak langsung via kualitas kredit debitur
KARAKTERISTIK KHUSUS
  • Harga ditentukan pasar global — tidak ada perusahaan tunggal yang bisa memengaruhi harga (price taker)
  • Volatilitas tinggi: harga batu bara thermal bisa turun 50%+ dalam satu siklus
  • Sering berkorelasi dengan USD (dikuotasi dalam USD) → double exposure (terpapar dua risiko sekaligus)
KomoditasEmiten TerpaparRisiko Utama
CPOAALI, SSMS, LSIPHarga jual turun / ekspor terhambat
Batu baraADRO, PTBA, ITMGHarga jual turun + regulasi lingkungan
Minyak mentahAKRA, MEDCHarga beli naik / marjin SPBU tertekan
NikelANTM, INCOHarga jual bergantung permintaan EV (kendaraan listrik) global

Stress Testing & Scenario Analysis: Uji Ketahanan Perusahaan

Alat ukur seperti duration dan beta mengukur risiko dalam kondisi normal. Stress testing mengukur ketahanan dalam kondisi ekstrem.

STRESS TESTING
  • Simulasi dampak skenario ekstrem tapi mungkin terjadi (historical crisis atau hypothetical shock)
  • Contoh: “Bagaimana jika BI Rate naik 300 bps dalam 6 bulan?” atau “Jika kurs melemah ke Rp 20.000/USD?”
  • Output: estimasi kerugian maksimum dan kecukupan modal/likuiditas
  • Diwajibkan OJK untuk bank (SEOJK 12/2022)
SCENARIO ANALYSIS
  • Analisis dampak untuk 2–4 skenario berbeda (optimis, dasar, pesimis, krisis)
  • Setiap skenario mendefinisikan nilai spesifik variabel risiko pasar
  • Digunakan dalam perencanaan bisnis dan budget tahunan perusahaan
SkenarioBI RateKurs USD/IDRHarga CPO (USD/ton)
Optimis5,50%Rp 14.500950
Dasar6,00%Rp 15.500800
Pesimis7,00%Rp 17.000650
Krisis8,50%Rp 20.000450
Bagian 5 dari 5
Hedging: Prinsip Dasar Lindung Nilai
Perusahaan sudah mengukur risikonya — sekarang, apa yang bisa dilakukan untuk melindungi diri?
F — Futures Fwd — Forward ↔ Swap Opt — Options

Empat Instrumen Hedging: Perbandingan

InstrumenDefinisi SingkatCocok UntukKeunggulanKelemahan
FuturesKontrak beli/jual aset di masa depan pada harga tetap, diperdagangkan di bursa terorganisasiKomoditas (CPO/batu bara di BAPPEBTI), suku bungaStandar, likuid, transparanHarus di-mark-to-market harian; basis risk
ForwardKontrak beli/jual aset di masa depan pada harga tetap, bersifat OTC (antar-pihak)Nilai tukar korporasi (paling umum di Indonesia)Disesuaikan kebutuhan; fleksibelTidak likuid; counterparty risk (risiko pihak lawan gagal bayar)
SwapPertukaran aliran pembayaran secara periodik antar dua pihakSuku bunga (fixed ↔ floating); nilai tukar lintas mata uangJangka panjang; efisien untuk utang besarKompleks; butuh ISDA agreement
OptionsHak (bukan kewajiban) untuk beli (call) atau jual (put) aset pada harga tertentuFleksibilitas satu arah; komoditas volatilLindungi sisi bawah, tetap ikut sisi atasPremi mahal; lebih kompleks
OTC = over the counter (transaksi antar dua pihak langsung, tidak melalui bursa). ISDA = International Swaps and Derivatives Association — kontrak standar internasional untuk transaksi derivatif. Mark-to-market = penilaian posisi berdasarkan harga pasar harian.

Instrumen Mana untuk Exposure Apa? + Natural Hedge

Jenis ExposureInstrumen Hedge yang UmumContoh Indonesia
Transaction ExposureForward, options, swapUtang impor bahan baku (USD) dilindungi dengan forward USD dari bank
Translation ExposureHedge akuntansi PSAK 71Konsolidasi anak usaha Singapura — aplikasi hedge accounting
Economic ExposureOperational hedgeKompetisi produk impor vs lokal — sesuaikan sumber bahan baku
Natural hedge (lindung nilai alami): menyesuaikan mata uang pendapatan dan kewajiban agar saling mengimbangi — paling murah, tidak perlu instrumen keuangan. Contoh: eksportir CPO yang punya utang USD secara alami terlindungi karena pelemahan rupiah meningkatkan pendapatan IDR dan sekaligus meningkatkan kewajiban IDR — dua efek yang saling mengimbangi.
PSAK 71 = Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 71 tentang Instrumen Keuangan (setara IFRS 9, berlaku Indonesia 2020) — mengatur hedge accounting agar keuntungan/kerugian derivatif diakui pada periode yang sama dengan eksposur yang dilindungi.

Peta Besar Analisis Risiko Pasar

Sumber RisikoAlat Ukur UtamaRumus KunciInstrumen Hedge
Suku bungaMacaulay & Modified DurationMD = D/(1+y); ΔP/P ≈ −MD×ΔyInterest rate swap, futures suku bunga
Nilai tukarTransaction exposureΔNilai = FCY × (Kurs_Baru − Kurs_Lama)Forward, swap mata uang, options
Harga sahamBeta (β)β = Cov(Ri,Rm) / Var(Rm)Equity futures, index options
Harga komoditasSensitivitas harga (kualitatif)Analisis skenario per unit komoditasCommodity futures, options

Proses lengkap (4 langkah):

1Identifikasi — sumber risiko apa yang ada?
2Ukur — gunakan alat yang tepat per jenis risiko.
3Uji ketahanan — stress test & scenario analysis.
4Kelola — accept, hedge, atau transfer risiko.
Referensi regulasi: SEOJK 12/2022 mewajibkan bank mengelola keempat jenis risiko pasar ini secara terintegrasi.

Apa yang Sudah Anda Capai Hari Ini

CHECKLIST CAPAIAN HARI INI
  • ✓ Mengidentifikasi 4 sumber risiko pasar & sub-jenisnya (suku bunga, nilai tukar, saham, komoditas)
  • ✓ Menghitung Modified Duration dari nol — MD = 2,5508; estimasi harga baru Rp 949.825 (HDN-1)
  • ✓ Mengukur transaction exposure dua skenario — kerugian Rp 100 jt (Sk.1) dan Rp 150 jt (Sk.2) (HDN-2)
  • ✓ Menghitung beta dari kovarians/varians — β ≈ 1,50 (HDN-3)
  • ✓ Menjelaskan stress testing dan prinsip hedging
PERSIAPAN PERTEMUAN 10 — RISIKO OPERASIONAL
  • Baca: Hanafi (2014), Bab Risiko Operasional (risiko dari kegagalan proses internal, sistem, SDM, atau kejadian eksternal)
  • Cari contoh: kasus fraud/kejadian operasional perusahaan Indonesia (mis. kasus BUMN 2019–2023)
  • Siapkan: perbedaan risiko pasar vs risiko operasional
  • Refleksi: apakah risiko pasar atau operasional yang lebih besar dampaknya bagi perusahaan?
Tugas refleksi: Identifikasi satu perusahaan di BEI (Bursa Efek Indonesia) yang menurut Anda paling terpapar risiko pasar. Apa jenisnya dan mengapa? Jawaban menjadi bahan diskusi awal Pertemuan 10.

Visualisasi: Peta Risiko Pasar & Alat Ukurnya

RISIKO PASAR4 Sumber UtamaSUKU BUNGAAlat: Macaulay &Modified DurationMD = D/(1+y)NILAI TUKARAlat: TransactionExposureΔNilai = FCY × ΔKursHARGA SAHAMAlat: Beta (β)IHSG / BEIβ = Cov/VarKOMODITASAlat: SkenarioCPO/Batu bara/NikelStress testingRESPONS: HEDGE / ACCEPT / TRANSFER

Referensi & Sumber Verifikasi

REFERENSI UTAMA RPS
  • Hanafi, M.M. (2014). Manajemen Risiko, Edisi Kedua. Yogyakarta: UPP STIM YKPN. — Bab Risiko Pasar.
  • Rustam, B.R. (2017). Manajemen Risiko Perbankan. Jakarta: Salemba Empat. — Risiko nilai tukar & suku bunga.
  • Bodie, Z., Kane, A., & Marcus, A.J. Investments. McGraw-Hill. — Duration, Modified Duration, Beta.
REGULASI & SUMBER LANJUTAN
  • SEOJK No. 12/SEOJK.03/2022 — Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum Konvensional. OJK.
  • Fabozzi, F.J. Bond Markets, Analysis, and Strategies. — Duration & convexity lanjutan.
  • BIS. Principles for Management of Interest Rate Risk. — Standar internasional suku bunga.
  • Brigham & Houston (2018). Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. — Hedging, risiko nilai tukar.
  • Data: bi.go.id (BI Rate); idx.co.id (laporan keuangan emiten); ojk.go.id (regulasi).
Catatan akurasi: PPh Badan 22% (berlaku sejak UU Cipta Kerja 2020). PPN efektif 11% (PMK 131/2024 — tidak relevan langsung di materi ini). Angka ilustrasi HDN-1/HDN-2/HDN-3 terverifikasi di Lampiran A materi. BI Rate dan kurs: verifikasi terkini sebelum mengajar dari bi.go.id.
Sub-CPMK 8 • Selesai
Analisis Risiko Pasar

Identifikasi • Ukur • Uji • Kelola

MD = 2,5508 (HDN-1) Rp 100 jt (HDN-2 Sk.1) β ≈ 1,50 (HDN-3)
PERTEMUAN 10 • RISIKO OPERASIONAL

📖 Baca juga: Sensitivity Scenario Analysis — penjelasan mendalam dan contoh numerik.