Suku bunga naik, nilai tukar melemah, harga saham jatuh — bagaimana mengukur, menguji, dan melindungi perusahaan dari guncangan pasar?
RPS MINGGU 10 • SUB-CPMK 8 • DURASI 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menganalisis risiko pasar (Sub-CPMK 8). Secara rinci:
CAPAIAN 1 — IDENTIFIKASI
4 SUMBER
Mengidentifikasi empat sumber risiko pasar dan sub-jenisnya dari kasus perusahaan Indonesia.
CAPAIAN 2 — DURATION
MD
Menghitung Modified Duration (MD) dan estimasi perubahan harga obligasi dari nol.
CAPAIAN 3 — KURS
KURS
Mengukur transaction exposure — paparan nilai tukar atas transaksi yang sudah terjadi tapi belum diselesaikan — dan kerugian potensial dua skenario.
CAPAIAN 4 — LINDUNG NILAI
HEDGE
Menjelaskan prinsip stress testing dan instrumen hedging (lindung nilai) yang sesuai per jenis risiko.
Ketika Pasar Bergerak, Perusahaan Rugi — atau Untung
KASUS 1 — BI RATE 2022–2023
BI menaikkan suku bunga sebanyak 225 bps (basis points — satuan 0,01%; 225 bps = 2,25%) dalam satu tahun, dari 3,50% (Agustus 2022) ke 5,75% (Januari 2023); puncak 6,00% Oktober 2023. Emiten dengan utang floating (berbunga mengambang) melihat beban bunga tahunan naik jutaan rupiah per Rp 1 M utang. WIKA dan WSKT melaporkan lonjakan beban keuangan.
KASUS 2 — RUPIAH & SAWIT 2023
Rupiah melemah dari ~Rp 14.800 ke ~Rp 15.800 per USD di semester I/2023. Eksportir CPO (Crude Palm Oil — minyak kelapa sawit mentah) seperti AALI (PT Astra Agro Lestari, BEI) dan SSMS memperoleh pendapatan lebih tinggi dalam rupiah — namun tanpa strategi nilai tukar yang jelas, keuntungan ini tidak terkelola dengan baik.
Pesan kunci: risiko pasar bukan ancaman abstrak — ia mengubah laporan laba-rugi setiap kuartal, langsung berdampak pada profitabilitas perusahaan.
Bagian 1 dari 5
Peta Risiko Pasar
Dari mana saja risiko pasar datang? Kita petakan empat sumber utama sebelum mengukur satu per satu.
Suku BungaNilai TukarHarga SahamHarga Komoditas
Empat Sumber Risiko Pasar
OJK (SEOJK 12/2022) mengklasifikasikan risiko pasar dalam empat dimensi:
1 — RISIKO SUKU BUNGA
SB
Kerugian akibat perubahan suku bunga yang memengaruhi nilai aset/liabilitas berbunga. Sub-jenis: repricing risk dan yield curve risk.
2 — RISIKO NILAI TUKAR
FX
Kerugian akibat fluktuasi kurs mata uang asing. Sub-jenis: transaction, translation, dan economic exposure.
3 — RISIKO HARGA SAHAM
β
Kerugian akibat penurunan harga saham yang dipegang sebagai investasi atau portofolio. Diukur dengan Beta (β).
4 — RISIKO HARGA KOMODITAS
CPO
Kerugian akibat fluktuasi harga komoditas (minyak, CPO, batu bara, emas) yang memengaruhi biaya produksi atau pendapatan.
Satu perusahaan bisa terpapar lebih dari satu sumber risiko secara bersamaan.
Risiko Suku Bunga: Dua Sub-Jenis Utama
REPRICING RISK — RISIKO PERUBAHAN HARGA ULANG
Terjadi karena aset dan liabilitas perusahaan memiliki jangka waktu penetapan bunga yang berbeda.
Contoh: bank punya deposito 3 bulan (liabilitas) tapi kredit 5 tahun (aset)
Ketika suku bunga naik, biaya dana naik cepat sementara pendapatan bunga aset belum bergerak
Terjadi ketika bentuk kurva imbal hasil (yield curve) berubah tidak sejajar.
Yield curve = grafik hubungan jangka waktu vs suku bunga obligasi penerbit yang sama
Flattening (penggepengkan kurva): suku bunga jangka pendek naik lebih cepat dari jangka panjang
Mengubah nilai relatif aset-liabilitas dengan durasi berbeda secara tak terduga
Implikasi praktis: kenaikan BI Rate Februari 2023 → deposito 1 bulan ikut naik dalam 30 hari, tetapi KPR (Kredit Pemilikan Rumah) 30 tahun yang sudah dikunci di bunga tetap tidak bergerak.
Risiko Nilai Tukar: Tiga Dimensi Paparan
TRANSACTION EXPOSURE
Transaksi
Risiko atas transaksi yang sudah terjadi dalam mata uang asing tapi belum diselesaikan. Contoh: PT X memiliki utang USD 100.000 jatuh tempo 3 bulan — jika rupiah melemah, utang dalam rupiah membengkak.
TRANSLATION EXPOSURE
Translasi
Risiko atas konversi laporan keuangan anak perusahaan luar negeri ke mata uang pelaporan induk. Ini risiko akuntansi, bukan kas langsung.
ECONOMIC EXPOSURE
Ekonomi
Risiko atas nilai perusahaan jangka panjang akibat perubahan kurs yang memengaruhi daya saing, harga jual, dan biaya secara struktural.
Untuk ujian: transaction exposure = paling terukur karena ada kontrak spesifik; economic exposure = paling luas tapi paling sulit diukur.
Risiko Harga Saham & Risiko Harga Komoditas
RISIKO HARGA SAHAM
Memengaruhi perusahaan yang memegang saham sebagai investasi (contoh: perusahaan asuransi jiwa)
Ukuran utama: Beta (β) — sensitivitas imbal hasil saham terhadap imbal hasil pasar (IHSG — Indeks Harga Saham Gabungan)
Contoh: β = 1,2 berarti jika IHSG turun 10%, saham cenderung turun 12%
Saham BBCA (BEI), TLKM (BEI) memiliki beta berbeda mencerminkan sensitivitas terhadap pasar
RISIKO HARGA KOMODITAS
Memengaruhi perusahaan yang menggunakan atau menjual komoditas sebagai input/output utama
Contoh Indonesia: produsen semen (batu bara sebagai energi), PERTAMINA (minyak mentah), AALI/SSMS (CPO)
Tidak ada ukuran tunggal seperti duration atau beta — bergantung pada struktur kontrak dan pasar komoditas spesifik
Dua risiko ini sering bergerak bersama saat krisis (market contagion — penularan pasar), sehingga diversifikasi pun tidak cukup melindungi.
Bagian 2 dari 5
Risiko Suku Bunga & Duration
Dari konsep ke angka: bagaimana menghitung Modified Duration dan memperkirakan dampak perubahan suku bunga terhadap harga obligasi.
Hukum Emas: harga obligasi bergerak berlawanan arah dengan suku bunga — saat suku bunga naik, harga obligasi turun.
Duration & Modified Duration: Dua Rumus Kunci
Intuisi: Duration = titik keseimbangan waktu arus kas obligasi — seperti pusat gravitasi timbangan: semakin besar kupon yang diterima awal, semakin pendek durasinya.
MACAULAY DURATION (D)
D = Σ [ t × PV(CF₁) ] / Harga Obligasi = Σ [ t × CF₅ / (1+y)ᵗ ] / P₀
MODIFIED DURATION (MD)
MD = D / (1 + y)
ESTIMASI PERUBAHAN HARGA
ΔP / P ≈ −MD × Δy
Tanda minus (−): perubahan harga berlawanan arah dengan perubahan yield — inilah hukum harga obligasi. Δy = perubahan YTM (yield to maturity — imbal hasil sampai jatuh tempo).
HDN-1 — Hitung Modified Duration dari Nol
Soal: Obligasi PT Semen Nusantara (ilustrasi): nilai nominal Rp 1.000.000, kupon 8%/tahun tahunan, jatuh tempo 3 tahun, YTM = 9%.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Arus kas tiap tahun
Kupon = 8% × Rp 1.000.000
CF₁ = CF₂ = Rp 80.000; CF₃ = Rp 1.080.000
2a. PV₁
80.000 / (1,09)¹
Rp 73.394
2b. PV₂
80.000 / (1,09)²
Rp 67.334
2c. PV₃
1.080.000 / (1,09)³
Rp 833.960
3. Harga obligasi (P₀)
PV₁ + PV₂ + PV₃
Rp 974.688
4. Bobot w₁, w₂, w₃
73.394/974.688; 67.334/974.688; 833.960/974.688
0,07531; 0,06908; 0,85561
5. Macaulay Duration (D)
1×0,07531 + 2×0,06908 + 3×0,85561
2,7803 tahun
6. Modified Duration (MD)
D / (1 + 0,09) = 2,7803 / 1,09
2,5508
7. Dampak ΔYield +1%
ΔP/P ≈ −2,5508 × 0,01
−2,55%
8. Estimasi harga baru
974.688 × (1 − 0,0255)
~Rp 949.825
Jika YTM naik 1% (dari 9% ke 10%), harga obligasi turun ~Rp 24.862 (−2,55%). Estimasi vs harga eksak (Rp 950.263): selisih hanya Rp 438 — aproksimasi linear cukup akurat untuk perubahan kecil.
Apa Artinya Modified Duration = 2,55?
INTERPRETASI LANGSUNG
MD = 2,55 berarti: harga obligasi berubah ≈ 2,55% untuk setiap perubahan yield 1%
Naik yield 1% → harga turun 2,55%
Turun yield 1% → harga naik 2,55%
Portofolio Rp 100 M: kehilangan ≈ Rp 2,55 M jika BI Rate naik 1%
ATURAN PRAKTIS
Obligasi kupon rendah → duration lebih panjang → lebih sensitif
Obligasi jangka pendek → duration lebih pendek → lebih terlindungi
Zero-coupon bond: Duration = Jatuh Tempo (paling sensitif)
Sifat Obligasi
Duration
Sensitivitas
Kupon tinggi, jangka pendek
Rendah
Rendah
Kupon rendah, jangka panjang
Tinggi
Tinggi
Zero-coupon bond
= Jatuh tempo
Tertinggi
Coba Sendiri: Geser Yield, Amati Perubahan Harga Obligasi
Geser perubahan yield dan amati bagaimana modified duration memprediksi persentase perubahan harga obligasi.
Studi Kasus: Suku Bunga Mengambang & Kenaikan BI Rate
Bank Indonesia menaikkan BI Rate dari 3,50% (Agustus 2022) ke 5,75% (Januari 2023) — total kenaikan 225 bps; puncak 6,00% pada Oktober 2023.
DAMPAK: PERUSAHAAN KONSTRUKSI BUMN (ilustrasi)
Utang obligasi berbunga mengambang (floating): Rp 10 T
Bunga awal: BI Rate + 2% = 5,50% p.a. → Beban bunga: Rp 550 M/tahun
Setelah BI Rate +225 bps: 7,75% p.a. → Beban bunga: Rp 775 M/tahun
Kenaikan beban bunga: Rp 225 M/tahun — tanpa perubahan bisnis apa pun
Dari tiga dimensi paparan ke perhitungan konkret: berapa ruginya jika rupiah melemah?
Rupiah melemah (kurs USD/IDR naik) = buruk untuk importir dan debitur mata uang asing, baik untuk eksportir. Periksa arah ini dulu sebelum menghitung.
Tiga Exposure Nilai Tukar: Perbandingan Cepat
Dimensi
Transaction Exposure
Translation Exposure
Economic Exposure
Apa yang terdampak?
Transaksi spesifik yang sudah terjadi
Laporan keuangan konsolidasi
Nilai perusahaan jangka panjang
Jangka waktu
Pendek (hari–bulan)
Per periode pelaporan
Panjang (tahun)
Dampak kas?
Ya, langsung
Tidak langsung (akuntansi)
Ya, via pendapatan & biaya
Mudah diukur?
Ya (ada jumlah pasti)
Sedang
Sulit
Tip ujian (dari Yale — Shiller): Tanyakan “apakah ada kontrak spesifik yang membuat perusahaan wajib menerima/membayar mata uang asing?” Kalau ada → transaction. Kalau dampaknya ke seluruh model bisnis → economic.
Kurs turun (rupiah menguat) → piutang USD dalam IDR turun → kerugian kurs
FCY = foreign currency (mata uang asing); IDR = rupiah Indonesia.
HDN-2 — Hitung Transaction Exposure dari Nol
Soal: PT Maju Bersama (ilustrasi) memiliki utang USD 100.000 jatuh tempo 3 bulan. Kurs saat ini: Rp 15.500/USD.
Langkah
Perhitungan
Hasil
A. Nilai utang sekarang
USD 100.000 × Rp 15.500
Rp 1.550.000.000
B. Skenario 1: kurs Rp 16.500
USD 100.000 × Rp 16.500
Rp 1.650.000.000
Kerugian skenario 1
Rp 1.650 jt − Rp 1.550 jt
Rp 100.000.000
C. Skenario 2: kurs Rp 17.000
USD 100.000 × Rp 17.000
Rp 1.700.000.000
Kerugian skenario 2
Rp 1.700 jt − Rp 1.550 jt
Rp 150.000.000
Skenario
Kurs (IDR/USD)
Nilai Utang (IDR)
Kerugian Kurs
Baseline
15.500
Rp 1.550.000.000
—
Skenario 1
16.500
Rp 1.650.000.000
Rp 100.000.000
Skenario 2
17.000
Rp 1.700.000.000
Rp 150.000.000
Rupiah melemah Rp 1.000 per dolar = kerugian Rp 100 juta — tanpa kesalahan bisnis apa pun.
Studi Kasus: Eksportir CPO & Fluktuasi USD
Indonesia adalah produsen CPO (Crude Palm Oil) terbesar dunia. AALI (PT Astra Agro Lestari, BEI) dan SSMS menjual CPO di pasar internasional dalam denominasi USD.
SAAT RUPIAH MELEMAH — WINDFALL
Pendapatan ekspor dalam USD tidak berubah (misal USD 50 juta/kuartal)
Kurs melemah dari Rp 14.800 ke Rp 15.800/USD
Pendapatan dalam IDR naik: USD 50 juta × Rp 1.000 = Rp 50 miliar
Margin laba bertambah tanpa menambah volume produksi (windfall — keuntungan tidak terduga dari faktor eksternal)
RISIKO SEBALIKNYA — RUPIAH MENGUAT
Jika kurs kembali ke Rp 14.000/USD
Pendapatan IDR turun drastis
Biaya produksi (pupuk, upah) tetap dalam IDR
Margin tertekan — bahkan tanpa perubahan operasional
Strategi: natural hedge — ambil utang USD agar ada penyeimbang alami
Ironi risiko pasar: saat rupiah melemah, eksportir untung; saat menguat, rugi — dan tidak ada yang mengontrol kurs pasar.
Bagian 4 dari 5
Risiko Saham, Komoditas & Stress Testing
Beta untuk risiko ekuitas, komoditas di sektor riil, dan cara menguji ketahanan perusahaan dengan skenario ekstrem.
Stress testing (pengujian ketahanan — simulasi dampak skenario ekstrem terhadap posisi keuangan perusahaan) diwajibkan OJK untuk perbankan Indonesia.
Beta (β): Ukuran Risiko Sistematis Saham
Intuisi: Beta = seberapa besar saham ikut bergerak ketika IHSG bergerak 1%. Beta 1,5 berarti jika IHSG naik 1%, saham cenderung naik 1,5% — dan sebaliknya saat pasar turun.
Beta (β)
Interpretasi
Contoh Saham BEI
β < 0
Bergerak berlawanan pasar
(jarang — produk defensif ekstrem)
β = 0
Tidak berkorelasi dengan pasar
Aset bebas risiko (SUN)
0 < β < 1
Kurang sensitif dari pasar
Saham defensif: UNVR, MYOR
β = 1
Bergerak seiring pasar
Saham “rata-rata pasar”
β > 1
Lebih sensitif dari pasar
Saham siklikal: BBRI, ASII, GOTO
Risiko sistematis = risiko yang tidak bisa dihilangkan dengan diversifikasi karena bergerak bersama seluruh pasar. Saham dengan β tinggi lebih berisiko saat pasar turun, tapi juga lebih menguntungkan saat pasar naik. Lihat Slide berikut untuk cara menghitung β dari data return.
Intuisi: Beta = seberapa serempak saham bergerak dengan pasar, dibanding seberapa liar pasar sendiri bergerak. Kita perlu kovarians (ukuran keserempakan) dan varians (ukuran keliar-an pasar) — kedua-duanya dibangun dari deviasi tiap periode.
Data: return mingguan saham PT XYZ (ilustrasi) dan IHSG selama 4 periode. | Notasi Σ = jumlahkan semua baris; (n−1) = koreksi sampel kecil.
Tiap baris adalah langkah manual — pastikan Anda bisa menghitung satu baris sendiri sebelum lanjut ke Slide berikut.
HDN-3 (Bagian 2/2) — Kovarians, Varians, dan Beta
Dari Slide sebelumnya: Σ[(Rm−R̄m)(Ri−R̄i)] = 10,900 Σ(Rm−R̄m)² = 7,252
Langkah
Perhitungan
Hasil
3. Kovarians(Ri, Rm)
10,900 / (n−1) = 10,900 / 3
3,633
4. Varians(Rm)
7,252 / (n−1) = 7,252 / 3
2,417
5. Beta (β)
β = Kovarians / Varians = 3,633 / 2,417
≈ 1,50
β ≈ 1,50 — saham XYZ bergerak 1,5× lebih besar dari IHSG. Jika IHSG turun 10%, saham ini diperkirakan turun ∼15%.
LOGIKA INTUISI
Kovarians besar + varians pasar kecil → saham bergerak jauh > pasar → β tinggi
Pasar sendiri sudah liar (varians besar) + saham hanya ikut → β mendekati 1
TIP EXCEL
=SLOPE(range_Ri, range_Rm) menghasilkan beta yang sama persis
Fungsi SLOPE secara internal menghitung Cov/Var seperti langkah di atas
Praktik: gunakan 60 observasi bulanan untuk stabilitas statistik
Coba Sendiri: Amati Titik Sebar Return Saham vs Pasar
Ubah pola pergerakan titik return saham terhadap IHSG pada scatter plot, lalu amati bagaimana kemiringan garis regresi (beta) berubah.
Risiko Harga Komoditas: Dampak Nyata di Sektor Riil
SIAPA YANG TERPAPAR?
Produsen komoditas (AALI, SSMS, ADRO, PTBA): terpapar risiko harga jual turun
Pengguna komoditas (SMGR — semen pakai batu bara; INDF — produk pangan pakai CPO): terpapar risiko harga beli naik
Bank yang membiayai sektor komoditas: terpapar secara tidak langsung via kualitas kredit debitur
KARAKTERISTIK KHUSUS
Harga ditentukan pasar global — tidak ada perusahaan tunggal yang bisa memengaruhi harga (price taker)
Volatilitas tinggi: harga batu bara thermal bisa turun 50%+ dalam satu siklus
Sering berkorelasi dengan USD (dikuotasi dalam USD) → double exposure (terpapar dua risiko sekaligus)
Komoditas
Emiten Terpapar
Risiko Utama
CPO
AALI, SSMS, LSIP
Harga jual turun / ekspor terhambat
Batu bara
ADRO, PTBA, ITMG
Harga jual turun + regulasi lingkungan
Minyak mentah
AKRA, MEDC
Harga beli naik / marjin SPBU tertekan
Nikel
ANTM, INCO
Harga jual bergantung permintaan EV (kendaraan listrik) global
Stress Testing & Scenario Analysis: Uji Ketahanan Perusahaan
Alat ukur seperti duration dan beta mengukur risiko dalam kondisi normal. Stress testing mengukur ketahanan dalam kondisi ekstrem.
STRESS TESTING
Simulasi dampak skenario ekstrem tapi mungkin terjadi (historical crisis atau hypothetical shock)
Contoh: “Bagaimana jika BI Rate naik 300 bps dalam 6 bulan?” atau “Jika kurs melemah ke Rp 20.000/USD?”
Output: estimasi kerugian maksimum dan kecukupan modal/likuiditas
Diwajibkan OJK untuk bank (SEOJK 12/2022)
SCENARIO ANALYSIS
Analisis dampak untuk 2–4 skenario berbeda (optimis, dasar, pesimis, krisis)
Setiap skenario mendefinisikan nilai spesifik variabel risiko pasar
Digunakan dalam perencanaan bisnis dan budget tahunan perusahaan
Skenario
BI Rate
Kurs USD/IDR
Harga CPO (USD/ton)
Optimis
5,50%
Rp 14.500
950
Dasar
6,00%
Rp 15.500
800
Pesimis
7,00%
Rp 17.000
650
Krisis
8,50%
Rp 20.000
450
Bagian 5 dari 5
Hedging: Prinsip Dasar Lindung Nilai
Perusahaan sudah mengukur risikonya — sekarang, apa yang bisa dilakukan untuk melindungi diri?
F — FuturesFwd — Forward↔ SwapOpt — Options
Empat Instrumen Hedging: Perbandingan
Instrumen
Definisi Singkat
Cocok Untuk
Keunggulan
Kelemahan
Futures
Kontrak beli/jual aset di masa depan pada harga tetap, diperdagangkan di bursa terorganisasi
Komoditas (CPO/batu bara di BAPPEBTI), suku bunga
Standar, likuid, transparan
Harus di-mark-to-market harian; basis risk
Forward
Kontrak beli/jual aset di masa depan pada harga tetap, bersifat OTC (antar-pihak)
Nilai tukar korporasi (paling umum di Indonesia)
Disesuaikan kebutuhan; fleksibel
Tidak likuid; counterparty risk (risiko pihak lawan gagal bayar)
Swap
Pertukaran aliran pembayaran secara periodik antar dua pihak
Suku bunga (fixed ↔ floating); nilai tukar lintas mata uang
Jangka panjang; efisien untuk utang besar
Kompleks; butuh ISDA agreement
Options
Hak (bukan kewajiban) untuk beli (call) atau jual (put) aset pada harga tertentu
Fleksibilitas satu arah; komoditas volatil
Lindungi sisi bawah, tetap ikut sisi atas
Premi mahal; lebih kompleks
OTC = over the counter (transaksi antar dua pihak langsung, tidak melalui bursa). ISDA = International Swaps and Derivatives Association — kontrak standar internasional untuk transaksi derivatif. Mark-to-market = penilaian posisi berdasarkan harga pasar harian.
Instrumen Mana untuk Exposure Apa? + Natural Hedge
Jenis Exposure
Instrumen Hedge yang Umum
Contoh Indonesia
Transaction Exposure
Forward, options, swap
Utang impor bahan baku (USD) dilindungi dengan forward USD dari bank
Translation Exposure
Hedge akuntansi PSAK 71
Konsolidasi anak usaha Singapura — aplikasi hedge accounting
Economic Exposure
Operational hedge
Kompetisi produk impor vs lokal — sesuaikan sumber bahan baku
Natural hedge (lindung nilai alami): menyesuaikan mata uang pendapatan dan kewajiban agar saling mengimbangi — paling murah, tidak perlu instrumen keuangan. Contoh: eksportir CPO yang punya utang USD secara alami terlindungi karena pelemahan rupiah meningkatkan pendapatan IDR dan sekaligus meningkatkan kewajiban IDR — dua efek yang saling mengimbangi.
PSAK 71 = Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 71 tentang Instrumen Keuangan (setara IFRS 9, berlaku Indonesia 2020) — mengatur hedge accounting agar keuntungan/kerugian derivatif diakui pada periode yang sama dengan eksposur yang dilindungi.
Peta Besar Analisis Risiko Pasar
Sumber Risiko
Alat Ukur Utama
Rumus Kunci
Instrumen Hedge
Suku bunga
Macaulay & Modified Duration
MD = D/(1+y); ΔP/P ≈ −MD×Δy
Interest rate swap, futures suku bunga
Nilai tukar
Transaction exposure
ΔNilai = FCY × (Kurs_Baru − Kurs_Lama)
Forward, swap mata uang, options
Harga saham
Beta (β)
β = Cov(Ri,Rm) / Var(Rm)
Equity futures, index options
Harga komoditas
Sensitivitas harga (kualitatif)
Analisis skenario per unit komoditas
Commodity futures, options
Proses lengkap (4 langkah):
1Identifikasi — sumber risiko apa yang ada?
2Ukur — gunakan alat yang tepat per jenis risiko.
3Uji ketahanan — stress test & scenario analysis.
4Kelola — accept, hedge, atau transfer risiko.
Referensi regulasi: SEOJK 12/2022 mewajibkan bank mengelola keempat jenis risiko pasar ini secara terintegrasi.
Apa yang Sudah Anda Capai Hari Ini
CHECKLIST CAPAIAN HARI INI
✓ Mengidentifikasi 4 sumber risiko pasar & sub-jenisnya (suku bunga, nilai tukar, saham, komoditas)
✓ Menghitung Modified Duration dari nol — MD = 2,5508; estimasi harga baru Rp 949.825 (HDN-1)
✓ Mengukur transaction exposure dua skenario — kerugian Rp 100 jt (Sk.1) dan Rp 150 jt (Sk.2) (HDN-2)
✓ Menghitung beta dari kovarians/varians — β ≈ 1,50 (HDN-3)
✓ Menjelaskan stress testing dan prinsip hedging
PERSIAPAN PERTEMUAN 10 — RISIKO OPERASIONAL
Baca: Hanafi (2014), Bab Risiko Operasional (risiko dari kegagalan proses internal, sistem, SDM, atau kejadian eksternal)
Cari contoh: kasus fraud/kejadian operasional perusahaan Indonesia (mis. kasus BUMN 2019–2023)
Siapkan: perbedaan risiko pasar vs risiko operasional
Refleksi: apakah risiko pasar atau operasional yang lebih besar dampaknya bagi perusahaan?
Tugas refleksi: Identifikasi satu perusahaan di BEI (Bursa Efek Indonesia) yang menurut Anda paling terpapar risiko pasar. Apa jenisnya dan mengapa? Jawaban menjadi bahan diskusi awal Pertemuan 10.
Visualisasi: Peta Risiko Pasar & Alat Ukurnya
Referensi & Sumber Verifikasi
REFERENSI UTAMA RPS
Hanafi, M.M. (2014).Manajemen Risiko, Edisi Kedua. Yogyakarta: UPP STIM YKPN. — Bab Risiko Pasar.
Rustam, B.R. (2017).Manajemen Risiko Perbankan. Jakarta: Salemba Empat. — Risiko nilai tukar & suku bunga.
Data: bi.go.id (BI Rate); idx.co.id (laporan keuangan emiten); ojk.go.id (regulasi).
Catatan akurasi: PPh Badan 22% (berlaku sejak UU Cipta Kerja 2020). PPN efektif 11% (PMK 131/2024 — tidak relevan langsung di materi ini). Angka ilustrasi HDN-1/HDN-2/HDN-3 terverifikasi di Lampiran A materi. BI Rate dan kurs: verifikasi terkini sebelum mengajar dari bi.go.id.