stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-02
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 2: Proses Manajemen Risiko: Kerangka & Siklus
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP

Manajemen Resiko Bisnis

Pertemuan 2 — Proses Manajemen Risiko: Kerangka & Siklus

Risiko tidak cukup dirasakan — ia harus diproses secara sistematis. Hari ini kita pelajari tujuh tahapan ISO 31000:2018, siklus PDCA (Plan–Do–Check–Act), dan cara membangun skenario peristiwa risiko dari nol.

RPS MINGGU 2 • SUB-CPMK 1 • DURASI 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Pertemuan 2

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu mendeskripsikan proses manajemen risiko (Sub-CPMK 1). Secara rinci:

CAPAIAN 1 — TAHAPAN
7 TAHAP
Menyebutkan & menjelaskan tujuh tahapan proses ISO 31000:2018 secara berurutan tanpa melewatkan satu pun.
CAPAIAN 2 — SKENARIO
SKENARIO
Mengonstruksi skenario peristiwa risiko (cause → event → consequence) untuk satu rantai risiko perusahaan manufaktur.
CAPAIAN 3 — PERBEDAAN
MR vs RC
Membedakan risk management vs risk control dengan contoh konkret dari industri Indonesia.
CAPAIAN 4 — PDCA
PDCA
Memetakan siklus PDCA (Plan–Do–Check–Act) ke dalam tahapan proses ISO 31000 secara benar.

Naluri Saja Tidak Cukup — Kasus Garuda Indonesia

Pada 2018–2019, Garuda Indonesia menghadapi tekanan risiko yang bertubi-tubi. Bagaimana seharusnya manajemen risiko membantu?

TANPA PROSES TERSTRUKTUR
Risiko kenaikan harga avtur (bahan bakar penerbangan, aviation turbine fuel) direspons ad hoc — tidak ada hedging (strategi keuangan untuk mengunci harga) sistematis. Kerugian operasional membengkak saat harga minyak melonjak. Maskapai LCC (Low-Cost Carrier) kian menekan pangsa pasar.
DENGAN PROSES ISO 31000
Identifikasi awal → analisis sensitivitas harga BBM → evaluasi ambang batas → perlakuan (hedging, diversifikasi bahan bakar) → monitoring harga setiap kuartal. Respons konsisten meski direksi berganti.
Proses bukan birokrasi. Proses adalah ingatan kolektif organisasi yang bekerja bahkan saat manajer berganti.
Blok 1 dari 5
Dari Naluri ke Proses Terstruktur
Apa yang dimaksud proses manajemen risiko, dan mengapa dunia bersepakat pada satu standar internasional: ISO 31000.
Proses Standar

Proses Manajemen Risiko — Bukan Sekadar Daftar Risiko

ISO 31000:2018 mendefinisikan proses manajemen risiko sebagai penerapan sistematis kebijakan, prosedur, dan praktik manajemen untuk kegiatan komunikasi, konsultasi, penetapan konteks, serta penilaian, perlakuan, pemantauan, tinjauan, pencatatan, dan pelaporan risiko.

BUKAN HANYA DAFTAR RISIKO
Risk register (daftar risiko — dokumen/database yang mendaftar semua risiko teridentifikasi) adalah output, bukan proses. Proses adalah cara kita tiba di daftar itu dan cara kita bertindak berdasarkannya.
SIKLUS, BUKAN LANGKAH SEKALI JALAN
Proses bersifat iteratif (dilakukan berulang dengan penyesuaian tiap siklus) dan terintegrasi dengan proses bisnis, bukan aktivitas tahunan yang terisolasi.
Prinsip kunci ISO 31000: Manajemen risiko menciptakan nilai, bukan hanya mengurangi kerugian.

ISO 31000:2018 & Adopsi SNI Indonesia

ISO 31000 adalah standar internasional manajemen risiko yang diterbitkan oleh International Organization for Standardization. Pertama kali terbit 2009, direvisi 2018 — Indonesia mengadopsinya sebagai SNI ISO 31000:2018 melalui BSN (Badan Standardisasi Nasional).

TIGA KOMPONEN UTAMA ISO 31000
  • Prinsip — 8 nilai fondasi yang memandu sikap organisasi terhadap risiko
  • Kerangka kerja (framework — struktur organisasi & tata kelola)
  • Proses — 7 tahap operasional yang kita pelajari hari ini
KEUNGGULAN VS PENDEKATAN AD HOC
  • Universal (semua sektor & ukuran, termasuk UMKM)
  • Terstruktur & sistematis
  • Berbasis bukti
  • Integratif dengan tata kelola perusahaan
Pertemuan ini fokus pada Proses (komponen ketiga). Kerangka kerja (framework) akan dibahas pada pertemuan lanjutan. Jangan campur aduk keduanya.
Blok 2 dari 5
Tahapan Proses ISO 31000 — Bagian I
Tiga tahapan pertama: Penetapan Konteks, Identifikasi Risiko, dan Analisis Risiko — landasan diagnostik sebelum kita bisa mengevaluasi dan bertindak.
① Konteks② Identifikasi③ Analisis④ Evaluasi⑤ Perlakuan

Tahap 1: Penetapan Konteks (Establishing Context)

Sebelum mengidentifikasi risiko, organisasi memahami lingkungannya — internal dan eksternal — serta mendefinisikan ruang lingkup (scope), tujuan, dan kriteria risiko (standar ambang batas penilaian risiko).

KONTEKS EKSTERNAL
  • Regulasi (OJK, BI, BPKM)
  • Kondisi pasar & ekonomi makro
  • Pemangku kepentingan (stakeholders) luar
  • Tren teknologi & sosial
KONTEKS INTERNAL
  • Struktur organisasi & tata kelola
  • Strategi dan tujuan bisnis
  • Budaya & kapabilitas SDM
  • Sumber daya (keuangan, sistem)
Tanpa konteks yang jelas, identifikasi risiko tidak akan relevan — seperti mendiagnosis pasien tanpa mengetahui riwayat kesehatannya.

Tahap 2: Identifikasi Risiko (Risk Identification)

Tujuan: menemukan, mengenali, dan mendeskripsikan semua risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan organisasi. Risiko yang tidak teridentifikasi = risiko yang tidak terkelola.

MetodeDeskripsi SingkatCocok untuk
BrainstormingDiskusi bebas tim lintas fungsiRisiko operasional & strategis
ChecklistDaftar standar industri/historisRisiko rutin yang berulang
Bow-tieDiagram penyebab → peristiwa → dampakSkenario risiko kritis
Wawancara AhliPendapat pakar domainRisiko teknis spesifik
Output Tahap 2: daftar komprehensif risk events (peristiwa risiko — kejadian spesifik yang menimbulkan dampak terhadap tujuan) beserta pemicunya dan dampak potensialnya.

Tahap 3: Analisis Risiko (Risk Analysis)

Tujuan: memahami sifat dan tingkat risiko. Kita mengukur dua dimensi untuk setiap risiko yang teridentifikasi.

DIMENSI 1 — LIKELIHOOD (L)
L
Likelihood = kemungkinan peristiwa risiko terjadi
Skala: 1 (jarang/sangat kecil) → 5 (hampir pasti).
DIMENSI 2 — DAMPAK / CONSEQUENCE (D)
D
Dampak/konsekuensi = besarnya kerugian jika peristiwa terjadi
Skala: 1 (tidak signifikan) → 5 (katastrofik).
Tingkat Risiko = L × D
Analisis bisa kualitatif (label: rendah/sedang/tinggi), semi-kuantitatif (skor L×D), atau kuantitatif (probabilitas × kerugian Rp). Pilih sesuai data yang tersedia.

Matriks Risiko — Visualisasi Tingkat Risiko

Dengan skala L×D (maks 25), setiap risiko jatuh di satu zona warna. Gunakan matriks ini untuk membaca prioritas sekaligus.

L \ DD Rendah (1–2)D Sedang (3)D Tinggi (4–5)
L Tinggi (4–5)SedangTinggiKRITIS
L Sedang (3)SedangSedangTinggi
L Rendah (1–2)RendahRendahTinggi
Zona Kritis & Tinggi → wajib masuk Tahap 4 Evaluasi dan Tahap 5 Perlakuan. Zona Rendah → cukup dimonitor. Keputusan prioritas final selalu mengacu pada skor numerik L×D — bukan semata posisi di kotak matriks.

Hitung dari Nol — HDN-1: Skenario Peristiwa Risiko Manufaktur

PT Sejahtera Tekstil memproduksi pakaian jadi untuk pasar ekspor. Konstruksi satu rantai risiko menggunakan kerangka Cause → Event → Consequence (penyebab → peristiwa → dampak).

LangkahElemen SkenarioNilai / Isian
1KonteksPT Sejahtera Tekstil — ekspor ke Eropa; bahan baku kapas impor dari AS/India
2Pemicu/Penyebab (Cause)Kenaikan tarif impor kapas AS akibat kebijakan proteksionisme dagang
3Peristiwa Risiko (Event)Harga kapas impor naik ~30% dalam 3 bulan; kapasitas produksi turun karena pasokan tertunda
4Dampak (Consequence)Biaya produksi naik → margin laba turun; potensi penalti kontrak ekspor; reputasi dengan pembeli Eropa menurun
5Likelihood (L)L = 3 — "Mungkin terjadi"; kebijakan proteksionisme telah terjadi beberapa kali, bukan peristiwa ekstrem
6Dampak (D)D = 4 — "Dampak besar"; langsung memengaruhi margin & berpotensi kehilangan kontrak
7Tingkat Risiko = L × D3 × 4 = 12 → Kategori TINGGI (ambang ≥10 = wajib diperlakukan)
Satu rantai risiko = satu skenario. Dalam praktik, perusahaan memetakan puluhan skenario ini ke dalam risk register (force majeure = klausul kontrak yang membebaskan pihak dari kewajiban akibat kejadian di luar kendali).
Blok 3 dari 5
Tahapan Proses ISO 31000 — Bagian II
Empat tahapan berikutnya: Evaluasi, Perlakuan, Monitoring & Review, dan Komunikasi & Konsultasi — dari pengambilan keputusan hingga keberlanjutan proses.
① Konteks② Identifikasi③ Analisis④ Evaluasi⑤ Perlakuan

Tahap 4: Evaluasi Risiko (Risk Evaluation)

Membandingkan tingkat risiko hasil analisis dengan kriteria risiko yang telah ditetapkan di Tahap 1, untuk memutuskan prioritas tindakan.

RISIKO DI BAWAH BATAS TOLERANSI
→ Dapat diterima (acceptable); tidak memerlukan tindakan segera. Tetap dimonitor.
RISIKO MELAMPAUI BATAS TOLERANSI
Tidak dapat diterima (unacceptable); harus masuk ke Tahap 5 (risk treatment).
Contoh Batas Toleransi PT Sejahtera Tekstil
Skor ≤ 4 → Risiko Rendah, terima
Skor 5–9 → Risiko Sedang, tinjau ulang
Skor ≥ 10 → Risiko Tinggi/Kritis, wajib diperlakukan
Risiko dari HDN-1 (skor 12) → melampaui batas toleransi (risk appetite — jumlah risiko yang bersedia ditanggung organisasi) → lanjut ke Tahap 5.

Tahap 5: Perlakuan Risiko (Risk Treatment) — Kerangka 4T

Untuk setiap risiko yang tidak dapat diterima, pilih satu atau kombinasi dari empat opsi perlakuan (kerangka 4T).

TOLERATE (Terima)
Risiko diterima apa adanya. Dipilih bila biaya penanganan > manfaatnya. Tetap dimonitor. Ini keputusan aktif, bukan pasif.
TREAT (Kurangi) = Risk Control
Ambil tindakan untuk mengurangi likelihood (pencegahan) atau mengurangi dampak (mitigasi). Ini risk control — hanya sebagian dari 4T.
TRANSFER (Alihkan)
Pindahkan risiko ke pihak lain: asuransi, kontrak hedging, atau klausul kontrak. Contoh: asuransi ekspor LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia).
TERMINATE (Hentikan)
Hentikan aktivitas yang memunculkan risiko. Pilihan terakhir bila risiko terlalu besar dan tidak bisa diatasi cara lain.
Risk control ≠ risk management. Risk control adalah bagian dari opsi TREAT saja — bukan keseluruhan proses manajemen risiko.

Risk Management vs Risk Control — Jangan Keliru

Miskonsepsi yang sangat umum — bahkan di kalangan praktisi industri.

RISK MANAGEMENT (Manajemen Risiko)
Keseluruhan proses 7 tahap ISO 31000. Mencakup: penetapan konteks, identifikasi, analisis, evaluasi, perlakuan, monitoring, dan komunikasi. → Cakupan lebih luas.
RISK CONTROL (Pengendalian Risiko)
Tindakan spesifik untuk mengurangi likelihood atau dampak risiko yang sudah teridentifikasi. Ini bagian dari Tahap 5 (Treat) saja. → Cakupan lebih sempit.
Contoh Kontras — PT PLN (Persero)
Risk management: Seluruh proses dari memetakan risiko pemadaman hingga monitoring jaringan distribusi.
Risk control: Pemasangan UPS (uninterruptible power supply — perangkat cadangan listrik) di gardu distribusi = tindakan pengendalian spesifik.
Perusahaan yang hanya melakukan risk control tanpa proses MR lengkap = hanya memadamkan kebakaran, bukan mencegahnya.

Tahap 6: Monitoring & Review (Pemantauan & Tinjauan)

Tujuan: memastikan perlakuan risiko berjalan efektif dan memperbarui penilaian risiko seiring perubahan konteks bisnis.

FUNGSI 1
KRI
Lacak indikator kunci risiko (KRI) — sinyal peringatan dini sebelum peristiwa terjadi.
FUNGSI 2
EFEKTIVITAS
Evaluasi apakah perlakuan yang dipilih berhasil mengurangi likelihood atau dampak risiko.
FUNGSI 3
UPDATE
Perbarui profil risiko (gambaran menyeluruh semua risiko pada satu waktu) — konteks berubah, risiko baru muncul.
Monitoring bukan laporan tahunan — ia berjalan terus-menerus di seluruh siklus. KRI dipantau mingguan/bulanan tergantung volatilitas risiko. Contoh KRI PLN: cadangan BBM harian per pembangkit, frekuensi gangguan distribusi per bulan.

Tahap 7: Komunikasi & Konsultasi (Communication & Consultation)

Satu-satunya tahapan yang berjalan paralel dengan semua tahapan lain sepanjang siklus — bukan sesudahnya.

KOMUNIKASI (Keluar)
Menyampaikan informasi risiko kepada pemangku kepentingan internal: dewan komisaris (organ pengawas tertinggi PT), manajemen puncak, karyawan; dan eksternal: regulator OJK/BI, investor, publik (bila perlu).
KONSULTASI (Masuk)
Meminta masukan dari pemangku kepentingan internal dan eksternal saat menetapkan konteks, mengidentifikasi, dan mengevaluasi risiko — manajer lini tahu risiko operasional paling baik.
Kegagalan komunikasi = kegagalan manajemen risiko. Risiko yang sudah diidentifikasi dan dianalisis tetap berbahaya jika tidak dikomunikasikan ke orang yang perlu bertindak. "Jangan bawa kabar buruk" adalah musuh utama proses MR.

Studi Kasus: Proses MR di PT PLN (Persero)

PT PLN (Persero) sebagai BUMN ketenagalistrikan menghadapi dua risiko utama secara rutin: risiko pemadaman (outage risk) dan risiko fluktuasi harga bahan bakar. Bagaimana ISO 31000 bekerja?

Tahap ISO 31000Penerapan di PT PLN (ringkas)
1. Penetapan KonteksMandat elektrifikasi nasional; regulasi ESDM; ketergantungan BBM pembangkit luar Jawa
2. Identifikasi RisikoBow-tie per pembangkit: BBM, transmisi, cuaca, siber (SCADA — Supervisory Control and Data Acquisition)
3. Analisis RisikoBBM: L=4, D=5 → Skor 20 (Kritis)
4. EvaluasiSkor 20 > ambang batas (~10) → wajib diperlakukan
5. PerlakuanTreat: efisiensi PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) • Transfer: kontrak jangka panjang Pertamina • Tolerate: cuaca minor
6. MonitoringKRI: cadangan BBM harian; gangguan distribusi/bulan; rasio outage vs SLA (service level agreement)
7. KomunikasiLaporan ke BUMN & ESDM; koordinasi Pertamina & regulator energi
Seluruh proses ini tidak sekali jalan — PLN mengulangnya secara berkala, diperbarui saat ada perubahan kebijakan energi nasional.
Blok 4 dari 5
Siklus PDCA dalam Manajemen Risiko
Bagaimana tujuh tahapan ISO 31000 terhubung dengan siklus perbaikan berkelanjutan PDCA (Plan–Do–Check–Act) — dan latihan memetakan proses bisnis ke dalam kerangka ini.
PLANDOCHECKACTDi mana letak7 tahapan?

Memetakan ISO 31000 ke Siklus PDCA

Tujuh tahapan ISO 31000 tidak acak — ia mengikuti logika PDCA yang memastikan proses iteratif (berulang dengan penyesuaian) dan terus membaik.

PDCADeskripsiTahapan ISO 31000:2018
PLANTetapkan tujuan & proses sesuai kebijakan risikoTahap 1: Penetapan Konteks • Tahap 2: Identifikasi Risiko • Tahap 3: Analisis Risiko
DOImplementasikan proses dan perlakuan risikoTahap 4: Evaluasi Risiko • Tahap 5: Perlakuan Risiko
CHECKPantau dan ukur hasil perlakuan vs kriteria risikoTahap 6: Monitoring & Review
ACTAmbil tindakan perbaikan berdasarkan hasil pemantauanSiklus baru: perbarui konteks & identifikasi → iterasi berikutnya
Komunikasi & Konsultasi (Tahap 7) berjalan melintas semua fase PDCA — bukan tahap tersendiri yang terisolasi.

Hitung dari Nol — HDN-2: Pemetaan Toko E-Commerce ke ISO 31000

Sebuah toko e-commerce (perdagangan elektronik) fashion skala menengah sedang mulai program manajemen risiko. Lengkapi template tahapan berikut.

LangkahTahap ISO 31000Jawaban untuk Toko Online
11. Penetapan KonteksToko fashion online; tumbuh 30%/thn; bergantung logistik (JNE/J&T) & payment gateway (GoPay/OVO/BRIVA)
22. Identifikasi RisikoGangguan pembayaran • fraud penjual • keterlambatan logistik • serangan siber
33. Analisis Risiko (L×D)Fraud: L=4, D=4 → Skor 16 (Kritis) • Gangguan bayar: L=3, D=5 → Skor 15 (Kritis)
44. Evaluasi RisikoAmbang ≥10 → kedua risiko wajib diperlakukan
55. Perlakuan (4T)Fraud: Treat + Transfer • Gangguan bayar: Treat (multi-gateway)
66. Monitoring (KRI)Transaksi gagal/minggu • laporan fraud/bulan • respons payment gateway
77. KomunikasiTim teknologi (harian) • manajemen (bulanan) • penjual & pembeli (notifikasi)
Template ini bisa dipakai untuk bisnis apa pun. Ganti konteks dan risikonya — logika proses tetap sama.

Lima Jebakan Implementasi yang Paling Umum

1
Proses MR terisolasi dari strategi bisnis — dikerjakan tim compliance tanpa koneksi ke rapat strategi direksi. Risiko harus diidentifikasi dalam konteks tujuan strategis.
2
Kriteria risiko tidak ditetapkan di awal — tanpa ambang batas yang jelas, evaluasi risiko menjadi subjektif dan bervariasi antar-manajer.
3
Risk register dibuat sekali, tidak diperbarui — risiko berubah; risk register yang tidak di-update adalah peta yang sudah kedaluwarsa.
4
Hanya Treat, lupa Tolerate, Transfer, Terminate — semua risiko diperlakukan dengan pengendalian (control), padahal kadang Transfer (asuransi) atau Terminate lebih efisien.
5
Komunikasi hanya ke atas (manajemen), tidak ke bawah (pelaksana) — karyawan lini adalah garda terdepan risiko operasional; tanpa briefing rutin, mereka bekerja tanpa sadar risiko.
Jebakan nomor 1 dan 3 adalah yang paling sering membuat program MR perusahaan Indonesia gagal memberikan nilai nyata.

Proses vs Kerangka (Framework) — Dua Konsep Berbeda

ISO 31000:2018 memiliki dua komponen utama yang sering dicampur aduk: Proses (apa yang kita lakukan) dan Kerangka (bagaimana organisasi mendukung prosesnya).

PROSES (Fokus Pertemuan 2)
7 TAHAP
Tahapan operasional teknis-metodologis yang kita pelajari hari ini. Menjawab: "Bagaimana kita mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko?"
KERANGKA / FRAMEWORK
STRUKTUR
Kepemimpinan, tata kelola (governance — sistem aturan & proses yang mengarahkan organisasi), dan integrasi risiko ke dalam sistem manajemen. Menjawab: "Siapa bertanggung jawab & bagaimana risiko tertanam dalam organisasi?"
Perumpamaan: Proses = resep memasak. Kerangka = dapur beserta peralatan, bahan, dan juru masaknya. Tanpa kerangka yang baik, proses yang bagus pun sulit dilaksanakan konsisten.

Peta Siklus: Tujuh Tahapan ISO 31000:2018

Ingat: (1)–(5) = siklus teknis; (6) Monitoring = feedback loop; (7) Komunikasi = pengikat seluruh siklus.

⑦ KOMUNIKASI & KONSULTASI (paralel sepanjang siklus)⑦ KOMUNIKASI & KONSULTASI (paralel sepanjang siklus)① PenetapanKonteks② IdentifikasiRisiko③ AnalisisRisiko④ EvaluasiRisiko⑤ PerlakuanRisiko⑥ Monitoring & Review(feedback loop berkelanjutan)

Coba Sendiri: Susun Sendiri Siklus 7 Tahapan ISO 31000

Klik tiap tahapan siklus untuk melihat urutannya dan bagaimana ia dipetakan ke empat fase PDCA (Plan-Do-Check-Act).

Latihan & Diskusi Kelas

LATIHAN 1 — SKENARIO
PT Maju Bersama adalah produsen sepatu yang mengekspor ke Timur Tengah. Bahan baku kulit impor dari Italia. Konstruksi satu skenario peristiwa risiko (cause → event → consequence) dan nilai tingkat risikonya (L × D). Gambar diagram bow-tie-nya.
LATIHAN 2 — KLASIFIKASI 4T
Klasifikasikan tindakan PT Maju Bersama ke dalam opsi 4T yang tepat:
  • (a) Membeli asuransi ekspor LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia)
  • (b) Menghentikan lini produk sandal murah yang mengalami klaim keselamatan berulang
  • (c) Memasang sistem kontrol kualitas tambahan di lini produksi
  • (d) Menerima risiko fluktuasi kurs minor karena biaya hedging > potensi ruginya
Kerjakan 7 menit. Gambar diagram bow-tie untuk Latihan 1. Untuk Latihan 2, sebut opsi 4T dan beri alasannya.

Rangkuman & Persiapan Pertemuan 3

YANG SUDAH KITA CAPAI HARI INI
  • ✓ Tujuh tahapan proses ISO 31000:2018
  • ✓ Konstruksi skenario cause → event → consequence
  • ✓ Perbedaan risk management vs risk control
  • ✓ Pemetaan PDCA ke proses ISO 31000
PERSIAPAN PERTEMUAN 3
  • Topik: Identifikasi & Penilaian Risiko (teknik lebih mendalam)
  • Baca: Hanafi (2014) Bab 4 — Pengukuran Risiko
  • Bawa: kalkulator (akan ada hitung peluang & dampak)
  • Tugas ringan: identifikasi satu risiko di bisnis/aktivitas Anda sehari-hari dengan kerangka cause → event → consequence
Kunci pertemuan ini: manajemen risiko bukan naluri — ia adalah proses terstruktur yang dapat dipelajari, dipraktikkan, dan diperbaiki secara berkelanjutan.