‹ Daftar slidePertemuan 14: Rantai Pasok Global dan Integrasi: studi kasus rantai pasok Indonesia
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP
Manajemen Rantai Pasok
Pertemuan 14 — Rantai Pasok Global dan Integrasi: Studi Kasus Indonesia
Menutup satu semester perjalanan rantai pasok dengan menyatukan seluruh konsep — dari peramalan sampai keberlanjutan — dalam konteks rantai pasok global yang menghubungkan Indonesia dengan dunia.
RPS MINGGU 15 • SUB-CPMK 14 • DURASI 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda mampu menganalisis strategi rantai pasok global dan menerapkannya pada konteks Indonesia. Secara rinci:
CAPAIAN 1 — KONSEP GLOBAL
DRIVER GLOBALISASI
Menjelaskan mengapa perusahaan memperluas rantai pasok melintasi batas negara.
CAPAIAN 2 — TRADE-OFF
RISIKO VS EFISIENSI
Menimbang manfaat biaya rendah melawan risiko geopolitik, kepabeanan, dan mata uang.
CAPAIAN 3 — INTEGRASI
KOORDINASI ANTAR-MITRA
Merancang mekanisme integrasi vertikal dan horizontal sepanjang rantai pasok global.
CAPAIAN 4 — KONTEKS INDONESIA
STUDI KASUS NYATA
Menganalisis posisi Indonesia dalam rantai pasok global melalui kasus ekspor dan manufaktur.
Secangkir Kopi, Rantai Pasok Dunia
Kopi Gayo yang Anda minum pagi ini mungkin sudah menempuh perjalanan lintas benua sebelum sampai ke cangkir.
DI DALAM NEGERI
Petani Aceh → Koperasi
Biji kopi dipanen petani di dataran tinggi Gayo, dikumpulkan koperasi, lalu diproses dan dikeringkan sebelum diekspor.
LINTAS NEGARA
Pelabuhan → Roaster Eropa
Biji kopi dikapalkan dari Belawan ke Rotterdam, disangrai di Eropa, lalu dijual sebagai kopi premium.
Ini bukan rantai pasok domestik biasa — ini rantai pasok global: melibatkan lebih dari satu negara, mata uang, regulasi kepabeanan, dan zona waktu.
Bagian 1 dari 3
Menjadi Global & Berintegrasi
Kita mulai dengan dorongan yang membuat rantai pasok melintasi batas negara, lalu bagaimana entitas di dalamnya disatukan lewat integrasi vertikal dan horizontal.
CostMarket Access
Empat Pendorong Utama Globalisasi Rantai Pasok
Perusahaan memperluas rantai pasok ke luar negeri karena empat alasan strategis berikut.
1 — ARBITRASE BIAYA
Upah & Bahan Baku Murah
Memindahkan produksi ke negara dengan biaya tenaga kerja atau bahan baku lebih rendah, mis. tekstil dari Vietnam.
2 — AKSES PASAR
Dekat dengan Konsumen
Membangun pabrik di dekat pasar tujuan untuk mengurangi tarif impor dan waktu pengiriman.
3 — AKSES SUMBER DAYA
Bahan Baku Langka
Nikel Indonesia untuk baterai kendaraan listrik hanya tersedia melimpah di lokasi tertentu di dunia.
4 — SPESIALISASI TEKNOLOGI
Keahlian Terkonsentrasi
Semikonduktor canggih terkonsentrasi di Taiwan karena keahlian dan investasi puluhan tahun.
Trade-off: Efisiensi Biaya vs Risiko Global
Setiap keuntungan biaya dari globalisasi rantai pasok datang bersama risiko baru yang harus dikelola.
KEUNTUNGAN VS RISIKO RANTAI PASOK GLOBAL
Dimensi
Keuntungan Global
Risiko yang Muncul
Biaya
Upah & bahan baku lebih murah
Fluktuasi nilai tukar (kurs)
Waktu
Akses 24/7 lintas zona waktu
Lead time pengiriman jauh lebih panjang
Pasar
Jangkauan konsumen lebih luas
Tarif bea masuk & regulasi berbeda tiap negara
Politik
Diversifikasi basis produksi
Ketegangan geopolitik & perang dagang
Prinsip kunci: globalisasi bukan keputusan "murah selalu lebih baik" — manajer rantai pasok harus menghitung total biaya melintasi risiko, bukan hanya harga unit.
Integrasi Vertikal: Menguasai Hulu ke Hilir
Integrasi vertikal berarti satu perusahaan memiliki dan mengendalikan lebih dari satu tahap rantai pasok.
INTEGRASI KE HULU (BACKWARD)
Menguasai Pemasok
Perusahaan mengakuisisi atau membangun sumber bahan baku sendiri. Contoh: Indofood memiliki perkebunan sawit sendiri untuk menjamin pasokan minyak goreng.
INTEGRASI KE HILIR (FORWARD)
Menguasai Distribusi
Perusahaan membangun jaringan distribusi atau ritel sendiri. Contoh: produsen kopi lokal membuka gerai kedai sendiri, bukan hanya menjual ke pengecer.
Manfaat: kendali kualitas dan margin lebih besar. Risiko: modal besar dan kurang fleksibel saat permintaan berubah cepat — mengingatkan pada trade-off efficient vs responsive di Pertemuan 2.
Integrasi Horizontal: Bermitra dengan Sesama
Integrasi horizontal berarti bekerja sama dengan perusahaan sejenis atau bahkan pesaing pada tahap rantai pasok yang sama.
KONSOLIDASI KARGO
Berbagi Kontainer
Beberapa UMKM ekspor berbagi satu kontainer pengiriman untuk menekan biaya logistik per unit.
ALIANSI STRATEGIS
Berbagi Kapasitas
Maskapai kargo berbagi rute dan slot pesawat lewat perjanjian code-share untuk efisiensi armada.
PLATFORM BERSAMA
Marketplace Fulfillment
Ribuan penjual Tokopedia berbagi infrastruktur gudang dan logistik yang sama lewat satu platform.
Integrasi horizontal cocok saat perusahaan ingin skala ekonomi tanpa harus memiliki aset besar sendiri — kebalikan dari logika integrasi vertikal.
Hitung dari Nol: Penghematan Konsolidasi Kargo
Kasus: tiga UMKM batik di Pekalongan masing-masing ingin ekspor 200 kg produk ke Jepang. Mereka mempertimbangkan konsolidasi satu kontainer bersama.
DIKETAHUI
Biaya kirim sendiri = Rp 18.000.000/UMKM • Biaya sewa 1 kontainer gabungan = Rp 30.000.000 • Jumlah UMKM = 3
RUMUS
Hemat = (Total Kirim Sendiri − Biaya Gabungan) / Jumlah UMKM
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Total biaya jika kirim sendiri-sendiri
Rp 18.000.000 × 3
Rp 54.000.000
2. Total biaya kontainer gabungan
diberikan langsung
Rp 30.000.000
3. Total penghematan gabungan
Rp 54.000.000 − Rp 30.000.000
Rp 24.000.000
4. Penghematan per UMKM
Rp 24.000.000 / 3
Rp 8.000.000/UMKM
Dengan konsolidasi kargo, tiap UMKM batik Pekalongan menghemat Rp 8.000.000 — biaya per UMKM turun dari Rp 18 juta menjadi hanya Rp 10 juta (Rp 30 juta dibagi 3).
Bagian 2 dari 3
Mengelola Kompleksitas Global
Rantai pasok global membawa tantangan operasional tersendiri: kepabeanan, mata uang, dan Incoterms.
KepabeananIncoterms
Incoterms: Siapa Menanggung Risiko dan Biaya?
Incoterms (International Commercial Terms) adalah aturan standar dunia yang menentukan titik peralihan tanggung jawab antara penjual dan pembeli.
TIGA INCOTERMS YANG PALING SERING DIPAKAI EKSPORTIR INDONESIA
EXW (Ex Works): pembeli menanggung semua biaya & risiko sejak barang keluar dari pabrik penjual → risiko terbesar di pembeli.
FOB (Free on Board): penjual menanggung biaya sampai barang naik ke kapal di pelabuhan asal → titik peralihan paling umum untuk ekspor Indonesia.
CIF (Cost, Insurance, Freight): penjual menanggung biaya kirim & asuransi sampai pelabuhan tujuan → risiko terbesar di penjual.
Kesalahan memilih Incoterms adalah penyebab umum sengketa dagang internasional — pastikan kontrak menyebutkan Incoterms secara eksplisit, bukan asumsi lisan.
Coba Sendiri: Lihat Titik Peralihan Risiko di Tiap Incoterms
Pilih EXW, FOB, atau CIF dan amati diagram bergerak menunjukkan pada titik mana tanggung jawab berpindah dari penjual ke pembeli.
Kepabeanan: Gerbang yang Wajib Dilalui
Setiap barang yang melintasi batas negara harus melalui proses bea cukai, yang menambah waktu dan biaya.
TARIF BEA MASUK
Pajak Impor
Persentase dari nilai barang, bervariasi tergantung kategori produk dan perjanjian dagang antar-negara (mis. ASEAN Free Trade Area menurunkan tarif antar-negara ASEAN).
HAMBATAN NON-TARIF
Standar & Sertifikasi
Persyaratan teknis seperti sertifikat halal, standar keamanan pangan, atau lisensi impor yang bisa menunda pengiriman berminggu-minggu.
Contoh nyata: ekspor produk perikanan Indonesia ke Uni Eropa wajib memenuhi sertifikasi Catch Certificate — tanpa dokumen ini, kontainer bisa tertahan di pelabuhan tujuan.
Hitung dari Nol: Total Landed Cost Impor
Kasus: importir elektronik di Jakarta mengimpor 1 kontainer speaker Bluetooth senilai barang Rp 400.000.000.
DIKETAHUI
Nilai barang (CIF) = Rp 400.000.000 • Tarif bea masuk = 10% • PPN efektif impor = 11% (PMK 131/2024) • Biaya logistik domestik = Rp 15.000.000
Barang senilai Rp 400 juta ternyata membebani total Rp 503,4 juta setelah bea masuk, PPN, dan logistik domestik — kenaikan sekitar 26% dari nilai barang awal.
Coba Sendiri: Hitung Total Landed Cost Barang Impor Anda
Ubah nilai CIF, tarif bea masuk, dan biaya logistik domestik, amati total landed cost berubah otomatis.
Bagian 3 dari 3
Indonesia dalam Rantai Pasok Global
Dari eksportir komoditas hingga hub manufaktur kendaraan listrik — bagaimana posisi Indonesia berkembang, dan apa rangkuman satu semester ini?
Nikel & EVTekstil & Elektronik
Studi Kasus 1: Hilirisasi Nikel Indonesia
Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar dunia — kebijakan larangan ekspor bijih mentah mengubah posisinya dalam rantai pasok global baterai EV.
DULU (SEBELUM 2020)
Ekspor Bijih Mentah
Indonesia menjual bijih nikel mentah ke luar negeri dengan nilai tambah rendah, lalu diolah negara lain menjadi produk bernilai tinggi.
SEKARANG (SETELAH HILIRISASI)
Olah di Dalam Negeri
Larangan ekspor bijih mentah mendorong pembangunan smelter di Morowali dan Weda Bay, mengolah nikel menjadi produk setengah jadi bernilai lebih tinggi sebelum diekspor.
Dampak rantai pasok: Indonesia bergeser dari sekadar pemasok bahan mentah menuju posisi lebih strategis di rantai pasok baterai kendaraan listrik global, menarik investasi pabrik dari Korea Selatan dan Tiongkok.
Studi Kasus 2: Tekstil Indonesia & Persaingan Regional
Industri tekstil pernah menjadi andalan ekspor Indonesia, namun kini menghadapi persaingan biaya dari negara tetangga.
TANTANGAN POSISI INDONESIA DI RANTAI PASOK TEKSTIL GLOBAL
Tekanan biaya: upah minimum di Indonesia relatif lebih tinggi dibanding Bangladesh dan Vietnam, membuat sebagian merek global memindahkan pesanan.
Keunggulan yang tersisa: keahlian tekstil khusus (batik, tenun) dan lokasi geografis strategis di jalur pelayaran Asia–Australia.
Strategi bertahan: bergeser dari produk massal murah menuju produk bernilai tambah tinggi — desain, kualitas, dan sertifikasi keberlanjutan (mengingat materi keberlanjutan Pertemuan 13).
Pelajaran penting: posisi dalam rantai pasok global bukan tetap selamanya — perusahaan dan negara harus terus naik kelas (upgrading) agar tidak tergeser pesaing berbiaya lebih rendah.
Studi Kasus 3: Integrasi Digital Rantai Pasok E-Commerce
Platform e-commerce Indonesia mengintegrasikan penjual lokal ke dalam rantai pasok yang menjangkau pasar internasional.
FULFILLMENT TERINTEGRASI
Gudang & Logistik Bersama
Layanan seperti gudang pintar Tokopedia memungkinkan UMKM menitipkan stok, lalu platform menangani pengemasan dan pengiriman secara otomatis — mengingat materi pergudangan Pertemuan 10.
EKSPOR VIA PLATFORM
Cross-Border Trade
Program ekspor lintas negara memungkinkan UMKM batik atau kerajinan menjual langsung ke pembeli Malaysia atau Singapura tanpa membangun jaringan distribusi sendiri.
Ini adalah bentuk integrasi rantai pasok digital: platform menjadi "jembatan" yang menyatukan ribuan UMKM kecil ke dalam satu jaringan logistik dan pasar global — mengingat materi rantai pasok digital Pertemuan 11.
Peta Keterkaitan: Satu Semester dalam Satu Gambar
Rantai pasok global mengikat kembali seluruh konsep yang sudah Anda pelajari sejak Pertemuan 1.
Latihan: Rancang Strategi Rantai Pasok Global
Kerjakan dalam kelompok kecil (3–4 orang), waktu 15 menit.
INSTRUKSI TUGAS
Pilih satu produk UMKM Indonesia (mis. kopi, kerajinan, tekstil, makanan olahan) yang ingin diekspor.
Tentukan negara tujuan ekspor dan alasan strategisnya (biaya, akses pasar, atau sumber daya).
Pilih Incoterms yang paling sesuai (EXW, FOB, atau CIF) beserta alasannya.
Identifikasi minimal dua risiko rantai pasok global yang mungkin dihadapi dan cara mitigasinya.
Setiap kelompok akan mempresentasikan hasilnya secara singkat (2 menit) sebagai persiapan menghadapi ujian akhir semester.
Takeaways Penutup Semester
Tiga hal yang harus Anda bawa pulang dari seluruh mata kuliah Manajemen Rantai Pasok:
Rantai pasok adalah satu sistem terintegrasi: perencanaan, pengadaan, operasi, dan digitalisasi yang kita bahas terpisah selama semester sebenarnya saling mengunci dalam satu aliran barang, informasi, dan uang.
Globalisasi membawa peluang sekaligus risiko: efisiensi biaya dari rantai pasok global harus selalu ditimbang melawan risiko kurs, kepabeanan, dan geopolitik.
Indonesia punya posisi strategis: dari hilirisasi nikel sampai integrasi UMKM lewat platform digital, Indonesia terus naik kelas dalam rantai pasok global — dan Anda adalah bagian dari generasi yang akan mengelolanya.
Selamat — Anda Telah Menyelesaikan Perjalanan Satu Semester Manajemen Rantai Pasok!