stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-06
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 6: Manajemen Persediaan Rantai Pasok: cycle stock, safety stock, service level 📥 Excel
Program Studi Bisnis Digital • FEB

Manajemen Rantai Pasok

Pertemuan 6 — Manajemen Persediaan Rantai Pasok: Cycle Stock, Safety Stock, Service Level

Berapa banyak persediaan yang sebaiknya disimpan — tidak terlalu banyak sehingga uang tertahan di gudang, tidak terlalu sedikit sehingga pelanggan kecewa? Hari ini kita bongkar logika di balik keputusan itu, angka demi angka.

RPS MINGGU 6 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Cycle Stock & Economic Order Quantity
Memahami mengapa persediaan ada, apa itu cycle stock, dan bagaimana perusahaan menghitung jumlah pesanan yang paling ekonomis setiap kali memesan ulang.

Mengapa Rantai Pasok Menyimpan Persediaan?

Persediaan (inventory) adalah penyangga yang memungkinkan rantai pasok tetap berjalan meski permintaan dan pasokan tidak pernah pas sama persis — tetapi menyimpannya juga mengikat uang dan ruang.

Alasan Menyimpan Persediaan
  • Meredam ketidakpastian permintaan & lead time (waktu tunggu) pemasok.
  • Mengambil manfaat skala ekonomi — harga lebih murah, ongkos kirim lebih efisien saat memesan banyak sekaligus.
  • Menjaga service level — peluang barang tersedia saat pelanggan butuh.
Biaya yang Ditanggung
  • Biaya modal — uang yang tertanam di rak, bukan di kas atau investasi lain.
  • Biaya gudang, asuransi, penyusutan, dan risiko kadaluwarsa/usang.
  • Trade-off inti driver rantai pasok (Pertemuan 2): responsif vs efisien.

Tiga Komponen Utama Persediaan

Total persediaan yang dipegang perusahaan pada umumnya terdiri dari tiga lapis dengan fungsi berbeda.

CYCLE STOCK
Persediaan rata-rata akibat memesan dalam batch (kelipatan EOQ), bukan satuan — fokus bagian 1 hari ini.
SAFETY STOCK
Penyangga ekstra untuk meredam ketidakpastian permintaan & lead time — fokus bagian 2 hari ini.
SEASONAL / PIPELINE
Stok musiman (mis. jelang Ramadan) & barang yang sedang dalam perjalanan pengiriman.
Fokus pertemuan hari ini adalah dua komponen pertama — cycle stock dan safety stock — karena keduanya yang paling sering dihitung manajer operasional sehari-hari.

Cycle Stock: Pola Gigi Gergaji

Setiap kali pesanan tiba, stok melonjak naik lalu turun perlahan seiring penjualan, sampai dipesan ulang — membentuk pola berulang seperti gigi gergaji.

StokWaktuRata-rata cycle stock ≈ Q ÷ 2Q (jumlah pesanan tiba)stok habis, pesan lagi
SAAT PESANAN TIBA
Stok naik ke puncak sebesar Q (jumlah unit per pesanan).
RATA-RATA CYCLE STOCK
Karena stok turun linear dari Q ke 0, rata-ratanya adalah Q ÷ 2.

Economic Order Quantity (EOQ)

Jumlah pesanan (Q) yang meminimalkan total biaya persediaan — titik keseimbangan antara biaya memesan terlalu sering dan biaya menyimpan terlalu banyak.

EOQ = √( 2 × D × S ÷ H )
D = permintaan tahunan (unit) · S = biaya pesan per order (Rp) · H = biaya simpan per unit per tahun (Rp). Semakin besar D atau S, semakin besar EOQ; semakin besar H, semakin kecil EOQ.
JIKA PESAN SEDIKIT, SERING
Biaya pesan (S) total membengkak — terlalu sering telepon & kirim pesanan ke pemasok.
JIKA PESAN BANYAK, JARANG
Biaya simpan (H) total membengkak — rata-rata cycle stock (Q÷2) menumpuk di gudang.

Hitung dari Nol: EOQ Toko Elektronik Sinar Jaya

Sinar Jaya menjual power bank dengan permintaan 4.800 unit/tahun, biaya pesan Rp150.000/order, biaya simpan Rp6.000/unit/tahun.

LangkahPerhitunganNilai
Permintaan tahunan (D)4.800 unit
Biaya pesan per order (S)Rp150.000
Biaya simpan per unit/tahun (H)Rp6.000
EOQ√(2×4.800×150.000 ÷ 6.000)≈ 490 unit
Jumlah pesanan per tahun4.800 ÷ 490≈ 9,8 kali
SIKLUS PEMESANAN SINAR JAYA
≈ 365 ÷ 9,8 ≈ 37 hari sekali — setiap kali pesan, minta ≈ 490 unit ke pemasok.

Mengapa EOQ Ini yang Paling Hemat?

Pada titik EOQ, total biaya pesan tahunan dan total biaya simpan tahunan tepat sama besar — inilah yang membuat totalnya minimum.

Langkah A — Total Biaya Pesan Tahunan
  • (D ÷ EOQ) × S = 9,8 × Rp150.000 ≈ Rp1.470.000/tahun
Langkah B — Total Biaya Simpan Tahunan
  • (EOQ ÷ 2) × H = 245 × Rp6.000 ≈ Rp1.470.000/tahun
Keduanya sama — ini bukan kebetulan, tapi sifat matematis EOQ. Kalau Sinar Jaya memesan lebih dari 490 unit, biaya simpan naik lebih cepat daripada biaya pesan turun, dan sebaliknya.

Coba Sendiri: Geser Kuantitas Pesan & Lihat Titik EOQ

Geser jumlah pesanan Q dan amati bagaimana biaya pesan turun sementara biaya simpan naik, sampai ketemu titik keduanya berpotongan.

Bagian 2 dari 3
Ketidakpastian, Safety Stock & Service Level
Cycle stock mengasumsikan permintaan dan lead time selalu tepat sesuai rencana — dunia nyata tidak sesederhana itu. Bagian ini membahas penyangga tambahan untuk menghadapinya.

Dua Sumber Ketidakpastian

Kehabisan stok (stockout) paling sering terjadi selama lead time — jeda waktu antara pesan dan barang tiba — karena dua hal ini bisa melenceng dari rencana.

Variabilitas Permintaan
  • Penjualan harian naik-turun di sekitar rata-rata, diukur lewat standar deviasi (σ).
  • Contoh: promo mendadak, hari gajian, cuaca ekstrem menaikkan pembelian sembako.
Variabilitas Lead Time
  • Waktu kirim pemasok tidak selalu sama persis tiap kali order.
  • Contoh: kemacetan, keterlambatan produksi pabrik, cuaca buruk di pelabuhan.
Semakin besar variabilitas permintaan atau lead time, semakin besar pula safety stock yang dibutuhkan untuk menjaga service level yang sama.

Safety Stock & Service Level

Persediaan ekstra di atas kebutuhan rata-rata, besarnya ditentukan oleh seberapa yakin (service level) perusahaan ingin selalu punya stok cukup.

Safety Stock = Z × σd × √L
Z = faktor service level (dari tabel distribusi normal) · σd = standar deviasi permintaan harian · L = lead time (hari, konstan).
SL 90%
Z=1,28
SL 95%
Z=1,645
SL 99%
Z=2,33

Hitung dari Nol: Safety Stock Distributor Toko Makmur

Toko Makmur mendistribusikan beras dengan rata-rata permintaan 50 karung/harid=8 karung), lead time pemasok 4 hari, target service level 95%.

LangkahPerhitunganNilai
Rata-rata permintaan harian (d̄)50 karung
Std. deviasi permintaan harian (σd)8 karung
Lead time (L)4 hari
Z untuk service level 95%tabel distribusi normal1,645
Safety stock1,645 × 8 × √4≈ 26 karung
MAKNA SAFETY STOCK 26 KARUNG
Dengan penyangga ini, peluang Toko Makmur kehabisan beras selama masa tunggu 4 hari ditekan ke ≈5%.

Reorder Point (ROP): Kapan Harus Pesan Ulang?

Level stok yang memicu pesanan baru — harus cukup untuk menutup kebutuhan selama lead time, ditambah safety stock.

ROP = (d̄ × L) + Safety Stock
ROP — pesan ulang di titik inilead time (L)garis dasar safety stock
Toko Makmur: ROP = (50 × 4) + 26 = 226 karung — begitu stok tersisa 226 karung, saatnya pesan lagi (sebesar EOQ).

Coba Sendiri: Geser Service Level, Lihat Safety Stock & ROP Berubah

Geser target service level dan amati bagaimana nilai Z, safety stock, serta reorder point ikut bergerak secara real-time.

Trade-off: Service Level vs Biaya Persediaan

Menaikkan service level dari 95% ke 99% terdengar kecil, tapi safety stock (dan biayanya) naik jauh lebih dari sekadar 4 poin persentase.

LANGKAH A — SL 95% (Z=1,645)
SS = 1,645 × 8 × √4 = ≈26 karung
LANGKAH B — SL 99% (Z=2,33)
SS = 2,33 × 8 × √4 = ≈37 karung
Kenaikan service level 4 poin (95%→99%) butuh safety stock +42% ((37−26)÷26). Hubungannya tidak linear — mendekati 100% service level, biaya penyimpanan melonjak curam. Manajer harus menimbang biaya stockout vs biaya simpan ekstra ini.

Coba Sendiri: Ketika Barang Tak Bisa Dipesan Ulang (Newsvendor)

EOQ dan safety stock tadi mengasumsikan produk bisa dipesan ulang berkali-kali. Untuk barang musiman atau cepat usang (baju Lebaran, koran, kue kering) yang hanya dipesan sekali sebelum musim jual, dipakai logika berbeda — model Newsvendor. Geser kuantitas pesan dan lihat titik optimal antara risiko kelebihan vs kekurangan stok.

Bagian 3 dari 3
Sistem Review & Integrasi Praktis
Bagaimana keputusan cycle stock dan safety stock dijalankan sehari-hari lewat sistem pemantauan stok, lalu dirangkai dalam satu studi kasus penuh.

Sistem Pemantauan Stok: Continuous vs Periodic Review

Dua cara berbeda untuk memutuskan kapan memesan ulang di dunia nyata.

Continuous Review (Sistem Q)
  • Stok dipantau terus-menerus (real-time, mis. via POS/barcode scan).
  • Begitu stok menyentuh ROP, langsung pesan sejumlah EOQ tetap.
  • Cocok untuk barang bernilai tinggi & sistem digital modern (ritel, e-commerce).
Periodic Review (Sistem P)
  • Stok dicek pada interval tetap (mis. tiap Senin), bukan terus-menerus.
  • Jumlah pesanan bervariasi — diisi sampai target level tertentu.
  • Cocok saat biaya cek stok mahal/manual (gudang tradisional, banyak SKU kecil).

Studi Kasus: Gudang Fulfillment E-commerce

Produk X: permintaan 20 unit/hari (7.300/tahun), biaya pesan Rp100.000/order, biaya simpan Rp8.000/unit/tahun, lead time 3 hari, σd=5 unit, target service level 90%.

LangkahPerhitunganNilai
EOQ√(2×7.300×100.000 ÷ 8.000)≈ 427 unit
Safety stock (Z=1,28 utk SL 90%)1,28 × 5 × √3≈ 11 unit
Reorder point(20×3) + 1171 unit
Aksi gudangstok=71→pesan 427

Jembatan ke Pertemuan 7: Bullwhip Effect

Keputusan persediaan yang kita hitung hari ini di satu toko bisa memperbesar diri saat merambat ke hulu rantai pasok.

Kalau tiap pengecer menaikkan safety stock-nya sedikit demi berjaga-jaga, dan tiap distributor di atasnya juga menaikkan sedikit, dan tiap pabrik di paling hulu ikut menaikkan — pesanan yang diterima pabrik bisa jauh lebih berfluktuasi daripada permintaan asli konsumen. Fenomena distorsi informasi permintaan yang membesar ke arah hulu ini disebut bullwhip effect, topik utama minggu depan.
MINGGU INI
Fokus: keputusan persediaan di satu titik rantai pasok (satu toko/gudang).
MINGGU DEPAN
Fokus: bagaimana keputusan itu merambat & membesar di sepanjang rantai pasok.

Latihan: Hitung Persediaan untuk Usaha Anda Sendiri

Kerjakan berkelompok (3–4 orang), 15 menit. Pilih satu produk sederhana (boleh usaha keluarga atau ide bisnis online), lalu jawab keempat pertanyaan berikut secara berurutan:

LANGKAH 1
EOQ
Estimasi permintaan tahunan, biaya pesan & biaya simpan, hitung EOQ.
LANGKAH 2
SS
Tentukan σd, lead time, & target service level, hitung safety stock.
LANGKAH 3
ROP
Hitung reorder point dari hasil langkah 1 & 2.
LANGKAH 4
Cek
Diskusikan: sistem review Q atau P yang cocok untuk produk Anda? Mengapa?

Satu perwakilan kelompok akan presentasi hasil selama 2 menit di akhir sesi.

Ringkasan Pertemuan 6

Yang Sudah Kita Pelajari
  • Cycle stock = Q ÷ 2 — timbul dari pemesanan dalam batch, dikendalikan lewat EOQ.
  • EOQ = √(2DS ÷ H) — titik keseimbangan biaya pesan vs biaya simpan.
  • Safety stock = Z × σd × √L — penyangga ketidakpastian, tergantung target service level.
  • Reorder point = (d̄ × L) + Safety Stock — sinyal kapan memesan ulang.
  • Trade-off service level vs biaya bersifat tidak linear — makin dekat 100%, makin mahal.
Jembatan ke Pertemuan 7
  • Minggu depan: Bullwhip Effect dan Koordinasi Rantai Pasok.
  • Kita akan lihat bagaimana keputusan persediaan di satu titik merambat & membesar ke seluruh rantai.
  • Konsep CPFR (Pertemuan 5) akan muncul kembali sebagai salah satu solusi koordinasi.
Persiapan kuis mingguan: pastikan Anda bisa menghitung EOQ, safety stock, dan reorder point dari nol tanpa melihat catatan — ini kemampuan inti operasional supply chain.