stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-04
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 4: Peramalan Permintaan dalam Rantai Pasok
Program Studi Bisnis Digital • FEB

Manajemen Rantai Pasok

Pertemuan 4 — Peramalan Permintaan dalam Rantai Pasok

Sebelum barang, uang, atau informasi mengalir di rantai pasok — semuanya bermula dari satu pertanyaan: seberapa besar permintaan yang akan datang?

RPS MINGGU 4 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Dasar Peramalan Permintaan
Mengapa peramalan menjadi jantung setiap keputusan rantai pasok, dan apa saja yang membentuk pola permintaan.

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menyusun dan mengevaluasi ramalan permintaan untuk mendukung keputusan rantai pasok. Secara rinci:

CAPAIAN 1
KOMPONEN
Mengenali empat komponen pola permintaan — level, tren, musiman, siklus — dan faktor acak.
CAPAIAN 2
METODE
Membedakan metode kualitatif, deret waktu, kausal, dan simulasi dalam peramalan.
CAPAIAN 3
HITUNG
Menghitung ramalan dengan rata-rata bergerak & pemulusan eksponensial.
CAPAIAN 4
EVALUASI
Mengukur akurasi ramalan (MAD, MAPE) & mengaitkannya dengan koordinasi rantai pasok.

Mengapa Peramalan adalah Titik Awal Segalanya

Setiap keputusan rantai pasok — jaringan distribusi, persediaan, transportasi — bergantung pada satu asumsi awal: perkiraan permintaan.

TANPA RAMALAN
GUDANG SALAH
Desain jaringan distribusi (Pertemuan 3) jadi salah kapasitas — kurang atau berlebih.
RAMALAN TERLALU RENDAH
STOK HABIS
Pelanggan kecewa, penjualan hilang — misalnya saat kampanye 11.11 di marketplace.
RAMALAN TERLALU TINGGI
STOK MENUMPUK
Biaya penyimpanan naik, produk berisiko kedaluwarsa atau usang.
Ramalan permintaan tidak pernah 100% tepat — tujuan peramalan bukan mencari angka sempurna, melainkan mengurangi ketidakpastian seakurat dan sesistematis mungkin.

Empat Komponen Pola Permintaan

Data permintaan historis biasanya merupakan gabungan dari beberapa komponen berikut — peramalan yang baik memisahkan pola dari "derau" acak.

LEVEL
RATA-RATA DASAR
Nilai dasar permintaan saat ini — mis. rata-rata 100 pesanan/hari sebuah toko daring.
TREN
NAIK/TURUN JANGKA PANJANG
Pertumbuhan pengguna marketplace tahun demi tahun secara konsisten.
MUSIMAN
POLA BERULANG
Lonjakan permintaan tiap tahun pada Ramadan, Harbolnas, atau tahun ajaran baru.
SIKLUS & ACAK
TAK TERJADWAL
Siklus ekonomi jangka panjang, ditambah fluktuasi acak yang tidak bisa diprediksi.

Peramalan sebagai Penggerak Aliran Rantai Pasok

Ramalan permintaan menentukan seberapa jauh perusahaan bisa mendorong (push) produksi sebelum menarik (pull) sesuai pesanan aktual.

RAMALANPermintaan diperkirakanTAHAP PUSHProduksi & stok awalTAHAP PULLPesanan aktual pelangganBATASPush-Pull
Makin akurat ramalan, makin jauh batas push-pull bisa digeser ke arah produksi berbasis ramalan — makin tidak akurat, makin perusahaan harus menunggu pesanan pasti (lebih responsif, tapi lebih lambat).

Empat Kategori Metode Peramalan

Pemilihan metode tergantung ketersediaan data historis, horizon waktu, dan tingkat akurasi yang dibutuhkan.

KategoriCara Kerja Singkat
1. KualitatifMengandalkan penilaian ahli/pakar & riset pasar — cocok untuk produk baru tanpa data historis.
2. Deret Waktu (time-series)Menggunakan pola permintaan masa lalu untuk memprediksi masa depan — mis. rata-rata bergerak.
3. KausalMengaitkan permintaan dengan faktor lain yang berhubungan, mis. harga, cuaca, promosi.
4. SimulasiMeniru perilaku konsumen & interaksi pasar secara komputasi untuk skenario kompleks.
Fokus pertemuan hari ini: dua metode deret waktu paling umum — rata-rata bergerak & pemulusan eksponensial — karena paling sering diujikan dan paling mudah diterapkan dengan data penjualan yang biasanya sudah dimiliki perusahaan.
Bagian 2 dari 3
Metode Peramalan Deret Waktu
Dua metode kuantitatif yang paling sering dipakai untuk memproyeksikan permintaan dari data historis.

Metode Rata-Rata Bergerak (Moving Average)

Ramalan periode berikutnya dihitung sebagai rata-rata dari n periode terakhir — makin baru datanya, makin diperhitungkan.

Ramalan = (D₁ + D₂ + ... + Dₙ) ÷ n
D = permintaan aktual periode tertentu, n = jumlah periode yang dirata-ratakan (mis. 3 bulan terakhir). Semakin besar n, ramalan makin "halus" tapi makin lambat merespons perubahan tren.
Kelemahan: memberi bobot yang sama ke semua periode dalam jendela n — tidak membedakan data bulan lalu dengan data tiga bulan lalu.

Hitung dari Nol: Ramalan Penjualan dengan Rata-Rata Bergerak

Penjualan sepatu daring sebuah UMKM (unit/bulan): Januari 120, Februari 150, Maret 180, April 210. Ramalkan penjualan Mei dengan rata-rata bergerak 3 bulan.

LANGKAH PERHITUNGAN
LangkahPerhitunganNilai
Ambil 3 bulan terakhirFeb, Mar, Apr150 • 180 • 210
Jumlah 3 bulan150 + 180 + 210540 unit
Jumlah periode (n)3 bulan
Rata-rata bergerak540 ÷ 3180 unit
RAMALAN PENJUALAN MEI
180 unit
(150 + 180 + 210) ÷ 3 = 180 — lebih rendah dari penjualan April karena Januari yang rendah masih "menyeret" rata-rata

Coba Sendiri: Ramalan Rata-Rata Bergerak Berbagai Jendela n

Geser data penjualan bulanan dan ubah panjang jendela n, amati bagaimana ramalan berubah lebih halus atau lebih responsif.

Metode Pemulusan Eksponensial (Exponential Smoothing)

Memberi bobot lebih besar pada data terbaru lewat konstanta pemulusan α (alpha), tanpa perlu menyimpan seluruh data historis.

Fₜ₊₁ = Fₜ + α(Aₜ − Fₜ)
Fₜ & Aₜ
RAMALAN vs AKTUAL
Fₜ = ramalan periode ini, Aₜ = permintaan aktual periode ini.
α (0 – 1)
KONSTANTA PEMULUSAN
α besar → ramalan lebih responsif terhadap perubahan terbaru; α kecil → ramalan lebih stabil.

Hitung dari Nol: Pemulusan Eksponensial dengan α = 0,3

Ramalan bulan lalu (Fₜ) = 180 unit; permintaan aktual bulan lalu (Aₜ) = 210 unit; α = 0,3. Hitung ramalan bulan depan.

LANGKAH PERHITUNGAN
LangkahPerhitunganNilai
Selisih aktual − ramalan210 − 18030 unit
α × selisih0,3 × 309 unit
Ramalan baru (Fₜ₊₁)180 + 9189 unit
RAMALAN BULAN DEPAN
189 unit
Lebih responsif dari rata-rata bergerak (180 unit) karena "menangkap" sebagian kenaikan aktual bulan lalu

Diskusi: Kapan Memilih Rata-Rata Bergerak vs Pemulusan Eksponensial?

Berpasangan, 5 menit. Diskusikan tiga situasi berikut dan tentukan metode mana yang lebih cocok, lalu jelaskan alasannya.

SituasiKarakteristik Permintaan
Kasus AKebutuhan pokok (mis. beras kemasan) — permintaan relatif stabil dari bulan ke bulan.
Kasus BProduk fesyen musiman — permintaan melonjak tajam mendekati Lebaran, lalu turun drastis.
Kasus CToko baru buka di marketplace — baru punya data penjualan 2 bulan terakhir.
Petunjuk: pertimbangkan seberapa cepat metode perlu "bereaksi" terhadap perubahan, dan berapa banyak data historis yang tersedia.
Bagian 3 dari 3
Akurasi & Penerapan dalam Rantai Pasok
Cara mengukur seberapa baik ramalan kita, dan bagaimana peramalan yang buruk memicu masalah di sepanjang rantai pasok.

Mengukur Akurasi Ramalan: MAD & MAPE

Setiap ramalan pasti punya kesalahan (error) = permintaan aktual − ramalan. Dua ukuran umum untuk merangkum kesalahan ini:

MAD
MEAN ABSOLUTE DEVIATION
Rata-rata dari nilai absolut kesalahan — dalam satuan unit yang sama dengan data (mis. unit produk).
MAPE
MEAN ABSOLUTE % ERROR
Rata-rata kesalahan dalam bentuk persentase — memudahkan perbandingan antar-produk dengan skala berbeda.
Semakin kecil MAD & MAPE, semakin akurat ramalan. Sebagai patokan kasar: MAPE <10% tergolong sangat akurat, 10–20% cukup baik, di atas 30% perlu dievaluasi ulang metodenya.

Hitung dari Nol: MAD & MAPE dari 4 Minggu Ramalan

Permintaan aktual konstan 100 unit/minggu. Ramalan yang dibuat: Minggu 1 = 90, Minggu 2 = 110, Minggu 3 = 95, Minggu 4 = 105.

LANGKAH PERHITUNGAN (4 MINGGU)
LangkahPerhitunganNilai
Kesalahan absolut per minggu|100−90|, |100−110|, |100−95|, |100−105|10 • 10 • 5 • 5
Total kesalahan absolut10+10+5+530 unit
MAD30 ÷ 47,5 unit
Total persentase kesalahan10%+10%+5%+5%30%
MAPE30% ÷ 47,5%
KESIMPULAN
MAPE = 7,5%
Di bawah 10% → ramalan tergolong sangat akurat, layak dipakai untuk perencanaan persediaan

Coba Sendiri: Uji Alpha pada Pemulusan Eksponensial & Cek MAD/MAPE

Geser nilai α dan lihat langsung bagaimana ramalan bereaksi terhadap data aktual, plus MAD & MAPE yang dihitung otomatis.

Ramalan yang Tidak Terkoordinasi & Efek Bullwhip

Kalau tiap pihak di rantai pasok meramalkan sendiri-sendiri tanpa berbagi data, kesalahan kecil di hilir bisa membesar drastis di hulu.

RitelDistributorPabrikArah aliran informasi pesanan ke hulu
Fenomena ini disebut bullwhip effect — akan dibahas mendalam di Pertemuan 7. Salah satu penyebab utamanya: setiap eselon rantai pasok meramalkan permintaan secara independen berdasarkan pesanan dari eselon di bawahnya, bukan permintaan konsumen akhir yang sebenarnya.

Solusinya: Berbagi Data & Peramalan Kolaboratif

Rantai pasok modern mengatasi masalah ini dengan berbagi data permintaan aktual ke seluruh pihak, bukan hanya meneruskan pesanan.

TANPA KOLABORASI
DATA TERSEKAT
Tiap pihak hanya melihat pesanan dari pihak di bawahnya — ramalan makin bias di hulu.
DENGAN KOLABORASI
DATA BERSAMA
Ritel, distributor & pabrik melihat data permintaan konsumen akhir yang sama — ramalan lebih konsisten.
Pendekatan ini dikenal sebagai CPFR (Collaborative Planning, Forecasting and Replenishment) — akan kita bahas lebih dalam sebagai bagian dari Perencanaan Agregat di Pertemuan 5.

Latihan: Hitung Sendiri dengan Data Baru

Kerjakan berpasangan, 10 menit. Data penjualan camilan UMKM digital (unit/bulan):

4 BULAN TERAKHIR
80 • 100 • 120 • 140
Bulan 1 hingga Bulan 4 (unit terjual)
PARAMETER
α = 0,4
Ramalan Bulan 4 sebelumnya (Fₜ) = 125 unit
Hitung: (1) ramalan Bulan 5 dengan rata-rata bergerak 3 bulan (Bulan 2–4), (2) ramalan Bulan 5 dengan pemulusan eksponensial (Aₜ = Bulan 4, Fₜ = 125, α = 0,4), (3) bandingkan kedua hasil — mana yang lebih responsif terhadap tren naik?

Rangkuman & Persiapan Pertemuan Berikutnya

CHEAT SHEET — PERAMALAN PERMINTAAN
KonsepInti
4 Komponen PermintaanLevel, tren, musiman, siklus/acak
Rata-Rata BergerakRata-rata n periode terakhir, bobot sama rata
Pemulusan EksponensialFₜ₊₁ = Fₜ + α(Aₜ−Fₜ), lebih responsif
MAD & MAPEUkuran akurasi ramalan — MAPE <10% sangat akurat
MINGGU DEPAN (P5)
Perencanaan Agregat & Kolaborasi — S&OP dan CPFR, menerjemahkan ramalan menjadi rencana produksi.
TUGAS
SELESAIKAN LATIHAN
Rapikan hasil perhitungan latihan kelas & kumpulkan sebelum pertemuan berikutnya.