stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-10
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 10: Rantai Pasokan Global: tantangan lintas negara, risiko geopolitik dan logistik internasional
RPS minggu 10 · 2x50 menit

Rantai Pasokan Global

Tantangan Lintas Negara, Risiko Geopolitik, dan Logistik Internasional

Pertemuan 10 · Manajemen Rantai Pasokan · Program Studi Manajemen, FEB UNDIP

BAGIAN 1
Dari Lokal ke Global: Mengapa Rantai Pasokan Melintasi Batas Negara
Pendorong globalisasi, trade-off efisiensi vs responsivitas, dan biaya tersembunyi di balik sourcing internasional.

Pendorong Utama Globalisasi Rantai Pasokan

Perusahaan mengglobalkan rantai pasokan bukan karena tren, melainkan karena tiga kekuatan ekonomi dan kebijakan yang saling memperkuat.

Efisiensi biaya
  • Upah tenaga kerja lebih rendah (Vietnam, Bangladesh)
  • Skala ekonomi produsen global (Foxconn, TSMC)
  • Bahan baku lebih murah di negara sumber
Akses pasar & bahan baku
  • Bahan baku langka hanya tersedia di negara tertentu
  • Ekspansi ke pasar konsumen baru (ASEAN, Timur Tengah)
  • Akses teknologi & komponen khusus (semikonduktor)
Kebijakan perdagangan
  • Perjanjian dagang bebas (FTA): ASEAN-China FTA
  • Insentif investasi & kawasan ekonomi khusus
  • Tarif impor yang lebih rendah antarnegara mitra

Trade-off: Efisiensi Global vs Responsivitas Lokal

Sourcing global (jauh)
  • Biaya unit lebih rendah, skala produksi besar
  • Lead time panjang (4–8 minggu laut)
  • Rentan gangguan geopolitik & cuaca
  • Cocok untuk produk permintaan stabil
Sourcing domestik/lokal (dekat)
  • Biaya unit lebih tinggi, skala terbatas
  • Lead time pendek (hitungan hari)
  • Lebih tahan gangguan, respons cepat
  • Cocok untuk produk permintaan fluktuatif

Prinsip Chopra & Meindl: semakin jauh dan murah sumber pasokan, semakin besar risiko terhadap responsivitas — perusahaan harus sadar sedang "menukar" kecepatan respons dengan efisiensi biaya, bukan mendapat keduanya sekaligus.

Total Landed Cost: Biaya Tersembunyi Sourcing Global

Harga barang di faktur pemasok luar negeri hanyalah sebagian kecil dari biaya sesungguhnya yang ditanggung perusahaan.

Total Landed Cost = Harga Barang + Freight + Asuransi + Bea Masuk + Pajak Impor + Biaya Kepabeanan

Glosarium: Total landed cost adalah seluruh biaya sampai barang tiba dan siap dijual di gudang tujuan, bukan sekadar harga FOB (free on board) di pelabuhan asal.

Incoterms 2020: Siapa Menanggung Risiko dan Biaya

EXWPembeli tanggung semuaFOBPenjual s.d. pelabuhan asalCIF+ freight & asuransiDDPPenjual tanggung semuaBeban & risiko bergeser dari pembeli (EXW) ke penjual (DDP)

Glosarium: Incoterms (International Commercial Terms) adalah aturan standar dari ICC yang mendefinisikan titik serah terima barang, risiko, dan biaya antara penjual dan pembeli dalam perdagangan internasional. EXW = Ex Works; DDP = Delivered Duty Paid.

Hitung dari Nol #1: Total Landed Cost Impor Komponen

LangkahPerhitunganNilai
1. Harga barang (FOB, 1 kontainer)diberikanRp 400.000.000
2. Freight (ongkos kirim laut)diberikanRp 30.000.000
3. Asuransi kargo (0,5% dari FOB+freight)0,5% x Rp 430.000.000Rp 2.150.000
4. Nilai CIF (dasar bea masuk)Rp 400jt + Rp 30jt + Rp 2,15jtRp 432.150.000
5. Bea masuk (asumsi tarif 5% dari CIF)5% x Rp 432.150.000Rp 21.607.500
6. PPN impor efektif (11% dari CIF+bea masuk, PMK 131/2024)11% x Rp 453.757.500Rp 49.913.325
Total Landed Cost
≈ Rp 503,7 jt
Rp 453.757.500 + Rp 49.913.325 — naik ~26% dari harga FOB awal
BAGIAN 2
Risiko Geopolitik: Ketika Politik Mengguncang Rantai Pasokan
Anatomi risiko geopolitik, studi kasus nyata, strategi respons, dan penilaian risiko pemasok global.

Anatomi Risiko Geopolitik dalam Rantai Pasokan Global

Perang dagang & tarif
  • Kenaikan tarif impor mendadak (AS–Tiongkok)
  • Balasan tarif (retaliatory tariff)
  • Kuota & larangan ekspor teknologi
Sanksi & embargo
  • Sanksi ekonomi (Rusia pasca-2022)
  • Larangan transaksi dengan entitas tertentu
  • Pembekuan akses sistem pembayaran global
Konflik & ketidakstabilan
  • Konflik militer menutup jalur pelayaran
  • Kudeta/pergantian rezim mengubah regulasi
  • Terorisme & pembajakan di jalur strategis

Studi Kasus: Guncangan Nyata Rantai Pasokan Global

PeristiwaDampak terhadap rantai pasokan
1. Perang chip AS–Tiongkok (2022–sekarang)Larangan ekspor chip canggih & mesin litografi ASML ke Tiongkok — produsen elektronik global harus rombak rantai pasok semikonduktor
2. Krisis Laut Merah (2023–2024)Serangan terhadap kapal kargo memaksa banyak kapal memutar via Tanjung Harapan — lead time Asia–Eropa bertambah 1–2 minggu
3. Perang Rusia–Ukraina (2022–sekarang)Harga gandum & energi melonjak global — produsen mi instan Indonesia (Indofood) menghadapi kenaikan biaya bahan baku tepung terigu impor

Strategi Respons: Reshoring, Nearshoring, Friend-shoring

Reshoringkembali ke negara asalNearshoringpindah ke negara tetanggaFriend-shoringpindah ke negara sekutu
  • Contoh: AS menarik produksi chip via CHIPS Act
  • Contoh: manufaktur AS pindah ke Meksiko
  • Contoh: Apple menambah kapasitas di Vietnam & India

Kerangka Penilaian Risiko Pemasok Global

Prioritas Tinggimitigasi & dual sourcing segeraPantau Ketatdampak besar, jarang terjadiTerima & Pantaudampak kecil, sering terjadiTerimadampak & kemungkinan rendahDampak TinggiDampak RendahKemungkinan TinggiKemungkinan Rendah

Hitung dari Nol #2: Safety Stock akibat Variabilitas Lead Time

LangkahPerhitunganNilai
1. Target service level 95% → nilai Z (tabel normal)diberikanZ = 1,65
2. Rata-rata permintaan hariandiberikanD = 100 unit/hari
3. Deviasi standar lead time pengiriman internasionaldiberikan (akibat gangguan geopolitik & pelabuhan)σLT = 3 hari
4. Safety stockZ x D x σLT = 1,65 x 100 x 3495 unit
Tambahan Safety Stock
495 unit
Persediaan pengaman ekstra akibat ketidakpastian lead time rantai pasokan global
BAGIAN 3
Logistik Internasional: Moda, Dokumen, dan Mitigasi Risiko
Pilihan moda transportasi, dokumen wajib perdagangan internasional, kawasan berikat, dan strategi mitigasi risiko rantai pasokan global.

Moda Transportasi Internasional: Laut, Udara, Kereta

Biaya per unit volumeLaut (rendah)Kereta (sedang)Udara (tinggi)Kecepatan pengirimanUdara (cepat)Kereta (sedang)Laut (lambat)

Pemilihan moda selalu berupa trade-off biaya vs kecepatan: barang bernilai tinggi & ringan (elektronik) cocok udara; barang bervolume besar & bernilai rendah (batu bara, tekstil massal) cocok laut.

Dokumen Kunci Perdagangan Internasional

Bill of Lading (B/L)
  • Bukti kepemilikan & tanda terima kargo dari carrier
  • Syarat wajib pencairan Letter of Credit di bank
Letter of Credit (L/C)
  • Jaminan pembayaran dari bank pembeli (mis. BBCA/BNI)
  • Melindungi penjual dari risiko gagal bayar pembeli
Certificate of Origin
  • Bukti negara asal barang — syarat tarif preferensial FTA
Packing List & Invoice
  • Rincian isi kargo untuk pemeriksaan bea cukai

Kawasan Berikat dan Free Trade Zone

Kawasan Berikat adalah kawasan khusus di Indonesia (mis. sebagian besar industri Batam) yang menunda kewajiban bea masuk & PPN impor selama bahan baku belum keluar sebagai barang jadi.

Manfaat utama: perusahaan hanya membayar bea masuk & PPN impor atas bahan baku yang benar-benar terpakai dalam produk yang dijual di dalam negeri — produk yang diekspor kembali bebas dari kewajiban tersebut sama sekali. Ini mengurangi beban modal kerja (cash flow) perusahaan manufaktur berorientasi ekspor.

Strategi Mitigasi Risiko Rantai Pasokan Global

Mitigasi struktural
  • Diversifikasi & dual sourcing (tidak bergantung 1 pemasok/negara)
  • Regionalisasi rantai pasokan (nearshoring/friend-shoring)
  • Kontrak fleksibel dengan klausul force majeure
Mitigasi operasional
  • Buffer inventory strategis di titik rawan gangguan
  • Visibilitas rantai pasokan via ERP & IoT tracking
  • Skenario perencanaan & simulasi gangguan berkala

Menyeimbangkan Efisiensi Global dan Ketahanan (Resilience)

TahapPergeseran paradigma
1. Era pra-2020Dominasi just-in-time: persediaan minim, fokus penuh pada efisiensi biaya
2. Pandemi & guncangan geopolitik 2020–2024Rantai pasokan ramping terbukti rapuh — kelangkaan chip, kontainer, & bahan baku terjadi massal
3. Paradigma baruBergeser ke just-in-case: kombinasi efisiensi + buffer strategis & diversifikasi sumber
4. Prinsip praktis saat ini"Efisien di kondisi normal, tangguh saat krisis" — bukan salah satu ekstrem

Latihan: Studi Kasus Mini — Diversifikasi Pemasok PT Nusantara Elektronik

PT Nusantara Elektronik (fiktif, ilustrasi) mengimpor 100% komponen chip dari satu pemasok tunggal di Taiwan. Lead time normal 30 hari, namun deviasi standar lead time naik dari 2 hari menjadi 6 hari akibat ketegangan Selat Taiwan.

Tugas kelompok (15 menit)
  • Hitung ulang safety stock (Z = 1,65; D = 80 unit/hari) sebelum & sesudah kenaikan deviasi lead time
  • Tempatkan risiko pemasok ini pada matriks kemungkinan × dampak
  • Usulkan 2 strategi mitigasi (struktural & operasional) yang paling realistis