stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-06
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 6: Sourcing dan Manajemen Pemasok: kriteria seleksi, hubungan strategis dengan pemasok
RPS minggu 6 · 2x50 menit

Sourcing dan Manajemen Pemasok

Manajemen Rantai Pasokan — Program Studi Manajemen FEB UNDIP

Peta Pertemuan Hari Ini

Jam ke-1 (50 menit)
  • Apa itu sourcing & mengapa keputusan ini strategis
  • Make-or-buy: kapan produksi sendiri, kapan beli dari luar
  • Kriteria seleksi pemasok & total cost of ownership
Jam ke-2 (50 menit)
  • Weighted scoring model untuk membandingkan pemasok (dtab #1)
  • Spektrum hubungan pemasok: transaksional → kemitraan strategis
  • Supplier relationship management & segmentasi pemasok (dtab #2)
Posisi dalam alur 14 pertemuan: setelah pemasok terpilih hari ini, minggu depan kita membahas bagaimana barang dari pemasok itu dipindahkan lewat manajemen transportasi & distribusi.
Bagian 1
Konsep Dasar Sourcing & Seleksi Pemasok
Diskusi kelas: menurut Anda, apa beda mendasar antara "membeli barang" sehari-hari dengan "sourcing" dalam konteks rantai pasokan perusahaan?

Apa itu Sourcing?

Sourcing adalah keseluruhan proses menentukan dari mana, dari siapa, dan dengan syarat apa perusahaan memperoleh barang & jasa yang dibutuhkan rantai pasokannya — bukan sekadar "membeli".

Bukan Sekadar Pembelian
  • Purchasing: transaksi harian, memesan & membayar barang
  • Sourcing: keputusan strategis siapa jadi mitra pemasok jangka panjang
  • Melibatkan analisis biaya total, risiko, dan kapabilitas pemasok
Mengapa Strategis
  • Bahan baku & komponen bisa >50% biaya produksi manufaktur
  • Pemasok yang salah → gangguan produksi & reputasi merek
  • Pemasok yang tepat → sumber inovasi & keunggulan bersaing
Analogi sederhana: memilih pemasok mirip memilih rekan bisnis jangka panjang, bukan sekadar memilih penjual di pasar untuk transaksi satu kali.

Keputusan Make-or-Buy

Sebelum mencari pemasok, perusahaan harus menjawab pertanyaan mendasar: apakah komponen/jasa ini diproduksi sendiri (make) atau dibeli dari pihak luar (buy)?

Alasan Memproduksi Sendiri (Make)
  • Kompetensi inti (core competence) perusahaan
  • Menjaga rahasia dagang & kualitas ketat
  • Volume besar sehingga skala ekonomis internal layak
Alasan Membeli dari Luar (Buy)
  • Bukan kompetensi inti → fokus sumber daya ke hal utama
  • Pemasok punya skala & keahlian lebih efisien
  • Fleksibilitas menghadapi fluktuasi permintaan
Kesalahan umum: memutuskan make-or-buy hanya dari harga per unit, padahal biaya tersembunyi (koordinasi, risiko pasokan, kehilangan kendali kualitas) sering lebih besar.

Kriteria Seleksi Pemasok

Setelah keputusan "buy" diambil, pemasok dinilai dari beberapa kriteria utama — bukan hanya harga termurah.

Kriteria Klasik
  • Harga & syarat pembayaran
  • Kualitas produk/jasa (tingkat cacat, konsistensi)
  • Ketepatan waktu & keandalan pengiriman
Kriteria yang Sering Terlewat
  • Kapasitas & fleksibilitas menghadapi lonjakan permintaan
  • Kesehatan finansial pemasok (risiko bangkrut/berhenti)
  • Kepatuhan lingkungan & etika kerja (sustainability)
Prinsip kunci: pemasok terbaik bukan yang harganya paling murah, melainkan yang memberi nilai total terbaik ketika semua kriteria dipertimbangkan bersama.

Hitung dari Nol: Total Cost of Ownership (TCO)

TCO menghitung biaya SESUNGGUHNYA memakai satu pemasok, bukan cuma harga beli. Ilustrasi: dua pemasok komponen elektronik untuk 1.000 unit/bulan.

Komponen BiayaPerhitunganNilai
Harga beli (Pemasok A, lebih murah)1.000 unit x Rp 50.000Rp 50.000.000
Biaya pengiriman & bea (A jauh & impor)8% x Rp 50.000.000Rp 4.000.000
Biaya cacat & rework (A defect rate lebih tinggi)5% x 1.000 unit x Rp 50.000Rp 2.500.000
Biaya keterlambatan (stok pengaman ekstra)3% x Rp 50.000.000Rp 1.500.000
Total Cost of Ownership Pemasok A50jt + 4jt + 2,5jt + 1,5jtRp 58.000.000
Bandingkan Pemasok B
Harga lebih tinggi (Rp 53.000.000) tapi lokal, defect rendah, tepat waktu → TCO ~Rp 55.500.000 — TCO B lebih rendah walau harga beli lebih mahal

Weighted Scoring Model untuk Seleksi Pemasok

Kriteria diberi bobot sesuai prioritas perusahaan, lalu tiap pemasok diskor 1-5 per kriteria. Ilustrasi: memilih pemasok kemasan untuk perusahaan FMCG.

Kriteria (Bobot)Perhitungan (Skor x Bobot)Nilai
Harga (bobot 30%)Skor 4 x 30%1,20
Kualitas (bobot 35%)Skor 5 x 35%1,75
Ketepatan waktu (bobot 20%)Skor 3 x 20%0,60
Keberlanjutan (bobot 15%)Skor 4 x 15%0,60
Skor Total Terbobot1,20+1,75+0,60+0,604,15 / 5,00
Cara Pakai
Ulangi perhitungan untuk tiap kandidat pemasok → pemasok dengan skor total terbobot tertinggi yang dipilih, bukan yang skor satu kriteria saja tertinggi

Latihan Kelas: Skoring Pemasok Anda Sendiri

Instruksi (kerjakan berpasangan, 10 menit):
  • Pilih satu produk/jasa yang perlu disourcing organisasi Anda (nyata atau hipotetis).
  • Tentukan 4 kriteria seleksi & beri bobot masing-masing (total 100%).
  • Skor 2 kandidat pemasok imajiner (1-5) per kriteria, hitung skor total terbobot.
  • Siapkan alasan mengapa pemasok terpilih adalah pilihan terbaik secara total, bukan cuma harga.
Bagian 2
Dari Transaksi ke Kemitraan Strategis
Diskusi kelas: apakah semua pemasok layak diperlakukan sebagai "mitra strategis"? Mengapa atau mengapa tidak?

Spektrum Hubungan Pemasok

Hubungan dengan pemasok bukan pilihan biner, melainkan spektrum dari transaksional murni sampai kemitraan strategis mendalam.

TRANSAKSIONALkontrak jangka pendekfokus harga terendahKOLABORATIFberbagi info & forecastkontrak jangka menengahKEMITRAAN STRATEGISinvestasi bersama, R&Dkomitmen jangka panjang
Semakin ke kanan spektrum, semakin tinggi saling ketergantungan & kepercayaan — tapi juga semakin tinggi biaya membangun dan menjaga hubungan itu.

Kraljic Matrix: Segmentasi Pemasok

Kraljic (1983) mengelompokkan barang/jasa yang disourcing berdasar dua sumbu: dampak terhadap laba & risiko pasokan — menentukan strategi hubungan yang sesuai.

Risiko Pasokan Tinggi
  • Bottleneck (dampak laba rendah): amankan pasokan, cari alternatif
  • Strategis (dampak laba tinggi): kemitraan mendalam, kontrak jangka panjang
Risiko Pasokan Rendah
  • Non-kritis (dampak laba rendah): sederhanakan proses, e-procurement
  • Leverage (dampak laba tinggi): manfaatkan daya tawar, tender kompetitif
Kesalahan umum: memakai strategi negosiasi yang sama untuk semua kategori. Barang strategis yang dinegosiasi seperti barang non-kritis berisiko merusak hubungan pemasok kunci.

Manfaat & Risiko Kemitraan Strategis dengan Pemasok

Manfaat
  • Akses ke inovasi & teknologi pemasok lebih awal
  • Berbagi risiko & investasi (mis. kapasitas produksi)
  • Koordinasi lebih baik → mengurangi bullwhip effect
Risiko
  • Ketergantungan berlebih pada satu pemasok (single-sourcing)
  • Biaya beralih (switching cost) tinggi bila hubungan gagal
  • Kerahasiaan informasi bisnis yang dibagi bisa bocor
Mitigasi umum: dual-sourcing untuk komponen kritis (dua pemasok utama) agar tetap dapat manfaat kemitraan tanpa risiko ketergantungan tunggal yang ekstrem.

Supplier Relationship Management (SRM)

SRM adalah pendekatan sistematis mengelola interaksi dengan pemasok sepanjang waktu, bukan hanya saat negosiasi kontrak awal.

Aktivitas Inti SRM
  • Evaluasi kinerja pemasok berkala (scorecard)
  • Komunikasi rutin & berbagi rencana permintaan
  • Program pengembangan pemasok (supplier development)
Contoh Indikator Scorecard
  • On-time delivery rate (%)
  • Tingkat cacat/kualitas (defect per million/PPM)
  • Responsivitas terhadap perubahan pesanan
SRM efektif membuat hubungan pemasok terus dievaluasi & ditingkatkan, bukan diikat sekali di kontrak lalu dibiarkan tanpa pemantauan.

Negosiasi Kontrak Pemasok: Elemen Kunci

Setelah pemasok terpilih, kontrak yang baik menyeimbangkan kepentingan kedua pihak — bukan hanya menguntungkan sepihak pembeli.

Elemen yang Wajib Diatur
  • Harga & mekanisme penyesuaian (mis. eskalasi bahan baku)
  • Standar kualitas & prosedur inspeksi
  • Klausul penalti keterlambatan & force majeure
Prinsip Negosiasi Sehat
  • Win-win, bukan menekan pemasok sampai margin negatif
  • Transparansi biaya untuk kategori strategis (open-book costing)
  • Insentif jangka panjang, bukan hanya hukuman
Menekan pemasok terlalu keras demi harga rendah bisa menurunkan kualitas & keandalan pasokan jangka panjang — kerugian akhirnya kembali ke pembeli.

Peran Teknologi dalam Sourcing Modern

E-Procurement
  • Platform lelang & katalog elektronik untuk barang non-kritis
  • Mempercepat proses & memperluas jumlah kandidat pemasok
Supplier Portal & Analitik
  • Dashboard kinerja pemasok real-time
  • Analitik risiko pemasok (finansial, geopolitik, cuaca)
Teknologi mempercepat proses seleksi & pemantauan, tetapi keputusan strategis (misalnya siapa jadi mitra strategis) tetap membutuhkan penilaian manajerial — bukan sekadar skor otomatis.

Studi Kasus Singkat: Astra International

Astra mengelola ribuan pemasok komponen otomotif dengan pendekatan segmentasi berbeda sesuai kategori Kraljic.

Komponen Strategis (mesin, transmisi)
  • Kontrak jangka panjang & kolaborasi R&D
  • Program pengembangan kapabilitas pemasok lokal
Komponen Non-Kritis (aksesoris kecil)
  • Tender kompetitif reguler, banyak alternatif pemasok
  • Proses standar tanpa hubungan khusus
Hasilnya: Astra tetap memiliki daya saing biaya untuk komponen umum, sekaligus keandalan & inovasi tinggi untuk komponen inti yang menentukan kualitas kendaraan.

Latihan Reflektif: Segmentasi Pemasok Organisasi Anda

Instruksi (individu, ditulis singkat, 5 menit):
  • Sebutkan satu barang/jasa yang disourcing organisasi (tempat kerja/keluarga/UMKM) Anda.
  • Tempatkan di kuadran Kraljic: strategis, leverage, bottleneck, atau non-kritis?
  • Jelaskan singkat strategi hubungan pemasok yang sesuai kuadran tersebut.
  • Siap dipanggil untuk berbagi jawaban secara lisan.

Rangkuman & Keterkaitan Antar-Konsep

Yang Sudah Dipelajari Hari Ini
  • Sourcing = keputusan strategis, bukan sekadar pembelian
  • TCO & weighted scoring untuk seleksi pemasok objektif
  • Spektrum hubungan & segmentasi Kraljic untuk SRM
Keterkaitan ke Depan
  • Pemasok terpilih → jalur distribusi & transportasi (P7)
  • Koordinasi dengan pemasok → mengurangi bullwhip effect (P8)
  • Segmentasi risiko pemasok → manajemen risiko disruption (P12)
Bawa hasil latihan segmentasi Kraljic Anda hari ini — kita akan mengaitkannya kembali saat membahas manajemen risiko gangguan rantai pasokan di pertemuan mendatang.
Sampai Jumpa Pekan Depan
Manajemen Transportasi & Distribusi
Persiapan: amati bagaimana barang dari pemasok favorit Anda (toko/aplikasi belanja) sampai ke tangan Anda — moda apa, berapa lama, dan siapa yang menanggung biayanya?