‹ Daftar slidePertemuan 2: Tahapan Siklus Hidup Proyek Digital: Pre-Sales hingga Pasca-Produksi
Prodi Bisnis Digital • FEB UNDIP
Manajemen Proyek Digital
Pertemuan 2 — Tahapan Siklus Hidup Proyek Digital: Pre-Sales hingga Pasca-Produksi
Memetakan perjalanan lengkap sebuah proyek digital — dari proposal yang belum tentu menang, sampai laporan evaluasi setelah produk diluncurkan.
RPS MINGGU 2 • 2X50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu:
CAPAIAN 1 — PETA TAHAPAN
MENGURUTKAN 6 TAHAP SIKLUS PROYEK DIGITAL
Dari pre-sales, kickoff, planning, design & development, testing, sampai deployment dan pasca-produksi.
CAPAIAN 2 — DELIVERABLE & GERBANG
MENGENALI OUTPUT KUNCI TIAP TAHAP
Dokumen dan keputusan apa yang harus "lulus" sebelum proyek boleh lanjut ke tahap berikutnya.
Peta ini akan jadi kerangka acuan sepanjang semester — tiap pertemuan berikutnya membedah satu tahap lebih dalam.
Dari Konsep Dasar Menuju Peta Tahapan
Pertemuan 1 memberi fondasi konsep; pertemuan 2 memberi peta jalan yang akan kita jelajahi selama satu semester.
MINGGU 1 — SUDAH DIBAHAS
Definisi proyek digital & perbedaannya dengan proyek konvensional (fisik, jangka panjang).
Peran project manager sebagai penghubung klien, tim, dan tenggat waktu.
MINGGU 2 — HARI INI
Peta lengkap 6 tahap siklus hidup proyek digital, dari pre-sales sampai pasca-produksi.
Fondasi sebelum minggu 3–15 membedah tiap tahap: scope, anggaran, kickoff, jadwal, dan seterusnya.
Anggap peta hari ini sebagai "daftar isi" mata kuliah — tiap bab berikutnya adalah satu tahap yang kita perbesar.
Bagian 1 dari 3
Peta Besar Siklus Hidup Proyek Digital
Apa itu siklus hidup proyek, kenapa harus bertahap, dan bagaimana tahap pertamanya dimulai jauh sebelum kontrak diteken.
Definisi6 TahapPre-Sales
Apa itu Siklus Hidup Proyek (Project Life Cycle)?
Siklus hidup proyek adalah rangkaian tahap yang dilalui sebuah proyek dari ide awal sampai selesai dan dievaluasi — setiap tahap punya tujuan, aktivitas, dan output yang berbeda.
EMPAT CIRI UNIVERSAL
Berurutan: tahap berikutnya baru dimulai setelah tahap sebelumnya menghasilkan output yang disepakati.
Bertingkat: upaya dan biaya umumnya meningkat di tengah proyek, lalu menurun menjelang penutupan.
Bergerbang (gate): ada titik keputusan "lanjut atau berhenti" di antara tahap.
Dapat diulang sebagian: proyek digital sering kembali ke tahap sebelumnya bila ada revisi besar.
MENGAPA PENTING
SATU BAHASA TIM
Tanpa peta tahapan yang jelas, tim desain, developer, dan klien bisa punya asumsi berbeda tentang "proyek ini sudah sampai mana".
Peta 6 Tahapan Proyek Digital
Dari sekadar prospek menjadi produk yang benar-benar dipakai pelanggan, lalu dievaluasi.
Tahap 1 — Pre-Sales: dari Lead ke Kontrak
Pre-sales adalah seluruh aktivitas sebelum kontrak resmi ditandatangani — tahap ini sering tidak terlihat mahasiswa karena tidak selalu berujung proyek.
AKTIVITAS KUNCI
Menangkap lead (calon klien) lewat pitching, RFP, atau referensi.
Menyusun proposal awal & estimasi biaya kasar (rough order of magnitude).
Presentasi & negosiasi ruang lingkup serta harga dengan klien.
OUTPUT (GERBANG KE TAHAP 2)
Kontrak atau surat perjanjian kerja yang ditandatangani kedua pihak.
Anggaran & lingkup awal yang menjadi dasar kickoff meeting.
Tidak semua proposal menang — agensi digital harus menghitung biaya pre-sales sebagai investasi, bukan jaminan.
Hitung dari Nol: Win Rate & Biaya Akuisisi Proyek
Sebuah agensi digital di Semarang mengirim 25 proposal proyek dalam setahun, dengan total biaya pre-sales (riset, presentasi, purwarupa) Rp 150.000.000.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Jumlah proposal dikirim dalam setahun
diketahui
25 proposal
Jumlah proyek yang dimenangkan
diketahui
5 proyek
Win rate (tingkat kemenangan)
5 ÷ 25 × 100%
20%
Biaya akuisisi per proyek yang menang
Rp 150.000.000 ÷ 5
Rp 30.000.000
WIN RATE
20%
1 dari 5 proposal berhasil jadi kontrak — biaya akuisisi per proyek Rp 30 juta
Bagian 2 dari 3
Dari Kontrak Menuju Produksi
Setelah kontrak diteken, proyek masuk fase paling padat: kickoff, perencanaan, pengerjaan inti, dan pengujian kualitas.
KickoffPlanningBuild & Test
Tahap 2 — Kickoff & Discovery
Pertemuan resmi pertama antara tim proyek dan klien untuk menyepakati ruang lingkup awal serta membentuk kesamaan pemahaman.
APA YANG TERJADI
Perkenalan tim proyek & penanggung jawab dari pihak klien.
Developer: membangun fungsi sesuai rencana & spesifikasi.
Tim konten: menyiapkan teks, gambar, dan materi pendukung.
RISIKO UTAMA
SCOPE CREEP
Permintaan tambahan di luar kesepakatan awal sering muncul justru di tahap ini — dibahas tuntas pertemuan 7.
Tahap 5 — Testing & QA: Gerbang Kualitas
Sebelum produk dianggap layak rilis, harus melewati pengujian sistematis agar cacat ditemukan sebelum sampai ke pengguna akhir.
JENIS PENGUJIAN UMUM
Functional testing: memastikan setiap fitur bekerja sesuai spesifikasi.
User Acceptance Testing (UAT): klien atau calon pengguna mencoba langsung.
GERBANG KE TAHAP 6
Laporan bug & status perbaikan (fixed/pending).
Persetujuan tertulis klien bahwa produk siap diluncurkan.
Hitung dari Nol: Defect Density sebagai Ambang Kelulusan QA
Sebuah aplikasi memiliki 40 modul fungsi yang diuji tim QA, dan ditemukan 18 bug. Standar internal agensi menetapkan ambang toleransi maksimum 0,30 bug per modul.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Jumlah modul/fitur yang diuji
diketahui
40 modul
Jumlah bug yang ditemukan tim QA
diketahui
18 bug
Defect density (bug per modul)
18 ÷ 40
0,45 bug/modul
Selisih dari ambang toleransi (0,30)
0,45 − 0,30
0,15 (melebihi batas)
STATUS GERBANG QA
BELUM LOLOS
0,45 bug/modul > ambang 0,30 → wajib revisi sebelum lanjut ke deployment
Bagian 3 dari 3
Menuju Garis Akhir: Deployment & Pasca-Produksi
Produk yang lolos QA masih harus dirilis dengan aman, diserahterimakan resmi, dan dievaluasi agar proyek berikutnya lebih baik.
DeploymentSerah TerimaEvaluasi
Tahap 6 — Deployment: Go-Live & Serah Terima
Momen produk resmi digunakan oleh pengguna sesungguhnya — harus direncanakan agar risiko gangguan seminimal mungkin.
AKTIVITAS DEPLOYMENT
Migrasi data & konfigurasi ke lingkungan produksi (bukan lagi lingkungan uji coba).
Pelatihan singkat pengguna akhir, misalnya kasir toko yang akan memakai aplikasi.
DOKUMEN SERAH TERIMA
Berita Acara Serah Terima (BAST) yang ditandatangani klien.
Dokumentasi teknis & manual penggunaan untuk pemeliharaan ke depan.
Pasca-Produksi: Evaluasi, Pembelajaran, dan Pemeliharaan
Tahap yang paling sering dilupakan, padahal menentukan apakah organisasi belajar dari proyek ini untuk proyek berikutnya.
AKTIVITAS PASCA-PRODUKSI
Laporan evaluasi proyek: apakah target waktu, biaya, dan lingkup tercapai.
Lessons learned: apa yang berjalan baik dan apa yang perlu diperbaiki tim.
Dukungan pemeliharaan (maintenance): menangani bug atau permintaan kecil setelah rilis.
PREVIEW MINGGU 15
EVALUASI PASCA-PROYEK
Format lengkap laporan evaluasi & pembelajaran pasca-proyek akan dipelajari mendalam di pertemuan terakhir semester.
Menelusuri Kasus: Aplikasi Kasir UMKM dari Awal sampai Akhir
Mari kita telusuri bagaimana satu proyek nyata melewati enam tahap yang sudah kita bahas.