stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-03
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 3: Mengumpulkan Informasi & Memindai Lingkungan Pemasaran
Program Studi Manajemen • FEB

Manajemen Pemasaran

Pertemuan 3 — Mengumpulkan Informasi & Memindai Lingkungan Pemasaran

Membangun radar bisnis: Bagaimana perusahaan modern mengubah lautan data menjadi wawasan proaktif untuk memenangkan pasar.

RPS MINGGU 3 • SUB-CPMK 3 • DURASI 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah mengikuti pertemuan ini, Anda diharapkan mampu memahami instrumen vital dalam pengumpulan data pemasaran.

CAPAIAN 1 — MIS
SISTEM INFORMASI PEMASARAN
Menjelaskan komponen Marketing Information System (MIS): catatan internal, intelijen pemasaran, dan riset pemasaran.
CAPAIAN 2 — LINGKUNGAN MAKRO
MEMINDAI MAKRO
Menganalisis 6 kekuatan lingkungan makro utama yang membentuk peluang dan ancaman bisnis.
CAPAIAN 3 — LINGKUNGAN MIKRO
MEMINDAI MIKRO
Mengenali aktor-aktor terdekat perusahaan (pelanggan, pesaing, pemasok) yang memengaruhi kemampuan melayani pasar.
CAPAIAN 4 — STUDI KASUS
PRAKTIK MODERN
Membedah penerapan nyata (Studi Kasus: Starbucks, Nike, Dove) dalam pengumpulan intelijen dan pemindaian lingkungan di era digital.

Blockbuster vs Netflix: Harga Sebuah "Kebutaan"

Mengapa raksasa industri bisa tiba-tiba hancur? Jawabannya seringkali bermula dari gagalnya memindai lingkungan.

BLOCKBUSTER — REAKTIF
MENGABAIKAN SINYAL
Terlalu fokus pada "catatan internal" laba dari denda keterlambatan (late fees). Mengabaikan tren teknologi internet dan perubahan gaya hidup pelanggan yang ingin kepraktisan.
NETFLIX — PROAKTIF
MEMINDAI MASA DEPAN
Terus memantau perkembangan infrastruktur broadband (Makro-Teknologi) dan menangkap rasa frustrasi pelanggan terhadap denda (Mikro-Pelanggan).
Pelajaran: Lingkungan pemasaran bergerak sangat cepat. Tanpa sistem pemindaian yang kuat, kesuksesan masa lalu bukan jaminan masa depan.
Bagian 1 dari 4
Sistem Informasi Pemasaran (MIS)
Infrastruktur yang mengubah data mentah (big data) menjadi wawasan strategis.
Catatan Internal Intelijen Riset

Apa itu Sistem Informasi Pemasaran?

MIS (Marketing Information System) terdiri dari manusia, peralatan, dan prosedur untuk mengumpulkan, memilah, menganalisis, dan mendistribusikan informasi akurat tepat waktu kepada pembuat keputusan.

ALUR KERJA MIS
  • Menilai Kebutuhan: Berdiskusi dengan manajer pemasaran, informasi apa yang benar-benar dibutuhkan?
  • Mengembangkan Informasi: Menarik data dari internal records, kegiatan marketing intelligence, dan marketing research.
  • Mendistribusikan: Menyajikan data dalam bentuk dashboard atau laporan visual yang mudah dipahami secara real-time.
Tantangan modern bukan kekurangan data, melainkan terlalu banyak data (Information Overload). MIS berfungsi sebagai penyaring kualitas.

Pilar 1: Catatan Internal (Internal Records)

Informasi paling mendasar dan murah didapat, berasal dari dalam perusahaan itu sendiri.

SIKLUS PESANAN-SAMPAI-PEMBAYARAN
ORDER-TO-PAYMENT
Jantung sistem internal. Meliputi perwakilan penjualan, pesanan masuk, ketersediaan gudang, hingga faktur pengiriman. Kecepatan dan akurasi siklus ini sangat krusial.
SISTEM INFORMASI PENJUALAN
SALES INFO SYSTEMS
Data historis penjualan per area, produk, dan tenaga penjual. Perusahaan ritel seperti Walmart mengelola data ini secara real-time untuk otomatisasi stok barang (inventory).

Pilar 2: Intelijen Pemasaran

Marketing Intelligence adalah seperangkat prosedur dan sumber data yang digunakan manajer untuk mendapatkan informasi harian mengenai perkembangan lingkungan pemasaran.

CARA PERUSAHAAN MENGUMPULKAN INTELIJEN
MetodeContoh Praktik
Melatih tenaga penjualSales person didorong menjadi "mata dan telinga" di lapangan untuk memantau gerak-gerik pesaing.
Membangun jaringanBekerja sama dengan distributor, pemasok, dan pengecer untuk saling bertukar intelijen pasar.
Mengamati kompetitorMembeli produk pesaing (reverse engineering), mengamati kampanye iklannya, membaca laporan tahunan mereka.
Memantau media sosialMenggunakan perangkat lunak (Social Listening) untuk melihat sentimen netizen tentang merek secara instan.

Pilar 3: Riset Pemasaran

Berbeda dengan intelijen yang sifatnya terus-menerus dan luas, Riset Pemasaran dilakukan secara spesifik untuk memecahkan satu masalah tertentu.

RISET EKSPLORATORI
MENCARI TAHU
Mengumpulkan informasi awal untuk merumuskan masalah. Misal: Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali keluhan pelanggan secara umum.
RISET DESKRIPTIF
MENGGAMBARKAN
Mengukur potensi pasar atau demografi. Misal: Survei menyebarkan kuesioner untuk mengetahui % pangsa pasar pria usia 20-30 tahun.
RISET KAUSAL
SEBAB-AKIBAT
Eksperimen untuk menguji hipotesis sebab-akibat. Misal: Uji coba A/B Testing menurunkan harga 10% apakah meningkatkan volume penjualan secara signifikan?
Bagian 2 dari 4
Memindai Lingkungan Makro
Enam kekuatan besar yang berada di luar kendali perusahaan, namun mendikte arah tren konsumen.

Kekuatan 1 & 2: Demografi dan Ekonomi

Dasar dari pasar adalah manusia yang memiliki daya beli.

1. LINGKUNGAN DEMOGRAFI
  • Pertumbuhan Populasi: Pasar berkembang atau menyusut?
  • Bauran Usia: Generasi Z vs Milenial vs Baby Boomers memiliki preferensi sangat berbeda.
  • Struktur Keluarga: Semakin banyak rumah tangga dengan orang tua tunggal, atau pasangan tanpa anak.
  • Pendidikan: Meningkatnya populasi berpendidikan tinggi menuntut produk berkualitas dan informatif.
2. LINGKUNGAN EKONOMI
  • Daya Beli Konsumen: Bergantung pada tingkat pendapatan, tabungan, utang, dan ketersediaan kredit.
  • Distribusi Pendapatan: Perusahaan kelas atas menyasar kelompok high-income, sementara peritel diskon menyasar kelompok low-income.
  • Inflasi: Harga yang melonjak memaksa konsumen menunda pembelian barang tersier.

Kekuatan 3 & 4: Sosial-Budaya dan Alam

Pergeseran nilai-nilai manusia dan ketersediaan sumber daya planet kita.

3. LINGKUNGAN SOSIAL-BUDAYA
  • Nilai Inti (Core Beliefs): Nilai budaya mendasar yang sulit diubah (misal: pentingnya pernikahan di suatu negara).
  • Nilai Sekunder (Secondary Beliefs): Tren budaya yang lebih cair (misal: tren hidup sehat, yoga, diet vegan).
  • Subkultur: Kelompok dengan sistem nilai berbeda di dalam masyarakat (remaja pecinta K-Pop, komunitas otomotif).
4. LINGKUNGAN ALAM (NATURAL)
  • Kekurangan Bahan Baku: Kelangkaan air, mineral, atau minyak bumi sangat mendikte arah manufaktur.
  • Biaya Energi: Fluktuasi harga energi mengubah rantai pasok perusahaan logistik.
  • Tekanan Ekologis: Tuntutan publik akan operasi bisnis yang ramah lingkungan (Sustainability & Green Marketing).

Kekuatan 5 & 6: Teknologi dan Politik-Hukum

Kekuatan yang menghancurkan yang lama dan menetapkan aturan main baru.

5. LINGKUNGAN TEKNOLOGI
  • Inovasi Disruptif: Kecerdasan Buatan (AI), Blockchain, dan IoT mengubah cara produk diciptakan.
  • Siklus Hidup Produk Pendek: Teknologi usang dengan sangat cepat, memaksa R&D harus terus bergerak.
  • "Creative Destruction": Kemunculan streaming menghancurkan CD/DVD. Mobil listrik menggeser mesin bakar.
6. LINGKUNGAN POLITIK & HUKUM
  • Peraturan Bisnis: Undang-undang perlindungan konsumen, antimonopoli, hak paten, dsb.
  • Privasi Data: Di era modern, hukum seperti GDPR atau UU PDP sangat ketat mengatur pemakaian data intelijen pemasaran.
  • Kelompok Kepentingan: Tekanan dari LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan boikot publik.
Bagian 3 dari 4
Memindai Lingkungan Mikro & Alat Analisis
Mengenali aktor-aktor di sekitar ekosistem perusahaan yang memengaruhi operasi sehari-hari.

Komponen Lingkungan Mikro

Aktor yang berada paling dekat dengan perusahaan dan berdampak langsung pada kelancaran operasional pemasaran.

1. PEMASOK (SUPPLIERS)
Menyediakan sumber daya. Jika pasokan tersendat atau harga bahan baku naik drastis, rantai pemasaran akan terhenti. Kemitraan pemasok sangat diandalkan.
2. PERANTARA (INTERMEDIARIES)
Bantuan eksternal (distributor, agen, agensi iklan, bank) yang membantu perusahaan mempromosikan, menjual, dan mendistribusikan ke pembeli akhir.
3. PESAING (COMPETITORS)
Perusahaan harus menempatkan posisi (positioning) penawaran mereka lebih kuat dan unik dalam pikiran konsumen ketimbang tawaran pesaing.
4. PELANGGAN (CUSTOMERS)
Poros utamanya. Mencakup pasar konsumen B2C, pasar bisnis B2B, penjual kembali, hingga pasar internasional. Tren dan preferensi mereka adalah pusat segalanya.

Teknik Analisis Lingkungan Terpopuler

Data yang dipindai tidak akan berguna jika tidak dipetakan. Alat ini membantu menstrukturkan intelijen yang terkumpul.

ANALISIS SWOT (Internal & Eksternal)
  • Strengths (Kekuatan): Kelebihan internal perusahaan (paten, merek kuat).
  • Weaknesses (Kelemahan): Kelemahan internal (teknologi usang, modal tipis).
  • Opportunities (Peluang): Sinyal positif dari lingkungan eksternal.
  • Threats (Ancaman): Risiko eksternal (regulasi baru, pesaing kuat).
ANALISIS PESTLE (Fokus Makro Eksternal)
  • Political (Politik & Stabilitas)
  • Economic (Ekonomi, Inflasi)
  • Sociocultural (Budaya, Gaya Hidup)
  • Technological (Inovasi, AI)
  • Legal (Hukum ketenagakerjaan, UU)
  • Environmental (Iklim, keberlanjutan)
Bagian 4 dari 4
Studi Kasus Marketing Modern
Bagaimana raksasa global mempraktikkan intelijen dan pemindaian lingkungan di era Big Data.
Starbucks Nike Dove

Studi Kasus 1: Starbucks — Crowdsourcing Intelligence

Alih-alih sekadar menebak keinginan pasar, Starbucks membangun platform intelijen pemasaran terbuka bernama "My Starbucks Idea".

TANTANGAN & SOLUSI
  • Kebutuhan: Memantau tren gaya hidup (sosial-budaya) secara real-time.
  • Solusi: Platform khusus tempat pelanggan menyumbangkan ide, melakukan voting, dan berdiskusi.
HASIL PEMINDAIAN LINGKUNGAN
PRODUK BARU BERBASIS DATA
Platform ini melahirkan inovasi krusial hasil "suara konsumen" langsung, seperti fasilitas Free Wi-Fi, peluncuran produk Cake Pops, serta penggunaan sedotan/gelas yang lebih ramah lingkungan (merespons tren Makro-Alam).
Pelajaran: Memindai lingkungan sosial-budaya bisa dilakukan dengan mengundang pelanggan langsung masuk ke dalam proses inovasi (Co-Creation).

Studi Kasus 2: Nike — Data Analytics & Catatan Internal

Nike mengubah pendekatan pemindaian mereka dengan teknologi digital melalui ekosistem NikePlus (sekarang Nike App & Run Club).

PENDEKATAN INTERNAL & TEKNOLOGI
  • Catatan Internal 2.0: Aplikasi mencatat jutaan data: seberapa sering pelanggan lari, rute, jarak, dan jenis latihan.
  • Anticipating Trends: Data dikombinasikan (Makro-Teknologi + Mikro-Pelanggan) untuk meramalkan tren kebugaran masa depan.
DAMPAK STRATEGIS
TREN ATHLEISURE & SUSTAINABILITY
Data menunjukkan konsumen makin sering menggunakan pakaian olahraga di luar gym. Nike pun merajai tren "Athleisure". Karena data menunjukkan kepedulian lingkungan tinggi, mereka juga meluncurkan produk Nike Flyleather (Makro-Alam).
Pelajaran: Perusahaan modern tidak memisahkan produk fisik dari digital. Aplikasi adalah sensor intelijen terbaik di saku pelanggan.

Studi Kasus 3: Dove — Sentiment Analysis (#SpeakBeautiful)

Dove memindai lingkungan Makro (Sosial & Teknologi) menggunakan Social Listening Tools di Twitter.

TEMUAN INTELIJEN
  • Pemindaian Sosial: Menggunakan sentimen analisis, Dove menemukan bahwa pada tahun 2014, terdapat 5 juta tweet negatif dari wanita mengenai citra tubuh dan kecantikan mereka sendiri.
AKSI PEMASARAN
KAMPANYE BERBASIS EMPATI
Bekerja sama langsung dengan Twitter, Dove meluncurkan kampanye #SpeakBeautiful, algoritma yang mendeteksi tweet negatif dan meresponsnya dengan pesan positif membangun secara real-time.
Pelajaran: Memindai media sosial secara masif dapat menemukan celah emosional di tingkat budaya (macro sociocultural) yang sangat relevan dengan citra merek.

Kesimpulan Pertemuan

  • Informasi adalah Aset: Pemasar hebat tidak mengandalkan intuisi semata, melainkan MIS yang solid (Internal, Intelijen, Riset).
  • Waspadai Lingkungan Makro: Perubahan Demografi, Ekonomi, Sosial, Teknologi, Hukum, dan Alam dapat menghancurkan bisnis dalam hitungan tahun jika diabaikan.
  • Pantau Lingkungan Mikro: Pemasok, pesaing, dan perantara bekerja sama membentuk value delivery network untuk melayani pelanggan.
  • Bergerak Proaktif (Anticipate): Gunakan data (seperti kasus Nike, Starbucks, Dove) untuk mendahului tren, bukan sekadar bereaksi setelah tertinggal.

Persiapkan diri untuk kuis pemindaian lingkungan minggu depan!