‹ Daftar slidePertemuan 14: Strategic Marketing Planning
Program Studi Manajemen • FEB
Manajemen Pemasaran II
Pertemuan 14 — Strategic Marketing Planning
Mempelajari bagaimana perusahaan merancang, mengeksekusi, dan mengevaluasi strategi pemasaran jangka panjang melalui pemahaman matriks portofolio bisnis dan analisis studi kasus kampanye global top dunia.
RPS MINGGU 14 • DURASI 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah mengikuti pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menguasai konsep & eksekusi perencanaan strategis pemasaran. Secara rinci:
CAPAIAN 1 — FUNDAMENTAL
PROSES STRATEGIS
Memahami alur Strategic Marketing Planning dari penetapan visi-misi hingga evaluasi kinerja.
CAPAIAN 2 — ANALISIS
SWOT & TOWS
Mampu menganalisis situasi perusahaan menggunakan kerangka SWOT dan merumuskan strategi dengan TOWS Matrix.
CAPAIAN 3 — PORTOFOLIO
BCG & ANSOFF
Mengaplikasikan matriks pertumbuhan BCG dan strategi ekspansi dengan Ansoff Matrix.
CAPAIAN 4 — STUDI KASUS
KAMPANYE GLOBAL
Menganalisis strategi sukses dari brand global top (Apple, Nike, Coca-Cola) sebagai blueprint untuk diaplikasikan.
Produk Bagus Saja Tidak Cukup!
Mengapa inovasi hebat sering gagal di pasar, sementara produk "biasa" bisa mendominasi global?
SKENARIO A — TANPA STRATEGI
Produk Hebat, Rencana Lemah
Hanya mengandalkan fitur
Pemasaran hanya bersifat taktis (ads, diskon) tanpa visi jangka panjang. Akibatnya: anggaran habis, tak punya posisi unik di benak konsumen, kalah oleh kompetisi.
SKENARIO B — DENGAN STRATEGI
Visi Jelas, Eksekusi Terarah
Membangun narasi & nilai
Perusahaan mengidentifikasi niche yang tepat, memposisikan brand dengan cerdas, dan mengeksekusi kampanye berdasar analisis data & tren jangka panjang.
Kesimpulan: Pemasaran tanpa perencanaan strategis ibarat berlayar tanpa kompas. Strategi menentukan arah, taktik yang mengayuh dayung.
Bagian 1 dari 4
Fundamental Perencanaan Strategis
Memahami definisi, elemen inti, dan proses perencanaan strategis di tingkat korporasi maupun unit bisnis.
Visi & MisiGoal SettingValue Proposition
Apa Itu Strategic Marketing Planning?
Proses manajerial untuk menciptakan dan mempertahankan kesesuaian yang strategis antara tujuan, keahlian perusahaan, dan peluang pasar yang terus berubah.
3 TINGKATAN PERENCANAAN STRATEGIS
Level
Fokus Keputusan
Contoh Output
Corporate Level
Arah perusahaan secara keseluruhan, alokasi sumber daya.
Misi korporat, menentukan unit bisnis (SBU).
Business Unit Level
Bagaimana bersaing di pasar spesifik?
Keunggulan kompetitif, target market utama.
Functional Level (Marketing)
Menerjemahkan strategi bisnis ke bauran pemasaran (4P).
Kampanye iklan spesifik, penetapan harga produk.
Fokus kita adalah bagaimana departemen pemasaran mendukung Business Unit Level dan memformulasikan Functional Level.
Proses Strategic Marketing Planning
Perencanaan ini adalah siklus berkelanjutan, bukan sekadar dokumen tahunan yang disimpan di laci.
FASE 1: PLANNING
SWOT & TUJUAN
Analisis Situasi (SWOT/5C).
Penetapan Target Pasar.
Pengembangan Program Pemasaran (4P/7P).
FASE 2: IMPLEMENTATION
EKSEKUSI
Mengalokasikan anggaran & sumber daya.
Mendelegasikan tugas.
Meluncurkan kampanye ke pasar.
FASE 3: EVALUATION
KONTROL & KOREKSI
Membandingkan hasil vs target.
Analisis deviasi (kesenjangan).
Revisi strategi untuk siklus berikutnya.
Tanpa fase Evaluasi, organisasi tak akan pernah belajar dari kesalahannya. ROI (Return on Investment) diukur di tahap ini.
Bagian 2 dari 4
Analisis Situasi & SWOT
Membaca medan pertempuran sebelum berperang dengan alat ukur internal dan eksternal.
StrengthsWeaknessesTOWS Matrix
Sebelum SWOT: Kerangka 5C
Untuk mendapatkan input SWOT yang akurat, pemasar sering menggunakan kerangka 5C Analysis guna membedah ekosistem bisnis secara komprehensif.
Hasil analisis 5C ini nantinya akan disortir menjadi faktor Internal (S & W) dan Eksternal (O & T) dalam SWOT.
Pemetaan Analisis SWOT
Mengklasifikasikan hasil riset menjadi empat kuadran kritis.
INTERNAL (KONTROL PERUSAHAAN)
STRENGTHS (S)
Kelebihan inti: Paten eksklusif, loyalitas brand tinggi, biaya produksi rendah.
INTERNAL (KONTROL PERUSAHAAN)
WEAKNESSES (W)
Kelemahan: Kurangnya dana pemasaran, reputasi buruk, teknologi usang.
EKSTERNAL (DI LUAR KONTROL)
OPPORTUNITIES (O)
Peluang pasar: Perubahan tren gaya hidup, regulasi yang mendukung, segmen baru.
EKSTERNAL (DI LUAR KONTROL)
THREATS (T)
Ancaman pasar: Pesaing baru, resesi ekonomi, kelangkaan bahan baku.
Dari SWOT ke Strategi: TOWS Matrix
SWOT hanya memetakan masalah. TOWS Matrix mengubah pemetaan tersebut menjadi tindakan strategis yang nyata.
Strengths (S)
Weaknesses (W)
Opportunities (O)
S-O Strategies (Maxi-Maxi) Gunakan kekuatan untuk menangkap peluang maksimal. (Contoh: Apple gunakan kas melimpah untuk R&D AI).
W-O Strategies (Mini-Maxi) Atasi kelemahan dengan mengejar peluang. (Contoh: Akuisisi startup agar cepat dapat teknologi baru).
Threats (T)
S-T Strategies (Maxi-Mini) Gunakan kekuatan untuk menghindari/mengurangi ancaman. (Contoh: Punya brand kuat, tahan banting saat perang harga).
W-T Strategies (Mini-Mini) Mode bertahan: Minimalkan kelemahan & hindari ancaman. (Contoh: Divestasi/Jual divisi yang rugi di era krisis).
Coba Sendiri: Beri Bobot SWOT, Lihat Arah Strategi TOWS
Atur bobot kepentingan tiap kuadran SWOT, lalu amati kuadran TOWS mana (S-O, W-O, S-T, W-T) yang paling disarankan sebagai fokus strategi.
Bagian 3 dari 4
Alat Manajemen Portofolio Bisnis
Bagaimana perusahaan dengan banyak produk memutuskan produk mana yang didanai, dipertahankan, atau dimatikan?
BCG MatrixAnsoff MatrixDiversifikasi
BCG Matrix: Mengelola Portofolio Produk
Diciptakan oleh Boston Consulting Group, mengklasifikasikan unit bisnis berdasarkan Market Growth Rate (pertumbuhan industri) dan Relative Market Share (pangsa pasar).
HIGH GROWTH, HIGH SHARE
STARS (Bintang)
Produk unggulan di pasar yang berkembang pesat. Butuh dana besar untuk mendanai pertumbuhannya. Arah masa depan perusahaan.
LOW GROWTH, HIGH SHARE
CASH COWS (Sapi Perah)
Raja di pasar yang sudah matang. Biaya rendah, profit tinggi. Kasnya disedot untuk mendanai Stars & Question Marks.
HIGH GROWTH, LOW SHARE
QUESTION MARKS (?)
Pasar bagus, tapi pangsa kecil. Harus pilih: Suntik dana besar agar jadi Star, atau matikan jika tak ada harapan.
LOW GROWTH, LOW SHARE
DOGS (Anjing)
Produk stagnan di pasar yang sepi. Tidak menghasilkan uang banyak. Strategi: Divestasi atau pertahankan sekadar balik modal.
Coba Sendiri: Plot Produk ke Kuadran BCG Matrix
Geser posisi sebuah unit bisnis pada sumbu pertumbuhan pasar dan pangsa pasar relatif, lalu lihat apakah ia jatuh sebagai Star, Cash Cow, Question Mark, atau Dog.
Ansoff Matrix: Strategi Ekspansi & Pertumbuhan
Ketika perusahaan ingin tumbuh, ke arah mana mereka harus bergerak? Produk atau Pasar?
Produk Saat Ini (Existing)
Produk Baru (New)
Pasar Saat Ini (Existing)
Market Penetration Jual lebih banyak produk lama ke pasar lama. (Contoh: Diskon, program loyalitas). Risiko terendah.
Product Development Bikin produk baru untuk pasar yang sudah setia. (Contoh: Apple merilis Apple Watch untuk pengguna iPhone).
Pasar Baru (New)
Market Development Bawa produk lama ke target pasar baru atau negara baru. (Contoh: Coca-Cola ekspansi ke pasar Afrika).
Diversification Produk baru untuk pasar baru. Risiko tertinggi. (Contoh: Perusahaan rokok masuk ke industri properti/makanan).
Aturan emas pertumbuhan: Risiko selalu berbanding lurus dengan kebaruan. Diversifikasi adalah langkah paling berisiko karena di luar kompetensi inti perusahaan.
Bagian 4 dari 4
Studi Kasus: Kampanye Pemasaran Global
Bagaimana raksasa industri seperti Apple, Nike, dan Coca-Cola menerapkan teori ini dalam kampanye nyata mereka.
AppleNikeCoca-Cola
Studi Kasus 1: Apple Inc.
"Menjual Status, Inovasi, & Ekosistem Terkunci"
STRATEGI POSITIONING
PREMIUM & MINIMALIS
Apple memposisikan dirinya tidak hanya sebagai perusahaan teknologi, melainkan lifestyle. Harga premium (Price Skimming) digunakan untuk mempertahankan eksklusivitas. Desain "Less is More".
STRATEGI PRODUK (ANSOFF)
ECOSYSTEM LOCK-IN
Melalui Product Development (Apple Watch, AirPods, iCloud), Apple menciptakan ekosistem yang mulus. Sekali pengguna masuk, biaya migrasi ke Android menjadi sangat "mahal" secara psikologis dan teknis.
Kampanye Legendaris: "1984" & "Shot on iPhone". Apple berfokus pada Emotional Branding: Membela kreativitas dan menantang status quo, alih-alih membahas RAM atau Megapixel kamera.
Studi Kasus 2: Nike
"Mengubah Perusahaan Sepatu menjadi Simbol Aspirasi dan Pemberdayaan"
FILOSOFI BRAND
"JUST DO IT"
Nike tidak menjual sepatu; Nike menjual semangat atlet. Strategi pemasaran mereka bergeser dari atribut fisik produk ke nilai-nilai universal: determinasi, inklusivitas, dan kemenangan personal.
TAKTIK KUNCI
HERO ENDORSEMENT
Bermitra dengan ikon kultural (Michael Jordan, Serena Williams) bukan sekadar influencer marketing, melainkan membangun Cultural Icon yang otentik. Menggabungkan olahraga dan pop culture.
Transformasi Digital: Nike menggunakan aplikasi (Nike+) untuk mengumpulkan data pelanggan, beralih ke Direct-to-Consumer (D2C) untuk mengontrol pengalaman berbelanja dan memotong peran perantara.
Studi Kasus 3: Coca-Cola
"Memasarkan Kebahagiaan Universal lewat Glocalization"
BRAND POSITIONING
UNIVERSAL HAPPINESS
Identitas merek yang sangat stabil. Produk mereka bukan air gula karbonasi, tapi kebersamaan keluarga, penyegaran, dan kebahagiaan (kampanye The Pause That Refreshes hingga Open Happiness).
STRATEGI GLOBAL
GLOCALIZATION
Strategi global yang adaptif: Formula merek yang seragam secara internasional, namun strategi komunikasi dan rasanya disesuaikan dengan selera lokal, memadukan skala global dengan sensitivitas lokal.
Kampanye Sukses: "Share a Coke" (2011+). Dengan mencetak nama-nama orang di botol, Coca-Cola mengubah produk masal menjadi produk personal, mendorong ledakan User-Generated Content di media sosial.
Sintesis: DNA Kampanye Global yang Sukses
Apa kesamaan strategi dari Apple, Nike, dan Coca-Cola?
LESSON 1
EMOSI > FITUR
Produk bisa ditiru, tapi ikatan emosional (kegembiraan, determinasi, status) tidak bisa direplikasi pesaing.
LESSON 2
KONSISTENSI
Strategi jangka panjang membutuhkan identitas inti yang tidak berubah-ubah setiap kali tren pasar berganti.
LESSON 3
ADAPTASI DIGITAL
Mereka gesit menggunakan big data, aplikasi, & media sosial untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih intim.
Perencanaan strategis tidak berarti kaku. Rencana jangka panjang harus kuat pada visi (konsistensi) namun fleksibel pada taktik (adaptasi digital/lokal).
Kesimpulan Utama Hari Ini
Ringkasan konsep Strategic Marketing Planning untuk diimplementasikan.
Strategi Adalah Navigasi: Menghubungkan kapabilitas internal dengan peluang eksternal.
SWOT Bukan Akhir: Selalu lanjutkan analisis SWOT dengan TOWS Matrix untuk menciptakan Action Plan strategis (S-O, W-O, dsb).
Fokus Portofolio: Gunakan BCG Matrix untuk mengalokasikan investasi secara rasional (menjaga Cash Cows, membangun Stars).
Belajar dari yang Terbaik: Brand top global tidak menjual fitur, mereka menjual identitas dan narasi (Apple: Inovasi, Nike: Determinasi, Coca-cola: Kebahagiaan).
Terima Kasih
Tanya Jawab & Diskusi
"Strategy is about making choices, trade-offs; it's about deliberately choosing to be different." — Michael Porter
TUGAS MINGGU DEPAN (RPS MINGGU 15)
Pilih satu UMKM lokal di kota Anda. Lakukan Analisis 5C sederhana dan buat TOWS Matrix minimal 2 kuadran. Presentasikan strategi ekspansinya selama 5 menit di kelas.