stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-07
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 7: Menyusun Perencanaan Program Pelatihan dan Pengembangan
RPS minggu 7 · 2x50 menit

Menyusun Perencanaan Program Pelatihan dan Pengembangan

Dari hasil Need Assessment menuju rencana kerja yang siap dieksekusi

Dari desain ke aksi
Menyusun Perencanaan Program Pelatihan dan Pengembangan
Pertemuan ini mengubah kerangka desain (P6) menjadi rencana kerja yang bisa dijadwalkan, dianggarkan, dan diberi penanggung jawab.

Rekap Posisi: Di Mana Kita Sekarang?

Model ADDIE menuntun kita dari analisis kebutuhan sampai evaluasi. Perencanaan program adalah jembatan antara desain dan pelaksanaan.

P5Need AssessmentP6Desain ProgramP7 — HARI INIPerencanaan Program(operasional)P8Dokumen Kontrol

Apa Itu Perencanaan Program P&P?

Desain Program (P6)
  • Kerangka konseptual: apa yang diajarkan
  • Metode besar & struktur kurikulum
  • Belum menjawab kapan, di mana, berapa biaya
Perencanaan Program (P7)
  • Operasionalisasi menjadi rencana kerja konkret
  • Menjawab siapa, kapan, di mana, berapa anggaran
  • Menjadi acuan pelaksanaan & kontrol (P8-P9)
Analogi: desain = gambar arsitek rumah; perencanaan = rencana kerja tukang dan RAB yang membuat rumah benar-benar dibangun.

Komponen Utama Perencanaan Program

Tujuan
Tujuan & sasaran terukur, kriteria peserta
Konten
Materi, metode, media pembelajaran
Sumber Daya
Fasilitator, anggaran, jadwal & lokasi
Kedelapan komponen ini — tujuan, peserta, materi, metode, fasilitator, jadwal, anggaran, dan mekanisme evaluasi — harus tertulis dalam satu dokumen rencana yang koheren.

Menyusun Tujuan Pelatihan yang Terukur

Tujuan pelatihan harus SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound) dan mengacu pada level evaluasi Kirkpatrick yang akan dituju.

Kriteria SMART
  • Spesifik: perilaku/kompetensi yang jelas
  • Terukur: ada indikator angka
  • Realistis & relevan dengan kebutuhan bisnis
  • Berbatas waktu: kapan target tercapai
Preview 4 Level Kirkpatrick
  • Level 1 — Reaksi peserta terhadap pelatihan
  • Level 2 — Peningkatan pengetahuan/keterampilan
  • Level 3 — Perubahan perilaku di tempat kerja
  • Level 4 — Dampak pada hasil bisnis
Contoh tujuan level 3-4: "Meningkatkan skor kepuasan nasabah dari 75 menjadi 85 dalam 3 bulan pasca-pelatihan layanan" — bukan sekadar "peserta paham materi layanan prima".

Hitung dari Nol: Kapasitas Batch Pelatihan

Kasus: sebuah BUMN harus melatih 180 pegawai layanan pelanggan, kapasitas kelas maksimal 25 orang, durasi 3 hari per kelas, target selesai dalam 10 hari kerja.

LangkahPerhitunganNilai
1. Total pegawai perlu dilatihdiketahui dari data NAT180 orang
2. Jumlah kelas dibutuhkan180 orang ÷ 25 orang/kelas = 7,2 → dibulatkan ke atas8 kelas
3. Total hari-kelas8 kelas x 3 hari24 hari-kelas
4. Kebutuhan ruang/trainer paralel24 hari-kelas ÷ 10 hari kerja = 2,4 → dibulatkan ke atas3 ruang paralel
Hasil Akhir
3 ruang paralel
dibutuhkan agar 8 kelas selesai dalam 10 hari kerja
Sumber daya
Anggaran, Metode, dan Jadwal Program
Setelah tujuan dan kapasitas jelas, langkah berikutnya adalah menghitung biaya, memilih metode, dan menyusun jadwal pelaksanaan.

Komponen Anggaran Program Pelatihan

Biaya Langsung
  • Honor fasilitator/instruktur
  • Konsumsi & akomodasi peserta
  • Modul, ATK, dan sertifikat
  • Sewa tempat & peralatan
Biaya Tidak Langsung
  • Transportasi & perjalanan dinas
  • Biaya kesempatan (opportunity cost)
  • Cadangan/kontingensi ~10%
Cadangan/kontingensi wajib dianggarkan — perubahan jumlah peserta atau harga vendor di lapangan sering meleset dari rencana awal.

Hitung dari Nol: Menyusun RAB Pelatihan

Melanjutkan kasus sebelumnya: 8 kelas, masing-masing 25 orang, 3 hari per kelas.

LangkahPerhitunganNilai
1. Honor fasilitator8 kelas x Rp 5.000.000Rp 40.000.000
2. Konsumsi peserta(25 orang x 3 hari x Rp 75.000) x 8 kelasRp 45.000.000
3. Modul & ATK(25 orang x Rp 150.000) x 8 kelasRp 30.000.000
4. Sewa ruang(3 hari x Rp 1.500.000) x 8 kelasRp 36.000.000
Total RAB Program
Rp 151 juta
40jt + 45jt + 30jt + 36jt = Rp 151.000.000 (belum termasuk cadangan ~10%)

Coba Sendiri: Kalkulator RAB Pelatihan

Atur jumlah peserta dan tiap komponen biaya untuk menyusun RAB program pelatihan Anda sendiri, lihat biaya per peserta secara live.

Memilih Metode Pelatihan yang Tepat

On-the-Job Training
  • Coaching & mentoring langsung atasan
  • Job rotation antar-unit kerja
  • Cocok untuk keterampilan psikomotor/praktik
Off-the-Job Training
  • Kelas/lecture, seminar, workshop
  • Simulasi & studi kasus
  • E-learning/self-paced learning
Faktor pemilihan: jenis sasaran belajar (kognitif/afektif/psikomotor), jumlah peserta, anggaran yang tersedia, dan waktu yang dimiliki organisasi.

Menyusun Jadwal Pelaksanaan Program

Minggu 1: PersiapanMinggu 2: Gelombang 1-3Minggu 2-3: Gelombang 4-8Minggu 3: Evaluasi Level 1-2Rekrut fasilitator, konfirmasi ruangKuesioner reaksi & tes pengetahuan
Jadwal harus mempertimbangkan beban kerja operasional peserta — hindari jadwal yang bertabrakan dengan periode sibuk seperti tutup buku atau musim panen bagi UMKM agribisnis.

Menetapkan Fasilitator/Instruktur

Fasilitator Internal
  • Paham budaya & proses bisnis organisasi
  • Biaya lebih rendah, mudah dijadwalkan ulang
  • Cocok untuk materi kebijakan/SOP internal
Fasilitator Eksternal
  • Keahlian spesialis & perspektif baru
  • Butuh kontrak/SPK dan honor lebih tinggi
  • Cocok untuk topik teknis/regulasi terkini
Kriteria seleksi wajib: rekam jejak mengajar, kesesuaian keahlian dengan materi, dan ketersediaan jadwal sesuai kalender yang sudah disusun.
Dokumentasi perencanaan
Merangkum Rencana ke dalam Dokumen Kerja
Semua komponen yang sudah kita bahas perlu dituangkan dalam satu dokumen training plan yang menjadi acuan bersama.

Struktur Dokumen Training Plan

Bagian Konsep
  • Latar belakang & hasil need assessment
  • Tujuan & indikator keberhasilan (KPI)
  • Sasaran peserta & kriteria seleksi
Bagian Operasional
  • Rundown/jadwal per gelombang
  • RAB & sumber pendanaan
  • Daftar fasilitator & bahan ajar
  • Mekanisme evaluasi & lampiran (SK, surat tugas)

Latihan: Susun Kerangka Training Plan

Instruksi kerja kelompok (15 menit):

  • Pilih satu organisasi (profit/non-profit/UMKM) hasil analisis P5-P6 kelompok Anda
  • Tuliskan tujuan pelatihan dalam format SMART + level Kirkpatrick yang dituju
  • Hitung kapasitas gelombang & estimasi RAB sederhana (ikuti pola perhitungan hari ini)
  • Tentukan metode pelatihan & alasan pemilihannya
  • Susun kerangka jadwal 2-3 minggu pelaksanaan
Kumpulkan dalam bentuk kerangka satu halaman — akan dibahas singkat di akhir pertemuan dan menjadi dasar tugas dokumen kontrol pelaksanaan minggu depan.

Studi Kasus: Training Plan UMKM Binaan

Contoh sederhana: koperasi UMKM binaan ingin melatih 40 pelaku usaha tentang pembukuan digital.

Tahap 1 — Menetapkan Tujuan & Kapasitas
Tujuan: "80% peserta mampu menyusun laporan keuangan sederhana via aplikasi kasir digital dalam 1 bulan." Kapasitas: 40 peserta ÷ 20 orang/kelas = 2 kelas, masing-masing 2 hari.
Tahap 2 — Memilih Metode & Fasilitator
Karena sasarannya keterampilan praktik (psikomotor), dipilih metode workshop hands-on dengan laptop/HP, fasilitator internal dari koperasi dibantu 1 konsultan digital eksternal untuk sesi teknis aplikasi.

Kesalahan Umum dalam Perencanaan Program

  • Tujuan pelatihan ditulis tidak terukur (tidak SMART)
  • Anggaran disusun tanpa dana cadangan/kontingensi
  • Jadwal bentrok dengan periode sibuk operasional peserta
  • Metode dipilih berdasarkan kebiasaan, bukan kesesuaian sasaran belajar
  • Mekanisme evaluasi baru dipikirkan setelah pelatihan selesai
Kesalahan paling fatal: menunda perencanaan mekanisme evaluasi. Evaluasi harus dirancang bersamaan dengan perencanaan program, bukan sesudahnya.

Menuju Pertemuan Berikutnya

Training plan yang kita susun hari ini menjadi acuan utama penyusunan dokumen & mekanisme kontrol pelaksanaan program (P8).

Pertemuan 7 (Hari Ini)
  • Rencana tujuan, kapasitas, anggaran
  • Metode, jadwal, fasilitator
  • Dokumen training plan
Pertemuan 8 (Minggu Depan)
  • Dokumen kontrol pelaksanaan (checklist, absensi)
  • Mekanisme monitoring realisasi vs rencana
  • Antisipasi deviasi jadwal & anggaran

Ringkasan Pertemuan 7

  • Perencanaan program = operasionalisasi desain menjadi rencana kerja konkret
  • Delapan komponen wajib: tujuan, peserta, materi, metode, fasilitator, jadwal, anggaran, evaluasi
  • Tujuan ditulis SMART dan mengacu pada level Kirkpatrick yang dituju
  • Kapasitas gelombang & RAB dihitung sistematis, bukan estimasi kasar
  • Semua komponen dirangkum dalam satu dokumen training plan
Takeaway Utama
Rencana = Jembatan
antara desain program yang ideal dan pelaksanaan yang bisa diaudit