‹ Daftar slidePertemuan 6: Menyusun Desain Program Pelatihan dan Pengembangan dari Hasil Need Assessment
RPS minggu 6 · 2x50 menit
Menyusun Desain Program Pelatihan dan Pengembangan
Dari Hasil Need Assessment ke Rancangan Program yang Siap Dijalankan
Mata Kuliah Manajemen Pelatihan dan Pengembangan · Program Studi Manajemen · FEB UNDIP
Bagian 1 dari 3
Dari Diagnosis ke Desain
Menjembatani hasil need assessment dengan tahap Design pada model ADDIE
Mengapa Desain Harus Berangkat dari NAT?
Risiko Tanpa Dasar NAT
Program pelatihan jadi generik, tidak menyasar gap sesungguhnya
Anggaran terbuang untuk topik yang sudah dikuasai peserta
Sulit diukur keberhasilannya karena tujuan tidak spesifik
Input dari NAT (Pertemuan 5)
Kesenjangan kompetensi (gap) per level: organisasi, tugas, individu
Prioritas gap yang paling mendesak ditangani
Profil peserta & konteks pekerjaan sehari-hari mereka
Posisi Desain dalam Model ADDIE
Desain (kotak tebal) menerjemahkan hasil Analysis menjadi cetak biru sebelum materi konkret dikembangkan.
Komponen Utama Desain Program P&P
Tujuan Pembelajaran
Rumusan hasil belajar yang terukur
Berbasis taksonomi Bloom
Metode & Strategi
On-the-job vs off-the-job
Media & instruktur
Struktur & Sumber Daya
Urutan materi & durasi
Peserta & anggaran
Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Prinsip ABCD: Audience (siapa peserta), Behavior (perilaku/kompetensi yang diharapkan, kata kerja terukur), Condition (dalam kondisi/alat bantu apa), Degree (standar keberhasilan yang bisa diukur).
Tujuan pembelajaran mengacu pada taksonomi Bloom: level kognitif rendah (mengingat, memahami) hingga tinggi (menerapkan, menganalisis, mengevaluasi).
Tujuan harus selaras dengan gap spesifik hasil NAT — bukan tujuan umum
Kata kerja operasional: "mampu menghitung", "mampu menyusun", bukan "memahami" yang sulit diukur
Contoh: Tujuan Kabur vs Tujuan Terukur
Tujuan Kabur (Hindari)
"Peserta memahami pelayanan prima"
"Peserta mengetahui produk perusahaan"
"Meningkatkan soft skill komunikasi"
Tujuan Terukur (ABCD)
Staf CS mampu menyelesaikan keluhan nasabah dalam ≤10 menit
Sales mampu mempresentasikan 3 produk tanpa naskah
Teller mampu mendeteksi transaksi mencurigakan sesuai SOP
Memilih Metode & Strategi Pelatihan
On-the-Job Training
Coaching, mentoring, job rotation, understudy
Cocok untuk gap keterampilan praktis & kontekstual
Biaya relatif rendah, transfer belajar langsung terpakai
Off-the-Job Training
Kelas, workshop, simulasi, e-learning
Cocok untuk konsep baru & pengetahuan yang belum dimiliki
Memungkinkan standardisasi materi lintas cabang
Menyusun Struktur & Urutan Materi
Urutan logis: dari konsep dasar → aplikasi → kasus kompleks (scaffolding)
Materi prasyarat diletakkan lebih awal agar peserta tidak "loncat" pemahaman
Selingi teori dengan praktik/simulasi agar retensi belajar lebih tinggi
Pertimbangkan rentang perhatian peserta — sesi maksimal 90–120 menit sebelum jeda
Kesalahan umum: menyusun materi berdasarkan urutan bab buku teks, bukan berdasarkan urutan kebutuhan kerja peserta di lapangan.
Hitung dari Nol: Total Jam Pelatihan Program
Hasil NAT sebuah cabang bank menunjukkan 5 topik prioritas yang harus dilatih. Setiap topik membutuhkan 4 jam sesi tatap muka, ditambah alokasi praktik/diskusi sebesar 20% dari total jam sesi.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Jam sesi tatap muka
5 topik x 4 jam
20 jam
2. Tambahan praktik/diskusi (20%)
20% x 20 jam
4 jam
3. Total jam pelatihan
20 jam + 4 jam
24 jam
4. Jumlah hari (6 jam efektif/hari)
24 jam ÷ 6 jam
4 hari
Hasil
4 hari
Durasi program pelatihan untuk menuntaskan 5 topik prioritas hasil NAT
Bagian 2 dari 3
Merancang Komponen Teknis
Media, instruktur, modul, target peserta, dan estimasi anggaran
Memilih Media & Instruktur
Pilihan Media
Tatap muka klasikal vs virtual/e-learning vs blended
Simulasi, studi kasus, role-play untuk keterampilan interpersonal
Modul cetak/digital sebagai bahan bacaan mandiri
Pilihan Instruktur
Trainer internal: paham konteks perusahaan, biaya lebih hemat
Trainer eksternal: keahlian spesialis, perspektif baru
Pertimbangkan ketersediaan waktu & anggaran
Menyusun Modul/Silabus Ringkas Pelatihan
Sesi
Topik
Metode
1
Dasar layanan & SOP komplain
Klasikal + studi kasus
2
Teknik komunikasi & empati
Role-play
3
Penanganan komplain digital banking
Simulasi + coaching
4
Evaluasi & rencana tindak lanjut
Diskusi kelompok
Setiap sesi memuat: tujuan spesifik, durasi, metode, media, dan indikator keberhasilan — menjadi cetak biru bagi tim pengembang materi di tahap Development.
Menentukan Target Peserta & Pengelompokan
Segmentasi berdasarkan tingkat gap: pemula, menengah, mahir — hindari kelas campur rata yang timpang
Segmentasi berdasarkan peran/jabatan: staf front-liner vs supervisor punya kebutuhan berbeda
Ukuran kelas ideal mempertimbangkan metode — role-play efektif untuk kelompok kecil (≤15 orang)
Data demografi peserta (usia, masa kerja) memengaruhi pilihan media pembelajaran
Hitung dari Nol: Estimasi Anggaran Dasar Program
Program pelatihan customer service untuk 30 peserta selama 4 hari, memakai trainer eksternal Rp15.000.000/hari, plus biaya konsumsi & modul Rp150.000/peserta/hari.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Biaya trainer eksternal
Rp15.000.000 x 4 hari
Rp60.000.000
2. Biaya konsumsi & modul
Rp150.000 x 30 x 4
Rp18.000.000
3. Total anggaran program
Rp60jt + Rp18jt
Rp78.000.000
4. Biaya per peserta
Rp78.000.000 ÷ 30
~Rp2.600.000
Hasil
~Rp2,6 jt
Estimasi biaya per peserta — dasar pengajuan anggaran ke manajemen
Walkthrough: Dari NAT ke Desain Program
Kasus: NAT di sebuah bank menemukan gap "staf CS lambat menangani komplain nasabah digital banking, rata-rata 18 menit per kasus, target SOP 8 menit".
Langkah 1 — Tujuan: "Staf CS mampu menyelesaikan komplain digital banking dalam ≤8 menit sesuai SOP"
Langkah 3 — Struktur: Sesi 1 SOP dasar → Sesi 2 simulasi kasus ringan → Sesi 3 simulasi kasus kompleks
Langkah 4 — Peserta & sumber daya: Kelompok kecil 12 orang/kelas, instruktur internal senior CS
Bagian 3 dari 3
Dokumen Desain & Kriteria Kualitas
Menuangkan seluruh keputusan desain ke dalam dokumen resmi yang bisa diaudit
Struktur Dokumen Desain Program (Training Design Document)
Komponen Wajib
Latar belakang & ringkasan hasil NAT
Tujuan pembelajaran (format ABCD)
Metode, media, dan instruktur
Komponen Pendukung
Struktur/urutan sesi & durasi
Target peserta & kriteria seleksi
Estimasi anggaran & sumber daya
Kriteria Kualitas Desain Program yang Baik
Relevansi: setiap elemen desain bisa ditelusuri kembali ke gap hasil NAT
Kejelasan: tujuan dirumuskan terukur (ABCD), tidak multitafsir
Kelayakan: metode, waktu, dan anggaran realistis dengan sumber daya yang ada
Keterukuran: desain memuat indikator yang nanti bisa dievaluasi di Kirkpatrick Level 1 & 2 (P13)
Desain yang baik = jembatan yang mulus antara diagnosis (NAT) dan evaluasi hasil di akhir semester.
Latihan Kelompok: Susun Outline Desain Program
Skenario: Hasil NAT sebuah UMKM konveksi menunjukkan pemilik toko online lambat merespons chat calon pembeli (rata-rata 6 jam, target maksimal 1 jam) dan sering salah input harga di marketplace.
Dalam kelompok 4–5 orang (15 menit), susun outline singkat: (1) tujuan pembelajaran format ABCD, (2) metode yang dipilih beserta alasannya, (3) urutan 2–3 sesi, (4) estimasi kasar durasi & anggaran. Presentasikan singkat ke kelas.