‹ Daftar slidePertemuan 4: Model Desain Pelatihan dan Pengembangan: ADDIE
RPS minggu 4 · 2x50 menit
Model Desain Pelatihan dan Pengembangan
ADDIE: Analysis – Design – Development – Implementation – Evaluation
Pertemuan 4 — Mata Kuliah Manajemen Pelatihan dan Pengembangan · Program Studi Manajemen · FEB UNDIP
Peta Perjalanan Hari Ini
Jam ke-1 (50 menit)
Recap: posisi desain program dalam MSDM strategis
Mengenal ADDIE: definisi, sejarah, 5 tahap
Tahap Analysis — Hitung dari Nol: gap kompetensi
Jam ke-2 (50 menit)
Tahap Design & Development — walkthrough & biaya
Tahap Implementation & Evaluation — preview Kirkpatrick
ADDIE sebagai siklus iteratif + latihan kelompok
Sub-CPMK minggu ini: mahasiswa mampu menjelaskan dan menerapkan model ADDIE sebagai kerangka sistematis untuk merancang program pelatihan dan pengembangan.
Dari Perencanaan Strategis ke Kebutuhan Desain Sistematis
Pertemuan 1–3 membahas bagaimana pelatihan dan pengembangan (P&P) diposisikan sebagai fungsi strategis dalam MSDM, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Masalah Umum
Banyak organisasi — dari perusahaan seperti Tokopedia hingga UMKM binaan pemda — merancang pelatihan berdasarkan tren atau permintaan mendadak pimpinan, tanpa analisis kebutuhan yang jelas.
Akibatnya
Anggaran terbuang untuk topik yang tidak relevan, peserta bosan karena materi sudah dikuasai, dan dampak terhadap kinerja tidak terukur.
Di sinilah dibutuhkan model desain sistematis — kerangka langkah demi langkah yang memastikan pelatihan dirancang berbasis kebutuhan nyata, bukan asumsi. Model yang paling banyak dipakai untuk itu adalah ADDIE.
Model Desain Sistematis
Mengenal ADDIE
Peta jalan lima tahap untuk merancang program pelatihan dari nol sampai terukur hasilnya.
Apa Itu ADDIE?
ADDIE adalah akronim dari lima tahap instructional design(desain pembelajaran): Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation.
Asal-Usul
Dikembangkan Florida State University (~1975) untuk kebutuhan pelatihan militer AS.
Diadopsi luas ke dunia korporasi, pendidikan, dan pemerintahan sejak 1980-an.
Sifat Model
Generic model(kerangka umum) — bisa dipakai lintas industri.
Bersifat iteratif, bukan linear kaku — hasil evaluasi bisa memicu analisis ulang.
Inti ADDIE: setiap tahap menghasilkan output yang menjadi dasar (input) tahap berikutnya — mencegah pelatihan dirancang secara acak.
Lima Tahap ADDIE Secara Berurutan
Setiap tahap punya output konkret yang jadi dasar tahap berikutnya — Analysis menghasilkan dokumen kebutuhan, Design menghasilkan blueprint, Development menghasilkan materi jadi, Implementation menghasilkan pelaksanaan nyata, dan Evaluation menghasilkan data efektivitas.
Tahap 1 — Analysis: Menemukan Akar Kebutuhan
Analysis adalah tahap identifikasi kesenjangan antara kinerja aktual dan kinerja yang diharapkan, sebelum satu pun materi pelatihan dibuat.
Siapa?
Siapa peserta pelatihan, apa peran dan level jabatannya?
Apa Gap-nya?
Kompetensi apa yang kurang dibanding standar yang dibutuhkan?
Untuk Apa?
Tujuan bisnis apa yang ingin dicapai dari pelatihan ini?
Tahap ini akan kita dalami penuh di Pertemuan 5 dengan istilah Need Assessment of Training and Development (NAT) — fungsi, variabel, langkah, dan evaluasinya.
Hitung dari Nol: Kesenjangan (Gap) Kompetensi
Kasus: 30 staf customer service Bank BBCA cabang dites kompetensi "penanganan komplain nasabah digital".
Langkah
Perhitungan
Nilai
Skor kompetensi aktual (rata-rata hasil tes 30 staf)
Gap kompetensi → pelatihan penanganan komplain digital masuk prioritas tinggi
Merancang & Membangun
Design & Development
Dari dokumen kebutuhan menjadi blueprint program, lalu menjadi materi pelatihan yang siap dipakai.
Tahap 2 — Design: Merancang Blueprint Program
Design menerjemahkan hasil Analysis menjadi rancangan konkret program pelatihan — bukan materi jadi, melainkan cetak biru (blueprint)-nya.
Komponen Rancangan
Tujuan pembelajaran (learning objectives) format ABCD
Struktur kurikulum & urutan topik
Komponen Rancangan (lanjutan)
Pemilihan metode: ceramah, simulasi, on-the-job
Rancangan mekanisme evaluasi hasil belajar
ABCD: Audience (peserta) – Behavior (perilaku target) – Condition (kondisi pencapaian) – Degree (standar keberhasilan) — format standar merumuskan tujuan pembelajaran yang terukur.
Walkthrough: Menyusun Tujuan Pembelajaran ABCD
Kasus: merancang tujuan pelatihan penanganan komplain digital untuk staf customer service BBCA (lanjutan kasus gap kompetensi tadi).
Audience — Peserta: staf customer service cabang yang menangani komplain via kanal digital.
Behavior — Perilaku target: mampu menyelesaikan komplain nasabah sesuai skrip standar dan sistem CRM perusahaan.
Condition — Kondisi: dilakukan menggunakan sistem CRM dan skrip resmi perusahaan, tanpa bantuan supervisor.
Degree — Standar keberhasilan: waktu penyelesaian ≤5 menit dengan skor kepuasan nasabah ≥4 dari skala 5.
Tujuan pembelajaran final: "Staf customer service mampu menyelesaikan komplain nasabah digital melalui sistem CRM dalam waktu ≤5 menit dengan skor kepuasan ≥4/5, tanpa bantuan supervisor."
Tahap 3 — Development: Membangun Materi Nyata
Development adalah proses memproduksi seluruh materi dan media pelatihan berdasarkan blueprint dari tahap Design.
Hasil Evaluation (Level 3–4) sering memicu Analysis baru — misalnya jika Behavior tidak berubah, artinya ada gap yang belum terjawab dan siklus ADDIE dimulai lagi.
Coba Sendiri: Penjelajah Siklus ADDIE
Klik tiap tahap untuk melihat pertanyaan kunci dan contoh output konkretnya, lalu nyalakan feedback loop untuk melihat bagaimana Evaluation bisa memicu Analysis baru.
Latihan Kelompok: Analysis Awal ADDIE
Kerjakan berkelompok (4–5 orang), gunakan organisasi profit/non-profit yang sudah dibahas di Pertemuan 1.
Instruksi:
Tentukan 1 (satu) posisi/jabatan dan 1 (satu) gap kompetensi yang relevan bagi organisasi tersebut.
Susun 1 (satu) tujuan pembelajaran dalam format ABCD untuk menjawab gap tersebut.
Tuliskan asumsi skor kompetensi aktual dan target (boleh estimasi realistis), lalu hitung persentase gap-nya.
Siapkan hasil kerja kelompok untuk dibahas sebagai bagian dari Pertemuan 5 (Need Assessment of Training).
Ringkasan & Ke Mana Selanjutnya
Yang Sudah Dipelajari
ADDIE = 5 tahap sistematis: Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation
Bersifat iteratif — Evaluation bisa memicu Analysis baru
Setiap tahap punya output konkret yang jadi dasar tahap berikutnya
Pertemuan Selanjutnya
Pertemuan 5: Need Assessment of Training (NAT) — pendalaman tahap Analysis
Fungsi, variabel, langkah, dan evaluasi NAT
Bawa hasil latihan kelompok hari ini ke pertemuan berikutnya — akan menjadi kasus dasar untuk mempraktikkan Need Assessment secara lebih mendalam.